Kamis, 18 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2370

Perbaikan Jalan Rusak di Marina City Dimulai, Warga Harapkan Perbaikan Menyeluruh

0
Penambalan jalan rusak di Marina.
foto: Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota Batam memulai perbaikan jalan rusak di kawasan Marina City. Perbaikan ini dilakukan dengan metode tambal sulam sebagai langkah sementara untuk menanggapi keluhan masyarakat terhadap banyaknya jalan berlubang yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Pekerjaan penambalan dimulai dari arah simpang Basecamp dan direncanakan akan terus berlanjut hingga kawasan wisata Marina. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan bahwa perbaikan dengan metode tambal sulam ini dilakukan secara mobile di berbagai ruas jalan yang mengalami kerusakan di Kota Batam.

Menurut Suhar, perbaikan menyeluruh terhadap jalan-jalan yang mengalami kerusakan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan anggaran yang tersedia pada tahun ini. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Batam agar lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Sepanjang jalan Marina City, ditemukan banyak titik yang mengalami kerusakan berupa lubang-lubang yang cukup besar. Kerusakan ini disebabkan oleh tingginya volume lalu lintas di kawasan tersebut serta keberadaan kendaraan berat seperti truk pengangkut material tanah yang melintas setiap hari. Selain itu, curah hujan tinggi pada awal tahun ini juga menyebabkan jalan di simpang Perumahan Jupiter jebol, hingga membentuk lubang yang menembus gorong-gorong.

Masyarakat sekitar menyampaikan harapan agar perbaikan jalan tidak hanya dilakukan dengan metode tambal sulam, melainkan peningkatan secara menyeluruh. Jalan yang menghubungkan Marina City hingga Jalan Ahmad Dahlan Seiteming juga mengalami banyak kerusakan dan memerlukan perhatian lebih dari pemerintah.

Yanto, seorang warga Marina, mengatakan bahwa perbaikan jalan dengan metode tambal sulam sudah sering dilakukan sebelumnya, namun hanya bertahan dalam waktu yang relatif singkat. Dia menilai bahwa kualitas tambalan jalan tidak sebanding dengan aspal lama, sehingga jalan menjadi tidak rata dan akhirnya kembali berlubang dalam waktu singkat.

Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan ini, perlu dilakukan pengerjaan permanen dengan pengaspalan ulang yang didahului oleh pengerasan jalan. Dengan begitu, ketahanan jalan akan lebih baik dan tidak cepat mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Selain itu, warga juga berharap agar pemerintah mempertimbangkan pelebaran jalan di beberapa titik yang sering mengalami kemacetan. Mengingat jalur ini merupakan jalur ramai yang menghubungkan berbagai kawasan penting di Batam, perhatian lebih dari pemerintah sangat dibutuhkan.

Meskipun perbaikan sementara sudah dimulai, warga tetap menanti solusi jangka panjang yang lebih efektif dalam mengatasi permasalahan jalan rusak. Perbaikan secara menyeluruh akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di kawasan Marina City dan sekitarnya.

Pemerintah Kota Batam diharapkan dapat mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mempercepat perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan, sehingga keluhan masyarakat dapat segera teratasi dan aktivitas ekonomi serta pariwisata di kawasan tersebut tidak terganggu akibat kondisi jalan yang buruk. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Perbaikan Jalan Rusak di Marina City Dimulai, Warga Harapkan Perbaikan Menyeluruh pertama kali tampil pada Metropolis.

Dinkes Batam: 90 Persen Jemaah Haji Sudah Penuhi Syarat Istitha’ah Kesehatan

0
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam, Meldasari. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini kembali mensyaratkan adanya surat istitha’ah kesehatan. Surat tersebut dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Batam dan diinput melalui aplikasi Siskohatkes Kemenag.

Setelah diinput di Siskohatkes, data istitha’ah kesehatan jemaah calon haji akan diteruskan ke bank penerima setoran BPIH. Artinya, tanpa surat istitha’ah kesehatan, seorang jemaah tidak dapat melunasi biaya pelunasan haji (BPIH).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam, Meldasari, menjelaskan bahwa aturan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/508/2024 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/2118/2023 mengenai Standar Teknis Pemeriksaan Kesehatan dalam rangka penetapan status istitha’ah kesehatan jemaah haji serta pelaksanaan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan jemaah haji tahun 2025 M/1446 H.

“Jemaah haji reguler yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syarat istitha’ah kesehatan hampir 90 persen dari total kuota haji di Batam,” ujarnya, Kamis (20/2).

Menurut Melda, dari data yang masuk, sebanyak 653 calon jemaah telah menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, 572 jemaah atau 90 persen telah memperoleh berita acara istitha’ah kesehatan, sementara 81 lainnya masih menunggu tahap pengobatan agar dinyatakan memenuhi syarat.

“Jumlah ini akan terus bertambah karena pemeriksaan kesehatan jemaah masih berlangsung,” tambahnya.

Pemeriksaan istitha’ah dilakukan secara berjenjang, dimulai dari puskesmas, kemudian dilanjutkan ke rumah sakit, dan hasil akhirnya kembali diinput ke puskesmas untuk menentukan apakah jemaah tersebut layak berangkat haji.

“Ada sembilan penyakit yang tidak diizinkan untuk berangkat haji, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/508/2024,” jelas Meldasari.

Kesembilan penyakit tersebut adalah penyakit jantung, penyakit paru-paru, penyakit hati, penyakit ginjal, kanker, tuberkulosis (TB), penyakit autoimun yang tidak terkontrol, serta penyakit menular aktif yang belum diobati dengan baik.

“Namun, bukan berarti jemaah dengan penyakit tertentu langsung tidak bisa berangkat. Misalnya, jemaah dengan TB yang masih dalam tahap pengobatan bisa menunggu hingga dinyatakan sembuh sebelum batas waktu pelunasan BPIH,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sebagian jemaah yang dinyatakan istitha’ah juga memerlukan pendampingan obat, seperti bagi mereka yang memiliki hipertensi. Dalam kasus ini, surat istitha’ah tetap dapat dikeluarkan dengan catatan jemaah harus menjalani pengobatan dan pemantauan kesehatan selama proses keberangkatan hingga kepulangan haji.

“Kalau yang seperti ini kita buatkan istitaah pendampingan, ” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Dinkes Batam: 90 Persen Jemaah Haji Sudah Penuhi Syarat Istitha’ah Kesehatan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ratusan Pelamar PPPK Batam Gugur, Masa Sanggah Dibuka

0
Kepala BKPSDM Kota Batam, Hasnah. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

batampos – 322 pelamar calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah.

Dari total pelamar yang gagal dalam seleksi administrasi tersebut, sebanyak 309 berasal dari formasi teknis, sembilan dari formasi tenaga kesehatan, dan empat dari formasi guru. Mayoritas ketidaklolosan disebabkan oleh ketidaksesuaian pengalaman dengan formasi yang dipilih, kurangnya masa kerja minimal dua tahun, serta ketidaksesuaian kualifikasi pendidikan.

Sebagai bentuk transparansi, pemerintah membuka masa sanggah bagi peserta yang tidak lolos seleksi administrasi. Masa sanggah ini berlangsung pada 19–21 Februari 2025 melalui aplikasi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang disediakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sementara itu, sekitar 1.000 tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemko Batam dipastikan mengikuti tahapan seleksi PPPK tahap kedua. Hasnah menyebutkan bahwa hampir seluruh tenaga honorer ikut serta dalam tahap ini, meskipun ada beberapa yang tidak dapat berpartisipasi.

“Salah satu contohnya adalah peserta yang lupa melakukan submit pendaftaran. Karena itu, mereka tidak bisa mengikuti seleksi,” ujar Hasnah, Kamis (20/2).

Jika seluruh tahapan seleksi PPPK tahap kedua selesai, BKPSDM akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan jumlah tenaga honorer yang tersisa. Data ini penting untuk mengetahui jumlah pegawai yang masih berstatus tenaga honorer setelah kedua tahap seleksi rampung.

(*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Ratusan Pelamar PPPK Batam Gugur, Masa Sanggah Dibuka pertama kali tampil pada Metropolis.

Tradisi Bekarang Berperan Menjaga Lingkungan dan Ekosistem Laut, Warisan Turun-temurun dan Kearifan Lokal di Tanjungpinang yang Tetap Lestari

0

Sebagai Ibu Kota Kepri, Tanjungpinang memiliki berbagai tradisi, budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi unik yang masih lestari hingga kini adalah bekarang.

***

Sejumlah anak-anak tengah bekarang saat air laut surut di depan Taman Tugu Pensil Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

Tradisi bekarang merupakan kegiatan menangkap hasil kekayaan laut yang dilakukan secara bersama-sama atau beramai-ramai di perairan atau laut dangkal saat air laut surut.

Bekarang dipercaya telah dilakukan oleh masyarakat Tanjungpinang sejak zaman dahulu. Aktivitas ini biasanya dilakukan bersama-sama, baik laki-laki, perempuan, tua maupun anak muda.

Secara bersama-sama, masyarakat pesisir akan turun ke pesisir dengan peralatan sederhana seperti cangkul kecil, ember, dan jaring untuk mengumpulkan hasil laut.

Selain sebagai aktivitas ekonomi yang membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, bekarang juga menjadi ajang kebersamaan dan mempererat hubungan sosial dan silaturahmi di masyarakat.

Selain menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat pesisir, tradisi ini juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ekosistem laut.

Tak hanya itu, tradisi bekarang tidak hanya sebatas mencari sumber makanan atau mengumpulkan hasil tangkapan laut yang kaya, namun juga berkontribusi pada pelestarian ekosistem laut.

Salah seorang warga Tanjungpinang yang cukup sering bekarang yakni Zupri (35), mengatakan bekarang di saat air laut surut, alat yang dibutuhkan relatif sederhana.

Hanya mengutamakan tangan, menggunakan jaring serta wadah seperti ember sebagai tempat menyimpan hasil tangkapan. Kemudian menggunakan penutup kaki agar tidak terinjak batu karang tajam dan hewan laut yang beracun seperti bulu babi.

Zupri menjelaskan, tempat yang strategis untuk bekarang di Tanjungpinang biasanya di pinggir laut dangkal hingga agak ke tengah laut saat air surut.

“Di Tanjungpinang, biasanya masyarakat memanfaatkan air surut di depan Taman Tugu Pensil Tanjungpinang dan di Tanjung Siambang Dompak,” kata warga Sei Jang Tanjungpinang ini.

Menurut Zupri, hasil tangkapan berbagai hewan laut yang didapatkan dari aktivitas bekarang ini, biasanya dimanfaatkan masyarakat hanya untuk konsumsi pribadi.

“Alhamdulillah, kami kalau dapat (hewan laut) untuk dimasak sendiri saja. Tapi ada juga sebagian masyarakat yang menjual hasil tangkapan dari bekarang,” sebutnya.

Menurut sepengetahuan Zupri, aktivitas bekarang juga berperan penting sebagai sarana dalam mendidik generasi muda yang tinggal di pesisir. Sebagai sarana untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisional yang melekat dalam budaya pesisir.

Selain itu, menurut Zupri, bekarang juga meningkatkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan dan menghormati alam. Sehingga dengan bekarang, anak-anak diajarkan untuk mengenal dan mencintai laut.

Anak-anak juga diajarkan bagaimana cara mengambil hasil laut dengan bijak dan tidak merusak lingkungan, sehingga keberlanjutan sumber daya laut tetap terjaga.

Dengan bekarang, kata Zupri, anak-anak dan remaja tidak hanya memperoleh keterampilan menangkap ikan dan hewan laut lainnya yang melimpah. Namun dapat juga memperdalam ilmu mengenai maritim, kerja keras dan melestarikan alam terutama lautan.

“Kalau hari libur dan pas air laut surut, kami biasanya bawa anak-anak main di tepi laut sambil bekarang nyari kerang atau gonggong,” kata karyawan swasta ini.

Peneliti Sejarah BRIN Dedi Arman, mengatakan aktivitas bekarang biasanya dilakukan untuk menangkap ikan, siput gongong, siput hisap, udang, rajungan (ketam) secara bersama-sama oleh masyarakat pesisir di Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Dedi menjelaskan, bekarang saat air laut surut juga merupakan tradisi, warisan budaya dan kearifan lokal yang telah ada sejak zaman dahulu. Tentunya tradisi ini harus dijaga dan dilestarikan karena memiliki andil untuk menjaga lingkungan dan ekosistem laut.

BACA JUGA: Rubber Fender di Pelabuhan Pantai Indah Kijang di Bintan, Hilang

Aktivitas bekarang yang dilakukan secara alami dan tradisional tidak menyebabkan eksploitasi berlebihan terhadap populasi kehidupan laut. Masyarakat pesisir tentunya memiliki kearifan lokal dalam memilih hasil laut yang boleh diambil atau dibiarkan agar tetap berkembang biak.

Selanjutnya, saat bekarang, masyarakat juga sering menemukan sampah plastik atau limbah lainnya yang terbawa arus. Secara tidak langsung, masyarakat yang bekarang, turut berperan dalam membersihkan pantai dan laut dari pencemaran.

“Aktivitas bekarang ini tidak hanya sekadar mencari hewan laut, namun juga menjadi identitas sebagai masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan alam terutama lautan,” jelas Dedi, Rabu (19/2).

Dedi menambahkan, seiring perkembangan zaman dan modernisasi, tradisi bekarang menghadapi berbagai tantangan. Perubahan gaya hidup dan peningkatan aktivitas industri, dapat mengancam kelestarian tradisi ini.

“Ya perlu upaya juga untuk mempertahankan tradisi bekarang ini sebagai bagian dari sejarah dan budaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” terangnya.

Tradisi bekarang di Tanjungpinang bukan sekadar aktivitas mencari kekayaan hasil laut saja, namun menjadi bentuk nyata dari kearifan lokal dalam menjaga lingkungan dan ekosistem laut.

“Dengan mempertahankan tradisi ini, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian laut untuk generasi mendatang,” tutup Dedi. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Artikel Tradisi Bekarang Berperan Menjaga Lingkungan dan Ekosistem Laut, Warisan Turun-temurun dan Kearifan Lokal di Tanjungpinang yang Tetap Lestari pertama kali tampil pada Kepri.

Brainbox Car Accessories Solution, Supermarket Aksesoris Mobil Terbesar dan Termurah di Batam

0
Karyawan Brainbox Car Accessories Solution saat melayani pembeli.

batampos – Kabar gembira bagi para pecinta otomotif di Batam. Kini hadir Brainbox Car Accessories Solution, supermarket aksesoris mobil terbesar dan terlengkap yang siap memenuhi segala kebutuhan kendaraan dengan harga yang lebih bersahabat.

Berlokasi strategis di Jalan R. Suprapto, Ruko San Francisco, Nomor A1-A2, Batuaji, Brainbox menawarkan berbagai pilihan aksesoris dari beragam merek, mulai dari sarung jok premium, alarm, audio-video, roofbox, hingga aksesoris eksterior dan interior lainnya.

Tak hanya itu, tersedia pula perkakas otomotif untuk perawatan kendaraan. Brainbox menghadirkan konsep one-stop shopping bagi penggemar otomotif. Pelanggan bisa langsung memilih produk berkualitas dengan harga kompetitif, lebih murah dibandingkan pasaran.

Menurut pemilik Brainbox, Charlie Oei, aksesoris mobil bukan sekadar pemanis, tetapi juga meningkatkan fungsi dan kenyamanan kendaraan. Oleh karena itu, Brainbox menghadirkan berbagai pilihan, termasuk spoiler, rak atap, garnis lampu, sill plate, body cover, tanduk, dan kaca film berkualitas.

Untuk interior, tersedia sarung jok premium, headrest DVD, sistem audio, karpet, bantalan setir, serta parfum mobil dengan beragam aroma eksklusif. Tak ketinggalan, kamera mundur, alarm remote, lampu LED, serta perangkat double din dan single din untuk kebutuhan hiburan di dalam kendaraan.

“Dunia otomotif tidak lengkap tanpa aksesoris. Dengan pilihan yang tepat, mobil bukan hanya lebih keren, tetapi juga lebih nyaman dan fungsional,” kata Charlie.

Tidak hanya menjual produk, Brainbox juga menyediakan jasa pemasangan langsung di toko maupun di lokasi pelanggan. Layanan ini mencakup pemasangan kaca film, audio mobil, serta berbagai aksesoris lainnya.

Charlie menambahkan, kaca film yang ditawarkan di Brainbox memiliki harga lebih terjangkau dibandingkan pasaran tanpa mengorbankan kualitas. “Kaca film kami memiliki pantulan cahaya yang kecil sehingga tidak menyilaukan, serta meningkatkan visibilitas bagi pengemudi,” ucapnya.

Selain itu, Brainbox juga menyediakan jasa poles mobil bagi pelanggan yang ingin kendaraannya tetap bersih dan mengilap tanpa perlu datang langsung ke toko.

Brainbox rutin mengadakan promo besar-besaran untuk memberikan keuntungan lebih bagi pelanggan. Selain melayani pembelian eceran, toko ini juga menerima pembelian grosir bagi pelanggan yang ingin membeli dalam jumlah banyak.

Supermarket aksesoris mobil ini buka setiap Senin – Sabtu, pukul 10.00 – 19.00 WIB. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengunjungi situs resmi di www.brainboxcar.com.

Bagi masyarakat Batam yang mencari aksesoris mobil dengan pilihan terbaik dan harga termurah, Brainbox Car Accessories Solution siap menjadi destinasi utama. (*)

Artikel Brainbox Car Accessories Solution, Supermarket Aksesoris Mobil Terbesar dan Termurah di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Minim Perhatian, Jalan Ahmad Dahlan Semakin Memprihatinkan

0
Kondisi Jalan Ahmad Dahlan Seitemiang. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Jalan Ahmad Dahlan yang membentang dari TPU Seitemiang hingga Tanjungriau semakin memprihatinkan. Jalan utama yang menjadi akses penting bagi warga sekitar ini tampaknya kurang mendapat perhatian dan perawatan dari pihak terkait. Berbagai masalah seperti jalan rusak, minim penerangan, serta rimbunnya pepohonan di sepanjang jalan semakin membuat kondisi jalan ini berbahaya bagi pengguna.

Sebelumnya, jalan ini disebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi. Namun, hingga kini, perbaikan yang dinanti-nanti warga belum juga dilakukan. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang menyebabkan banyak pengendara kesulitan melewati jalur tersebut dengan aman dan nyaman.

Selain kerusakan jalan, lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan ini juga tidak berfungsi normal. Saat malam tiba, jalanan menjadi sangat gelap karena sebagian besar lampu PJU mengalami kerusakan. Ditambah lagi, beberapa lampu yang masih berfungsi tertutup oleh rimbunnya pepohonan yang belum pernah ditata atau dipangkas.

Kerimbunan pepohonan di sepanjang jalan semakin memperburuk kondisi jalan ini. Pepohonan yang dibiarkan tumbuh liar tidak hanya menghalangi cahaya dari PJU, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara. Sampai saat ini, belum ada upaya konkret dari pihak berwenang untuk melakukan perapian atau penataan di sepanjang jalan tersebut.

Kondisi jalan yang rusak dan minim penerangan ini telah menyebabkan seringnya kecelakaan lalu lintas. Beberapa waktu lalu, seorang pengendara motor mengalami kecelakaan parah hingga harus terkapar bersimbah darah akibat tabrakan dengan mobil. Diduga, kecelakaan ini terjadi karena pengendara tidak dapat menghindari lubang besar di jalan yang gelap.

Ismail, salah satu warga yang sering menggunakan jalan ini, mengungkapkan bahwa kondisi jalan semakin hari semakin buruk. Ia berharap ada upaya minimal berupa perawatan atau perbaikan sementara agar jalan ini lebih aman dilalui. “Kami sudah sangat kesulitan. Jalan ini setiap hari kami lalui, tapi semakin lama malah semakin rusak,” ujarnya.

Bagi pengguna jalan, kondisi ini tidak hanya membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, tetapi juga menimbulkan rasa khawatir. Saat malam hari, jalanan terasa seram karena gelap dan rusak. Selain itu, minimnya penerangan juga menambah risiko terjadinya aksi kriminal jalanan.

Warga sekitar, khususnya mereka yang tinggal di Batuaji dan bekerja di Tanjungriau, sangat mengandalkan jalan ini sebagai akses utama mereka. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kondisi jalan akan semakin parah dan semakin banyak kecelakaan yang terjadi.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengakui bahwa infrastruktur jalan di kawasan ini memang sangat tertinggal. Pihaknya telah mengajukan usulan perbaikan jalan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas dari pemerintah provinsi maupun kota.

Warga berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian lebih terhadap kondisi Jalan Ahmad Dahlan Seitemiang ini. Dengan adanya perbaikan jalan, perapian pepohonan, serta perbaikan lampu PJU, diharapkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat meningkat serta mengurangi risiko kecelakaan dan tindakan kriminal di kawasan tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Minim Perhatian, Jalan Ahmad Dahlan Semakin Memprihatinkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sinar Primera dan Gaw Capital Partners Resmikan Golden Digital Gateway Data Center di Nongsa Digital Park, Indonesia

0
Seremoni peresmian Golden Digital Gateway di Nongsa Digital Park, Batam (20/2), ditandai dengan pemotongan pita oleh jajaran pimpinan dan mitra strategis. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat konektivitas digital di Indonesia.

batampos – Sinar Primera, bersama mitranya Gaw Capital Partners, perusahaan ekuitas swasta di bidang real estat, resmi meluncurkan Golden Digital Gateway, pusat data kolokasi canggih yang bersifat carrier-neutral di Nongsa Digital Park. Peluncuran ini menandai langkah besar dalam memperkuat infrastruktur digital Indonesia sekaligus menjadi tahap pertama dari pengembangan dua fase yang telah dirancang oleh perusahaan. Kini, pusat data ini telah beroperasi penuh dan siap memberikan layanan bagi pelaku bisnis yang membutuhkan solusi teknologi terbaik.

Pusat data ini menawarkan keunggulan utama berupa konektivitas latensi rendah ke Singapura, dengan waktu transmisi kurang dari 2 milidetik melalui jalur redundan yang beragam. Hal ini memastikan akses data yang mulus dan andal bagi para pelanggan, memungkinkan mereka memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.

Terletak di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), fasilitas ini tidak hanya menawarkan stabilitas dan skalabilitas tinggi, tetapi juga memberikan efisiensi biaya operasional yang signifikan bagi penggunanya. Dengan keunggulan ini, Golden Digital Gateway menjadi pintu gerbang strategis bagi perusahaan yang ingin memperluas jangkauan ke pasar Asia Tenggara yang terus berkembang.

Gaw Capital Partners berkomitmen untuk tidak hanya menjawab kebutuhan digital saat ini, tetapi juga mengantisipasi tantangan masa depan. Dengan fokus pada pengembangan aset real estat alternatif berkualitas tinggi, perusahaan terus berupaya menciptakan peluang investasi yang berkelanjutan dan berdampak positif. Melalui kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, Gaw Capital berambisi mendefinisikan ulang standar pusat data berkelanjutan dengan mengoptimalkan sumber daya serta mengurangi emisi karbon melalui solusi teknologi inovatif.

Sinar Primera, dengan tiga lini bisnis utamanya—eco-city township terintegrasi, fasilitas pergudangan berkualitas tinggi, dan pusat data canggih—terus berkomitmen untuk menyediakan produk dan layanan berskala global serta memanfaatkan lokasi-lokasi strategis guna memberikan fasilitas terbaik kepada mitra bisnisnya.

Kok Chye Ong, Managing Director, Head of Data Center Platform, Asia (Ex-China) Gaw Capital, menyampaikan antusiasmenya:
“Bersama mitra kami, Sinar Primera, kami menyambut baik penyelesaian pusat data pertama kami dalam waktu kurang dari sembilan bulan. Keberhasilan ini merupakan bukti dari komitmen bersama kami dalam menghadirkan infrastruktur digital canggih di Indonesia, membuka jalan menuju masa depan yang lebih terhubung dan cerah.”

Hong Kah Jin, Head of Sinar Primera Group, menambahkan:
“Sebagai perusahaan yang berfokus pada real estat ekonomi baru, Sinar Primera berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan. Kehadiran pusat data ini di Batam membuka kesempatan baru bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur IT berkelas dunia dengan biaya yang lebih kompetitif dibandingkan Singapura. Kami yakin kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan ekosistem digital yang lebih kuat di Indonesia.”

Pada tahap pertama, pusat data ini telah memenuhi standar Tier III dengan kapasitas IT sebesar 5,2 MW. Dengan penggunaan peralatan canggih dan desain inovatif, fasilitas ini secara signifikan mengurangi limbah konstruksi serta menghemat penggunaan air, menciptakan standar baru dalam keberlanjutan lingkungan. Ke depan, perusahaan berencana memperluas kapasitas hingga 20 MW dalam tahap kedua guna memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat

Artikel Sinar Primera dan Gaw Capital Partners Resmikan Golden Digital Gateway Data Center di Nongsa Digital Park, Indonesia pertama kali tampil pada Metropolis.

Hakim Berhalangan, Sidang 10 Polisi Gelapkan Barang Bukti Sabu Ditunda

0
Hakim berhalangan, sidang lanjutan keterlibatan 10 anggota polisi yang pernah bertugas di Satnarkoba Polresta Barelang dalam perkara narkotika ditunda di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (20/2). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Sidang lanjutan keterlibatan 10 anggota polisi yang pernah bertugas di Satnarkoba Polresta Barelang dalam perkara narkotika ditunda di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (20/2).

Alasan penundaan karena ketua majelis hakim tengah tugas ke luar kota, sehingga sidang tindak pidana yang juga melibatkan 2 sipil itu ditunda hingga satu pekan, yakni Kamis (27/2).

Ke 12 terdakwa dijerat dengan pasal berlapis tentang narkotika. Dalam dakwaan jaksa, dijelaskan bahwa ada 44 kilogram sabu yang diduga diselundupkan oleh sejumlah terdakwa.

Sebelum sidang, ruang sidang utama tampak penuh sesak dengan pengunjung sidang, baik dari para terdakwa yang berjumlah 12 orang, keluarga terdakwa, tim penasehat hukum serta pengunjung sidang lainnya.

Ruang sidang juga tampak dijaga ketat belasan polisi berseragam dan bersenjata. Hakim anggota, Douglas Napitupulu membuka sidang, dengan menyebutkan satu persatu nama terdakwa. Yang mana usai menbuka sidang hakim Douglas menjelaskan sidang ditunda karena ketua majelis hakim tugas.

“Baik, sidang buka. Namun sidang ditunda karena ketua majelis hakim tengah tugas luar atas agenda di Mahkamah Agung,” tegas Douglas.

Hakim Douglas sempat bertanya apakah dari jaksa penuntut umum maupun penasehat hukum ada yang mengajukan pertanyaan. Dan semua menjawab tidak ada.

“Karena tidak ada pertanyaan, maka sidang saya tunda satu mingggu dari sekarang,” tegas Douglas sembari mengetuk palu sidang.

Sejumlah pengunjung sidang mengaku cukup kecewa dengan penundaan tersebut. Apalagi, menurutnya saksi dari pihak kepolisian sudah datang dalam persidangan tersebut.

“Ditunda ternyata, ya kecewa lah karena ingin tahu lanjutan dari perkara ini,” ujar Rizki salah satu pengunjung sidang.

Sebelumnya, pada Senin, majelis hakim yang diketuai Tiwik membacakan hasil
putusan sela dari keberatan 10 anggota polisi yang mengajukan keberatan. Hasil putusan menegaskan, jika majelis hakim sudah bermusyawarah untuk menolak keberatan dari para terdakwa.

“Menolak keberatan para terdakwa yang disampaikan melalui penasehat hukum secara keseluruhan. Meminta agar sidang dilanjut ke pembuktian,” pungkas Tiwik. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Hakim Berhalangan, Sidang 10 Polisi Gelapkan Barang Bukti Sabu Ditunda pertama kali tampil pada Metropolis.

Jadwal Belajar selama Bulan Suci Ramadan

0
Ilustrasi sebuah sekolah dasar . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan Kota Batam telah menetapkan jadwal pembelajaran bagi peserta didik selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Sesuai dengan kebijakan yang diterapkan, pembelajaran akan berlangsung dalam beberapa tahapan, mencakup pembelajaran mandiri, pesantren Ramadan, hingga libur Idulfitri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menjelaskan bahwa kebijakan ini disusun untuk memastikan keseimbangan antara pendidikan formal dan kegiatan keagamaan di bulan Ramadan.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk tetap belajar sekaligus meningkatkan ibadah mereka selama bulan suci ini. Oleh karena itu, kami menyusun jadwal yang fleksibel, termasuk adanya pembelajaran mandiri dan kegiatan pesantren Ramadan,” ujar Tri Wahyu, Kamis (20/2).

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pembelajaran selama Ramadan akan dimulai pada 27 Februari hingga 5 Maret 2025, di mana peserta didik melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga atau tempat ibadah sesuai penugasan dari sekolah masing-masing.

Selanjutnya, pada 6 hingga 8 Maret 2025, peserta didik akan mengikuti Pesantren Ramadan yang diselenggarakan di satuan pendidikan masing-masing. Pada kegiatan ini, peserta didik diimbau mengenakan pakaian Melayu atau busana bernuansa Muslim.

Kemudian, mulai 10 hingga 25 Maret 2025, peserta didik kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah seperti biasa dengan mengenakan seragam sekolah. Setelah itu, libur bersama Idulfitri 1446 Hijriah ditetapkan mulai 26 Maret hingga 8 April 2025.

Tri Wahyu Rubianto menegaskan bahwa setelah masa libur Idulfitri, peserta didik akan kembali masuk sekolah pada 9 April 2025.

“Kami berharap para peserta didik dapat memanfaatkan momen Ramadan ini dengan baik, baik dalam hal belajar maupun meningkatkan ibadah mereka. Kami juga mengimbau orang tua untuk tetap mendampingi anak-anaknya dalam menjalankan pembelajaran mandiri di rumah,” tambahnya.

Dengan adanya kebijakan ini, Dinas Pendidikan Kota Batam berharap kegiatan pembelajaran tetap berjalan optimal tanpa mengurangi esensi ibadah selama Ramadan. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Jadwal Belajar selama Bulan Suci Ramadan pertama kali tampil pada Metropolis.

Efisiensi Anggaran Pemerintah Ancam Sektor Perhotelan, Ketua Apindo Batam: Bisa Picu PHK

0
Rafki Rasyid

batampos – Efisiensi anggaran dan pembatasan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinilai berdampak besar terhadap sektor perhotelan. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mengungkapkan bahwa sejumlah kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang sebelumnya sudah dijadwalkan, kini mulai ditunda.

“Ini sangat berpengaruh karena selama ini yang banyak memesan kegiatan seperti pameran, pertemuan, workshop, dan sosialisasi adalah pemerintah. Dengan adanya pengurangan ini, kita harus bersiap karena beberapa hotel berpotensi melakukan PHK,” ujar Rafki, Kamis (20/2).

Meskipun di Batam belum ada laporan resmi mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor perhotelan, Rafki menyebutkan bahwa di beberapa daerah lain sudah terjadi pengurangan karyawan akibat penurunan kegiatan pemerintah hingga 30 persen.

“Penurunan 30 persen itu cukup besar. Kalau ini terus berlanjut, mau tidak mau akan ada pengurangan karyawan. Sebab, untuk bertahan, hotel-hotel harus melakukan efisiensi agar tidak sampai gulung tikar,” jelasnya.

Rafki menambahkan bahwa beberapa daerah di Jawa sudah mulai mengalami dampak dari kebijakan efisiensi ini. Namun, di Batam sendiri, situasi masih dalam tahap pemantauan.

Sebagai langkah mitigasi, Rafki menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam mengadakan event berskala internasional guna menutup kekosongan dari sektor MICE pemerintah. Menurutnya, even internasional tidak memerlukan anggaran besar karena dapat ditopang melalui tiket masuk dan sponsorship.

“Yang bisa dilakukan adalah menggelar event-event internasional melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Ini bisa jadi solusi agar hotel-hotel tetap hidup,” katanya.

Selain itu, Rafki juga mengungkapkan bahwa saat ini wisata golf di Batam sedang mengalami peningkatan kunjungan, terutama dari wisatawan Korea. Banyak wisatawan yang tinggal selama satu bulan di Batam untuk belajar golf, khususnya di Palm Spring.

“Setiap minggu selalu ada wisatawan asing datang ke Batam untuk bermain golf. Ini bisa menjadi peluang bagi hotel-hotel untuk tetap bertahan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rafki berharap ada perubahan kebijakan di pemerintahan Prabowo-Gibran terkait efisiensi anggaran ini. Ia mencontohkan bahwa pada era pemerintahan Joko Widodo, kebijakan serupa pernah diterapkan, tetapi kemudian direvisi setelah melihat dampaknya terhadap sektor perhotelan.

“Kegiatan pemerintah selama ini berkontribusi sekitar 30-40 persen bagi hotel. Apalagi Batam merupakan daerah favorit kementerian karena setelah acara mereka bisa langsung ke Singapura. Dengan pemotongan anggaran ini, kemungkinan dampaknya lebih besar dibanding daerah lain,” tutup Rafki. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Efisiensi Anggaran Pemerintah Ancam Sektor Perhotelan, Ketua Apindo Batam: Bisa Picu PHK pertama kali tampil pada Metropolis.