
Ahmad Agam (kanan) merayakan keberhasilan Jawa Timur lolos ke babak semifinal usai mengalahkan NTT di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Jumat (13/9).
batampos – DI depan Masjidilharam, Agam Haris Pambudi memanjatkan doa. Pelatih sepak bola kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 31 tahun lalu, itu meminta dibukakan jalan supaya bisa menangani tim di Arab Saudi.
”Berdoa sambil nunggu waktu berbuka puasa ketika itu,” kenangnya tentang umrah yang dia jalani pada April 2023 tersebut.
Agam bukannya tidak tahu betapa tak mudah impiannya bisa terwujud. Indonesia, meski warganya sangat menggilai sepak bola, bukan kekuatan besar di lapangan hijau. Tak ada pelatih atau pemainnya yang pernah berkiprah di Saudi.
Apalagi, sebelum bermunajat tadi, seorang warga setempat juga ”Menjewernya”. Dia bilang tidak mungkin baginya berkiprah di persepakbolaan Saudi tanpa punya kenalan atau agen.
”Saya bilang ke dia, nggak ada yang nggak mungkin kalau Allah berkehendak,” kenangnya.
Keyakinan ayah dua anak itu terbukti. Sekitar lima bulan kemudian, Agam mendapat e-mail dari klub Arab Saudi, Al Wehda FC. Isinya, penawaran kerja. Saat itu Agam baru ingat pernah mengirim surat lamaran ke sejumlah klub di negara monarki tersebut.
Tawaran itu langsung disam-barnya. Agam menjadi asisten pelatih tim putri yang berkompetisi di Saudi Women’s First Division League alias kasta kedua kompetisi sepak bola putri Arab Saudi. Selain itu, dia mendapat satu tawaran lagi: menjadi direktur teknik di Jeddah Pro Football Academy.
Tawaran kedua itu juga diterimanya. ”Karena kalau di satu tempat nilai kontraknya kecil, padahal biaya hidup di sana lumayan mahal. Jadi, saya diizinkan melatih di dua tempat waktu itu,” kata pria yang kini tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (26/9) lalu.
Sebenarnya, ketika mendapat tawaran dari Al Wehda, Agam sudah menjalin kontrak dengan Persewar Waropen sebagai pelatih fisik. Agam memang punya kemampuan dan lisensi sebagai pelatih fisik atau pelatih kepala maupun menangani soal sport science.
Beruntung, manajemen klub berjuluk Mutiara Bakau itu mendukung penuh Agam. Mereka bahkan tidak meminta kembali uang muka yang sudah diberikan.
”Saya sudah mau kembalikan, tapi katanya buat uang saku saya berangkat. Itu rezeki yang luar biasa,” kata Agam.
Kendala Bahasa
September 2023, suami Fitri Ardhiana Nur itu memulai karier di Arab Saudi. Awalnya tidak mudah. Pertama soal bahasa. Tidak semua pemain Al Wehda bisa berbahasa Inggris dengan fasih. Di sisi lain, bahasa Arab-nya juga kurang mahir.
”Pernah ketika saya memanggil nama pemain, mereka tertawa. Sebab, pelafalan saya kurang tepat dan terdengar lucu di telinga mereka,” kenang Agam, lantas tergelak.
Aral kedua terkait pandangan meremehkan. Meski statusnya asisten pelatih, asisten Fakhri Husaini di tim sepak bola PON Jawa Timur (Jatim) itu lebih sering diminta melakukan hal-hal remeh-temeh yang tidak berkaitan dengan tugas utama.
Tapi, kesempatan bagi Agam datang juga ketika beberapa bulan kemudian manajemen Al Wehda putri memberhentikan pelatih utama. Agam lalu ditunjuk sebagai pelatih kepala.
Agam bergerak cepat. Dia mencari informasi masalah apa sebenarnya di dalam tim. Belakangan diketahui bahwa ada ketidakpercayaan antarpemain di dalam tim.
”Saya akhirnya menyusun program latihan dengan membuat kelas-kelas khusus supaya pemain satu sama lain lebih nyaman,” kata pelatih berlisensi A AFC itu.
Agam yang sempat menjalani pendidikan S-1 kepelatihan olahraga di Universitas Negeri Surabaya dan S-2 ilmu kesehatan olahraga di Universitas Airlangga itu pun sangat terbantu dengan teknologi sport science di Al Wehda. Meski liga sepak bola putri Arab Saudi baru dibentuk dua tahun terakhir, mereka sudah menggunakan teknologi yang cukup mumpuni.
Bersama Agam, Al Wehda finis di posisi ke-13 dari 32 tim musim 2023–2024. Dia menyelesaikan segala tugasnya sampai kontrak di Al Wehda habis pada 25 Maret 2024.
”Alhamdulillah, kami nggak pernah kalah dan poin yang kami cetak di putaran kedua juga lebih banyak,” kata Agam.
Karena hasil positif itu, Agam sebenarnya mendapat tawaran kembali menangani Al Wehda. Namun, pada saat yang sama, dia harus ke Aceh mendampingi tim Jatim di PON XXI Aceh-Sumut 2024.
”Waktu itu Coach Fakhri (Husaini) meminta saya selesaikan PON dulu,” tuturnya.
Berstatus sebagai asisten pelatih merangkap ”staf administrasi”, dia ikut mengantarkan tim sepak bola Jatim meraih emas. Atas segala capaian tahun ini tersebut, Agam betul-betul bersyukur. ”Ada beberapa yang nawarin di klub Liga 2, ada timnas juga, tapi saya pasrahkan semua ke Allah, mana yang terbaik akan saya jalani,” kata Agam tentang rencana berikutnya. (*)
Reporter: RIZKA PERDANA PUTRA

batampos – Sebanyak 40 warga negara Indonesia (WNI) dan 1 warga negara asing (WNA) yang dievakuasi dari Lebanon tiba di tanah air, 7 Oktober. Serangan bom yang didengar dan dirasakan nyaris setiap hari membuat mereka memutuskan untuk segera meninggalkan negara yang dijuluki Paris dari Timur tersebut.

batampos – PT NETA Auto Indonesia tak hanya menghadirkan inovasi teknologi melalui NETA X, SUV listrik canggih untuk segmen medium, tetapi juga melangkah lebih jauh dengan menawarkan layanan purna jual terbaik yang dirancang khusus untuk memberikan ketenangan penuh bagi para pemilik kendaraan. Mulai dari garansi komprehensif hingga perawatan gratis, NETA Auto berkomitmen menjaga performa kendaraan pelanggan agar selalu dalam kondisi prima.

PRO, printer ini dapat mencetak pada berbagai media seperti kanvas, kertas foto premium, hingga media bertekstur lainnya.

Tidak hanya itu, acara ini juga menyediakan berbagai hadiah menarik melalui doorprize, sehingga pengunjung berkesempatan untuk membawa pulang kejutan seru.
batampos – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menangkap dua kapal berbendera Malaysia di perairan Batam. Kapal tersebut diduga melakukan aktivitas penye-dotan pasir laut ilegal.

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memfasilitasi pergeseran terhadap tiga Kepala Keluarga (KK) terdampak PSN Rempang Eco City ke rumah baru di Tanjung Banun, Jumat, (11/10/2024).