Ilustrasi. Guru SDN 002 Batamkota saat mendidik murid muridnya. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, mencatat ada seribuan guru honorer. Jumlah tersebut, sebagian besar merupakan tenaga pengajar dibayarkan melalui APBD. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto. Ia menyebut, bahwa sebagaian guru tersebut ditempatkan di pulau-pulau.
Selain itu, terdapat banyak guru honorer yang gajinya dibayar menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Jumlahnya juga banyak, mencapai seribuan. Saat ini, saya diminta oleh Sekda untuk mendata jumlah guru honorer yang dibayar menggunakan dana BOS. Pendataan ini masih berlangsung,” katanya, Rabu (9/10).
Wahyu menambahkan, baik guru honorer yang digaji melalui APBD maupun dana BOS jumlahnya sangat signifikan. Namun, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memberikan arahan agar guru honorer yang dibayar dengan dana BOS juga dapat ikut dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Saat ini, belum ada izin untuk penambahan atau perekrutan guru honorer di Batam. Meski demikian, Batam tetap melakukan perekrutan guru karena adanya kebutuhan mendesak di sekolah-sekolah.
“Formasi untuk PPPK sangat terbatas. Yang diusulkan hanya 109 orang, dan nanti ada tambahan sekitar 251 orang. Jumlah ini sangat sedikit jika dibuka juga untuk guru honorer dari dana BOS,” kata dia.
Apabila guru honorer dari dana BOS diterima menjadi PPPK, maka tidak ada penambahan jumlah guru, melainkan hanya perubahan status kepegawaian.
Mengenai perekrutan guru baru, Wahyu menyebutkan, bahwa pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk menyuplai tenaga pengajar. Akan tetapi, mekanisme perekrutan tersebut belum disepakati karena Kemenpan belum memberikan izin untuk membuka jalur perekrutan baru.
“Saat ini, jam mengajar bagi guru honorer yang direkrut Disdik Batam telah ditingkatkan hingga 36 jam per minggu, bahkan ada yang mencapai 46 jam,” ujarnya.
Disdik Batam sedang melakukan harmonisasi untuk mengatasi masalah kekurangan guru ini dan menunggu arahan dari Kemenpan terkait pembukaan rekrutmen baru, terutama bagi guru-guru yang digaji melalui dana BOS.
“Kita juga akan mengusulkan kembali kebutuhan guru ke Kemenpan. Saat ini, kuota kita hanya 251 orang, namun yang direkrut baru 109. Ada aturan baru yang memungkinkan guru BOS ikut dalam seleksi PPPK, dan sisanya akan masuk ke bidang teknis,” kata dia. (*)
Ilustrasi. Kantor Bea Cukai Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id
batampos- Bea Cukai Batam lewat Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam enggan menyebutkan nama pemilik dan importir dua mobil mewah jenis Nissan GTR R35 warna biru dan Toyota Land Cruiser 2024 warna hitam yang masuk ke Batam melalui Pelabuhan Bintang 99, Batu Ampar.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia membenarkan masuknya mobil mewah ini. Oleh BC Batam, mobil tersebut diperiksa dokumen dan fisiknya. Mobil baru ini diketahui masuk pada akhir Agustus lalu
“Tidak ada penyelundupan. Pelabuhan 99 itu kawasan pabean dan bisa sebagai tempat penyelasaian kewajiban pabean,” ujarnya kepada Batam Pos, Selasa (8/10) malam.
Evi enggan merincikan asal, importir, maupun pemilik mobil mewah tersebut. Namun, ia memastikan masuknya 2 unit mobil itu merupakan hal yang wajar dan legal.
“Pemasukan kendaraan ke Batam dengan kondisi baru sesuai dengan list yang dikeluarkan oleh BP Batam,” katanya.
Usai diperiksa, kata Evi, mobil mewah tersebut bisa beroperasi dengan menggunakan plat nomor berwarna hijau. Artinya, kendaraan ini hanya bisa digunakan di Batam.
“Ini proses layanan biasa dan legal. Untuk data importasi ada di sistem dan tidak bisa dipublish,” tutupnya. (*)
Drainase induk belakang kantor kelurahan Buliang yang tersumbat sampah dan material tanah. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Banjir masih terjadi di sejumlah ruas jalan dan pemukiman di Batuaji dan Sagulung. Seperti yang diberitakan sebelumnya penyebab banjir adalah sistem drainase yang bermasalah.
Pantauan di lapangan permasalahan drainase yang paling mendominasi ialah sampah dan semak belukar. Banyak drainase induk yang sudah dilebarkan oleh pemerintah melalui program normalisasi drainase kini kembali tersumbat sampah dan material tanah.
Lambat laun sumbatan ini ditumbuhi semak belukar yang mempersempit aliran air. Saat hujan deras air tak bisa mengalir lancar sehingga meluap dan membanjiri jalan raya ataupun pemukiman warga.
Inilah yang terjadi di drainase induk belakang kantor kelurahan Buliang atau sebelum perumahan Kodim. Drainase ini sudah berulang kali dibersihkan dan dilebarkan namun tetap bermasalah. Sampah dan materi tanah yang ditumbuhi semak belukar mempersempit alur drainase besar ini. Aliran air jadinya terhambat.
“Kalau hujan deras dan lama, air tetap naik dan banjir, ” kata Sumarno, warga di sekitar kantor kelurahan Buliang.
Kondisi ini diperparah lagi dengan bangunan pemukiman yang memakan bagian drainase dan juga instalasi pipa dan kabel yang melintang di dalam drainase. Sampah tersangkut yang membendung aliran air.
“Entah dari mana-mana sampah ini. Kemarin menumpuk banyak di pinggir drainase ini. Sebagian sudah angkut dan dibakar, tapi tetap juga menumpuk. Sudah banyak yang masuk ke drainase terbawa arus, ” kata Siswono, warga perumahan Kodim.
Secara umum situasi drainase induk di Batuaji dan Sagulung kembali bermasalah karena persoalan sampah ini. Sungai Seilangkai dan kaveling Nato juga demikian kondisinya. Sampah dan material tanah sudah cukup banyak di dalam sungai tersebut.
Camat Sagulung M Hafiz Rozie sebelumnya telah menekankan masyarakat untuk tertib dengan sampah masing-masing. Masyarakat tak perlu lagi buang sampah ke pinggir jalan atau alur sungai dan drainase sebab armada pengangkutan sampah sudah mencukupi. Sampah ditaruh di tong sampah depan rumah dan akan rutin diangkut oleh armada pengangkut sampah kecamatan ke lokasi TPS.
“Pemerintah juga sudah berupaya keras mengatasi masalah banjir ini. Mari kita dukung dengan jaga lingkungan kita. Tertib buang sampah itu penting. Kalau sampah sumbat drainase dan banjir kan kita juga yang repot sendiri, ” imbau Hafiz. (*)
Pasar seken Aviari. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Pasar seken Aviari yang pernah menjadi ikon nya kota Batam sudah cukup lama meredup. Pasar yang berada di wilayah kecamatan Batuaji ini sulit berkembang karena tergilas online shop (olshop).
Semenjak pandemi Covid-19 mewabah, pasar pakaian bekas ini hidup segan mati tak mau. Tak ada perkembangan yang berarti. Pedagang bahkan sudah banyak yang hengkang karena sepi pengunjung. Gempuran pasar kaget yang terus bermunculan di sekitarnya memperburuk keadaan. Pedagang banyak yang dibuat tak berkutik.
Saat kembali disambangi Batam Pos, Rabu (9/10), suasana pasar tampak lengang. Situasinya benar-benar sepi. Hanya satu, dua pedagang dalam satu blok yang terlihat masih membuka lapak dagangan mereka. Pengunjung sama sekali tak ada.
Pedagang di sana sebut situasi yang kurang bersahabat ini terjadi sejak awal pandemi Covid-19 mewabah. Dari yang sepi pengunjung berubah jadi tak ada pengunjung sama sekali. Sulit bertahan, itulah yang dikeluhkan pedagang. Sebagian pedagang bahkan sudah menyerah memilih usaha atau strategis berdagang yang lain karena kebiasaan bertahan menunggu pengunjung datang ke lokasi pasar sudah tak bisa diharapkan lagi.
“Ada yang memilih bisnis atau kerjaan lain, ada juga yang beralih ke jualan online. Makanya banyak yang tutup lapak sekarang. Kondisinya tak lagi seperti dulu. Sulit sekali sekarang. Banyak faktor penyebabnya terutama saat pandemi Covid-19 itu yang paling besar dampaknya,” kata Andi, pedagang pakaian bekas.
Semenjak pandemi Covid-19 mewabah, down-nya aktivitas pasar seken terbesar di kota Batam ini bukan saja karena sepinya pengunjung akibat berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah, tapi juga tertutupnya akses keluar masuk ke Singapura ataupun Malaysia. Pedagang kesulitan mendapatkan barang dagangan karena memang tak bisa berpergian ke luar negeri.
“Padahal tahulah pasokan terbesar pasar seken ini dari Singapura. Ini juga yang membuat pedagang barang seken hancur,” kata Andi.
Faktor lain yang menyebabkan pasar seken ditinggalkan peminat adalah menjamurnya pasar seken dadakan di pinggir jalan ataupun pasar kaget. Pedagang pasar seken yang menetap di lokasi pasar seken tersebut kalah bersaing dengan pedagang pasar seken dadakan yang mana menerapkan sistem jemput jemput bola. Pasar seken yang sudah populer dikalangan warga Batam ataupun warga luar ini akhirnya tinggal nama dan kemungkinan tak akan bertahan lama lagi.
“Sudah tak ada harapan lagi sekarang karena di luar sana, dimana-mana ada pasar sekennya. Tinggal tunggu waktu saja pasar ini. Kami yang bertahan ini juga karena jualan online tadi. Kalau harap pengunjung seperti dulu tak bisa lagi” ujar Heru, pedagang lainnya. (*)
Kondisi Gedung Beringin saat ini. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Gedung Beringin yang terletak di Kecamatan Sekupang, Batam, dulunya menjadi pusat kegiatan masyarakat, kini tampak terbengkalai. Gedung yang dahulu megah ini nyaris tak terlihat lagi dari kejauhan, tertutup oleh semak belukar dan pohon-pohon besar yang tumbuh liar di sekelilingnya. Kondisi bangunan yang semakin rusak dan tak terurus menambah kesan kumuh serta memprihatinkan.
Pantauan Batam Pos di lokasi menunjukkan halaman gedung dipenuhi tumbuhan liar yang menjulang tinggi. Pohon-pohon besar tumbuh subur tepat di pintu masuk, menghalangi akses ke dalam gedung.
Bahkan, salah satu pohon besar tampak miring dan membahayakan, berada di pintu utama gedung. Semak-semak lebat menutupi hampir seluruh halaman gedung, hingga dari kejauhan bangunan yang didirikan oleh Otorita Batam itu seolah hilang dari pandangan.
Beberapa bagian bangunan tampak rusak parah. Plafon atap mulai berlubang, dinding-dinding retak, dan cat gedung mengelupas di berbagai sudut. Kondisi di dalam gedung pun tak jauh berbeda, kusen pintu lapuk, serta jendela-jendela yang pecah menambah kesan tak terurus dan terbengkalai.
“Kalau kita lihat dari jauh, sudah tidak kelihatan lagi kalau ini gedung. Dulu tempat ini ramai digunakan untuk acara warga, sekarang malah jadi tempat kosong yang mengerikan,” kata Yanto, 50, warga Sekupang, Selasa (8/10).
Menurut Yanto, Gedung Beringin dulunya sering digunakan untuk acara pertemuan, pesta pernikahan, dan kegiatan resmi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, gedung ini dibiarkan kosong dan tak lagi digunakan, hingga akhirnya dipenuhi tumbuhan liar.
Warga menilai gedung ini masih memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan masyarakat, namun kondisinya yang semakin parah perlu segera ditangani. Warga khawatir gedung ini bisa menimbulkan bahaya, terutama dengan kondisi pohon-pohon besar yang tak terurus.
“Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki gedung ini. Tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membersihkan seluruh area yang sudah dipenuhi pohon dan semak belukar,” ujar Yanto.
Gedung Beringin merupakan bangunan pertama kali yang didirikan oleh Otorita Batam (1986) sebagai sarana serbaguna sekaligus dan gedung kesenian melayu. Lokasinya berada di wilayah Sekupang, dan sudah lama tidak gunakan.
Iwan warga lainnya mengaku, dulunya gedung tersebut merupakan tempat pertemuan para pejabat pusat di era masa Persiden Soeharto. Namun bangunan ini dibiarkan dan tak terawat. Penampakannya pun rusak, kotor dan kumuh.
“Terakhir digunakan sewaktu ada pentas seni kebudayaan melayu,” ujarnya. (*)
batampos – Pulau Belakangpadang merupakan salah satu dari 12 kecamatan di Kota Batam. Pulau ini kerap disebut sebagai pendahulu kesuksesan dari Batam yang kini terkenal sebagai kota industri. Mengapa demikian? Jauh sebelum Batam berkembang, Belakangpadang sudah memiliki peradaban maju. Pulaunya kecil. Bisa dikelilingi dengan berjalan kaki kurang dari sehari.
Pulau Belakangpadang. F Dok Batam Pos
Namun, pulau ini menawarkan pesona dan daya tarik tersendiri. Pulau ini terletak di bagian barat Kota Batam. Dapat diakses dengan menggunakan kapal kayu bertenaga mesin atau pompong dari pelabuhan Sekupang. Waktu tempuh dari Batam ke Pulau ini sekitar 25 menit, menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau bagi para wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan khas pulau yang sangat identik dengan Melayu Kepri.
Belakangpadang terkenal dengan keindahan alam yang masih asri dan terjaga. Konturnya berbukit dan masih hijau. Dari sini, pemandangan negara Singapura sangat terlihat dekat dan jelas. Pulau ini juga dikelilingi oleh gugusan batu karang yang menambah pesona alamnya.
Salah satu daya tarik utama di pulau ini adalah kulinernya dan juga pulau di seberangnya, yang memiliki nama unik, yakni Pulau Janda Berhias.
Nama Belakangpadang sendiri memiliki sejarah yang cukup menarik. Konon, pada masa lalu, pulau ini digunakan sebagai tempat persinggahan dan perdagangan antara Indonesia dan Singapura. Pulau ini juga merupakan tempat tinggal bagi sebagian besar komunitas Melayu yang masih menjaga kebudayaan dan tradisi mereka hingga saat ini.
Selain itu, pulau ini juga dikenal dengan masyarakat nelayannya yang hidup dari hasil laut. Kehidupan masyarakat yang masih bergantung pada tradisi lama membuat pulau ini menjadi tempat yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut, terutama bagi para wisatawan yang ingin merasakan kehidupan yang lebih sederhana dan alami.
Bagi para pendatang yang ingin menikmati pulau ini, redaksi menyarankan, selain berjalan kaki, bisa berkeliling menggunakan becak kayuh atau becak motor.Menyusuri jalanan pulau dengan sepeda atau motor bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menikmati pemandangan alam yang indah dan suasana tenang di sekitar pulau.
Puas berkeliling, bisa menikmati kuliner di Kedai Kopi Ameng atau menikmati seporsi mie goreng dan es campur di pasar dekat pelantarnya. Di sini, hidangan seafood segar seperti ikan, kepiting, dan udang yang tak hanya enak, tetapi juga murah.
Cobalah berjalan ke bagian belakang pulau. Nikmati pemandangan sore dari pelantar kayunya. Kalau Anda beruntung, pemandangan matahari terbenam dari pulau ini akan memendarkan sinar jingga indah dan dramatis.
Bagi warga lokal, pulau Belakangpadang kerap dijadikan sebagai wisata alternatif akhir pekan, sekadar menikmati sarapan pagi di sana. (*)
Muhammad Reza Cordova saat ini menyandang predikat sebagai profesor riset termuda di BRIN.
batampos – Puncak karier seorang peneliti di lembaga riset adalah menjadi profesor riset. Muhammad Reza Cordova berhasil meraihnya di usia yang relatif muda. Upaya penanganan mikroplastik menjadi perhatian utamanya.
”Prof, Prof, Prof. Jangan panggil saya Prof,” kata Muhammad Reza Cordova kepada wartawan saat diskusi mengenai kebocoran sampah plastik di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 11 September lalu. Pada diskusi itu, Reza begitu luwes memaparkan soal sampah laut. Khususnya mengenai mikroplastik.
Pria kelahiran Bogor, 3 November 1986, itu berhasil menyandang status sebagai profesor riset termuda di BRIN. Dia dikukuhkan bersama tiga profesor riset lainnya pada 27 Juli lalu. Itu artinya, saat dikukuhkan, usia Reza menginjak 37 tahun. Masih terbilang muda.
Saat pengukuhan profesor riset urutan ke-667 itu, Reza menyampaikan orasi mengenai sampah plastik. Judulnya, Pengelolaan Sampah Plastik dalam Mendukung Mitigasi Pencemaran Lingkungan Laut.
Baginya, sampah laut adalah persoalan global. Sampah laut sama seperti angin. Jika memakai istilah saat pemilu presiden, sampah laut pun tidak memiliki KTP. Sampah laut dari Indonesia, ada yang ditemukan di Afrika Selatan (jarak 10.051 km). Bahkan sampah plastik dari Sungai Cisadane, Kabupaten Bogor, ada yang sampai ke Madagaskar (jarak 6.607 km). Sampah plastik dari Indonesia juga ditemukan di sejumlah pantai-pantai menawan di Maladewa.
Reza menceritakan, dirinya menjadi peneliti mulai 2015 di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), institusi yang sejak 2021 dilebur menjadi BRIN. Ketika itu, mimpi ingin menjadi profesor riset sudah tumbuh.
’’Sempat terbersit di pikiran, kayaknya seru jadi profesor riset termuda di LIPI,’’ katanya.
Alumnus IPB dan Tokyo University of Agriculture itu mengungkapkan, dirinya memang memiliki minat atau passion di bidang penelitian. Khususnya penelitian-penelitian dasar. Karena sifat penelitiannya itu, meski sudah dilakukan berkali-kali, belum ada satu pun hasil penelitiannya yang masuk tahap komersialisasi.
Dia menegaskan bahwa tugas seorang peneliti tidak hanya melakukan penelitian saja. Tetapi menelurkan hasil penelitiannya itu menjadi publikasi ilmiah. Baginya, tanpa publikasi tersebut, seseorang tidak bisa disebut peneliti atau periset.
Ketika LIPI sudah dilebur ke BRIN, Reza tetap aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Sampai akhirnya, dia berhasil meraih status sebagai profesor riset.
”Ini mungkin yang namanya mestakung. Semesta mendukung. Ketika kita bilang A, kemudian terpatri di kepala, tiba-tiba tercapai,” katanya, lantas tertawa.
Reza menegaskan, menjadi profesor riset bukan tujuan utamanya. Baginya itu sebagai bonus. Hal itu berkat kegigihannya dalam melakukan penelitian serta publikasi ilmiah. Saat dikukuhkan menjadi profesor riset, Reza tercatat sudah menghasilkan 86 publikasi ilmiah. Dia juga aktif sebagai mentor akademik, menerima berbagai penghargaan, serta menjadi inspirasi bagi periset muda lainnya.
Namun, lanjut dia, penelitian yang diwujudkan dalam publikasi ilmiah itu bermanfaat untuk masyarakat ilmiah saja. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengubah hasil riset itu supaya bisa masuk ke pemerintahan atau pengambil kebijakan. Sehingga bisa berujung menjadi kebijakan yang membawa kebaikan untuk manusia.
”Ini harus saya lakukan. Karena saya merasa bertanggung jawab, diberikan ilmu sama Tuhan, masak tidak ada manfaatnya,” tutur pemilik sekitar lima paten itu. Reza menegaskan, hilirisasi berbagai penelitiannya bukan mengarah pada produk komersial atau sebuah purwarupa.
Meski begitu, saat ini ada hasil penelitiannya bersama sejumlah kolega yang masuk tahap uji coba. Penelitian tersebut adalah pengolahan sampah plastik dibuat interlocking brick. Yaitu sejenis concrete block (conblock) atau batu bata.
Bata dari sampah plastik itu sedang diuji supaya bisa digunakan sebagai tembok di pesisir. Tujuannya adalah menahan laju abrasi. Menu-rutnya, abrasi saat ini menjadi ancaman semua negara yang memiliki pantai. Meningkatnya suhu muka air laut yang dipicu perubahan iklim membuat muka air laut semakin bertambah.
Reza menjelaskan, inovasi pembuatan conblock itu nantinya tentu akan didaftarkan patennya. Tetapi, bisa jadi nanti sifat patennya terbuka. Artinya bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. Sebab, untuk mencegah abrasi di pesisir atau bibir pantai, butuh kolaborasi banyak pihak.
Pengujian yang dilakukan saat ini untuk mengukur seberapa besar mikroplastik yang dilepaskan oleh conblock tersebut ke lautan. Jangan sampai mikroplastik yang terlepas ternyata cukup besar.
Di depan sejumlah wartawan di kantor BRIN, Reza me-nyampaikan bahwa plastik sejatinya bukan musuh manusia. Tetapi, yang masih jadi tantangan sampai sekarang adalah pengelolaannya. Dia mengatakan, 60 persen penggunaan plastik di dunia adalah plastik sekali pakai. Seperti botol air minum dan pembungkus makanan.
Khusus di Indonesia, keberadaan tempat pembuatan akhir (TPA) juga belum efektif. Karena baru 50 persen produksi sampah yang berakhir di TPA. Banyak orang yang masih membakar sampah atau membuang ke sungai yang akhirnya bermuara di lautan.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengapresiasi capaian yang diraih Reza sebagai profesor riset termuda di BRIN. ”Prestasi dia menjadi salah satu teladan baik. Serta menjadi motivasi bagi periset lain,” katanya.
Mantan kepala LIPI itu menuturkan, sejak awal pembentukannya, BRIN tidak hanya melakukan integrasi sejumlah lembaga riset. Tetapi juga transformasi proses bisnis dan penguatan SDM periset melalui program manajemen talenta nasional bidang riset dan inovasi. (*)
Kasubsi A bidang Intelijen Aditya Syaummil Patria saat menjadi pemateri dalam penerangan hukum di depan puluhan masyarakat Cengkui, Bulang.
batampos – Jelang Pemilihan Kepala Daerah di Kota Batam, Intel Kejaksaan Negeri Batam memberi penerangan hukum kepada masyarakat di Pulau Cengkui, Kecamatan Bulang, Selasa (8/10). Salah satunya menolak politik uang demi kesuksesaan Pilkada berlangsung bersih dan aman.
Kasubsi A bidang Intelijen Aditya Syaummil Patria menjadi pemateri dalam penerangan hukum di depan puluhan masyarakat Cengkui, Bulang. Dalam materinya, jaksa Adit menjelaskan peran intelejen kejaksaan memiliki peran penting dalam menjaga integritas dan transparansi Pilkada.
Apalagi sebagai penegak hukum, intelejen kejaksaan bertanggung jawab untuk memastikan proses Pilkada serentak 2024 berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Tak hanya itu, bagian intelejen juga bertugas dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 diantaranya, telat aktif menggunakan Inteliz untuk menginput data terkait potensi ancaman gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT) penyelenggaraan Pemilu serentak, kemudian laporan pengawasaan atau pencegahan melalui program edukasi politik atau sosialisasi potensi AGHT pemilu telah berjalan di masing-masing Satuan Kerja (Satker).
“Namun ada beberapa Satker yang belum aktif, bahkan tidak memberikan pemahaman MoU kepada stake holder, sehingga kesulitan mendapatkan informasi,” ujar Adit di depan puluhan warga.
Karena itu, Adit berharap agar masyakat ikut mengawal proses Pemilu agar bisa berjalan sukses. Diantaranya menolak politik uang, serta adanya kecurangan Pilkada yang terjadi ditengah masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bisa turut serta dalam mengawal Pemilu damai dan bersih. Salah satunya menolak politik uang,” tegas Adit.
Dijelaskannya, kejaksaan juga memiliki peran untuk mencegah tindak pidana Pemilu. Diantaranya dengan melakukan detensi dini terhadap potensi tindak pidana Pemilu untuk mengambil langkah pencegahan.
Kemudian dengan melakukan sosialisasi, dimana jajaran intelejen harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait aturan hukum dan Pilkada. Dan terakhir koordinasi dengan pihak KPU atau Bawaslu untuk memastikan tidak adanya celah tindak pidana Pemilu.
“Ada tiga tahapan untuk pencegahan tindak pidana Pemilu, pertama deteksi dini, kemudian sosalisasi dan terakhir koordinasi,” tegas Adit.
Masih kata Adit, penanganan dugaan pelanggaran oleh Kejaksaan bisa melalui posko pemilu Kejaksaan Negeri Batam di Batamcenter. Yang mana petugas posko pemilu menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran dalam Pilkada. Kemudian bagian intelejen akan melakukan operasi intelejen secara tertutup untuk mengumpulkan informasi terkait potensi pelanggaran.
“Terakhir hasil dari investigasi intelejen akan mengambil langkah untuk laporan tersebut, apakah layak diambil langkah hukum,” pungkasnya. (*)
Petugas merapikan barang bukti kasus judi online di Bareskrim Mabes Polri, jakarta, Selasa (8/10). Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan tujuh orang tersangka, satu di antaranya merupakan warga negara asal Tiongkok dengan barang bukti berupa uang tunai Rp6,06 miliar, 17 ponsel, tiga unit laptop, satu unit iPad, serta tiga unit token BCA dan satu unit token BRI. F. Salman Toyibi/Jawa Pos
batampos – Bandar judi online internasional masih beroperasi di Indonesia. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim membongkar bandar judi situs slot 8278 yang dikelola warga negara Tiongkok berinisial QF. Hanya dalam dua tahun beroperasi, perputaran uang bandar judi ini mencapai Rp685 miliar.
Dittipid Siber Bareskrim Brigjen Himawan Bayu Aji menuturkan, bandar judi yang dikelola warga negara asing asal Tiongkok ini dibongkar pada 1 Oktober. Terdapat sejumlah situs yang dikelola bandar tersebut, salah satunya slot 8278 yang telah beroperasi selama dua tahun atau sejak 2022.
”Mereka memiliki beberapa situs dengan beragam jenis judi yang dimainkan,” urainya.
Bandar judi tersebut beroperasi lintas negara. Servernya memang berada di Tiongkok, namun bandar menyasar sejumlah negara ASEAN, seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Kamboja.
”Mereka melakukan berbagai upaya untuk menarik pemain, dari penggunaan pornografi hingga janji kemenangan 1 banding 5 atau 1 banding 7,” paparnya.
Menurutnya, dengan berbagai trik tersebut, perputaran uang bandar judi ini dalam du tahun mencapai Rp685 miliar. Petugas menyita Rp6 miliar uang tunai dari bandar judi tersebut.
”Kami jerat dengan tindak pidana pencucian uang,” urainya.
Untuk jumlah pemain judi, lanjutnya, diperkirakan pemain judi situs tersebut mencapai 85 ribu warga Indonesia. Namun, untuk pemain judi dari negara lain masih didalami.
”Kami masih cek jumlah pemain keseluruhan atau globalnya,” terangnya.
Terdapat tujuh orang yang ditangkap dalam kasus tersebut, yakni satu orang WNA Tiongkok dan enam orang warga Indonesia. Tersangka warga Tiongkok itu memiliki jabatan tinggi di bandar judi, yakni Direktur Penyedia Jasa Pembayaran. ”Warga Tiongkok inisialnya QF,” paparnya.
Untuk enam lainnya, berinisial RA sebagai Dirut Penye-dia Jasa Pembayaran, IMM sebagai Komisaris dan Legal, AF sebagai Chief Operating, FH sebagai Finance, dan RAP sebagai Operator. ”Yang unik, QF itu tidak bisa berbahasa Indonesia,” jelasnya.
QF memiliki latar belakang sebagai investor di Tiongkok, sekaligus memiliki pengalaman di bidang keuangan di Tiongkok. Diketahui, QF berada di Indonesia untuk membuat perseroan terbatas (PT). ”Langsung kami tangkap saat masuk Indonesia,” ujarnya.
Pembuatan PT tersebut ditujukan untuk bisa mengirim uang hasil kejahatan dari Indonesia ke Tiongkok. Petugas mendalami aliran dana dari bandar judi tersebut. ”Kami masih mendalami apakah ada aset dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa sejak 21 Juni 2024 hingga 6 Oktober 2024, Polri telah berhasil mengungkap kasus perjudian daring sejumlah 198 kasus dan melakukan penangkapan terhadap 247 tersangka. Barang bukti yang disita terdiri dari 1.265 unit handphone, 542 unit laptop, 273 rekening, 30 akun judi daring, 1 unit mobil, 1 unit motor, 1.051 kartu ATM, dan total uang yang disita dari rekening yang diajukan blokir sebesar Rp6.149.010.020.
”Selain penegakan hukum, dalam periode yang sama, Polri melakukan kegiatan preemptive dan preventive sebanyak 11.708 kegiatan preemptive berupa edukasi kepada masyarakat melalui sekolah, kampus, maupun instansi pemerintahan,” ujarnya.
Untuk kegiatan preventive, Polri telah mengajukan pemblokiran situs konten praktik perjudian daring kepada Kominfo sebanyak 52.151 situs atau konten.
”Polri berkomitmen akan menindak tegas dan menekan praktik perjudian daring melalui pendekatan preemptive, preventive, dan penegakan hukum,” ujarnya. (*)
Sejumlah nelayan mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa ke laut di pelabuhan Kawal, baru-baru ini. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Kosulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru telah mendampingi tiga nelayan asal Bintan, Kepri yang diamankan petugas keamanan laut Malaysia.
Ketua KNTI Bintan, Buyung Adly menginformasikan bahwa ketiga nelayan asal Bintan yang diamankan petugas keamanan laut Malaysia sudah dilakukan pendampingan oleh KJRI Johor Bahru. Tiga nelayan tersebut pun diharapkan bisa segera dipulangkan ke Tanah Air.
Diberitakan sebelumnya, Kades Berakit, M Darus mengatakan, pihaknya menerima laporan dari ketua RW yang menyampaikan tiga orang nelayan telah diamankan di Malaysia.
“Saya tahu laporan Pak RW warga nelayannya ditangkap di Malaysia,” katanya.
Atas kejadian itu, dia melapor ke pemerintah kabupaten melalui kecamatan.
Adapun tiga nelayan tersebut masing-masing bernama M Senin, 41 dan Taufik Hidayat, 32 serta Angga Bayu Dinata, 23 itu berangkat melaut dari perairan Berakit, Kecamatan Teluk Sebong.
Kemudian, mereka diamankan petugas keamanan Malaysia karena diduga melewati perairan perbatasan. (*)