Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 254

RS Keluarga Husada Layani Peserta BPJS

0
Gedung RSKH di Jalan Tengku Sulung Odessa, Blok C1 No. 12-16, Batam Kota, Sabtu (28/3/2026). F. Istimewa

batampos – Salah satu Rumah sakit (RS) swasta dan menjadi rujukan di Batam, RS Keluarga Husada (RSKH) kembali membuka pelayanan kesehatan untuk peserta (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mulai Minggu (1/3/2026).

‘’Masyarakat Batam, khususnya yang berada di kawasan Batam Kota, kini sudah bisa datang untuk mendapatkan berbagai pelayanan kesehatan di RSKH,’’ ujar Direktur RSKH, dr. Indra Nur Hidayat, Sp.An, di Jalan Tengku Sulung Odessa, Blok C1 No. 12-16, Batam Kota, Sabtu (28/3/2026).

Ditambahkan dr. Indra, pelayanan yang mereka berikan meliputi: UGD 24 Jam, ⁠Poliklinik meliputi Anak, Kandungan, Bedah, Penyakit Dalam, Orthopaedi, Gigi, Umum, dan lainnya.

Selain itu lanjut dr. Indra mereka juga melayani pelayanan ⁠Rawat Inap (VIP, Kelas I, II, III), ⁠Intensive Care (ICU, NICU), ⁠Perina, ⁠Kamar Operasi (OK), ⁠Kamar Bersalin (VK), ⁠Instalasi Farmasi, ⁠Radiologi, ⁠Ambulance, ⁠Medical Check Up (MCU) dan lainnya.

Petugas medis di RSKH stand by 24 jam. Dan tentu saja bagi Keluarga Husada, pelayanan tepat, cepat, bersahabat, ramah adalah hal yang utama.

‘’Kita ingin agar setiap pasien yang keluar dari RSKH akan tersenyum. Karena senyum dan kesehatan adalah tujuan kami hadir dalam pelayanan kesehatan ini,’’ tegas dr. Indra.

RSKH diperkuat oleh dokter spesialis penyakit dalam dr. Widodo A Prasetyo Sp.PD; dokter spesialis anak dr. Nisa Trini Asnil Sp.A; dokter spesialis obstetri & ginekologi dr. Rismawati Sp.OG dan dr. Eric Gradiyanto Ongko, Sp.OG; dokter spesialis bedah dr. Herman Yanto, Sp.B; dokter spesialis orthopaedi & traumatologi dr. M Riyad Filza, Sp.OT; dokter spesialis anastesi dr. Fandy Faidhul Attamimi, Sp.An-TI; dokter spesialis radiologi dr. Pingkan Fredita Kristina S, Sp.Rad; dokter spesialis patalogi klinik dr. Tetty Dame Nataliana HP, Sp.PK; dokter gigi drg. Chandra Rizal, M.Si dan drg. Jonathan V.B. Sihaan; dokter medical check up & umum dr. Fulristami Zaenab.

Untuk informasi, RS Keluarga Husada diresmikan Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi SE MM Jumat (23/2/2018) lalu. Perlahan namun pasti, Kinerja dan pelayanan RS Keluarga Husada makin dikenal masyarakat luas, khususnya di Batam Kota. Terlebih lagi bagi kalangan karyawan/ pekerja yang tergabung dalam BPJS Kesehatan. Dengan prinsip kerja cepat dan tepat, membuat masyarakat makin percaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Keluarga Husada. (*/adv)

Artikel RS Keluarga Husada Layani Peserta BPJS pertama kali tampil pada Lifestyle.

Cuaca Panas Picu Karhutla di Lingga, 2 Hektare Lahan Terbakar

0
Petugas gabungan Damkar unit Daik, Lingga, bersama personel Polsek Daik dan BPBD saat memadamkan api, Sabtu (28/3). F. Vatawari/Batam Pos

batampos — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Lingga. Sekitar dua hektare hutan di Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, hangus terbakar, Sabtu (28/3) pagi.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Informasi awal disampaikan warga kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Unit Daik Lingga.

Mendapat laporan tersebut, tim Damkar bersama personel Polsek Daik Lingga dan BPBD Lingga langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Baca Juga: Air Waduk Susut 70 Persen, PDAM Tirta Lingga Pastikan Pasokan Air Bersih Masih Normal

Danton Damkar Daik Lingga, Zainuddin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut api berhasil dipadamkan setelah upaya pemadaman intensif di lokasi.

“Iya benar, laporan kami terima sekitar pukul 09.30 WIB. Tim langsung turun ke lokasi,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, kondisi cuaca panas dan kering diduga menjadi faktor pemicu.

“Kondisi cuaca saat ini memang rawan. Vegetasi kering mudah terbakar,” jelasnya.

Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

“Api sudah padam, tapi kami tetap berjaga untuk mencegah kebakaran susulan,” tambahnya.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang berpotensi menimbulkan api, guna mencegah karhutla kembali terjadi. (*)

Artikel Cuaca Panas Picu Karhutla di Lingga, 2 Hektare Lahan Terbakar pertama kali tampil pada Kepri.

Sampah Menumpuk Dibakar Picu Keributan di Lubukbaja, Polisi Turun Tangan

0
Sampah yang menumpuk dan tak terangkut akhirnya dibakar warga. F. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos — Persoalan sampah kembali memicu konflik warga di Batam. Tumpukan sampah yang dibakar sembarangan memicu keributan di Jalan Kangkung Blok 3, Kelurahan Lubukbaja Kota, Jumat (27/3) pagi.

Asap tebal dari pembakaran sampah membuat warga sekitar protes. Mereka menilai aktivitas tersebut mengganggu kenyamanan dan membahayakan kesehatan lingkungan.

Ketegangan antarwarga pun tak terhindarkan. Laporan akhirnya disampaikan melalui layanan darurat 110 oleh seorang warga, Irvan.

Baca Juga: Pelanggaran Serius, Rusak Citra Batam

Merespons laporan itu, personel Polsek Lubuk Baja langsung turun ke lokasi. Tim gabungan dari patroli, Reskrim, dan Intel diterjunkan untuk mengamankan situasi.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pendataan dan meminta keterangan dari kedua belah pihak. Polisi juga berupaya meredam emosi warga yang sempat memanas.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, menegaskan persoalan sampah tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi memicu konflik sosial.

“Setiap laporan kami tindak lanjuti. Tapi yang terpenting adalah kesadaran warga untuk tidak membakar sampah sembarangan,” ujarnya.

Baca Juga: Pantau Pasar di Batam, Satgas Pangan Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Pasca Lebaran

Melalui pendekatan persuasif, polisi akhirnya berhasil memediasi kedua pihak. Perselisihan diselesaikan secara kekeluargaan setelah masing-masing sepakat saling memaafkan.

Polisi juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah yang buruk tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berisiko memicu kebakaran dan konflik sosial.

Warga diimbau lebih peduli menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat, dan kondusif. (*)

Artikel Sampah Menumpuk Dibakar Picu Keributan di Lubukbaja, Polisi Turun Tangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Minta Hujan di Tengah Kemarau, Warga Batuaji Gelar Salat Istisqa

0
Warga bersama aparat TNI-Polri mengikuti Salat Istisqa di Masjid Al Amin, Batuaji, Batam, sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah musim kemarau. F. Dok. Polsek Batuaji untuk Batam Pos

batampos — Kemarau panjang mulai dirasakan di Batam. Sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan, Polsek Batuaji bersama warga menggelar Salat Istisqa di Masjid Al Amin, Perumahan Bambu Kuning, Jumat (27/3).

Tak sekadar ibadah, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan di tengah meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca panas dan kering.

Salat Istisqa diikuti unsur Forkompimcam, TNI-Polri, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Jemaah memadati masjid dan mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, berharap hujan segera turun.

Baca Juga: Tiga Waduk Mulai Surut, BP Batam Siapkan Strategi Hadapi Ancaman El Nino

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan, kondisi cuaca ekstrem saat ini perlu diwaspadai bersama. Risiko kebakaran, baik lahan maupun permukiman, meningkat seiring minimnya curah hujan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan instalasi listrik aman,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya pencegahan menjadi kunci agar tidak terjadi kebakaran yang dapat merugikan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga diajak lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk menjaga sumber air dan menghemat penggunaan air bersih.

Baca Juga: Pantau Pasar di Batam, Satgas Pangan Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Pasca Lebaran

“Kita berharap melalui ikhtiar bersama ini, hujan segera turun dan Batam terhindar dari bencana kekeringan maupun kebakaran,” tambahnya.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana akibat perubahan cuaca. (*)

Artikel Minta Hujan di Tengah Kemarau, Warga Batuaji Gelar Salat Istisqa pertama kali tampil pada Metropolis.

Komplotan Pencuri Komponen Lampu Lalu Lintas Beraksi Lagi, Simpang Kara Lumpuh

0
Boks kontrol lampu lalu lintas Simpang Kara dibobol maling. F. Dok. Dishub untuk Batam Pos

batampos — Aksi pencurian fasilitas lampu lalu lintas di Batam kembali terulang. Kali ini, boks kontrol di Simpang Kara dibobol pelaku, Jumat malam, membuat sistem pengatur lalu lintas di lokasi tersebut terganggu.

Kasus ini memperpanjang daftar perusakan infrastruktur jalan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah titik strategis Kota Batam.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga membongkar paksa boks kontrol dengan cara dicungkil. Sejumlah komponen penting di dalamnya, termasuk kabel dan perangkat pengendali, dilaporkan hilang.

Baca Juga: Pantau Pasar di Batam, Satgas Pangan Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Pasca Lebaran

Akibatnya, lampu lalu lintas di simpang tersebut tidak berfungsi normal dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Batam, Faisal Novrieco, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pola aksi pelaku masih sama seperti kasus sebelumnya.

“Boks dibongkar, lalu komponen penting diambil. Ini sangat merugikan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Menurut Faisal, pelaku diduga bukan orang sembarangan karena memahami sistem kerja lampu lalu lintas dan mengetahui bagian yang memiliki nilai jual tinggi.

“Yang diambil itu kabel tembaga dan modul controller. Memang punya nilai ekonomis,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam satu malam, pencurian serupa juga terjadi di sejumlah simpang vital seperti Simpang Calista, Simpang KDA, kawasan Masjid Agung Batam Center, hingga flyover Simpang Jam.

Dampaknya langsung terasa. Sejumlah lampu lalu lintas mati total atau hanya berkedip tanpa kendali, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di persimpangan padat.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Bayangi Kinerja Ekonomi Batam

Dishub Batam kini melakukan perbaikan darurat di titik-titik terdampak. Koordinasi dengan aparat kepolisian juga dilakukan untuk mengungkap pelaku.

“Kami akan laporkan secara resmi agar bisa ditindaklanjuti,” tegas Faisal.

Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

“Ini fasilitas bersama. Perlu kepedulian kita semua,” tutupnya. (*)

Artikel Komplotan Pencuri Komponen Lampu Lalu Lintas Beraksi Lagi, Simpang Kara Lumpuh pertama kali tampil pada Metropolis.

Perbaikan Pipa Bocor di Bundaran Basecamp, Jalur Sekupang–Tanjunguncang Ditutup

0
Perbaikan pipa bocor di Simpang Basecamp, Batuaji, Sabtu (28/3). F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos — Kebocoran pipa air utama kembali terjadi di Bundaran Basecamp, Batam. Perbaikan darurat yang dilakukan membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut terganggu, bahkan satu jalur utama terpaksa ditutup.

Penanganan dilakukan pada jaringan pipa milik ABH Batam yang sebelumnya juga pernah diperbaiki di titik yang sama. Namun, kebocoran kembali muncul dalam waktu relatif singkat.

Lokasi pekerjaan yang berada di tengah bundaran membuat dampaknya langsung terasa. Jalur dari arah Sekupang menuju Tanjunguncang ditutup sementara untuk mendukung proses perbaikan.

Baca Juga: Pungli di Pelabuhan Internasional Batam, DPRD: Ini Pelanggaran, Jangan Biarkan Citra Wisata Tercoreng ‎

Akibatnya, arus kendaraan dari Marina dan Sekupang dialihkan. Pengendara diarahkan memutar melalui U-turn di sekitar SPBU Simpang Basecamp.

Memasuki hari ketiga pengerjaan, lalu lintas di sekitar lokasi masih terpantau padat, terutama pada jam sibuk. Petugas berjaga untuk mengatur arus kendaraan agar tetap mengalir meski terjadi penyempitan jalan.

Selain berdampak pada kemacetan, kebocoran pipa ini juga mengganggu distribusi air bersih ke sejumlah wilayah.

“Kami berharap perbaikan cepat selesai, supaya air lancar dan jalan tidak macet lagi,” ujar Erfan, warga setempat.

Baca Juga: Pelanggaran Serius, Rusak Citra Batam

Humas ABH Batam, Ginda Alamsyah, menjelaskan kebocoran terjadi pada pipa steel berdiameter 600 mm. Ia memastikan perbaikan utama telah rampung dan saat ini tinggal tahap akhir.

“Penanganan kebocoran sudah selesai. Saat ini kami lakukan penimbunan kembali di lokasi,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Setelah proses penimbunan selesai, distribusi air dan arus lalu lintas diharapkan kembali normal. (*)

Artikel Perbaikan Pipa Bocor di Bundaran Basecamp, Jalur Sekupang–Tanjunguncang Ditutup pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Desa Tulang Belum Nikmati Listrik 24 Jam, Harap Perubahan Tahun Depan

0
Warga Desa Tulang ketika berlebaran bersama sanak saudara yang tidak menikmati listrik pada pagi hingga sore hari. F. Zainal untuk Batam Pos

batampos – Warga Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam, hingga kini belum menikmati layanan listrik 24 jam. Pada Idulfitri 1447 H/2026 M, kondisi tersebut masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Padahal, desa ini berada tidak jauh dari pusat ibu kota Kabupaten Karimun. Namun, warga hanya dapat menikmati listrik dalam durasi terbatas setiap hari.

“Alhamdulillah, walaupun Lebaran tidak ada listrik dari pagi sampai siang, tetap meriah. Yang mampu pakai genset,” ujar Zaini, warga setempat, Sabtu (28/3).

Baca Juga: Wisata Karimun Ramai Pengunjung, Mayoritas Datang Bersama Keluarga

Selama ini, pasokan listrik di desa tersebut hanya menyala sekitar 14 jam, mulai pukul 17.00 WIB hingga 07.00 WIB. Kondisi ini membuat warga harus beradaptasi, terutama saat momen penting seperti Idulfitri.

Untuk pelaksanaan Salat Id, panitia masjid terpaksa menyiapkan genset guna mengoperasikan pengeras suara dan kipas angin.

“Walaupun dekat dengan ibu kota kabupaten, kami tetap bersyukur masih bisa merayakan Lebaran,” tambahnya.

Sejak Kabupaten Karimun berdiri pada 1999, warga Desa Tulang belum merasakan layanan listrik penuh selama 24 jam.

Sementara itu, Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan pihaknya telah mengusulkan penambahan pasokan listrik melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Baca Juga: Pemkab Karimun Mulai Tata PPPK Antisipasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen

“Sudah kami usulkan agar bisa 24 jam, namun masih menunggu persetujuan dari pusat,” ujarnya.

PLN memastikan upaya peningkatan layanan terus dilakukan, meski realisasi program masih bergantung pada keputusan tingkat pusat.

Warga berharap, pada Idulfitri mendatang, mereka sudah dapat menikmati listrik tanpa pembatasan waktu seperti daerah lainnya. (*)

Artikel Warga Desa Tulang Belum Nikmati Listrik 24 Jam, Harap Perubahan Tahun Depan pertama kali tampil pada Kepri.

Berkas Kasus Pembacokan Korlap SPPG Dikembalikan

0
Sekuriti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Pelenggut, Sagulung yang melakukan pembacokan terhadap rekan kerjanya. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos

batampos – Berkas kasus pembacokan terhadap koordinator lapangan (korlap) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Pelenggut, Sagulung, hingga kini belum dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. Penyidik masih melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan berkas perkara telah dikembalikan oleh Kejaksaan Negeri Batam kepada penyidik atau berstatus P19 karena dinilai belum lengkap.

“Berkas perkara masih kami lengkapi sesuai petunjuk jaksa,” ujar Aris, Jumat (27/3).

Baca Juga: Layanan Kesehatan Gratis di Pelabuhan Sekupang Diserbu Pemudik

Ia menjelaskan, setelah seluruh kekurangan dipenuhi, berkas tersebut akan segera dilimpahkan kembali ke kejaksaan. Apabila dinyatakan lengkap (P21), penyidik akan menyerahkan tersangka beserta barang bukti untuk proses persidangan.

“Senin depan berkas akan kami kirim kembali. Setelah dinyatakan lengkap, tersangka dan barang bukti langsung kami limpahkan,” katanya.

Dalam perkara ini, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain pakaian korban, pakaian pelaku, serta sepeda motor yang digunakan tersangka untuk melarikan diri.

Atas perbuatannya, tersangka berinisial P dijerat Pasal 353 ayat (2) juncto Pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Baca Juga: Dua Pelaku Curanmor Dibekuk, Polisi Amankan 2 Unit Motor Curian di Sagulung

“Segera kami rampungkan agar perkara ini bisa segera disidangkan,” ujar Aris.

Sebelumnya, tim gabungan Satreskrim Polresta Barelang dan Reskrim Polsek Sagulung berhasil menangkap tersangka P (29), seorang sekuriti di SPPG Sei Pelenggut, yang diduga sebagai pelaku pembacokan terhadap korlap di lokasi tersebut.

Peristiwa pembacokan terjadi pada akhir Desember 2025. Setelah sempat melarikan diri selama sepekan, pelaku akhirnya ditangkap di kawasan Tembesi, Sagulung, pada 27 Desember 2025.(*)

Artikel Berkas Kasus Pembacokan Korlap SPPG Dikembalikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Tinjau Kebakaran Hutan, Ariastuty Imbau Masyarakat Waspadai Setiap Tindakan

0
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait (kiri) meninjau lokasi kebakaran hutan lindung di kawasan Waduk Nongsa, Jumat (27/3/2026)

batampos – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait meninjau lokasi kebakaran hutan lindung di kawasan Waduk Nongsa, Jumat (27/3/2026). Ariastuty memantau langsung proses pemadaman dan memastikan langkah penanganan yang dilakukan telah berjalan dengan baik.

Di sela pantauannya, Ariastuty mengatakan jika kebakaran ini pertama kali diketahui pada Kamis, (26/3/2026) sore. Selanjutnya petugas gabungan dari BP Batam, Pemko Batam, Kepolisian, TNI, Manggala Agni dan pelaku usaha langsung melakukan pemadaman dan selesai hingga tengah malam.

Namun, karena tingkat kekeringan yang sangat tinggi dan angin yang cukup kencang, api kembali menyebar pada Jumat (27/3/2026) pagi. Dari pengamatan melalui drone, total luas hutan lindung yang terbakar kurang lebih 3,85 hektare.

“Daerah sini memang sangat rentan untuk terbakar. Karena merupakan daerah yang banyak ranting dan daun kering, serta daerah gambut yang masih menyimpan sekam di dalamnya,” jelas Ariastuty.

Untuk itu, ia meminta masyarakat agar tetap mewaspadai dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Adapun langkah dan upaya yang bisa dilakukan antara lain, tidak membuang puntung rokok secara sembarangan di hutan atau lahan kering, serta membakar sampah.

Disamping itu juga, Ariastuty juga meminta kepada masyarakat untuk tidak memanfaatkan lahan-lahan yang terbakar. Sebab, pemanfaatan lahan secara ilegal merupakan pelanggaran hukum dan akan mendapatkan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Kami tentunya meminta masyarakat menjadi perpanjangan tangan bagi pemerintah dan kepolisian. Segera laporkan, apabila ada oknum yang memang dengan sengaja atau tidak sengaja membakar hutan maupun lahan,” tutupnya. (*)

Artikel Tinjau Kebakaran Hutan, Ariastuty Imbau Masyarakat Waspadai Setiap Tindakan pertama kali tampil pada Metropolis.

Tinjau Kebakaran Hutan, Ariastuty Imbau Masyarakat Waspadai Setiap Tindakan

0
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait (kiri) meninjau lokasi kebakaran hutan lindung di kawasan Waduk Nongsa, Jumat (27/3/2026)

batampos – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait meninjau lokasi kebakaran hutan lindung di kawasan Waduk Nongsa, Jumat (27/3/2026). Ariastuty memantau langsung proses pemadaman dan memastikan langkah penanganan yang dilakukan telah berjalan dengan baik.

Di sela pantauannya, Ariastuty mengatakan jika kebakaran ini pertama kali diketahui pada Kamis, (26/3/2026) sore. Selanjutnya petugas gabungan dari BP Batam, Pemko Batam, Kepolisian, TNI, Manggala Agni dan pelaku usaha langsung melakukan pemadaman dan selesai hingga tengah malam.

Namun, karena tingkat kekeringan yang sangat tinggi dan angin yang cukup kencang, api kembali menyebar pada Jumat (27/3/2026) pagi. Dari pengamatan melalui drone, total luas hutan lindung yang terbakar kurang lebih 3,85 hektare.

“Daerah sini memang sangat rentan untuk terbakar. Karena merupakan daerah yang banyak ranting dan daun kering, serta daerah gambut yang masih menyimpan sekam di dalamnya,” jelas Ariastuty.

Untuk itu, ia meminta masyarakat agar tetap mewaspadai dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Adapun langkah dan upaya yang bisa dilakukan antara lain, tidak membuang puntung rokok secara sembarangan di hutan atau lahan kering, serta membakar sampah.

Disamping itu juga, Ariastuty juga meminta kepada masyarakat untuk tidak memanfaatkan lahan-lahan yang terbakar. Sebab, pemanfaatan lahan secara ilegal merupakan pelanggaran hukum dan akan mendapatkan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Kami tentunya meminta masyarakat menjadi perpanjangan tangan bagi pemerintah dan kepolisian. Segera laporkan, apabila ada oknum yang memang dengan sengaja atau tidak sengaja membakar hutan maupun lahan,” tutupnya. (*)

Artikel Tinjau Kebakaran Hutan, Ariastuty Imbau Masyarakat Waspadai Setiap Tindakan pertama kali tampil pada Metropolis.

Play sound