Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 2351

Pekerja Migran Musripah Koma di Singapura, Begini Penjelasan KBRI Singapura

0
Musripah saat dirawat di Singapura. Foto: KBRI Singapura untuk Batam Pos

batampos – Musripah, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur, terbaring koma setelah menjalani enam bulan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Singapura.

Perempuan berusia 42 tahun ini diketahui memasuki Singapura melalui jalur nonprosedural dan bekerja sebagai ART untuk mengurus lansia. Namun, nasib tragis menimpanya setelah mengalami gangguan kesehatan yang serius.

Musripah tiba di Pelabuhan Feri Batamcenter, Batam, dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Matanya terbelalak dan sesekali berkedip, sementara hidungnya terpasang selang oksigen dan mulutnya tertutup. Kepala Musripah miring ke kanan dan tidak bergerak sama sekali. Bekas jahitan panjang terlihat di bagian keningnya, sementara lehernya juga menunjukkan bekas luka yang belum diketahui penyebabnya.

Baca Juga: Pekerja Migran Asal Malang Koma di Singapura, Kini Dirawat di Batam

Kondisi ini merupakan hasil dari serangkaian peristiwa yang berawal pada 3 November, ketika Musripah dirawat di Singapore General Hospital (SGH). Menurut informasi yang diterima oleh KBRI Singapura melalui protokol konsuler Ade Rina Chaerony, bahwa Musripah mengalami pecahnya pembuluh darah di otak yang kemudian menjalar ke paru-paru. Akibatnya, perawatan intensif diperlukan dan Musripah dirawat di rumah sakit dengan kondisi kritis.

Musripah, yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga, dikenal sebagai PMI dengan status direct hire yang memasuki Singapura tanpa melalui prosedur formal. Artinya, tak ada pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum ia mulai bekerja. Dalam waktu singkat, kesehatan Musripah menurun drastis, yang menyebabkan pembuluh darah di otaknya pecah.

“PMI ini bekerja di majikannya selama enam bulan. Dia masuk Singapura lewat jalur non-prosedural dengan izin in principal approval dari MoM (Kementerian Tenaga Kerja) Singapura, meskipun ia hanya memegang izin pelancong,” ujar Ade Rina, Selasa (3/12).

Berdasarkan hukum Singapura, Musripah secara teknis sudah bekerja secara sah di negara tersebut. Namun, pihak rumah sakit melaporkan bahwa biaya perawatan yang sangat mahal sudah melampaui kemampuan pemberi kerja, yang mengeluhkan tagihan pengobatan yang sudah mencapai ratusan ribu dolar Singapura.

Karena kondisi yang bersangkutan terlalu parah untuk dipindahkan melalui jalur udara, diputuskan untuk melakukan repatriasi melalui jalur laut ke Batam. Pada 1 Desember 2024, Musripah dipindahkan dari Singapura dan dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros di Batam untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Langkah ini diambil setelah permohonan repatriasi dari keluarganya, yang ingin membawa Musripah kembali ke kampung halaman di Surabaya.

Pihak KBRI Singapura memastikan, meskipun repatriasi langsung ke Surabaya tidak memungkinkan, pemindahan melalui jalur laut menuju Batam adalah pilihan terbaik untuk keselamatan Musripah.

Terkait biaya perawatan Musripah di rumah sakit Singapura, KBRI Singapura menjelaskan bahwa menurut peraturan yang berlaku, tanggung jawab atas biaya pengobatan pekerja rumah tangga ada di tangan pemberi kerja. Pihak rumah sakit hanya menanggung sebagian biaya melalui asuransi yang dibatasi hingga 60 ribu dolar Singapura. Sisa biaya perawatan harus ditanggung oleh majikan.

“Jika pemberi kerja tidak mampu membayar, pihak rumah sakit akan menunjuk pekerja sosial untuk mencari solusi. Namun, tetap saja, biaya kesehatannya menjadi tanggung jawab pemberi kerja,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Pekerja Migran Musripah Koma di Singapura, Begini Penjelasan KBRI Singapura pertama kali tampil pada Metropolis.

PSN Kawasan Industri Kantong Investasi Rp2.785 T

0
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang. (dok MPR RI)

batampos – Iklim bisnis kawasan industri di Indonesia masih memiliki tren positif. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan, komitmen investasi pengembangan kawasan industri yang masuk proyek strategis nasional (PSN) senilai Rp2.785 triliun hingga 2039. Rencana investasi tersebut mencakup pembangunan infrastruktur kawasan industri dan tenant-nya.

Kemenperin mengestimasi penambahan nilai investasi pada kawasan industri dalam jangka menengah mencapai Rp481 triliun pada 2029. ”Adapun hingga 2024 ini, realisasi investasi di kawasan industri PSN yang telah kami catat mencapai Rp68 triliun,” papar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (3/12).

Dia menyebutkan, kurang lebih ada 41 kawasan industri yang saat ini perlu dilakukan percepatan dan dipermudah perizinannya agar segera beroperasi optimal. Dalam catatan Kemenperin, saat ini terdapat 30 PSN kawasan industri yang beroperasi dan rata-rata berlokasi di luar Pulau Jawa lewat program rencana pembangunan jangka mene-ngah nasional (RPJMN).

”Proyek PSN ditargetkan bisa rampung secara keseluruhan pada 2025,” tambahnya.
Hingga November 2024, terdapat 165 perusahaan kawasan industri yang telah mendapatkan izin usaha kawasan industri (IUKI) dan siap untuk beroperasi. Total luas lahan kawasan industri mencapai 94.054 hektare.

”Pertumbuhan kawasan industri juga bertambah cukup signifikan dalam 5 tahun terakhir, baik secara jumlah maupun luas lahan,” katanya.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko Cahyanto lebih detail menjelaskan, dalam catatan Kemenperin, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan kawasan industri. Masih ada beberapa permasalahan, khususnya yang terkait dengan pengembangan kawasan.

”Misalnya, tata ruang, ketersediaan dan tumpang tindih lahan, izin lingkungan, serta ketersediaan bahan baku energi,” ujar Eko.

Dia mengamini bahwa Kemenperin sedang mendorong percepatan sejumlah proyek kawasan industri yang masuk PSN.

”Kecepatan kita mengeksekusi ini sangat penting. Selesai itu bukan selesai proyeknya, tapi sudah mulai beroperasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Colliers Indonesia memaparkan data bahwa pasar lahan industri di Indonesia mencapai tonggak yang signifikan hingga kuartal III 2024. Jumlah serapannya bahkan melampaui total penjualan 2023 dan melebihi rekor yang dicapai sejak 2020. Penyerapan lahan hingga 2024 mencapai 320 hektare sehingga menjadi peningkatan yang substansial dibandingkan rata-rata tahunan seluas 200 hektare yang tercatat dari 2020 hingga 2023.
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto me-ngatakan, kinerja yang baik itu menandakan pemulihan kuat serta pertumbuhan yang kokoh dalam sektor industri.

”Ekspansi cepat dari sektor kendaraan listrik (EV) ditambah dengan kontribusi yang konsisten dari sektor industri utama lainnya menandai periode ini sebagai fase transformasi bagi sektor tersebut,” ujar Ferry.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar menuturkan, kawasan industri Indonesia memiliki daya tarik kuat bagi investor global.

”Dalam konteks adanya tren relokasi pabrik dari Tiongkok, Indonesia memegang poin keunggulan dibandingkan dengan negara kompetitor di ASEAN seperti Vietnam, Thailand, atau Malaysia,” tuturnya. (*)

Artikel PSN Kawasan Industri Kantong Investasi Rp2.785 T pertama kali tampil pada News.

Jumlah Wisman ke Batam Oktober 2024 Turun 4,08 Persen, TPK Hotel Naik 1,60 Poin

0
Ilustrasi. Penumpang kapal feri yang mayoritas wisman asal Singapura dan Malaysia memadati Pelabuhan Internasional Batam Center beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam selama Oktober 2024 sebanyak 110.677 kunjungan. Angka ini turun 4,08 persen dibandingkan September 2024 yang mencapai 115.384 kunjungan. Meski demikian, dibandingkan Oktober 2023, jumlah kunjungan wisman meningkat signifikan sebesar 38,02 persen.

Kepala BPS Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa penurunan kunjungan wisman pada Oktober terjadi di seluruh pintu masuk Batam, termasuk Pelabuhan Ferry Batam Center, Nongsa Pura, Harbour Bay, Sekupang, dan Bandara Hang Nadim.

“Penurunan ini bisa dipengaruhi oleh faktor musiman, namun dibanding tahun lalu ada peningkatan signifikan karena situasi pandemi sudah berangsur pulih,” ujar Eko, Rabu (4/12).

Wisman asal Singapura mendominasi kunjungan ke Batam pada Oktober 2024, mencapai 53.830 kunjungan atau 48,64 persen dari total. Posisi kedua ditempati wisman Malaysia dengan 28.043 kunjungan (25,34 persen), diikuti China (3.538 kunjungan), India (2.942 kunjungan), dan Filipina (1.882 kunjungan).

Menariknya, wisman asal Korea Selatan mencatat peningkatan signifikan sebesar 22,64 persen dibandingkan September 2024. Total kontribusi dari 10 negara asal wisman terbesar mencapai 86,21 persen dari seluruh kunjungan.

Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau pada Oktober 2024 tercatat 55,66 persen, naik 1,60 poin dibandingkan September 2024 yang sebesar 54,06 persen. Jika dibandingkan Oktober 2023, TPK mengalami lonjakan 11,83 poin.

“TPK hotel berbintang 3 mencatat angka tertinggi sebesar 59,22 persen, sementara hotel berbintang 5 hanya mencapai 43,33 persen,” ungkap Eko.

Adapun rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang adalah 1,87 hari, sedikit turun 0,03 poin dibanding September 2024. Lama menginap tamu asing lebih tinggi, yakni 1,97 hari dibanding tamu domestik yang hanya 1,82 hari.

Eko menambahkan, meski terjadi penurunan kunjungan wisman, kenaikan TPK menunjukkan tren positif dalam sektor perhotelan yang semakin pulih dari dampak pandemi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Jumlah Wisman ke Batam Oktober 2024 Turun 4,08 Persen, TPK Hotel Naik 1,60 Poin pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemenkeu: Pelaksanaan PPN 12 Persen Bakal Lanjut

0
ilustrasi pajak.

batampos – Rencana kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen terus bergulir. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Parjiono menuturkan, pemerintah akan tetap memperhatikan dampak kenaikan tarif PPN pada daya beli masya-rakat.

Parjiono menyebutkan, kebijakan kenaikan tarif PPN itu akan dikecualikan dari beberapa kelompok masyarakat miskin, sektor kesehatan, maupun pendidikan. ”Kami masih dalam proses ke sana, artinya akan berlanjut pelaksanaan PPN 12 persen. Tetapi, kami juga melihat dari (berbagai) sisi, khususnya menjaga daya beli masyarakat. Di situ kan pengecualiannya sudah jelas: untuk masyarakat miskin, kesehatan, pendidikan, dan seterusnya di sana,” ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Selasa (3/12).
Seperti diketahui, kenaikan tarif PPN tertuang dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). UU tersebut mengatur tarif PPN sebesar 11 persen berlaku pada 1 April 2022 dan 12 persen berlaku paling lambat 1 Januari 2025.

UU HPP juga mengatur pemberian fasilitas pembebasan PPN terhadap bahan pokok, jasa pendidikan, jasa kesehatan, dan jasa keuangan. Hal itu bertujuan menahan dampak kenaikan tarif PPN kepada daya beli masyarakat.

Parjiono memastikan, keberadaan subsidi bakal menjadi jaring pengaman. Saat ini, pemerintah tengah fokus menjaga daya beli masyarakat. Yakni, dengan menjalankan program-program perlindu-ngan sosial. Hal itu berkorelasi pada keberadaan subsidi dan insentif perpajakan.

”Daya beli jadi salah satu prioritas, kita perkuat juga subsidi jaring pengaman. Kalau kita lihat juga insentif perpajakan, kan yang lebih banyak menikmati kelas menengah atas,” tambah dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif The Institute for Development of Economics and Finance Esther Sri Astuti me-ngatakan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen diperlukan orkestrasi pemerintahan yang smart untuk segera menyelesaikan berbagai tantangan dan pekerjaan rumah yang ada.

Saat ini, jika melihat struktur pertumbuhan ekonomi, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi 51 persen. Esther menilai untuk mencapai target 8 persen, tidak mung-kin hanya mengandalkan konsumsi.

”Tetapi, harus mengaktifkan mesin ekonomi dari investasi, ekspor, dan pengeluaran pemerintah,” ucapnya.

Namun, saat ini masalah yang harus diatasi pemerintah terlebih dahulu adalah daya beli masyarakat yang melemah. Pelemahan itu dinilai berisiko menghambat pertumbuhan ekonomi.

Sebagai catatan, pelemahan daya beli terlihat dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang di bawah 5 persen pada kuartal III 2024. Indeks keyakinan konsumen (IKK) juga anjlok menjadi 121,1 pada Oktober 2024 atau terendah sejak Desember 2022.
Daya beli yang paling tertekan adalah kelas menengah ke bawah. ”Bagi kelompok menengah ke atas, kondisinya sangat berbeda. Sebab, pertumbuhannya masih tinggi,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kenaikan PPN 12 persen akan ditunda. Sebab, pemerintah berencana untuk memberikan stimulus atau insentif terlebih dahulu kepada masyarakat melalui bantuan sosial. Dengan begitu, konsumsi masyarakat bisa dikerek terlebih dulu. (*)

Artikel Kemenkeu: Pelaksanaan PPN 12 Persen Bakal Lanjut pertama kali tampil pada News.

Panen Kacang Panjang di Lapas Kelas II A Batam, WBP Dilatih Kemandirian

0
Foto. Pegawai dan WBP Lapas Batam panen kacang panjang hasil program pembinaan kemandirian. Foto: Humas Lapas Batam untuk Batam Pos

batampos – Pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam memanen kacang panjang hasil budidaya, Selasa (3/12). Panen ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang diwajibkan bagi WBP di Lapas Batam.

Program pembinaan kemandirian ini dirancang untuk membekali WBP dengan keterampilan sesuai bakat dan minat mereka. “Tujuan utamanya adalah agar mereka memiliki kemampuan bersaing, bekerja, atau bahkan membuka usaha sendiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Kepala Lapas Batam, Heri Kusrita.

Kacang panjang yang dipanen kali ini ditanam dua bulan lalu di area brandgang, yakni lahan kosong yang berfungsi sebagai pembatas antara bangunan Lapas dan pagar tembok. Program ini melibatkan puluhan WBP yang berminat di bidang pertanian.

Heri Kusrita menjelaskan bahwa Lapas Batam memiliki berbagai program pembinaan kemandirian, seperti bercocok tanam, budidaya ikan, pelatihan mekanik mesin, hingga meubel.

“Banyak diantara program ini disertai dengan sertifikasi, sehingga WBP memiliki nilai tambah saat mereka bebas nanti,” tambahnya.

Menurut Kasubsi Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Batam, Hasja, program budidaya kacang panjang telah berjalan selama dua bulan. Hasil panen kali ini dinilai cukup memuaskan. “Kacang panjang yang dipanen akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sayuran WBP dan pegawai di Lapas,” jelasnya.

Program bercocok tanam ini tak hanya memberikan bekal keterampilan, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kerja sama di antara WBP. Proses dari penanaman hingga panen dilakukan dengan pendampingan petugas yang berpengalaman di bidang pertanian.

Panen kacang panjang ini menunjukkan hasil positif dari program pembinaan yang dijalankan Lapas Batam. Selain menciptakan suasana produktif di dalam Lapas, kegiatan ini juga memberikan manfaat langsung bagi penghuni dan pegawai.

Dengan keberhasilan ini, Lapas Batam berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian lainnya. “Kami berharap WBP yang mengikuti program ini dapat kembali ke masyarakat dengan kepercayaan diri dan kemampuan yang lebih baik,” tutup Heri Kusrita. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Panen Kacang Panjang di Lapas Kelas II A Batam, WBP Dilatih Kemandirian pertama kali tampil pada Metropolis.

722 Kasus DBD selama Januari-Desember 2024, 13 Orang Meninggal

0
Hujan mengguyur Kota Batam, Selasa (3/12). Lonjakan kasus DBD ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi belakangan ini.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, sejak 1 Januari hingga 1 Desember 2024, tercatat sebanyak 722 kasus DBD dengan 13 orang meninggal dunia akibat demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan bahwa lonjakan kasus DBD ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi belakangan ini. Kondisi tersebut menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.

“Secara nasional memang terjadi peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Di Kota Batam sendiri, kasus meninggal mencapai 13 orang,” ujar Didi, Selasa (3/12).

Jumlah kasus tahun ini lebih tinggi dibandingkan 392 kasus pada 2023. Meskipun demikian, angka tersebut masih di bawah puncak kasus 2022 yang mencapai 902 kasus.

Menurutnya, Kecamatan Bengkong menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 121 kasus dengan incident rate (IR) 93 per 100.000 penduduk. Disusul oleh Kecamatan Batam Kota dengan 110 kasus (IR 54/100.000), Sagulung 109 kasus (IR 49/100.000), dan Sekupang 96 kasus (IR 54/100.000).

Kecamatan Batuaji mencatat 73 kasus (IR 50/100.000), sementara Batuampar memiliki 70 kasus (IR 109/100.000). Sisanya berasal dari gabu-ngan enam kecamatan lainnya di Kota Batam.

Ia juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti me-nguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat genangan air.

Didi menambahkan bahwa rendahnya kesadaran masya-rakat dalam mengenali gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan munculnya bintik merah pada kulit, menjadi salah satu penyebab utama terlambatnya penanganan kasus. “Kami terus mendorong edukasi melalui Puskesmas dan Posyandu agar masyarakat lebih tanggap dalam mengenali gejala dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika terindikasi DBD,” tuturnya.

Dinkes Batam juga telah melakukan berbagai upaya seperti fogging, pembagian larvasida, dan sosialisasi intensif di kecamatan-kecamatan dengan kasus tinggi. “Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi kunci utama untuk menekan kasus DBD,” pungkas Didi. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Artikel 722 Kasus DBD selama Januari-Desember 2024, 13 Orang Meninggal pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Terlihat Dua Hari, Satiman Ditemukan Tak Bernyawa di Ruko Ciptaland

0
Polisi saat mengevakuasi jasad Satiman, 42,di lantai dua ruko tempat tinggalnya pada Rabu (4/12) sekitar pukul 10.20 WIB. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Warga Perumahan Ciptaland, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria bernama Satiman, 42,di lantai dua ruko tempat tinggalnya pada Rabu (4/12) sekitar pukul 10.20 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Ruko Ciptaland Blok Mawar Nomor 35, setelah tidak terlihat selama dua hari terakhir.

Penemuan ini bermula saat salah satu tetangga korban, Eswary Usman, merasa curiga karena aktivitas korban tidak terlihat selama beberapa hari. Selain itu, kurir yang biasanya mengantarkan barang ke ruko korban juga menyampaikan bahwa paket yang dikirim tidak pernah diterima.

“Saya sudah dua hari tidak melihat Satiman keluar rumah, dan rukonya juga selalu tertutup. Akhirnya, saya menghubungi Ketua RT untuk memastikan keadaannya,” kata Eswary.

Ketua RT kemudian meminta bantuan seorang petugas keamanan perumahan, Eko Prasetyono, 50, untuk memeriksa kondisi ruko tersebut. Bersama warga dan perangkat RT, mereka mendatangi lokasi dan mencoba memanggil korban dari luar. Namun, tidak ada jawaban.

“Saat tidak ada jawaban, kami terpaksa membuka pintu belakang ruko menggunakan linggis. Ketika masuk, kami menemukan korban sudah tergeletak di lantai dua dalam kondisi tidak bernyawa,” jelas Eko.

Melihat situasi tersebut, Eko segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Sekupang.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, bersama Wakapolsek Sekupang, Iptu Yuli Endra, dan Kanit Reskrim, Iptu Ridho Lubis, tiba di lokasi tak lama setelah laporan diterima. Tim Inafis Polresta Barelang juga dilibatkan untuk melakukan identifikasi lebih lanjut di tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya tiga unit handphone, kartu identitas, serta peralatan medis untuk penderita asma seperti inhaler dan nebulizer.

Menurut keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat pada Senin (2/12). Saat ditemukan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kami menduga korban meninggal akibat serangan asma. Namun, untuk memastikan penyebab kematian, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk autopsi,” ujar Kompol Benhur Gultom.

Kapolsek Sekupang menambahkan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. “Berdasarkan temuan sementara, besar kemungkinan korban meninggal dunia akibat gangguan kesehatan yang dialaminya. Namun begitu kita masih menunggu hasil penyelidikan secara Scientific Crime Investigation (SCI),” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Tak Terlihat Dua Hari, Satiman Ditemukan Tak Bernyawa di Ruko Ciptaland pertama kali tampil pada Metropolis.

Alokasi Lahan di Batam Dihentikan

0

batampos – Komisi VI DPR RI menyorot perkembangan terkini terkait pengelolaan BP Batam, termasuk isu moratorium lahan. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Sek-retaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Senin (2/12).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, secara tegas meminta klarifikasi terkait kebijakan moratorium pengadaan lahan yang sempat diubah dalam waktu singkat menjelang Pilkada. Menurutnya, moratorium yang dimulai pada 25 September 2024 sempat dicabut pada 4 November 2024 melalui keputusan yang melibatkan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Akibatnya, 14 pemetaan lahan baru diterbitkan sebelum akhirnya moratorium kembali diberlakukan pada 24 Oktober 2024. “Kami menerima banyak laporan terkait perkembangan BP Batam,” tutur Andre.

“Moratorium pengadaan lahan sempat dicabut untuk membuka peluang pemetaan lahan baru, yang diduga ada hubungannya dengan kepentingan Pilkada. Ini menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.

Andre menegaskan agar pejabat terkait tidak menyalahgunakan kewenangannya. Ia mengingatkan Susiwijono agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis yang berpotensi menimbulkan dugaan pelanggaran.

“Tolong jangan gunakan kekuasaan Bapak (Susiwijono) untuk hal yang macam-macam. Kalau Bapak coba-coba, saya ingatkan, mungkin Pak Sesmen tidak akan bisa duduk di posisi itu lagi,” ujar Andre dalam rapat tersebut.

Selain isu moratorium, Komisi VI juga membahas berbagai persoalan lain terkait BP Batam, seperti rencana penjualan Rumah Sakit BP (RSBP) Batam, masalah penge-lolaan air, hingga pengelolaan Pelabuhan Batam Center.

Komisi VI menegaskan akan memasukkan poin moratorium lahan dalam kesimpulan rapat dan segera berkomunikasi dengan Presiden serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan implementasi kebijakan yang transparan dan tidak disalahgunakan.

“Jadi, saya meminta supaya tidak terus terjadi dugaan dan permasalahan. Nanti dalam kesimpulan akan kita bunyikan, sambil akhir masa jabatan Pak Rudi, bahwa Komisi VI memerintahkan adanya moratorium,” kata dia.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang mendapat kesempatan untuk melaporkan sejumlah pencapaian kinerja serta rencana pengem-bangan Batam ke depan, menjelaskan bahwa rencana tersebut sesuai dengan tema pembangunan Batam tahun 2025 yang berfokus pada percepatan peningkatan investasi melalui pengembangan kawasan dan pembangunan infrastruktur.

“Rencana ini pun sejalan dengan program pemerintah pusat yang tertuang dalam Prioritas Nasional Tiga (PN3). Kami berharap selalu mendapat dukungan penuh dari rekan-rekan Komisi VI DPR RI sebagai mitra strategis BP Batam untuk mewujudkan program strategis yang ada,” ujar Rudi.

Dia menyebut dukungan dari Komisi VI DPR RI juga sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan capaian investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “BP Batam bertugas untuk menarik investasi. Tujuannya tentu tidak lain agar ekonomi daerah bisa terus tumbuh dan memberikan manfaat terhadap masyarakat secara keseluruhan,” katanya.

Susiwijono Moegiarso juga menjelaskan beberapa persoalan yang menjadi prioritas BP Batam dalam meningkatkan capaian investasi ke depan. Salah satunya adalah penyempurnaan layanan investasi, antara lain dengan memperbaiki database dan melakukan audit Land Management System (LMS) sebagai tata kelola pelayanan pertanahan.

“Sesuai arahan Komisi VI DPR RI tadi, pengalokasian lahan pun akan dihentikan sementara demi menjaga transparansi dan good governance,” ujar dia. Susiwijono berharap seluruh perbaikan tata kelola yang sedang berlangsung saat ini semakin meningkatkan peran BP Batam sebagai penggerak ekonomi nasional. (*)

Artikel Alokasi Lahan di Batam Dihentikan pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Tunda Pemindahan Operasional Kapal Pelni ke Pelabuhan Bintang 99

0
Pelabuhan Terminal Bintang 99 Persada. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, kembali menggelar Rapat Penyempurnaan Rencana Uji Coba Embarkasi dan Debarkasi Pelabuhan PT Bintang 99 Persada pada Selasa (3/12) kemarin.

Dalam rapat tersebut, disepakati perlunya penyempurnaan fasilitas baik di sisi perairan maupun darat, khususnya terminal penumpang di Pelabuhan Bintang 99 Persada.

Keputusan tersebut menyebabkan pemindahan operasional Kapal Pelni dari Pelabuhan Batuampar ke Pelabuhan Bintang 99 Persada, yang semula dijadwalkan pada Rabu, 4 Desember 2024, terpaksa ditunda.

Baca Juga: Pelabuhan Bintang 99 Siap Sambut Kapal Pelni, Fasilitas Terus Dibenahi

Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar menyebut, bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan kembali terkait faktor keselamatan pelayaran.

“Kita lagi cek kembali faktor keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Dia menambahkan, operator Pelabuhan Penumpang PT Bintang 99 Persada masih melakukan penyempurnaan fasilitas demi kenyamanan penumpang KM Kelud yang akan menggunakan pelabuhan tersebut.

Dendi juga menegaskan bahwa aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam persiapan ini.

“Pada 4 Desember ini akan dilaksanakan pengecekan Kolam dan Alur Pelabuhan oleh CQP guna memastikan kembali fasilitas alur dan kolam pada Pelabuhan Penumpang PT Bintang 99 Persada,” kata dia.

BP Batam bersama dengan KSOP Khusus Batam, KPU Bea Cukai Tipe B Batam, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, PT Pelni, dan PT Bintang 99 Persada akan terus melaksanakan berbagai persiapan untuk memastikan pemindahan operasional kapal Pelni ke Pelabuhan Bintang 99 Persada dapat segera terwujud dengan lancar dan aman. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Tunda Pemindahan Operasional Kapal Pelni ke Pelabuhan Bintang 99 pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Tunda Pemindahan Operasional Kapal Pelni ke Pelabuhan Bintang 99

0
Pelabuhan Terminal Bintang 99 Persada. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, kembali menggelar Rapat Penyempurnaan Rencana Uji Coba Embarkasi dan Debarkasi Pelabuhan PT Bintang 99 Persada pada Selasa (3/12) kemarin.

Dalam rapat tersebut, disepakati perlunya penyempurnaan fasilitas baik di sisi perairan maupun darat, khususnya terminal penumpang di Pelabuhan Bintang 99 Persada.

Keputusan tersebut menyebabkan pemindahan operasional Kapal Pelni dari Pelabuhan Batuampar ke Pelabuhan Bintang 99 Persada, yang semula dijadwalkan pada Rabu, 4 Desember 2024, terpaksa ditunda.

Baca Juga: Pelabuhan Bintang 99 Siap Sambut Kapal Pelni, Fasilitas Terus Dibenahi

Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar menyebut, bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan kembali terkait faktor keselamatan pelayaran.

“Kita lagi cek kembali faktor keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Dia menambahkan, operator Pelabuhan Penumpang PT Bintang 99 Persada masih melakukan penyempurnaan fasilitas demi kenyamanan penumpang KM Kelud yang akan menggunakan pelabuhan tersebut.

Dendi juga menegaskan bahwa aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam persiapan ini.

“Pada 4 Desember ini akan dilaksanakan pengecekan Kolam dan Alur Pelabuhan oleh CQP guna memastikan kembali fasilitas alur dan kolam pada Pelabuhan Penumpang PT Bintang 99 Persada,” kata dia.

BP Batam bersama dengan KSOP Khusus Batam, KPU Bea Cukai Tipe B Batam, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, PT Pelni, dan PT Bintang 99 Persada akan terus melaksanakan berbagai persiapan untuk memastikan pemindahan operasional kapal Pelni ke Pelabuhan Bintang 99 Persada dapat segera terwujud dengan lancar dan aman. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Tunda Pemindahan Operasional Kapal Pelni ke Pelabuhan Bintang 99 pertama kali tampil pada Metropolis.