
batampos– SLB Negeri Bintan berharap pihak penyedia melakukan konsultasi dengan pihak sekolah sebelum melaksanakan program makan bergizi gratis.
“Pihak penyedia maunya berkonsultasi dahulu ke pihak sekolah terkait makanan-makanan apa yang boleh diberikan ke anak-anak,” ujar wakil kurikulum SLB Negeri Bintan, Khadijah.
Khadijah menjelaskan, ada beberapa pelajar yang memiliki kebutuhan khusus, tidak menerima asupan makanan seperti terigu, coklat, msg, buah pisang, anggur, dan jeruk.
“Kandungan dalam asupan makan itu bisa membuat anak-anak jadi lebih aktif dan tantrum,” ujarnya.
BACA JUGA: Bagikan 90 Paket Makanan Bergizi, Nelayan Anambas Siap Suplai Ikan Untuk Sukseskan Program Nasional
Hal senada disampaikan oleh Ketua program sekolah sehat di SLB Negeri Bintan, Imelda.
“Niatnya baik untuk mencukupi gizi anak-anak tapi efeknya malah menjadi tantrum, emosinya mulai meledak-ledak,” katanya.
Dia mengatakan, memang ada beberapa asupan makanan yang harus dieliminasi tetapi ada makanan pengantinya.
Jadi, dia berharap, pihak penyedia melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum melaksanakan program makan bergizi gratis bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Dia juga menyampaikan, program makan bergizi gratis belum dimulai di sekolah.
Tapi, pihak sekolah telah melaksanakan program sekolah sehat terdiri dari lima aspek, diantaranya sehat fisik maupun sehat bergizi.
Dijelaskannya, program sehat bergizi mencakup minum air putih, setidaknya 8 gelas per hari, makan buah yang dilaksanakan setiap hari Rabu.
Selain itu, katanya, ada program makan bergizi yang dilaksanakan sebulan sekali.
“Kita makan bersama anak-anak, menunya ada sayur, daging, ada buahnya juga,” ujarnya. (*)
Reporter: Slamet
Artikel Sebelum Dimulai, SLB Negeri Bintan Minta Penyedia Konsultasikan Dulu soal Asupan Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada Kepri.








