Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2494

1 TPS Berpotensi PSU, KPU Tanjungpinang Tunggu Rekomendasi Bawaslu

0
Ketua KPU Tanjungpinang, Muhammad Faizal. F. Mohamad Ismail

batampos– Satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Tanjungpinang, Kepri berpotensi melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada Pilkada 2024.

Hal ini, disebabkan ada sejumlah warga yang ikut mencoblos, namun tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun Daftar Pemilih Khusus (DPK). Kondisi itu diketahui terjadi di TPS 017 Kelurahan Pinang Kencana Tanjungpinang, yang memiliki 552 DPT.

“Karena ada tujuh pemilih ber KTP Karimun namun dibolehkan coblos. Padahal mereka harus mengurus surat pindah memilih dulu,” kata Ketua KPU Tanjungpinang, Muhammad Faizal, Kamis (28/11).

BACA JUGA: 6 TPS Pilkada 2024 di Tanjungpinang Rawan PSU dan PSSU

Sejauh ini, Faizal menyampaikan bahwa pihaknya memang belum menerima secara resmi, terkait surat rekomendasi untuk pelaksanaan PSU dari Bawaslu Tanjungpinang.

Selain itu, jadwal pelaksanaan PSU ini harus dilakukan dalam kurung waktu 10 hari sesudah hari pemilihan. Sehingga, batas pelaksanaan PSU maksimal dilakukan pada 7 Desember mendatang.

“Jadi kita minta segera (menerbitkan rekomendasi). Karena kita akan melaporkan ke KPU Kepri dan KPU RI,” tambahnya.

Jika TPS 017 Pinang Kencana itu harus di PSU, KPU Tanjungpinang akan melakukan segala persiapan. Seperti meminta logistik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur kepada KPU Provinsi Kepri.

“Logistiknya di Gudang KPU Kepri. Jika rekomendasinya sudah terbit, maka kami akan minta kepada KPU Kepi untuk memberikan logistik,” pungkasnya.

Sementara menurut Ketua Bawaslu Tanjungpinang, Muhammad Yusuf menuturkan rekomendasi ini diberikan setelah Bawaslu mendapatkan laporan dari PTPS yang bertugas di TPS tersebut.

Yusuf menjelaskan, ketujuh orang pemilih itu hadir ke TPS dengan membawa KTP tanpa surat C Pemberitahuan. Menurutnya, ketujuh orang ini bisa memilih, kendati setelah dicek lebih lanjut ternyata mereka juga tidak masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK).

“Ada satu KPPS yang bersikeras menerima, padahal yang lain sudah tidak mau,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel 1 TPS Berpotensi PSU, KPU Tanjungpinang Tunggu Rekomendasi Bawaslu pertama kali tampil pada Kepri.

Motor Listrik POLYTRON FOX-R Jadi Pilihan Masa Depan

0

batampos – Dalam langkah strategis untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan dan mengurangi beban biaya operasional, POLYTRON, produsen motor listrik terkemuka di Indonesia, menjalin kerja sama dengan Gojek. Kolaborasi ini menghadirkan program khusus bertajuk “Ngegojek Lebih Hemat, Kantong Lebih Sehat”, yang dirancang untuk mendorong mitra pengemudi Gojek beralih menggunakan motor listrik POLYTRON FOX-R.

Program ini menjadi solusi inovatif untuk menghadapi tantangan emisi karbon dari sektor transportasi yang terus meningkat, sembari memastikan efisiensi operasional bagi mitra pengemudi Gojek yang jumlahnya mencapai 3,1 juta orang menurut laporan GoTo tahun 2023.

Program Eksklusif untuk Mitra Gojek

POLYTRON menawarkan berbagai manfaat menarik bagi mitra pengemudi Gojek yang mengikuti program ini. Keuntungan utama meliputi:
1. Gratis sewa baterai selama satu tahun, mengurangi pengeluaran harian.
2. Diskon pembelian sebesar Rp 500.000 untuk semua tipe warna motor POLYTRON FOX-R.
3. Layanan penggantian ban dan kampas rem secara gratis pada tahun pertama untuk memastikan kenyamanan dan keamanan berkendara.

Program ini berlaku mulai 18 Desember 2024 hingga 31 Desember 2025, memberikan waktu yang cukup bagi mitra untuk memanfaatkan peluang ini.

Efisiensi Biaya hingga 80% Dibandingkan Motor Bensin

Salah satu keunggulan utama motor listrik POLYTRON FOX-R adalah efisiensi biaya operasional. Berdasarkan perhitungan tarif listrik PLN, motor ini hanya membutuhkan Rp 5.356 untuk jarak tempuh 130 kilometer atau setara Rp 41 per kilometer. Biaya ini jauh lebih rendah dibandingkan motor bensin konvensional yang membutuhkan Rp 200 per kilometer.

“Program ini adalah langkah konkret kami untuk menghadirkan solusi mobilitas yang hemat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung aktivitas harian mitra pengemudi Gojek,” ujar Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product POLYTRON.

Selain itu, POLYTRON menyediakan fasilitas pengisian daya cepat (fast charging) gratis di showroom dan service center Jabodetabek, dengan waktu pengisian daya 20-80% hanya membutuhkan waktu 30 menit.

Performa Maksimal untuk Mobilitas Harian

Desain skuter matic besar POLYTRON FOX-R menawarkan kenyamanan ekstra untuk pengendara dan penumpang. Didukung motor 3.000 watt, kendaraan ini mampu melaju stabil di berbagai medan, termasuk saat membawa beban hingga 150 kilogram.

Mulyadi, salah satu mitra pengemudi Gojek yang sudah menggunakan motor ini, mengungkapkan pengalamannya, “Biaya pengisian daya sangat murah, jauh lebih hemat dibandingkan isi bensin. Selain itu, motor ini kuat menanjak meski membawa penumpang atau barang. Dengan adanya program ini, pekerjaan kami menjadi lebih efisien.”

Motor ini juga dilengkapi fitur tahan air dan debu, sehingga aman digunakan di berbagai kondisi cuaca. Keuntungan lainnya, motor listrik tidak membutuhkan servis rutin seperti motor bensin, dan biaya pajak tahunannya hanya Rp 35.000, memberikan penghematan lebih lanjut bagi para penggunanya.

Edukasi untuk Mempercepat Transisi ke Kendaraan Listrik

Sebagai bagian dari program ini, POLYTRON dan Gojek juga melakukan edukasi kepada mitra pengemudi melalui sesi pelatihan dan kegiatan komunitas. Langkah ini bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai efisiensi biaya dan manfaat motor listrik dalam mengurangi emisi karbon.

“Kami ingin memastikan mitra pengemudi memahami keuntungan dari transisi ini, baik dari sisi ekonomi maupun kontribusi terhadap lingkungan. Edukasi yang kami berikan diharapkan dapat mendukung mereka dalam proses peralihan ke motor listrik,” tambah Ilman.

Menuju Mobilitas Ramah Lingkungan

Kolaborasi antara POLYTRON dan Gojek ini menjadi tonggak penting dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, yang sekaligus mendukung visi transportasi berkelanjutan. Dengan program ini, mitra pengemudi tidak hanya mendapatkan efisiensi biaya, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari sektor transportasi. (*)

Artikel Motor Listrik POLYTRON FOX-R Jadi Pilihan Masa Depan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Cegah Kecelakaan Lalu Lintas dengan Teknologi Vision Track Berbasis AI

0
Alat yang mempresentasikan command center vision track untuk memantau aktivitas pengemudi dan muatan kendaraan.

TEKNOLOGI vision track kini menjadi perbincangan di dunia transportasi Indonesia. Vision track adalah sistem video monitoring berbasis web yang menggunakan dashcam. Kamera dasbor kecil ini dipasang di berbagai titik di dalam kendaraan seperti truk dan bus.

Teknologi ini dirancang untuk memantau pengemudi, penumpang, dan muatan secara real-time. Tujuan utamanya adalah menciptakan zero accident atau nol kecelakaan.
Dengan vision track, kamera memonitor perilaku pengemudi, kondisi muatan, dan penumpang di dalam kendaraan.

Sistem ini dileng­kapi AI yang mampu mendeteksi gangguan atau kebiasaan buruk saat berkendara. Misalnya, pengemudi mengantuk atau menguap, merokok, menggunakan handphone, dan aktivitas lain yang berpotensi memicu kecelakaan.

”Misal pengemudi menguap, lalu secara otomatis dapat peringatan. Tujuannya agar pengemudi istirahat bila memang sudah mengemudi beberapa jam,’’ ujar Grandy Kusmulyadi, chief product officer Mceasy.

Ketika gangguan terdeteksi, sistem memberikan peringatan langsung kepada pengemudi, baik melalui alarm maupun instruksi dari kantor pusat yang dipantau secara online.

’’Peringatan ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan secara proaktif. Kami bahkan melengkapi sistem dengan akses melalui aplikasi dan WhatsApp, sehingga tim operasional bisa langsung memberikan tindakan kepada pengemudi saat terjadi situasi kritis di lapangan,” tambah Grandy.

Selain mencegah kecelakaan, vision track juga menjadi alat penilaian bagi pengemudi. Perilaku selama berkendara dianalisis dan dicatat dalam bentuk laporan atau ’’rapor’’ untuk memotivasi peningkatan kinerja.

”Kami percaya, evaluasi perilaku pengemudi secara konsisten dapat mendorong mereka untuk lebih bertanggung jawab. Ini bukan hanya tentang keselamatan, tetapi juga memastikan standar operasional yang lebih baik,” jelas Grandy.

Selain fokus pada pengemudi, teknologi ini juga berfungsi mengawasi muatan dan penumpang. Kamera yang terpasang di dalam kendaraan memungkinkan perusahaan memastikan keamanan muatan dan kenyamanan penumpang.

”Pengawasan muatan truk dan penumpang bus menjadi hal penting. Masalah keamanan di area ini perlu mendapatkan perhatian karena berkaitan langsung dengan operasional dan kepuasan pelanggan,” ucap Grandy.

Grandy mengungkapkan, vision track kini sedang dikembangkan untuk mendukung sistem pengereman otomatis.

”Saat ini kami masih dalam tahap pengembangan. Namun, dalam satu atau dua tahun ke depan, teknologi ini kemung-kinan akan diterapkan pada kendaraan truk dan bus,” ujar Grandy.

Menurut dia, teknologi ini serupa dengan fitur-fitur canggih pada mobil modern yang mampu mendeteksi jarak objek. Jika jarak mobil dengan objek tertentu terlalu dekat, secara otomatis akan mengaktifkan rem.

”Kami ingin vision track tidak hanya membantu pengemudi, tetapi juga secara aktif mencegah kecelakaan dengan teknologi pengereman otomatis,” tambahnya.

Grandy juga mencatat peningkatan kesadaran pelaku usaha logistik di Indonesia dalam mengadopsi teknologi keamanan seperti vision track. Tidak hanya perusahaan besar seperti Nestle, perusahaan logistik dengan armada kecil juga mulai mengadopsi teknologi ini.

”Kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat. Kami tidak hanya menjangkau perusahaan besar, tetapi juga perusahaan kecil yang peduli pada keamanan armada mereka,” katanya.

Kehadiran vision track diharapkan dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan efisien. Terutama bagi angkutan industri logistik Indonesia agar mampu menuju standar global. (*)

Artikel Cegah Kecelakaan Lalu Lintas dengan Teknologi Vision Track Berbasis AI pertama kali tampil pada News.

7 Tahun Berpisah, Wawan Akhirnya Bertemu Sang Anak

0
Petugas BP3MI mendata pekerja migran Indonesia yang baru tiba di pelabuhan Internasional Batam Center, Rabu (27/11). Para PMI ini dipulangkan dari Malaysia.
f. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wawan, seorang pria tua yang duduk di kursi roda, tak dapat menahan tangis saat bertemu dengan Miftahul, anaknya yang sudah 7 tahun tidak ia temui, di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Rabu (27/11). Pertemuan emosional ini terjadi setelah mereka terpisah selama bertahun-tahun akibat keputusan Wawan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Perpisahan mereka bermula pada 2018, ketika Wawan memutuskan untuk bekerja di Malaysia menggunakan visa pelancong. Namun, ia bekerja secara ilegal di salah satu perusahaan di sana, yang mengakibatkan ia terjebak dalam situasi sulit.

Sebelum bertemu dengan anaknya, kursi roda yang membawa Wawan terlihat didorong oleh seorang petugas dari area kedatangan. Wawan kini harus menggunakan kursi roda karena kondisi kesehatannya yang menurun setelah mengalami stroke, beberapa bulan lalu.
Wawan adalah salah satu dari 127 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Malaysia karena tinggal dan bekerja tanpa izin. Ia bersama 126 WNI lainnya tiba di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center sekitar pukul 13.09 WIB setelah bertolak dari Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia.

Sesampainya di ruang kedatangan, Wawan tampak kebingu-ngan. Ia terlihat mencari seseorang, namun tampaknya ragu untuk berbicara. Tiba-tiba, tangannya yang lemah mengangkat ponsel dan meminta bantuan kepada seseorang di sekitarnya.

”Tolong carikan WA, saya mau telepon anak,” ucapnya dengan suara pelan.

Melalui ponsel tersebut, Wawan menghubungi Miftahul. Wajah Wawan langsung berseri-seri saat panggilan itu dijawab. Tak lama kemudian, seorang pemuda berlari mendekatinya dan langsung memeluknya. Keduanya menangis terharu.

”Ini anak kedua saya,” ujar Wawan sambil terisak.

Miftahul, pemuda berusia 27 tahun, mengaku baru saja tiba di Batam untuk menjemput ayahnya. Ia mengatakan, mereka telah berpisah selama 7 tahun.

“Waktu bapak berangkat dulu, ia masih sehat. Tapi yang penting sekarang, bapak bisa pulang. Sudah lama kami tidak bertemu,” kata Miftahul sambil menangis.

Momen haru ini juga mengun-dang perasaan iri dari beberapa PMI lain yang ada di lokasi tersebut, termasuk seorang pria tua yang juga duduk di kursi roda. Pria tersebut tampak terisak dan sulit berbicara, merasa sedih karena tidak ada keluarga yang menjemputnya.

Kepala BP3MI, Imam R., menjelaskan bahwa sebanyak 127 PMI dipulangkan dengan berbagai alasan, mulai dari tidak memiliki izin kerja hingga tinggal lebih lama dari yang diizinkan.

“Dari 127 WNI yang dipulangkan, beberapa di antaranya menjalani hukuman di Malaysia, sementara lainnya meminta dipulangkan karena sakit atau usia lanjut,” ungkap Imam di tengah proses pemulangan PMI di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.

Menurut Imam, mayoritas PMI yang dideportasi adalah laki-laki, dengan jumlah 98 orang. Selain itu, terdapat 27 perempuan dan 3 anak-anak. Ratusan PMI tersebut akan ditampung sementara di rumah penampungan BP3MI di Batamcenter.

“Untuk sementara, mereka akan berada di penampungan untuk pendataan. Setelah itu, mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing,” tambah Imam.

Imam juga menjelaskan bahwa mayoritas PMI yang dipulangkan berasal dari wilayah Indonesia timur, Jawa, hingga Sumatra, dan semuanya berada di Malaysia secara ilegal.

“Mereka semua ilegal,” tegas Imam. (*)

 

Reporter : Yashinta

Artikel 7 Tahun Berpisah, Wawan Akhirnya Bertemu Sang Anak pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Tunggu Regulasi Pusat tentang Zonasi PPDB, sebab Khawatir Penumpukan Siswa di Sekolah Favorit

0
Panitia PPDB SMPN 42 Batam membantu orangtua calon siswa yang terkendala pendaftaran PPDB secara online, beberapa waktu lalu. Rencana penghapusan zonasi diyakini bakal memunculkan dinamikan sekolah favorit.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wacana penghapusan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) memunculkan sejumlah pertanyaan di tingkat daerah, termasuk di Kota Batam.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyatakan bahwa jika sistem zonasi benar-benar dihapus, maka proses PPDB dapat kembali seperti lima tahun lalu, dimana masyarakat akan berlomba-lomba memasukkan anak mereka ke sekolah favorit.

”Saya kira jika zonasi dihilangkan, ini bakal kembali seperti dulu lagi, dimana ada sekolah unggulan. Namun, saya belum mengetahui lebih lanjut terkait ini. Kalau zonasi hilang, apakah masih ada sekolah unggulan?” ujar Rudi, Rabu (27/11).

Rudi menyoroti kemungkinan penumpukan jumlah siswa di sekolah favorit jika sistem zonasi dihapus.

Menurutnya, hal ini akan menjadi tantangan besar, terutama jika kapasitas sekolah tersebut tidak mampu menampung jumlah siswa yang mendaftar.

“Maka nanti akan bertumpuk di sana. Jika penerimaan melebihi kemampuan sekolah, sisa atau separuhnya mau ditaruh di mana? Ini perlu disiapkan. Namun, jika sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat, ya kita ikuti saja,” ujarnya.

Hingga kini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih menunggu arahan dan regulasi resmi dari pemerintah pusat terkait rencana tersebut.

”Kita cari solusi bersama. Maka kami juga menunggu arahan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Di sisi lain, Rudi menegaskan bahwa daya tampung sekolah di Batam saat ini sebenarnya sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

Namun, ia menekankan pentingnya tanggung jawab pemerintah daerah ke depan untuk terus memastikan hal ini.

Apabila sistem zonasi benar-benar dihapus, Pemko Batam berkomitmen untuk menyesuaikan kebijakan lokal demi memastikan akses pendidikan tetap merata bagi seluruh masyarakat. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

Artikel Pemko Batam Tunggu Regulasi Pusat tentang Zonasi PPDB, sebab Khawatir Penumpukan Siswa di Sekolah Favorit pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim SAR Akhirnya Temukan Taufik Martin, Korban Terseret Arus di Pantai Melayu

0
Tim SAR saat mengevakuasi korban. f. rengga

batampos– Setelah pencarian intensif selama tiga hari, Tim SAR gabungan berhasil menemukan Taufik Martin, 35, warga Batam yang terseret arus saat berenang di Pantai Melayu, Pulau Rempang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/11) pukul 09.15 WIB, sekitar 600 meter dari lokasi kejadian.

Insiden terjadi pada Selasa (26/11), sekitar pukul 16.00 WIB. Korban nekat berenang meskipun cuaca buruk dan sudah diingatkan oleh pengelola pantai untuk tidak berenang. Pelampung milik korban ditemukan di pinggir pantai, sementara kendaraan dan barang-barangnya tetap berada di lokasi.

Tim SAR gabungan yang menerima laporan pada pukul 17.50 WIB langsung menggelar pencarian. Operasi melibatkan berbagai pihak, termasuk Polairud Polda Kepri, Polsek Galang, karyawan PT Invinion, serta masyarakat setempat.

BACA JUGA: Bakamla Evakuasi Nelayan Tenggelam di Perairan Batu Berhenti Batam

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/11/2024) pukul 09.15 WIB, di koordinat 00°50.686’ N – 104°8.427’ E, sekitar 600 meter dari lokasi awal kejadian,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara, Nongsa, Batam. Pada pukul 10.15 WIB, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing, menandai selesainya operasi yang kemudian secara resmi ditutup.

Operasi ini berlangsung dalam kondisi cuaca menantang, dengan hujan deras, angin barat daya berkecepatan 2-21 km/jam, serta gelombang laut setinggi 0,5-1,25 meter. Tim SAR menggunakan berbagai alat pendukung, seperti perahu karet, mobil rescue, perlengkapan komunikasi, dan alat medis.

Fazzli mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam operasi ini, termasuk masyarakat setempat yang turut membantu. “Terima kasih kepada seluruh potensi SAR yang telah terlibat dalam operasi ini, ” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Tim SAR Akhirnya Temukan Taufik Martin, Korban Terseret Arus di Pantai Melayu pertama kali tampil pada Metropolis.

17 Alat Berat Disiapkan Tangani Banjir

0
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam mulai melakukan pekerjaan untuk normalisasi dan pelebaran drainase di Perumahan Harapan Indah Sekupang. Foto: Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam menyiapkan 17 unit alat berat untuk mengantisipasi potensi banjir di wilayah setempat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam meng-hadapi musim hujan yang kerap memicu banjir di berbagai titik rawan.

”Semua alat berat sudah didistribusikan ke seluruh kecamatan di Kota Batam untuk digunakan dalam proses normalisasi saat terjadi banjir,” kata Kepala DBMSDA Kota Batam, Suhar, Rabu (27/11).

Alat berat yang disiapkan terdiri dari berbagai jenis, seperti ekskavator biasa, long arm, amphibi, backhoe loader, backhoe medium, backhoe mini, hingga dump truck. ”Total 17 unit alat berat siap digunakan untuk berbagai keperluan penanganan banjir,” tambah Suhar.

DBMSDA mencatat ada 19 titik rawan banjir di Batam yang menjadi prioritas penanganan. Untuk itu, normalisasi saluran air dilakukan secara rutin menggunakan alat berat dan tenaga manusia. Setiap kali terjadi curah hujan tinggi, DBMSDA langsung terjun ke lokasi-lokasi strategis untuk melakukan pembersihan dan normalisasi saluran air guna mencegah terjadinya genangan.

Selain itu, koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV (BWSS IV) Kepulauan Riau terus dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing. ”Kami terus memperbarui data terkait titik-titik banjir, memastikan penanganan yang efektif dan cepat,” ujar Suhar.

Upaya pencegahan banjir juga dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi cuaca yang diperbarui oleh BMKG diteruskan kepada camat dan lurah untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat.

Dengan informasi tersebut, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah antisipasi, terutama dalam menghadapi banjir rob.

”Kami juga mengimbau masyarakat melalui camat dan lurah untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan saluran air tidak tersumbat oleh sampah,” jelas Suhar.

Langkah-langkah preventif ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Batam untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda kawasan-kawasan rawan genangan. Dengan menyiagakan alat berat di lokasi-lokasi strategis, normalisasi saluran air dapat dilakukan lebih cepat, sehingga dampak buruk banjir terhadap masya-rakat bisa diminimalisir.

”Kami terus berupaya agar setiap langkah pencegahan berjalan optimal. Semoga masyarakat juga mendukung dengan menjaga kebersihan lingkungan agar upaya ini dapat berjalan lebih efektif,” ujar Suhar. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

Artikel 17 Alat Berat Disiapkan Tangani Banjir pertama kali tampil pada Metropolis.

Diskominfo Batam Nyatakan Pilkada Serentak Tanpa Hambatan

0
Pelaksanaan Pilkada 2024 di Kota Batam.
Foto: Putut Ariyo / Batam Pos

batampos – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam memastikan bahwa penyelenggaraan Pilkada serentak di Batam berlangsung tanpa hambatan saluran komunikasi, termasuk di wilayah-wilayah yang sebelumnya memiliki kendala sinyal atau blank spot.

Sebagai langkah antisipasi, alat penguat sinyal telah dipasang di sejumlah lokasi strategis.

“Beberapa operator sudah kami antisipasi dengan pemasangan alat penguat sinyal. Ada lima lokasi yang kami inventarisasi, sebagian besar berada di wilayah hinterland, seperti Belakangpadang, Bulang, dan Galang,” ujar Kepala Dinas Kominfo Batam, Rudi Panjaitan, Rabu (27/11).

Selain wilayah hinterland, Kecamatan Nongsa di Pulau Ngenang juga menjadi perhatian. Rudi menyebut bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan operator telekomunikasi, seperti Telkom, Indosat, dan operator lain di bawah naungan Asosiasi Penyedia Jasa Telekomunikasi Seluruh Indonesia (AKASI).

Koordinasi juga telah dilakukan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memastikan dukungan alat penguat sinyal tetap ada hingga H+6 pasca-Pilkada.
Rudi menjelaskan bahwa kendala sinyal di beberapa titik telah diatasi dengan pemasangan alat tambahan.

“Sejauh ini, kondisi sudah membaik, dan kami berharap tidak ada kendala selama pelak-sanaan Pilkada,” katanya.

Namun, jika ada masalah yang muncul, ia mengimbau masya-rakat untuk segera melaporkannya melalui saluran yang telah disediakan.

“Jika ada kendala, mohon sampaikan melalui saluran yang ada, termasuk menghubungi nomor 112. Operator kota akan standby dan menangani laporan dengan cepat,” tambah Rudi.

Dinas Kominfo juga telah membentuk tim khusus yang akan turun langsung ke lapangan bersama para operator telekomunikasi untuk memastikan penyelesaian kendala teknis secara cepat dan efisien.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kominfo Batam optimistis bahwa Pilkada serentak dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti, meskipun terdapat tantangan geografis di beberapa wilayah.

“Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana,” ujarnya. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

Artikel Diskominfo Batam Nyatakan Pilkada Serentak Tanpa Hambatan pertama kali tampil pada Metropolis.

Iskandarsyah-Rocky Raih 38,6 Persen di Pilkada Karimun

0
Iskandarsyah. f. tri

batampos– Hasil real count atau hitung cepat Pilkada Karimun Bupati dan Wakil Bupati Karimun, sementara diraih oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Iskandarsyah dan Rocky Marciano Bawole (IsRock) dengan meraih suara 37,491 ribu suara atau 38,6 persen, kemudian disusul paslon bupati dan wakil bupati karimun nomor urut 02 Muhammad Firmansyah dan Eri Suandi (FiRe) meraih 36,126 ribu suara 37,1 persen dan paslon bupati dan wakil bupati karimun nomor urut 03 H Bakti Lubis dan Raja Bahktiar (BARA) meraih 23,630 ribu suara 24,1 persen.

” Insyallah, kalau berdasarkan hitung cepat kita menang. Tapi masih ada beberapa TPS yang belum masuk, mudah-mudahan kita ungullah,” terang calon Bupati Karimun Iskandarsyah saat dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (27/11).

BACA JUGA: Roby-Deby Klaim Menang 68,3 Persen di Pilkada Bintan

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat maupun pendukungnya agar bersabar untuk memastikan perhitungan suara. Sehingga, tidak terjadi komplik ditengah-tengah masyarakat. Pesta Pilkada sudah selesai, berbagai program kampanye telah disampaikan oleh masing-masing paslon.

” Kita lihat nanti ya, harap bersabar. Untuk sementara kita unggul kurang lebih 1,5 persen dari rival kita. Paling penting, mari kita menjaga kekondusipan paska perhitungan suara,” kata Ing.

Dengan selesainya Pilkada ini, dirinya bersama calon wakil bupati karimun Rocky Marciano Bawole mengucapkan terimakasih atas partisipasinya untuk menggunakan hak pilihnya ke TPS. Baik itu untuk gubernur dan wakil gubernur kepri maupun bupati dan wakil bupati karimun.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak, jangan ada lagi saling blok-blokkan. Mari kita bergandengan tangan, untuk bersama-sama membangun karimun lebih baik,” pesannya.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Iskandarsyah-Rocky Raih 38,6 Persen di Pilkada Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Amsakar-Li Claudia Klaim Menang

0

batampos – Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam nomor urut 02, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra (ASLI), optimistis memimpin hasil Pilkada Batam berdasarkan hitung cepat atau quick count sementara. Berdasarkan quick count lembaga survei, Poltracking Indonesia, hingga sekitar pukul 22.30 WIB tadi malam, ASLI meraih 66,07 persen. Sementara pasangan Nuryanto-Hardi Selamat Hood (NADI) mendapat angka 33,93 persen. Total data yang masuk sudah di angka 97 persen.

Dalam konferensi pers di Rumah Pemenangan ASLI di Batam Kota, Rabu (27/11) sore, pasangan ini mengklaim memperoleh lebih dari 60 persen suara dari total 80 persen hasil penghitungan suara yang telah masuk.

Karena itu, Amsakar menyam-paikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh masyarakat Batam atas dukungan yang diberikan.

”Atas nama pasangan ASLI, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Batam, terutama atas kontribusi tulus mereka dalam proses demokrasi ini,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan ini tidak lepas dari peran besar partai pengusung, relawan, anggota DPRD dan DPR RI, serta berbagai elemen masyarakat seperti petani, nelayan, dan buruh yang terus mendukung di sepanjang kampanye. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersatu demi masa depan Batam.

”Kami ingin menekankan, kontestasi ini hanya bagian dari tahapan demokrasi. Saatnya kita memasuki babak baru. Jangan ada lagi faksi dan friksi. Kita semua harus bersama-sama membangun Batam menjadi lebih hebat,” kata Amsakar.

Meski hasil sementara menunjukkan keunggulan ASLI, ia menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas kota. ”Menjadi pemenang memang penting, tapi menjaga kedamai-an kota ini jauh lebih penting,” lanjutnya.

Ketika ditanya soal komunikasi dengan rivalnya, Nuryan-to, ia menyebut hubungan baik mereka tetap terjaga. Perbedaan dalam Pilkada tidak seharusnya menciptakan jarak antarkandidat. Amsakar bahkan sempat bercanda, mengakui telah mencoba menghubungi Nuryanto usai pencoblosan untuk berkelakar.

”Saya dan Cak Nur (Nuryan-to) bersahabat baik. Kami tinggal di kawasan yang sama, dan komunikasi tetap berjalan. Saya ingin bilang, ‘Cak Nur, jangan lupa pilih nomor 2’, kira-kira begitu. Bisa jadi Cak Nur pun akan berbicara sama. Tapi mung-kin beliau lagi sibuk, tak sempat mengangkat (telepon),” katanya sambil tertawa.

Sementara itu, Li Claudia turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Batam, baik yang memilih maupun tidak memilih pasangan ASLI. Dia juga memberikan apresiasi khusus kepada kelompok, khususnya para emak-emak yang aktif mendukung selama masa kampanye. Ia meminta doa agar pasangan ASLI selalu sehat untuk melayani masyarakat dengan maksimal.

”Kami akan bekerja untuk semua masyarakat Batam tanpa perbedaan. Kami mengabdi setulus hati,” katanya.

Ketua Tim Pemenangan ASLI, Iman Sutiawan, menyebut, meski hasil quick count menunjukkan keunggulan, tugas tim belum selesai. Dia mengingatkan pendukung ASLI agar tidak terlena dalam euforia.

”Kami masih mengawal proses penghitungan suara hingga selesai dan diumumkan secara resmi oleh KPU. Ini adalah tanggung jawab besar. Kami akan terus memastikan kemenangan ini terjaga hingga penetapan resmi,” kata dia.

Di sisi lain, Iman mengapresiasi kerja keras seluruh elemen yang terlibat, mulai dari tim koalisi hingga relawan yang bekerja tanpa henti. Kemenangan adalah milik bersama, dan dia meyakini Batam menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan Amsakar-Li Claudia.

 

NADI Tunggu Hasil Real Count KPU, Legawa jika Kalah

Hasil hitung cepat atau quick count dari berbagai sumber dalam Pilkada Batam mulai memberikan gambaran awal. Paslon nomor urut 01, Nuryanto-Hardi Selamat Hood (NADI), sementara meraih sekitar 40 persen suara. Sementara itu, paslon nomor urut 02, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra (ASLI), unggul dengan perolehan suara sekitar 60 persen.
Namun, Wakil Ketua DPC PDIP Batam, Rional Putra, menyatakan bahwa hasil ini belum final karena data yang masuk baru mencapai 80 persen. Pihaknya masih menunggu hasil penghitungan suara resmi dari KPU.

Meski tertinggal dalam quick count, tim NADI tetap optimistis. Rio mengatakan bahwa mereka akan terus mengawal proses penghitungan hingga selesai.

”Kami masih optimis NADI bisa mengejar ketertinggalan ini. Apapun itu, masih ada keajaiban dari Tuhan. Kami tetap menunggu real count. Survei-survei yang ditampilkan tim sebelah sebelumnya itu semua meleset. Mereka menampilkan survei kami hanya sekitar 20 persen, sementara nyatanya hari ini kami sudah di angka 40 persen lebih,” kata dia, Rabu (27/11).
Di sisi lain, kehadiran NADI yang semula dianggap sebelah mata kini menjadi lawan tangguh dalam Pilkada Batam. ”Artinya NADI sebagai pahlawan kotak kosong menjadi lawan yang menakutkan, yang tadinya tidak diperhitungkan, ternyata menjadi lawan yang serius buat paslon lain,” tambah Rio.

Rio turut mengapresiasi masyarakat Batam yang telah menunjukkan semangat demokrasi dalam Pilkada kali ini. Menurutnya, hasil Pilkada nanti mencerminkan meningkatnya kesadaran politik masyarakat.

”Kami berterima kasih kepada masyarakat Batam yang memang betul-betul meng-inginkan demokrasi. Soal menang atau kalah, itu sudah menjadi takdir Allah. Tapi hari ini, Pilkada membuktikan bagaimana masyarakat Batam sudah mulai cerdas dan menginginkan demokrasi,” ujarnya.

Pihaknya menyatakan kesiapan untuk menerima apapun hasil akhir dari penghitungan KPU dengan lapang dada.

”Kami juga siap, ketika sudah selesai Pilkada, mengucapkan selamat kepada yang menang. Kami legowo, menerimanya, tapi itu nanti setelah hasil real count, dan jika memang NADI belum menang,” ujar Rio.

 

Partisipasi Pemilih Rendah

Dalam pencoblosan kemarin, Penghitungan suara di TPS 18, Perumahan KDA Batam Center, menjadi sorotan karena merupakan tempat calon Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama keluarga menggunakan hak pilihnya.

Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 583 orang, hanya 289 warga yang hadir memberikan suara, sementara 294 lainnya tidak mencoblos.

Tingkat partisipasi pemilih di TPS ini hanya mencapai sekitar 48 persen, jauh lebih rendah dibandingkan partisipasi Pilpres sebelumnya yang mencapai 60 persen.

Dalam hasil akhir, pasangan Amsakar Achmad-Li Claudia unggul dengan perolehan 176 suara. Sementara Nuryanto-Hardi Selamat Hood, meraih 107 suara. Sebanyak enam suara dinyatakan tidak sah, sehingga total suara sah sebanyak 283.

Ketua KPPS di TPS 18, Purmanto menyebut proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan dengan lancar, tertib, dan aman. Namun, ia menya-yangkan rendahnya partisipasi pemilih meskipun unda-ngan untuk menggunakan hak pilih sudah disebar melalui grup komunikasi warga.

“Banyak yang tidak hadir, kami kurang tahu alasannya. Yang jelas, pemberitahuan sudah kita sebar di grup warga untuk mengajak menyuarakan hak pilihnya,” katanya, Rabu (27/11).
Untuk jumlah surat suara di TPS tersebut mencapai 598 lembar, termasuk surat suara cadangan. Kendati demikian, tingkat kehadiran pemilih tetap menjadi perhatian dalam evaluasi penyelenggaraan Pilkada kali ini.

Sementara Nuryanto yang tinggal di Baloi Permata, mendapat surat undangan untuk mencoblos di TPS 25 Baloi Persero, Kecamatan Lubukbaja. Meski begitu ternyata suara untuk Nuryanto yang akrab disapa Cak Nur ini unggul di TPS tersebut. Dari 573 pemilih, sebanyak 100 pemilih mencoblos Nuryanto-Hardi sedangkan 44 suara memilih Amsakar dan Li Claudia, yang berarti ada selisih 56 suara.

Ketua KPPS 025 Baloi Pesero Sukoco tak menampik antusi-as pemilih di TPS tersebut kurang. Hal itu diduga karena beberapa faktor, di antaranya cuaca hujan sedari pagi hingga pemilih banyak yang tinggal jauh dari TPS.

“Sampai jam 10, jumlah pemilih masih di atas 10 persen, hal itu karena memang beberapa faktor, hujan dan pemilih yang jauh dari tempat pencob-losan,” tegas Sukoco.
Menurut dia, rata-rata pemilih di TPS 25 tinggal di Tanjungpiayu, usai direlokasi setahun lalu.

“Jadi rata-rata pemilih sini tinggal di Piayu, mungkin karena faktor hujan dan alat transportasi, menyebabkan pemilih lambat datang ke TPS menggunakan hak pilih. (*)

 

Reporter : Arjuna, Yashinta, Yofie

Artikel Amsakar-Li Claudia Klaim Menang pertama kali tampil pada Metropolis.