Jumat, 19 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2368

JEC Luncurkan Dry Eye Spa: Inovasi Perawatan Mata Kering dengan Sensasi Relaksasi Seperti Spa

0

batampos – Mata kering semakin menjadi masalah kesehatan yang serius di era digital. Rata-rata screen time masyarakat Indonesia mencapai 7 jam 38 menit per hari menurut laporan Backlinko 2024, sementara data Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) mencatat prevalensi mata kering di Indonesia mencapai 27,5 persen. Faktor lain seperti paparan AC, polusi udara, dan penggunaan lensa kontak turut memperburuk kondisi ini.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan JEC Dry Eye Spa, layanan inovatif yang menggabungkan terapi medis dengan relaksasi ala spa untuk memberikan kenyamanan instan bagi pasien mata kering. Layanan ini diluncurkan di RS Mata JEC @ Kedoya, menjadikannya rumah sakit mata pertama di Indonesia yang menawarkan konsep perawatan mata kering yang menyegarkan dan menenangkan.

Mata Kering: Ancaman Nyata dari Pola Hidup Modern

Ketua Dry Eye Service JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. dr. Nina Asrini Noor, SpM, menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup digital mempengaruhi kesehatan mata secara signifikan. “Durasi screen time yang panjang menyebabkan perubahan dalam frekuensi dan kualitas berkedip, sehingga memicu kekeringan pada permukaan mata. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa semakin parah hingga berpotensi menyebabkan gangguan permanen pada penglihatan,” jelasnya.

Selain faktor screen time berlebihan, kondisi lingkungan seperti udara kering, polusi, asap rokok, dan paparan AC juga memperburuk kondisi mata. Faktor risiko lain yang dapat memicu mata kering meliputi:

  • Usia di atas 50 tahun (terutama perempuan pasca-menopause)
  • Penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang
  • Riwayat operasi mata atau penyakit tertentu
  • Penggunaan obat-obatan tertentu (baik oral maupun tetes mata)
  • Penyakit metabolik seperti diabetes melitus

Mata kering tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga bisa berdampak pada menurunnya produktivitas dan kualitas hidup. Gejalanya meliputi mata terasa kering, gatal, berpasir, perih, sering berair, hingga penglihatan buram.

 

JEC Dry Eye Spa: Perawatan Mata Kering yang Menyegarkan dan Relaksasi Seperti Spa

Berbeda dengan terapi mata kering konvensional, JEC Dry Eye Spa menawarkan pendekatan holistik yang tidak hanya mengobati, tetapi juga memberikan sensasi relaksasi bagi pasien. Sebelum menjalani terapi, pasien akan menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh dokter subspesialis dry eye di JEC Dry Eye Service.

Terapi Dry Eye Spa menggunakan steam atomizer, alat canggih berteknologi ultrasonik yang menghasilkan droplet halus dari larutan khusus untuk melembapkan mata. Pasien akan merasakan sensasi sejuk yang langsung memberikan kenyamanan pada mata.

“Layanan ini tidak hanya mengatasi gejala mata kering seperti mata mengganjal, perih, dan berpasir, tetapi juga membantu menjaga kelembapan alami mata. Dengan terapi rutin setiap dua minggu sekali, pasien dapat mencegah kondisi dry eye semakin parah sehingga tetap produktif dan nyaman dalam beraktivitas,” ujar Dr. dr. Nina Asrini Noor, SpM.

 

Layanan Terpadu untuk Mata Kering di JEC

JEC Dry Eye Spa merupakan bagian dari layanan JEC Dry Eye Service, yang menawarkan solusi komprehensif bagi pasien mata kering, meliputi:

✔ Konsultasi dan edukasi seputar mata kering

✔ Pemeriksaan diagnostik menggunakan teknologi modern, seperti Schirmer Test, Tear Break Up Time (TBUT), dan Meibography

✔ Tindakan medis lanjutan, termasuk:

  • Artificial tears substitute untuk meningkatkan kelembapan
  • Autologous serum tetes mata untuk memperbaiki permukaan mata yang rusak
  • Punctal plug untuk mempertahankan kelembapan air mata
  • Intense Pulse Light (IPL) untuk memperbaiki kualitas lapisan minyak air mata

Menurut Dr. Jenny Darmawan, MARS, Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RS Mata JEC @ Kedoya, konsep Dry Eye Spa hadir untuk menciptakan pengalaman terapi mata yang lebih nyaman dan santai bagi pasien. “Dengan suasana yang lebih rileks, pasien dapat merasa lebih tenang dan menikmati terapi, sehingga hasil perawatan lebih optimal,” ungkapnya.

Peluncuran JEC Dry Eye Spa juga diikuti dengan seminar kesehatan mata, khususnya bagi kelompok yang berisiko tinggi mengalami mata kering. Langkah ini semakin memperkuat komitmen JEC Eye Hospitals and Clinics dalam menghadirkan inovasi serta layanan terbaik bagi kesehatan mata masyarakat Indonesia. (*)

Artikel JEC Luncurkan Dry Eye Spa: Inovasi Perawatan Mata Kering dengan Sensasi Relaksasi Seperti Spa pertama kali tampil pada News.

Saibansah Terpilih sebagai Ketua PWI Kepri Sisa Periode 2023-2028 melalui Konferprov

0
Saibansah Dardani (kiri) menerima pataka PWI dari Ketua Umum PWI, Zulmansyah Sekedang.
Foto: Arjuna / Batam Pos

batampos – Saibansah Dardani resmi terpilih sebagai Ketua PWI Kepri periode 2025-2028. Sementara itu, jabatan Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Kepri diemban oleh Parna Simarmata.

Keduanya terpilih melalui Konferensi Provinsi Luar Biasa (Konferprov) yang digelar pada Sabtu (22/2) di Batam. Konferprov ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan PWI Pusat Nomor: 121-PGS/A/PP-PWI/II/2025 yang diterbitkan oleh Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang.

SK tersebut menetapkan pemberhentian Andi Gino dari jabatan Ketua PWI Kepri masa bakti 2023-2028. Andi dinilai melanggar Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI setelah mengikuti Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Saibansah menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta Konferprov yang telah berpartisipasi. Amanah yang diberikan kepadanya dan Ketua DK PWI Kepri akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Kami siap menjalankan tugas dengan berpegang teguh pada PD/PRT PWI serta aturan lainnya. PWI Kepri akan menjadi rumah besar bagi seluruh wartawan di provinsi ini,” katanya.

Pendidikan bagi jurnalis di Kepri serta memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand adalah salah satu hal penting. Itu demi menggaungkan eksistensi PWI Kepri di tingkat internasional.

Sementara itu, Ketua Umum PWI, Zulmansyah Sekedang, berbicara soal aturan organisasi yang harus ditegakkan guna menjaga integritas PWI. Ia berharap para jurnalis dapat memilih pemimpin yang memiliki nilai-nilai integritas tinggi.

“Integritas adalah kunci utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Selain itu, kode etik jurnalistik dan peran Dewan Pers harus tetap dijaga, khususnya dalam kasus pemberitaan yang sensitif,” katanya.

Ia mengenal baik Saibansah, yang tak lain adalah seniornya saat sama-sama berkarier di Jawa Pos. Zulmansyah berharap di bawah kepemimpinan Saibansah, PWI Kepri bisa menjadi lebih baik dan lebih profesional.

“PWI memiliki aturan yang harus ditaati. Perbedaan pendapat itu wajar, namun profesionalisme dan etika jurnalistik harus tetap dijaga,” ujar dia.

Selain itu, ia turut mengapresiasi Plt Ketua PWI Kepri, Marganas Nainggolan, yang telah menjalankan tugasnya selama masa transisi kepemimpinan. Dedikasi Marganas dalam menjaga stabilitas organisasi, lanjutnya, patut diapresiasi.

Zulmansyah ingin PWI Kepri dapat terus menjaga profesionalisme dan kredibilitas wartawan di wilayah tersebut. Ia mengingatkan agar organisasi tetap berada di jalur independen dan menjunjung tinggi kepentingan publik. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Saibansah Terpilih sebagai Ketua PWI Kepri Sisa Periode 2023-2028 melalui Konferprov pertama kali tampil pada Metropolis.

Ani Rohani, Ibu Rumah Tangga yang Menjadi Sosok Inspiratif Bagi Masyarakat Dabo Singkep Untuk Saling Berbagi

0
Rohani sedang Membagikan makanan kepada warga Dabo Singkep, pada Jumat (21/2). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Ani Rohani atau biasa di sapa Ucu Ani, adalah seorang ibu rumah tangga yang melaksanakan kegiatan berbagi makanan gratis untuk warga Dabo yang membutuhkan. Rohani menjadi sosok inspiratif bagi masyarakat Dabo Singkep, kabupaten Lingga atas aksinya membagikan makanan geratis untuk warga. Kegiatan bagi-bagi makan ini rutin dilakukannya setiap hari Jumat.

Rohani menjelaskan alasan dibalik dirinya bersama teman-teman yang lain melakukan bagi-bagi makanan geratis ini karena ingin saling berbagi dan mengharapkan keberkahan dari Allah SWT atas rezeki yang diperoleh serta rasa kepeduliannya terhadap sesama masyarakat yang sangat membutuhkan.

BACA JUGA: 4 Sekolah di Anambas Perdana Gelar Makan Bergizi Gratis

“Jadi, alasan kami membagikan makanan ini setiap hari Jumat tidak lain adalah untuk mengharapkan keberkahan dari Allah SWT atas rezeki yang kami peroleh. Selain itu kami merasa terpanggil untuk saling berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan,” jelas Rohani saat diwawancarai pada Jumat (21/2).

Rohani mengucapkan, awalnya gerakan ini dilakukan secara beramai-ramai. Nemun dengan berjalannya waktu, hanya tinggal beberapa orang saja yang ikut melakukan kegiatan ini karena yang lain sudah sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Selanjutnya, Rohani mengatakan kegiatan berbagi makan ini dilakukannya setiap hari Jumat sekitar pukul 11.00 WIB. Makanan gratis yang dibagikan ini menggunakan uang pribadi dan bantuan dari beberapa keluarga dan kerabat.

“Setiap hari Jumat mulai dari jam 11.00 WIB saya dibantu dengan keponakan berkeliling Dabo Singkep menggunakan sepeda motor untuk membagikan makanan gratis kepada masyarakan Dabo Singkep. Makanan geratis yang kami bagikan ini menggunakan uang sendiri dan dibantu beberapa kerabat yang ingin ikut bersedekah,” ujarnya.

Rohani berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat Dabo Singkep yang memang sedang membutuhkan serta meringankan sedikit beban mereka ditengah perekonomian yang sulit saat ini.

“Kami berharap makanan yang dibagikan ini bisa membantu warga Dabo Singkep yang saat ini sedang membutuhkan dan dapat sedikit meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tutupnya.

Apa yang telah dilakukan oleh Rohani dan temannya menjadi motivasi kepada kita semua yang memiliki sedikit kelebihan rezeki untuk terus saling berbagi dengan sesama warga yang sedang membutuhkan bantuan. Karena dengan uluran tangan kita untuk membantu mereka yang tidak mampu dapat memberikan senyuman keceriaan bagi mereka. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Ani Rohani, Ibu Rumah Tangga yang Menjadi Sosok Inspiratif Bagi Masyarakat Dabo Singkep Untuk Saling Berbagi pertama kali tampil pada Kepri.

Dorong Mahasiswa Berkarya, Workshop Penulisan Esai dan Opini HMPS MPI STAIL Surabaya Sukses Digelar

0
Master Trainer AR Learning Center, Andre Hariyanto saat menjadi pembicara di acara Workshop Penulisan Karya Tulis Esai dan Opini.

batampos – Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (HMPS MPI STAIL) Surabaya sukses menggelar Workshop Penulisan Karya Tulis Esai dan Opini.

Acara ini berlangsung di Aula SMP-SMA Luqman Al Hakim Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (22/02). Master Trainer AR Learning Center, Andre Hariyanto menjadi pembicara pada

Workshop yang mengusung tema “Mengasah Pena dan Menciptakan Gagasan dalam Keterampilan Menulis untuk Membawa Perubahan”.

Acara tersebut dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa MPI, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Ketua HMPS MPI STAIL Surabaya, Abdul Rahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat menulis dan membaca di kalangan mahasiswa.

“Alhamdulillah, tujuan acara ini semata-mata agar semua mahasiswa lebih aktif kembali menulis dan memiliki minat membaca, guna ke depannya dapat memberikan gagasan lewat tulisan,” ujar Abdul Rahman.

Dalam sesi materi, Andre Hariyanto menjelaskan langkah-langkah menulis esai dan opini, memberikan tips efektif dalam menulis, serta membagikan cara agar seseorang bisa konsisten dalam berkarya melalui tulisan.

“Keterampilan dasar dalam menulis esai dan opini sangat penting dan dapat digunakan dalam berbagai konteks, baik akademis maupun profesional.

Dengan latihan dan pemahaman yang baik, diharapkan peserta dapat menghasilkan karya tulis yang lebih berkualitas dan berpengaruh,” ungkap Andre Hariyanto.

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para peserta yang merasa mendapatkan wawasan baru serta motivasi untuk lebih aktif menulis. Diharapkan, melalui workshop ini, mahasiswa semakin terdorong untuk menghasilkan karya tulis yang kritis, inspiratif, dan berkontribusi bagi masyarakat. (*)

Artikel Dorong Mahasiswa Berkarya, Workshop Penulisan Esai dan Opini HMPS MPI STAIL Surabaya Sukses Digelar pertama kali tampil pada News.

Keterlambatan Distribusi Solar di SPBU Batam, Transportasi Publik Terdampak

0
Ilustrasi. Antre BBM. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Menjelang bulan Ramadan, permintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Batam mengalami peningkatan. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU yang berimbas pada keterlambatan transportasi umum, termasuk Bus Trans Batam.

Officer Communication & Relation (Commrel) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Nur Imam Mohamad, mengonfirmasi bahwa peningkatan permintaan solar menjelang bulan puasa memang sudah menjadi pola tahunan. Akibatnya, antrean kendaraan di SPBU menjadi lebih padat dibandingkan hari-hari biasa.

“Permintaan solar memang meningkat menjelang bulan Ramadan, sehingga antrean di SPBU menjadi lebih padat. Namun, kami pastikan stok solar di Batam aman,” ujarnya, Jumat (21/2).

Ia juga membenarkan adanya keterlambatan penyaluran BBM subsidi jenis solar di beberapa SPBU. Hal ini berdampak pada operasional sejumlah Bus Trans Batam yang melayani rute Batam Center–Batuaji pada 20 Februari lalu.

Menurutnya, meskipun terjadi keterlambatan, pasokan BBM subsidi jenis solar masih tersedia dalam jumlah yang cukup. Pihaknya memastikan antrean panjang di SPBU hanya bersifat sementara dan diperkirakan akan kembali normal pada hari berikutnya.

“Kami memastikan proses penyaluran solar akan berjalan lancar. Kalau pun ada antrean, itu hanya sementara,” kata dia.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim, menyebut keterlambatan pengisian BBM berdampak langsung pada operasional Bus Trans Batam. Akibat antrean panjang, sejumlah bus mengalami keterlambatan hingga berjam-jam.

“Kemarin terjadi penumpukan penumpang tujuan Batuaji di Halte Bus Batam Center selama tiga jam. Ini akibat Bus Trans Batam terlambat datang karena harus antre saat mengisi bahan bakar,” kata dia.

Menurutnya, tidak ada perlakuan khusus bagi transportasi publik seperti Bus Trans Batam saat mengisi BBM. Bus tetap harus mengantre bersama kendaraan lainnya, sehingga ketika antrean di SPBU padat, bus pun turut tertahan.

“Karena antrean cukup panjang, bus kami tertahan di sana dan akhirnya terlambat tiba di halte. Sekitar enam Bus Trans Batam mengalami keterlambatan dalam melayani penumpang,” ujarnya.

Keterlambatan ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi publik, terutama pada jam-jam sibuk. Penumpang yang hendak bepergian ke Batuaji harus menunggu lebih lama dari biasanya di halte.

Meskipun antrean sempat menyebabkan keterlambatan, baik Dishub Batam maupun Pertamina optimistis kondisi ini segera membaik. Mereka berharap masyarakat dapat lebih bersabar dalam menghadapi situasi ini, terutama menjelang Ramadan yang memang selalu meningkatkan permintaan BBM. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Keterlambatan Distribusi Solar di SPBU Batam, Transportasi Publik Terdampak pertama kali tampil pada Metropolis.

Renggali Group Luncurkan Cluster Orange di Kota Mandiri Renggali

0
Suasana peluncuran Cluster Orange, sebuah proyek perumahan terbaru yang menjadi bagian dari konsep “Kota Mandiri Renggali”. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Renggali Group resmi meluncurkan Cluster Orange, sebuah proyek perumahan terbaru yang menjadi bagian dari konsep “Kota Mandiri Renggali”. Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 80 hektare yang berlokasi di Tembesi, Sagulung.

Sales Manager Renggali Group, Evan, mengatakan peluncuran Cluster Orange menjadi langkah awal dalam pengembangan kawasan hunian terpadu tersebut.

“Hari ini kami memperkenalkan Cluster Orange, proyek terbaru dari Kota Mandiri Renggali yang berlokasi di Tembesi, tepat di belakang Villa Cemara Asri,” ujar Evan, Sabtu (22/2).

Dalam peluncuran ini, Renggali Group menawarkan hunian tipe 42/72 dengan harga jual Rp300 juta untuk pembayaran tunai keras. Selain itu, tersedia opsi pembayaran secara cicilan selama 36 bulan serta melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Sebagai promo khusus pada hari peluncuran, calon pembeli diberikan booking fee gratis senilai Rp 5 juta.

“Dengan promo ini, harga jual rumah yang sebelumnya Rp300 juta mendapatkan potongan langsung menjadi Rp295 juta,” katanya.

Renggali Group menjamin nilai properti di kawasan ini akan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

“Kami memberikan garansi kepada konsumen bahwa harga properti di kawasan ini akan meningkat minimal Rp 50 juta per tahun. Jika membeli dengan harga Rp 300 juta saat ini, maka pada tahun 2026 harga diperkirakan mencapai Rp 350 juta,” jelas Evan.

Cluster Orange menjadi proyek perumahan pertama yang dibuka dalam pengembangan Kota Mandiri Renggali.

“Konsep hunian ini dirancang sebagai kawasan yang tersentralisasi, di mana berbagai fasilitas telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan penghuni,” ujarnya.

Renggali Group sendiri telah berdiri sejak tahun 2000 dan memiliki rekam jejak yang solid dalam mengembangkan berbagai proyek perumahan di Batam.

“Beberapa lokasi proyek yang telah sukses dikembangkan meliputi Batuaji, Marina, Tiban, Sekupang, Kabil, Tanjung Piayu, Batamcenter, dan Batubesar,” ujarnya.

Dengan pengalaman panjang dan reputasi yang baik, Renggali Group optimis bahwa proyek Kota Mandiri Renggali, khususnya Cluster Orange, akan menjadi pilihan hunian yang menarik bagi masyarakat Batam. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Renggali Group Luncurkan Cluster Orange di Kota Mandiri Renggali pertama kali tampil pada Metropolis.

Tendang, Aplikasi Baru yang Memudahkan Penggemar Sepak Bola Bermain Tanpa Tim

0
Aplikasi Tendang yang dikembangkan oleh Ryonald Teofilo.

batampos – Bermain sepak bola kini semakin mudah dengan hadirnya Tendang, aplikasi sepak bola sosial pertama di Indonesia. Aplikasi ini memungkinkan para penggemar sepak bola untuk menemukan pertandingan tanpa perlu memiliki tim atau repot melakukan booking lapangan.

Aplikasi Tendang dikembangkan oleh Ryonald Teofilo, seorang developer perangkat lunak yang juga penggemar sepak bola. Berangkat dari pengalamannya saat tinggal di London, di mana aplikasi pencarian pertandingan sepak bola sudah umum digunakan, Ryonald melihat peluang besar untuk menghadirkan konsep serupa di Indonesia.

“Aplikasi ini lahir dari pengalaman pribadi saya. Saat masih sekolah, saya sering kesulitan mencari teman bermain bola dan hanya bisa menunggu di pinggir lapangan, berharap diajak bermain. Saya yakin banyak orang mengalami hal yang sama, mulai dari pelajar, pekerja, hingga mereka yang baru pindah ke kota baru,” ujar Ryonald Teofilo, Founder Tendang.

Tidak seperti aplikasi sepak bola lainnya, Tendang tidak hanya mempertemukan pemain, tetapi juga membantu mengorganisir pertandingan dalam lingkungan yang aman dan inklusif.

Berikut beberapa keunggulan utama dari aplikasi ini antara lain, pendaftaran perorangan, dimana pemain dapat langsung bergabung ke pertandingan tanpa harus membentuk tim terlebih dahulu. Lapangan dan perlengkapan disediakan, pemain hanya perlu membawa sepatu bola, sementara rompi dan bola akan disediakan oleh penyelenggara.

Lingkungan yang aman dan inklusif, semua orang, tanpa memandang latar belakang atau gender, bisa bermain sepak bola dengan nyaman. Pertandingan terjadwal, dimana jadwal pertandingan yang jelas memberikan kepastian bagi pemain.

Akses untuk pemain internasional, dimana memungkinkan wisatawan dan ekspatriat untuk ikut merasakan budaya sepak bola di Indonesia. Dalam perjalanannya, Tendang menghadapi tantangan dalam mengenalkan konsep aplikasi sepak bola sosial ini ke masyarakat.

Ryonald mengakui bahwa membangun kepercayaan pengguna terhadap sistem baru ini membutuhkan waktu dan usaha. Namun, respons positif dari komunitas sepak bola lokal menjadi bukti bahwa Tendang dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin bermain sepak bola secara lebih fleksibel dan terorganisir.

Ke depan, Tendang menargetkan ekspansi dan penguatan komunitas di Batam sebelum berkembang ke kota-kota besar lainnya di Indonesia. Visi jangka panjangnya adalah menjangkau seluruh pelosok negeri, dari Aceh hingga Papua, agar semakin banyak orang dapat menikmati pengalaman bermain sepak bola yang menyenangkan dan inklusif.

Bagi pengguna yang ingin mencoba, aplikasi Tendang tersedia secara GRATIS dan dapat diunduh melalui Play Store https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ryonaldteofilo.tendang.App Store: https://apps.apple.com/id/app/tendang/id6739319663.

“Dengan hadirnya Tendang, kini bermain sepak bola menjadi lebih mudah, lebih seru, dan lebih inklusif. Yuk, gabung sekarang dan jadi bagian dari revolusi sepak bola sosial di Indonesia, ” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Tendang, Aplikasi Baru yang Memudahkan Penggemar Sepak Bola Bermain Tanpa Tim pertama kali tampil pada Metropolis.

Klinik D Fasung Resmikan Layanan Stemcells di Batam

0
Direktur Klinik D Fasung, Dr. Pinkan saat talk show bertema “Masa Depan Perawatan Kesehatan” di Hotel Radisson, Sabtu (22/2). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Klinik D Fasung resmi meluncurkan layanan stemcells dan perawatan regeneratif di Aeskulap Aesthetic Clinic dengan menggelar talk show bertema “Masa Depan Perawatan Kesehatan” di Hotel Radisson, Sabtu (22/2). Peresmian ini menandai langkah inovatif dalam bidang stemcells dan estetika medis di Batam.

Direktur Klinik D Fasung, Dr. Pinkan, menyampaikan apresiasi atas suksesnya peresmian tersebut. “Ini merupakan inovasi di bidang stemcells dan estetika medis yang kami hadirkan di Batam. Klinik D Fasung sendiri berlokasi di Dermaga Kulinari, Sukajadi,” ujarnya.

Dr. Pinkan berharap dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak lagi berpikir bahwa perawatan kesehatan berkualitas hanya tersedia di luar negeri. “Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia juga memiliki layanan kesehatan yang berkualitas tinggi dan tidak kalah bersaing dengan negara lain,” tambahnya.

Sementara itu, Representatif Celltech Stemcells Center Jakarta, Dr. Iwan Budhiharto, menekankan pentingnya edukasi yang benar mengenai terapi stemcells. “Banyak klinik stemcells ilegal beroperasi di luar sana. Dengan hadirnya layanan ini, kami berharap masyarakat Batam bisa mendapatkan akses yang aman dan terpercaya,” jelasnya.

Dr. Iwan juga menyoroti keuntungan dari terapi stemcells bagi pasien. “Terapi ini dapat meningkatkan kualitas sel tubuh, terutama dalam bidang estetika yang membuat kulit lebih cerah dan tampak lebih muda. Selain itu, beberapa penyakit yang sebelumnya sulit diobati, seperti diabetes, stroke, dan down syndrome, kini dapat ditangani dengan stemcells,” terangnya.

Layanan yang dihadirkan Klinik D Fasung diklaim memenuhi standar internasional dengan teknologi quantum yang memastikan nol kontaminasi. “Dengan teknologi ini, sel yang digunakan lebih sehat dan hasilnya lebih optimal,” ujar Dr. Iwan.

Dengan hadirnya layanan stemcells di Batam, masyarakat kini memiliki alternatif perawatan kesehatan berkualitas tinggi tanpa harus pergi ke luar negeri. Klinik D Fasung berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Klinik D Fasung Resmikan Layanan Stemcells di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Hadapi Krisis Lingkungan, NGO Akar Bhumi Desak Pemerintah Bertindak

0
Lahan reklamasi yang dikerjakan oleh PT Blue Steel di Kampung Panau, Kabil, Nongsa. Foto. Hendrik untuk Batam Pos

batampos – Setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam pada 20 Februari kemarin, perhatian kini tertuju pada tantangan lingkungan yang semakin memburuk di wilayah Batam.

NGO Akar Bhumi Indonesia, menyoroti berbagai permasalahan lingkungan yang mengancam ekosistem dan kehidupan masyarakat pesisir. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi permasalahan ini.

Akar Bhumi mengungkapkan, selama periode 2020 hingga 2024, mereka telah melaporkan 31 kasus dugaan pelanggaran peraturan lingkungan hidup. Dari jumlah tersebut, 70 persen di antaranya terkait dengan reklamasi yang berdampak negatif terhadap masyarakat nelayan.

“Banyak nelayan mengalami kerugian ekonomi dan ancaman terhadap budaya maritim lokal akibat aktivitas reklamasi yang masif. Kehidupan mereka semakin terhimpit karena berkurangnya akses terhadap sumber daya laut,” kata Founder Akar Bhumi, Hendrik Hermawan, Sabtu (22/2).

Selain reklamasi, deforestasi dan degradasi lingkungan juga menjadi perhatian serius. Kerusakan hutan dan pesisir telah menurunkan daya dukung lingkungan di Batam, yang dikategorikan sebagai pulau kecil dengan luas di bawah 2.000 kilometer persegi.

Hendrik menyebut, kota ini rentan terhadap ancaman kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim serta penurunan daratan (land subsidence). Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin luas terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat.

Pada 22 Maret 2022 silam, Akar Bhumi telah memaparkan kondisi darurat lingkungan Batam di hadapan Komisi IV DPR RI. Pihaknya menyoroti krisis air, pesisir, hutan, dan sampah yang semakin memburuk.

Akar Bhumi mengidentifikasi beberapa faktor utama penyebab krisis ini, yakni rendahnya kesadaran masyarakat, lemahnya penegakan hukum, serta perubahan status hutan yang berakibat pada berkurangnya daya dukung lingkungan.

“Sebagai kota investasi, Batam menghadapi dilema besar antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Berbagai proyek investasi yang merusak lingkungan dinilai semakin memperparah kondisi masyarakat asli yang sudah lama termarginalisasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Akar Bhumi mendesak pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam kebijakan pembangunan. Tanpa keseimbangan ini, dampak lingkungan bisa semakin tidak terkendali.

Pemerintah Kepri dan Kota Batam kini dihadapkan pada tugas besar untuk memastikan kebijakan yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat pesisir. Langkah nyata dan tegas sangat diperlukan guna mengatasi krisis lingkungan yang semakin mendesak.

Selain pengawasan terhadap kebijakan, Akar Bhumi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kesadaran kolektif harus ditingkatkan agar lingkungan Batam tetap lestari.

“Euforia pelantikan telah usai, kini saatnya para pemimpin memenuhi janji mereka kepada masyarakat. Kami akan terus mengawasi dan menagih janji tersebut demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan rakyat,” kata Hendrik.

Bicara soal lingkungan di Batam, tentu sayang untuk tidak membahas soal sampah. Pengelolaan semrawut. Pemerintah pusing tujuh keliling menyelesaikan persoalan ini hingga kini.

Batam Pos sempat mewawancarai Rektor Universitas Raja Ali Haji (Umrah), Prof Agung Dhamar S mengenai masalah sampah tersebut. Ia menyebut bahwa penyelesaian masalah sampah harus dari hulu ke hilir.

Dia memberi contoh: plastik, merupakan bahan ramah lingkungan dan mudah didaur ulang. Persoalannya adalah masyarakat tidak memahami itu.

“Dalam meyakinkan masyarakat, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Enggak perlu kita khawatir. Proses pemilahan sampah inilah problem-nya. Kalau bisa dipilah dengan baik, maka akan mempermudah pekerjaan,” ujar nya.

Dalam manajemen pengelolaan sampah itu hindari memproduksi sampah. Masyarakat bisa indahkan itu, tapi tidak dilakukan secara konsisten. Apabila semua punya pemahaman yang sama, maka tak ada yang sulit.

Memang, kesadaran masyarakat haruslah tumbuh. Tetapi semua juga tergantung pada pemerintah. Pelayanan pengangkutan sampah kerap tertunda. Itu dikarenakan tak sedikit armada yang rusak, alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga demikian.

Sebagian besar TPA di Indonesia merupakan open dumping, atau tempat penimbunan sampah terbuka, sehingga menimbulkan masalah pencemaran lingkungan.

Data mengungkapkan bahwa 90 persen TPA dioperasikan dengan cara open dumping. Lalu, hanya 9 persen dengan controlled landfill, dan sanitary landfill. Perbaikan kondisi TPA inilah sangat diperlukan dalam pengelolaan sampah skala kota.

Sementara, untuk TPA di Batam, tepatnya di Punggur, masih dengan cara open dumping. Ada kekhawatiran soal tempat penampungan itu yang berkemungkinan tak mampu lagi menampung sampah.

Batam harus segera mengambil langkah konkret dalam menjaga lingkungan. Jika tidak, dampak jangka panjang bisa mengancam kesejahteraan generasi mendatang dan keberlanjutan wilayah ini. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Batam Hadapi Krisis Lingkungan, NGO Akar Bhumi Desak Pemerintah Bertindak pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri Razia Hotel dan Kos-kosan, Empat Orang Positif Narkoba

0
Polda Kepulauan Riau (Kepri) saat menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam, hotel, wisma, dan kos-kosan dalam rangka Operasi Antik Seligi 2025, Jumat (21/2) malam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Dalam upaya menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam, hotel, wisma, dan kos-kosan dalam rangka Operasi Antik Seligi 2025, Jumat (21/2) malam.

“Operasi yang berlangsung sejak pukul 23.00 WIB hingga 02.30 WIB ini menyasar sembilan lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkotika. Operasi ini melibatkan gabungan personel dari Ditresnarkoba Polda Kepri, dan lintas sektoral ,” kata Plt. Wadirresnarkoba Polda Kepri, AKBP Achmad Suherlan, Sabtu (22/2).

Suherlan menekankan pentingnya profesionalisme dan ketelitian dalam operasi ini. “Untuk memaksimalkan efektivitas, tim dibagi menjadi tiga kelompok dengan tugas yang terarah. Kami memastikan setiap lokasi yang menjadi target diperiksa secara menyeluruh agar hasil yang diperoleh benar-benar optimal,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, empat pengunjung dinyatakan positif menggunakan narkotika. Dua diantaranya terdeteksi di Hotel 888, sementara masing-masing satu orang ditemukan di kos-kosan Windsor, Hotel Bali, dan Panda Club.

“Para pengguna yang terindikasi hanya sebagai pemakai akan diarahkan ke rehabilitasi, sementara yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba akan diproses hukum sesuai peraturan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, pemeriksaan di Grand Dragon Pub & KTV, Formosa Pub & KTV, Wisma Polewali, Wisma Pendowo Lima, dan Hotel Terang Bintang tidak menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika oleh pengunjung. “Tes urine yang dilakukan di lokasi tidak menunjukkan adanya individu yang menggunakan narkoba,” ujarnya

Target razia meliputi Grand Dragon Pub & KTV, Hotel 888, Formosa Pub & KTV, Wisma Polewali, Wisma Pendowo Lima, kos-kosan Windsor, Hotel Bali, Panda Club, dan Hotel Terang Bintang.

Suherlan mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam pemberantasan narkotika dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. “Pencegahan dan pemberantasan narkotika bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat,” ujarnya

Operasi Antik Seligi 2025 akan terus digelar sebagai langkah preventif dalam memerangi peredaran narkotika di Kepulauan Riau. Aparat keamanan berkomitmen untuk menjaga wilayah ini dari ancaman narkoba demi masa depan yang lebih baik. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Polda Kepri Razia Hotel dan Kos-kosan, Empat Orang Positif Narkoba pertama kali tampil pada Metropolis.