Senin, 29 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2390

Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 12 PMI Ilegal Diselamatkan di Selat Malaka

0
Para prajurit TNI AL di KRI Lepu-861 menggagalkan penyelundupan 12 PMI ilegal. (F.TNI AL)

batampos – Sebanyak 12 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal hendak diselundupkan ke Malaysia melalui Perairan Selat Malaka pada Kamis (27/2). Beruntung, mereka berhasil diselamatkan oleh KRI Lepu-861 yang tengah melaksanakan Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo). Sehingga belasan WNI itu berhasil diselamatkan dari ancaman dan bahaya menjadi PMI ilegal.

Komandan KRI Lepu-861 Mayor Laut (P) Anshari Ahmad Junaidi menyampaikan hal itu melalui keterangan resmi pada Jumat (28/2). Dia menyampaikan bahwa pihaknya mendapat kontak visual kapal motor yang bergerak mencurigakan. Pergerakan tersebut, langsung diperiksa menggunakan radar sehingga posisi kapal motor itu terdeteksi lebih presisi. Yakni berada dalam jarak 3 nautical mile di perbatasan.

KRI Lepu-861 langsung melakukan pengejaran dan menghentikan kapal motor itu. Para prajurit TNI AL di atas kapal perang tersebut lantas menggeledah isi kapal motor tersebut. ”Dari hasil pemeriksaan di tengah laut, didapati 12 orang yang diduga merupakan PMI non prosedural (ilegal) dan tiga ABK kapal yang rencananya akan menuju Malaysia,” ungkap Mayor Anshari.

Tidak hanya mengangkut 12 PMI ilegal, kapal motor tersebut juga membawa membawa cadangan bahan bakar, sembako, dan satu bandel judi bingo. Temuan tersebut langsung dilaporkan oleh KRI Lepu-861 kepada Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha. Belasan PMI ilegal itu pun langsung dibawa ke Markas Komando Lanal Tanjung Balai Asahan.

”Selanjutnya 12 PMI non prosedural diserahkan kepada kantor Imigrasi Tanjung Balai Asahan. Sedangkan tiga ABK kapal dan barang bukti berada di Mako Lanal Tanjung Balai Asahan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas dia.

Dalam Patkor Malindo, TNI AL turut mengantisipasi maraknya tindak pidana di laut dengan menurunkan deteksi dini melalui unsur KRI yang terus berpatroli dan Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I yang selalu siap siaga menjaga jalur laut. Mereka memperketat pengawasan di jalur-jalur penyelundupan, khususnya di wilayah perbatasan yang rawan seperti Selat Malaka. (*)

Artikel Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 12 PMI Ilegal Diselamatkan di Selat Malaka pertama kali tampil pada News.

Pemko Batam Targetkan Efisiensi Anggaran Rp129 Miliar, Fokus Pangkas Belanja Non-prioritas

0
Sekda Batam, Jefridin Hamid. (F.Arjuna)

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan efisiensi anggaran sebesar Rp129 miliar sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Hingga tahap awal, Pemko Batam telah berhasil menghemat sekitar Rp85 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, menyebut bahwa pihaknya masih perlu memangkas anggaran sekitar Rp43 miliar untuk mencapai target efisiensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, perangkat daerah diminta untuk terus menyisir belanja yang tidak prioritas.

“Kami telah melakukan pemotongan anggaran tahap awal sebesar Rp85 miliar. Untuk mencapai target Rp129 miliar, masih dibutuhkan efisiensi tambahan sekitar Rp43 miliar,” kata dia, Jumat (28/2).

Baca Juga: Program MBG di Batam Bertambah, Kini Menjangkau 13 Sekolah

Efisiensi dilakukan dengan memangkas belanja perjalanan dinas, sewa hotel, alat tulis kantor, cenderamata, serta menghapus kegiatan yang tidak memiliki skala prioritas sesuai dengan arahan Inpres tersebut.

Untuk itu, Pemko Batam menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah agar kembali melakukan penyisiran anggaran guna meningkatkan jumlah belanja yang dapat diefisiensikan. Langkah ini dapat membantu menyeimbangkan keuangan daerah tanpa mengganggu pelayanan publik.

Selain efisiensi belanja, pemerintah setempat juga berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seluruh dinas penghasil diminta untuk lebih aktif dalam meningkatkan penerimaan daerah, terutama dari sektor pajak dan retribusi.

“Perangkat daerah penghasil telah melakukan berbagai inovasi dan terobosan guna meningkatkan pajak dan retribusi daerah,” kata Jefridin.

Objek pajak yang menjadi fokus optimalisasi pendapatan daerah mencakup Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak parkir, Pajak Penerangan Jalan (PJU), pajak reklame, serta berbagai pajak daerah lainnya.

Baca Juga: Harga Santan Melonjak di Batam, Eksportir Akan Dipanggil untuk Stabilkan Pasokan

Langkah ini kemungkinan mampu menyeimbangkan kebutuhan anggaran tanpa harus mengorbankan program-program strategis yang sudah direncanakan sebelumnya.

Pemko Batam juga akan terus memantau pelaksanaan efisiensi di masing-masing perangkat daerah untuk memastikan bahwa penghematan dilakukan secara efektif dan tidak menghambat operasional pemerintahan.

Dengan kombinasi strategi efisiensi dan optimalisasi PAD ini, pemerintah optimistis dapat mencapai target penghematan Rp129 miliar sesuai dengan amanat Inpres tersebut. (*)

Artikel Pemko Batam Targetkan Efisiensi Anggaran Rp129 Miliar, Fokus Pangkas Belanja Non-prioritas pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiga Hari Amati Nasabah Bank

0

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang dan Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja berhasil mengungkap pencurian uang dengan modus gembos ban mobil. Pelaku berhasil membawa kabur uang korban sebanyak Rp200 juta.

Ini Dasar Pemerintah Indonesia Tetapkan Awal Ramadan 1 Maret 2025

0
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar (Tengah) memimpin konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 1446 Hijriyah atau 2025, di kantor Kemenag, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2025). (Dery Ridwnasah/ JawaPos.com)

batampos – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Ramadan 1446 H/2025 pada Sabtu, 1 Maret 2025. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menjelaskan pada pemantauan hilal secara langsung, di wilayah barat Jawa hingga bagian Indonesia timur tidak terlihat hilal.

“Karena sesuai dengan kondisi objektif hilal pada malam ini memang dari Indonesia bagian timur, tengah sampai bagian barat di ekor pulau Jawa itu tidak dimungkinkan untuk bisa menyaksikan hilal,” kata Nasaruddin dalam konferensi pers di Kemenag, Jakarta, Jumat (28/2).

Sehingga, Kemenag menunggu hasil laporan pemantauan hilal dari Aceh, wilayah paling barat di Indonesia.

“Sesuai dengan laporan tadi, ketinggian hilal di Indonesia 3 derajat 5,91 menit, hingga 4 derajat 40,9 menit dan elongasi 4 derajat 47,3 menit hingga 6 derajat 24,14 menit,” ucap Nasaruddin.

Nasaruddin menuturkan, ada dua petugas di Aceh yang melihat adanya hilal. Kedua petugas itu juga sudah disumpah.

“Dan ternyata ditemukan hilal di Aceh, sudah disumpah juga oleh hakim, dengan demikian, dua orang yang menyaksikan hilal itu ditambah dengan pengukuhan oleh hakim agama setempat, maka pada malam ini diputuskan sidang bahwa 1 Ramadan ditetapkan besok insya Allah tanggal 1 Maret 2025,” pungkasnya. (*)

Artikel Ini Dasar Pemerintah Indonesia Tetapkan Awal Ramadan 1 Maret 2025 pertama kali tampil pada News.

RSJKO Kepri Tangani 46 Pasien ODGJ Sejak Awal 2025

0
ODGJ terpantau tidur di Taman Makam Pahlawan, Batuaji, beberapa waktu lalu. RSJKO Kepri telah menangani 46 pasien ODGJ selama awal tahun 2025. F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Sejak beroperasi penuh pada Januari 2025, Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud (RSJKO EHD) Kepri telah menangani 46 pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Keberadaan rumah sakit ini menjadi solusi bagi pasien yang sebelumnya harus dirujuk keluar Kepri untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, M Bisri, mengatakan saat ini terdapat 16 pasien yang masih menjalani rawat inap di RSJKO EHD. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya adalah perempuan dan 12 lainnya laki-laki. Mereka menjalani perawatan intensif sesuai dengan kondisi medis masing-masing.

“Total pasien saat ini 16 orang, dengan diagnosa medis beragam. Ada tujuh pasien yang didiagnosis skizofrenia tidak terinci, dua pasien skizofrenia paranoid, dua skizofrenia hebefrenik, serta masing-masing satu pasien dengan skizoafektif tipe manik, gangguan mental organik, skizofrenia katatonik, dan depresi berat dengan gejala psikotik,” katanya, Jumat (28/2).

Baca Juga: TPU Seitemiang Semakin Ramai Dikunjungi Peziarah

Selain itu, terdapat satu pasien yang berstatus pro visum karena terlibat dalam perkara hukum. Pasien dengan status ini mendapatkan perawatan khusus sembari menunggu proses hukum yang berjalan. Keberadaan RSJKO EHD memastikan bahwa pasien dengan gangguan jiwa tetap mendapatkan hak atas pengobatan yang layak.

Dia menambahkan, sebelum resmi dibuka, RSJKO EHD sudah mulai menerima pasien. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama rumah sakit bukanlah untuk menampung sebanyak mungkin pasien, melainkan untuk memastikan masyarakat yang mengalami gangguan jiwa mendapatkan penanganan yang tepat.

“Ada kategori pasien yang membutuhkan isolasi khusus, tergantung tingkat keparahannya. Tetapi saat ini tidak ada pasien yang menjalani isolasi,” katanya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Dorong Inklusi di Dunia Kerja

Keberadaan RSJKO EHD dia harap dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan jiwa di Kepri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rujukan ke luar daerah. Dengan fasilitas yang terus dikembangkan, rumah sakit ini menjadi pusat rehabilitasi bagi pasien dengan gangguan jiwa dan ketergantungan obat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri terus berupaya memperbaiki layanan kesehatan jiwa, termasuk dengan meningkatkan fasilitas dan tenaga medis di RSJKO EHD. Dengan demikian, pasien ODGJ di Kepri bisa mendapatkan perawatan yang lebih cepat dan optimal tanpa harus dipindahkan ke luar daerah. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel RSJKO Kepri Tangani 46 Pasien ODGJ Sejak Awal 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Berbeda dengan Indonesia, Singapura dan Brunei Awal Ramadhan 2 Maret

0
Ilustrasi pemantauan hilal. (JawaPos.com)

batampos – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriah, jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Singapura dan Brunei Darussalam, yang merupakan negara tetangga menetapkan awal Ramadan 1446 H pada Minggu, 2 Maret 2025.

Hal tersebut berbeda dengan Indonesia yang awal Ramadhan ditetapkan pada Sabtu, 1 Maret 2025. Padahal, Singapura, Singapura, Malaysia dan Indonesia memiliki kriteria yang sama dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

Kriteria yang sama itu yakni, dalam menentukan ketinggian hilal, itu berdasarkan kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) yang ditetapkan pada 2021. Dalam kesepakatan itu, awal bulan hijriah berganti apabila tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

“Kenapa kita lebih awal? Karena perbedaan ketinggian hilal dan sudut elongasi yang berbeda, jadi walaupun Malaysia berdekatan dengan kita dan Brunei juga berdekatan dengan kita, tapi dari sudut elongasi berbeda dan mereka belum menemukan hilal di sana,” kata Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di kantor Kemenag RI, Jakarta, Jumat (28/2).

Dalam kesempatan ini, Nasaruddin meminta kepada masyarakat untuk bisa menghargai perbedaan dalam penetapan awal Ramadan 1446 H. Ia tak memungkiri, pemantauan hilal secara langsung di wilayah barat Jawa hingga bagian Indonesia timur, tidak terlihat hilal.

“Karena sesuai dengan kondisi objektif hilal pada malam ini memang dari Indonesia bagian timur, tengah sampai bagian barat di ekor pulau Jawa itu tidak dimungkinkan untuk bisa menyaksikan hilal,” ujar Nasaruddin.

Sehingga, Kemenag menunggu hasil laporan pemantauan hilal dari Aceh, wilayah paling barat di Indonesia.

“Sesuai dengan laporan tadi, ketinggian hilal di Indonesia 3 derajat 5,91 menit, hingga 4 derajat 40,9 menit dan elongasi 4 derajat 47,3 menit hingga 6 derajat 24,14 menit,” ungkap Nasaruddin.

Nasaruddin menyampaikan, ada dua petugas di Aceh yang melihat adanya hilal. Kedua petugas itu juga sudah disumpah.

“Dan ternyata ditemukan hilal di Aceh, sudah disumpah juga oleh hakim, dengan demikian, dua orang yang menyaksikan hilal itu ditambah dengan pengukuhan oleh hakim agama setempat, maka pada malam ini diputuskan sidang bahwa 1 Ramadan ditetapkan besok insya Allah tanggal 1 Maret 2025,” pungkasnya. (*)

Artikel Berbeda dengan Indonesia, Singapura dan Brunei Awal Ramadhan 2 Maret pertama kali tampil pada News.

Pemko Batam Salurkan Dana Bergulir untuk UMKM, Target Rp11 Miliar di 2025

0
Salah satu UMKM di Batam yang mendapatkan dana bergulir dari Pemko Batam tahun lalu.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dana Bergulir Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) Batam mulai menyalurkan dana bergulir kepada pelaku usaha mikro pada 2025. Program ini mengalami perubahan regulasi, khususnya dalam mekanisme pengikatan jaminan, yang kini menggunakan Hak Tanggungan secara elektronik.

Kepala UPTD Pengelolaan Dana Bergulir Kota Batam, Zulfahri, mengatakan bahwa hingga Februari 2025, baru dua pelaku usaha mikro yang menerima pencairan dana bergulir dengan total nominal Rp160 juta. Sementara itu, ada empat calon penerima yang saat ini masih dalam proses pengajuan, dan diperkirakan pencairan dapat dilakukan pada Maret 2025.

“Kami baru efektif menyalurkan dana bergulir pada Februari tahun ini karena adanya perubahan regulasi. Sebelumnya, pengikatan jaminan menggunakan Akta Kuasa Untuk Menjual (KUM), sedangkan dalam regulasi yang baru menggunakan Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT) secara elektronik,” jelas Zulfahri, Jumat (28/2).

Baca Juga: Rp1,3 Miliar untuk Tenis Meja di Sekolah Batam, Disdik: Bukan Usulan Kami

Menurut Zulfahri, jaminan tetap berupa sertifikat tanah dan bangunan, namun saat ini ada dua jenis sertifikat yang berlaku, yaitu sertifikat analog berwarna hijau dan sertifikat elektronik. Perubahan dari KUM ke APHT dilakukan untuk memberikan kepastian hukum yang lebih kuat dalam proses penyaluran dana bergulir.

Selain perubahan mekanisme jaminan, Pemko Batam tetap mempertahankan suku bunga dana bergulir sebesar 4 persen per tahun dengan tenor maksimal lima tahun.

“Baik untuk pelaku usaha mikro maupun koperasi, jangka waktu pinjaman maksimal lima tahun dengan suku bunga flat 4 persen per tahun,” tambahnya.

Melalui program ini, pelaku usaha mikro dan koperasi di Batam dapat mengakses pinjaman modal hingga Rp150 juta. Program dana bergulir ini dikelola langsung oleh UPT Dana Bergulir Dinas KUKM Batam guna membantu UMKM mengembangkan usahanya.

Pemko Batam menargetkan total penyaluran dana bergulir sebesar Rp11 miliar sepanjang 2025. Untuk memastikan program ini berjalan efektif dan menghindari kredit macet, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha melalui berbagai pelatihan dan bimbingan teknis.

“Kami ingin program ini berjalan lancar tanpa adanya kredit macet, sehingga dana tersebut dapat terus digulirkan kepada pelaku usaha lainnya,” jelas Zulfahri.

Baca Juga: Konsumen Kecewa, Rumah Baru Sering Retak dan Bocor

Pemko Batam mengimbau para pelaku usaha untuk memanfaatkan program dana bergulir ini sebagai tambahan modal usaha. Dengan adanya dana bergulir ini, UMKM diharapkan dapat bertahan dan berkembang, serta menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi Batam dan nasional.

“Kami berharap UMKM bisa lebih berkembang dengan adanya dana bergulir ini, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini,” pungkas Zulfahri. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pemko Batam Salurkan Dana Bergulir untuk UMKM, Target Rp11 Miliar di 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Sambut Ramadan, Masyarakat di Perumahan Lobam Bestari, Bintan Ikut Meriahkan Pawai Obor

0
Anak-anak antusias mengikuti pawai obor yang dilaksanakan di Perumahan Lobam Bestari, Kelurahan Teluk Lobam, Bintan, Kamis (27/2/2025) malam. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Masyarakat di Perumahan Lobam Bestari, Kelurahan Teluk Lobam, Bintan ikut memeriahkan pawai obor, Kamis (27/2/2025) malam.

Mereka berkumpul di depan Masjid Nurul Istiqomah lalu mengeliling perumahan.

Anak-anak tampak antusias membawa obor sambil berjalan kaki berkeliling perumahan.

Menurut Ketua PHBI Masjid Nurul Istiqomah, Sugiono, pawai obor sudah menjadi tradisi tahunan yang dilakukan masyarakat di Perumahan Lobam Bestari, Kelurahan Teluk Lobam.

BACA JUGA: Yayasan Pendidikan Melayu Cendikia gelar Pawai Tarhib Ramadhan 1446 Hijriah/2025

Pawai obor juga merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam menyambut bulan suci Ramadan 1.446 Hijriah.

“Insha Allah rutin dilaksanakan setiap tahun dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Pawai obor tidak hanya diikuti anak-anak dari Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), namun remaja dan jemaah Masjid Nurul Istiqomah.

“Kurang lebih 200 orang peserta,” katanya.

Dari kegiatan ini, diharapkan anak-anak semakin mencintai masjid dan memupuk rasa kebersamaan. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Sambut Ramadan, Masyarakat di Perumahan Lobam Bestari, Bintan Ikut Meriahkan Pawai Obor pertama kali tampil pada Kepri.

Kebiasaan Masyarakat Kabupaten Lingga Ziarah Kubur Menjelang Bulan Suci Ramadan

0
Suasana Tempat Pemakaman Umum di Kecamatan Singkep yang ramai didatangi para penziarah, Jumat (28/2). F. Vatawari/BATAM POS.

batampos– Kabupaten Lingga yang bergelar Bunda Tanah Melayu memiliki beragam tradisi. Salah satunya adalah ziarah kubur. Setiap menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, tradisi masyarakat Kabupaten Lingga melaksanakan ziarah kubur merupakan sebuah kebiasaan tahunan dan turun temurun yang dilakukan untuk mendoakan sanak saudara yang telah meninggal dunia.

Pantauan Batampos, di Pemakaman Umum Pasir Kuning dan Dabo lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, masyarakat tampak ramai mendatangi area pemakaman sejak pagi hingga sore hari. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada keluarga yang telah meninggal dunia.

BACA JUGA: Pedagang Kembang Raup Untung dari Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan

Salah seorang penziarah, Fadhlani, mengatakan dirinya rutin melakukan ziarah ke makam orang tuanya setiap menjelang Ramadhan.

“Di makam ini, saya mengirimkan doa untuk kedua orang tua saya yang telah berpulang ke rahmatullah, dengan harapan mereka diterima di sisi-Nya,” kata Fadhlani Jumat (28/2).

Senada dengan Fadhlani, Ibrahim, yang juga merupakan salah satu penziarah lainnya, juga mengungkapkan bahwa ziarah kubur menjadi momen penting bagi dirinya dan keluarganya.

“Setiap tahun sebelum Ramadhan, kami selalu berziarah ke makam keluarga. Ini sudah menjadi tradisi kami untuk mengenang mereka yang telah pergi dan mendoakan ketenangan mereka di alam sana,” ujar Ibrahim.

Ziarah kubur menjelang Ramadhan bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada yang telah wafat, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi yang masih hidup agar selalu berbuat baik dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan hati yang bersih.

Banyak masyarakat yang datang ke makam membawa air bunga, membersihkan area makam, serta membaca doa dan ayat suci Al-Qur’an untuk arwah keluarga mereka yang sudah meninggal.

Dengan semangat saling mendoakan dan mengenang yang telah tiada, tradisi ini diharapkan terus dilestarikan sebagai bagian dari nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Lingga. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Kebiasaan Masyarakat Kabupaten Lingga Ziarah Kubur Menjelang Bulan Suci Ramadan pertama kali tampil pada Kepri.

Dua Kebakaran Lahan di Bintan Hanguskan 2 Hektare Lahan

0
Kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Indunsuri, Gang Durian 2, Kelurahan Tanjunguban Timur. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Dua kejadian kebakaran lahan terjadi di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (27/2/2025).

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, dua kejadian kebakaran lahan terjadi di Jalan Indunsuri, Gang Durian 2, Kelurahan Tanjunguban Timur dan Jalan Taman Sari, Kelurahan Tanjunguban Utara.

Dalam kejadian ini membuat 2 hektare lahan hangus terbakar.

BACA JUGA: Polda Kepri Tahan Tersangka Dugaan Penipuan Pematangan Lahan di Bintan

Dijelaskannya, kejadian kebakaran pertama dilaporkan ketua RT setempat ke petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB.

“Bu RT menerima laporan dari warga yang melihat api sudah besar,” kata Panyodi.

Petugas kemudian gerak cepat memadamkan api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.15 WIB.

Selesai memadamkan api di lokasi, petugas melihat api di lokasi kedua di Jalan Taman Sari, Kelurahan Tanjunguban Utara.

Petugas langsung bergeser ke lokasi tersebut. Di sana, petugas mengalami kesulitan memadamkan api karena akses jalan yang terbatas.

Bahkan, sebagian lahan yang terbakar merupakan area rawa yang tanahnya amblas ketika dipijak.

Meski demikian api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Penyebab kebakaran di dua lahan tersebut belum diketahui.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan dibakar dan tidak membakar sampah karena angin kencang berpotensi terjadi kebakaran. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Dua Kebakaran Lahan di Bintan Hanguskan 2 Hektare Lahan pertama kali tampil pada Kepri.