Selasa, 9 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2614

Diskominfo Bintan Sediakan WiFi di 300 Rumah Ibadah dan 64 Titik Akses Internet

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bintan telah menyediakan layanan Wireless Fidelity (WiFi) di 300 rumah ibadah.

“Kita ingin layanan internet merata,” kata Kadiskominfo Bintan, Didi Kurniadi.

Didi juga mengatakan, pemerintah telah menyediakan akses internet di 64 titik.

Pembangunan akses internet merupakan usulan pemerintah daerah ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Komdigi RI atau dulu disebut Kemkominfo.

Dijelaskannya, BAKTI AKSI (Akses Internet) merupakan program penyediaan layanan internet menggunakan teknologi fiber optic, radio link dan VSAT.

BACA JUGA: Permudah Akses Digital, Ansar Ahmad Berhasil Perkuat Jaringan Internet Kepri

Fasilitas ini dibangun di sejumlah aset milik pemerintah daerah mulai sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), puskesmas, posyandu hingga puskesmas pembantu (pustu).

Bupati Bintan Roby Kurniawan menuturkan, ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memanfaatkan peluang kemajuan yang bisa ditangkap dari Pemerintah Pusat.

Kehadiran akses internet di sekolah-sekolah hingga pusat layanan kesehatan di pulau-pulau ini secara nyata memberi manfaat besar baik dalam menunjang proses pembelajaran maupun layanan masyarakat.

“Ya Alhamdulillah Akses Internet sudah mulai masuk di Sekolah-Sekolah, Puskesmas, Polindes bahkan sampai ke Pustu,” ucapnya.

Dia menyebut, lokasinya dominan di pulau-pulau, ada juga di perbatasan. “Kita harap ini bermanfaat untuk kemajuan pelayanan masyarakat di Kabupaten Bintan,” jelas Roby

Roby juga menyebutkan akan terus menjalin sinergitas dengan Komdigi RI dalam mewujudkan percepatan pemerataan akses internet di seluruh wilayah Kabupaten Bintan.

Beberapa sekolah pun cukup terbantu dengan tersedia layanan akses internet ini, khususnya dalam menunjang pembelajaran di era digital. Termasusk Polindes di pulau-pulau yang melakukan penginputan administrasi pelayanan kesehatan masyarakat.

Diketahui hingga saat ini, sekitar 4.078 lokasi BAKTI AKSI menggunakan layanan Satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA-1). Ditargetkan hingga akhir 2024, 20 ribu lokasi dapat dilayani SATRIA-1. (*)

Reporter: SLamet

Artikel Diskominfo Bintan Sediakan WiFi di 300 Rumah Ibadah dan 64 Titik Akses Internet pertama kali tampil pada Kepri.

Penerimaan Retribusi Parkir di Batam Mandek, Target Rp15 Miliar Belum Tercapai

0
Seorang warga melakukan pembayaran parkir non tunai dengan menggunakan QRIS di kawasan Palm Spring Batamcenter, Selasa (10/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penerimaan retribusi parkir di Kota Batam masih jauh dari target, meskipun tarif telah dinaikkan 100 persen sejak awal tahun 2024.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim, mengakui bahwa upaya yang dilakukan belum mampu mengoptimalkan potensi parkir, dengan realisasi pendapatan baru mencapai Rp9,7 miliar dari target Rp15 miliar.

“Tahun lalu penerimaan retribusi parkir hanya Rp4,6 miliar. Tahun ini sudah mencapai Rp9,7 miliar, tetapi target belum terpenuhi,” katanya, Jumat (13/12).

Baca Juga: Diwarnai Perbedaan Pendapat, Ini Usulan UMK Batam 2025

Kenaikan tarif parkir untuk kendaraan roda dua dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 dan roda empat dari Rp2.000 menjadi Rp4.000 ternyata belum cukup signifikan meningkatkan pendapatan. Meski angka realisasi lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, pencapaian ini dinilai stagnan.

Berbagai inovasi telah diterapkan untuk meningkatkan pendapatan, termasuk pembayaran non-tunai melalui QR code dan program parkir berlangganan. Namun, kontribusi terbesar penerimaan masih berasal dari transaksi tunai. Transaksi non-tunai dan parkir berlangganan belum menunjukkan hasil yang signifikan.

“Mayoritas pendapatan berasal dari tiket parkir tunai, sedangkan transaksi non tunai dan parkir berlangganan masih rendah,” katanya.

Dishub Batam mencatat, dari 29.000 stiker berlangganan yang dicetak, baru terjual sekitar 1.238 stiker. Rinciannya adalah 144 stiker untuk roda dua, 843 untuk roda empat, dan 251 untuk kendaraan roda enam.

Baca Juga: Satlantas Catat 20 Kecelakaan Terjadi di Batam Akibat Jalan Rusak dan Berlubang

Salim menyebut, rendahnya minat masyarakat terhadap program stiker berlangganan menjadi salah satu kendala utama. Selain itu, implementasi transaksi non-tunai dengan QR code juga belum optimal. Meski fasilitas pembayaran digital telah disediakan, penggunaannya masih minim.

“Dari evaluasi kami, masyarakat yang menggunakan non tunai masih sedikit. Tapi yang penting, infrastrukturnya sudah kami siapkan,” ujar dia.

Selain itu, Dishub Batam telah menggandeng pihak outsourcing untuk merekrut 100 juru parkir (jukir). Akan tetapi, kontribusi mereka terhadap pendapatan retribusi juga belum maksimal.

Baca Juga: DPRD Batam Dorong Disnaker Tingkatkan Kualitas SDM di Tengah Tantangan Pasar Kerja

Salim berharap dapat meningkatkan penerimaan di tahun mendatang dengan mendorong lebih banyak masyarakat menggunakan transaksi non tunai dan memaksimalkan program parkir berlangganan. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk mencapai target yang ditetapkan.

“Ke depan, kami akan lebih fokus mendorong transaksi non tunai dan memaksimalkan penjualan stiker berlangganan agar target penerimaan dapat tercapai,” kata dia. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Penerimaan Retribusi Parkir di Batam Mandek, Target Rp15 Miliar Belum Tercapai pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Targetkan Pengerjaan House Connection Proyek IPAL Rampung Akhir Bulan Juli 2025

0

batampos – BP Batam melalui Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan kembali menggelar sosialisasi pengerjaan pipa sambungan rumah (house connection) jaringan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Fasum Perumahan Griya Mas, Rabu (11/12/2024).

General Manager Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan rencana pengembangan IPAL kepada masyarakat.

“Proyek IPAL tujuannya adalah melindungi sumber air bersih di Batam dari polusi. Oleh sebab itu, kami harus menyampaikan manfaatnya kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi ini,” ujar Iyus.

Ia memaparkan bahwa progres proyek secara keseluruhan telah mencapai 94,02 persen. Dimana, pembangunan satu unit IPAL kapasitas 20.000 m3/hari dan 5 unit stasiun pompa telah rampung 100 persen.

“Untuk seluruh konstruksi, termasuk 11.000 sambungan rumah (house connection) kita targetkan rampung pada akhir Juli 2025 nanti,” tambah Iyus.

Proyek IPAL sendiri menjadi salah satu solusi terhadap krisis air di Batam.

Instalasi ini nantinya akan mengolah air limbah domestik menjadi sumber air baku yang bermanfaat.

Tidak hanya itu, pengolahannya juga dapat memproduksi pupuk organik dalam rangka mendukung penghijauan dan kelestarian lingkungan Kota Batam.

“Kami berharap, seluruh elemen masyarakat Batam dapat mendukung dan memberi masukan agar pengerjaan yang sedang berlangsung bisa lebih maksimal,” tutup Iyus. (DN)

Artikel BP Batam Targetkan Pengerjaan House Connection Proyek IPAL Rampung Akhir Bulan Juli 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

12 PSK Asal Vietnam Dideportasi dari Indonesia

0
12 PSK asal Vietnam diamankan Imigrasi. Foto: Ditjen Imigrasi

batampos – Imigrasi menangkap 12 perempuan Vietnam yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK). Mereka langsung dideportasi dan dikenakan penangkalan masuk ke Indonesia sampai dua tahun.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Yuldi Yusman mengatakan, penangkapan 12 PSK itu berlangsung di sebuah tempat hiburan malam di Jakarta Utara pada Kamis (12/12). Tindakan tersebut diambil setelah imigrasi mendapat laporan dari masyarakat.

“Dari laporan itu, kami la kukan penyelidikan menda lam serta pemantauan intensif selama satu bulan,” terangnya dalam rilis kasus di Jakarta kemarin.

Dari proses itu, kata Yuldi, Imigrasi menyimpulkan memang ada indikasi dan ditemukan praktik prostitusi. Mereka mematok tarif Rp 5,6 juta sekali kencan.

Dari proses pemeriksaan, para warga Vietnam itu mengaku bahwa mereka sudah tinggal selama satu bulan di Indonesia. Mereka masuk ke Indonesia lewat dua cara. Sepuluh orang menggunakan bebas visa kunjungan (BVK) dan dua lainnya memakai visa kunjungan saat kedatangan (VKSK). (*)

Artikel 12 PSK Asal Vietnam Dideportasi dari Indonesia pertama kali tampil pada News.

Penyidikan Dugaan Korupsi Alih Fungsi Hutan Rempang, Kejari Batam Masih Kumpulkan Bukti

0
Kepala Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi. F.Yashinta/Batam Pos

batampos – Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat PT SMS atas alih fungsi hutan lindung Rempang masih bergulir di Kejaksaan Negeri Batam. Saat ini, penyidik pada bidang pidana khusus Kajari Batam masih mengumpulkan bukti untuk proses penetapan tesangka.

Kepala Kajari Batam, I Ketut Kasna Dedi mengatakan saat ini pihaknya masih berkoodinasi dengan Badan Perhitungan Keuangan sebagai ahli untuk memastikan kerugiaan negara. Sebab, perusahaan bergerak dibidang peternakan ini telah beroperasi sekian tahun tanpa izin.

“Ya saat ini, masih berkoordinasi dengan BPK mengenaik kerugiaan negara. BPK adalah ahli yang kami minta untuk memastikan berapa nilai kerugiaan negara dalam dugaan ini,” kata Kasna.

Baca Juga: Dituntut Hukuman Mati dan Seumur Hidup, 3 Terdakwa Kasus Narkoba Minta Keringanan

Dikatakan Kasna, kerugiaan negara adalah salah satu alat bukti dari dua alat bukti yang dibutuhkan untuk penetapan tersangka. Saat ini, selain berkoodinasi dengan BPK, pihaknya masih mengumpulkan bukti lain dari keterangan saksi.

“Ya kami masih kumpulkan bukti dari keterangan saksi juga,” sebut Kasna.

Dikatakan Kasna, sampai saat ini pihaknya sudah memeriksa lebih dari 20 saksi. Ke 20 saksi yang diperiksa itu terdiri dari pihak perusahaan PT SMS, Dinas Kehutanan, KPHL, Dinas Ketahanan Pangan, BP Batam hingga ahli kerugiaan negara.

“Untuk saksi sudah lebih dari 20 orang, diantaranya 7 saksi dari perusahaan tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga: Klarifikasi BI Kepri soal Pegawainya Tolak Warga yang Hendak Tukarkan Uang Logam

Lalu bagaimana terkait penetapan tersangka, menurut Kasna masih berproses. Sebab untuk penetapan tersangka harus memiliki dua alt bukti yang kuat.

“Untuk ini, kami sedang mengumpulkan alat bukti,” tegas Kasna.

Diketahui, Kejaksaan Negeri Batam mulai mendalami untuk mencari dua alat bukti atas dugaan korupsi perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Pulau Rempang, Batam. Yang mana perusahaan yang bergerak di bidang pembibitan hewan ternak ini melakukan pemanfaatan kawasan hutan secara ilegal.

PT SMS diduga telah beroperasi sejak empat tahun lalu. Aktifitas perusahaan itu diduga telah merugikan negara miliaran rupiah. (*)

 

Reporter: Yashinta

 

 

 

Artikel Penyidikan Dugaan Korupsi Alih Fungsi Hutan Rempang, Kejari Batam Masih Kumpulkan Bukti pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Derbi Manchester, City Lebih Diunggulkan daripada MU

0
Ruben Amorim. (Istimewa)

batampos – Pelatih Manchester United (MU) Ruben Amorim mengakui Manchester City tim yang lebih baik dari skuadnya menjelang laga derbi kedua kesebelasan di Stadion Etihad, pada lanjutan Liga Inggris 2024-2025, Minggu (15/12) malam WIB.

”Saya pikir mereka (City) lebih baik dibandingkan kami dari segi pemahaman permainan, cara bertanding dan kepercayaan diri,” ujar Amorim, dikutip dari laman MU seperti diansir dari Antara di Jakarta, Sabtu (14/12).

Juru taktik asal Portugal tersebut tidak ingin terkecoh dengan hasil buruk Manchester City pada 10 laga terakhir. Mereka hanya mampu menang sekali dan seri dua kali.

Menurut Amorim, City merupakan tim yang tangguh dan sarat pengalaman. Oleh karena itu, dia menganggap klub asuhan pelatih Josep Pep Guardiola tersebut memiliki kemampuan untuk bangkit kapan saja.

”Tim-tim besar selalu memiliki cara merespons situasi apapun,” tutur Amorim.

Meski begitu, Amorim tidak ingin skuadnya fokus ke diri sendiri alih-alih ke lawan. Sebab, MU memiliki target untuk memenangkan pertandingan tersebut.

”Jadi fokus kami mesti total. Kami sudah punya strategi untuk memenangkan laga,” terang Amorim.

Sementara terkait bagaimana dirinya menanggapi derbi Manchester pertamanya, Amorim mengaku antusias apalagi pertandingan tersebut dianggap penting oleh penggemar MU. Akan tetapi, dia memperkirakan intensitas laga City kontra MU tidak setinggi derbi-derbi lain.

”Ini hanya satu laga (dalam kompetisi) di mana kami melawan tim yang sangat bagus. Kedua tim pun tengah menghadapi masalah masing-masing. Jadi ini bukan derbi di mana kedua tim bertarung untuk juara. Saya berharap, ke depan, derbi Manchester dapat menyajikan pertarungan seperti itu (untuk memperebutkan trofi),” ungkap Amorim.

Manchester City kini merasakan momen yang buruk di semua kompetisi. Pada 10 pertandingan terakhir, City hanya mampu meraih satu kemenangan dan dua kali seri. Sisanya berakhir dengan kekalahan.

City pun terlempar ke peringkat keempat klasemen sementara Liga Inggris 2024-2025 dengan 27 poin dari 15 pertandingan. Sementara MU merasakan dua kekalahan dari tiga pertandingan terakhir mereka bersama Ruben Amorim. MU saat ini berada di posisi ke-13 klasemen sementara liga dengan 19 poin dari 15 laga.

Dalam lima pertemuan terakhir kedua tim, City mendominasi kemenangan atas MU dengan empat kali menang atas tetangganya itu. Satu laga lagi tuntas dengan keunggulan MU. (*)

Artikel Jelang Derbi Manchester, City Lebih Diunggulkan daripada MU pertama kali tampil pada Olahraga.

Indonesia Bakal Punya Bank Emas Batangan Tahun Depan

0
Ilustrasi emas batangan. (antara)

batampos – Indonesia termasuk negara penghasil emas terbesar di dunia. Namun, manfaat hasil tambang itu belum bisa dimaksimalkan sebagai neraca keuangan. Mulai tahun depan, pemerintah menjadikan logam mulia sebagai produk unggulan hilirisasi. Bahkan dikembangkan melalui bullion bank alias bank emas.

Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, telah beroperasi pada September lalu. Selain tembaga, produk dari pengolahan hasil tambang tersebut adalah emas. Dan, ini kali pertama Indonesia memproduksi logam mulia sejak Freeport mengolah pertambangan di Papua pada 1967.

Hasil emasnya pun berkisar 60 juta ton per tahun. Merujuk data Nasdaq, produksi emas RI masuk delapan besar dunia. Potensi hilirisasi itu pun harus dimaksimalkan. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyuarakan pembentukan bullion bank.

’’Dulu, stok emas kita hanya ditaruh di gudang penyimpanan dan kita hanya mencatat tonasenya, tidak nilainya. Bank-bank lain, termasuk di Singapura, menaruh emasnya ke dalam neraca keuangan,” paparnya.

Usulan Airlangga pun bergayung sambut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion. Yakni, kegiatan usaha yang berkaitan dengan emas dalam bentuk simpanan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas yang dilakukan lembaga jasa keuangan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menambahkan, Indonesia siap memiliki bank emas. Apalagi, RI mampu memproduksi emas. Terlebih, ada kolaborasi antara PT Antam Tbk dan PTFI mengolah emas batangan di Indonesia. ’’Yang selama ini kebanyakan raw material kita kirim ke luar negeri, tapi sekarang kan sudah bisa diproses di dalam negeri,” tuturnya.

Dewan Emas Nasional

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Ahmad Nasrullah mengungkapkan pentingnya pengaturan dan pengawasan yang komprehensif dalam ekosistem tersebut. Konsep bullion bank di Indonesia dirancang untuk mengoptimalkan cadangan emas di masyarakat. ’’Konsep bullion ini kita capture dari best practice internasional,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (13/12).

Untuk melengkapi ekosistem tersebut, Bank Indonesia (BI) tentu berkepentingan karena ada kaitannya dengan jasa kustodian, cadangan emas, dan segala macam untuk stabilisasi nilai rupiah. Sementara itu, OJK mengawasi lembaga-lembaga jasa keuangan yang menyelenggarakan kegiatan usaha bullion.

Salah satu elemen penting yang masih dibutuhkan dalam ekosistem itu adalah pembentukan Dewan Emas Nasional. Bisa terdiri atas BI, OJK, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, dan lembaga terkait lainnya.

’’Dewan Emas Nasional ini perlu ada. Di negara lain pun sama. Nanti, tugasnya menyusun regulasi maupun pengawasannya secara keseluruhan. Jadi, bukan hanya dari aspek keuangannya,” ucapnya.

Menurut Nasrullah, konsep bullion bank tidak hanya mengoptimalkan logam mulia yang ada di masyarakat. Tapi, juga memberikan alternatif penyimpanan emas yang lebih aman dan produktif. ’’Ketimbang menyimpan di rumah atau di brankas, lebih baik disimpan di bank emas, seperti kita menyimpan uang di bank,’’ ujarnya.

Hemat Devisa

Dengan adanya bullion bank, lanjut Nasrullah, emas yang disimpan dapat disalurkan ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau untuk mendukung industri seperti pabrik emas. Dengan begitu, Indonesia dapat menghemat devisa negara. Saat ini banyak industri manufaktur yang kesulitan mendapatkan logam mulia dalam negeri. Mereka harus mengimpor emas batangan.

’’Selama ini, kita ekspor dalam bentuk bijih emas. Tapi, ketika mengimpor, bentuknya emas batangan. Itu salah satu yang menjadi potensi, kenapa tidak emas yang sekarang berada di masyarakat dioptimalkan? Begitu salah satu spiritnya,” beber Nasrullah.

Pegadaian Sudah Daftar

Hingga saat ini, OJK baru menerima permohonan dari PT Pegadaian melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Sementara itu, permintaan dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) belum ada. Keduanya pun dinilai paling siap sebagai bullion bank.

’’Dua (perusahaan) ini yang paling siap. Dari sisi infrastruktur, dari sisi permodalan, kita terapkan minimal Rp 14 triliun, dua ini paling siap,’’ tuturnya.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah menuturkan, POJK Nomor 17 Tahun 2024 tersebut memberikan panduan yang jelas terkait ketentuan lembaga dan produk yang dapat dijalankan. Serta, road map produk yang bisa dijalankan.

’’(Peraturan) ini merupakan potensi yang besar untuk mengintegrasikan ekosistem emas, baik dari hulu maupun hilir. Mulai simpanan titipan pembiayaan hingga perdagangan dan kegiatan lainnya,’’ ucap Elvi kepada Jawa Pos, Kamis (12/12).

Dia menjelaskan, peraturan OJK berbeda dengan layanan yang sudah ada selama ini di Pegadaian. Misalnya, gadai emas dan pembiayaan emas. Anak usaha BRI menyiapkan berbagai inovasi layanan yang sesuai dengan ketentuan dalam POJK 17/2024. ’’Sehingga mampu menjembatani kebutuhan pelaku ekosistem emas dan meningkatkan literasi maupun inklusi keuangan di Indonesia,’’ imbuhnya.

Elvi menyoroti potensi bisnis bullion yang sangat besar. Mengingat, Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam mineral emas terbesar kedelapan di dunia. Didukung manufaktur emas dan sumber daya manusia yang kompeten. ’’Jika infrastruktur mendukung, potensi bisnis bullion ini akan berkembang pesat,” tuturnya.

Siapkan Sistem Agunan di BSI

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berharap bisnis emas tidak hanya menjadi motor penggerak pertumbuhan perusahaan, tapi juga mengarah pada pengembangan produk bullion bank di masa depan.

’’BSI berencana memberikan layanan penyimpanan emas yang lebih besar hingga puluhan kilogram. Serta, pembiayaan emas dengan sistem agunan. Kami sedang mengajukan izinnya,” ujar Dirut BSI Hery Gunardi.

Dia ingin BSI menjadi lebih dari sekadar tempat membeli atau menyimpan emas, tapi juga memberikan pembiayaan berbasis emas dan menjadi bank kustodian. Layanan tersebut tentu bakal menjadi nilai tambah bagi perusahaan. ’’Dengan kebijakan baru ini, kami akan bisa menawarkan layanan jual beli emas, seperti halnya saham dan surat berharga lainnya,’’ imbuhnya. (*)

Artikel Indonesia Bakal Punya Bank Emas Batangan Tahun Depan pertama kali tampil pada News.

Uang Palsu Beredar di Ganet, BI Minta Pedagang Lebih Teliti

0

batampos– Uang palsu alias upal tidak lama ini beredar di kawasan Ganet, Kota Tanjungpinang, Kepri. Terkait hal itu, Bank Indonesia Perwakilan Kepri meminta kepada pedagang untuk selalu teliti, saat menerima uang dari pelanggan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Adidoyo Prakoso mengatakan jika masyarakat, terutama pedagang yang menerima uang yang diragukan keasliannya, dapat dilakukan pengecekan di bank terdekat.

“Masyarakat yang menerima Uang yang diragukan keasliannya, dapat melakukan penolakan atau juga meminta pemilik uang yang diragukan keasliannya untuk dapat memeriksakan uangnya ke Bank,” kata Adidoyo, Jumat (13/12).

Untuk menghadapi kejahatan uang palsu itu, kata dia pemerintah telah membentuk Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1971, yang kemudian diperkuat dengan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Presiden Nomor 123 Tahun 2012 tentang Botasupal.

BACA JUGA: Uang Palsu Beredar di Tanjungpinang, Sasar Warung Kecil

“Unsur-unsur Botasupal itu terdiri dari Badan Intelijen Negara, Kepolisian Negara Ri, Kejaksaan Agung Ri, Kementrian Keuangan Ri, Dan Bank Indonesia,” pungkasnya.

Keresahan beredarnya uang palsu dirasakan oleh Lita, seorang pedagang gorengan di Jalan Ganet. Saat sedang berjualan, ia menerima selembar uang Rp100 ribu, yang memiliki ukuran dan tekstur berbeda dari uang asli pada umumnya.

Uang palsu itu didapat oleh Lita dari seorang pria yang membeli gorengan di warungnya, pada Jumat (6/12). Kala itu, pelaku diketahui membeli gorengan senilai Rp25 ribu, menggunakan uang palsu Rp100 ribu.

“Suami saya yang terawang, tidak ada nampak gambar pahlawan, ternyata memang palsu. Uang itu dari laki-laki, setelah membeli ia langsung tergesa-gesa pergi,” ujar Lita.

Pedagang itu sempat curiga saat menerima uang kertas yang ukurannya lebih kecil. Namun karena masih melayani pembeli lain, kemudian uang tersebut langsung disimpan.

“Saya mau ngecek itu lupa, tahu pas sudah di rumah, Lagi hitung hasil pendapatan lihat ada uang palsu pecahan Rp100 Ribu,” tambahnya.

Sementara pemilik warung kelontong bernam Aceng juga menjadi korban. Ia mengaku telah menerima selembar uang palsu dari satu diantara pembeli, yang berbelanja di tokonya. Keberadaan uang palsu itu terungkap, saat ia hendak menyetor uang ke Bank.

“(Kejadian) dua bulan lalu. Ketahuannya saat saya nyetor ke Bank, ada uang Rp100 ribu yang tidak bisa, ternyata itu uang palsu,” sebutnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Uang Palsu Beredar di Ganet, BI Minta Pedagang Lebih Teliti pertama kali tampil pada Kepri.

Dituntut Hukuman Mati dan Seumur Hidup, 3 Terdakwa Kasus Narkoba Minta Keringanan

0
Ilustrasi persidangan/Jawa Pos

batampos – July Eka, salah satu dari tiga terdakwa yang dituntut hukuman mati atas kasus narkoba dengan barang bukti 20 kilogram menangis minta keadilan hukuman dari majelis hakim. Ia juga membantah terlibat dalam sindikat peredaran 20 kilogram narkotika jenis sabu tersebut.

Bantahan itu disampaikan pria beranak empat dalam pembelaan yang dibaca di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Batam kemarin. July Eka menegaskan ia tidak tahu kenapa bisa dituduh terlibat dalam peredaran sabu 20 kilogram.

“Saya tidak tahu menahu terkait sabu tersebut, saat penangkapan juga tidak ada barang bukti terhadap saya. Namun kenapa saya bisa dituduh sebagai salah satu sindikat narkoba,” tegas July Eka menangis di depan majelis hakim.

Baca Juga: Satlantas Catat 20 Kecelakaan Terjadi di Batam Akibat Jalan Rusak dan Berlubang

Dijelaskan July Eka, sebelum ia ditangkap Herman Susilo sempat mendatangi dirinya dan mengadukan kesusahan hidup karena tak bekerja. Karena ia iba, ia ingat ada kenalannya Pon (DPO) sempat menawarkan pekerjaan, namun sempat ia tolak.

“Andaikan saja saat itu Herman Susilo tak bercerita kesusahaannya, mungkin saya tidak seperti ini. Saya tak pernah mengakomodir narkoba seperti yang dituduhkan itu,” tangis July Eka semakin pecah.

Tak hanya itu, July Eka juga menjelaskan akibat perkara itu, ia harus menelantarkan istri dan anaknya yang masih duduk dibangku sekolah. Menurutnya, tuntutan mati adalah pukulan terberat untuk dirinya dan keluarga.

“Ini pukulan terberat dalam hidup saya dan keluarga. Saya yang sama sekali tidak mengetahui terkait narkoba harus dituntut mati,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap majelis hakim yang dipimpin Yuanne bisa memberikan keadilan hukuman terhadap dirinya. Sebab apa yang dituduhkan terhadapnya tidaklah benar.

“Saya berharap majelis hakim bisa memberikan keadilan buat saya, karena saya tidak tahu menahu terhadap narkoba itu,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Batam Dorong Disnaker Tingkatkan Kualitas SDM di Tengah Tantangan Pasar Kerja

Sedangkan Herman Susilo berharap dapat keringanan hukuman dari majelis hakim. Ia mengaku nekat menjadi kurir karena tuntutan ekonomi semata. Yang mana ia sudah lama tidak bekerja.

Hal yang sama juga dikatakan terdakwa lainnya yang meminta keringanan hukuman dari tuntutan mati dan seumur hidup. Permintaan keringanan hukuman juga disampaikan penasehat hukum terdakwa dari LBH Suara Keadilan. Sedangkan jaksa penuntut umum tetap pada tuntutan mati dan seumur hidup. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Artikel Dituntut Hukuman Mati dan Seumur Hidup, 3 Terdakwa Kasus Narkoba Minta Keringanan pertama kali tampil pada Metropolis.

Dinilai Seperti Pagar Makan Tanaman, 15 Eks Pegawai KPK Divonis 4-5 Tahun Penjara

0
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan lima belas tersangka pungutan liar di rutan KPK. (SALMAN TOYIBI/ JAWA POS)

batampos – Lima belas eks pegawai KPK menghadapi vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kemarin (13/12). Ya, Anda tidak salah baca, vonis atas tindak pidana korupsi yang dilakukan mantan pegawai komisi antirasuah.

Persisnya kasus pungutan liar di rutan KPK yang totalnya mencapai Rp 6,3 miliar yang dilakukan sejak 2018. Ke-15 orang tersebut dijatuhi hukuman 4–5 tahun penjara.

Mereka yang divonis 5 tahun pidana adalah Plt Kepala Rutan (Karutan) KPK 2018 Deden Rochendi serta Kepala Keamanan dan Ketertiban KPK 2018–2022 Hengki. Sementara itu, Karutan KPK 2022–2024 Achmad Fauzi, Plt Karutan KPK 2021 Ristanta, serta para petugas rutan, yaitu Sopian Hadi, Agung Nugroho, Suharlan, Ricky Rahmawanto, Wardoyo, M. Abduh, Rama dhan Ubaidillah, Eri Angga, M Ridwan, Mahdi Aris, dan Ari Rahman Hakim divonis 4 tahun.

Selain divonis kurungan, mereka diwajibkan membayar sejumlah denda dan uang pengganti. Misalnya, Deden yang diminta membayar denda Rp 250 juta subsider 6 bulan serta uang pengganti Rp 398 juta. Sementara itu, Hengki dijatuhi denda Rp 250 juta dan uang pengganti Rp 419 juta.

“Perbuatan para terdakwa sebagai insan KPK seperti pepatah pagar makan tanaman, memberantas korupsi dengan cara korupsi,” kata Ketua Majelis Hakim Maryono saat membacakan putusan kemarin. (*)

Artikel Dinilai Seperti Pagar Makan Tanaman, 15 Eks Pegawai KPK Divonis 4-5 Tahun Penjara pertama kali tampil pada News.