Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 248

Ribuan Pekerja Kampanyekan Nol Kecelakaan Kerja di Bulan K3 Nasional 2026

0
Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional ke-56 Tahun 2026 digelar dengan jalan sehat massal di lapangan bola kawasan Batamindo, Mukakuning, Seibeduk pada Minggu (8/2) pagi. F. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Ribuan pekerja industri bersama masyarakat turun ke jalan untuk mengampanyekan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam peringatan Bulan K3 Nasional ke-56 Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan jalan sehat massal digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri di lapangan bola kawasan Batamindo, Mukakuning, Seibeduk, Minggu (8/2) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian Bulan K3 Nasional di Kepri yang berlangsung sejak awal Februari. Bulan K3 sendiri diperingati setiap tahun pada 12 Januari hingga 12 Februari sebagai momentum meningkatkan kesadaran penerapan K3 di seluruh sektor kerja.

Sekitar 3.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini. Peserta berasal dari berbagai perusahaan di kawasan industri Muka Kuning serta masyarakat umum. Panitia juga menyiapkan beragam hadiah, dengan hadiah utama perjalanan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Baca Juga: BP Batam Pacu Percepatan Pengelolaan Sampah, Siapkan Skema Kemitraan hingga WTE

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Kepri, Diki Wijaya, mengatakan jalan sehat tersebut merupakan rangkaian akbar Bulan K3 yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi rangkaian puncak. Sebelumnya kegiatan Bulan K3 sudah kita mulai sejak tanggal 5, dan hari ini dilanjutkan dengan jalan santai yang dibuka langsung oleh Gubernur,” ujar Diki kepada Batam Pos usai kegiatan.

Ia menyebut antusiasme peserta sangat tinggi dengan jumlah kehadiran mencapai sekitar tiga ribu orang. “Hadiah utamanya adalah ibadah umrah dan insyaallah akan diberangkatkan minggu depan,” katanya.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, peringatan Bulan K3 ini menjadi sarana kampanye keselamatan kerja di tengah masih tingginya angka kecelakaan kerja, khususnya di sektor industri dan manufaktur di Batam dan wilayah Kepri.

“Inilah media yang kami bangun untuk mengingatkan semua pihak. Bulan K3 berlangsung dari 12 Januari sampai 12 Februari, dan kami mengimbau seluruh pelaku usaha benar-benar menjalankan prinsip K3. Target kita jelas, yaitu nol insiden kecelakaan kerja,” tegas Diki.

Baca Juga: Kemenkes Dukung Pengembangan Layanan Prioritas di RSBP Batam

Ia menekankan bahwa pembinaan dan pengawasan K3 tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan dunia industri.

“Jika terjadi kecelakaan kerja, sering kali disebabkan kelalaian, kurangnya verifikasi, atau kompetensi pekerja yang belum memadai. Karena itu kami terus meningkatkan literasi dan pemahaman K3, baik kepada pekerja maupun perusahaan,” jelasnya.

Menurut Diki, komitmen penerapan K3 menjadi sangat penting bagi sektor-sektor berisiko tinggi, seperti galangan kapal, konstruksi, dan industri berat yang banyak beroperasi di Batam dan Kepulauan Riau.

Terkait strategi pengawasan, Disnaker Kepri telah menjalankan berbagai langkah konkret, mulai dari sosialisasi, seminar, pembaruan data, hingga audit dan investigasi kecelakaan kerja.

“Semua upaya itu terus berjalan. Harapannya, dengan pengawasan dan pembinaan berkelanjutan, angka kecelakaan kerja bisa ditekan dan keselamatan tenaga kerja semakin membaik,” tutup Diki. (*)

Artikel Ribuan Pekerja Kampanyekan Nol Kecelakaan Kerja di Bulan K3 Nasional 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Transportasi AirFish Dinilai Dapat Mendongkrak Pariwisata dan Bisnis Batam

0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata. F. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Waktu tempuh perjalanan Singapura–Batam yang selama ini mengandalkan feri konvensional berpeluang dipangkas signifikan. Moda transportasi laut berkecepatan tinggi bernama AirFish disiapkan sebagai alternatif baru untuk konektivitas lintas negara tersebut.

AirFish merupakan wahana laut yang melaju melayang di atas permukaan air. Rencana pengoperasiannya diumumkan oleh ST Engineering AirX, usaha patungan perusahaan teknologi Singapura ST Engineering dengan startup Peluca, bersama operator feri BatamFast, pada ajang Singapore Airshow 2026 awal Februari lalu. Rute Singapura–Batam ditargetkan mulai beroperasi pada paruh kedua 2026, setelah seluruh persetujuan regulasi dan sertifikasi rampung.

Menanggapi rencana itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyebut pembahasan mengenai moda transportasi tersebut sebenarnya telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Jelang Berangkat, Kemenhaj Batam Tegaskan Wukuf Arafah Inti Haji

“Rencana ini sudah dibicarakan sejak sekitar 2022. Waktu itu sudah ada pembahasan di Pemko Batam, BP Batam, hingga Kementerian Perhubungan,” ujar Ardiwinata.

Ia menjelaskan, pada tahap awal moda ini lebih dikenal dengan istilah seaplane, meski secara konsep memiliki kesamaan dengan AirFish yang kini diperkenalkan.

“Jenisnya mungkin berbeda, tapi konsepnya sama, yakni transportasi laut berkecepatan tinggi yang melayang di atas permukaan air,” katanya.

Menurut Ardiwinata, pengoperasian AirFish akan melibatkan banyak pihak dan sebelumnya juga sempat diwacanakan untuk uji coba. Batam dinilai memiliki potensi sekaligus kesiapan untuk pengembangan transportasi jenis tersebut.

Di wilayah Kepulauan Riau, konsep transportasi serupa sebenarnya sudah diterapkan, seperti penggunaan pesawat amfibi di kawasan Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas, meski dengan wahana berbeda.

“Secara konsep ini sangat menarik. Waktu tempuhnya bisa sekitar 25 menit saja, dengan kapasitas 8 hingga 10 penumpang. Jadi memang bukan transportasi massal,” jelasnya.

Baca Juga: Kemenkes Dukung Pengembangan Layanan Prioritas di RSBP Batam

Dari sisi infrastruktur, pembangunan dermaga dinilai tidak terlalu kompleks karena dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah ada dengan sejumlah penyesuaian. Namun demikian, aspek perizinan lintas negara menjadi tantangan utama yang masih memerlukan kajian mendalam.

“Yang paling krusial tetap soal perizinan dan regulasi internasional,” kata Ardiwinata.

Pemerintah Kota Batam menyambut positif rencana pengoperasian AirFish karena dinilai sejalan dengan visi Batam sebagai kota pariwisata dan pusat kegiatan bisnis. Ardiwinata menilai, kehadiran moda ini memperkuat unsur aksesibilitas, salah satu dari tiga syarat utama kota pariwisata selain amenitas dan atraksi.

“Akses itu mencakup laut, udara, dan konektivitas. Kehadiran transportasi seperti AirFish tentu menambah daya tarik Batam,” ujarnya.

Ia juga menilai AirFish berpotensi besar mendukung sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) serta perjalanan bisnis, sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong investasi.

Terkait kemungkinan kerja sama lintas negara antara perusahaan Singapura dan BatamFast, Ardiwinata menyebut hal tersebut sangat memungkinkan selama sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kalau membuka jalur lintas negara, tentu melibatkan dua negara. Mekanismenya seperti saat membuka jalur Ro-Ro Batam–Johor,” tegasnya.

Ia pun menepis kekhawatiran bahwa kehadiran AirFish akan mengganggu pelaku usaha transportasi laut lainnya. Menurutnya, kapasitas AirFish yang terbatas justru menyasar segmen tertentu.

Baca Juga: Perdana di Kepri 2026, RSBP Batam Tangani Penyakit Jantung Bawaan Dewasa Tanpa Bedah Terbuka

“Ini bukan transportasi massal. Sangat cocok untuk segmen MICE dan perjalanan bisnis,” katanya.

Sesuai rencana, AirFish Voyager akan melayani rute dari Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, menuju Batam. BatamFast akan menyewa dan mengoperasikan satu unit AirFish yang mampu menempuh perjalanan sekitar 25 menit, lebih cepat dibandingkan feri konvensional yang memakan waktu sekitar 45 menit.

Selain Singapura–Batam, AirFish juga berpotensi dikembangkan untuk rute lain di Asia Tenggara, seperti Bintan, Pulau Bawah, Telunas, Tioman, hingga kebutuhan evakuasi medis dan kondisi darurat. (*)

Artikel Transportasi AirFish Dinilai Dapat Mendongkrak Pariwisata dan Bisnis Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Pacu Percepatan Pengelolaan Sampah, Siapkan Skema Kemitraan hingga WTE

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. F. Dok. Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam memacu percepatan pengelolaan sampah melalui skema kemitraan dengan pihak ketiga serta penerapan teknologi pengolahan modern. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (6/2).

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan percepatan menjadi kunci agar program pengelolaan sampah yang telah dialokasikan dalam Anggaran 2026 tidak terlambat dieksekusi.

“Kalau penganggarannya sudah kita plotting di tahun 2026, mestinya semua tahapan sudah dipersiapkan sejak awal. Jangan sampai program baru berjalan di bulan ke-5 atau ke-6,” ujar Amsakar, Minggu (8/2).

Baca Juga: Perdana di Kepri 2026, RSBP Batam Tangani Penyakit Jantung Bawaan Dewasa Tanpa Bedah Terbuka

Selain persoalan waktu, rapat juga menyoroti pentingnya pemetaan timbulan sampah secara akurat. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan pola kerja sama dengan pihak swasta agar pengelolaan sampah berjalan efektif dan berkelanjutan.

Saat ini, timbulan sampah di Batam berada pada kisaran 7,5 hingga 8 juta ton, sehingga diperlukan terobosan pengolahan yang lebih modern. Salah satu opsi yang dikaji adalah penerapan teknologi Waste to Energy (WTE), yang memungkinkan sampah diolah menjadi sumber energi.

“Dengan volume sampah yang besar, diperlukan sistem yang bisa langsung mengolah, termasuk pemanfaatan teknologi WTE,” katanya.

Amsakar menjelaskan, pembahasan juga mencakup aspek pengadaan barang dan jasa. Sejumlah skema kerja sama tengah dikaji, mulai dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) hingga pelelangan parsial yang dapat difokuskan pada sektor hulu maupun hilir.

Baca Juga: Kemenkes Dukung Pengembangan Layanan Prioritas di RSBP Batam

Opsi lain yang turut dipertimbangkan meliputi penyediaan sumber daya manusia saja atau paket lengkap termasuk armada operasional. Ia meminta tim teknis menyusun perencanaan terintegrasi agar seluruh tahapan berjalan selaras dan tidak terpisah-pisah.

“Perencanaan harus satu kesatuan. Apalagi dengan adanya pejabat baru di lingkungan terkait, perlu adaptasi yang cepat agar program tidak tersendat,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya sinkronisasi antara BP Batam dan Pemko Batam dalam merespons persoalan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan kota dan aktivitas ekonomi. (*)

Artikel BP Batam Pacu Percepatan Pengelolaan Sampah, Siapkan Skema Kemitraan hingga WTE pertama kali tampil pada Metropolis.

Waspada Virus Nipah, Pemeriksaan Suhu Diterapkan di Pelabuhan Tanjungpinang

0
Penumpang kapal dari Singapura saat melewati mesin pengecek suhu tubuh di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Meski belum ditemukan kasus, Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah. Langkah antisipasi dilakukan melalui pengawasan ketat di pintu masuk wilayah, salah satunya di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).

Pengawasan difokuskan pada pemeriksaan suhu tubuh penumpang yang tiba di pelabuhan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah masuknya penyakit menular berbahaya tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, Rustam, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dalam pelaksanaan skrining penumpang.

Baca Juga: Puluhan Karung Diduga Limbah B3 Terdampar di Pantai Dungun Lingga

“Petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan pemantauan kondisi penumpang sebagai langkah awal pencegahan,” ujar Rustam, Minggu (8/2).

Ia memastikan hingga saat ini belum ada warga Tanjungpinang yang terindikasi terpapar virus Nipah. Namun, pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Sampai sekarang belum ada kasus. Tapi kewaspadaan tetap kami tingkatkan,” katanya.

Rustam menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Hewan yang berisiko menularkan virus ini antara lain kelelawar dan hewan lain yang terpapar.

Gejala awal infeksi virus Nipah meliputi demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, mual, hingga gangguan kesadaran pada kondisi yang lebih berat.

Selain penularan dari hewan, virus Nipah juga berpotensi menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, termasuk buah yang telah digigit hewan.

Baca Juga: Bunga Langka Rafflesia Hasseltii Mekar di Anambas, Polhut Awasi

“Karena itu masyarakat perlu waspada, terutama dalam mengonsumsi makanan serta menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan serta membersihkan bahan makanan sebelum dikonsumsi.

“Bagi masyarakat yang merasa mengalami gejala, terutama setelah bepergian dari luar negeri, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat dan jangan menunda,” pungkas Rustam. (*)

Artikel Waspada Virus Nipah, Pemeriksaan Suhu Diterapkan di Pelabuhan Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Sudah Disegel Satpol PP, Tower Ilegal di Jalan Pemuda Tanjungpinang Tak Juga Dibongkar

0
Ketua RW 009 Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Yohan saat menunjukan segel tower yang tidak berizin di Jalan Pemuda. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Keberadaan sebuah tower telekomunikasi ilegal di Gang Akasia, Jalan Pemuda, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terus menuai keresahan warga. Meski pengaduan telah disampaikan sejak Februari 2025, hingga kini tower tersebut tak kunjung dibongkar.

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak berwenang. Namun, tuntutan pembongkaran tower yang berdiri di tengah permukiman itu belum juga ditindaklanjuti secara tuntas.

Ketua RW 009 Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Yohan Ikhwan, menyebut tower tersebut sudah berdiri sejak 2002 dan tidak pernah mengantongi izin resmi.

Baca Juga: DPRD Kepri Minta Pusat Selidiki Temuan Karung Diduga Limbah B3 di Perairan Lingga

“Tower itu berdiri sejak lama dan sampai sekarang tidak memiliki izin. Warga sudah lama resah,” ujar Yohan, Minggu (8/2).

Menurutnya, berbagai dampak dirasakan warga sejak tower tersebut beroperasi. Salah satunya, peralatan elektronik milik warga kerap rusak akibat sambaran petir.

Yohan mengungkapkan, aparat penegak peraturan daerah sempat turun ke lokasi dan menerbitkan surat peringatan hingga rencana pembongkaran.

“Sudah ada surat peringatan dan tenggat 30 hari agar pemilik membongkar secara mandiri. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” katanya.

Ia menambahkan, hingga kini aliran listrik di tower tersebut masih aktif dan menandakan operasional belum dihentikan.

“Hingga sekarang listriknya masih menyala,” tambah Yohan.

Tak hanya itu, pagar pembatas kawasan tower yang sebelumnya telah disegel oleh PPNS Satpol PP Tanjungpinang diduga dibuka secara paksa.

Baca Juga: Lahan Sekolah Garuda Tersedia, Pemprov Kepri Tunggu Kepastian Pusat

“Saya melihat ada orang masuk dan melepas segel. Mereka masuk ke dalam untuk membersihkan area tower,” ungkapnya.

Warga berharap Satpol PP Tanjungpinang segera mengambil langkah tegas dengan melakukan pembongkaran. Lambannya penindakan dikhawatirkan menimbulkan preseden buruk terhadap penegakan aturan di daerah.

“Satpol PP sudah tahu tower itu tidak punya izin, tapi sampai sekarang belum dibongkar. Warga semakin resah,” pungkas Yohan. (*)

Artikel Sudah Disegel Satpol PP, Tower Ilegal di Jalan Pemuda Tanjungpinang Tak Juga Dibongkar pertama kali tampil pada Kepri.

Aktivitas Industri Masih Berlangsung, Kampung Tua Panau Digempur Debu dan Lumpur Industri

0
Tidak adanya tanggul pembatas atau sheet pile menyebabkan material timbunan terbawa arus ke laut. Akibatnya, air menjadi keruh, terumbu karang rusak, serta pasir pantai tercemar lumpur. Padahal sebelumnya Pantai Panau dikenal jernih dan menjadi salah satu tujuan rekreasi di Kelurahan Kabil. Foto. NGO Akar Bhumi Indonesia untuk Batam Pos

batampos – Warga Kampung Tua Panau, RT 1 RW 4, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, mengeluhkan pencemaran debu yang diduga berasal dari aktivitas sandblasting, painting, grinding, serta penimbunan lahan oleh salah satu perusahaan manufaktur di daerah tersebut. Perusahaan itu beroperasi tepat di sisi permukiman warga, sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang tinggal di kawasan itu.

Sur Suzawana (35), salah seorang warga, mengatakan, partikel debu tidak hanya beterbangan di luar rumah, tapi juga masuk hingga ke dalam ruangan. Debu tampak menempel pada dedaunan, jendela, jemuran, hingga perabot rumah tangga seperti piring dan gelas. Kondisi rumahnya yang tidak berplafon membuat partikel halus itu lebih mudah masuk dan mengendap.

“Kalau pintu dibuka, debunya pasti masuk. Piring dan gelas harus dicuci ulang sebelum dipakai,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: PT Blue Steel Disegel DLHK Kepri, NGO Akar Bhumi Soroti Dugaan Pelanggaran Berulang

Menurutnya, situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. Sejumlah lansia dilaporkan mengalami gangguan pernapasan seperti batuk berkepanjangan, bahkan harus berulang kali berobat. Anak-anak pun kini dibatasi bermain di luar rumah guna mengurangi paparan.

Keluhan serupa disampaikan Soni (40). Ia menuturkan, intensitas debu semakin terasa dalam beberapa pekan terakhir, seiring musim kemarau dan angin utara yang berembus langsung ke arah permukiman. Saat angin bertiup kencang, partikel debu disebut bergerak cepat menuju rumah warga.

Kampung Panau dihuni sekitar 177 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa. Di kawasan seluas kurang lebih 22 hektare itu juga berdiri SD Negeri 007 Nongsa dan SMK Negeri 6 Batam, dengan total sekitar 2.087 siswa, terdiri atas sekitar 1.982 siswa SMK dan 105 siswa SD. Letak SD yang berjarak sekitar 300 meter dan berhadapan langsung dengan area aktivitas industri menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Andi Karno, tokoh masyarakat setempat, menyebut, kondisi itu berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik serta proses belajar-mengajar. Ia menilai, kedekatan sekolah dasar dengan sumber dugaan pencemaran menjadi persoalan serius yang perlu perhatian otoritas terkait.

Muhammad Lutfi (28), pemuda tempatan, menyampaikan, bahwa paparan debu secara terus-menerus dapat berdampak jangka panjang bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Ia berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret untuk memastikan lingkungan pendidikan terbebas dari risiko pencemaran.

Selain kualitas udara, warga juga menyoroti perubahan kondisi pesisir. Mereka menyebut tidak adanya tanggul pembatas atau sheet pile menyebabkan material timbunan terbawa arus ke laut. Akibatnya, air menjadi keruh, terumbu karang rusak, serta pasir pantai tercemar lumpur.

Menurut Andi Karno, Pantai Panau sebelumnya dikenal jernih dan menjadi salah satu tujuan rekreasi di Kelurahan Kabil. Aktivitas wisata lokal cukup ramai saat akhir pekan dan turut menopang perekonomian warga. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi pantai berubah berlumpur dan jumlah pengunjung menurun, sehingga sejumlah usaha masyarakat terpaksa berhenti beroperasi.

NGO Akar Bhumi Indonesia (ABI) yang melakukan verifikasi lapangan pada Kamis, (5/2) mencatat Kampung Tua Panau berada di ring satu aktivitas industri perusahaan dan dikelilingi sedikitnya 21 perusahaan. Kawasan pesisir tersebut selama ini juga dikenal sebagai habitat ikan belanak yang menjadi sumber tangkapan nelayan setempat.

Founder ABI, Hendrik Hermawan, menyampaikan, warga berada dalam tekanan ruang hidup akibat kombinasi polusi udara, sedimentasi laut, dan aktivitas industri di sekitarnya. Ia juga menyoroti kondisi nelayan yang wilayah tangkapnya terdampak, termasuk pembangunan di kawasan Pulau Tanjung Sauh yang berada di seberang kampung.

Status Kampung Tua Panau sendiri telah dimaklumatkan pada 22 Maret 2010 oleh Kepala BP Batam saat itu, Mustofa Widjaya, bersama Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan. ABI mencatat aktivitas perusahaan telah empat kali disegel oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri, serta BP Batam. Meski demikian, di lapangan kegiatan disebut masih berlangsung.

“Ini verifikasi kami yang kelima dalam tiga tahun terakhir. Perubahan signifikan belum terlihat,” kata Hendrik.

Pembangunan perusahaan itu dimulai pada Juni 2022 dan ditandai peletakan batu pertama oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala BP Batam saat itu Muhammad Rudi, sebagaimana tertuang dalam siaran pers BP Batam tertanggal 24 Juni 2022.

Ketua ABI, Soni Riyanto, menilai persoalan yang terjadi telah memasuki ranah hukum lingkungan. Ia merujuk UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terkait dugaan pencemaran yang berdampak pada kesehatan warga dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

Sebagai industri berskala besar dengan luas sekitar 50 hektare di Kawasan Industri Taiwan Kabil, perusahaan semestinya memiliki dokumen Amdal serta melaksanakannya secara konsisten. Temuan di lapangan, seperti ketiadaan tanggul pembatas reklamasi dan pengendalian debu yang dinilai minim, disebut perlu ditindaklanjuti oleh instansi berwenang.

ABI juga mengingatkan, bahwa hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak konstitusional warga negara. Mereka minta penghentian aktivitas yang diduga mencemari, penegakan hukum, serta pemulihan ekosistem dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, ratusan warga Kampung Tua Panau menggelar aksi di halaman perusahaan pada 30 November 2023. Aliansi Nelayan Batam Menggugat juga melakukan aksi protes menggunakan perahu motor di perairan yang diduga terdampak pada 25 Desember 2025.

Dikonfirmasi terpisah, pada Jumat (6/2), Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyatakan belum memonitor secara langsung persoalan tersebut. “Belum. Kalau ilegal, bakal kita tindak,” ujarnya singkat. (*)

Artikel Aktivitas Industri Masih Berlangsung, Kampung Tua Panau Digempur Debu dan Lumpur Industri pertama kali tampil pada Metropolis.

DC Studios Siapkan Film Horor Clayface untuk Halloween 2026

0
Clayface tayang Oktober 2026, DC hadirkan film horor gelap. F. x.com/FilmUpdates.

batampos – Film Clayface produksi DC Studios dan Warner Bros Pictures resmi dijadwalkan tayang di bioskop pada 23 Oktober 2026. Jadwal tersebut mengalami perubahan dari rencana awal yang semula ditetapkan pada 11 September 2026.

Perubahan jadwal rilis ini diumumkan pihak studio sebagai bagian dari strategi penyesuaian kalender film, sekaligus untuk memaksimalkan momentum musim Halloween.

Warner Bros dan DC Studios menilai akhir Oktober sebagai waktu ideal untuk merilis film dengan tema gelap dan bernuansa horor.

Clayface digarap sebagai film horor berbasis DC Comics, dengan pendekatan berbeda dari film superhero pada umumnya. Film ini disebut akan mengusung elemen body horror yang kental, menonjolkan sisi mengerikan dan psikologis dari karakter Clayface.

Kursi sutradara dipercayakan kepada James Watkins, sementara naskah ditulis oleh Mike Flanagan bersama Hossein Amini. Keterlibatan Flanagan, yang dikenal lewat karya horor psikologisnya, memperkuat identitas Clayface sebagai film horor serius di semesta DC.

Cerita film ini diadaptasi dari karakter Clayface, salah satu villain ikonik dalam kisah Batman, yang memiliki kemampuan mengubah bentuk tubuhnya sendiri. Karakter tersebut dikenal dengan sisi tragis sekaligus mengerikan, yang menjadi fondasi utama narasi film.

Clayface juga menjadi bagian dari DC Studios Chapter One: Gods and Monsters, fase awal dari DC Universe (DCU) baru yang dikembangkan oleh James Gunn dan Peter Safran.

Peran Clayface akan diperankan oleh Tom Rhys Harries. Selain itu, sejumlah aktor turut bergabung dalam jajaran pemain, di antaranya Naomi Ackie, David Dencik, Max Minghella, dan Eddie Marsan.

Produksi film ini didanai dan diproduseri langsung oleh tim DC Studios, yang juga menangani proyek besar lainnya seperti Superman dan Supergirl. Warner Bros disebut menargetkan Clayface sebagai film horor utama DC untuk musim gugur 2026.

Pemindahan tanggal rilis dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Clayface di tengah persaingan film horor lain yang juga dijadwalkan tayang menjelang Halloween.

Dengan atmosfer gelap dan tema menyeramkan, Clayface diharapkan mampu menarik penonton pecinta horor sekaligus penggemar DC Comics. (*)

Artikel DC Studios Siapkan Film Horor Clayface untuk Halloween 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal Dunia usai Berjuang Melawan Kanker

0
Vokalis Legendaris 3 Doors Down Brad Arnold Wafat di usia 47 tahun. F. x.com/charlielopezm

batampos – Kabar duka datang dari dunia musik rock internasional. Brad Arnold, vokalis utama sekaligus pendiri band rock Amerika 3 Doors Down, meninggal dunia pada Sabtu (7/2) di usia 47 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal stadium empat yang telah menyebar ke paru-paru.

Informasi wafatnya Arnold dikonfirmasi oleh sejumlah media internasional, termasuk People dan Reuters.

Arnold sebelumnya mengumumkan kondisi kesehatannya kepada publik pada Mei 2025 melalui sebuah video. Penyakit yang dideritanya membuat band 3 Doors Down terpaksa membatalkan tur musim panas mereka pada tahun tersebut.

Brad Arnold lahir di Escatawpa, Mississippi, Amerika Serikat, pada 27 September 1978. Ia mendirikan 3 Doors Down bersama teman-teman sekolahnya pada 1995–1996, jauh sebelum band tersebut meraih popularitas global.

Pada awal karier, Arnold sempat bermain drum sebelum akhirnya fokus sebagai vokalis utama. Ia juga dikenal sebagai penulis lagu berbakat.

Salah satu karya terbesarnya, “Kryptonite”, ditulis Arnold saat berusia 15 tahun dan kemudian menjadi lagu ikonik yang melambungkan nama 3 Doors Down ke panggung musik dunia.

Kesuksesan besar datang lewat album debut The Better Life yang dirilis pada 2000. Album tersebut terjual lebih dari 6 juta kopi dan menempatkan 3 Doors Down sebagai salah satu band rock paling berpengaruh di akhir 1990-an dan awal 2000-an.

Sejumlah lagu hits seperti When I’m Gone, Here Without You, dan Loser menandai era kejayaan rock alternatif dan berhasil menembus Billboard Hot 100, memperkuat posisi band tersebut di industri musik global.

Dalam pernyataan kenangan, 3 Doors Down menyebut Brad Arnold sebagai sosok yang tidak hanya berbakat secara musikal, tetapi juga rendah hati, hangat, dan penuh kasih terhadap keluarga, sahabat, serta para penggemar.

Kepergian Arnold meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik. Para musisi dan penggemar dari berbagai negara ramai-ramai menyampaikan penghormatan melalui media sosial.

Brad Arnold dikenang sebagai figur penting yang ikut membentuk wajah musik rock modern dan karya-karyanya akan terus hidup di hati para pendengar.(*)

Artikel Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal Dunia usai Berjuang Melawan Kanker pertama kali tampil pada Lifestyle.

CEO Washington Post Mundur di Tengah Gelombang PHK

0
Washington Post. F. via JawaPos.com.

batampos – Washington Post mengumumkan pengunduran diri CEO sekaligus penerbitnya, Will Lewis, yang berlaku efektif serta-merta. Keputusan itu diumumkan, hanya beberapa hari setelah media ternama Amerika Serikat tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang memicu kemarahan pembaca dan karyawan.

Pengunduran diri Lewis terjadi di tengah tekanan berat yang dialami industri media cetak dan digital di Amerika Serikat. Selama hampir dua tahun memimpin Washington Post, manajemen Lewis menuai kritik tajam dari internal redaksi maupun pelanggan, terutama terkait strategi efisiensi dan upaya menekan kerugian finansial harian perusahaan.

Dalam pernyataan resmi Washington Post, posisi Lewis kini digantikan oleh Jeff D’Onofrio, mantan CEO platform media sosial Tumblr. D’Onofrio sebelumnya bergabung dengan Washington Post sebagai Chief Financial Officer (CFO) pada tahun lalu dan kini ditunjuk sebagai CEO serta penerbit baru.

Lewis, warga negara Inggris, menyampaikan dalam sebuah email kepada staf bahwa ini merupakan waktu yang tepat baginya untuk mundur. Email tersebut kemudian dibagikan di media sosial oleh salah satu jurnalis Washington Post.

Sementara itu, pernyataan resmi perusahaan hanya menyebutkan pergantian kepemimpinan berlaku langsung tanpa penjelasan tambahan.

Pengumuman pengunduran diri ini menyusul keputusan Washington Post untuk memangkas ratusan karyawan redaksi. Pemotongan tersebut diumumkan pada Selasa dan berdampak pada wartawan dalam negeri, luar negeri, hingga desk olahraga.

Manajemen tidak mengungkap jumlah pasti posisi yang dihapus, namun The New York Times melaporkan sekitar 300 dari 800 jurnalis Washington Post terdampak PHK.

Sejumlah desk utama turut dibubarkan, termasuk seluruh tim liputan Asia Barat, serta koresponden Ukraina yang berbasis di Kyiv di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Rusia.

Departemen olahraga, grafis, dan berita lokal juga mengalami pengurangan signifikan, sementara podcast harian Post Reports dilaporkan dihentikan sementara.

Gelombang protes pun terjadi. Ratusan orang dilaporkan berkumpul di depan kantor pusat Washington Post di pusat kota Washington pada Kamis, sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemangkasan karyawan tersebut.

Secara umum, industri media nasional di AS tengah menghadapi penurunan tajam pendapatan iklan dan jumlah pelanggan, seiring persaingan ketat dengan platform media sosial.

Namun, sejumlah media besar seperti The New York Times dan The Wall Street Journal dinilai mampu bertahan secara finansial, kondisi yang belum berhasil dicapai Washington Post meski dimiliki oleh miliarder Jeff Bezos, pendiri Amazon.

Lewis dalam catatannya kepada staf menyebutkan bahwa berbagai keputusan sulit telah diambil demi memastikan keberlanjutan Washington Post agar tetap mampu menyajikan jurnalisme berkualitas dan independen di masa depan.

Bezos dan Lewis juga sebelumnya menjadi sorotan terkait dugaan campur tangan pemilik dalam kebijakan editorial. Bezos diketahui membatasi sikap editorial liberal Washington Post dan menolak memberikan dukungan kepada kandidat presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, menjelang Pemilu AS 2024. Langkah tersebut dinilai banyak pihak sebagai pelanggaran terhadap prinsip independensi editorial dan dianggap sebagai bentuk kompromi politik.

Laporan The Wall Street Journal bulan lalu menyebutkan sekitar 250 ribu pelanggan digital meninggalkan Washington Post setelah media tersebut tidak mendukung Harris.

Pada 2024, Washington Post dilaporkan mengalami kerugian sekitar US$100 juta akibat merosotnya pendapatan iklan dan langganan.

Editor eksekutif Washington Post, Marty Baron, menyebut PHK massal ini sebagai salah satu hari tergelap dalam sejarah panjang salah satu organisasi media terbesar di dunia.

Artikel CEO Washington Post Mundur di Tengah Gelombang PHK pertama kali tampil pada News.

Kapolsek Sekupang Imbau Orang Tua dan Sekolah Awasi Pergaulan Anak di Media Sosial

0
Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Menyusul kasus siswi SMAN 1 Batam yang sempat dilaporkan hilang dan diketahui berkenalan dengan pria melalui media sosial TikTok, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait mengimbau para orang tua dan pihak sekolah agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial.

Kompol Hippal menegaskan, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini memberikan dampak besar terhadap pola pergaulan remaja. Tanpa pengawasan yang cukup, anak-anak rentan terpengaruh dan menjalin hubungan dengan orang yang belum dikenal secara dekat.

“Kami mengimbau kepada bapak dan ibu orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, khususnya dalam penggunaan media sosial seperti TikTok dan aplikasi lainnya. Pergaulan anak perlu dibatasi dan diarahkan,” ujar Kompol Hippal, Minggu (8/2).

Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Diketahui Berada di Tanjunguban

Ia juga meminta pihak sekolah turut berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun melalui pembinaan karakter dan literasi digital.

“Sekolah juga kami harapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa terkait risiko pergaulan bebas dan bahaya berkenalan dengan orang asing melalui media sosial,” katanya.

Menurutnya, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa komunikasi yang terjalin di dunia maya tidak selalu aman dan bisa berujung pada situasi yang merugikan, terutama bagi anak di bawah umur.

Baca Juga: Siswi SMAN 1 Batam Hilang Sejak Selasa, Polisi Periksa Lima Saksi dan Telusuri CCTV

Kompol Hippal menambahkan, orang tua diharapkan tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar mereka tidak segan bercerita mengenai aktivitas dan pergaulan sehari-hari.

“Keterlibatan orang tua sangat penting. Jangan sampai anak mencari perhatian dan kenyamanan di luar rumah tanpa sepengetahuan keluarga,” tegasnya.

Polisi berharap dengan adanya pengawasan bersama antara orang tua, sekolah, dan lingkungan, kasus serupa tidak kembali terulang di wilayah hukum Polsek Sekupang maupun Kota Batam secara umum. (*)

Artikel Kapolsek Sekupang Imbau Orang Tua dan Sekolah Awasi Pergaulan Anak di Media Sosial pertama kali tampil pada Metropolis.