Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 237

Konflik Timur Tengah Picu Ancaman Harga Pangan, DPD RI Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi

0

 

DPD RI membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas harga pangan menjelang Lebaran 2026 dalam sidang paripurna. F. Istimewa

batampos – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) meminta pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan menjelang Lebaran 2026.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin, mengatakan gejolak geopolitik global bisa berdampak langsung terhadap rantai pasok pangan dan daya beli masyarakat.

“Gejolak di Timur Tengah adalah alarm bagi semua negara. Pemerintah harus segera melakukan mitigasi agar kenaikan harga pangan tidak membebani masyarakat menjelang Lebaran,” ujarnya dalam Sidang Paripurna ke-8 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/3).

Baca Juga: THR Cair, Potongan Pajak Ikut Naik? Ini Penjelasan Mekanismenya

DPD RI juga menyoroti kondisi inflasi nasional. Per Februari 2026, inflasi tahunan tercatat mencapai 4,76 persen. Angka tersebut dinilai menjadi sinyal kewaspadaan terhadap ketahanan ekonomi keluarga dan pelaku UMKM di daerah.

Selain inflasi, Sultan menyinggung kondisi fiskal pemerintah. Saat ini defisit APBN mencapai Rp135,7 triliun, sehingga diperlukan kebijakan fiskal yang lebih cermat dan strategis.

“Dengan inflasi 4,76 persen, kuncinya adalah penguatan produksi pangan di daerah serta stabilitas distribusi. Jangan sampai rantai pasok terganggu di tengah ketidakpastian global,” tegas senator asal Bengkulu tersebut.

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, DPD RI juga meminta pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur serta layanan transportasi. Lonjakan mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan sehingga membutuhkan koordinasi lintas instansi.

Baca Juga: KPK Sita Aset Lebih dari Rp 100 Miliar dalam Kasus Kuota Haji

“Tujuan kita satu, memastikan jutaan pemudik bisa pulang dengan aman dan nyaman tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok,” tambahnya.

Dalam sidang yang sama, juga disampaikan Aspirasi Masyarakat Daerah (Asmasda) dari empat subwilayah.

Komite I menyoroti penguatan ASN, pemerataan infrastruktur komunikasi, dan tata kelola pembangunan daerah. Komite II menekankan isu ketahanan pangan dan konektivitas maritim.

Sementara Komite III menyoroti pemerataan layanan kesehatan, peningkatan keterampilan generasi muda, perluasan lapangan kerja, akses pendidikan, serta penguatan lembaga keagamaan.

Adapun Komite IV bersama BULD menyoroti dinamika ekonomi daerah, ketidakpastian hukum, serta perlunya penanganan kebijakan yang lebih terintegrasi. (*/adv)

Artikel Konflik Timur Tengah Picu Ancaman Harga Pangan, DPD RI Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi pertama kali tampil pada News.

Harga Minyak Global Naik Kemungkinan Berimbas ke Pariwisata, Pemko Sebut Kenaikan Biaya BBM Fery Tak Permanen

0
Sejumlah wisatawan turun dari bus saat tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos  – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan penambahan biaya bahan bakar pada tiket kapal feri rute Batam-Singapura tidak bersifat permanen. Kenaikan tersebut terjadi sebagai dampak meningkatnya harga BBM di pasar global.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menelusuri penyebab munculnya biaya tambahan pada tiket kapal.

“Dari hasil koordinasi kami, kenaikan ini semata-mata karena harga minyak yang meningkat. Mungkin dipengaruhi situasi konflik di Timur Tengah. Namun kondisi ini tidak permanen dan bisa berubah sewaktu-waktu,” katanya, Jumat (13/2).

Ia menjelaskan, bahwa struktur biaya operasional kapal tidak hanya bergantung pada bahan bakar. Berbagai komponen lain turut memengaruhi harga tiket, mulai dari biaya operasional kapal hingga biaya sandar di pelabuhan.

“Komponen tiket itu banyak, bukan hanya minyak. Ada juga biaya operasional lain seperti gaji pekerja, biaya tambat kapal, dan sebagainya,” katanya.

Ardi berharap, situasi global segera membaik sehingga biaya transportasi laut dapat kembali stabil. Di tengah kondisi tersebut, pelaku industri pariwisata di Batam diminta tetap optimistis terhadap prospek sektor pariwisata daerah.

Menurut dia, pemerintah daerah terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan daya tarik wisata, termasuk memperkuat konektivitas transportasi yang menunjang mobilitas wisatawan.

“Pariwisata memiliki tiga komponen utama, yaitu aksesibilitas, amenitas, dan atraksi. Saat ini kita terus memperkuat semuanya agar Batam tetap menarik bagi wisatawan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran pelaku industri perjalanan dan agen travel yang selama ini menjadi ujung tombak dalam mendatangkan wisatawan ke Batam.

Pemko Batam menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai sekitar 1,7 juta orang pada 2026. Target tersebut diharapkan tetap dapat dicapai meskipun situasi ekonomi global menghadirkan sejumlah tantangan.

“Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 cukup baik, bahkan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu kami berharap sektor pariwisata tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah,” kata Ardi.

Praktisi pariwisata Kepri, Surya Wijaya, melihat kenaikan biaya transportasi laut sebagai salah satu dampak awal dari konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah yang mulai memengaruhi perekonomian global.

“Perang Iran yang sudah berlangsung perlahan mulai memberikan efek kepada negara kita. Yang paling terasa adalah ekonomi yang mulai terdampak,” katanya.

Wilayah perbatasan seperti Batam yang bergantung pada arus wisatawan mancanegara cukup rentan terhadap gejolak ekonomi global. Ia menyebut dampak tersebut mulai terasa di sektor transportasi laut.

“Kemarin saja sudah ada empat kapal yang batal berangkat. Pengelola tidak berani berlayar karena Malaysia sudah menaikkan harga BBM,” ujarnya.

Surya juga melihat sinyal perlambatan ekonomi di negara tetangga. Saat melakukan kunjungan kerja ke Johor, aktivitas di sejumlah bazar Ramadan tidak seramai biasanya.

“Bazar Ramadan di Malaysia biasanya sangat ramai. Namun kali ini aktivitas belanja masyarakat terlihat lebih berhati-hati,” katanya.

Menurut dia, pemerintah Malaysia juga telah mengimbau masyarakat untuk berhemat karena potensi kenaikan harga bahan bakar akibat dampak konflik global.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi jumlah wisatawan dari Malaysia yang berkunjung ke Batam dan wilayah lain di Kepulauan Riau.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam mencapai sekitar 1,7 juta orang pada 2026, sementara target tingkat provinsi mencapai 2,7 juta kunjungan. Surya menyebut, situasi global saat ini dapat menjadi tantangan bagi pencapaian target tersebut.

“Kondisi ini kemungkinan baru benar-benar terasa setelah Ramadan. Industri dan pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan berbagai program untuk menarik wisatawan,” kata dia.

Ia juga mengingatkan bahwa ekosistem pariwisata mencakup integrasi berbagai unsur, mulai dari atraksi wisata, akomodasi, transportasi, layanan pendukung hingga keterlibatan masyarakat lokal.

“Ekosistem pariwisata adalah integrasi antara atraksi, akomodasi, transportasi, layanan pendukung dan masyarakat lokal yang didukung pemerintah dan swasta,” katanya.

Artikel Harga Minyak Global Naik Kemungkinan Berimbas ke Pariwisata, Pemko Sebut Kenaikan Biaya BBM Fery Tak Permanen pertama kali tampil pada Metropolis.

PLP Tanjunguban Turunkan 11 Kapal Patroli Amankan Angkutan Laut saat Lebaran

0
Plt Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjunguban, Alfaizul, memasang tanda pengawasan angkutan laut Lebaran 2026 kepada personel saat apel kesiapan, Jumat (13/3). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjunguban mengerahkan 9 unit kapal negara dan 2 kapal cepat untuk melakukan pengawasan serta pengamanan angkutan laut selama periode Lebaran 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan, keamanan, serta kelancaran pelayaran selama masa libur Idulfitri di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Pelaksana Tugas Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjunguban, Alfaizul, mengatakan pengerahan armada ini merupakan bagian dari kesiapan pihaknya dalam mendukung penyelenggaraan angkutan laut Lebaran.

“Sebanyak 9 kapal negara dan 2 kapal cepat telah kami kerahkan untuk pengawasan dan pengamanan angkutan laut Lebaran 2026,” ujar Alfaizul usai apel kesiapan dan pelepasan kapal negara di Dermaga Pangkalan PLP Kelas II Tanjunguban, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, kapal-kapal tersebut ditempatkan di sejumlah sektor operasi yang mencakup wilayah perairan strategis di Kepulauan Riau.

Untuk wilayah Dumai diawasi oleh KN Kalimasadha P.115. Sementara perairan Batam dipantau oleh KN Sarotama P.112, KN 544, KN 546, dan KN 464.

Pengawasan di perairan Tanjung Balai Karimun dilakukan oleh KN Rantos P.210 dan KN 547. Sedangkan perairan Tanjungpinang dijaga oleh KN 543, serta wilayah Kijang diawasi oleh KN 406.

Adapun kawasan perairan Tanjunguban dipantau oleh kapal cepat RB 027 dan RB 014.

Dalam operasi pengamanan ini, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjunguban juga melibatkan 113 personel yang terdiri dari 71 kru kapal dan 42 staf kantor.

Alfaizul berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas secara optimal sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan laut selama Lebaran dapat merasa aman dan nyaman.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi aturan keselamatan saat beraktivitas di laut.

“Sebagaimana arahan Dirjen Hubla, kami terus berkoordinasi, bersinergi dan berkolaborasi untuk memitigasi potensi gangguan selama angkutan laut Lebaran 2026,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan akan terus memantau situasi perairan selama masa libur Lebaran dan siap memberikan bantuan jika diperlukan.

“Masyarakat dapat menghubungi Pangkalan PLP Tanjunguban apabila membutuhkan informasi atau bantuan terkait keselamatan pelayaran,” pungkasnya. (*)

Artikel PLP Tanjunguban Turunkan 11 Kapal Patroli Amankan Angkutan Laut saat Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.

OJK Kepri Perkuat Literasi Keuangan Syariah bagi Perempuan dan Keluarga dari Pinjol Ilegal

0
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya saat menyampaikan sambutan terkait Sicantiks. F. Istimewa

batampos – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui pemberdayaan perempuan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan keluarga sekaligus membentengi masyarakat dari ancaman investasi ilegal dan pinjaman online ilegal menjelang Hari Raya Idulfitri.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program Sicantiks (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah).

Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya mengatakan peran strategis perempuan dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Menurut dia, ibu rumah tangga kerap menjadi pengelola utama keuangan keluarga sehingga pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan yang legal menjadi hal krusial.

“Ibu yang cerdas secara finansial merupakan benteng pertama keluarga. Sebagai ‘Menteri Keuangan’ rumah tangga, pemahaman terhadap produk keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan menjadi kunci agar anggaran keluarga tidak terjebak pada investasi ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan,” kata Sinar, Jumat (13/3).

Sinar juga memaparkan bahwa perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kepulauan Riau menunjukkan tren positif.

Hingga periode terakhir, pembiayaan perbankan syariah di daerah itu tumbuh 12,13 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang mencapai 9,66 persen.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah di Kepulauan Riau meningkat 15,19 persen (yoy), melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 10,19 persen.

“Di sisi lain, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) sebesar 1,35 persen,” ujarnya.

Meski demikian, OJK mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penawaran pinjaman online ilegal yang biasanya meningkat selama Ramadan.

“Hingga Desember 2025, OJK Kepulauan Riau menerima sekitar 280 laporan terkait pinjaman online ilegal serta ribuan laporan dugaan penipuan digital (scam),” katadia

Secara nasional, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menghentikan operasional ribuan entitas keuangan ilegal sepanjang 2025. Pada awal 2026, satgas tersebut kembali menutup 953 entitas ilegal.

“Selama Ramadan biasanya muncul berbagai penawaran dana cepat melalui pinjol ilegal. Kami mengimbau masyarakat, khususnya para ibu sebagai pengelola keuangan keluarga, agar tidak terjebak pada kebutuhan konsumtif sesaat dan selalu menggunakan layanan keuangan dari lembaga yang berizin resmi,” ujar Sinar.

Selain itu, OJK juga mengingatkan masyarakat untuk memahami risiko produk investasi, termasuk produk berbasis emas. Hingga Februari 2026, pengelolaan emas oleh lembaga jasa keuangan seperti Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) tercatat mencapai 153,05 ton.

OJK menyatakan produk Tabungan Emas saat ini belum dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga masyarakat perlu memahami karakteristik dan risiko produk tersebut sebelum bertransaksi (*)

Artikel OJK Kepri Perkuat Literasi Keuangan Syariah bagi Perempuan dan Keluarga dari Pinjol Ilegal pertama kali tampil pada Metropolis.

PN Tanjungpinang Turun ke Jalan Bagikan Takjil Sambil Kampanye Antikorupsi

0
Petugas Pengadilan Negeri Tanjungpinang membagikan paket takjil kepada pengendara saat kegiatan kampanye anti korupsi di Jalan Bandara Tanjungpinang, Kamis (12/3). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pengadilan Negeri Tanjungpinang menggelar kampanye antikorupsi dengan turun langsung ke jalan sambil membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas di Jalan Bandara Tanjungpinang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi komitmen lembaga peradilan untuk menerapkan prinsip zero suap dan zero gratifikasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Aksi yang berlangsung di bulan Ramadan itu dipimpin langsung oleh pimpinan Pengadilan Negeri Tanjungpinang dan diikuti para hakim, panitera, serta pegawai pengadilan.

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Fausi, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menegaskan komitmen lembaga dalam memberikan pelayanan hukum yang bersih dan transparan.

“Kami mengkampanyekan anti korupsi dan menegaskan bahwa PN Tanjungpinang berkomitmen zero gratifikasi dan zero suap. Kami melayani masyarakat dengan ikhlas dan tulus,” kata Fausi, Kamis (12/3).

Selain sosialisasi, para hakim dan pegawai pengadilan juga membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum menyambut Idulfitri sekaligus mempererat hubungan antara lembaga peradilan dan masyarakat.

Fausi juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mencari keadilan melalui pengadilan. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka menerima laporan apabila terdapat oknum yang melakukan pelanggaran dalam pelayanan hukum.

“Kami terbuka kepada masyarakat, baik melalui layanan online maupun offline. Kami siap melayani masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pengadilan Negeri Tanjungpinang berharap masyarakat semakin percaya terhadap lembaga peradilan yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi. (*)

Artikel PN Tanjungpinang Turun ke Jalan Bagikan Takjil Sambil Kampanye Antikorupsi pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Batam Mendominasi, UPTD PPA Tangani 44 Laporan Awal 2026

0
Ilustrasi kekerasan anak. f istimewa

batampos – Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Kota Batam. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Batam mencatat sebanyak 44 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD PPA Batam, Dedy Suryadi, mengatakan mayoritas kasus yang ditangani merupakan kekerasan seksual, khususnya yang menimpa anak.

“Dari total 44 kasus yang kami tangani hingga Februari 2026, sebanyak 36 kasus merupakan kekerasan seksual,” ujarnya, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, pada Januari 2026 UPTD PPA Batam menerima 30 laporan kasus. Dari jumlah tersebut, dua korban merupakan perempuan dan 28 korban adalah anak.

Dari 28 kasus yang menimpa anak, sebanyak 25 kasus merupakan kekerasan seksual. Selain itu terdapat dua kasus sengketa hak asuh anak dan satu kasus kekerasan fisik.

Sementara untuk korban perempuan, terdapat dua kasus yang terdiri dari satu kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan satu kasus kekerasan seksual.

Memasuki Februari 2026, jumlah laporan yang diterima mencapai 14 kasus. Kasus tersebut terdiri dari enam korban perempuan dan delapan korban anak.

“Untuk korban anak di Februari, seluruhnya merupakan kasus kekerasan seksual,” jelasnya.

Sedangkan pada korban perempuan terdapat dua kasus kekerasan seksual, dua kasus sengketa hak asuh anak, satu kasus KDRT, serta satu kasus kekerasan psikis.

Selain menangani laporan kasus, UPTD PPA Batam juga memberikan berbagai layanan pendampingan bagi korban, termasuk membantu proses visum sebagai bukti dalam proses hukum.

“Untuk proses visum yang sudah kami dampingi hingga saat ini ada sekitar 24 kasus, baik untuk korban anak maupun perempuan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa proses pendampingan terhadap korban tidak berlangsung singkat. Dalam banyak kasus, pendampingan dapat berlangsung hingga enam bulan atau lebih sampai perkara diputuskan di pengadilan.

“Pelayanan di UPTD PPA tidak seperti berobat ke dokter yang selesai setelah diberi obat. Kami melakukan pendampingan mulai dari proses visum, pemulihan psikologis, hingga pendampingan saat proses persidangan,” ujarnya.

Selain penanganan kasus yang masuk ke ranah hukum, UPTD PPA juga membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan sebelum memutuskan langkah hukum.

“Tidak semua yang datang langsung melaporkan kasus. Ada juga yang hanya berkonsultasi atau meminta pendampingan terlebih dahulu untuk menentukan apakah kasusnya perlu dilanjutkan ke proses hukum atau tidak,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak agar dapat segera ditangani.

“Jika ada kekerasan terhadap anak, sebaiknya segera dilaporkan agar pelaku bisa diproses secara hukum dan memberikan efek jera,” katanya.(*)

Artikel Kasus Kekerasan Seksual Anak di Batam Mendominasi, UPTD PPA Tangani 44 Laporan Awal 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiket Ferry Batam–Singapura Kena Fuel Surcharge Rp65 Ribu, Dishub Kepri Minta Penundaan

0
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau menyebut adanya biaya tambahan atau fuel surcharge pada tiket kapal feri rute Batam–Singapura. Biaya tambahan tersebut mencapai sekitar Rp65 ribu per penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi, mengatakan biaya tambahan itu telah diumumkan oleh operator kapal yang melayani rute internasional dari Batam menuju Singapura.

“Ini bukan tarif tiket, tetapi cas tambahan di luar harga tiket,” kata Junaidi di Tanjungpinang, Jumat (13/3).

Menurutnya, pihak Dishub Kepri telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat dan akan menyampaikan informasi tersebut kepada pemerintah pusat.

Junaidi menjelaskan bahwa kewenangan penetapan biaya tambahan untuk tiket kapal internasional berada di pemerintah pusat. Meski begitu, pihaknya masih berupaya agar penerapan biaya tambahan tersebut dapat ditunda.

“Untuk sementara ini hanya berlaku bagi rute ke Singapura. Namun kami masih mencoba agar cas tambahan ini bisa ditunda,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan biaya tambahan tersebut dipengaruhi oleh kondisi global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia.

Selain itu, kapal feri internasional menggunakan bahan bakar komersial, bukan BBM subsidi, sehingga perubahan harga energi langsung mempengaruhi biaya operasional.

“Saat ini harga tiket Batam–Singapura sekitar Rp720.000 untuk tiket pulang pergi, ditambah cas Rp65 ribu dari Batam dan sekitar 6 dolar dari Singapura,” jelasnya.

Kenaikan harga BBM global mulai berdampak pada sektor transportasi laut di kawasan perbatasan. Sejumlah operator kapal feri yang melayani rute internasional seperti Batam–Singapura dan Batam–Malaysia kini menerapkan fuel surcharge kepada penumpang sebagai penyesuaian biaya operasional. (*)

Artikel Tiket Ferry Batam–Singapura Kena Fuel Surcharge Rp65 Ribu, Dishub Kepri Minta Penundaan pertama kali tampil pada Kepri.

Amsakar Terbitkan 2 Surat Edaran Kesiapsiagaan Lebaran, Ini Penjelasannya

0
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

batampos– Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menerbitkan dua surat edaran terkait kesiapsiagaan menghadapi perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat selama masa libur Lebaran di Batam.

Kedua regulasi itu yakni Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan dalam rangka perayaan Hari Raya Idulfitri dan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 mengenai Antisipasi Keamanan dan Kenyamanan di Objek Wisata selama masa libur Lebaran.
Menurut Amsakar, periode Idulfitri setiap tahun diikuti lonjakan mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan mudik, berkunjung ke pusat keramaian, maupun mendatangi destinasi wisata.
“Karena itu kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keamanan lingkungan masing-masing, terutama bagi warga yang akan meninggalkan rumah untuk mudik,” kata Amsakar, Kamis (12/3).
Ia meminta warga yang bepergian dalam waktu cukup lama melapor kepada ketua RT atau RW setempat serta memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Langkah pencegahan seperti mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan dan mencabut regulator gas juga dianjurkan guna mengurangi risiko kebakaran.
Selain itu, kendaraan yang ditinggalkan selama mudik disarankan dititipkan kepada pihak yang dipercaya atau di kantor kepolisian terdekat apabila tersedia fasilitas penitipan.
Bagi warga yang tetap berada di Batam, pemerintah meminta partisipasi dalam menjaga sistem keamanan lingkungan. Pengawasan terhadap rumah kosong serta penerapan sistem satu pintu keluar-masuk (one gate system) pada waktu tertentu dianjurkan untuk memudahkan pemantauan aktivitas warga maupun tamu.
Edaran itu juga memuat pengaturan kegiatan keagamaan selama malam takbiran hingga pelaksanaan salat Idulfitri. Pemerintah mengimbau agar takbiran dilaksanakan di masjid atau musala secara khidmat dan tertib.
Apabila masyarakat menggelar takbir keliling, kegiatan tersebut diminta memperhatikan keselamatan peserta serta tidak mengganggu ketertiban umum.
“Masyarakat juga diimbau meminimalkan penggunaan petasan atau bahan peledak lainnya karena berpotensi membahayakan keselamatan serta mengganggu ketenteraman lingkungan,” ujar dia.
Pengurus masjid dan musala diminta berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat agar rangkaian kegiatan keagamaan berlangsung lancar.
Di sisi lain, pemerintah juga meminta pengelola pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan destinasi wisata meningkatkan pengawasan selama libur Lebaran. Pengelola diminta memastikan seluruh wahana permainan dalam kondisi layak pakai, tidak melebihi kapasitas, serta dilengkapi sarana keselamatan seperti jalur evakuasi dan alat pemadam kebakaran.
Pimpinan perkantoran dan satuan pendidikan juga diimbau menyiagakan petugas keamanan selama masa libur. Pengawasan terhadap kondisi bangunan, pemutusan aliran listrik pada peralatan yang tidak digunakan, serta kesiapan sistem proteksi kebakaran menjadi bagian dari langkah pencegahan.
Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan masyarakat selama Lebaran. Upaya tersebut antara lain melalui penguatan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Selain itu, pemerintah menyiagakan posko koordinasi, meningkatkan kesiapan layanan transportasi, serta memastikan kelayakan angkutan umum melalui pemeriksaan kendaraan atau ramp check.
Layanan darurat juga disiagakan selama masa libur. Rumah sakit dan puskesmas tetap membuka layanan unit gawat darurat selama 24 jam.
“Masyarakat yang menghadapi keadaan darurat seperti kebakaran, gangguan keamanan, atau kondisi medis dapat menghubungi layanan darurat Batam Siaga melalui call center 112,” kata Amsakar.
Sementara melalui Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026, pemerintah mengatur langkah antisipasi keamanan dan kenyamanan di objek wisata di Batam selama libur Idulfitri.
Amsakar mengatakan, masa libur Lebaran selalu diikuti peningkatan jumlah kunjungan ke berbagai destinasi wisata, khususnya kawasan pantai yang menjadi tujuan favorit wisatawan.
“Karena itu kami mengimbau seluruh pengelola objek wisata dan pelaku usaha pariwisata meningkatkan pengawasan, menjaga kebersihan, serta memastikan fasilitas keselamatan bagi para pengunjung tersedia dengan baik,” ujarnya.
Surat edaran tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. Kebijakan ini juga merujuk pada surat edaran Menteri Pariwisata mengenai penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman dan nyaman selama masa libur Idulfitri.
Melalui ketentuan itu, pengelola objek wisata diwajibkan menyediakan peralatan keselamatan di lokasi wisata serta menyiapkan petugas pengawas yang memantau aktivitas pengunjung, terutama di kawasan pantai.
Pengaturan lalu lintas kendaraan dan area parkir juga diminta dilakukan secara tertib guna mencegah kepadatan di kawasan wisata.
Pengelola destinasi wisata juga diingatkan menjaga kebersihan lingkungan dengan menyediakan tempat sampah yang memadai serta mengelola kawasan wisata agar tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung.
Selain itu, pengelola diminta memantau perkembangan cuaca dengan memperhatikan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, terutama terkait potensi hujan lebat atau angin kencang yang dapat memengaruhi keselamatan pengunjung.
“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas. Karena itu pengelola juga perlu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat dan aparat kepolisian untuk mengantisipasi jika terjadi keadaan darurat di lokasi wisata,” kata Amsakar.(*)

Artikel Amsakar Terbitkan 2 Surat Edaran Kesiapsiagaan Lebaran, Ini Penjelasannya pertama kali tampil pada Metropolis.

Belasan Lampu PJU Tarempa Selatan Padam Hampir Setahun, Warga Khawatir Kecelakaan

0
Kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam di kawasan Tarempa Selatan. Pada malam hari, ruas jalan di kawasan tersebut gelap gulita karena minimnya penerangan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Tarempa Selatan dilaporkan padam hampir satu tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat ruas jalan di wilayah itu gelap gulita pada malam hari dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.

Minimnya penerangan membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas, terutama di sejumlah titik yang memiliki tikungan tajam. Situasi ini berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas bagi pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas pada malam hari.

Sejumlah warga mengaku sudah cukup lama merasakan kondisi jalan yang gelap di jalur tersebut dan berharap perbaikan segera dilakukan agar aktivitas masyarakat kembali aman.

Salah seorang warga setempat, Prengky Tanjung, mengatakan kondisi jalan tanpa penerangan membuat masyarakat tidak nyaman saat bepergian pada malam hari.

“Suasananya gelap, jadi takut kalau mau keluar sendirian. Apalagi di bagian tikungan, takut dari arah berlawanan ada motor datang dan bisa menabrak,” ujar Prengky, Jumat (13/3).

Ia memperkirakan terdapat belasan unit lampu PJU yang padam di sepanjang jalur tersebut. Lampu-lampu yang tidak berfungsi itu berada mulai dari kawasan kuburan Cina di bawah Bukit Tengkorak hingga jalur menanjak menuju kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas.

Meski masih ada beberapa lampu yang menyala, jumlahnya sangat terbatas sehingga tidak mampu menerangi seluruh ruas jalan.

Menurut Prengky, lampu PJU yang terpasang di kawasan tersebut menggunakan sistem tenaga surya. Namun hingga kini warga belum mengetahui penyebab pasti lampu-lampu tersebut tidak berfungsi.

“Kelihatannya pakai panel surya. Kami juga tidak tahu kenapa bisa padam, apakah komponennya dicuri atau rusak. Yang jelas sudah hampir setahun lampu ini tidak menyala,” katanya.

Sementara itu, pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) memberikan penjelasan terkait status lampu penerangan jalan tersebut.

Humas Balai Pengelola Transportasi Darat Kepulauan Riau, Ponco Kasogi, mengatakan lampu PJU di kawasan Tarempa Selatan masih tercatat sebagai aset milik BPTD Riau.

Hal itu karena lampu tersebut dipasang sebelum terbentuknya BPTD Kepulauan Riau yang saat ini mengelola wilayah setempat.

“Barusan kami koordinasi dengan bagian teknis. Itu masih aset BPTD Riau, sebelum pecah menjadi BPTD Kepri. Untuk kelanjutannya akan diproses bersama tim teknis,” ujar Ponco.

Masyarakat berharap perbaikan lampu penerangan jalan tersebut dapat segera dilakukan agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga serta aktivitas warga pada malam hari bisa berlangsung lebih aman. (*)

Artikel Belasan Lampu PJU Tarempa Selatan Padam Hampir Setahun, Warga Khawatir Kecelakaan pertama kali tampil pada Kepri.

AirAsia Hubungkan Batam–Kuala Lumpur, 180 Penumpang di Penerbangan Perdana

0
Pesawat Air Asia mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Jumat (13/3/2026). F. M Syahban/ Batam Pos

batampos – Suasana Bandara Internasional Hang Nadim Batam tampak lebih semarak, Jumat (13/3/2026) pagi. Sebuah pesawat berwarna merah milik maskapai AirAsia bersiap mengudara, menandai penerbangan perdana rute internasional Batam–Kuala Lumpur.

‎Momen tersebut dikemas dalam Inauguration Ceremony AirAsia Batam (BTH) – Kuala Lumpur (KUL) yang digelar di terminal Bandara Hang Nadim. Penerbangan ini menjadi rute langsung terbaru yang menghubungkan Batam dengan ibu kota Malaysia.

‎Maskapai AirAsia Malaysia melayani rute Batam–Kuala Lumpur menggunakan pesawat Boeing B737-8 dengan frekuensi satu kali penerbangan setiap hari.

‎Pada penerbangan perdana ini, pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan AK0471 berangkat dari Batam sekitar pukul 08.45 WIB dan dijadwalkan tiba di Kuala Lumpur International Airport pada pukul 10.55 waktu setempat.

‎Direktur Pemasaran PT BIB , Doosun Choi, mengatakan penerbangan perdana tersebut cukup diminati penumpang.

‎Tercatat 180 penumpang berangkat dari Batam menuju Kuala Lumpur. Sementara untuk penerbangan sebaliknya dari Kuala Lumpur menuju Batam terdapat 136 penumpang.

‎“Untuk penerbangan dari Batam ada 180 penumpang, sementara dari Kuala Lumpur ke Batam ada 136 penumpang,” kata Jeson saat konferensi pers di Bandara Hang Nadim Batam.

‎Ia menjelaskan penerbangan rute ini akan beroperasi setiap hari dalam sepekan. “Penerbangan dari Kuala Lumpur ke Batam sekitar pukul 08.00 pagi, sementara dari Batam ke Kuala Lumpur sekitar pukul 08.40 pagi,” ujarnya.

‎Durasi penerbangan dari Batam ke Kuala Lumpur relatif singkat, kurang lebih satu jam perjalanan udara.

‎Head of Commercial AirAsia Malaysia, NurLiyana Binti Mahizzam, mengatakan untuk saat ini penerbangan Batam–Kuala Lumpur hanya tersedia satu kali pulang pergi setiap hari. “Hari ini tidak ada tambahan penerbangan. Tapi rute ini tersedia setiap hari,” katanya.

‎Ia menjelaskan AirAsia menggunakan konsep satu kelas penerbangan, yaitu kelas ekonomi. “AirAsia hanya memiliki satu kelas, semuanya ekonomi,” ujarnya.

‎Menjelang musim Lebaran, AirAsia juga menyiapkan sejumlah promo tiket bagi calon penumpang. “Promo selalu ada. Informasinya bisa dilihat di AirAsiaMove atau AirAsia.com,” katanya.

‎Saat ditanya kemungkinan penambahan rute baru dari Batam, NurLiyana mengatakan belum ada rencana dalam waktu dekat. Namun dari Kuala Lumpur penumpang bisa melanjutkan penerbangan ke berbagai negara lain. ‎“Dari Kuala Lumpur bisa terbang ke banyak tujuan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, menyambut positif pembukaan rute tersebut. Menurutnya penerbangan langsung Batam–Kuala Lumpur akan membuka peluang lebih besar bagi kunjungan wisatawan mancanegara.

‎“Ini bisa mendongkrak wisatawan yang datang dan berkunjung ke Batam,” kata Ardiwinata.(*)

Artikel AirAsia Hubungkan Batam–Kuala Lumpur, 180 Penumpang di Penerbangan Perdana pertama kali tampil pada Metropolis.