Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 2604

Konsisten Peduli Isu Stunting, Srikandi PLN Batam Beri Pelatihan Kader Posyandu

0

srikandi plnbatampos – Srikandi PLN Batam konsisten menunjukkan kepedulian terhadap isu stunting pada ibu dan anak, khususnya di Kota Batam. Kali ini, gugus tugas pegawai perempuan PLN Batam tersebut menyelenggarakan program Srikandi Peduli Ibu dan Anak yang bertajuk “Pelatihan dan Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu” di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (UPTD P2PMKS) Nilam Suri Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Kamis (10/10).

Hasil sinergi Srikandi PLN Batam dengan Puskesmas Kampung Jabi dan UPTD P2PMKS Nilam Suri ini diikuti oleh puluhan Kader Posyandu terpilih se-Kota Batam. Dalam kegiatan ini, dikupas tuntas relasi psikologis ibu dan anak serta tata cara komunikasi efektif yang dapat membantu kader posyandu dalam menyampaikan pemahaman mengenai stunting kepada para ibu di Kota Batam.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Nagoya sekaligus Ketua Srikandi PLN Batam, Euis Hermawati, dalam sambutannya mengutarakan bahwa kegiatan ini masih merupakan rangkaian dari Program Ibu Asuh yang telah berjalan sejak beberapa waktu lalu. Tidak hanya memberi bantuan penyokong kebutuhan gizi ibu dan anak secara langsung, Srikandi PLN Batam juga berupaya agar para Kader Posyandu sebagai elemen penting dalam pemberantasan stunting memiliki bekal yang cukup dalam melakukan penyuluhan, terutama terkait kesehatan ibu dan anak.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memberi wawasan lebih dan meningkatkan pengetahuan Kader Posyandu tentang bagaimana menyampaikan penyuluhan agar gizi anak dapat tercukupi dengan baik. Selain itu, kami juga sangat menantikan sejauh mana dampak positif dari bantuan yang telah diberikan,” ungkap Euis.

Lebih lanjut, Euis menegaskan peran Srikandi PLN Batam sebagai agen sosialisasi isu-isu yang dekat dengan perempuan, baik di lingkup internal maupun eksternal perusahaan.

“Srikandi PLN Batam berkomitmen untuk selalu peduli terhadap isu-isu perempuan, termasuk kesetaraan gender dan pelecehan seksual yang perlu kita sadari bersama. Kami akan terus berupaya untuk memberi kontribusi nyata tidak hanya untuk perusahaan, melainkan juga masyarakat,” ujar Euis.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala UPTD P2PMKS Nilam Suri, Efriadi, mengapreasiasi kiprah Srikandi PLN Batam dalam menambah keterampilan masyarakat serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

“Pelatihan ini dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi Kader Posyandu dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat. Kader Posyandu penting karena berhubungan langsung ibu dan anak, sehingga kami berterima kasih atas terselenggaranya acara ini. Sebelumnya, UPTD P2PMKS Nilam Suri dan Srikandi PLN Batam juga telah berkolaborasi dalam sejumlah kegiatan seperti pemberian edukasi terhadap siswa-siswi sekolah menengah dan penyerahan bantuan,” tutur Efiriadi.

“Semoga kerja sama yang telah terjalin bisa tetap berlanjut untuk bersama-sama membangun Kota Batam,” tambah Efriadi lagi mengungkapkan harapannya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Kampung Jabi, David, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dalam mewujudkan Zero New Stunting atau tidak ada penambahan angka stunting baru.

“Diharapkan kegiatan ini dapat mencetak Kader-Kader dengan keterampilan komunikasi efektif kepada masyarakat sehingga dapat menjelaskan tentang stunting dengan baik guna mencegah kasus baru,” tutup David. (*)

Survei Kepuasan Publik di Batam Kini Berbasis Digital, Dorong Partisipasi Warga

0
jefridin 16
Sekda Kota Batam, Jefridin (kiri). Foto: Media Center Pemko Batam

batampos – Pemerintah Kota Batam meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi digital. Salah satu langkah terobosan yang dilakukan adalah penerapan aplikasi online untuk survei kepuasan masyarakat, yang mampu mempermudah masyarakat dalam memberikan umpan balik atas pelayanan yang diterima.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin menyampaikan hal tersebut saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) applikasi online survei kepuasan masyarakat.

“Bahwa aplikasi ini akan mendukung terwujudnya sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), sejalan dengan visi Batam menuju pelayanan publik yang lebih transparan, responsif, dan efektif,” ujarnya, Jumat (11/10).

Baca Juga: Jalan Amblas di Nongsa Rencananya Mulai Diperbaiki November

Penerapan aplikasi online survei kepuasan masyarakat adalah langkah inovatif yang penting. Ini bukan hanya membantu kami menilai kinerja pelayanan publik, tapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam menilai layanan yang mereka terima.

Jefridin menjelaskan bahwa hasil survei kepuasan masyarakat akan dijadikan acuan untuk menilai kinerja unit pelayanan di berbagai instansi pemerintah Kota Batam.

Survei ini juga berfungsi sebagai umpan balik berkala untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara terus menerus.

“Survei ini sangat penting, karena dapat menjadi tolok ukur pencapaian kinerja pelayanan publik di Kota Batam,” kata dia.

Baca Juga: Pemko Batam Segera Cairkan Dana Hibah untuk 84 Rumah Ibadah

Masyarakat sebagai pengguna layanan berhak menilai dan memberikan umpan balik atas pelayanan yang mereka terima, sehingga kami bisa terus melakukan perbaikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil survei ini akan menjadi indikator penting dalam penilaian reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Kementerian PAN RB setiap tahunnya.

“Dengan adanya survei ini, Pemkot Batam berharap dapat mencapai indeks kepuasan masyarakat yang optimal,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Omar Al Ali, Wasit Uni Emirat Arab akan Pimpin Laga Tiongkok vs Timnas Indonesia

0
Wasit Omar Al Ali dikabarkan akan pimpin laga Tiongkok kontra Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.  (thethaovanhoa.vn)

batampos – Wasit asal Uni Emirat Arab, Omar Al Ali, ditunjuk untuk memimpin pertandingan penting antara Timnas Indonesia melawan Tiongkok dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Pertandingan ini akan digelar di Qingdao Youth Football Stadium pada Selasa (15/10), dan keputusan AFC menunjuk Omar Al Ali sebagai wasit utama memicu kekhawatiran di kalangan penggemar Timnas Garuda.

Alasan kekhawatiran ini tak lepas dari ingatan buruk terhadap wasit Timur Tengah lainnya, Ahmed Al Kaf, yang memimpin laga kontroversial antara Indonesia dan Bahrain.

Banyak netizen merasa trauma akibat keputusan Ahmed Al Kaf yang memperpanjang waktu pertandingan hingga menit ke-99, meski seharusnya hanya hingga menit ke-96. Gol penyeimbang yang dicetak Bahrain di detik-detik terakhir membuat kemenangan Indonesia lenyap.

Nama Omar Al Ali kini ramai dibicarakan di media sosial, terutama oleh suporter Indonesia yang khawatir keputusan serupa akan terulang dalam laga melawan Tiongkok.

Omar Al Ali diketahui lahir di Sharjah, Uni Emirat Arab, pada 16 Februari 1988, dan kini berusia 36 tahun. Ia adalah wasit berlisensi internasional dengan pengalaman panjang dalam memimpin berbagai laga internasional di berbagai kompetisi, termasuk Piala Dunia U-17 2023 yang digelar di Indonesia.

Kekhawatiran netizen semakin memuncak karena Omar Al Ali, sama seperti Ahmed Al Kaf, berasal dari wilayah Timur Tengah. Beberapa penggemar Timnas Indonesia merasa trauma dan mempertanyakan apakah Al Ali akan bersikap adil di lapangan.

Omar Al Ali telah memimpin beberapa pertandingan krusial, dan pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C, ia sempat menjadi sorotan karena dinilai menguntungkan Bahrain saat melawan Australia. Dalam laga tersebut, ia mengeluarkan kartu merah untuk pemain Australia, Kusini Yengi, yang berdampak pada kekalahan Australia dengan skor 0-1.

Keputusan kontroversial lainnya juga terjadi saat Omar Al Ali memimpin laga antara Timnas Tiongkok dan Singapura di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Dalam pertandingan tersebut, Tiongkok menang telak 4-1 atas Singapura, dan beberapa pihak menilai Al Ali kerap mengambil keputusan yang menguntungkan Tiongkok.

Fakta bahwa wasit ini telah beberapa kali memimpin pertandingan Tiongkok menambah keresahan bagi pendukung Timnas Indonesia. Dalam hal statistik, Omar Al Ali bukanlah wasit yang jarang memberikan hukuman. Dari berbagai kompetisi yang pernah dipimpinnya, ia tercatat sering mengeluarkan kartu kuning, kartu merah, hingga memberikan penalti.

Di ajang Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia saja, Omar Al Ali telah memimpin 6 pertandingan dengan total 16 kartu kuning, 2 kartu merah, dan 3 penalti. Catatan ini membuat netizen semakin khawatir karena pengalamannya dalam memberikan sanksi tegas di lapangan.

Terlepas dari itu, diharapkan Omar Al Ali dapat bersikap netral dan memimpin pertandingan Indonesia vs Tiongkok dengan adil. Banyak yang berharap ia tidak membuat keputusan yang merugikan salah satu tim, khususnya Timnas Indonesia.

Meskipun Omar Al Ali adalah wasit berpengalaman, masa lalunya yang dipenuhi dengan keputusan-keputusan kontroversial membuatnya harus berhati-hati dalam memimpin pertandingan penting ini. Para penggemar Timnas Indonesia berharap agar laga melawan Tiongkok tidak diwarnai insiden yang sama seperti saat melawan Bahrain. Sebagai seorang wasit, Omar Al Ali tentunya diharapkan untuk menjaga fair play di lapangan dan memberikan keputusan yang seadil mungkin tanpa memihak.

Namun, trauma yang dirasakan suporter akibat wasit sebelumnya masih membekas dan menjadi kekhawatiran tersendiri. Wasit asal Timur Tengah memang kerap menjadi topik pembicaraan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Setelah insiden dengan Ahmed Al Kaf, para suporter semakin kritis terhadap keputusan AFC yang menunjuk wasit dari wilayah tersebut.

Dalam kasus Ahmed Al Kaf, perpanjangan waktu yang dinilai tidak masuk akal menjadi faktor utama yang membuat fans Indonesia kecewa. Insiden ini menjadi salah satu momen yang tidak akan mudah dilupakan oleh para pendukung Timnas Garuda.

Profil Omar Al Ali yang dipenuhi dengan pengalaman memimpin laga-laga besar internasional diharapkan menjadi jaminan bahwa ia akan memimpin laga Indonesia vs Tiongkok dengan baik.

Selain pernah memimpin laga di Kualifikasi Piala Dunia, ia juga pernah bertugas di ajang-ajang seperti Liga Champions Asia, Piala Asia U-23, dan berbagai turnamen besar lainnya. Namun, pengalaman saja tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran para suporter yang sudah terlanjur trauma dengan insiden-insiden wasit di masa lalu.

Dalam pertandingan antara Indonesia melawan Tiongkok ini, Timnas Indonesia tentu membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa lolos ke putaran berikutnya. Oleh karena itu, netralitas wasit menjadi sangat krusial dalam pertandingan yang akan berlangsung ketat ini. Banyak penggemar berharap agar tidak ada lagi keputusan kontroversial yang bisa merugikan Timnas Indonesia di masa mendatang.

Sebagai tambahan informasi, Omar Al Ali juga pernah memimpin laga di berbagai liga domestik di Timur Tengah, termasuk UAE Pro League dan Saudi Pro League. Dengan 122 penampilan di UAE Pro League, ia telah mengeluarkan 520 kartu kuning, 23 kartu kuning kedua, dan 22 kartu merah, serta memberikan 58 penalti. Hal ini menunjukkan bahwa Al Ali adalah tipe wasit yang tidak segan memberikan hukuman bagi pemain yang melakukan pelanggaran keras.

Catatan Omar Al Ali sebagai wasit memang mengesankan dari segi pengalaman, namun beberapa keputusannya yang kontroversial tetap menjadi perhatian. Para penggemar Timnas Indonesia tentu berharap agar Omar Al Ali mampu memimpin pertandingan dengan adil dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari salah satu pihak. Mereka ingin pertandingan kali ini berjalan sesuai harapan tanpa adanya insiden yang merugikan.

Kita semua berharap Omar Al Ali dapat memimpin laga Timnas Indonesia melawan Tiongkok dengan profesionalisme tinggi. Dengan demikian, para penggemar Timnas Indonesia bisa menikmati pertandingan dengan tenang dan tanpa ada rasa khawatir akan keputusan-keputusan kontroversial di lapangan.

Hanya waktu yang akan membuktikan apakah Omar Al Ali bisa lepas dari bayang-bayang trauma netizen Indonesia atau justru menambah panjang daftar wasit Timur Tengah yang kontroversial di mata para suporter Garuda. (*)

Diskominfo Batam Tingkatkan Kapasitas Tim Siber, Fokus Cegah Serangan Digital

0
Rudi Panjaitan
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan (F.Pemko Batam)

batampos – Pemerintah Kota Batam memperkuat kapasitas dan kolaborasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) sebagai langkah proaktif untuk mencegah gangguan dan ancaman di ruang siber. Inisiatif ini diambil mengingat semakin tingginya risiko serangan siber yang dapat mengancam infrastruktur digital di kota Batam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa setelah peluncuran Tim TTIS, berbagai langkah lanjutan diambil untuk memastikan tim tersebut dapat beroperasi secara optimal.

Pihaknya telah melaksanakan asistensi pembentukan TTIS yang mencakup sosialisasi, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), serta penyusunan kebijakan dan panduan.

Baca Juga: Pemko Batam Segera Cairkan Dana Hibah untuk 84 Rumah Ibadah

“Langkah-langkah ini penting untuk melakukan diagnosa, pemetaan, serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan TTIS di Batam,” ujar Rudi, Jumat (11/10).

Rudi juga menambahkan bahwa proses pembentukan TTIS melibatkan penyusunan sumber daya, peluncuran tim, dan penilaian penyelenggaraan TTIS di berbagai sektor pemerintah Kota Batam.

Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh sektor memiliki mekanisme tanggap darurat siber yang terintegrasi dan responsif.

Peningkatan kapasitas TTIS juga menjadi fokus utama melalui berbagai program pelatihan teknis, sertifikasi, pengelolaan tim, serta latihan simulasi keamanan siber.

“Kami memberikan pelatihan yang terstruktur untuk memastikan tim TTIS memiliki keahlian teknis dan kemampuan manajemen yang memadai dalam menangani berbagai potensi ancaman siber,” kata Rudi.

Baca Juga: Dampaknya Merugikan, Jauhi Narkoba dan Bullying

Lebih jauh, Rudi menjelaskan bahwa pada tahap peningkatan kematangan TTIS, tim akan terus dibina secara berkelanjutan.

Mereka juga akan dinilai menggunakan Tingkat Maturitas Penanganan Insiden (TMPI) dengan target mencapai level lima yang menunjukkan kesiapan penuh dalam menangani insiden siber dari berbagai tingkat keparahan.

Ini merupakan komitmen nyata Kota Batam dalam membangun sistem keamanan siber yang tangguh dan terintegrasi dengan standar nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa Batam siap menghadapi tantangan siber di masa depan dengan sistem yang solid,” ujarnya.

Dengan peningkatan kapasitas dan kolaborasi yang dilakukan, diharapkan Kota Batam dapat menjadi contoh dalam penerapan keamanan siber di tingkat daerah.

“Hal ini mengingat pentingnya perlindungan ruang siber dalam menjaga stabilitas digital dan layanan publik,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Antrean Kendaraan Kerap Terjadi di SPBU Km 16, DKUPP Ungkap Tempat Penyaluran Solar Dipindah dari Kijang ke Tanjunguban

0
Kendaraan saat mengantre untuk mengisi BBM jenis solar di SPBU Km 16, Toapaya, Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Antrean kendaraan mengular sampai ke jalan kerap terjadi di SPBU Km 16 Toapaya, terlebih di pagi hari.

Usut punya usut, ternyata terjadi perpindahan tempat penyaluran solar dari Pertamina Terminal BBM di Kijang ke Pertamina Terminal BBM di Tanjunguban.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Asy Syukri mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Pertamina terkait antrean kendaraan kerap terjadi di SPBU Km 16 Toapaya karena solar kosong.

“Kita sudah tanyakan ke pihak Pertamina ternyata ketersediaan stok solar cukup,” kata Syukri.

BACA JUGA: Solar Kosong, Kendaraan pun Antre di SPBU Km 16 Toapaya

Dia menjelaskan, permasalahan mendasar karena terjadi perpindahan tempat penyaluran solar dari Pertamina Terminal BBM di Kijang ke Pertamina Terminal BBM di Tanjunguban.

“Jadi suplai solar ke SPBU Km 16 yang awalnya dari Kijang dipindahkan ke Tanjunguban,” katanya.

Karena itu, dia mengatakan, terjadi perubahan waktu ketibaan solar di SPBU Km 16 Toapaya.

Awalnya truk solar sudah masuk SPBU Km 16 Toapaya sekitar pukul 07.00 WIB, tapi sekarang truk pengangkut solar baru masuk SPBU Km 16 sekitar pukul 10.00 WIB atau pukul 11.00 WIB siang.

“Konsumen yang terbiasa antre di bawah pukul 07.00 WIB terpaksa menunggu akhirnya terjadi antrean kendaraan yang begitu panjang,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak Pertamina agar trek penyaluran solar ke SPBU Km 16 Toapaya dkembalikan  normal seperti dulu menjadin
sekitar pukul 07.00 WIB.

“Kita sudah hubungi sales branc manajer Pertamina Batam. Mereka janji akan menghububgi depot yang di Tanjunguban untuk mencari solusinya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Jalan Amblas di Nongsa Rencananya Mulai Diperbaiki November

0
Pjs Wako Tinjau Jalan Amblas 2 F Cecep Mulyana scaled e1728698943368
Pjs Walikota Batam Andi Agung meninjau jalan amblas di Jalan Dang Merdu Batubesar, Kecamatan Nongsa, Jumat (11/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pejabat Sementara (PJS) Walikota Batam, Andi Agung akhirnya menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait jalan amblas atau longsor di Kelurahan Batubesar, Nongsa yang tak kunjung diperbaiki. Ia berharap jalan itu segera diperbaiki, karena kondisi jalan utama warga Sambau Nongsa sudah sangat mengkawatirkan.

“Ya saya kaget, dengan kondisi jalan seperti ini. Apalagi saya dapat informasi, jalan tersebut sudah beberapa kali amblas karena curah hujan yang tinggi,” ujar Andi saat meninjau lokasi jalan amblas di Jalan Dang Merdu atau RS Bhayangkara, Nongsa, Jumat (11/10) pagi.

Menurut dia, dalam meninjau lokasi jalan yang rusak, ia mengajak langsung pejabat teknis, agar bisa memastikan kapan perbaikan jalan bisa dilakukan. Begitu juga terkait anggaran apa yang nantinya bisa dialokasikan untuk perbaikan jalan.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Penanganan Banjir, Mobil Pjs Wali Kota Batam Terperosok Kubangan

“Saya mengajak langsung pejabat teknis untuk bisa memastikan bagaimana penyelesaian jalan ini, dan kapan bisa dilakukan perbaikan,” tegas Andi.

Di lokasi peninjauan, Andi tampak didampingi Kabid Dinas Bina Marga Dohar yang menyebutkan perbaikan akan mulai dilakukan pada bulan November. Untuk anggaran perbaikan nantinya akan menggunakan APBD Perubahaan.

“Menurut pak Kabid, pengerjaan akan dimulai bulan November dengan anggaran perubahaan. Untuk nilai perbaikansekitar ratusan juga. Nanti akan cabin box 2×2 yang dapat menampung debit air lebih besar,” imbuh Andi.

Masih kata Andi, peninjauan dilakukan karena sudah banyak keluhan warga terkait kondisi jalan. Ia pun berharap, kondisi jalan yang sudah ada, tidak semakin parah sehingga untuk perbaikan tak mengeluarkan biaya besar.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan, Jalan Berlubang Menuju Pelabuhan Sagulung Ditimbun

“Kalau tak diperbaiki segera, jalan bisa lebih parah. Karena itu kami tinjau, agar bisa segera ditanggulangi,” ungkap Andi.

Andi juga meminta Dinas Bina Marga segera memasang rambu-rambu lalu lintas atau tanda pembatas yang aman untuk pengendara. Sehingga nantinya warga bisa membaca tanda bahaya jika melewati batas tersebut.

“Nanti Dinas Bina Marga segera memasang rambu-rambu sebelum perbaikan bulan November mendatang.

Sementara, Riki salah seorang warga sangat berharap jalan tersebut segera diperbaiki. Sangat kondisinya sudah mengkhawatirkan, apalagi saat malam hari dan hujan deras.

“Kalau malam hari, jalanan sangat gelap, karena memang tak ada PJU juga. Jadi harapan kami, pemerintah jangan lagi menunda untuk perbaikan jalan tersebut,” pungkas Riki.

Sebelumnya, Kondisi jalan Dang Merdu Kelurahan Batubesar Nongsa atau tepatnya di dekat RS Bhayangkara Polda Kepri semakin mengkhawatirkan, Kamis (10/10). Dimana kondisi jalan yang sudah rusak karena amblas, kembali longsor hingga memakan lebih setengah badan jalan.

Baca Juga: Mesin dan Peralatan Listrik Dominasi Ekspor Manufaktur Batam Sepanjang 2024

Amblasnya jalan yang padat dilalui warga itu terjadi pada Selasa (8/10), saat hujan turun deras. Pembatas jalan sebagai petanda jalan rusak pun ikut masuk ke dalam lubang jalan besar.

Saat ini, pengendara semakin was-was dengan kondisi jalan tersebut. Apalagi ada bagian retak di tengah jalan yang dikhawatirkan bisa kembali longsor. Warga yang melintas pun seperti bertaruh nyawa dengan kondisi jalan yang amblas di ketingian sekitar 4 meteran.

Ruas jalan dang merdu, BatuBesar, Nongsa, tepatnya tidak jauh dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri mengalami amblas dibagian sisi jalan (8/3) lalu. Situasi tersebut membuat pengendara khawatir ketika melintas terutama saat turunnya hujan membuat jalanan licin dan berlumpur

Seperti yang terlihat, kondisi jalan amblas cukup lebar. Mulai dari bahu jalan hingga sepertiga jalan. Diatas jalan amblas, hanya dibatasi dengan pembatas segitiga dan segi empat. Selebihnya, pengendara haruslah pandai-pandai melewati jalan yang hanya satu jalur itu untuk dilewati dua lajur.

Beberapa waktu lalu, terlihat juga oleh sejumlah pekerja. Bahkan pengerjan, sudah ada setengah batu miring yang dibangun. Namun sampai sekarang jalan yang telah amblas sejak awal Maret, tak juga diselesai diperbaiki. (*)

 

Reporter: Yashinta

Silaturrahmi Paslon ASLI Bersama Warga Taman Yasmin Kebun, Li Claudia Beberkan 7 Program Strategis

0
li clau
Li Claudia Chandra, saat berpidato dihadapan masyarakat Taman Yasmin Kebun. (F. Arjuna / Batam Pos)

batampos – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra (ASLI), menggelar silaturrahmi bersama masyarakat Taman Yasmin Kebun, Batubesar, Nongsa, Jumat (11/10).

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Batam Hendra Asman, Walfentius, M Rudi, dan Anang Adhan. Hadir pula calon Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura.

Dalam acara tersebut, Li Claudia Chandra, yang merupakan calon Wakil Wali Kota, menyampaikan komitmennya untuk memajukan Batam. Ia menegaskan, bahwa dirinya merupakan kader dari Presiden Terpilih, Prabowo Subianto.

“Pak Prabowo hari ini mengirimkan saya sebagai kader terbaiknya untuk balik kampung mendampingi Pak Amsakar. Pesan beliau, majukan Batam dan sejahterakan masyarakat Batam,” ujarnya.

Li Claudia juga memaparkan tujuh program strategis yang diusung oleh pasangan ASLI untuk kesejahteraan warga Batam. Program-program tersebut mencakup penyediaan seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, layanan berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP Batam, serta pinjaman dana sebesar Rp20 juta tanpa bunga untuk pelaku UMKM.

Tidak hanya itu, mereka juga berkomitmen untuk mengatasi masalah air bersih yang masih menjadi keluhan warga.

Dalam pertemuan yang dihadiri banyak warga, terutama kaum ibu, Li Claudia menekankan pentingnya dukungan masyarakat agar pasangan ASLI bisa meraih kemenangan.

“Bantu kami agar kami bisa meraih kemenangan untuk masyarakat Batam lebih baik dan sejahtera lagi,” kata Li Claudia.

Acara silaturrahmi ini menegaskan visi ASLI untuk membawa Batam ke arah yang lebih maju, dengan mengedepankan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. (*)

 

Reporter: Arjuna

Jessica Wongso Ajukan PK Lagi, Ini Tanggapan Kejagung

0
Jessica Wongso didampingi kuasa hukumnya, Otto Hasibuan, menyambangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Kejaksaan Agung (Kejagung) tak mempersoalkan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) yang dilakukan oleh Jessica Kumala Wongso. PK sendiri memang menjadi hak dari terpidana.

“Jika terpidana mengajukan PK kedua, kami serahkan sepenuhnya kepada hakim untuk meneliti dan mengadili perkara ini,” ungkap Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar kepada wartawan, Sabtu (12/10).

Harli mengatakan, PK pertama yang diajukan Jessica ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Sebab dinilai tidak ada bukti baru.

“Kami kembalikan prosesnya kepada Mahkamah Agung. Jika terpidana memiliki novum baru seperti klaim terkait CCTV, silakan dibuka,” jelasnya.

Sebelumnya, terpidana kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Pendaftaran dimasukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Rabu (9/10).

“Saya bersama tim dan Jessica datang ke PN Jakpus ini untuk mendaftarkan permohonan Peinjauan Kembali (PK) atas putusan MA yang telah dijatuhkan kepada Jessica,” kata Pengacara Jessica, Otto Hasibuan.

Otto mengatakan, keputusan mengajukan PK sudah dipikirkan panjang. Terlebih, Jessica saat ini sudah menjalani masa bebas bersyarat setelah menjalani masa penahanan lebih dari 8 tahun.

“Diskusi kami panjang, apakah perlu mengajukan PK atau tidak. Berhari-hari walaupun sudah lama kami siapkan, tetapi Jessica tetap mengatakan saya tidak melakukan perbuatan itu,” jelas Otto.

Jessica merasa tidak melakukan pembunuhan kepada Mirna. Sehingga berusaha untuk memulihkan nama baiknya melalui PK. (*)

Dampaknya Merugikan, Jauhi Narkoba dan Bullying

0
PHOTO 2024 10 10 19 45 59 e1728696777908
Kejaksaan Tinggi Kepri menggelar penyuluhan hukum di sekolah di Batam.

batampos – Kejaksaan Tinggi Kepri menggelar penyuluhan hukum di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 8 Batam melalui Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (BINMATKUM). Kegiatan penyuluhan hukum dalam program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) berharap para pelajar bisa menghindari tindak pidana apapun, terutama untuk menjauhi narkoba dan menghindari bullying.

Kasi Penerangan Hukum Yusnar Yusuf mengatakan kegiatan penyuluhan hukum dilaksanakan dalam rangka pembentukan revolusi mental karakter dan peningkatan kesadaran hukum anak bangsa. Tujuannya memberikan pengenalan dan pemahaman mengenai pengetahuan hukum sejak dini kepada para peserta didik tingkat sekolah menengah atas, yang merupakan generasi emas penerus bangsa.

“Adapun yang bertindak sebagai narasumber adalah Koordinator Bidang Intelijen Kejati Kepri Anang Sihartono dan saya sendiri. Kegiatan ini kami gelar di dua sekolah SMA Negeri berbeda,” ujar Yusnar.

Saat memberi materi, Yusnar menjelaskan tentang apa itu NAPZA yang merupakan kepanjangan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya.

Baca Juga: Kabar Terkini Kasus Personel Sat Narkoba Polresta Barelang yang Jual Sabu

Terdapat perbedaan antara narkotika dan psikotropika yaitu narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Sedangkan psikotropika merupakan zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan prilaku.

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan ataupun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran serta menyebabkan kecanduan. Narkotika terdiri dari Golongan I. contohnya Ganja, Opium, Shabu-Shabu, Pil Extasi, dan lainnya.

Golongan II, contohnya Morfin, Peditin, Alfaprodina dan Golongan III ex. Codein, dll. Psikotropika terdiri dari Golongan I ex. DMA, MDMA, Meskalin, dan lainnya, Golongan II yakni Afetamin, Metakulon, dan lainnya, Golongan III yakni Flunitrazepam, Pentobarbital, dan lainnya, Golongan IV yakni Diazepam, Fenobarbital, dan lainnya.

Baca Juga: Ponsel Meledak, Driver Ojol Terbakar

“Dampak dari pemakaian narkoba seperti organ tubuh rusak, masa depan suram, pidana penjara hingga vonis mati, perubahan sikap dan mental, berpotensi terjerumus tindak kriminal hingga kematian akibat overdosis,” jelasnya.

Menurut dia, setiap unsur-unsur pasal pidana beserta ancaman hukuman pada ketentuan pidana dalam Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khususnya Bab XV dari Pasal 111 sampai dengan Pasal 148 dengan ancaman pidana yang sangat berathingga hukuman mati. Sehingga para siswa dapat mengetahui bahwa ancaman hukuman pidana bagi setiap orang yang melakukan tindak pidana Narkotika sangat berat.

“Diharapkan para siswa dapat menghindari perbuatan yang melanggar hukum. Ketentuan pelaksanaan rehabilitasi bagi korban penyalahguna narkotika, peranan masyarakat, peranan pemerintah dan upaya penanggulangan narkotika,” ungkapnya.

Sementara, Koordinator Bidang Intelijen Anang Suhartono dalam materi tentang bullying menjelaskan bahwa perundungan atau bullying merupakan perilaku agresif dan negatif seseorang atau sekelompok orang secara berulang kali dengan menyalahgunakan ketidakseimbangan kekuatan untuk menyakiti korban secara mental, fisik maupun seksual.

Ancaman yang dilakukan sekali saja, tapi jika membuat korbannya merasa ketakutan secara permanen, juga merupakan bullying. Kemudian dalam kesempatan tersebut disampaikan juga tentang persentase peristiwa bullying pada tingkat sekolah berdasarkan hasil penelitian baik di dalam maupun negeri, bentuk-bentuk bullying, konsekuensi, dampak terhadap korban maupun pelaku bullying, faktor penyebab, karakteristik, ciri-ciri korban bullying serta interfensi bullying bagi sekolah dan bagi individu.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan, Jalan Berlubang Menuju Pelabuhan Sagulung Ditimbun

Ada beberapa penyebab terjadinya perundungan/bullying kepada korban karena dianggap berbeda, dianggap lemah, memiliki rasa percaya diri yang rendah, kurang populer, tidak memiliki banyak teman. Dampak perundungan/bullying bagi pelaku akan memiliki rasa percaya diri tinggi, bersifat agresif, berwatak keras, tidak bisa konsentrasi belajar karena pikirannya lebih banyak untuk mengincar dan merencanakan tindakan berikutnya.

Sedangkan dampak bagi korban dari perundungan/bullying itu sendiri akan merasa depresi, marah, rendahnya kehadiran, menurunkan intensitas pergi ke sekolah krn merasa cemas dan takut,rendahnya prestasi kerja.

“Perundungan/bullying ini bisa terjadi dikarenakan adanya kesempatan untuk terjadinya bullying, adanya anak yang merasa dominan atau memiliki harga diri/konsep diri yang rendah di sekolah dan memiliki karakter agresif, bisa disebabkan karena pengalaman atau pola asuh keluarga yang kurang sesuai, minimnya pengawasan dan rendahnya kepedulian sekolah terhadap perilaku siswa-siswinya, lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh suburnya premanisme di sekolah, misalnya geng/kelompok yang tidak terorganisir dan tidak mempunyai tujuan yang jelas” ujar Anang Suhartono. (*)

 

Reporter: Yashinta

2 Wakil Indonesia Jaga Asa Sabet Emas Kejuaraan Dunia Junior

0
Dua wakil Indonesia berhasil memastikan medali usai lolos ke semifinal Kejuaraan Dunia Junior 2024. Ubed dan Isyana/Rinjani berpeluang raih emas. (Dok: PBSI)

batampos – Dua wakil Indonesia berhasil mengamankan tiket semifinal sekaligus medali Kejuaraan Dunia Junior 2024. Yakni Moh Zaki Ubaidillah dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine, yang masih menjaga asa untuk menyabet medali emas.

Ubed, sapaan akrab Zaki Ubaidillah, jadi wakil Merah Putih pertama yang berhasil dapat satu medali dari nomor perorangan. Pebulutangkis tunggal putra itu melaju ke babak semifinal Kejuaraan Dunia Junior 2024 usai menang atas Muhammad Faiq dari Malaysia, di babak perempatfinal, Jumat (11/10).

Pemain binaan PB Djarum Kudus itu mengalahkan Muhammad Faiq dengan skor 21-18, 21-15 di Nanchang International Sports Center Gymnasium hari. “Alhamdulillah saya bersyukur bisa masuk ke semifinal dan dapat medali,” kata Ubed.

“Tapi saya belum puas, besok semoga saya bisa menang lagi. Secara permainan juga sebenarnya belum terlalu enak,” lanjut Ubed.

Saat menghadapi Faiq, Ubed merasa dia sebenarnya bisa bermain lebih baik. Pasalnya, pemain kelahiran 26 Juni 2007 banyak melakukan kesalahan sendiri dan variasi bola depannya tidak terlalu keluar.

“Di gim pertama saya masih agak ragu-ragu dari awal, pengembalian bolanya banyak tanggung. Di gim kedua sudah mulai enak tapi setelah interval malah banyak mati sendiri dan variasinya depannya tidak terlalu banyak keluar,” jelas Ubed.

“Lawan dia saya harus menjauhkan dari jangkauannya jadi tadi bagaimana bisa membuat dia banyak berlari,” tambah Ubed.

Sementara Isyana/Rinjani, mengunci tiket semifinal setelah menunjukkan penampilan ciamik untuk kesekian kalinya di Kejuaraan Dunia Junior 2024. Duet ganda putri itu mengalahkan Liu Yuan Yuan/Wang Dao asal Tiongkok dua gim langsung 21-18, 21-19.

Meski hanya dua gim, kemenangan Isyana/Rinjani tidaklah mudah. Mereka sempat terlibat kejar mengejar angka dengan duet tuan rumah baik pada gim pertama maupun di gim kedua.

“Di gim pertama sudah mepet poinnya, sempat unggul dua poin lalu disamakan, sempat tertinggal juga tapi kami berhasil menyamakan poin lagi. Kami hanya menjaga fokus dan mental saja. Dibandingkan ganda putri China lain, gaya main Liu/Wang sedikit berbeda. Yang ini no lobnya lebih bagus,” sahut Isyana.

“Di gim kedua kami beberapa kali terlalu terburu-buru, terbawa tempo lawan. Itu seharusnya tidak dilakukan. Setelah tertinggal kami mencoba konsisten saja dengan starategi kami. Cukup senang karena sudah ada peningkatan di lapangan dibandingkan hari sebelum-sebelumnya,” timpal Rinjani.

Selanjutnya di babak semifinal, Isyana/Rinjani akan berhadapan dengan duo Jepang Ririna Hiramoto/Aya Tamaki. Mereka mengaku harus lebih waspada untuk menghadapi duet unggulan keempat tersebut.

“Kami senang bisa mendapat medali tapi kami belum puas. Kami juga belum memikirkan ke sana (medali dan naik podium), kami hanya mau fokus ke pertandingan selanjutnya,” ungkap Rinjani.

“Untuk lawan Jepang, pola bermainnya kan satu-satu jadi kami harus siap di lapangan. Siap capek dan lebih tahan di lapangan,” tukas Isyana.

Sayangnya, langkah Ubed dan Isyana/Rinjani gagal diikuti oleh empat wakil Indonesia lain. Mereka adalah Dexter Farrell/Wahyu Agung Prasetyo, Karsten Spencer Darma/Dapa Lesmana (ganda putra), Richie Duta Richardo (tunggal putra), dan Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana (ganda campuran). (*)