
batampos– Setelah di relokasi ke Pasar Sore Bintan Center (Bincen) Kota Tanjungpinang, Kepri, para pedagang yang harusnya berjualan di pasar tersebut kembali berjualan ke trotoar. Para pedagang menilai, berjualan di Pasar Sore itu memang tidak menguntungkan.
Pantauan Batam Pos Minggu (1/12) sepanduk yang berisi larangan berjualan di sepanjang trotoar kawasan Bincen masih terpajang rapi. Kendati demikian, para PKL sama sekali tidak peduli. Bahkan, ada PKL yang membuka lapak tepat dibawah sepanduk peringatan itu.
BACA JUGA: Pedagang Ikan akan Tempati Blok D Pasar Encik Puan Perak
Para pedagang kaki lima (PKL) itu sempat ditertibkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tanjungpinang, untuk berjualan di Pasar Sore pada beberapa waktu yang lalu. Namun, sepekan belakangan ini, PKL itu memilih meninggalkan Pasar Sore.
“Karena di sana (Pasar Sore) memang tidak ada pembeli. Kalau disini (di trotoar) kita berjualan, pasti ada saja yang beli,” kata Subagio, satu diantara PKL di trotoar kawasan Bincen.
Sepinya pembeli di Pasar Sore, membuat barang dagangan berupa buah-buahan milik pedagang kerap mengalami pembusukan. Bukanya untung, para pedagang tersebut malah merugi hingga jutaan rupiah dalam satu pekan.
Sehingga para pedagang di Pasar Sore itu memilih kembali berjualan di trotoar. Di tempat yang tidak resmi itu, pedagang menganggap tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar sewa lapak senilai Rp500 ribu per bulannya.
“Ruginya sampai Rp1 juta. Karena dagangan (buah) tidak ada yang beli, jadi busuk. Jadi kita pindah kesini lagi, di sana juga harus bayar sewa lapak,” tambahnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Lina, pedagang sayuran. Lina mengaku, berjualan di Pasar Sore itu hanya selama satu pekan saja. Karena sepi pembeli, ia pun nekat untuk kembali berjualan di atas tempat pejalan kaki itu.
Jika terus bertahan berjualan di pasar itu, Lina menyampaikan tidak mampu membayar sewa lapak. “Kalau tidak ada yang beli, siapa yang betah berjualan di sana,” pungkasnya. (*)
Reporter: M Ismail
Artikel Di Pasar Sore Bincen Sepi Pembeli, PKL Jualan Lagi di Trotoar pertama kali tampil pada Kepri.

batampos – Pelayanan di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center belum berjalan optimal. Satu dari tiga ponton tempat sandar kapal feri internasional masih tidak dapat digunakan karena disegel oleh pengelola lama, PT Synergy Tharada, sejak 2 Agustus lalu, atau sekitar empat bulan yang lalu.







