Polisi bersama pelaku pencurian, IK menunjukkan barang bukti motor curian di Mapolsek Lubuk Baja, Jumat (13/12) siang. F.Humas Polresta untuk Batam Pos
batampos – Unit Reskrik Polsek Lubuk Baja menangkap IK, spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Warga Tanjung Uma ini diamankan bersama 4 motor hasi curiannya.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Ipda M. Alvin Royantara mengatakan penangkapan pelaku dilakukan setelah menerima laporan kehilangan dari korban pada Senin (9/12) kemarin. Saat itu, korban kehilangan 1 unit motor Honda Beat BP 5018 CR.
“Motor korban ini hilang saat disewakan. Awalnya, penyewa ini melapor ke korban bahwa motor tersebut sudah dicuri,” ujar Alvin.
Dari laporan korban, kata Alvin, pihaknya melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di kawasan Tanjung Teritip, Tanjung Uma bersama barang bukti 1 unit motor curian tersebut.
“Dari pemeriksaan, pelaku ini sudah 5 kali mencuri motor. Dan hasil curiannya tersebut dijual,” katanya.
Kepada polisi, IK mengaku beraksi dengan mengincar motor yang diparkir di depan rumah saat malam hari. Kemudian, motor tersebut dijual dengan harga Rp 1,5 juta.
“Modusnya, pelaku ini mematahkan stang motor dan mendorongnya. Untuk penadahnya masih kita lakukan pengembangan,” ungkapnya.
Adapun barang bukti yang diamankan polisi berupa 2 unit motor Honda Beat, 1 unit motor Yamaha Jupiter Z, dan 1 unit motor Yamaha Vega R.
“Kami mengingatkan agar masyarakat selalu menggunakan kunci ganda saat memarkirkan kendaraan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 Ayat (1) Sub 4e dan 5e KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (*)
Ahmad Rustam Ritonga saat dibawa ke Mapolda Kepri, beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Dugaan pencurian uang Rp 8,9 miliar yang dituduhkan ke oknum pengacara ternama di Batam memasuki babak baru. Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam akhirnya mematahkan dugaan pencurian itu dengan vonis bersalah Ahmad Rustam Ritonga. Oknum pengacara yang masih aktif ini pun dijatuhi pidana 2 tahun penjara.
Vonis terhadap Ahmad Rustam dibacakan majelis hakim yang dipimpin Tiwik dalam sidang yang berlangsung Kamis (12/12) malam.
Hakim Tiwik menegaskan perbuataan Rustam terbukti sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum yakni pasal 363 ayat 4 yang berbunyi “Mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, jika antara beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut.
“Perbuataan Rustam terbukti sah dan meyakinkan bersalah, sehingga sudah seharusnya dihukum,” ujar hakim Tiwik.
Menurut Tiwik, hal memberatkan perbuataan terdakwa telah merugikan keluarga korban. Terdakwa juga tak mengakui perbuataanya. Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum.
“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, menjatuhkan pidana terhadap Ahmad Rustam Ritonga dengan 2 tahun penjara dikurangi selama terdakwa ditahan,” kata Tiwik.
Atas putusan itu, majelis hakim meminta terdakwa berkonsultasi dengan penasehat hukum sebelum menyatakan sikap. Yang kemudian setelah berkonsultasi, Rustam menyatakan pikir-pikir.
“Kami menyatakan pikir-pikir. Namun jujur kami kecewa atas putusan ini,” ujar penasehat hukum terdakwa.
Tak hanya Rustam, jaksa penuntut umum juga pikir-pikir atas putusan itu. Sebab putusan itu lebih ringan dari tuntutan 5 tahun jaksa. “Kami juga pikir-pikir yang mulia,” ujar jaksa. Usai mendengar pernyataan jaksa, majelis hakim Tiwik mengetuk palu sidang menandakan sidang berakhir.
Diketahui sebelumnya, Kasus dugaan pencurian Rp 8,97 miliar yang menyeret pengacara senior di Batam, Ahmad Rustam Ritonga akhirnya bergulir di Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Senin (9/9). Salah satu pengurus Peradi Batam yang masih aktif ini pun akhirnya dijebloskan ke Rutan Batam.
Rustam merupakan pengacara Active Marine Industries (PT AMI) , yang mengklaim dibayar Rp 9 miliar oleh Lim Siew Huat Direktur PT AMI yang telah meninggal.
Selain Rustam, Roliati mantan keuangan PT AMI juga dinyatakan terbukti bersalah sesuai dengan putusan Mahkama Agung. Roliati divonis 1 tahun penjara, yang membatalkan vonis bebas Pengadilan Tinggi Kepri. Roliati terbukti melakukan pencurian daro ponsel korban, 3 hari setelaj meninggal. (*)
batampos – Sebuah video berdurasi 3 menit 12 detik di media sosial jadi. Video tersebut memperlihatkan seorang pria yang mengaku ditolak oleh pihak Bank Indonesia (BI) saat hendak menukarkan uang logam seberat 8 kilogram di kantor BI perwakilan Kepri.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok Yusril_Koto pada Kamis (12/12), dan kini tersebar luas di berbagai platform, termasuk X.
Dalam video, pria tersebut menyampaikan kekesalannya kepada petugas yang diduga meminta uang logam tersebut dibuang.
“Kita bawa uang 8 kilo ini, dia malah suruh buang,” kata pria tersebut dalam video, kepada seorang petugas.
Dalam video yang beredar, tampak seorang petugas berbaju kemeja hitam mendekati pria itu dan menjelaskan bahwa hanya uang logam yang rusak yang dapat ditukarkan. Meski demikian, pria tersebut tetap merasa kecewa, menilai petugas tidak menyampaikan informasi dengan cara yang baik.
BI Kepri Tanggapi Insiden
Menanggapi viralnya video tersebut, Humas BI Kepri, Benyamin Situmorang, menyebut bahwa pihaknya sedang menyelidiki kejadian itu.
“Kami meminta waktu untuk mempelajari lebih lanjut. Saat ini kami sedang menganalisis CCTV karena harus melihat kejadian ini dari dua sisi,” kata Benyamin.
Ia menambahkan bahwa pihak BI akan memberikan penjelasan detail setelah proses investigasi selesai. (*)
Ilustrasi. Gedung Mahkamah Konstitusi. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
batampos – Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima hampir 300 gugatan Pilkada 2024 atau perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHP Kada) 2024. Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan berharap, hasil putusan persidangan MK nanti menjadi akhir dari sengketa di Pilkada.
“Saya berharap apa yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi menjadi akhir dari sengketa para pihak. Oleh karena itu MK harus hati-hati dalam memutus karena putusan apapun yang dihasilkan oleh MK harus diterima para pihak,” kata Ahmad Irawan kepada wartawan, Jumat (13/12).
Berdasarkan laman web MK, tercatat ada sebanyak 275 permohonan sengketa pilkada. Tercatat, sudah terdaftar 15 permohonan sengketa pilgub, 213 permohonan sengketa pilkada bupati, dan 47 permohonan sengketa pilkada tingkat wali kota.
Irawan menyebut, MK memiliki pengalaman yang panjang dalam menyelesaikan masalah sengketa hasil Pemilu. Ia meyakini, proses penanganan perselisihan hasil Pilkada 2024 bisa lebih baik dari sebelumnya.
“Pengalaman panjang MK membuat saya yakin dari aspek manajemen dan aspek penanganan perkara penyelesaian sengketa hasil pada Tahun 2024 harusnya lebih baik dari sebelumnya,” tutur legislator dari Dapil Jawa Timur V itu.
Irawan menjelaskan, pengajuan permohonan ke MK oleh pasangan calon merupakan bentuk pencarian keadilan dari ketidakpuasan para calon yang belum menerima hasil dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sehingga, putusan tersebut merupakan suatu bentuk perlindungan hak konstitusional kepada warga negara.
“Tentu menyangkut kebenaran yang diyakininya terkait dengan dugaan pelanggaran yang terjadi selama proses penyelenggaraan dan ketidakpuasaan terhadap pelaksanaan tahapan penyelenggaraan,” ungkap Irawan.
“Dengan segala pengalamannya, Mahkamah Konstitusi pasti memahami bagaimana cara menangani dan menyelesaikan permohonan sengketa yang diajukan kepadanya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Irawan menyebut tahapan sengketa hasil Pemilu merupakan suatu tahapan dan forum untuk pertanggungjawaban proses dan hasil penyelenggaraan pilkada. Ia pun mendorong KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam proses penyelesaian sengketa Pilkada.
“KPU dan Bawaslu sebagai pihak dalam penyelesaian sengketa hasil tersebut penting untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan membuktikan telah bekerja sesuai dengan asas dan prinsip penyelenggaraan pemilu,” ujar Irawan.
Anggota Komisi di DPR yang membidangi urusan Pemilu ini juga memberi apresiasi bagi pasangan calon yang tidak mengajukan gugatan hasil Pilkada. Irawan menyebut, hal itu merupakan bentuk sikap kenegarawanan.
“Saya mengapresiasi secara khusus bagi para pihak yang tidak mengajukan permohonan sengketa hasil ke Mahkamah Konstitusi dan langsung menerima hasil yang telah ditetapkan oleh KPU selaku penyelenggara pemilu. Suatu sikap yang ksatria dalam suatu pertarungan politik,” pungkasnya. (*)
batampos– Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan diminta menangkap peluang yang ada di pemerintah pusat maupun provinsi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Bintan.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyadari kekuatan anggaran daerah terbatas.
Karena itu, dia meminta kepala OPD dan stakholder terkait untuk menggali potensi anggaran lewat pemerintah provinsi atau pemerintah pusat melalui kementerian atau lembaga.
“Anggaran yang terbatas justru harus menjadi pemicu kita untuk terus bergerak untuk menangkap peluang, baik lewat provinsi atau pusat,” ujarnya.
Roby menyampaikan, keseriusan Pemkab Bintan dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.
Hal ini dimaksudkan guna meningkatkan konektivitas dan merangsang pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat.
Roby juga menyampaikan, Pemkab Bintan fokus terhadap kebijakan dalam upaya mendorong peningkatan infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Hal ini selaras dengan Asta Cita yang tertuang dalam Visi Misi Pemerintah Pusat.
“Kita optimis Bintan akan mampu mengimbangi setiap pembangunan tingkat nasional agar merata di tingkat daerah,” katanya.
“Infrastruktur pasti jadi salah satu prioritas, selain program-program pro masyarakat, bantuan-bantuan dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Diketahui sejauh ini Bintan telah melakukan beberapa peningkatan infrastruktur yang menjadi fasilitas umum. Beberapa progres pembangunan juga akan terus dilanjutkan di tahun hadapan guna meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Daerah.
Berbagai langkah pembangunan juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Bintan untuk memberi gambaran pasti kepada para investor bahwa Bintan memiliki banyak peluang investasi yang akan terus berkembang.
Tak hanya dominan pada sektor pariwisata dan industri, sektor perikanan, pangan hingga UMKM pun sejauh ini terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi kemajuan Bintan. (*)
batampos – Luna Maya buka rahasia suksesnya. Aktris cantik serba bisa ini tidak hanya masih eksis di dunia akting, tapi juga bintang iklan, brand ambassador, model, juri acara hingga pembawa acara.
Bahkan Luna Maya juga merambah dunia bisnis. Tercatat bisnis kekasih Maxime Bouttier ini memiliki sejumlah bisnis di bidang kecanyikan, travel, hingga media.
Rahasia sukses Luna Maya dibuka secara blak-blakan di kanal video Daniel Mananta.
Menurut Luna Maya, sombong adalah salah satu rahasia suksesnya.
“Sombong yang positif,” ujar Luna Maya di kanal video Daniel Mananta.
“Kenapa gua bilang gitu? Ada perasaan nggak mau dikalahin. Oh dia bisa gitu (gua juga harus bisa),” imbuh perempuan 41 tahun tersebut.
Luna Maya menyebut, keinginan yang besar untuk bisa menjadi orang sukses sebenarnya sudah muncul dalam dirinya sejak kecil. Waktu itu dia ingin menjadi artis dan juga ingin menjadi pengusaha sukses.
Berhubung tidak punya ilmunya, Luna Maya kecil tidak tahu harus melakukan apa untuk mewujudkan keinginannya tersebut.
“Tapi adanya afirmasi dari diri gua, jalan itu terbuka. Ada jalan tapi tanpa usaha keras juga tidak akan bisa,” tegas Luna Maya.
Dia pun bersyukur punya keinginan yang besar sejak kecil. Meski tak dibekali dengan ilmu yang cukup, akhirnya Luna Maya mengarahkan dirinya menuju ke sana dengan mempelajari ilmunya sembari berjalan.
“Karena ambisi seperti itu gua jadinya nggak gampang patah. Kalau gagal banyak sekali gua gagalnya,” aku Luna Maya. (*)
Personel Sat Lantas Polresta Barelang menunjukkan jalan yang berlubang di kawasan Seibeduk beberapa waktu lalu. F.Afid untuk Batam Pos
batampos – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Barelang sepanjang tahun ini mencatat 20 kecelakaan yang disebabkan jalan rusak atau berlubang. Kecelakaan ini mengakibatkan 2 pengendara tewas, dan 18 orang luka ringan.
Kasat Lantas Polresta Barelang, AKP Afiditya Arief Wibowo mengatakan 20 kecelakaan ini terjadi di 9 titik jalan rusak dan berlubang. Seperti di Simpang Kepri Mall, Bukit Daeng, depan SDN 008 Lubuk Baja.
Kemudian di Sekolah Pelita Utama, traffick light Baloi Center, Pintu 2 Muka Kuning, halte bus Panbil, Legenda Malaka, dan Tanjung Piayu.
“Dari seluruh kecelakaan ini, 2 orang meninggal dunia, dan 18 orang luka ringan,” ujarnya.
Afid menjelaskan kecelakaan paling banyak yang disebabkan jalan rusak dan berlubang ini terjadi di Pintu 2 Mukakuning dan Tanjung Piayu dengan korban luka ringan sebanyak 9 orang.
Sedangkan kecelakaan yang mengakibatkan korban tewas berada di jalan Bukit Daeng dan depan SDN 008 Lubuk Baja.
“Untuk lokasi lainnya yang sering terjadi di Kepri Mall 3 kecelakaan, dan di Bukit Daeng,” kata Afid.
Sementara KBO Satlantas Polresta Barelang, Ipda Yudi Patra menambahkan kecelakaan yang disebabkan oleh jalan rusak dan berlubang ini kerap terjadi pada malam hari.
“Biasanya itu kecelakaan tunggal saat malam hari,” ujarnya.
Yudi menjelaskan dengan masih adanya jalanan berlubang ini, pihaknya sudah menyurati BP Batam untuk segera memerbaiki dan menambalnya.
“Dari Unit Kamsel juga sudah berkoordinasi dengan BP Batam. Informasi dari BP memang akan segera ditambal dalam waktu dekat ini,” katanya
Menurut Yudi, saat ini kondisi jalanan Batam memang rawan kecelakaan. Sebab, dengan banyaknya proyek pelebaran jalan menyebabkan jalanan minim rambu-rambu.
“Tapi kesadaran masyarakat juga penting. Sehingga kecelakaan ini bisa diantisipasi,” tutupnya. (*)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos.
batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam merencanakan pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan unit sekolah baru (USB) pada tahun 2025. Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi permasalahan pendidikan, terutama terkait dengan daya tampung sekolah negeri.
“Tahun 2025, kita akan membangun 20 ruang kelas untuk sekolah dasar (SD), 20 ruang kelas untuk sekolah menengah pertama (SMP), serta tiga unit sekolah baru,” ujar Tri Wahyu di Sagulung, Kamis (12/12).
Dari tiga unit sekolah baru tersebut, dua di antaranya akan langsung dibangun, yaitu satu SD di Kelurahan Sei Langkai, Sagulung, dan satu SMP di Panglong Batu Besar, Nongsa. Sementara satu unit lainnya difokuskan pada pematangan lahan.
Tri Wahyu menambahkan bahwa pembukaan sekolah baru memerlukan kesiapan matang, baik dari segi fasilitas maupun sumber daya manusia.
“Kami tidak akan membuka sekolah baru jika lembaga pendidikannya belum siap. Selain fasilitas, kami juga harus mempersiapkan guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah. Satu semester akan kami gunakan untuk persiapan, agar semuanya siap digunakan pada tahun ajaran 2026,” jelasnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah kota Batam untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat yang terus meningkat. Seperti diketahui, Batam kerap menghadapi permasalahan saat penerimaan peserta didik baru. Sekolah negeri selalu kelebihan peminat, menyebabkan banyak calon siswa tidak terakomodir.
Tri Wahyu menyebutkan bahwa masyarakat Batam cenderung lebih memilih sekolah negeri untuk anak-anak mereka. Hal ini mendorong Pemko Batam untuk terus melengkapi fasilitas pendidikan, sehingga sistem belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal. “Penambahan ruang kelas dan unit sekolah baru ini juga bertujuan memaksimalkan sistem belajar mengajar di sekolah negeri,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya menjaga rasio ideal siswa per kelas. “Jika daya tampung terlalu berlebihan, sekolah bisa tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Jadi, kita harus memastikan penambahan fasilitas ini sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Rencana ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Batam yang menginginkan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas. Tri Wahyu berharap program ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai persoalan pendidikan yang ada di kota tersebut.
Selain itu, Pemko Batam juga sedang menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait pengadaan tenaga pendidik. Menurut Tri Wahyu, kekurangan jumlah guru menjadi tantangan utama dalam membuka sekolah baru. “Kita butuh kebijakan strategis untuk mengatasi kurangnya guru dan tenaga kependidikan ini,” katanya.
Dengan rencana ini, diharapkan tahun ajaran 2026 akan menjadi awal baru bagi pendidikan di Batam, dengan fasilitas yang lebih memadai dan tenaga pendidik yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi para siswa.
Pemko Batam pun terus berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan pendidikan masyarakat dapat terpenuhi, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat di wilayah tersebut. (*)
Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, saat menyerahkan kajian pengelolaan parkir ke Pemko Batam. Foto: Ombudsman Kepri untuk Batam Pos
batampos – Ombudsman RI perwakilan Kepri, telah menyerahkan hasil kajian analisis terkait pengelolaan parkir di Batam kepada perwakilan Wali Kota Batam dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.
Kajian ini merupakan salah satu upaya Ombudsman untuk mencegah maladministrasi dalam pelayanan publik.
“Tugas kami tidak hanya menyelesaikan laporan, tetapi juga mencegah maladministrasi. Salah satu cara pencegahan adalah melalui kajian analisis,” kata Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, Jumat (13/12).
Setelah kenaikan tarif, lanjutnya, banyak keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial, SP4N Lapor, dan langsung ke Ombudsman. Keluhan ini meliputi tidak diberikannya karcis parkir oleh juru parkir, sikap tidak ramah, pengaduan yang lambat ditangani, hingga maraknya parkir liar yang dipungut secara ilegal.
Ombudsman Kepri melakukan kajian untuk menyoroti potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir serta evaluasi terhadap kebijakan parkir berlangganan.
Kajian dilakukan melalui wawancara mendalam, pengumpulan data, serta Focus Group Discussion (FGD). Ombudsman melibatkan berbagai pihak, termasuk juru parkir, masyarakat, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang, dan Dishub.
Beberapa potensi maladministrasi dalam pengelolaan parkir rumija. Temuan utama mencakup kepatuhan penyelenggara parkir terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam Nomor 3 Tahun 2018 dan Peraturan Wali Kota Batam Nomor 52 Tahun 2018.
Lalu evaluasi titik parkir, penyediaan fasilitas parkir, dan pelayanan di lapangan, kebijakan parkir berlangganan dan sistem ganti rugi pelayanan parkir, serta pengelolaan pengaduan parkir yang dinilai kurang responsif.
Ombudsman memberikan rekomendasi dalam tiga kategori: jangka pendek, menengah, dan panjang. Rekomendasi ini mencakup peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, perbaikan kebijakan parkir berlangganan, peninjauan sistem ganti rugi parkir, dan pengelolaan pengaduan yang lebih efektif.
“Kami berharap rekomendasi ini dapat mulai diimplementasikan tahun depan. Meski pelaksana teknisnya adalah Dishub, tanggung jawab kebijakan tetap melekat pada Wali Kota, termasuk alokasi anggaran. Ombudsman akan terus memantau perkembangan ini,” ujar Lagat. (*)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Andi Agung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Dunia industri diharapkan lebih aktif memberikan tanggung jawab sosialnya, khususnya dalam mendukung pendidikan di Kota Batam. Dukungan dari perusahaan dan pelaku industri dinilai sangat penting, terutama bagi sekolah kejuruan seperti SMKN 1 Batam, yang dituntut untuk mencetak lulusan siap kerja sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja.
Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, mengungkapkan bahwa sekolahnya masih membutuhkan dukungan dari pihak industri untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami memerlukan bantuan dari kawan-kawan industri agar materi pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan tenaga kerja di Batam. Dengan begitu, lulusan kami dapat langsung terserap oleh pasar kerja,” ujarnya.
Saat ini, SMKN 1 Batam telah memiliki lima kelas industri, di mana materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri, sesuai dengan program revitalisasi SMK yang menekankan pentingnya kerja sama untuk meningkatkan mutu lulusan.
Batam, yang dikenal sebagai kota industri, harus memperkuat kolaborasi ini. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Andi Agung sebelumnya menegaskan pentingnya peran dunia industri dalam mencetak tenaga kerja yang berkompeten. “Jika lulusan SMK sudah siap kerja, ini akan memudahkan perusahaan merekrut tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan produksi mereka,” katanya.
Dukungan industri juga terlihat di SMKN 5 Batam, yang berfokus pada bidang perkapalan. Kepala SMKN 5 Batam, Hendra Debeny, menyampaikan bahwa sekolah ini telah menjalin kerja sama dengan lebih dari seratusan perusahaan galangan kapal. “Kerja sama ini mencakup penempatan siswa magang, perekrutan tenaga kerja, hingga bantuan alat praktik. Ini sangat membantu kami dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Meskipun belum memiliki kelas khusus industri, program kejuruan di SMKN 5 Batam sudah sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di bidang perkapalan. Sekolah ini memiliki 10 program keahlian, termasuk teknik pemesinan kapal, teknik grafika, dan desain rancang bangun kapal. Setiap tahun, banyak lulusan sekolah ini yang direkrut oleh perusahaan mitra.
Hendra juga menambahkan bahwa dukungan perusahaan melalui program kerja sama dan memorandum of understanding (MoU) sangat membantu meningkatkan daya saing siswa. “Kami bersyukur banyak perusahaan yang terlibat. Ini menunjukkan bahwa pendidikan dan industri bisa saling mendukung untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten,” jelasnya.
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kepri di Batam, Kasdianto, menyatakan bahwa program kelas industri dan kerja sama dengan dunia usaha harus terus ditingkatkan. “Dukungan ini penting agar lulusan SMK di Batam siap bersaing di dunia kerja dan memenuhi kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Selama ini, sudah banyak perusahaan di Batam yang berkontribusi terhadap pendidikan. Namun, menurut Deden Suryana, masih ada ruang bagi lebih banyak pelaku industri untuk ikut serta. “Semakin banyak dukungan, semakin baik kualitas pendidikan kita,” katanya.
Dengan sinergi yang terus terjalin antara pendidikan dan industri, diharapkan Batam tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga melahirkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan dunia kerja global. (*)