Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 2348

Dinas Perikanan Batam Pastikan Stok Ikan Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis

0
Ilustrasi. Warga saat belanja ikan benggol di pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Dalam upaya memastikan ketersediaan ikan untuk kebutuhan masyarakat, Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam melakukan peninjauan ke tiga distributor ikan terbesar di kota tersebut. Lokasi yang ditinjau meliputi Jembatan 2 Barelang, Botania, Batamcentre, dan Batuampar.

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diluncurkan oleh Pemerintah Kota Batam. Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mengantisipasi dampak musim angin kencang yang kerap terjadi di akhir tahun.

“Alhamdulillah, stok ikan kita aman hingga Januari 2025,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, Kamis (28/11).

Menurut Yudi, pihaknya terus berkoordinasi dengan para pengusaha perikanan agar dapat memenuhi kebutuhan program MBG. Hal ini termasuk memastikan ketersediaan ikan dengan ukuran tertentu sesuai standar program.

Adapun jenis ikan yang mendominasi stok di Batam saat ini antara lain ikan benggol dan gembung, yang jumlahnya masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Selain itu, potensi besar juga terlihat pada ikan air tawar seperti ikan lele dan nila, yang sebagian besar diproduksi oleh kelompok budidaya lokal.

“Ikan air tawar yang kita pasok berasal dari berbagai daerah seperti Rempang, Batuaji, dan kelompok budidaya lainnya,” tambah Yudi.

Lebih lanjut, ia berharap kelompok budidaya ikan lokal dapat turut mendukung keberhasilan program MBG. “Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan akses makanan bergizi, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perikanan lokal,” kata dia.

Langkah Diskan Batam ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan memastikan kesehatan masyarakat melalui penyediaan asupan gizi yang memadai. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Dinas Perikanan Batam Pastikan Stok Ikan Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada Metropolis.

Menunggu Keputusan Bawaslu Soal Pemeriksaan Jajaran KPU Batam

0
Ketua KPU Batam Mawardi bersama Komisioner KPU Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pembatalan debat kedua Pilkada Batam yang sedianya berlangsung pada 15 November lalu menjadi sorotan publik. Para jajaran di KPU Batam pun telah dipanggil Bawaslu.

Keputusan mendadak tersebut memicu dugaan pelanggaran dan ketidakprofesionalan dari pihak penyelenggara. Tempo lalu, proses pemeriksaan berlangsung di Kantor Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sekupang, 25 November lalu.

Dikonfirmasi, Ketua KPU Batam, Mawardi mengatakan, bahwa pihaknya telah memberikan keterangan sesuai yang diminta oleh Bawaslu.

Baca Juga: Komisioner KPU Batam Jalani Pemeriksaan Terkait Pembatalan Debat Publik Paslon Pilwako

“Sudah mereka (Bawaslu) tanya-tanya soal kronologis, biasa lah. Karena itu juga tupoksinya Bawaslu kan, kami hanya mengikuti prosesnya,” ujar Mawardi, Kamis (28/11).

“Keputusannya sama Bawaslu, kami hanya memberitahukan apa yang kami alami. Biasa lah, orang kan pandangan dari sudut mana dia melihatnya,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Batam, Antonius Itoloha Gaho, mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan debat kedua yang sempat direncanakan di Crown Vista Hotel.

“Laporan terkait kegiatan debat kedua sudah terdaftar. Proses klarifikasi ini akan berlangsung lima hari, dan saat ini sudah berjalan dua hari,” kata Antonius.

Menurut dia, selain memeriksa pihak KPU Batam, klarifikasi juga dilakukan terhadap pelapor dan saksi-saksi lainnya.

“Ada kemungkinan mereka (pelapor dan terlapor) dipanggil kembali, jika ada hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Menunggu Keputusan Bawaslu Soal Pemeriksaan Jajaran KPU Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelaksanaan Pilkada Aman, PPK Sagulung Mulai Pleno

0
Ilustrasi.

batampos – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, berlangsung aman dan tertib. Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sagulung, Eddy, memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pada Rabu (27/11) berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Kita pantau dan memang semua berjalan lancar sampai pengembalian logistik dan surat suara. Hari ini rencana mulai pleno,” ujar Eddy, Kamis (28/11).

Pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan akan dilaksanakan di tingkat PPK dan dilakukan per kelurahan. Proses ini merupakan tahap lanjutan setelah seluruh logistik dan surat suara kembali dengan aman ke tingkat PPK. Penyelenggara berupaya memastikan tahapan ini dapat berjalan sesuai prosedur tanpa hambatan.

Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, juga memastikan bahwa situasi selama pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berlangsung aman. Tim gabungan bersama penyelenggara Pilkada mengawal ketat setiap tahapan, mulai dari pendistribusian logistik hingga pengembalian surat suara.

“Situasi aman terkendali. Dari pendistribusian logistik ke TPS, pencoblosan hingga pengembalian logistik dan surat suara aman dan lengkap semua. Hari ini bahkan mulai pleno,” tegas Rohandi.

Sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terpadat di Kota Batam, Sagulung memiliki 301 TPS, termasuk dua TPS khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam. Tingginya jumlah TPS membuat pengawasan ketat menjadi prioritas utama untuk memastikan kelancaran Pilkada di kecamatan ini.

Eddy menyampaikan bahwa seluruh tahapan Pilkada dilakukan dengan semangat menjaga integritas dan transparansi. Penyelenggara terus berupaya agar Pilkada kali ini berakhir dengan baik tanpa adanya gangguan atau hambatan yang dapat mengganggu proses demokrasi.

Sementara itu, Albert, salah satu tokoh masyarakat di Sagulung, mengapresiasi kinerja penyelenggara Pilkada yang telah bekerja keras. “Sebagai masyarakat, kami berterima kasih kepada penyelenggara Pilkada yang telah berjuang memuluskan pelaksanaan pemungutan suara. Semoga tahapan selanjutnya juga berjalan dengan aman dan tertib tanpa kecurangan,” ujar Albert.

Albert juga berharap hasil Pilkada kali ini dapat menghadirkan pemimpin yang merakyat dan mampu menjalankan tugas dengan jujur serta amanah. “Biar Batam dan Kepulauan Riau bisa lebih maju lagi. Kita butuh pemimpin yang mendengarkan rakyatnya,” harapnya.

Penyelenggara Pilkada di Sagulung terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal. Dari distribusi logistik hingga penghitungan suara di pleno tingkat kecamatan, semua dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Keberhasilan pelaksanaan Pilkada yang aman dan tertib di Sagulung menjadi contoh positif dalam upaya mewujudkan pesta demokrasi yang berkualitas. Kapolsek Sagulung menegaskan komitmen pihak keamanan untuk terus menjaga stabilitas hingga seluruh proses Pilkada selesai.

Dengan dimulainya pleno rekapitulasi suara di tingkat PPK, masyarakat Sagulung menaruh harapan besar agar seluruh proses berlangsung lancar hingga pengumuman hasil resmi. Proses demokrasi yang berlangsung damai ini menjadi langkah penting bagi masa depan Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pelaksanaan Pilkada Aman, PPK Sagulung Mulai Pleno pertama kali tampil pada Metropolis.

Sampah Masih Menumpuk di Pinggir Jalan Menuju Galangan Kapal Seilekop

0
Sampah masih menumpuk di Sagulung. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Penumpukan sampah di pinggir jalan menuju kawasan galangan kapal Seilekop, Sagulung terus menjadi perhatian. Sampah rumah tangga, bekas material bangunan, pakaian bekas, hingga perabotan rusak berserakan di sepanjang jalan. Bahkan, saat ini sampah-sampah tersebut meluber hingga ke bahu jalan, menimbulkan aroma tak sedap yang semakin mengganggu, terutama saat musim hujan.

Masalah ini semakin parah dengan munculnya lalat, belatung, dan binatang lainnya di sekitar lokasi. Meski jauh dari permukiman warga, ancaman kesehatan dari penumpukan sampah ini tetap nyata, terutama bagi para pekerja galangan kapal yang setiap hari melewati lokasi tersebut.

Imron, salah seorang pekerja galangan kapal di Seilekop, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah ini sudah berlangsung lama dan terus bertambah. Menurutnya, masyarakat sering kali membuang sampah sembarangan di tempat tersebut, bahkan ada yang menggunakan lori atau pikap untuk mengangkut sampah ke sana.

“Lokasi ini memang jauh dari permukiman, jadi susah dikontrol. Siapa saja bebas buang sampah di sini. Sudah lama kondisinya seperti ini. Apalagi musim hujan, baunya makin menyengat, dan banyak lalat serta ulat di sepanjang jalan,” keluh Imron saat ditemui di lokasi.

Bida Augusta, Lurah Seilekop, mengakui persoalan ini. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah minimnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga dengan baik. Selain itu, ada juga beberapa RW yang menolak membayar retribusi sampah. Akibatnya, masyarakat dari wilayah tersebut lebih memilih membuang sampah sembarangan.

“Masalah ini sudah sering kami bahas bersama warga, tapi memang masih ada yang menolak bayar retribusi sampah. Satgas hanya mengangkut sampah dari lokasi yang membayar retribusi. Yang tidak, akhirnya membuang sampah ke pinggir jalan seperti ini. Masalah sampah memang rumit, tapi kami terus mencari solusinya,” ujar Bida Augusta.

Meski begitu, Satgas dari kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetap berupaya membersihkan sampah di lokasi tersebut. Namun, tingginya intensitas pembuangan sampah liar membuat pekerjaan mereka sulit. Penumpukan terus terjadi, dan lokasi tersebut seperti tidak pernah benar-benar bersih.

Persoalan serupa juga ditemukan di beberapa lokasi lain di Sagulung. Misalnya, di pinggir jalan Kaveling Baru, Tembesi, hingga ruas jalan Trans Barelang menuju Seipelenggut. Situasi di tempat-tempat tersebut hampir sama, sampah terus bertambah, dan solusi yang ada belum efektif menghentikan kebiasaan buruk masyarakat.

Camat Sagulung, M. Hafiz Rozie, menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya membuang sampah sembarangan. Pemerintah sudah menyediakan tempat penampungan sampah sementara serta armada pengangkut yang bekerja secara maksimal. Ia berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan memanfaatkan fasilitas yang ada.

“Tidak ada alasan untuk membuang sampah sembarangan. Kami harap masyarakat bisa lebih disiplin dalam mengelola sampah. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga kesehatan dan kenyamanan bersama,” kata Hafiz Rozie.

Masalah sampah di Seilekop dan sekitarnya menuntut perhatian serius dari semua pihak. Perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus mengakhiri kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Tanpa langkah konkret, masalah ini hanya akan semakin parah. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Sampah Masih Menumpuk di Pinggir Jalan Menuju Galangan Kapal Seilekop pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat, PT BIB Perkirakan Trafik Penumpang Naik

0
Ilustrasi. Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

batampos – Pemerintah resmi menurunkan harga tiket pesawat domestik untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah yang memastikan seluruh pihak siap mendukung kebijakan itu demi kelancaran mobilitas masyarakat.

Ia menyebut, kebijakan ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merayakan libur akhir tahun.

“Kami berharap kebijakan ini mampu meningkatkan trafik penumpang selama periode Nataru. Awalnya diprediksi terjadi kenaikan 5 persen, namun dengan adanya penurunan harga tiket, kami optimis peningkatan trafik bisa mencapai 10–15 persen,” ujar Pikri, Kamis (28/11).

PT BIB dan stakeholder terkait telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan para pengguna jasa transportasi udara selama masa liburan.

“Ada beberapa langkah strategis yang telah diambil yakni koordinasi intensif, pendirian posko bersama di bandara. Tak hanya itu ada juga pelaksanaan ramp check untuk memastikan keselamatan penerbangan,” kata dia.

Langkah berikutnya PT BIB memastikan persiapan penambahan penerbangan jika kondisi diperlukan. Untuk memudahkan calon penumpang pihaknya juga mengoptimalkan servis check in antrean.

“Kalau ekstra flight kami masih menunggu perkembangan jika nantinya diperlukan. Optimalisasi layanan check in, antrean, dan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Selain itu Bandara Internasional Hang Nadim juga telah dikunjungi Kementerian Perhubungan bersama Komisi V DPR RI juga melakukan kunjungan kerja pada 20 November 2024 untuk memastikan kelancaran persiapan Nataru.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), menyampaikan kebijakan ini akan berlaku mulai 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.

Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Menko AHY menegaskan bahwa penurunan harga tiket pesawat ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pariwisata.

“Penurunan harga tiket pesawat ini diupayakan melalui sinergi antar pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, Pertamina, dan maskapai domestik. Kami menurunkan biaya layanan di bandara, harga avtur, serta mengurangi fuel surcharge. Dengan langkah ini, harga tiket pesawat bisa turun sekitar 10 persen,” ujar AHY. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat, PT BIB Perkirakan Trafik Penumpang Naik pertama kali tampil pada Metropolis.

1 TPS Berpotensi PSU, KPU Tanjungpinang Tunggu Rekomendasi Bawaslu

0
Ketua KPU Tanjungpinang, Muhammad Faizal. F. Mohamad Ismail

batampos– Satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Tanjungpinang, Kepri berpotensi melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada Pilkada 2024.

Hal ini, disebabkan ada sejumlah warga yang ikut mencoblos, namun tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun Daftar Pemilih Khusus (DPK). Kondisi itu diketahui terjadi di TPS 017 Kelurahan Pinang Kencana Tanjungpinang, yang memiliki 552 DPT.

“Karena ada tujuh pemilih ber KTP Karimun namun dibolehkan coblos. Padahal mereka harus mengurus surat pindah memilih dulu,” kata Ketua KPU Tanjungpinang, Muhammad Faizal, Kamis (28/11).

BACA JUGA: 6 TPS Pilkada 2024 di Tanjungpinang Rawan PSU dan PSSU

Sejauh ini, Faizal menyampaikan bahwa pihaknya memang belum menerima secara resmi, terkait surat rekomendasi untuk pelaksanaan PSU dari Bawaslu Tanjungpinang.

Selain itu, jadwal pelaksanaan PSU ini harus dilakukan dalam kurung waktu 10 hari sesudah hari pemilihan. Sehingga, batas pelaksanaan PSU maksimal dilakukan pada 7 Desember mendatang.

“Jadi kita minta segera (menerbitkan rekomendasi). Karena kita akan melaporkan ke KPU Kepri dan KPU RI,” tambahnya.

Jika TPS 017 Pinang Kencana itu harus di PSU, KPU Tanjungpinang akan melakukan segala persiapan. Seperti meminta logistik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur kepada KPU Provinsi Kepri.

“Logistiknya di Gudang KPU Kepri. Jika rekomendasinya sudah terbit, maka kami akan minta kepada KPU Kepi untuk memberikan logistik,” pungkasnya.

Sementara menurut Ketua Bawaslu Tanjungpinang, Muhammad Yusuf menuturkan rekomendasi ini diberikan setelah Bawaslu mendapatkan laporan dari PTPS yang bertugas di TPS tersebut.

Yusuf menjelaskan, ketujuh orang pemilih itu hadir ke TPS dengan membawa KTP tanpa surat C Pemberitahuan. Menurutnya, ketujuh orang ini bisa memilih, kendati setelah dicek lebih lanjut ternyata mereka juga tidak masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK).

“Ada satu KPPS yang bersikeras menerima, padahal yang lain sudah tidak mau,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel 1 TPS Berpotensi PSU, KPU Tanjungpinang Tunggu Rekomendasi Bawaslu pertama kali tampil pada Kepri.

Motor Listrik POLYTRON FOX-R Jadi Pilihan Masa Depan

0

batampos – Dalam langkah strategis untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan dan mengurangi beban biaya operasional, POLYTRON, produsen motor listrik terkemuka di Indonesia, menjalin kerja sama dengan Gojek. Kolaborasi ini menghadirkan program khusus bertajuk “Ngegojek Lebih Hemat, Kantong Lebih Sehat”, yang dirancang untuk mendorong mitra pengemudi Gojek beralih menggunakan motor listrik POLYTRON FOX-R.

Program ini menjadi solusi inovatif untuk menghadapi tantangan emisi karbon dari sektor transportasi yang terus meningkat, sembari memastikan efisiensi operasional bagi mitra pengemudi Gojek yang jumlahnya mencapai 3,1 juta orang menurut laporan GoTo tahun 2023.

Program Eksklusif untuk Mitra Gojek

POLYTRON menawarkan berbagai manfaat menarik bagi mitra pengemudi Gojek yang mengikuti program ini. Keuntungan utama meliputi:
1. Gratis sewa baterai selama satu tahun, mengurangi pengeluaran harian.
2. Diskon pembelian sebesar Rp 500.000 untuk semua tipe warna motor POLYTRON FOX-R.
3. Layanan penggantian ban dan kampas rem secara gratis pada tahun pertama untuk memastikan kenyamanan dan keamanan berkendara.

Program ini berlaku mulai 18 Desember 2024 hingga 31 Desember 2025, memberikan waktu yang cukup bagi mitra untuk memanfaatkan peluang ini.

Efisiensi Biaya hingga 80% Dibandingkan Motor Bensin

Salah satu keunggulan utama motor listrik POLYTRON FOX-R adalah efisiensi biaya operasional. Berdasarkan perhitungan tarif listrik PLN, motor ini hanya membutuhkan Rp 5.356 untuk jarak tempuh 130 kilometer atau setara Rp 41 per kilometer. Biaya ini jauh lebih rendah dibandingkan motor bensin konvensional yang membutuhkan Rp 200 per kilometer.

“Program ini adalah langkah konkret kami untuk menghadirkan solusi mobilitas yang hemat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung aktivitas harian mitra pengemudi Gojek,” ujar Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product POLYTRON.

Selain itu, POLYTRON menyediakan fasilitas pengisian daya cepat (fast charging) gratis di showroom dan service center Jabodetabek, dengan waktu pengisian daya 20-80% hanya membutuhkan waktu 30 menit.

Performa Maksimal untuk Mobilitas Harian

Desain skuter matic besar POLYTRON FOX-R menawarkan kenyamanan ekstra untuk pengendara dan penumpang. Didukung motor 3.000 watt, kendaraan ini mampu melaju stabil di berbagai medan, termasuk saat membawa beban hingga 150 kilogram.

Mulyadi, salah satu mitra pengemudi Gojek yang sudah menggunakan motor ini, mengungkapkan pengalamannya, “Biaya pengisian daya sangat murah, jauh lebih hemat dibandingkan isi bensin. Selain itu, motor ini kuat menanjak meski membawa penumpang atau barang. Dengan adanya program ini, pekerjaan kami menjadi lebih efisien.”

Motor ini juga dilengkapi fitur tahan air dan debu, sehingga aman digunakan di berbagai kondisi cuaca. Keuntungan lainnya, motor listrik tidak membutuhkan servis rutin seperti motor bensin, dan biaya pajak tahunannya hanya Rp 35.000, memberikan penghematan lebih lanjut bagi para penggunanya.

Edukasi untuk Mempercepat Transisi ke Kendaraan Listrik

Sebagai bagian dari program ini, POLYTRON dan Gojek juga melakukan edukasi kepada mitra pengemudi melalui sesi pelatihan dan kegiatan komunitas. Langkah ini bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai efisiensi biaya dan manfaat motor listrik dalam mengurangi emisi karbon.

“Kami ingin memastikan mitra pengemudi memahami keuntungan dari transisi ini, baik dari sisi ekonomi maupun kontribusi terhadap lingkungan. Edukasi yang kami berikan diharapkan dapat mendukung mereka dalam proses peralihan ke motor listrik,” tambah Ilman.

Menuju Mobilitas Ramah Lingkungan

Kolaborasi antara POLYTRON dan Gojek ini menjadi tonggak penting dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, yang sekaligus mendukung visi transportasi berkelanjutan. Dengan program ini, mitra pengemudi tidak hanya mendapatkan efisiensi biaya, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari sektor transportasi. (*)

Artikel Motor Listrik POLYTRON FOX-R Jadi Pilihan Masa Depan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Cegah Kecelakaan Lalu Lintas dengan Teknologi Vision Track Berbasis AI

0
Alat yang mempresentasikan command center vision track untuk memantau aktivitas pengemudi dan muatan kendaraan.

TEKNOLOGI vision track kini menjadi perbincangan di dunia transportasi Indonesia. Vision track adalah sistem video monitoring berbasis web yang menggunakan dashcam. Kamera dasbor kecil ini dipasang di berbagai titik di dalam kendaraan seperti truk dan bus.

Teknologi ini dirancang untuk memantau pengemudi, penumpang, dan muatan secara real-time. Tujuan utamanya adalah menciptakan zero accident atau nol kecelakaan.
Dengan vision track, kamera memonitor perilaku pengemudi, kondisi muatan, dan penumpang di dalam kendaraan.

Sistem ini dileng­kapi AI yang mampu mendeteksi gangguan atau kebiasaan buruk saat berkendara. Misalnya, pengemudi mengantuk atau menguap, merokok, menggunakan handphone, dan aktivitas lain yang berpotensi memicu kecelakaan.

”Misal pengemudi menguap, lalu secara otomatis dapat peringatan. Tujuannya agar pengemudi istirahat bila memang sudah mengemudi beberapa jam,’’ ujar Grandy Kusmulyadi, chief product officer Mceasy.

Ketika gangguan terdeteksi, sistem memberikan peringatan langsung kepada pengemudi, baik melalui alarm maupun instruksi dari kantor pusat yang dipantau secara online.

’’Peringatan ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan secara proaktif. Kami bahkan melengkapi sistem dengan akses melalui aplikasi dan WhatsApp, sehingga tim operasional bisa langsung memberikan tindakan kepada pengemudi saat terjadi situasi kritis di lapangan,” tambah Grandy.

Selain mencegah kecelakaan, vision track juga menjadi alat penilaian bagi pengemudi. Perilaku selama berkendara dianalisis dan dicatat dalam bentuk laporan atau ’’rapor’’ untuk memotivasi peningkatan kinerja.

”Kami percaya, evaluasi perilaku pengemudi secara konsisten dapat mendorong mereka untuk lebih bertanggung jawab. Ini bukan hanya tentang keselamatan, tetapi juga memastikan standar operasional yang lebih baik,” jelas Grandy.

Selain fokus pada pengemudi, teknologi ini juga berfungsi mengawasi muatan dan penumpang. Kamera yang terpasang di dalam kendaraan memungkinkan perusahaan memastikan keamanan muatan dan kenyamanan penumpang.

”Pengawasan muatan truk dan penumpang bus menjadi hal penting. Masalah keamanan di area ini perlu mendapatkan perhatian karena berkaitan langsung dengan operasional dan kepuasan pelanggan,” ucap Grandy.

Grandy mengungkapkan, vision track kini sedang dikembangkan untuk mendukung sistem pengereman otomatis.

”Saat ini kami masih dalam tahap pengembangan. Namun, dalam satu atau dua tahun ke depan, teknologi ini kemung-kinan akan diterapkan pada kendaraan truk dan bus,” ujar Grandy.

Menurut dia, teknologi ini serupa dengan fitur-fitur canggih pada mobil modern yang mampu mendeteksi jarak objek. Jika jarak mobil dengan objek tertentu terlalu dekat, secara otomatis akan mengaktifkan rem.

”Kami ingin vision track tidak hanya membantu pengemudi, tetapi juga secara aktif mencegah kecelakaan dengan teknologi pengereman otomatis,” tambahnya.

Grandy juga mencatat peningkatan kesadaran pelaku usaha logistik di Indonesia dalam mengadopsi teknologi keamanan seperti vision track. Tidak hanya perusahaan besar seperti Nestle, perusahaan logistik dengan armada kecil juga mulai mengadopsi teknologi ini.

”Kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat. Kami tidak hanya menjangkau perusahaan besar, tetapi juga perusahaan kecil yang peduli pada keamanan armada mereka,” katanya.

Kehadiran vision track diharapkan dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan efisien. Terutama bagi angkutan industri logistik Indonesia agar mampu menuju standar global. (*)

Artikel Cegah Kecelakaan Lalu Lintas dengan Teknologi Vision Track Berbasis AI pertama kali tampil pada News.

7 Tahun Berpisah, Wawan Akhirnya Bertemu Sang Anak

0
Petugas BP3MI mendata pekerja migran Indonesia yang baru tiba di pelabuhan Internasional Batam Center, Rabu (27/11). Para PMI ini dipulangkan dari Malaysia.
f. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wawan, seorang pria tua yang duduk di kursi roda, tak dapat menahan tangis saat bertemu dengan Miftahul, anaknya yang sudah 7 tahun tidak ia temui, di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Rabu (27/11). Pertemuan emosional ini terjadi setelah mereka terpisah selama bertahun-tahun akibat keputusan Wawan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Perpisahan mereka bermula pada 2018, ketika Wawan memutuskan untuk bekerja di Malaysia menggunakan visa pelancong. Namun, ia bekerja secara ilegal di salah satu perusahaan di sana, yang mengakibatkan ia terjebak dalam situasi sulit.

Sebelum bertemu dengan anaknya, kursi roda yang membawa Wawan terlihat didorong oleh seorang petugas dari area kedatangan. Wawan kini harus menggunakan kursi roda karena kondisi kesehatannya yang menurun setelah mengalami stroke, beberapa bulan lalu.
Wawan adalah salah satu dari 127 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Malaysia karena tinggal dan bekerja tanpa izin. Ia bersama 126 WNI lainnya tiba di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center sekitar pukul 13.09 WIB setelah bertolak dari Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia.

Sesampainya di ruang kedatangan, Wawan tampak kebingu-ngan. Ia terlihat mencari seseorang, namun tampaknya ragu untuk berbicara. Tiba-tiba, tangannya yang lemah mengangkat ponsel dan meminta bantuan kepada seseorang di sekitarnya.

”Tolong carikan WA, saya mau telepon anak,” ucapnya dengan suara pelan.

Melalui ponsel tersebut, Wawan menghubungi Miftahul. Wajah Wawan langsung berseri-seri saat panggilan itu dijawab. Tak lama kemudian, seorang pemuda berlari mendekatinya dan langsung memeluknya. Keduanya menangis terharu.

”Ini anak kedua saya,” ujar Wawan sambil terisak.

Miftahul, pemuda berusia 27 tahun, mengaku baru saja tiba di Batam untuk menjemput ayahnya. Ia mengatakan, mereka telah berpisah selama 7 tahun.

“Waktu bapak berangkat dulu, ia masih sehat. Tapi yang penting sekarang, bapak bisa pulang. Sudah lama kami tidak bertemu,” kata Miftahul sambil menangis.

Momen haru ini juga mengun-dang perasaan iri dari beberapa PMI lain yang ada di lokasi tersebut, termasuk seorang pria tua yang juga duduk di kursi roda. Pria tersebut tampak terisak dan sulit berbicara, merasa sedih karena tidak ada keluarga yang menjemputnya.

Kepala BP3MI, Imam R., menjelaskan bahwa sebanyak 127 PMI dipulangkan dengan berbagai alasan, mulai dari tidak memiliki izin kerja hingga tinggal lebih lama dari yang diizinkan.

“Dari 127 WNI yang dipulangkan, beberapa di antaranya menjalani hukuman di Malaysia, sementara lainnya meminta dipulangkan karena sakit atau usia lanjut,” ungkap Imam di tengah proses pemulangan PMI di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.

Menurut Imam, mayoritas PMI yang dideportasi adalah laki-laki, dengan jumlah 98 orang. Selain itu, terdapat 27 perempuan dan 3 anak-anak. Ratusan PMI tersebut akan ditampung sementara di rumah penampungan BP3MI di Batamcenter.

“Untuk sementara, mereka akan berada di penampungan untuk pendataan. Setelah itu, mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing,” tambah Imam.

Imam juga menjelaskan bahwa mayoritas PMI yang dipulangkan berasal dari wilayah Indonesia timur, Jawa, hingga Sumatra, dan semuanya berada di Malaysia secara ilegal.

“Mereka semua ilegal,” tegas Imam. (*)

 

Reporter : Yashinta

Artikel 7 Tahun Berpisah, Wawan Akhirnya Bertemu Sang Anak pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Tunggu Regulasi Pusat tentang Zonasi PPDB, sebab Khawatir Penumpukan Siswa di Sekolah Favorit

0
Panitia PPDB SMPN 42 Batam membantu orangtua calon siswa yang terkendala pendaftaran PPDB secara online, beberapa waktu lalu. Rencana penghapusan zonasi diyakini bakal memunculkan dinamikan sekolah favorit.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wacana penghapusan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) memunculkan sejumlah pertanyaan di tingkat daerah, termasuk di Kota Batam.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyatakan bahwa jika sistem zonasi benar-benar dihapus, maka proses PPDB dapat kembali seperti lima tahun lalu, dimana masyarakat akan berlomba-lomba memasukkan anak mereka ke sekolah favorit.

”Saya kira jika zonasi dihilangkan, ini bakal kembali seperti dulu lagi, dimana ada sekolah unggulan. Namun, saya belum mengetahui lebih lanjut terkait ini. Kalau zonasi hilang, apakah masih ada sekolah unggulan?” ujar Rudi, Rabu (27/11).

Rudi menyoroti kemungkinan penumpukan jumlah siswa di sekolah favorit jika sistem zonasi dihapus.

Menurutnya, hal ini akan menjadi tantangan besar, terutama jika kapasitas sekolah tersebut tidak mampu menampung jumlah siswa yang mendaftar.

“Maka nanti akan bertumpuk di sana. Jika penerimaan melebihi kemampuan sekolah, sisa atau separuhnya mau ditaruh di mana? Ini perlu disiapkan. Namun, jika sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat, ya kita ikuti saja,” ujarnya.

Hingga kini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih menunggu arahan dan regulasi resmi dari pemerintah pusat terkait rencana tersebut.

”Kita cari solusi bersama. Maka kami juga menunggu arahan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Di sisi lain, Rudi menegaskan bahwa daya tampung sekolah di Batam saat ini sebenarnya sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

Namun, ia menekankan pentingnya tanggung jawab pemerintah daerah ke depan untuk terus memastikan hal ini.

Apabila sistem zonasi benar-benar dihapus, Pemko Batam berkomitmen untuk menyesuaikan kebijakan lokal demi memastikan akses pendidikan tetap merata bagi seluruh masyarakat. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

Artikel Pemko Batam Tunggu Regulasi Pusat tentang Zonasi PPDB, sebab Khawatir Penumpukan Siswa di Sekolah Favorit pertama kali tampil pada Metropolis.