Yak Bun saat menyalurkan bantuan buat warga Tionghoa kurang mampu di Rawasari Tanjungpinang, Kamis (12/2). Foto. Mohamad Ismail/ Batam Pos
batampos – Ratusan warga Tionghoa kurang mampu yang berada di kawasan Jalan Rawasari Tanjungpinang, Kepri menerima paket sembako jelang perayaan tahun baru Imlek 2026, dari tokoh masyarakat setempat.
Paket bantuan itu terdiri dari sekotak jeruk, sekarung beras 5 kilogram dan satu kotak minuman kaleng. Setidaknya terdapat 117 warga Tionghoa yang menerima bantuan tersebut.
Pemberi bantuan, Yak Bun mengatakan bahwa aksi sosial ini telah menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menyambut hari besar.
“Paket tersebut berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan khas jelang Imlek seperti beras, jeruk, dan minuman,” kata Yak Bun,
Rabu (11/2).
Selain sebagai tradisi berbagi, kata dia kegiatan ini juga dimaksudkan agar warga Tionghoa yang kurang mampu tetap dapat merayakan Imlek dengan layak bersama keluarga.
“Ya harapannya warga Tionghoa yang menerima bisa ikut merayakan, menjamu keluarga, dan merasakan sukacita tahun baru,” tambahnya.
Menurutnya, perayaan Imlek bukan hanya momentum budaya dan keagamaan, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial di lingkungan komunitas.
Ya Bun juga menyampaikan doa agar di tahun Imlek seluruh warga diberi kesehatan, kelancaran usaha, dan rezeki yang lebih baik.
“Tradisi berbagi ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi bagian dari semangat perayaan Imlek di Rawasari,” pungkasnya. (*)
Ilustrasi. Narkoba cair dalam Liquid Vape. (Sumber : Freepik)
batampos – Peredaran narkotika di Kota Batam menunjukkan tren baru yang mengkhawatirkan. Jika sebelumnya kasus didominasi sabu dan ekstasi, kini zat berbahaya justru disamarkan dalam bentuk liquid vape atau rokok elektrik.
Modus ini dinilai lebih licin karena menyasar generasi muda dengan tampilan yang dianggap modern dan ‘aman’.
Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang mengungkap ratusan cartridge vape yang mengandung zat etomidate, yang masuk dalam kategori narkotika. Temuan ini menjadi alarm keras bahwa narkoba kini tidak lagi hadir dalam bentuk konvensional, melainkan bertransformasi mengikuti tren gaya hidup.
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Arsyad Riyandi, menegaskan pengungkapan tersebut membuktikan adanya pergeseran pola konsumsi narkoba di tengah masyarakat.
“Kita buktikan dalam pengungkapan selama ini. Kalau dulu mungkin banyaknya sabu atau inex, namun sekarang ada pergeseran. Para pengguna mungkin mengira ini hanya terjerat undang-undang kesehatan, bukan narkoba,” ujarnya.
Menurut Arsyad, kekeliruan pemahaman inilah yang dimanfaatkan para pelaku. Banyak masyarakat belum menyadari bahwa zat dalam liquid vape tertentu tergolong narkotika dan memiliki konsekuensi hukum berat.
“Ini kesempatan saya juga untuk edukasi kepada masyarakat bahwa ini merupakan golongan narkotika. Jangan sampai dianggap sepele hanya karena bentuknya vape,” tegasnya.
Ia mengingatkan, narkotika kini tidak lagi bisa dikategorikan hanya pada satu jenis atau kelompok pengguna tertentu. Semua kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa, berpotensi terjerumus.
“Narkoba itu tidak bisa dibilang hanya satu jenis atau kelompok tertentu saja. Semua bisa tergerak dan akhirnya menjadi pengguna aktif,” katanya, mengingatkan bahaya laten yang mengintai generasi muda.
Kasus ini bermula dari kerja sama lintas jajaran kepolisian. Informasi awal diperoleh dari polsek-polsek yang melakukan sharing data terkait adanya pengguna mencurigakan. Petugas kemudian melakukan pembuntutan terhadap sebuah mobil yang diduga membawa barang terlarang.
Saat penggeledahan awal, polisi hanya menemukan barang bukti dalam jumlah kecil, termasuk plastik bekas bungkusan sabu. Namun pengembangan dari informasi Polsek Batuampar membuka fakta baru.
Dari satu tersangka yang diamankan, penyelidikan berkembang hingga akhirnya ditemukan ratusan liquid vape mengandung zat berbahaya.
Dalam proses penyelidikan, terungkap pula bahwa sebagian barang tersebut baru saja masuk dari Malaysia. Jalur masuknya masih dalam pendalaman. Polisi memastikan pengungkapan ini merupakan hasil kerja taktis dan teknis yang terukur.
“Tentunya ada teknik dan taktik tersendiri dalam pengungkapan, yang tidak bisa kami sampaikan secara detail,” ujar Arsyad.
Pengungkapan ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat Batam. Bentuknya yang menyerupai rokok elektrik membuat liquid vape narkotika sulit dikenali, bahkan oleh orang tua sekalipun. Padahal dampaknya bisa merusak kesehatan fisik dan mental, serta menyeret pengguna ke jerat hukum berat.
Satresnarkoba Polresta Barelang mengimbau para orang tua untuk lebih waspada terhadap penggunaan vape di kalangan remaja. Edukasi dini, pengawasan, serta komunikasi terbuka dinilai menjadi benteng utama mencegah generasi muda terjerumus.
Polisi menegaskan akan terus memperketat pengawasan dan menindak tegas setiap bentuk peredaran narkotika, termasuk yang disamarkan dalam bentuk liquid vape. (*)
Penertiban reklame di Batuaji Oktober 2025 lalu. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Candra, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto terkait penataan kota, khususnya penertiban reklame dan kabel-kabel yang dinilai mengganggu estetika.
Hal itu disampaikan Li Claudia saat menghadiri kegiatan Gema Asri di K-Square, Batam Center, Rabu (11/2) pagi. Ia menceritakan, arahan tersebut diterimanya saat mengikuti retreat kepala daerah di Magelang.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menekankan agar daerah memperhatikan wajah kota, termasuk tidak lagi membiarkan reklame yang semrawut serta kabel-kabel yang tidak tertata.
“Bahwa tiap daerah, bapak Presiden ingin tidak ada lagi reklame yang semrawut. Begitu pulang dari sana, kami langsung melakukan apa yang diperintahkan,” ujar Li Claudia kepada Batam Pos.
Menurutnya, Batam menjadi satu-satunya kabupaten dan kota yang telah merapikan dan membersihkan reklame di wilayahnya. Penertiban dilakukan sebagai bagian dari komitmen menciptakan tata kota yang lebih bersih dan nyaman dipandang.
“Batam ini satu-satunya kabupaten kota yang sudah rapi, tidak ada reklame. Sekarang sudah bersih dari reklame, coba di cek,” katanya.
Selain penertiban reklame, Pemko Batam juga menggencarkan program Gema Asri sebagai gerakan bersama menjaga kebersihan kota.
Program ini tidak hanya menyasar sampah, tetapi juga seluruh penataan kota termasuk kabel-kabel yang selama ini dinilai mengganggu keindahan kota.
Ia menegaskan, pembenahan tersebut bukan semata-mata soal tampilan, tetapi juga bagian dari upaya membangun citra Batam sebagai kota modern yang tertata.
“Ini menjadi atensi dan pekerjaan bersama. Kita ingin Batam lebih baik, lebih bersih, dan nyaman,” ujarnya.(*)
KEGIGIIHAN pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam mengguyur likuiditas ke perbankan nasional layak diapresiasi.
Sejak September 2025 hingga 10 November 2025, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengucurkan dana segar Rp275 triliun kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Sebelumnya, BI menggelontorkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) ke seluruh bank. Hingga minggu pertama Januari 2026, guyuran insentif likuiditas BI itu telah mencapai Rp397,9 triliun. Himbara sendiri mendapat jatah likuiditas Rp182,9 triliun dari insentif ini.
Tujuannya jelas: memberikan bahan bakar sekaligus menurunkan biaya dana (cost of fund) bagi bank sehingga bunga kredit turun, dan pada akhirnya, pelaku usaha terdorong menarik kredit perbankan. Skenario ideal ini diharapkan menjadi katalis untuk mencapai mimpi pertumbuhan ekonomi 8%, sebuah level yang menuntut pertumbuhan kredit harus melampaui 20%.
Harapan kepada Himbara untuk lebih giat lagi mengucurkan kredit juga sejatinya dapat dipahami. Pada kondisi tertentu seperti saat ini, peran bank negara memang dibutuhkan untuk bergerak lebih dulu. Sebagai badan usaha milik negara, masih ada terselip tugas Himbara sebagai agen pembangunan. Di samping tentunya untuk mengeruk keuntungan.
Namun, upaya untuk mengalirkan kredit perbankan lebih deras ke sektor riil masih menghadapi jalan berliku. Rapat Dewan Gubernur 20-21 Januari 2026 melaporkan perbankan baru sanggup menumbuhkan kredit sebesar 9,69% secara tahunan (yoy) pada Desember 2025. Capaian tersebut masih single digit, namun meningkat dari dari November 2025 yang tumbuh 7,74% (yoy) dan telah berada dalam kisaran target BI sebesar 8-11% (yoy).
Berbagai kebijakan pemerintah dan BI itu, termasuk penurunan BI Rate sepanjang 2025 sebanyak 125 basis poin menjadi 4,75%, nampaknya baru berhasil pada tahap menjaga agar pertumbuhan kredit tidak melambat lebih dalam.
Akselerasi penyaluran kredit perbankan ternyata masih menghadapi tantangan besar. Padahal pertumbuhan kredit yang rendah akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sulit dibayangkan pertumbuhan ekonomi akan tinggi, manakala kucuran kredit masih terbilang seret.
Diagnosisnya tegas, bahwa persoalan penyaluran kredit bukan lagi semata soal kecukupan likuiditas (supply side), melainkan juga persoalan lesunya sisi permintaan (demand side).
Indikator paling benderang adalah tingginya undisbursed loan—fasilitas pinjaman yang sudah disetujui, tetapi belum dicairkan—yang mencapai Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari total plafon kredit pada Desember 2025. Karena belum ditarik debitur, maka tidak heran perbankan memarkirkan dananya dalam instrumen keuangan yang likuid dan berkualitas tinggi. Dan Surat Berharga Negara (SBN) adalah salah satu pilihannya.
Selain undisbursed loan yang cukup tinggi, indikator lain yang menunjukkan lemahnya permintaan kredit adalah rendahnya pertumbuhan kredit modal kerja.
Berdasarkan data BI, kredit modal kerja hanya tumbuh 4,52% (yoy).
Data kuantitatif itu mengonfirmasi bahwa dunia usaha sedang berada dalam fase wait and see.
Mereka menunda ekspansi investasi dan lebih memilih mengandalkan dana internal untuk beroperasi. Ini adalah alarm keras bahwa aktivitas ekonomi sedang melambat yang pada putaran selanjutnya menyebabkan penurunan penerimaan pajak.
Oleh karena itu, kebijakan yang terus membanjiri likuiditas ke perbankan tidak cukup tanpa dibarengi perbaikan struktural pada sektor riil. Perbaikan itu menjadi tugas berbagai kementerian teknis seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.
Perbaikan struktural dimaksud antara lain penyederhanaan birokrasi, kemudahan dan kecepatan ijin usaha, kepastian hukum, keamanan dan kenyamanan berusaha dan konsistensi kebijakan.
Berusaha di Indonesia memang saat ini masih tergolong mahal. Kondisi ini terlihat jelas dari Indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yaitu indikator yang menunjukkan besarnya tambahan kapital (investasi) baru yang dibutuhkan untuk menambah satu unit output.
Sebagai contoh, ICOR sebesar 5, berarti untuk menaikkan 1 unit output diperlukan investasi sebesar 5 unit. Semakin tinggi ICOR, semakin tidak efisien. ICOR Indonesia sendiri berdasarkan data BPS masih bertengger di kisaran 6%.
Upaya untuk memangkas sumbatan-sumbatan struktural akan mendorong investasi sektor swasta bergerak lebih leluasa. Selain itu, pemerintah perlu menekankan pada investasi padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja. Ini akan menyerap bonus demografi yang sedang kita nikmati.
Apabila itu terjadi maka kucuran kredit akan mengalir dengan sendirinya. Perbankan secara alami akan mengikuti (follow the trade). Semakin ramai aktivitas ekonomi, semakin giat pula perbankan mengucurkan kredit.
Dengan begitu, maka pertumbuhan kredit pun akan terdongkrak. Aktivitas ekonomi kian bergairah dan penerimaan pajak akan kembali meningkat. Dan pada ujungnya, pertumbuhan ekonomi tinggi sebagaimana yang dicita-citakan pemerintah akan tercapai.
Jadi, likuiditas adalah pelumas, namun sektor riil adalah mesinnya. Tanpa perbaikan mesin, pelumas seberapa banyak pun tidak akan mampu membawa penyaluran kredit berlari kencang. (*)
Oleh: Ardhienus, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau. Tulisan adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili institusi tempat penulis bekerja.
batampos – Lewis Hamilton suarakan kekhawatiran mengenai performa mobil F1 barunya yang akan digunakan pada musim 2026.
Juara dunia tujuh kali itu mengaku mobil terbaru Ferrari terasa lebih lambat dibandingkan mobil Formula 2.
“Saya rasa kita lebih lambat dari GP2 atau F2 saat ini, kan? Maksud saya, memang terasa seperti itu,” ucap Hamilton kepada RacingNews365.
Ia mengungkapkan pernyataannya setelah menjalani sesi tes pramusim di Sirkuit Internasional Bahrain pada Rabu, 11 Februari 2026.
Pembalap Ferrari tersebut mengatakan bahwa mobil F1 terbaru terasa berbeda dari sebelumnya dan dinilai masih terlalu dini.
Menurut Hamilton, unit baru perlu mengoptimalkan ban, paket aerodinamika, tinggi suspensi serta keseimbangan mekanis sebelum bisa menilai performa sebenarnya.
Ia menyebut mobil ini lebih pendek, lebih ringan dan lebih mudah dikendalikan dibandingkan generasi sebelumnya.
Meski demikian, pria yang dikabarkan dekat dengan Kim Kardashian ini mengaku mobil baru terasa seperti mobil reli.
Selain menjelaskan tentang unitnya, ia juga menjelaskan bahwa kondisi lintasan Bahrain membuat mobil terasa lebih sulit dikendalikan dibandingkan tes sebelumnya di Barcelona.
“Di sini (di Bahrain), anginnya sangat kencang dan jauh lebih panas. Jadi jauh lebih sulit untuk menemukan keseimbangan yang tepat. Jadi saya pikir semua orang kesulitan,” terang Hamilton yang memberikan gambaran tentang kondisi lap. (*)
Terdakwa Indah Sari Saragih menjalani sidang pembacaan dakwaan kasus dugaan TPPO di PN Batam, Rabu (11/2). F.Azis Maulana
batampos – Pengadilan Negeri Batam menggelar perkara dugaan pengendalian bisnis prostitusi terselubung yang dijalankan melalui aplikasi Michat, Rabu (11/2).
Terdakwa, Indah Sari Saragih alias Frisca, didakwa mengelola praktik pijat plus-plus dengan memanfaatkan platform Michat sebagai sarana pemasaran dan transaksi.
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam menilai Indah bukan sekadar perantara, melainkan aktor utama yang mengendalikan operasional bisnis.
Dalam sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Mona, didampingi hakim anggota Verdian Martin dan Irpan Lubis, jaksa Susanto Martua dan Alinaex memaparkan peran terdakwa sebagai pemilik sekaligus pengendali jaringan jasa seksual terselubung di kawasan Nagoya, Batam.
Jaksa menyebut, sejak Mei hingga Agustus 2025, terdakwa menyewa empat kamar kos di Nagoya Premier Residence, Komplek Business Center Blok IV, Lubukbaja.
“Lokasi itu diduga difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat praktik layanan pijat yang berujung pada layanan seksual berbayar,” ujar Jaksa.
Dalam praktiknya, terdakwa disebut merekrut sejumlah perempuan sebagai terapis. Mereka antara lain Desy alias Sela, Hesti Saragih alias Tasya, Lilis Suryani alias Fitri, Angela Saragih alias Dela, serta Rosma Oktaviana Putri alias Kinan. Para perempuan tersebut didatangkan dari berbagai daerah dengan biaya perjalanan yang ditanggung terdakwa.
Jaksa mengungkapkan, para terapis dijanjikan gaji bulanan Rp4,5 juta beserta fasilitas tempat tinggal. Namun, mereka diwajibkan memenuhi target layanan tertentu dan mengikuti aturan kerja ketat.
“Jam kerja ditetapkan mulai pukul 15.00 hingga 03.00 WIB, dengan jatah libur dua kali dalam sebulan. Para terapis juga disebut tidak memiliki keleluasaan memilih pelanggan,” ujarnya.
Seluruh pemesanan layanan, menurut jaksa, dikendalikan melalui akun Michat yang berada di bawah penguasaan terdakwa. “Akun tersebut digunakan untuk menawarkan layanan, berkomunikasi dengan pelanggan, hingga mengatur jadwal pertemuan,” jelasnya.
Tarif layanan disebut bervariasi, mulai dari pijat biasa hingga layanan seksual, dengan kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp2,5 juta.
“Uang hasil transaksi diserahkan kepada terdakwa sebelum kemudian dibagikan kepada para terapis pada akhir bulan,” jelasnya.
Dalam surat dakwaan juga disebutkan, salah satu terapis melayani ratusan pelanggan selama periode operasional tersebut. Jaksa menilai aktivitas ini menghasilkan keuntungan finansial signifikan bagi terdakwa.
Perkara ini terungkap setelah kepolisian melakukan penggerebekan pada 27 Agustus 2025 di lokasi usaha. Dalam operasi itu, aparat mengamankan terdakwa bersama sejumlah terapis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, Indah Sari Saragih didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi untuk menguji konstruksi dakwaan jaksa serta mengungkap lebih jauh peran terdakwa dalam perkara ini. (*)
Kapolresta Barelang, Kombes Anggoro Wicaksono bersama Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, dan Kadis DP3AP2KB Kota Batam memberikan keterangan kasus pencabulan oknum guru saat rilis di Mapolresta Barelang, Rabu (11/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – MJ, oknum guru sekolah kejuruan di Batuaji, Batam yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap siswa, dikenal memiliki dua sisi kepribadian. Di lingkungan sesama guru, MJ dikenal pendiam, ramah, dan sopan. Namun, di mata siswa, ia humoris dan mudah bergaul.
R, salah seorang siswa, mengatakan MJ lebih sering berinteraksi dengan siswa laki-laki dibandingkan siswi perempuan. Keseharian MJ di sekolah terkesan santai dan suka bercanda.
“Gurunya memang suka bercanda dan tidak pernah kasar ke siswa,” ujar R.
Ilustrasi Petugas falakiyah melakukan ru’yatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan menggunakan teropong di Masjid Al-Musyari’in, Basmol, Kembangan, Jakarta. Sidang isbat penetapan awal Ramadan akan digelar 17 Februari 2026. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
batampos – Pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan. Tahun ini, awal puasa diperkirakan berbeda dengan sebagian organisasi keagamaan. Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat tidak mempermasalahkan perbedaan tersebut.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan adanya potensi perbedaan awal puasa. Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.
Sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) kemungkinan baru memulai puasa pada 19 Februari 2026. Kepastian akan ditentukan melalui sidang isbat yang digelar pada 17 Februari 2026.
“Perbedaan awal puasa adalah hal biasa dan tidak perlu dipertentangkan. Perbedaan itu sebuah keniscayaan karena metode yang digunakan berbeda,” jelas Arsad.
Dalam penentuan kalender Hijriyah, beberapa pihak menggunakan metode hisab dan rukyat. Muhammadiyah, misalnya, tahun ini memakai Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Penggunaan KHGT memperkenalkan istilah hilal global dan hilal lokal. Hilal global merujuk pada kemunculan hilal di penjuru dunia, sedangkan hilal lokal adalah hilal yang terpantau di masing-masing negara.
Kemenag menggelar sidang isbat sebagai forum musyawarah bagi seluruh organisasi masyarakat Islam untuk menentukan awal puasa.
Arsad menambahkan, masjid kembali dibuka untuk pemudik saat Lebaran. Tahun lalu, sekitar 6.500 pemudik memanfaatkan masjid sebagai tempat beristirahat.
Kemenag meminta agar masjid di jalur mudik tetap dibuka, termasuk masjid dari Jakarta hingga Cirebon, dari Cirebon ke Garut, serta masjid di jalur mudik di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmat, mengingatkan masyarakat untuk menjaga suasana Ramadan penuh kegembiraan. “Intinya, harus saling menghormati. Yang tidak berpuasa menghormati yang berpuasa,” tegasnya, terkait polemik restoran dan warung yang tetap buka saat siang hari.
Angkutan Lebaran Siap Layani Pemudik
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan angkutan Lebaran berupa bus gratis hingga diskon tiket. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan pemerintah telah berkoordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan kesiapan angkutan Lebaran 2026.
Kemenhub menyiapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan angkutan Lebaran. Koordinasi juga dilakukan dengan Korlantas Polri, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, serta instansi terkait lainnya. Pengaturan angkutan disesuaikan dengan kebijakan work from anywhere (WFA) dan stimulus ekonomi pemerintah.
“Kami melakukan ramp check atau uji kelayakan sarana transportasi darat, laut, udara, serta kereta api. Kesiapan jalan tol dan arteri juga diperiksa,” ujar Menhub.
Program mudik gratis disiapkan untuk 34 provinsi dengan 401 unit bus, serta tiket gratis bagi 50 ribu penumpang kelas ekonomi. Sementara itu, mudik gratis kereta api di Pulau Jawa menargetkan 28.182 penumpang untuk jalur utara, tengah, dan selatan. (*)
batampos – Kekurangan gizi pada anak tidak selalu terlihat oleh penampilan luarnya. Beberapa anak sebenarnya kekurangan nutrisi tertentu.
Dikutip dari Healts Shots, Kamis (12/2), kelaparan tersembunyi menjadi masalah yang diam-diam namun signifikan terjadi di antara banyak anak selama masa pertumbuhan mereka.
Meski tampak cukup makan tetapi kekurangan nutrisi, contohnya kasus seperti di mana anak-anak tampak sehat, mengonsumsi kalori yang cukup, tetapi kekurangan mikronutrien, yuk intip penyebabnya.
1.Pola makan yang terlalu banyak mengandung makanan olahan
Saat ini, sebagian besar makanan yang dikonsumsi anak-anak dan remaja adalah makanan cepat saji dan makanan olahan yang dapat dimasak dan dimakan hampir seketika.
Contohnya yaitu camilan, sereal manis, minuman manis, makanan cepat saji, dan makanan kemasan, yang tinggi kalori, garam, gula, dan lemak tidak sehat tetapi rendah vitamin, mineral, dan serat,
2.Kebiasaan makan yang selektif
Jika dibiarkan, kebiasaan makan pilih-pilih umum terjadi di kalangan anak-anak, dapat menyebabkan pola makan yang sangat monoton dan kurang variasi.
Kebanyakan anak hanya mengonsumsi beberapa makanan ‘aman’, melewatkan seluruh kelompok makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan makanan kaya protein, sehingga mereka kekurangan nutrisi.
3.Iklan makanan yang menyesatkan
Salah satu alasan utama mengapa anak-anak lebih tertarik pada makanan tersebut adalah cara pemasarannya atau iklan yang beredar.
Biasanya, makanan tersebut dikemas dengan kemasan yang cerah dan berwarna-warni serta karakter kartun, sehingga pilihan yang tidak sehat menjadi lebih menarik.
Pada saat yang sama, orang tua juga mengabaikan tingginya kadar gula dan zat aditif dalam produk-produk ini karena label seperti ‘alami’ dan ‘sehat’.
4.Gaya hidup yang sibuk
Orang tua juga dengan mudah memberikan makanan seperti itu kepada anak-anaknya karena makanan tersebut seringkali sangat mudah dimasak, ini menyebabkan mereka kurang nutrisi yang seimbang.(*)
Dua ibu rumah tangga sedang memilih cabai di kios sayuran di kawasan Mega Legenda beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, mengungkapkan terdapat dinamika harga pada sejumlah komoditas hortikultura. Khususnya cabai hijau keriting dan cabai rawit yang mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Kepastian tersebut disampaikan Mardanis dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam yang membahas stabilitas daerah dan kesiapan lintas sektor, Rabu (11/2).
“Kenaikan harga cabai menjadi perhatian kami. Namun secara umum, pasokan masih tersedia dan kami terus berkoordinasi dengan distributor serta instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengawasan distribusi dan pemantauan stok akan terus diperkuat menjelang hari besar keagamaan, mengingat biasanya terjadi peningkatan permintaan bahan pokok di masyarakat.
Selain cabai dan beras beras, pihaknya juga memantau pasokan gula dan minyak goreng yang dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kendati demikian, pemerintah tetap melakukan pengawasan terhadap fluktuasi harga sejumlah komoditas hortikultura yang mengalami tekanan di tingkat distribusi.
“Ketersediaan gula dan minyak goreng juga mencukupi. Kami tetap memberi perhatian khusus terhadap dinamika harga, terutama pada komoditas cabai hijau keriting dan cabai rawit yang mengalami kenaikan harga di pasaran,” katanya.
Sementara itu, dalam rapat Forkopimda tersebut juga dibahas upaya memperkuat ketahanan pangan jangka panjang melalui berbagai program strategis Pemerintah Kota Batam, termasuk pencanangan Gerakan Batam ASRI yang akan mulai digerakkan pada 11 Februari 2026.
Melalui sinergi lintas sektor, Mardanis menegaskan komitmennya untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menjaga stabilitas daerah menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial di Kota Batam. (*)