Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 2583

Menteri Baru Belum Punya Kantor dan Staf

0

batampos – Pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih Senin (21/10) memberi harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Kiprah mereka dinanti untuk memperbaiki berbagai sektor yang terkait dengan kepentingan publik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti tidak akan gegabah dalam mengeluarkan kebijakan di dunia pendidikan. Dia akan menghimpun masukan dari beberapa pihak soal kebijakan pendidikan yang sudah berjalan saat ini. Baik dari internal kementerian, pemerintah daerah, masyarakat, maupun tokoh-tokoh pendidikan.

”Semuanya harus kami kaji karena plus minus ya. Setiap kebijakan selalu ada pro dan kontra. Tapi, tentu saja kami akan lihat secara keseluruhan, tidak secara tergesa-gesa,” tuturnya ditemui usai sertijab di kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Senin (21/10).

Terkait Kurikulum Merdeka, misalnya. Mu’ti mengatakan, kebijakan itu masih baru dan belum semua satuan pendidikan menerapkannya. Meski di era Nadiem sudah diwajibkan untuk menggunakan kurikulum tersebut secara bertahap.

”Kami ingin kebijakan dikdasmen sesuai dengan apa yang menjadi aspirasi masya-rakat. Yang lebih penting lagi juga bisa menjadi aktualisasi dan realisasi dari program Presiden Prabowo,” paparnya.

Soal honor guru, Mu’ti menyatakan, kebijakan tersebut sangat terkait dengan kemampuan keuangan pemerintah. Karena itu, harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kementerian Keuangan dan instansi-instansi terkait lainnya. ”Itu juga harus melalui pemetaan dan pengkajian yang serius karena guru ini kan kategorinya ada yang sudah PNS, PPPK, dan honorer,” ujarnya.

Beda lagi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti-Sainstek) Satryo Soemantri Brodjonegoro. Dia mengaku akan melanjutkan apa yang telah dikerjakan Nadiem di ranah perguruan tinggi, riset, dan teknologi sebelumnya. Sebab, dia tak ingin ada stagnasi akibat perubahan pucuk kepemimpinan. Karena itu, dia akan langsung bekerja tanpa harus alasan ’’belajar” terlebih dahulu. ”Perbaiki mana yang harus diperbaiki. Perbaikan sambil jalan karena pendidikan itu proses yang berjalan,” ungkapnya.

Terkait program kerja, Satryo bakal membuat metode pembelajaran baru untuk dunia pendidikan tinggi. Tujuannya agar generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis yang diperlukan dunia kerja. ”We will transform our educational methodology, enggak bisa lagi memorizing, tapi harus membuat anak-anak kita punya critical thinking,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pihaknya akan menggarap berbagai aturan terkait kebudayaan. Hal itu akan diwujudkan melalui mekanisme omnibus law kebudayaan. ”Nanti mungkin ada semacam omnibus law kebudayaan. Sehingga UU Kebudayaan itu menjadi satu,” jelasnya.

UU tersebut akan mengatur kebijakan terkait budaya, perfilman, hingga museum. Termasuk mengenai cagar budaya. ”Sekarang kan terpisah, undang-undang perfilman sendiri, cagar budaya sendiri, nanti didiskusikan lah, kita kaji supaya substansinya tidak lepas,” jelasnya.

Pada bagian lain, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Rini Widyantini mengaku memiliki target cukup besar dalam sebulan pertama kepemimpinannya. Pasalnya, pihaknya harus melakukan penataan terhadap kementerian-kementerian yang baru saja dibentuk oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.

”Kami tentunya bersama-sama dengan menteri sekretaris negara dan menteri keuangan, kita akan menata. Bukan hanya menata fungsinya, tetapi juga bagaimana kita menata sumber daya manusia yang akan mengisi kementerian-kementerian yang baru,” terangnya.

Kementerian Kesehatan tidak mengalami perubahan menteri maupun wakil menteri. Budi Gunadi Sadikin dan Dante Saksono Harbuwono masih berduet sebagai Menkes dan Wamenkes. Meski demikian, Prabowo punya tiga program yang harus mereka kerjakan.
Pertama, melaksanakan program skrining kesehatan untuk seluruh masyarakat. ”Harus dibereskan di November adalah peluncuran skrining nasional untuk semua siklus hidup,” ungkapnya. Tugas kedua, Budi harus mempercepat pembangunan rumah sakit di daerah terpencil dan tertinggal.

Tugas ketiga, mengatasi penyakit tuberkulosis (TB). ”Kita buatkan programnya yang bagus. Cara kerjanya kita luncurkan pada Desember,” lanjutnya.

Di bidang infrastruktur, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti memastikan pembangunan tol hingga bendungan akan berlanjut. Khusus untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dalam 100 hari pertama pihaknya akan melanjutkan apa yang sudah dijalankan sebelumnya. Kementerian Pekerjaan Umum akan berkoordinasi dengan Otorita IKN.

Terpisah, mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan bahwa pihaknya sempat di-panggil Prabowo untuk membantu dalam pembangunan IKN. ”Bahkan Pak Prabowo menginstruksikan IKN dipercepat pembangunannya,” terangnya.

Karena itu, pembangunannya akan dilanjutkan untuk bangunan lembaga legislatif dan yudikatif. ”Gedung DPR dan gedung MA akan dibangun,” sebutnya.

Kabinet di era Presiden Joko Widodo hanya ada 34 kementerian. Kini, di era Presiden Prabowo, jumlahnya menjadi 48 kementerian. Itu berarti ada kementerian baru yang membutuhkan gedung dan staf.

Kementerian Kehutanan adalah salah satu kementerian baru. Sebelumnya, mereka bergabung dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kementerian Kehutanan dipimpin oleh Raja Juli Antoni. Raja belum bisa menjelaskan banyak meski sudah membaca peraturan presidennya. Dia sempat membaca draf terakhir yang belum ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. ’’Besok pagi,” katanya ketika ditanya kapan serah terima jabatan.

Kementerian lain yang dipisah adalah Kementerian UMKM dan Kementerian Koperasi. Kementerian UMKM dipimpin oleh Maman Abdurahman. Sedangkan Kementerian Koperasi dikepalai Budi Arie Setiadi. Keduanya sudah berbagi kantor.

”Kami di Smesco Indonesia dan (kantor) yang di Jalan Rasuna Said akan jadi kantor Kementerian Koperasi,” ungkap Maman.

Penambahan jumlah kementerian juga memicu persoalan infrastruktur. Pasalnya, jumlah gedung yang tersedia terbatas. Salah satu yang terdampak adalah Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat yang dipimpin Muhaimin Iskandar.
Muhaimin mengaku belum diberi lokasi khusus. Berdasar arahan dari menteri sekretaris negara, dirinya diminta berkantor di gedung Kemenko PMK.

”Saya dapat kabar dari Mensesneg Pak Pras, saya akan berkantor di sini, di kantor PMK,” ujarnya usai sertijab.

Kemarin Cak Imin langsung berkeliling melihat sekitar kantornya. Dia akan mendapat ruang tidak jauh dari bangunan depan Kemenko PMK. Dengan demikian, Cak Imin akan berbagi gedung dengan Kemenko PMK yang dipimpin Pratikno.

Bukan hanya ruangan, Ketum PKB itu juga belum memiliki staf. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada sekretaris menteri PMK untuk menye-diakan staf, termasuk pengisian deputi.

”Mungkin kita cari satu atau dua deputi yang bisa sinkronisasi dunia usaha kecil dengan pemberdayaan sosial,” ujarnya.

Belum adanya kejelasan kantor disampaikan juga oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Maklum, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kini dipecah menjadi tiga kementerian. Yakni, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Kebudayaan.

”Nah, kita ini kan orang baru di sini ya. Jadi kita lihat dulu ini, habis ini dilihatkan seperti apa,” ungkapnya ditemui usai sertijab.

Namun, dia yakin sudah ada pembagian-pembagian secara garis besar. Sementara detailnya masih menunggu nomenklatur lebih lanjut. ”Yang pasti di sinilah (kantor Kemendikbudristek Senayan, red). Mau di mana lagi,” ujarnya,” lantas tertawa.

Sementara itu, urusan pemerintahan terkait hak asasi manusia (HAM) resmi menjadi nomenklatur kementerian yang berdiri sendiri. Atas pemisahan tersebut, masya-rakat sipil meminta pemerintahan baru mengoreksi berbagai kebijakan pemerintahan lama yang dibayangi pola pelanggaran serius terhadap HAM.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, di era Joko Widodo, agenda pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi kerap beririsan dengan pelanggaran HAM. ”Seperti penindasan atas kebebasan berekspresi, perusakan lingkungan, dan penyingkiran hak komunitas adat,” katanya di Jakarta, Senin (21/10).

Sejak Januari 2019 hingga Oktober 2024, Amnesty International Indonesia mencatat 454 kasus serangan terhadap 1.263 pembela HAM. Ribuan pembela HAM itu meliputi pegiat masyarakat adat, jurnalis, dan aktivis lingkungan.

Sementara itu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Dimas Bagus Arya menilai Kementerian HAM hanya pencitraan. Sebab, tanggung jawab negara atas pemenuhan HAM selama ini sering diabaikan.

”Perlu juga dipertanyakan bagaimana nanti tugas Kementerian HAM, apakah akan bentrok dengan Komnas HAM?” imbuhnya.

Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra sempat memberikan celetukan kepada wakilnya, Otto Hasibuan, dalam sesi perkenalan dengan pegawai kemarin. ’’Pak Otto ini bos saya saat di pengadilan,’’ katanya disambut tawa hadirin. Yusril menambah kelakarnya, ’’Soalnya kartu advokat saya bisa dicabut.’’

Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengatakan, dipisahkannya HAM menjadi kementerian sendiri tersebut bagian dari kepedulian pemerintahan Prabowo Subianto.

’’Dan di Asta Cita (pemerintahan Prabowo), HAM itu urutan pertama, lho,’’ paparnya. (*)

Mendikdasmen Kaji Ulang Kebijakan Pendidikan

0
Mendikbudristek periode 2019-2024 Nadiem Makarim (kanan) bersama tiga menteri penggantinya dari Kabinet Merah Putih, Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro (kedua kiri), dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (kedua kanan) usai serah terima jabatan di Jakarta, Senin (21/10/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

batampos – Pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Senin (21/10), memberi harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Kiprah mereka dinanti untuk memperbaiki berbagai sektor yang terkait dengan kepentingan publik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti tidak akan gegabah dalam mengeluarkan kebijakan di dunia pendidikan.

Dia akan menghimpun masukan dari beberapa pihak soal kebijakan pendidikan yang sudah berjalan saat ini. Baik dari internal kementerian, pemerintah daerah, masyarakat, maupun tokoh-tokoh pendidikan.

“Semuanya harus kami kaji karena plus minus ya. Setiap kebijakan selalu ada pro dan kontra. Tapi, tentu saja kami akan lihat secara keseluruhan, tidak secara tergesa-gesa,” tuturnya ditemui usai sertijab di kantor Kemendikbudristek, Jakarta, kemarin (21/10).

Terkait Kurikulum Merdeka, misalnya. Mu’ti mengatakan, kebijakan itu masih baru dan belum semua satuan pendidikan menerapkannya. Meski di era Nadiem sudah diwajibkan untuk menggunakan kurikulum tersebut secara bertahap.

“Kami ingin kebijakan dikdasmen sesuai dengan apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Yang lebih penting lagi juga bisa menjadi aktualisasi dan realisasi dari program Presiden Prabowo,” paparnya.

Soal honor guru, Mu’ti menyatakan, kebijakan tersebut sangat terkait dengan kemampuan keuangan pemerintah. Karena itu, harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kementerian Keuangan dan instansi-instansi terkait lainnya.

“Itu juga harus melalui pemetaan dan pengkajian yang serius karena guru ini kan kategorinya ada yang sudah PNS, PPPK, dan honorer,” ujarnya. (*)

Kenalan di Facebook, Pelajar SMP Jadi Korban Pelecehan Seksual

0
ilustrasi pemerkosaan ilustrasi pencabulan 1
Ilustrasi.

batampos – Geri, seorang pekerja swasta menjadi terdakwa perkara perlindungan anak di Pengadilan Negeri Batam. Pemudah berusia 24 tahun ini diduga telah melakukan persetubuhan dengan S, pelajar yang masih duduk di bangku SMP.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak ini berawal dari perkenalan keduanya melalui media sosial Facebook. Dari perkenalan itu, komunikasi mereka berlanjut hingga ke chat WA hingga akhirnya mereka bertemu.

Dari sana, tumbuh lah benih-benih asmara hingga akhirnya mereka menjalin hubungan asmara. Ternyata, hal itu dimanfaatkan oleh Geri untuk menyetubuhi pelajar bertubuh mungil itu.

Baca Juga: Pura-pura Beli Rokok, Rudolfus Rampok Minimarket di Batam Centre

S berhasil dibujuk rayu untuk melakukan hubungan badan. Perbuataan itu terjadi hingga dua kali, pertama di indekos yang disewa Geri, kedua di pantai. Perbuataan Geri pun diketahui oleh orang tua S hingga melaporkan ke polisi.

Kemarin, agenda sidang perdana Geri di Pengadilan Negeri Batam didampingi penasehat hukum dari LBH Yudi Wijaya. Proses persidangan yang dipimpin hakim Andi Bayu itu tertutup untuk umum.

Usai sidang, PH Yudi Wijaya menjelaskan bahwa agenda persidangan juga mendengar keterangan saksi korban dan orang tua korban. Dalam sidang, korban mengatakan mereka berkenalan melalui media sosial hingga akhirnya terjadi hubungan terlarang itu.

“Jadi menurut korban, ia dibujuk rayu oleh terdakwa untuk melakukan persetubuhan. Berjanji bertanggungjawab jika sempat hamil. Hubungan terlarang itu terjadi hingga dua kali,” tegas Yudi.

Baca Juga: Penipuan Online Tengah Marak, Warga Tiban Jadi Korbannya

Menurut Yudi, korban membantah memiliki hubungan dengan terdakwa. Menurut korban, mereka hanya berteman, namun terdakwa mengajaknya bermain di indekos. Korban pun mau.

“Korban membantah mereka pacaran, sementara hal itu dibantah terdakwa. Menurut terdakwa mereka sudah berpacaran beberapa bulan,” sebut Yudi.

Sementara jaksa penuntut umum menjelaskan, selain korban, saksi yang hadir juga orang tua korban yang melaporkan.

“Saksi dua orang, ada korban dan orang tua korban,” tegas jaksa.

Menurut jaksa, perbuataan terdakwa dijerat dengan pasal 82 ayat 2 tentang perlindungan anak di bawah umur, ancaman hukuman penjara 15 tahun. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Jokowi Tetapkan Perpres Tentang Penasihat hingga Utusan Presiden

0
Tangkapan layar salinan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 137 Tahun 2024 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 18 Oktober. (Rangga Pandu Asmara/Antara)

batampos – Presiden Ke-7 Joko Widodo menetapkan Peraturan Presiden Nomor 137 Tahun 2024 tentang Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden. Penetapan perpres itu ditandatangani Jokowi 18 Oktober 2024 saat masih menjabat presiden.

Dilansir dari Antara, sebagaimana salinan perpres yang diunduh di laman jdih.setneg.go.id, Selasa (22/10), perpres itu mengatur tentang keberadaan Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden serta Staf Khusus Presiden dan Staf Khusus Wakil Presiden. Baik Penasihat Khusus Presiden dan Utusan Khusus Presiden dibentuk untuk memperlancar tugas presiden.

Keduanya melaksanakan tugas tertentu yang diberikan presiden di luar tugas-tugas yang sudah dicakup dalam susunan organisasi kementerian dan instansi pemerintah lain. Penasihat Khusus Presiden ataupun Utusan Khusus Presiden bertanggung jawab kepada Presiden, dan laporan pelaksanaan tugas keduanya dikoordinasikan Sekretaris Kabinet.

Pengangkatan dan tugas pokok Penasihat Khusus Presiden dan Utusan Khusus Presiden ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Penasihat Khusus Presiden dan Utusan Khusus Presiden dapat berasal dari pegawai negeri sipil atau non-pegawai negeri sipil.

Sementara ketentuan terkait Staf Khusus Presiden, diatur bahwa jumlah staf khusus presiden paling banyak 15 orang. Ketentuan mengenai perpes tersebut dapat diunduh melalui laman jdih.setneg.go.id. (*)

Masih Banyak Jukir di Batam Tak Indahkan Aturan, Dishub: Foto Jukirnya, Segera Kami Tindak

0
IMG 20241021 132823 206 scaled e1729562689140
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim. (Foto: Arjuna)

batampos – Sejumlah juru parkir (jukir) di Kota Batam dilaporkan masih mengabaikan aturan yang berlaku terkait karcis dan pungutan parkir.

Masalah karcis menjadi sorotan utama, karena beberapa oknum jukir kerap tidak memberikan karcis kepada pengguna kendaraan. Bahkan, pengguna parkir yang sudah berlangganan tetap dimintai uang.

Hal ini bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Berdasarkan aturan tersebut, pengguna yang telah berlangganan parkir tidak boleh lagi diminta uang oleh juru parkir. Namun, kenyataannya di lapangan, banyak jukir yang masih memaksa pengguna untuk membayar.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam dalam mengawasi praktik parkir di lapangan.

Baca Juga: Ketua Komisi I DPRD Batam Soroti Juru Parkir, Warga Sudah Langganan Masih Ditagih Biaya Parkir

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Batam, Salim, meminta masyarakat yang telah berlangganan parkir dan masih ditagih oleh juru parkir untuk segera melapor.

“Kami minta masyarakat yang telah berlangganan parkir dan masih ditagih juru parkir agar melapor. Nanti mereka (jukir) akan kami beri sanksi tegas,” ujarnya, Senin (21/10).

Tim dari Dishub Batam akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan memerintahkan koordinator lapangan (korlap) untuk melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Jika kedapatan melanggar aturan, sanksi tegas berupa pencopotan penugasan bakal dilakukan.

“Nanti korlap akan cek langsung, kalau ada jukirnya bisa kita tindak langsung. Kami akan segera perintahkan korlap agar ditindak langsung. Terima kasih atas aduannya,” kata dia.

Baca Juga: Kembali Makan Korban, Warga Minta Telaga Bidadari Ditutup Untuk Umum

Dishub Batam terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait aturan parkir berlangganan kepada masyarakat. Masyarakat yang menemui pelanggaran oleh juru parkir juga diminta untuk mendokumentasikan kejadian tersebut.

“Kalau ada jukirnya, foto. Nanti segera kami tindak,” ujar Salim. (*)

 

Reporter: Arjuna

Keaktifan Peserta JKN Batam di Bawah 75 Persen, BPJS dan Pemko Berkolaborasi Perbaiki Layanan

0
BPJS Kesehatan 6 scaled e1597308111862
Ilustrasi. Petugas BPJS Kesehatan melayani warga yang mengurus kepesertaan. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Pada Oktober 2024, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Batam tercatat sebanyak 1.247.715 jiwa, atau setara dengan 96,38 persen dari total penduduk Batam yang berjumlah 1.294.548 jiwa.

Cakupan ini didominasi oleh peserta dari kelompok Pekerja Penerima Upah (PPU), dengan jumlah 567.477 jiwa. Namun, angka tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya, yang mencapai 98,7 persen.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Harry Nurdiansyah menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi akibat adanya peningkatan jumlah penduduk pada semester pertama 2024, yang bertambah sekitar 34 ribu jiwa.

“Persentase kepesertaan menurun karena adanya pertambahan penduduk. Dari capaian 98 persen turun menjadi 96,38 persen,” ujar Harry, Senin (21/10).

Baca Juga: KM Kelud Siap Berlayar Lagi Pekan Ini, Tiket Bisa Dibeli Melalui Aplikasi Pelni

Menanggapi situasi ini, BPJS Kesehatan akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk kembali meningkatkan cakupan kepesertaan hingga mencapai target 98 persen, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sebelumya pihak BPJS Kesehatan telah menggelar forum komunikasi dengan pemangku kepentingan utama Kota Batam dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Bapelitbangda.

Harry menjelaskan tujuannya adalah untuk membangun komunikasi yang efektif antara pemangku kepentingan, menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan, dan mendorong keberhasilan implementasi program JKN di Batam.

“Forum itu penting untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi bersama agar program JKN berjalan sukses,” tuturnya.

Baca Juga: Penipuan Online Tengah Marak, Warga Tiban Jadi Korbannya

Selain membahas cakupan kepesertaan, forum ini juga menyoroti tingkat keaktifan peserta JKN. Hingga 1 Oktober 2024, tingkat keaktifan peserta di Batam mencapai 74,86 persen, sedikit di bawah ambang batas minimal 75 persen yang diperlukan untuk pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Pekerja Bukan (PB) dengan skema Universal Health Coverage (UHC) non cut off.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan keaktifan peserta dalam tiga bulan ke depan agar mencapai minimal 75 persen, sehingga proses pendaftaran peserta PBPU dan BP Pemda dapat langsung aktif,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan cakupan kepesertaan JKN. Ia optimis bahwa dengan koordinasi yang baik antara instansi terkait, target kepesertaan bisa tercapai.

“Dengan koordinasi yang solid, kami yakin pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal dan capaian kepesertaan akan meningkat,” katadia.

Jefridin juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Batam akan terus mendukung peserta JKN, termasuk dengan menyediakan bantuan iuran melalui Dinas Sosial. Selain itu, BPJS Kesehatan menawarkan program cicilan bagi peserta PBPU dan BP yang memiliki tunggakan iuran melalui skema REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap).

“Kami akan memastikan bahwa masyarakat tidak terkendala dalam mengakses layanan kesehatan, dan bagi mereka yang memenuhi syarat, bantuan iuran akan selalu tersedia,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Azis Maualana

Ganggu Kegiatan Survei, Bakamla Usir Kapal Coast Guard Tiongkok di Laut Natuna Utara

0
Kapal Coast Guard Tiongkok terdeteksi berada di Laut Natuna Utara pada Senin (21/10). (Foto: Bakamla)

batampos – KN Tanjung Datu-301 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) melakukan shadowing dan mengusir kapal Coast Guard Tiongkok CCG 5402 di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (21/10).

Kapal tersebut terdeteksi mengganggu kegiatan survei dan pengolahan data seismik 3D arwana yang sedang dilaksanakan PT Pertamina East Natuna menggunakan kapal MV Geo Coral.

Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla mendapat informasi intelijen tentang adanya gangguan terhadap aktivitas survei MV Geo Coral yang didampingi tiga Chase Vessel. Yakni, UB Anugerah Bersama 17, AHT PSB Roller, dan TB Teluk Bajau Victory. Gangguan muncul dari kapal Coast Guard Tiongkok CCG 5402 di Wilayah Kerja PT. Pertamina East Natuna.

Bakamla memastikan bahwa wilayah kerja tersebut masuk dalam Landas Kontinen Indonesia di Laut Natuna Utara. Dari informasi tersebut, KN Tanjung Datu-301 bergerak menuju lokasi kejadian dan mendeteksi kapal CCG 5402 pada pukul 05.30 WIB di baringan 125 derajat dengan jarak 7,3 Nautical Miles (NM). KN Tanjung Datu-301 pun mencoba berkomunikasi melalui radio dengan kapal tersebut.

Namun demikian kapal CCG 5402 bersikeras bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari yurisdiksi Tiongkok. Sekitar pukul 05.38 KN Tanjung Datu 301 mendapat perbantuan kekuatan dari kapal patroli TNI-AL KRI Sutedi Senoputra-378 dan pesawat patroli udara maritim Bakamla. Bersama-sama, kedua kapal patroli Indonesia tersebut melaksanakan shadowing dan berhasil mengusir Tiongkok itu.

”Bakamla RI akan terus melakukan patroli dan pemantauan intensif di wilayah perairan Natuna Utara untuk memastikan kegiatan survei seismik berjalan tanpa gangguan serta menjaga kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia. Operasi ini juga mencerminkan komitmen Bakamla dalam menjaga ketertiban dan keamanan maritim di perairan strategis Indonesia,” ungkap Bakamla dalam keterangannya pada Selasa (22/10). (*)

1.570 Calon CPNS Ikuti Tes, Bupati Anambas Ingatkan Setelah Lulus Jangan Minta Pindah ke Daerah Lain

0
Sejumlah peserta mengikuti tes Selekai Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar Pemkab Anambas. f.ihsan

batampos – Sebanyak 1.570 peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Anambas bersama Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional XII Pekanbaru di Aula Dr Muhammad Zein, Kantor Bupati Anambas, (21/10).

Pelaksanaan SKD ini digelar selama 6 hari dengan proses pengamanan yang sangat ketat dilakukan oleh Polres Anambas.

Dari pantauan batampos, ratusan pelamar telah mendatangi lokasi tes dengan percaya diri. Sebelum memasuki ruang ujian, pelamar terlebih dahulu diperiksa baik data maupun wajah untuk menimalisir kecurangan.

Bupati Anambas, Abdul Haris menegaskan proses seleksi CPNS ini dipastikan transparansi serta dipastikan tidak ada oknum yang bermain.

Maka dari itu, ia meminta kepada peserta agar yakin dan percaya diri dalam menjawab setiap pertanyaan yang tertera dalam ujian tersebut.

“Ujian ini merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya membanguan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas,” kata Abdul Haris.

BACA JUGA: Tes SKD CPNS Tanpa Nilai Ambang Batas

Haris mengungkapkan sejak awal terbentuk hingga kini, Anambas masih banyak membutuhkan pegawai.

Selanjutnya, ia mengapreasi banyaknya pelamar yang dari luar daerah. Hal ini membuktikan bahwa orang luar ingin mengabdi dengan tulus untuk berkarya di daerah perbatasan.

Namun, ia mengultimatum jangan sampai Anambas hanya dijadikan batu loncatan untuk mengawali karir sebagai PNS.

“Jangan pernah terfikirkan ketika lulus PNS. Terus bisa pindah ke daerah lain. Tunjukkan kinerja dan loyalitas, sesuai aturan 11 tahun baru bisa pindah,” tegas Haris.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Anambas, Nurgayah menyebutkan dari data yang diterima panitia terdapat tiga orang yang tidak mengikuti ujian.

“Tiga orang tidak hadir, kita anggap tidak ikut ujian. Mungkin karena terkendala transportasi. Cuma kita sudah beri tahu jadwal jauh-jauh hari,” kata Nurgayah.

Masih kata dia, ada 5 orang peserta yang memilih tidak ikut ujian SKD pada tahun ini. Hal ini sesuai aturan terbaru yang dikeluarkan oleh BKN mengenai peserta bisa memilih menggunakan nilai SKD pada tahun lalu.

“Yang lulus passing grade tahun lalu, ada pilihan ikut SKD atau tidak. Bisa gunakan nilai yang lama. Jadi, 5 orang itu memilih nilai yang lama,” terang Nurgayah.

Perlu diketahui, ujian SKD ini dibagi menjadi dua lokasi. Untuk lokasi pertama, peserta mengikuti tes di Kantor Bupati Anambas yang diikuti oleh 1.287 orang dan 293 orang memilih mengikuti tes di Badan Kepegawaian Nasinal (BKN) setiap daerah. (*) 

Reporter : Ihsan Imaduddin

Kembali Makan Korban, Warga Minta Telaga Bidadari Ditutup Untuk Umum

0
BP Batam telaga Bidadari
Ditpam BP Batam menutup akses masuk serta melarang warga untuk memasuki Telaga Bidadari di daerah tangkapan air Waduk Muka Kuning, beberapa waktu lalu. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Telaga Bidadari yang berada di hutan Mukakuning kembali jadi perbincangan hangat masyarakat Batam. Telaga ini kembali memakan korban, yakni seorang siswa SMK tewas tenggelam di telaga tersebut, Minggu (20/10). Reaksi masyarakat beragam. Ada yang berharap ada pengawasan dan penjagaan di lokasi telaga, ada juga yang menyarankan agar telaga ditutup untuk umum.

Telaga Bidadari merupakan lokasi air terjun yang cukup dalam. Untuk sampai ke sana, kini hanya bisa diakses dari daerah Tembesi Buton atau kawasan kebun sayur Tembesi. Sebelumnya telaga ini bisa diakses melalui simpang Dam, Mukakuning namun akses ke sana telah terputus.

Untuk sampai ke sana, pengunjung hanya bisa berjalan kaki sekitar satu kilometer dari lokasi parkir kendaraan di Tembesi. Kawasan hutan ini tidak terawasi. Tidak ada penjaga atau life guard di sana karena memang lokasi wisata alam.

Sudah sering terjadi musibah tenggelam yang memakan korban jiwa. Korban terakhir adalah seorang siswa SMK di Batuaji. Siswa ini tenggelam dan meninggal dunia, Minggu (20/10). Korban tak sempat mendapat pertolongan medis karena jarak tempuh dengan berjalan kaki yang cukup jauh.

Korban yang tinggal di Genta III Batuaji ini sudah dimakamkan dan keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Polsek Seibeduk yang menindak lanjuti laporan tersebut hanya bisa mengeluarkan himbauan agar pengunjung lebih berhati-hati lagi jika ke sana. Keluarga korban tak ingin peristiwa ini diperpanjang dengan alasan ini murni musibah.

“Ayah korban sendiri yang minta ini tidak diperpanjang. Keluarga akui kalau korban tak pandai berenang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Seibeduk Ipda Alex.

Sementara kematian salah seorang siswanya ini dibenarkan oleh pihak SMKN I Batam. Kepala SMKN I Batam Deden Suryana melalui waka humasnya Hanifa menyebut korban yang meninggal ini siswa kelas 12. Pihak sekolah menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa tersebut dan berharap agar tidak ada korban lain lagi ke depannya.

“Kami atas nama sekolah turut berduka atas kejadian tersebut. Semoga tak ada lagi korban lain ke depannya. Kami juga sampaikan himbauan kepada orangtua di rumah untuk mengawasi betul aktifitas anaknya di rumah. Itu kejadian saat sedang libur, jika memang mau Berwisata hendaknya diawasi agar berwisata ke lokasi yang aman dan terawasi,” ujar Hanifa.

Beberapa warga yang dijumpai Batam Pos merespon kejadian ini menyampaikan harapan yang beragam. Ada yang memintanya agar ada pengawasan kepada pengunjung. Ada juga yang berharap agar kawasan telaga ini ditutup untuk umum karena tidak ada yang mengurus atau memperhatikan keamanan pengunjung.

“Bagus ditutup aja untuk umum. Akses masuk dijaga biar tak ada yang nyelonong ke sana. Sudah banyak korban di telaga itu,” ujar Dirman, warga Tembesi Buton. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

FIFA Pastikan Laga Timnas vs Bahrain Tetap di Indonesia

0
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo saat ditemui usai pelantikan di Istana Negara Jakarta. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

batampos – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo menyatakan bahwa FIFA telah memastikan duel Timnas Indonesia vs Bahrain tetap digelar di Indonesia. Dia menyebut tidak ada alasan duel pada 25 Maret 2025 itu diselenggarakan di luar Indonesia.

Hal itu dikatakan Dito Ariotedjo usai kembali dilantik sebagai Menpora RI dalam kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10).

“FIFA pastikan pertandingan tetap di Indonesia, harus di Indonesia, kalau tidak menang walk out (WO),” kata Dito Ariotedjo.

Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) sebelumnya membuat keterangan resmi bahwa mereka mengaku resah dengan kelakuan warganet dan penggemar Indonesia. Pasalnya, semua akun media sosial BFA dan Timnas Bahrain diserang secara brutal oleh netizen.

Bahkan akun media sosial Konfederasi Sepak Bola Asia (BFA) juga menjadi bulan-bulanan warganet Indonesia. Serangan siber itu muncul setelah Timnas Indonesia gagal menang dan harus puas bermain imbang 2-2 pada 10 Oktober lalu.

Bahkan, menurut BFA, serangan warganet ada yang bersifat personal ke para pemain hingga ancaman pembunuhan. BFA kemudian mengeluarkan sikap dengan mengutuk keras tindakan yang dilakukan penggemar Timnas Indonesia di media sosial.

BFA lalu menjadikan itu alasan perpindahan venue duel Timnas Indonesia vs Bahrain pada 25 Maret 2025 di luar Indonesia, di tempat netral, kepada AFC dan FIFA.

“Ya pokoknya kalau Bahrain, di mana saya sebagai Menpora sudah berikan statement resmi, di mana kami menjamin tim Bahrain ketika bermain di Indonesia tak akan ada ancaman dan keamanannya pasti terjadi,” katanya.

“Jadi klaim-klaim dari pihak bahrain yang mengatakan tidak ada rasa aman bermain di Indonesia kita pastikan tidak ada potensi ancaman atau keamanan yang membahayakan, jadi seharusnya tidak ada alasan,” tambah Dito. (*)