Senin, 29 Juni 2026
Beranda blog Halaman 242

Pria Gondrong Bertato Diduga Curi Kabel Nyaris Diamuk Massa di Baloi Permai

0
Polisi amankan pelaku pencurian kabel yang nyaris diamuk massa. Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Seorang pria berambut gondrong dan bertato nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah diduga melakukan pencurian kabel di kawasan Gedung Saka Kencana Kepri, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Kamis (14/5). Terduga pelaku bahkan sempat diikat warga di area lahan kosong sebelum akhirnya diamankan polisi.

Peristiwa itu bermula ketika warga mencurigai gerak-gerik pelaku di sekitar gedung. Dugaan aksi pencurian kabel membuat warga langsung bergerak melakukan pengejaran saat pria tersebut mencoba melarikan diri. Tak jauh dari lokasi, warga berhasil menangkap pelaku di area lahan kosong.
“Pelaku sempat lari ke arah lahan kosong, terus dikejar warga. Pas tertangkap langsung dikerumuni massa,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.
Emosi warga yang memuncak membuat situasi sempat memanas. Pria gondrong bertato itu terlihat dikelilingi massa dan diikat untuk mencegah kabur kembali. Sejumlah warga bahkan nyaris meluapkan kemarahan mereka sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.
“Warga kesal karena sudah sering dengar kejadian pencurian kabel. Makanya tadi massa sempat emosi,” kata warga lainnya.
Beruntung, laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 segera direspons cepat pihak kepolisian. Personel Polsek Batam Kota bersama Tim Pamapta Polresta Barelang langsung mendatangi lokasi guna mengamankan situasi dan mencegah aksi main hakim sendiri.
Saat tiba di lokasi, polisi mendapati terduga pelaku sudah diamankan warga bersama barang bukti yang diduga hasil pencurian kabel. Petugas kemudian mengambil alih pengamanan dan membawa pelaku ke Mapolsek Batam Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal menegaskan pihaknya mengapresiasi respons cepat masyarakat dalam melaporkan kejadian, namun meminta warga tetap menyerahkan proses hukum kepada kepolisian. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melapor melalui Call Center 110 apabila menemukan tindak kriminal,” ujarnya.(*)

Artikel Pria Gondrong Bertato Diduga Curi Kabel Nyaris Diamuk Massa di Baloi Permai pertama kali tampil pada Metropolis.

Chelsea vs Manchester City di Piala FA: The Blues Tertekan dan The Citizens Dinilai Lebih Berpeluang Juara

0
Ilustrasi final piala FA antara Chelsea vs Manchester City. f. Facebook

batampos – Final Piala FA 2026 akan menghadirkan duel besar antara Chelsea dan Manchester City di Stadion Wembley pada Sabtu (16/5/2026) malam WIB.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung panas karena kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar untuk menutup musim dengan trofi bergengsi.

Chelsea datang ke final dengan tekanan yang jauh lebih besar. Musim yang tidak stabil membuat The Blues terus mendapat sorotan, terutama setelah investasi besar klub belum sepenuhnya membuahkan hasil memuaskan.

Final Piala FA menjadi kesempatan terakhir bagi Chelsea untuk memberi kebahagiaan kepada suporter sekaligus menjaga optimisme menuju musim depan.

Situasi Chelsea juga masih belum benar-benar tenang di kursi pelatih. Tim asal London tersebut masih ditangani pelatih interim, Calum McFarlane, setelah manajemen belum menentukan sosok manajer permanen.

Nama-nama seperti Xabi Alonso dan Andoni Iraola masih terus dikaitkan dengan kursi kepelatihan Chelsea untuk musim depan.

Meski berada dalam tekanan, Chelsea mendapat sedikit kabar baik jelang laga final. Beberapa pemain yang sebelumnya mengalami masalah kebugaran mulai kembali tersedia.

Robert Sanchez, Pedro Neto, hingga Alejandro Garnacho sudah kembali mengikuti latihan dan siap menjadi tambahan kekuatan bagi tim.

Kembalinya Reece James juga menjadi suntikan positif bagi Chelsea. Kapten tim tersebut bisa memberi keseimbangan tambahan di lini belakang maupun lini tengah.

Selain itu, peran Cole Palmer akan sangat menentukan dalam membongkar pertahanan Manchester City. Palmer yang merupakan mantan pemain City diprediksi tampil penuh motivasi pada laga ini.

Chelsea juga masih berharap kreativitas Enzo Fernandez dan kekuatan lini tengah yang dipimpin Moises Caicedo mampu mengimbangi permainan cepat Manchester City.

Namun masalah utama Chelsea tetap berada di lini depan. Dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka terlihat kesulitan mencetak gol dan kurang efektif memanfaatkan peluang.

Sebaliknya, Manchester City datang ke Wembley dengan rasa percaya diri tinggi. Tim asuhan Pep Guardiola sedang berada dalam tren positif setelah meraih sejumlah hasil meyakinkan dalam beberapa laga terakhir.

City bahkan sukses mencetak banyak gol dan kembali menunjukkan permainan menyerang khas Guardiola yang sulit dihentikan.

Kehadiran Erling Haaland menjadi ancaman terbesar bagi Chelsea. Striker asal Norwegia tersebut kembali tampil tajam menjelang akhir musim dan diprediksi menjadi pembeda dalam laga final nanti.

Selain Haaland, City juga memiliki banyak pemain kreatif seperti Jeremy Doku, Bernardo Silva, hingga Rayan Cherki yang siap merepotkan lini pertahanan Chelsea.

Solid Berkat Kedalaman Tim
Meski masih kehilangan Rodri karena cedera, Manchester City tetap terlihat solid berkat kedalaman skuad yang mereka miliki. Guardiola masih mempunyai banyak opsi untuk menjaga keseimbangan permainan di lini tengah maupun lini belakang.

Secara statistik, Manchester City juga lebih unggul dibanding Chelsea dalam beberapa pertemuan terakhir.

The Citizens berhasil meraih sejumlah kemenangan penting, termasuk kemenangan telak 3-0 pada pertemuan terakhir kedua tim. Catatan itu membuat City lebih diunggulkan untuk memenangkan laga final kali ini.(*)

Artikel Chelsea vs Manchester City di Piala FA: The Blues Tertekan dan The Citizens Dinilai Lebih Berpeluang Juara pertama kali tampil pada Olahraga.

Pemerintah akan Bangun 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia

0
Menko Pangan Zulkifli Hasan. F. Istimewa

batampos – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah segera membangun 2.000 lokasi kampung nelayan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya dukungan pemerintah untuk nelayan.

“Seluruh Indonesia kita akan bangun 2.000 lokasi termasuk di Nusa Tenggara Timur,” katanya di Kupang, Jumat (15/5/2026)

Hal ini disampaikan Menko Pangan usai kunjungan kerja ke Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nusa Tenggara Timur, sekaligus menyampaikan ucapan selama Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi umat Kristiani di Kupang.

Menko Zulkifli Hasan mengatakan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini dirinya masih menunggu data berapa titik kampung nelayan yang akan dibangun pada tahun 2026 ini.

Dia berharap agar pemerintah daerah segera mendata agar tahun bisa dibangun di NTT yang dikenal sebagai salah satu provinsi kepulauan itu.

Di kampung nelayan yang akan dibangun, pemerintah juga akan membangun pabrik es, cold storage, pasar lelang, dan Koperasi Nelayan Merah Putih.

Dengan tujuan agar ikan yang sudah ditangkap bisa dibeli oleh Koperasi Nelayan Merah Putih jika ikan yang ditangkap tidak terjual habis.

“Kalau habis melaut, dapat ikan banyak, dijual, ditawar murah-murah dan dijual. Kalau tidak dijual, busuk. jadi akan kita bangun kampung nelayan,” tambah dia.

DI NTT saat ini ujar dia banyak Koperasi Desa Merah Putih. Namun ke depan akan dibangun dan dilengkapi lagi dengan kendaraan seperti truk, cold storage, pick up dan uang untuk proses simpan pinjam.

Dalam kesempatan tersebut juga dia menyampaikan sejumlah program Presiden Prabowo yang pro kepada rakyat.

“Program Bapak Presiden saat ini sangat pro terdapat rakyat. Semua program yang dibangun ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.(*)

Artikel Pemerintah akan Bangun 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pertama kali tampil pada News.

Promosikan Pariwisata Batam Lewat City Tour, SWARA Kunjungi Destinasi Sejarah dan Religi

0
Kunjungan SWARA Batam ke makam Zuriat Nong Isa di Nongsa, Kota Batam. F. Disbudpar Untuk Batam Pos

batampos– Solidaritas Pembawa Acara (SWARA) Kota Batam menggelar kegiatan City Tour wisata sejarah dan religi di Kota Batam, Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 45 peserta tersebut menjadi bagian dari program kerja SWARA tahun 2026 sekaligus upaya mempromosikan destinasi wisata budaya dan sejarah di Batam.

Dalam kegiatan itu, peserta mengunjungi sejumlah destinasi wisata sejarah dan religi, mulai dari Kompleks Makam Zuriat Nong Isa, Museum Batam Raja Ali Haji, Galang Heritage Village, Dendang Melayu, hingga Pantai Melayu.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam. Para peserta yang merupakan pembawa acara diajak mengenal langsung potensi wisata sejarah dan religi agar memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai budaya dan pariwisata Batam.

Baca Juga: PKP Gelar Expo Properti di Batam, Tawarkan Bonus dan Turnamen Bulu Tangkis

Ketua SWARA Kota Batam, Maharani Purba, mengatakan kegiatan city tour tersebut merupakan salah satu bentuk pengembangan wawasan anggota sesuai program kerja organisasi. Perempuan yang akrab disapa Rances itu mengaku bangga karena setiap bidang dalam organisasi dapat menjalankan agenda yang telah direncanakan.

“Saya sangat bangga dan senang karena masing-masing bidang dapat menjalankan kegiatannya. Hari ini SWARA melaksanakan city tour menelusuri jejak sejarah dan religi Kota Batam,” ujarnya.

Menurut Rances, kegiatan tersebut penting agar anggota SWARA dapat merasakan langsung pengalaman mengunjungi destinasi wisata sejarah dan religi di Batam. Dengan demikian, para anggota memiliki referensi yang lebih baik ketika membawakan acara yang berkaitan dengan budaya maupun pariwisata.

“Harapannya, anggota SWARA bisa menyampaikan informasi budaya dan religi dengan lebih baik saat memandu acara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan SWARA. Menurut dia, keterlibatan komunitas pembawa acara dapat membantu mempromosikan destinasi wisata sejarah dan religi di Kota Batam kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Fox Hotel Nagoya Soft Opening, Bidik Wisatawan dan Pelaku Bisnis di Batam

“Saya merasa terbantu dengan kegiatan yang dilakukan SWARA karena ikut mempromosikan destinasi sejarah dan religi di Kota Batam,” katanya.

Ardi menilai kunjungan ke Kompleks Makam Zuriat Nong Isa menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan wisata tersebut. Lokasi itu dinilai memiliki nilai sejarah tinggi dan berpotensi menjadi destinasi wisata religi unggulan di Batam.

“Kami sangat mendukung karena Kompleks Makam Zuriat Nong Isa memiliki potensi besar sebagai wisata sejarah dan religi di Kota Batam,” ujarnya.

Ke depan, kegiatan city tour serupa direncanakan akan dilaksanakan secara berkala agar anggota SWARA semakin memahami sejarah, budaya, dan potensi pariwisata di Kota Batam. (*)

Artikel Promosikan Pariwisata Batam Lewat City Tour, SWARA Kunjungi Destinasi Sejarah dan Religi pertama kali tampil pada Metropolis.

Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas, Ini Alasannya

0
Gregoria Mariska Tunjung . (PBSI)

batampos – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung memutuskan untuk mundur dari pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (pelatnas PBSI).

“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian, dikutip dari keterangan resmi PBSI yang diterima di Jakarta, Jumat.

Keputusan pengunduran diri Gregoria itu juga sudah dikomunikasikan dengan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI Imam Tohari.

Dalam surat pengunduran diri yang disampaikannya, Gregoria mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang telah diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI.

Pengunduran diri ini dikarenakan kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo yang dideritanya.

Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding.

Gregoria menderita vertigo parah sejak Maret 2025 silam. Kondisi kesehatan yang kurang prima membuat Gregoria juga kerap absen dari sejumlah turnamen penting.

PBSI menerima dan menghormati keputusan dari pebulu tangkis berusia 26 tahun tersebut dam menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan perjuangan Gregoria selama membela Merah Putih di berbagai ajang internasional.

PBSI juga mendoakan agar Gregoria dapat segera pulih sepenuhnya dan terus meraih kesuksesan di masa mendatang.(*)

Artikel Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas, Ini Alasannya pertama kali tampil pada Olahraga.

OJK Kepri Angkat Pemikiran Raja Ali Haji untuk Perkuat Literasi Keuangan

0
OJK dan Dinas perpustakaan menggelar seminar di Tanjungpinang. F. Istimewa

batampos – Upaya meningkatkan literasi keuangan di Kepulauan Riau kini ditempuh dengan pendekatan yang tak lazim: menggali kembali pemikiran budayawan Melayu, Raja Ali Haji. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau menggelar seminar bertajuk Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji.

Seminar yang berlangsung di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, itu diikuti sekitar 100 peserta. Mereka terdiri atas pustakawan, mahasiswa, akademisi, pegiat literasi dan budaya Melayu, hingga masyarakat umum.

Dalam forum tersebut, pemikiran Raja Ali Haji dibedah bukan semata sebagai warisan sastra dan budaya, melainkan juga sebagai landasan etika dalam pengelolaan ekonomi dan keuangan masyarakat modern. Nilai amanah, kebijaksanaan, serta tata kelola kehidupan sosial-ekonomi yang diwariskan Raja Ali Haji dinilai masih relevan di tengah berkembangnya sistem keuangan digital dan meningkatnya risiko keuangan masyarakat.

Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen OJK Kepulauan Riau, mewakili Kepala OJK Kepri Muhammad Lutfi, mengatakan penguatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya akses layanan keuangan saat ini.

“Literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak. Masyarakat yang cerdas keuangan akan mampu mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari jeratan utang yang tidak produktif, serta semakin inklusif dalam memanfaatkan layanan keuangan,” ujar Lutfi,  Jumat (15/5).

Menurut dia, nilai-nilai yang diajarkan Raja Ali Haji sejalan dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang tengah didorong OJK di berbagai daerah. Pendekatan budaya dinilai menjadi cara yang lebih dekat untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau Moh. Bisri mengatakan penguatan budaya literasi tidak hanya menyangkut kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan yang diwariskan tokoh Melayu tersebut.

“Pemikiran Raja Ali Haji perlu terus dihidupkan kembali, termasuk dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap literasi keuangan,” kata Bisri.

Seminar itu juga menghadirkan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepulauan Riau, Anastasia Wiwik Swastiwi. Ia memaparkan keterkaitan pemikiran Raja Ali Haji dengan tata kelola ekonomi modern, mulai dari pentingnya perencanaan keuangan hingga kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal yang marak berkembang.

Di sela kegiatan, OJK Kepulauan Riau turut menyerahkan 17 buku literasi keuangan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau. Buku-buku tersebut mencakup berbagai tema, seperti perencanaan keuangan keluarga, literasi keuangan untuk jenjang pendidikan PAUD hingga perguruan tinggi, literasi bagi calon pengantin dan pekerja migran Indonesia, serta buku bertema perempuan cerdas keuangan.

Melalui pendekatan budaya Melayu, OJK berharap literasi keuangan tidak lagi dipahami sebatas pengetahuan teknis mengatur uang, melainkan juga sebagai bagian dari pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial masyarakat.(*)

Artikel OJK Kepri Angkat Pemikiran Raja Ali Haji untuk Perkuat Literasi Keuangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Meski Sempat Menyentuh Rp17.500 per Dolar AS, Purbaya Sebut Rupiah Belum Separah Waktu Krisis 1998

0
Ilustrasi kurs mata uang rupiah dan dolar. F. Istimewa

batampos – Nilai tukar rupiah melemah dan sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi itu diklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum seburuk krisis moneter 1998.

Mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu meminta masyarakat tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat.

Ia juga menjamin bahwa pelemahan nilai tukar mata uang Garuda bisa segera diperbaiki.

“(Masyarakat) nggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahan di mana dan bisa kita betulin. Kita nggak akan sejelek seperti 98 lagi, nggak akan jelek malah,” kata Purbaya kepada awak media di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (15/5).

Dia memastikan perbaikan mengenai nilai tukar memang menjadi tugas bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia. Tetapi, Kementerian Keuangan tengah bersiap untuk membantu menjaga stabilitas rupiah.

Salah satu fokus utama ialah menjaga pasar surat berharga negara atau bond market agar tetap stabil. Hal ini agar arus modal asing tidak terus keluar dari pasar domestik.

“Itu kan tugas bank sentral. Cuma kita sedang ambil langkah-langkah untuk membantu memperkuat juga dari sisi bond market. Mungkin kita coba lihat apakah kita bisa masuk untuk membantu apa enggak, tetapi pasti ke depan akan ada perbaikan, jadi jangan takut,” jelasnya.

Ia menjelaskan, ketika pasar obligasi stabil, investor tidak akan buru-buru menjual aset karena kekhawatiran capital loss. Bahkan, jika harga obligasi menguat, investor berpotensi memperoleh capital gain yang dapat menarik kembali aliran modal ke dalam negeri.

“Kalau bond market stabil, orang itu nggak jual, mereka nggak takut dengan capital loss, yang keluar juga akan berkurang. Apalagi kalau nanti bond-nya menguat, kan ada potensi capital gain, biasanya mereka suka,” imbuh Purbaya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Selasa (12/5) mata uang rupiah sudah menyentuh level 17.500 per dolar AS dan diperkirakan masih berpotensi melemah hingga kisaran Rp17.550 dalam pekan ini.(*)

Artikel Meski Sempat Menyentuh Rp17.500 per Dolar AS, Purbaya Sebut Rupiah Belum Separah Waktu Krisis 1998 pertama kali tampil pada News.

PKP Gelar Expo Properti di Batam, Tawarkan Bonus dan Turnamen Bulu Tangkis

0
Pameran properti tahunan bertajuk PKP Expo di Atrium 2 Grand Batam Mall, Batam. F.Azis Maulana

batampos – PT Putera Karyasindo Prakarsa (PKP) kembali menggelar pameran properti tahunan bertajuk PKP Expo di Atrium 2 Grand Batam Mall, Batam. Pameran yang berlangsung sejak 1 Mei dan akan berakhir pada 24 Mei 2026 itu menghadirkan berbagai proyek hunian dan kawasan komersial yang dikembangkan perusahaan di sejumlah titik strategis di Kota Batam.

Marketing Executive PKP, Sujatmiko, mengatakan expo tersebut tidak hanya menjadi ajang pemasaran properti, tetapi juga bagian dari upaya perusahaan menjaga kepercayaan masyarakat yang telah dibangun selama hampir empat dekade.

“PKP sudah 39 tahun menjaga nama dan kepercayaan konsumen. Saat ini ada 23 proyek yang sedang berjalan maupun telah selesai,” kata Sujatmiko di sela kegiatan expo, Kamis (14/5).

Baca Juga: Fox Hotel Nagoya Soft Opening, Bidik Wisatawan dan Pelaku Bisnis di Batam

Selain menawarkan proyek properti, PKP Expo juga diramaikan dengan turnamen bulu tangkis kategori junior dan senior, baik nomor tunggal maupun ganda. Turnamen yang terbuka untuk umum itu kini telah memasuki babak perempat final.

Menurut Sujatmiko, kegiatan olahraga tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus meningkatkan antusiasme pengunjung selama pameran berlangsung.

Dalam expo kali ini, PKP menghadirkan lebih dari 20 proyek properti yang terdiri dari rumah tinggal, ruko, apartemen, hingga kavling. Proyek-proyek itu tersebar di sejumlah kawasan berkembang di Batam seperti Batam Center, Baloi, Tiban, Batuaji, Marina, Bandara, hingga Nongsa.

Beberapa proyek yang menjadi sorotan di antaranya kawasan Venisian Mall dan Boss Business Center di Batam Center, serta Dreamland Park di Batuaji.

PKP mengusung tema “Promo BBM” atau Banyak Bonus Menguntungkan. Melalui promo tersebut, pengunjung ditawarkan berbagai kemudahan dan insentif pembelian properti selama expo berlangsung.

Baca Juga: 5 Mille Crepes Enak di Batam, Dessert Lembut yang Lagi Diburu Pecinta Manis

Sujatmiko menilai tren pasar properti di Batam sejauh ini masih cukup stabil. Menurut dia, minat masyarakat tetap terjaga karena perusahaan menawarkan skema promosi yang fleksibel dan dinilai telah teruji oleh konsumen.

“Market properti masih cukup bagus dan stabil. Promo yang diberikan juga fleksibel sehingga menjadi salah satu keunggulan PKP,” ujarnya.

Selain dapat mengunjungi langsung lokasi pameran di Grand Batam Mall, masyarakat juga bisa memperoleh informasi proyek melalui situs resmi PKP maupun jaringan PKP Store yang tersebar di sejumlah kawasan bisnis di Batam. (*)

Artikel PKP Gelar Expo Properti di Batam, Tawarkan Bonus dan Turnamen Bulu Tangkis pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi Terganggu, Pangan Bergejolak

0
Perum Bulog Batam menggelontorkan ratusan ton beras ke Kabupaten Karimun untuk mengatasi kelangkaan sekaligus menstabilkan harga pangan, beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Ketahanan pangan di Batam dan wilayah perbatasan lainnya di Provinsi Kepulauan Riau hingga hari ini masih bertumpu pada satu hal paling mendasar: kelancaran distribusi. Tidak adanya lahan pertanian dan peternakan skala besar membuat hampir seluruh kebutuhan pangan masyarakat bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam, Wahyu Daryanti, mengatakan posisi Batam sebagai daerah kepulauan membuat gangguan distribusi sekecil apa pun dapat langsung memengaruhi stok dan harga di pasaran.

“Koordinasi dengan Bulog sangat intens dan sangat bagus. Karena Batam ini bukan daerah penghasil pertanian dan peternakan, jadi kelancaran distribusi laut dan udara menjadi faktor utama,” ujar Wahyu.

Menurut dia, keterlambatan kapal maupun pesawat pengangkut bahan pangan bisa langsung berdampak terhadap stabilitas pasokan. Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah, Bulog, distributor, hingga pelaku usaha pangan dilakukan secara rutin, bahkan dalam kondisi tertentu bisa berlangsung setiap hari.

“Potensi keterlambatan kapal dan pesawat itu sangat berpengaruh. Jadi kami terus koordinasi dengan Bulog terkait stok maupun harga komoditas,” katanya.

Di tengah perubahan tata niaga pangan akibat pembatasan impor, Bulog kini memegang peranan penting dalam menjaga distribusi sejumlah komoditas strategis di Batam, termasuk minyak goreng untuk pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

“Bulog sekarang menjadi distributor utama minyak goreng kita untuk pasar SP2KP,” ujar Wahyu.

Ia mengakui, saat kebijakan larangan impor mulai diberlakukan, pasar di Batam sempat mengalami gejolak harga. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena Batam memiliki banyak jalur pasokan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Memang ada sedikit kontraksi. Tapi untuk sembako, walaupun Batam bukan daerah penghasil, sumber pasokannya banyak,” katanya.

Menurut Wahyu, komoditas seperti beras dan bawang kini dipasok dari berbagai daerah seperti Jakarta, Padang, Palembang, hingga sejumlah wilayah lain di Sumatera.

Diversifikasi sumber pasokan itu menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu daerah.

“Kalau satu daerah mengalami bencana atau gangguan cuaca, kita masih bisa ambil dari daerah lain,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui Kepri tetap menjadi salah satu daerah yang cukup rentan terhadap krisis pangan nasional. Ketergantungan tinggi terhadap distribusi luar daerah membuat Batam sangat sensitif terhadap gangguan cuaca, kenaikan ongkos logistik, maupun hambatan transportasi laut.

“Kepri cukup rentan karena kita tidak punya sawah besar, tidak punya kebun cabe besar. Ketergantungan kita terhadap pasokan luar daerah sangat tinggi,” katanya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Disperindag mulai memperluas jaringan pemasok pangan hingga ke daerah-daerah terdekat seperti Bintan. Beberapa komoditas seperti telur, cabai, dan sayuran kini mulai dipasok dari wilayah sekitar Kepri karena dinilai lebih cepat dan segar saat tiba di Batam.

“Telur dari Bintan lebih segar karena jaraknya dekat, paling lambat sehari sudah sampai Batam,” ujarnya.

Wahyu menilai tantangan terbesar di Batam bukan hanya soal kenaikan harga, tetapi potensi kekosongan barang di pasaran. Sebab ketika distribusi terganggu dan stok menipis, kepanikan masyarakat dapat dengan cepat memicu gejolak harga.

“Yang penting jangan sampai harga naik tapi barangnya kosong. Itu yang paling berbahaya,” katanya.

Sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ), Wahyu berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap ketahanan pangan di Batam. Menurut dia, kota industri dan pariwisata seperti Batam membutuhkan stabilitas harga pangan agar tetap kompetitif di mata investor maupun wisatawan.

“Harapan kita FTZ ini daerahnya harus menarik. Jangan sampai FTZ tapi justru rawan pangan,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah memperkuat jalur tol laut atau memberikan subsidi ongkos distribusi pangan dari Pulau Jawa ke Batam. Sebab, tingginya biaya logistik hingga kini masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga beras dan kebutuhan pokok di wilayah perbatasan.

“Yang mahal itu biaya transportasinya. Harapan kita ada subsidi atau penguatan tol laut supaya harga beras tetap terjangkau,” tutupnya.

Menjaga Pangan agar Tak Picu Kepanikan

Sama halnya di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Bintan, menjaga ketahanan pangan bukan sekadar memastikan bahan pokok tersedia di pasar. Pemerintah daerah juga harus menjaga agar kepanikan masyarakat tidak berubah menjadi gejolak harga dan aksi panic buying ketika distribusi terganggu.

Karena itu, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan bersama Bulog terus memperkuat koordinasi untuk memantau stok dan harga pangan di lapangan. Pemantauan dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan dengan turun langsung ke pasar, gudang, hingga pusat distribusi.

“Koordinasi yang intensif dilakukan pemerintah daerah dan Bulog dalam memantau stok dan harga pangan,” kata Kepala DKUPP Bintan, Asy Syukri.

Menurut dia, Bulog memegang peran penting dalam menjaga stabilitas harga melalui optimalisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga tingkat pasar desa dan ritel.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan juga bekerja sama dengan Bulog untuk membeli hasil produksi petani lokal guna memperkuat cadangan pangan daerah.

Tak hanya soal stok, pemerintah daerah juga memastikan distribusi pangan tetap menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. Koordinasi dilakukan mulai dari penyaluran bantuan pangan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga kesiapan armada distribusi dari gudang Bulog ke berbagai daerah.

“Semua langkah ini dilakukan agar empat pilar ketahanan pangan terpenuhi yakni ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan, dan kestabilan pangan,” ujar Syukri.

Untuk mencegah kepanikan pasar, pemerintah daerah rutin menggelar operasi pasar murah dan memperketat pengawasan distribusi pangan. Petugas bahkan turun langsung ke peternakan, gudang, pasar tradisional, hingga retail modern untuk memastikan stok aman dan mencegah praktik penimbunan.

“Kita juga memperketat pengawasan di pasar tradisional dan modern. Jika ada pelaku usaha yang dengan sengaja menimbun barang akan ditindak tegas,” tegasnya.

Syukri mengakui Kepri, termasuk Bintan, masih menjadi daerah yang rentan terhadap krisis pangan karena tingginya ketergantungan terhadap pasokan luar daerah. Kondisi geografis kepulauan membuat rantai distribusi sangat mudah terganggu akibat cuaca buruk, ombak tinggi, maupun hambatan transportasi antarpulau.

“Kepri cukup rentan karena ketergantungan pasokan luar daerah sangat tinggi,” katanya.

Situasi tersebut sempat terasa ketika pembatasan impor diberlakukan pemerintah pusat. Menurut Syukri, beberapa komoditas seperti bawang impor, gula, minyak goreng, hingga cabai sempat mengalami tekanan harga akibat tersendatnya distribusi dan menipisnya stok.

“Intinya setelah ada pembatasan atau penurunan impor memang terjadi tekanan harga pada beberapa komoditas tertentu di Bintan, terutama bahan pangan yang masih bergantung pada pasokan luar daerah dan impor. Tetapi gejolak tersebut masih dapat dikendalikan melalui intervensi pemerintah daerah dan stabilisasi pasokan,” ujarnya.

Untuk menjaga kondisi tetap terkendali, pemerintah daerah mengintensifkan operasi pasar, pemantauan mingguan harga, koordinasi dengan Bulog dan Satgas Pangan, hingga memperluas kerja sama antardaerah sebagai sumber pasokan pangan alternatif. Langkah itu dipandang penting agar Bintan tidak terlalu bergantung pada satu jalur distribusi.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai mendorong penguatan pangan lokal melalui pengembangan peternakan dan produksi pangan desa lewat Koperasi Merah Putih. Menurut Syukri, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah.

“Masyarakat juga didorong mengurangi ketergantungan pada satu jenis makanan pokok,” ujarnya.

Sebagai kawasan Free Trade Zone, Bintan juga dinilai layak mendapat perlakuan khusus terkait distribusi pangan strategis. Namun menurut Syukri, skema itu tetap harus disertai pengawasan ketat agar tidak mengganggu pasar nasional.

“Model yang paling realistis sebenarnya bukan bebas total, tetapi relaksasi impor pangan tertentu, kuota khusus FTZ, jalur logistik lebih cepat, insentif stok pangan strategis, dan pengawasan ketat distribusi keluar FTZ,” katanya. (*)

Artikel Distribusi Terganggu, Pangan Bergejolak pertama kali tampil pada Metropolis.

Menjaga Beras di Ujung Negeri

0
Pimpinan Cabang Bulog Batam Guido X. L mengecek stok beras di gudang bulog di Batu merah, belum lama ini. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

Wilayah perbatasan Kepri selama bertahun-tahun bergantung pada beras impor dari negeri seberang. Ketika kebijakan nasional berubah dan pasokan mulai terguncang, Bulog hadir menjaga ketersediaan pasokan bahan makanan di wilayah sempadan. Di tengah tantangan mengarungi laut dan biaya logistik yang mahal, badan usaha ini berkontribusi besar sebagai penyangga ketahanan pangan.

PROVINSI Kepulauan Riau merupakan salah satu wilayah paling unik dalam tata niaga pangan nasional. Berstatus sebagai daerah kepulauan dan kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ), wilayah seperti Batam, Bintan, dan Karimun selama bertahun-tahun bergantung pada pasokan beras impor dari negara tetangga di Asia.

Ketergantungan itu bukan tanpa alasan. Kepri bukan daerah penghasil pangan. Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan lahan pertanian, serta adanya regulasi sebelumnya yang membolehkan impor beras khusus ke wilayah FTZ, membuat beras impor menjadi pilihan utama masyarakat. Salah satunya, di Kota Batam, wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

Kedekatan geografis dengan dua negeri jiran ini membuat pasokan beras premium dari Thailand maupun Vietnam lebih mudah masuk ke Batam dan perlahan menjadi pilihan utama warga karena dinilai berkualitas baik dengan harga yang masih terjangkau.

Sehingga kemudian, beras impor bukan sekadar komoditas pangan, melainkan bagian dari pola konsumsi masyarakat sehari-hari yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

Bahkan, sebagian masyarakat menilai, beras impor punya sejumlah kelebihan. Selain teksturnya pulen dan tidak terlalu lembek saat dimasak, nasi dari beras impor juga dianggap lebih tahan lama dan tak cepat basi, sehingga cocok dengan selera masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.

 

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

Artikel Menjaga Beras di Ujung Negeri pertama kali tampil pada Metropolis.