Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 2605

Dilaporkan Hilang, Murjani Ditemukan Tak Bernyawa

0
Petugas mengevakuasi jasad kakek berusia 75 tahun yang ditemukan tidak bernyawa di Kampung Sinjang, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Jumat (11/10/2024). F.Polsek Gunung Kijang untuk Batam Pos.

batampos– Seorang kakek bernama Murjani, 75 ditemukan meninggal pada Jumat (11/10/224).

Warga Kampung Sinjang, RT 004 RW 002, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya tersebut ditemukan setelah dilaporkan menghilang.

Ketua Tagana Kabupaten Bintan, Junaidi mengatakan, kakek tersebut ditemukan pada Jumat (11/10/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Ditemukan di jalan setapak arah ke rumahnya,” katanya.

Setelah ditemukan, jasad kakek dievakuasi ke rumah sakit.

BACA JUGA: BPBD Anambas Belum Bisa Pastikan Jenazah di Tambelan Merupakan Nelayan Hilang

Dia mengatakan, kakek tersebut sudah tidak pulang ke rumah, beberapa hari. Kemudian, keluarga dibantu masyarakat dan Tim SAR gabungan termasuk Tagana Bintan melakukan pencarian terhadap kakek.

“Kamis kemarin, informasinya sudah dua hari tidak pulang. Kita lakukan pencarian sampai malam baru dihentikan,” katanya.

Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Jul Ilham mengatakan, kakek tersebut ditemukan dalam kondisi telungkup di semak belukar atau lebih kurang 500 meter dari rumahnya.

Dia mengatakan, jasad kakek telah dibawa ke rumah sakit di Tanjungpinang untuk dilakukan visum.

“Kita masih tunggu hasil visumnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Perkembangan Teknologi Memacu Guru Adaptasi Teknologi

0
LILUSTRASI: Guru honorer mengajar siswa. (Suriani Mappong/Antara)

batampos – Perkembangan teknologi ajar memacu para guru untuk terus mengasah kemampuan mereka. Harapannya, para siswa yang makin ahli dengan teknologi, tak bosan dengan konsep belajar yang monoton.

Konsultan teknologi Jonie Hermanto mengatakan, kemampuan para guru menentukan proses pendidikan. Sebab, semua proses pendidikan kini membutuhkan teknologi.

”Nah, ini termasuk keama-nan digitalnya bagaimana, jadi bukan hanya fokus proses belajar dan kurikulum,” tutur Jonie Hermanto dalam semi-nar Transforming Learning with Integrated Education Technology, di salah satu hotel Surabaya selatan, kemarin.

Sebanyak hampir 100 praktisi pendidikan dari Surabaya, Malang, Gresik, dan Probolinggo, turut hadir dalam acara tersebut.

Pada aspek keamanan, guru perlu melindungi identitas siswa dan kegiatan belajarnya. Hal itu tak bisa serta merta dipamerkan via internet. Hal ini penting dalam menekan adanya risiko kriminalitas. Maka membuat sistem komunikasi yang aman dan terlin-dungi, wajib dimiliki sekolah.

Dia mengakui, pandemi mendorong kegiatan belajar turut berubah. Guru dan murid tak lagi terpaku pada lembaran tugas-tugas. Kecepatan berbagi materi juga meningkat.

”Guru akhirnya bisa share materi dari mana saja. Mereka nggak harus melulu presentasi,” tutur Pientha Glenys Amanti, salah satu pembicara.

Siswa bisa belajar secara mandiri maupun mempersiapkan diri untuk ujian selan-jutnya. Selain itu, geografis tak lagi jadi batasan.

Samuel Dian Pramana me-ngatakan, pertumbuhan sekolah jarak jauh bisa saja dijalani di masa depan. Misalnya, siswa-siswa dari luar pulau ingin mengakses pendidikan dengan kualitas tertentu di Pulau Jawa. Beberapa sekolah telah mulai menjalankan skema tersebut. (*)

Lagi Melaut, Nelayan Teluk Red Jadi Korban Tabrak Lari Speedboat

0
Kasat Polairud Anambas, Iptu Giovany Casanova. f.ihsan

batampos – Jupri, nelayan asal Teluk Red menjadi korban tabrak lari pada kecelakaan laut yang terjadi di perairan Tanjung Yang, Kecamatan Siantan Utara pada Selasa, (8/10) sekitar pukul 00.00 WIB dini hari.

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Anambas, Iptu Gifoany Casanova menjelaskan pada saat kejadian, Jupri sedang mencari ikan.

BACA JUGA: Lagi Pasang Bubu Ikan, Nelayan Ditabrak KM Jaya Lestari X, Pompong Hancur Tak Bisa Diselamatkan

Diwaktu bersamaan, speed boat milik Buyung melaju dengan kencang dari arah Matak Kecil dan menabrak pompong milik Jupri dengan membawa 4 orang penumpang.

“Pas ditabrak, speed boat tetap jalan menuju Tarempa tanpa menghiraukan korban. Padahal pompong korban tenggelam akibat insiden itu,” kata Giofany, Kamis, (10/10).

Setelah ditabrak, korban berusaha menyelamatkan diri sendiri dengan mengambil sisa puing pompong sambil berenang. Korban berhasil mencapai daratan pada pukul 03.00 WIB.

“Dengan sisa puing itu, korban berenang menuju daratan Tanjung Momong. Dari lokasi kejadian menuju Tanjung Momong dia berenang memakan waktu 3 jam,” terang Giofany.

Pada pagi harinya, korban lantas membuat laporan ke Satpolairud. Lalu petugas mencari speed boat yang menabrak korban.

Petugas menemukan pelaku di Desa Bayat, saat itu sedang memperbaiki speed boatnya.

“Awalnya tidak mengaku dan mengelak. Setelah diperiksa secara marathon, pelaku akhirnya mengaku telah menabrak korban pada malam hari,” tutur Giovany.

Saat ini, lanjut Giovany, pelaku dan korban telah sepakat berdamai dan tidak melanjutkan ke proses hukum.

“Pelaku dan korban saling kenal. Dan mau selesai secara kekeluargaan. Kita himbau kepada pengendara transportasi laut pada malam hari agar selalu waspada dalam berkendara,” pungkas Giovany. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Progres Mencapai 76 Persen, Bundaran Punggur Akan Selesai Desember 2024

0

bundaran punggurbatampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melaporkan progres terkini pekerjaan konstruksi Bundaran Punggur. Kepala Sub. Dit. Pembangunan Jalan dan Jembatan BP Batam, M. Gazali Djajasasmita mengatakan saat ini pekerjaan konstruksi secara umum telah mencapai 75,99 persen.

Ia mengatakan, dari pekerjaan ini akan terbangun dua ruas jalan, dimana Ruas 1 merupakan jalan dari kawasan Perumahan Cendana menuju Bandara Hang Nadim dengan panjang 1.468 meter. Kemudian Ruas 2 merupakan jalan dari bundaran ke arah Punggur dengan panjang 200 meter.

Masing-masing ruas jalan akan memiliki 5 lajur di sisi kiri dan 5 lajur di sisi kanan.

“Selain dua ruas jalan tersebut, pekerjaan ini akan membangun Bundaran Punggur dengan diameter 100 meter,” ujar Gazali.

Pekerjaan konstruksi Bundaran Punggur ini menggandeng PT. Maju Bersama Jaya sebagai Kontraktor Pelaksana dan PT. Bumi Madani sebagai Konsultan Pengawas.

Selain itu , pekerjaan ini adalah proyek Multi Years Contract (MYC) yang sudah dimulai dari bulan Oktober 2023 dan rencananya akan rampung pada Desember 2024 mendatang.

Tentunya kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kota Batam, mengingat ruas jalan pada area Bundaran Punggur merupakan salah satu jalan protokol yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi.

Tidak hanya dilewati oleh masyarakat yang bermukim di sekitar area bundaran, namun ruas jalan yang saat ini sedang dikembangkan adalah rute andalan bagi para pekerja di Kawasan Industri Kabil dan masyarakat yang ingin bepergian melalui jalur laut maupun udara.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan ini selesai sesuai target, agar mobilitas di sekitar bundaran dapat kembali lancar,” pungkas Gazali. (rud)

Progres Mencapai 76 Persen, Bundaran Punggur Akan Selesai Desember 2024

0

bundaran punggurbatampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melaporkan progres terkini pekerjaan konstruksi Bundaran Punggur. Kepala Sub. Dit. Pembangunan Jalan dan Jembatan BP Batam, M. Gazali Djajasasmita mengatakan saat ini pekerjaan konstruksi secara umum telah mencapai 75,99 persen.

Ia mengatakan, dari pekerjaan ini akan terbangun dua ruas jalan, dimana Ruas 1 merupakan jalan dari kawasan Perumahan Cendana menuju Bandara Hang Nadim dengan panjang 1.468 meter. Kemudian Ruas 2 merupakan jalan dari bundaran ke arah Punggur dengan panjang 200 meter.

Masing-masing ruas jalan akan memiliki 5 lajur di sisi kiri dan 5 lajur di sisi kanan.

“Selain dua ruas jalan tersebut, pekerjaan ini akan membangun Bundaran Punggur dengan diameter 100 meter,” ujar Gazali.

Pekerjaan konstruksi Bundaran Punggur ini menggandeng PT. Maju Bersama Jaya sebagai Kontraktor Pelaksana dan PT. Bumi Madani sebagai Konsultan Pengawas.

Selain itu , pekerjaan ini adalah proyek Multi Years Contract (MYC) yang sudah dimulai dari bulan Oktober 2023 dan rencananya akan rampung pada Desember 2024 mendatang.

Tentunya kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kota Batam, mengingat ruas jalan pada area Bundaran Punggur merupakan salah satu jalan protokol yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi.

Tidak hanya dilewati oleh masyarakat yang bermukim di sekitar area bundaran, namun ruas jalan yang saat ini sedang dikembangkan adalah rute andalan bagi para pekerja di Kawasan Industri Kabil dan masyarakat yang ingin bepergian melalui jalur laut maupun udara.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan ini selesai sesuai target, agar mobilitas di sekitar bundaran dapat kembali lancar,” pungkas Gazali. (rud)

Sudah Rasakan Program, Warga Tanjungpinang Timur Pilih Ansar Lanjut Bangun Kepri

0
Ansar Ahmad mengangkat jari telunjuk, simbol angka 1.

batampos – Dukungan untuk Calon Gubernur (cagub) Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1, Ansar Ahmad menjadi gubernur Kepri semakin tak terbendung. Ansar diyakini sebagai pemimpin terkuat pada Pilgub Kepri 2024.

Tokoh Masyarakat Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, Nasarudin mengatakan, Ansar merupakan cagub terkuat di Pilgub Kepri. Besarnya dukungan masyarakat semakin membuka peluang Ansar memenangkan Pilgub Kepri 2024.

“Warga di sini sudah solid mendukung Pak Ansar menjadi gubernur Kepri periode selanjutnya,” kata Nasarudin, ketika ditemui usai kampanye Ansar di Lapangan Bola Kaki Hutan Lindung, Bukit Bestari, Kamis (10/10/2024).

Nasarudin melanjutkan, kedatangan Ansar disambut antusias oleh masyarakat Bukit Bestari dan sekitarnya. Yel-yel Ansar menang terus menggema menyambut kedatangan bupati Bintan periode 2005-2015 tersebut.

“Kehadiran Bapak Ansar cukup disambut meriah dan antusias oleh warga di Hutan Lindung,” sambungnya.

Kemeriahan itu semakin terasa saat ibu-ibu kompang (marawis) memainkan lagu hingga salawatan menyambut kedatangan Ansar. Ansar juga tak henti-hentinya bersalaman dengan warga masyarakat yang sudah hadir di acara kampanye tersebut.

Oleh sebab itu, Nasarudin menegaskan, Ansar merupakan pemimpin favorit masyarakat untuk menjadi pemimpin Kepri berikutnya. Karenanya, dukungan untuk Ansar terus berdatangan tiada henti.

“Insha Allah mudah-mudahan seperti apa yang beliau ucapkan, apa yang disampaikan dan niatkan bisa terwujud,” pungkas Nasarudin. (*)

Kebijakan PMK 199 Dianggap Jadi Ganjalan Sektor Jasa

0
BP Batam Pelabuhan Batu Ampar
Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam. Ekspor hasil industri Kota Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Perkembangan sektor industri di Batam, khususnya manufaktur dan jasa, menunjukkan tren positif. Namun, permasalahan perizinan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan kebijakan logistik menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.
Demikian catatan Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengenai perkembangan industri di Bandar Dunia Madani. Ia menuturkan bahwa geliat industri di Batam terus berkembang, dengan sektor manufaktur menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi, bahkan selama masa pandemi.

“Selama lima hingga sepuluh tahun terakhir, manufaktur menjadi andalan di Batam. Saat pandemi, manufaktur bahkan menjadi penopang utama, sehingga pertumbuhan ekonomi Batam tidak mengalami penurunan yang terlalu drastis meski terjadi resesi,” ujar Rafki, Kamis (10/10).

Ia menambahkan bahwa kawasan industri di Batam hampir seluruhnya terisi penuh. Perkembangan tersebut mendorong perluasan kawasan industri baru untuk menampung kebutuhan sektor manufaktur yang terus berkembang.

Namun, Rafki menyoroti masalah terkait perizinan Amdal yang masih menjadi hambatan besar, terutama bagi perusahaan penanaman modal asing (PMA).

“Amdal masih menjadi masalah utama, terutama karena pengurusan izin untuk PMA harus dilakukan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Banyak izin yang tertahan di sana, sehingga belum selesai,” ungkapnya.

Sementara itu, sektor jasa, khususnya jasa keuangan, logistik, dan pariwisata, juga mengalami pertumbuhan. “Setelah pandemi, sektor jasa keuangan berkembang cukup baik. Namun, untuk logistik, banyak perusahaan yang gulung tikar akibat kebijakan PMK 199 yang membuat barang-barang dari Batam dikenai pajak tinggi ketika dikirim ke luar Batam,” ujarnya.

Untuk sektor pariwisata di Batam, pemulihan mulai terlihat, meskipun belum sepenuhnya. Namun, tantangan tetap ada, termasuk tingginya harga tiket feri internasional dan masalah visa.

“Harga tiket feri yang masih mahal, meskipun sudah ada penurunan, tetap memberatkan. Kenaikannya lebih dari 100 persen, jadi penurunan kecil tidak berpengaruh banyak. Harus ada penurunan harga yang signifikan agar jumlah penumpang meningkat,” ujarnya.

Dalam aspek sumber daya manusia (SDM), Rafki berharap agar Balai Latihan Kerja (BLK) pusat yang ada di Batam segera beroperasi. Hal ini penting untuk mencetak tenaga kerja yang terampil, baik di sektor manufaktur maupun jasa.

Menurut ekonom Kepulauan Riau tersebut, peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas agar industri di Batam dapat terus berkembang tanpa bergantung pada tenaga kerja asing (TKA). “Peningkatan kualitas SDM tidak bisa dihindari. Jika tidak me-lalui pendidikan, harus melalui pelatihan. Jika SDM kita tidak dipersiapkan dengan baik, maka posisi-posisi penting di industri akan diisi oleh TKA,” kata Rafki. (*)

Posisi Matahari di Selatan Khatulistiwa Memicu Cuaca Panas

0
Foto udara matahari terbit di Monas, Jakarta (Pexels/TomFisk)

batampos – Masyarakat di sebagian wilayah Indonesia, merasakan cuaca yang cukup panas. Bahkan ada yang sampai menyentuh 37 derajat celcius lebih. Fenomena ini disebabkan oleh posisi matahari yang berada di selatan garis khatulistiwa.

Informasi mengenai pemicu terik dan posisi matahari itu disampaikan Peneliti Ahli Utama BRIN Prof. Edvin Aldrian. Dia menjelaskan selama ini ada siklus di mana posisi matahari berada di utara atau selatan garis khatulistiwa. ”Sekarang posisinya di selatan khatulistiwa,” katanya, Kamis (10/10).

Akibatnya daerah-daerah yang berada di selatan khatulistiwa, merasakan panas yang lebih kuat dibandingkan biasanya. Khususnya di Pulau Jawa, termasuk di Jakarta dan sekitarnya. Edvin mengatakan puncak dari siklus matahari berada belahan bumi bagian selatan adalah 23 September yang lalu.

Dia menjelaskan secara berangsur-angsur posisi matahari akan bergerak ke uta-ra. Sehingga bagian selatan garis khatulistiwa akan kembali tidak terasa panas. Kondisi ini akan bebarengan dengan masuknya musim penghujan.

”Kan bulan yang akhirannya ber, ber, ber itu musim hujan,” jelasnya. Termasuk pada bulan Oktober ini. Dia mengatakan saat ini sudah masuk masa transisi ke musim peng-hujan. Memasuku paruh kedua Oktober, intensitas hujan bakal semakin meningkat.

Dia mengatakan untuk wilayah Jakarta saja, beberapa waktu belakangan sudah diguyur hujan. Bahkan sempat dengan intensitas lumayan besar. Edvin mengatakan saat ini ada fenomena la nina. Kebalikan dari el Nino, masa la Nina ini cenderung basah meskipun pada musim kemarau.

Dia mengatakan baru berkunjung ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Kondisinya berbeda dengan musim kemarau saat terjadi el Nino tahun lalu. Dia mengatakan debit air di sejumlah daerah masih masuk kategori normal.

”Musim kemarau sekarang tidak begitu kering,” tandasnya.

Sementara Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menuturkan bahwa selain panas terik yang perlu diwaspadai juga potensi terjadinya hujan ekstrem. Sebab, pada Oktober ini tercatat 12 stasiun meteorologi mendetekai terjadinya hujam ekstrem, sangat lebat dan lebat. ”Yang tertinggi tercatat di Stasiun Meteorologi Kalimarau Kalimantan Timur,” urainya.

Pada 3 Oktober di stasiun Kalimarau tercatat tiga jenis hujan sekaligus berdasarkan intensitasnya. Yakni, hujan ekstrem dengan lebih dari 150 mm per hari, hujan sangat lebat dengan 100 mm -150 mm per hari, dan lebat 50 mm-100 mm per hari.

”Ada pulau Stasiun Meteorologi Minangkabau Sumbar dengan hujan sangat lebat intensitas 141 mm per hari,” urainya.

Dia menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan ekstrem dalam waktu singkat, namun disertai angin kencang dan petir. ”Untuk di wilayah berbukit juga waspadai adanya tanah longsor, banjir dan pohon tumbang,” paparnya. (*)

75 Orang di Bintan Ikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal

0
Plt Bupati Bintan, Ahdi Muqsith membuka pelatihan juru sembelih halal di Bintan pada Kamis (10/10/2024). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Sebanyak 75 orang mengikuti pelatihan juru sembelih halal di Bintan pada Kamis (10/10/2024).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Sri Heny Utami menyampaikan, 75 orang yang mengikuti pelatihan juru sembelih halal berasal dari 9 kecamatan di Bintan. Mereka menerima rekomendasi dari kepala kantor urusan agama di masing-masing kecamatan.

BACA JUGA: Lawatan Kerja ke Australia, BP Bintan Tawarkan Industri Halal ke Investor Asing

Dia mengatakan, pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan jaminan keamanan pangan khususnya terhadap produk pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal.

Plt Bupati Bintan, Ahdi Muqsith yang membuka pelatihan berharap juru sembelih halal yang mengikuti pelatihan dapat memberi manfaat dalam mewujudkan produk pangan yang aman, sehat, utuh dan halal.

Menurutnya, juru sembelih halal merupakan profesi yang mulia. Juru sembelih halal bukan hanya menegakkan nilai syariat agama, tetapi juga menghasilkan produk pangan berupa daging ayam maupun sapi yang halal dan kaya protein hewani yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Dia menambahkan, bukan hanya rumah potongnya saja yang wajib halal, tetapi pemotongnya juga harus dilakukan oleh juru sembelih halal.

“Mudah-mudahan pelatihan ini dapat menjadi batu loncatan peserta sehingga semakin menyiarkan tentang pentingnya produk pangan yang halal dan dapat juga menjelaskan bagaimana proses penyembelihan yang halal,” harapnya. (*)

Reporter: Slamet

Hilirisasi Kurangi Ketergantungan pada Fluktuasi Harga Komoditas

0
PRESIDEN Joko Widodo saat meresmikan peletakan batu pertama groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menajdi DME di kawasan industri Muara Enim, Sumatra Selatan, Senin (24/1/2022), lalu. F. SETKAB.GO.ID

batampos – Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi nasional ke level 6–8 persen. Salah satu upayanya, pemerintah menetapkan kebijakan pengembangan 10 industri prioritas. Di antaranya industri agro.

Pengembangan tersebut antara lain dilakukan melalui strategi hilirisasi yang ditujukan untuk memperdalam struktur industri dari hulu ke hilir. Serta didasarkan pada ketersediaan sumber daya alam yang melimpah.

Salah satu komoditas yang berhasil dioptimalkan potensi ekonominya melalui hilirisasi adalah kelapa sawit. Pada komoditas kelapa sawit, perkembangan jenis produk turunan yang dapat dihasilkan oleh industri dalam negeri meningkat dari 48 jenis pada 2011 menjadi sekitar 200 jenis pada 2024.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, hal itu tentu meningkatkan kompleksitas produk nasional secara signifikan. ”Di samping itu, Indonesia juga tercatat sebagai negara pertama yang mengimplementasikan B30 di dunia dan akan terus kita tingkatkan menjadi B40. Bahkan, kita harapkan dapat mencapai B100 di masa yang akan datang,” ujarnya, Kamis (10/10).

Pernyataan Agus tersebut sekaligus menanggapi Chief Economist Bank Dunia untuk Kawasan Asia Pasifik Aaditya Mattoo yang mengatakan bahwa dinamika kondisi ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada fluktuasi siklus harga komoditas dunia, khususnya batu bara dan minyak kelapa sawit.

Menperin menjelaskan, ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap fluktuasi harga minyak kelapa sawit tidak terlalu besar karena hi-lirisasi di sektor kelapa sawit sudah dalam sekali. Fluktuasi harga komoditas memang berpengaruh, tapi tidak terlalu signifikan.

Mattoo juga menyampaikan, kebijakan restriksi impor yang masih cukup ketat untuk beberapa komoditas dan produk mengakibatkan sektor manufaktur belum cukup kuat untuk menopang perekonomian Indonesia di saat siklus harga komoditas melandai.

”Restriksi impor diterapkan sebagai affirmative action untuk melindungi industri dalam negeri. Restriksi impor tidak melulu salah, tapi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah RI adalah pengetatan impor untuk barang-barang jadi,” tegasnya.

Selain melindungi industri dalam negeri, pengetatan impor diharapkan meningkatkan kinerja manufaktur dan menopang perekonomian Indonesia.

”Negara lain saja semakin memperketat masuknya produk-produk nega-ra lain, masa kita malah melonggarkannya,” urai Agus.

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Perdagangan Kadin Indonesia Juan Permata Adoe menegaskan, dibutuhkan dukungan sejumlah kebijakan. Di antaranya kepastian iklim investasi terkait sinkronisasi kebijakan antar lembaga hingga dukungan kebijakan fiskal serta kebijakan terkait ekspor dan impor.

”Ini sangat penting jika ingin mengejar pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen,” ujar Juan. (*)