Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 2353

Sukses Dukung UMKM Naik Kelas Melalui Pembiayaan Nol Margin, Pemprov Kepri Tambah Pagu Subsidi ke BRK Syariah

0

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) kembali menunjukan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui program strategis pembiayaan modal tanpa margin. Dengan adanya penambahan pagu subsidi di BRK Syariah, dapat membuktikan Pemprov Kepri sukses mendukung UMKM naik kelas. Angka pemanfaat program ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Penambahan pagu subsidi pembiayaan modal tanpa margin sebesar Rp.400 juta untuk 100 nasabah hingga Desember 2024 ini diperkuat dengan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan Bank Riau Kepri Syariah tentang Layanan Jasa Perbankan dan Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil Menengah dengan Subsidi Margin di ruang Sharia Digital Center Menara Dang Merdu BRK Syariah, Senin (16/12/2024).

Disampaikan Direktur Dana dan Jasa, MA Suharto, BRK Syariah ikut mendukung pemerintah Pemrov Kepri dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah melalui subsidi margin untuk pemberian fasilitas bagi pengusaha MKM. Sejak tahun 2021, sampai saat ini BRK Syariah sudah menyalurkan sebesar Rp30,4 miliar, dengan pagu subsidi sebesar Rp. 3 miliar.

“Dan perjanjian kerjasama yang ditandatangani saat ini untuk penambahan pagu subsidi sebesar Rp.400 juta dengan estimasi pembiayaan yang dapat disalurkan sebesar Rp3,8 miliar untuk 100 nasabah sampai dengan Desember 2024. Ini tentunya menjadi kabar gembira bagi pelaku UMKM di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, semoga dengan adanya penambahan subsidi margin ini dapat memajukan UMKM di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” kata Suharto.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad usai penandatanganan MoU dan PKS dengan BRK Syariah yang turut disaksikan oleh Direktur Pembiayaan Helwin Yunus, Direktur Operasional Said Syamsuri, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah, sejumlah Pemimpin Divisi BRK Syariah, Branch Manager Tanjungpinang Baharudin, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Riki Rionaldi dan Kabid Pengembangan UMKM Yudi Hertawan.

“Kenapa kerjasama ini kita lakukan dengan BRK Syariah, karena BRK Syariah merupakan bank milik Pemrov Riau dan Kepri, jadi kita berkewajiban agar semua layanan jasa keuangan dilakukan melalui bank ini. Nanti kedepannya untuk daerah Kabupaten dan Kota di Kepri akan kita dorong semuanya ke BRK Syariah,” kata Ansar kepada wartawan.

Ansar mengakui selain Pemerintah Kepri melalui OPD terkait pengembangan pengusaha UMKM di Kepri naik kelas ada juga peran BRK Syariah dalan 3 tahun terakhir ini. Pasca pendemi Covid-19 Pemprov Kepri menjamin UMKM di wilayahnya dapat terus eksis dan naik kelas melalui program pembiayaan nol margin ini. Pelaku UMKM dapat mengajukan pembiayaan ke BRK Syariah untuk meningkatkan modal usahannya tanpa dikenakan margin dari bank.

“Marginnya ditanggung oleh Pemda, dan ini sudah berjalan sukses selama 3 tahun dengan BRK Syariah. Selain memberikan pembiayaan dengan melakukan seleksi, BRK Syariah juga melakukan pembinaan kepada nasabah UMKM ini. Dan kita juga melalui Dinas Koperasi dan UMKM melakukan hal yang sama berupa pembinaan agar UMKM kita eksis dan naik kelas. Animo masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, makanya kita tingkatkan pagu subsidinya menjelang Desember ini,” ujar Ansar.

Ansar juga menjelaskan dari program awal pembiayaan Rp.20 juta per nasabah, kini ditingkatkan nilainya menjadi Rp.40 juta maksimal per nasabah. Selain itu juga Pemprov Kepri mendukung produk-produk UMKM ini tembus pasar internasional dengan membeli alat sterilisasi bakteri serta kelengkapan dengan anggaran mencapai RP. 1,6 miliar. Produk yang sudah diseleksi, dikemas pada kemasan kaleng seperti sarden, gudeg yogya dan lainnya wajib dilakukan sterilisasi dan bakterinya langsung dipisahkan.

“Alhamdulillah, sejak proses sterilisasi ini kita lakukan, maka produk UMKM di Kota Batam ini dapat bertahan hingga 1 tahun lebih. Biasanya hanya 3 bulan suda berjamur, kedepannya proses sterilisasi ini akan kita kembangkan di daerah lainnya di Kepri. Sekarang hanya di Batam, karena Batam merupakan kawasan pedagangan bebas dan pelabuhan internasional yang bebas pajak ekspor, nol rupiah. Produk UMKM kita sudah diekspor ke Johor, Singapura, Turki dan sejumlah negara tetangga lainnya,” kata Ansar.

Gubernur Kepri ini optimis, BRK Syariah akan tetap menjadi bank kebanggaan dan menjadi institusi nomor 1 di Riau dan Kepri. Pemerintahan boleh berpisah tapi secara psikologis Kepri dan Riau ini adalah abang dan adek yang tidak bisa dipisahkan dan Bank Riau Kepri Syariah ini menjadi pemersatu dua provinsi ini.

“Walaupun ada suara di Kepri itu akan membangun bank daerah, kita tetap dengan BRK Syariah untuk pelayanan dan jasa keuangannya. Sejak awal kita sudah bersama-sama membesarkan BRK Syariah ini hingga memiiliki keuntungan yang besar. Jadi bukan berpisah, tetapi kita berkewajiban memberikan tambahan modal yang besar untuk bank yang kita banggakan ini,” tutur Ansar. (*)

Artikel Sukses Dukung UMKM Naik Kelas Melalui Pembiayaan Nol Margin, Pemprov Kepri Tambah Pagu Subsidi ke BRK Syariah pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemenhub Distribusikan Bantuan Keselamatan ke Nelayan Kepri

0
Penyaluran bantuan secara seremonial oleh Kemenhub ke nelayan di Kepri. (Istimewa untuk Batam Pos)
batampos – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjenhubla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), membagikan ribuan alat keselamatan pelayaran kepada masyarakat pesisir dan para nelayan di Kepri, Senin (16/12) di Batam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Quick Win 100 Hari Kementerian Perhubungan yang fokus pada peningkatan keselamatan pelayaran dan keberlanjutan ekonomi nelayan.
Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana, yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa sebanyak 1.891 alat keselamatan telah diserahkan kepada masyarakat.
“Alat keselamatan pelayaran ini dibagikan secara gratis sebagai upaya nyata Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di laut,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi 273 dokumen Surat Keterangan Keterampilan (SKK), 343 Buku Pelaut Merah, 625 Kartu E-Pas Kecil, dan 650 jaket pelampung (life jacket). Selain itu, para nelayan juga mendapatkan pelatihan serta dokumen penting lainnya, seperti SKK untuk jarak pelayaran 30 dan 60 mil.
Menurut dia, langkah ini bertujuan untuk menjamin keselamatan para nelayan saat berlayar, termasuk mendukung transaksi barang dan orang yang berlangsung di sektor perairan.
“Nelayan juga harus punya jaminan keselamatan. Maka dari itu, kami memberikan pelatihan agar mereka aman dalam berlayar,” kata dia.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga meringankan beban biaya nelayan dalam memenuhi kebutuhan alat keselamatan. Suntana menyampaikan bahwa bantuan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan.
“Dengan adanya kegiatan ini, permasalahan yang dihadapi nelayan, khususnya terkait alat keselamatan dan dokumen pelayaran, dapat terakomodir,” ujarnya. (*)
Reporter: Arjuna 

Artikel Kemenhub Distribusikan Bantuan Keselamatan ke Nelayan Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Akhir Tahun Marak Curanmor, Modus Mematahkan Stang Motor

0
Ilustrasi Curanmor.

batampos – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali marak pada akhir tahun ini. Terbukti, dalam pekan lalu polisi mengungkap 2 kasus curanmor dengan modus mematahkan stang motor.

Dalam aksinya, pelaku beraksi pada malam hari dengan menyasar peruamahan dan kos-kosan.. Motor hasil curian tersebut dijual pelaku dengan harga Rp 1,5 juta.

“Modus yang digunakan pelaku sekarang mematahkan stang motor dan mendorongnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Ipda M. Alvin Royantara.

Diketahui, dalam 2 pekan ini Polsek Lubuk Baja dan Polsek Bengkong menangkap 2 spesialis curanmor berinisial IK, dan S. Pelaku juga beraksi berkomplotan untuk mengawasi lokasi disekitarnya.

“Masih dilakukan pengembangan. Termasuk ke penadah (yang membeli motor curian),” kata Alvin.

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap motor yang diparkir. Sebab, pelaku hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk menggasak motor incarannya.

“Maka dari itu motor yang diparkir wajib menggunakan kunci ganda,” ujarnya.

Dengan menggunakan kunci ganda, kata Heribertus masyarakat membatalkan kesempatan pelaku untuk mencuri. Sebab, kejahatan terjadi karena adanya niat dan kesempatan pelaku.

“Niat itu masing-masing pribadi, tetapi kesempatan adalah tugas kita. Karena ada kesempatan, pelaku mencuri,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Akhir Tahun Marak Curanmor, Modus Mematahkan Stang Motor pertama kali tampil pada Metropolis.

Nelayan Beralih Jual Minyak Tanah, Terjerat UU Migas

0
Subir, pria yang berprofesi sebagai nelayan di pulau Batam menjalani sidang dakwaandi Pengadilan Negeri Batam, Senin (16/12). F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Subir, pria yang berprofesi sebagai nelayan di pulau Batam menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Batam. Ia didakwa dengan undang-undang migas karena menjual minyak tanah secara ilegal di Batam.

Yang mana, dalam aturan pemerintah, minyak tanah tidak boleh lagi beredar di Batam dan sekitarnya, kecuali di wilayah tertentu seperti Lingga. Karena itu, jual beli minyak tanah tanpa izin, dinilai melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Kemarin, Penasehat hukum terdakwa dari LBH Pergerakan Keadilan yang dipimpin Robi menghadirkan empat saksi adcharge meringankan untuk Subir. Salah satu saksi menjelaskan bahwa terdakwa memang menjual minyak tanah kepada masyarakat pulau dan warung-warung kecil di wilayah pesisir.

“Warga di pulau-pulau lebih memilih minyak tanah untuk kebutuhan memasak karena distribusi LPG 3 kg terbatas. Di sana hanya ada satu pangkalan, sehingga masyarakat harus mencari alternatif agar bisa tetap memasak,” ujar saksi di persidangan.

Dalam keterangannya, Subir mengakui bahwa ia mulai beralih menjual minyak tanah karena sulit bertahan sebagai nelayan kecil. Ia pun nekat menjual minyak tanah sejak 2 tahun lalu.

“Nelayan pantai sekarang susah, ikan makin sulit didapat. Saya terpaksa beralih ke minyak tanah demi kebutuhan hidup,” kata Subir di hadapan majelis hakim yang dipimpin Stuart Wattimena.

Subir mengaku dapat minyak tanah dari seseorang bernama Rido yang tinggal di Lingga. Menurutnya, pertama kali bertemu Rido di Jembatan 6 Barelang, dan setelah berbincang cukup lama, Rido menawarkan minyak tanah untuk dijual. Minyak tanah tersebut kemudian dibeli Subir dengan harga Rp300 ribu per jeriken berisi 37 liter. Dalam sekali pengambilan, ia biasanya membeli hingga 30 jeriken.

“Saya bawa minyak tanah itu pakai speedboat, lalu antar ke warung-warung di pulau dengan mobil warisan. Dijual botolan dengan harga Rp18 ribu per liter, namun ada juga yang beli jeriken harganya Rp 330 ribu, jadi dapat untuk Rp 30 ribu. Tapi lebih banyak yang beli botolan,” ujar Subir.

Dijelaskannya, gudang penyimpanan minyak tanah yang ia gunakan juga terletak di salah satu pulau. Ia mengaku sudah dua tahun menjual minyak tanah untuk mencukupi kebutuhan hidup, tanpa mengetahui bahwa hal tersebut melanggar aturan.

“Saya tidak tahu itu salah, karena mungkin keterbatasaan informasi yang saya dapat. Apalagi saya nelayan pulau,” imbunnya.

Usai mendengar keterangan terdakwa, sidang ditunda hingga minggu depan dengan agenda tuntutan jaksa. Diketahui Subir dijerat JPU Arfian dengan undang-undang migas tentang pengangkutan, dengan ancaman 5 tahun penjara. (*)

Reporter: Yashinta

 

 

Artikel Nelayan Beralih Jual Minyak Tanah, Terjerat UU Migas pertama kali tampil pada Metropolis.

Telkomsel Digital Empowering for Community, Persiapkan Siswa SMAN 1 Tanjungpinang Hadapi Persaingan di Era Digital

0
Program CSR Telkomsel Digital Empowering for Community diserahkan secara simbolis yang meliputi bantuan konektivas siswa dan sekolah, bantuan untuk siswa berprestasi, hingga penandatangan MoU antara Telkomsel dan SMAN 1 Tanjungpinang untuk mendukung transformasi digital sekolah melalui pemanfaatan produk dan layanan digital.

batampos – Program Telkomsel Digital Empowering for Community hadir di SMAN 1 Tanjungpinang sekaligus menjadi penutup rangkaian program di tahun 2024, yang telah sukses deselenggarakan di 65 kota di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari payung program CSR Telkomsel Jaga Cita untuk meningkatkan literasi digital di kalangan komunitas dan sekolah, dengan memanfaatkan teknologi digital. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas edukatif dan penyerahan bantuan CSR berupa perangkat Orbit untuk sekolah, bantuan konektivitas siswa, dan bantuan untuk siswa berprestasi.

Bertempat di Aula SMAN 1 Tanjungpinang, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif, di antaranya General Manager Consumer Business Telkomsel Region Sumbagteng, Fahmy Rojali, Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjungpinang, Daman Huri, S.Pd.Kim, MM, CEO/Co-Founder Paoxtipi dan Kopiway, Herri Wijaya, dan Content Creator, Michelle Berlinda.

General Manager Consumer Business Telkomsel Sumbagteng, Fahmy Rojali, mengatakan, “Program Telkomsel Digital Education Center (TDEc) di SMAN 1 Tanjungpinang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel Jaga Cita. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung kemajuan pendidikan generasi muda, melalui ragam solusi digital dan inovasi teknologi yang kami hadirkan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.”

Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjungpinang, Daman Huri, S.Pd.Kim, MM, dalam sambutannya menyampaikan, “Kami sangat berterima kasih kepada Telkomsel atas inisiatif Telkomsel Digital Education Center (TDEc) yang memberikan kesempatan bagi siswa kami untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi digital. Program ini tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga memotivasi para siswa untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital.,” ungkap Daman Huri.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, Telkomsel juga melaksanakan beberapa inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pemberdayaan digital di SMAN 1 Tanjungpinang, meliputi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait produk dan layanan digital Telkomsel, bantuan berupa perangkat Telkomsel Orbit untuk menunjang pembelajaran digital di sekolah, donasi untuk siswa berprestasi, dan bantuan alat pendidikan untuk mendukung pembelajaran di sekolah.

Program Telkomsel Digital Empowering for Community bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan komunitas dan sekolah, membangun komunitas dan sekolah yang berdaya digital dan terbuka terhadap inovasi, mengembangkan keterampilan teknologi digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan, mendorong kolaborasi antara komunitas dan sekolah dalam penggunaan teknologi digital.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas menarik seperti cerdas cermat digital, kompetisi e-sport, dan workshop pembuatan konten digital yang melibatkan partisipasi aktif dari siswa.

Telkomsel percaya bahwa kolaborasi antara komunitas, sekolah, dan pihak swasta dapat menjadi katalisator untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah di era digital. Dengan program ini, Telkomsel berharap dapat terus menginspirasi generasi muda untuk berinovasi dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat. (*)

Artikel Telkomsel Digital Empowering for Community, Persiapkan Siswa SMAN 1 Tanjungpinang Hadapi Persaingan di Era Digital pertama kali tampil pada Kepri.

Berkas Sudah Dilengkali Polisi, Kasus Ibu Aniaya Anak Kandung

0
Zu, pelaku penganiayaan anak kandung digiring dan diperiksa di Mapolsek Bengkong. F.Marihot untuk Batam Pos

batampos – Penyidik Reskrim Polsek Bengkong sudah melengkapi berkas dugaan penganiayaan yang dilakukan Zu, 35, terhadap putri kandungan As, 13. Dimana, jaksa peneliti Kejaksaan Negeri Batam mengembalikan berkas tersebut karena dinilai belum lengkap.

“Sudah kita lengkapi dan kirimkan lagi ke Kejaksaan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan, Senin (16/12).

Ia menjelaskan berkas tersebut cepat dilengkapi sesuai dengan petunjuk jaksa. Sehingga, perkara bisa dinyatakan lengkap dan berproses di Pengadilan Negeri Batam.

“Cepat kita lengkapi sesuai petunjuk jaksa. Berkas lengkap baru kita lakukan penyerahan tersangka dan barang bukti,” katanya.

Diketahui, As, 13, babak belur dianiaya ibu kandungnya, Zu, 35, di rumah kontrakan mereka di Bengkong Harapan 2. Siswi kelas VI SD ini dipukul, kaki dan tangannya diikat tali rafia, serta lehernya dijerat rantai.

Kasus penganiayaan ini terkuak dari laporan tetangga. Saat itu korban dengan kondisi lebam di wajah, memar di kepala, serta dalam kondisi terikat di dalam rumah berhasil meloloskan diri dan lari ke rumah tetangga. Saat ditemukan itu, wajah anak korban terlihat sudah membiru hingga ketakutan jika rantai itu dilepas.

“Kita jerat Undang-undang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara ditambah sepertiga karena pelakunya orang terdekat,” tutup Marihot. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Berkas Sudah Dilengkali Polisi, Kasus Ibu Aniaya Anak Kandung pertama kali tampil pada Metropolis.

PMI Batam Pastikan Stok Darah Aman Jelang Akhir Tahun

0

batampos – Menjelang akhir tahun 2024, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam dilaporkan dalam kondisi aman. Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Batam, dr. Novia M.Biomed, memastikan bahwa persediaan darah saat ini mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Stok darah saat ini masih aman dan mencukupi masyarakat ,” kata dr. Novia, Senin (16/12).

Menurut data yang disampaikan, stok darah di PMI Kota Batam per 16 Desember terdiri dari 323 kantong darah golongan A, 322 kantong darah golongan B, 146 kantong darah golongan AB, dan 431 kantong darah golongan O.

Dari total keseluruhan, sebanyak 1.220 kantong tersedia, dengan golongan darah O mendominasi jumlah persediaan.

“Golongan darah O paling banyak dibandingkan yang lain, namun secara keseluruhan stok masih aman,” tambahnya.

PMI Kota Batam mendapatkan pasokan darah dari pendonor yang rutin menyumbangkan darahnya.

Rata-rata, dalam satu bulan, PMI mengumpulkan sekitar 2.500 kantong darah atau sekitar 80 kantong per hari.

“Setiap kantong darah memiliki volume 350 mililiter,” terangnya.

Meski stok aman, dr. Novia tetap mengimbau masyarakat untuk aktif dan rutin melakukan donor darah, terutama menjelang akhir tahun, di mana permintaan darah cenderung meningkat.

“Kami menghimbau masyarakat, baik secara individu maupun melalui komunitas sosial, untuk rutin mendonorkan darah. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan stok, karena jika stok darah habis, tentu akan sulit bagi pasien yang membutuhkan,” ujar  dr. Novia.

Dengan himbauan ini, diharapkan masyarakat Batam dapat terus berpartisipasi dalam mendukung program donor darah, sehingga kebutuhan darah untuk pasien di berbagai fasilitas kesehatan tetap terpenuhi.

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel PMI Batam Pastikan Stok Darah Aman Jelang Akhir Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasangan Kekasih Tipu Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

0

batampos – Pasangan kekasih Lili Sartika dan Riko Natama duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Batam atas dakwaan penipuan. Dalam sidang yang digelar kemarin, keduanya mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi.

“Kami pacaran, Pak Hakim. Kami juga sudah tinggal serumah,” ungkap Lili dan Riko kepada majelis hakim, mengklarifikasi bahwa mereka bukan sekadar teman dekat seperti yang sebelumnya mereka dalihkan.

Riko menjelaskan bahwa tindak kriminal itu dilakukan karena usaha jasa tato yang ia jalankan sedang sepi. Selain itu, ia juga harus mencari uang untuk membantu biaya cuci darah neneknya. “Bingung cari uang, jadi kepikiran hal itu,” ujar Riko dengan nada penuh penyesalan.

Pasangan ini menggunakan cara licik untuk menjebak korbannya. Mereka membuat tiga akun palsu di sebuah aplikasi kencan daring, dengan target pria muda di Batam yang memiliki sepeda motor. “Dari empat orang yang berkenalan, hanya dua yang akhirnya kami temui,” kata Riko.

Dalam aksinya, Lili menyamar dengan berbagai nama. Saat bertemu dengan korban, ia meminjam sepeda motor dengan alasan ingin meminta izin kepada kerabat. Korban yang awalnya ragu akhirnya luluh oleh rayuan Lili. Begitu motor berhasil dibawa, Riko yang menunggu di lokasi terdekat langsung membawa sepeda motor tersebut untuk dijual.

“Kami dapat dua sepeda motor. Satu motor dijual Rp3 juta, jadi totalnya Rp6 juta,” ujar Lili.

Aksi ini terungkap setelah kedua korban melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. Dalam kesaksiannya, korban mengaku berkenalan dengan seorang wanita bernama Arifah melalui aplikasi kencan. Wanita itu selalu mengenakan masker dan berlagak ramah saat bertemu di halte DC Mall, September lalu. Namun, setelah motor dipinjam, korban tidak pernah melihatnya kembali.

Lili dan Riko akhirnya ditangkap dan kini menjalani proses hukum. Keduanya didakwa melanggar Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Kasus ini menjadi peringatan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu membawa dampak positif, terutama ketika digunakan untuk kejahatan. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Pasangan Kekasih Tipu Korban Lewat Aplikasi Kencan Online pertama kali tampil pada Metropolis.

21 Lampu PJU Terpasang di Tambelan, Jalan ke Pelabuhan Tak Gelap Lagi

0
Petugas bagian penerangan jalan Dinas Perkim Bintan memasang lampu PJU di Tambelan. F.Kiriman Irzan untuk Batam Pos.

batampos– Sebanyak 21 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) telah terpasang di Kecamatan Tambelan.

“Sudah, sudah ada 21 PJU dengan 1 box panel kontrol yang terpasang di jalan antara Desa Kukup hingga ke pelabuhan Tambelan,” kata Kadis Perkim Bintan, Mohammad Irzan, Minggu (15/12/2024).

Irzan mengakui, memang sebelumnya masyarakat mengeluhkan jalan menuju ke pelabuhan gelap gulita.

BACA JUGA: Penataan Drainase di Kawasan Rawan Banjir dan Pemasangan PJU di Desa Bintan Buyu Jadi Perhatian Roby

“Iya, sebelumnya jalan ke pelabuhan dari perumahan terdekat gelap saat malam,” kata Irzan.

Tapi, lanjut Irzan, dengan penambahan 21 lampu PJU di sana membuat jalur menuju transportasi laut utama itu sudah terang.

“Tak gelap lagi, masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya,” kata Irzan.

Disinggung soal anggaran pemasangan 21 lampu PJU itu, Irzan menyebut, untuk anggarannya sekitar Rp 315 juta lebih bersumber dari APBD Bintan 2024.

Irzan mengatakan, pemasangan titik lampu PJU di Tambelan ini merupakan salah satu program prioritas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan dalam upaya memenuhi kebutuhan warga terkait penerangan jalan.

“Iya program Bintan lebih terang menjadi prioritas Pak Bupati, Pak Roby” ujar Irzan.

Irzan berharap beberapa titik yang belum terpasang lampu PJU di Bintan dapat diselesaikan.

“Mudah-mudahan bisa diselesaikan tahun depan dengan melihat ketersediaan anggaran,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel 21 Lampu PJU Terpasang di Tambelan, Jalan ke Pelabuhan Tak Gelap Lagi pertama kali tampil pada Kepri.

Respon Keluhan Warga soal Air Bersih, Amsakar-Li Claudia Bertemu Petinggi PT ABH

0
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang juga Wali Kota Batam terpilih berdiskusi dengan pihak ABH, selaku operator pengelola Air bersih di Batam.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang juga Wali Kota Batam terpilih berdiskusi dengan pihak pihak PT Air Batam Hilir (ABH), selaku operator pengelola Air bersih di Batam.

“Kami ingin melihat dari dekat kondisi eksisting yang dilakukan PT Moya (ABH, red), di tengah kompleksitas yang menyertai pelayanan air bersih Kota Batam,” kata Amsakar usai pertemuan tersebut.

Turut hadir Wakil Walikota Batam terpilih, Li Claudia Chandra serta Anggota DPRD Batam Hendra Asman. Kedatangan Amsakar-Li Claudia disambut langsung Direktur Utama PT ABH, Mujiaman, Direktur Operasional PT Air Batam Hilir (ABHi) Jefry Maulidani juga Direktur PT Air Batam Hulu (ABHu) Sutopo.

Menurut Amsakar, setelah mendapat paparan pihak ABH. Pihaknya berkesimpulan bahwa tata kelola penyelenggaraan pelayanan air bersih harus terus ditingkatkan. Sehingga masyarakat Kota Batam mendapatkan hak seutuhnya perihal air bersih.

“Pada prinsipnya, kami ingin masyarakat terpenuhi kebutuhan perihal air bersih ini,” kata Amsakar.

Terlebih, air bersih merupakan salah satu dari sejumlah program prioritas dirinya bersama Li Claudia ke depan.

Sementara itu, Direktur ABH Mujiaman menyebutkan komitmen untuk bersama pemerintah mengusahakan terpenuhi kebutuhan air masyarakat.

Salah satu tantangan yang ia sampaikan yakni ketersediaan air baku Batam yang stagnan sementara pertumbuhan penduduk yang semakin banyak.

“Kita bisa lihat grafik ini, pertumbuhan penduduk tinggi. Sementara ini (kurva ketersediaan air) datar,” ucap dia saat mempresentasikan data.

Menyikapi ini, Li Claudia Chandra mengatakan,h hakikatnya soal teknis merupakan tugas ABH. Namun yang pasti masyarakat ingin tidak ada lagi persoalan air bersih.

“Kami menampung harapan masyarakat, masih banyak yang mengeluhkan soal air pak. Ini harus diperhatikan, karena air ini kebutuhan yang penting,” kata Claudia.
Sementara itu, baik Amsakar maupun Li Claudia menyampaikan apresiasi atas usaha ABH yang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Kami harap ke depan masalah air ini teratasi,” pungkas Claudia.

Artikel Respon Keluhan Warga soal Air Bersih, Amsakar-Li Claudia Bertemu Petinggi PT ABH pertama kali tampil pada Metropolis.