Minggu, 7 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2628

Terbukti Cabuli Santri Pengelola Pesantren Galang Divonis 13 Tahun

0
– Syahrul, pengelola pesantren dan panti asuhan di kawasan Galang divonis 13 tahun penjara dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (10/12). F.Yashinta/Batam Pos

batampos – Syahrul, pengelola pesantren dan panti asuhan di kawasan Galang divonis bersalah atas perbuataan kekerasan seksual terhadap santri. Atas perbuataannya, pria berusia 50 tahunan ini divonis 13 tahun oleh majelis hakim.

Dalam amar putusan, majelis hakim yang dipimpin Twis Retno menyatakan perbuataan Syahrul tak ada alasan pemaaf dan pembenar. Karena telah memaksa ,mengancam, membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya. Perbuataan Syahrul sebagaimana terbukti dalam pasal 81 ayat 2 UU perlindungan anak tahun 2002.

“Karena perbuataan terdakwa telah terbukti, maka sudah seharusnya dihukum sesuai dengan perbuatanya,” tegas hakim dalam sidang terbuka, Selasa (10/12).

Menurut dia, hal memberatkan perbuatan terdakwa karena telah merusak masa depan anak korban dan membuat trauma. Tak hanya itu, terdakwa juga merupakan seorang tenaga pendidik. Sedangkan hal meringankan terdakwa menyesali.

“Memutuskan terdakwa Syahrul dihukum dengan 13 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan,” imbuh Twis Retno.

Atas putusan itu, terdakwa Syahrul sempat berkonsultasi dengan penasehat hukum dari LBH Suara Keadilan, Cristopher EF Silitongga. Yang kemudian menjawab sendiri atas putusan hakim.

“Saya pikir-pikir bu hakim. Saya juga bukan ketua yayasan, saya hanya pengelola,” ungkapnya kepada majelis hakim.

Hakim Twis kemudian menegaskan apapun jabatan terdakwa juga tidak berpegaruh. Sebab perbuataan terdakwa sebagai tenaga pendidik sudah salah.

“Yang memberatkan itu karena saudara adalah tenaga pendidik,” tegas Twis yang kemudian mengetuk palu sidang, menandakan sidang berakhir.

Diketahui Kasus pelecehan seksual yang dialami salah satu santri Panti Asuhan di Galang Batam akhirnya bergulir di Pengadilan Negeri Batam. Kasus kejahatan seksual yang diduga dilakukan Syahrul, Pengelola Pesantren dan Panti Asuhan ini sempat viral dijagat maya. Korban mengalami trauma karena kasus kekerasan seksual tersebut. Dimana anak korban sudah mendapat kekerasan seksual sejak umur 8 hingga 12 tahun

Kasus kekerasan seksual terhadap anak ini viral pada bulan Agustus lalu. Yang awalnya terdakwa membantah tuduhan tersebut, namun akhirnya mengakui setelah masa mengeruduk tempat terdakwa. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Terbukti Cabuli Santri Pengelola Pesantren Galang Divonis 13 Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

DPRD Batam Dorong Penyelesaian Infrastruktur Jalan Sebelum 2025

0
Petugas dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam saat melakukan pemeliharaan PJU di Jalan Raja Isa. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Rudi, mendesak Dinas Bina Marga Kota Batam untuk bisa menuntaskan proyek pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur jalan serta pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang hingga kini belum selesai.

Menurut politisi dari fraksi Gerindra penyelesaian proyek ini mesti sesuai jadwal target yang telah ditetapkan. Pihaknya meminta agar proyek-proyek yang belum tuntas ini dapat diselesaikan tahun ini. Jika tidak, anggaran harus dikembalikan, dan proyek baru bisa dilanjutkan pada tahun 2025.

“Kami terus mendorong percepatan penyelesaian persoalan jalan rusak di Kota Batam, terutama pada triwulan ketiga. Sayangnya, masih ada yang belum selesai,” ujar Muhammad Rudi, Selasa (10/12).

Menurut Rudi, kendala utama dalam penyelesaian proyek ini adalah faktor cuaca, sebagaimana diungkapkan oleh Dinas Bina Marga dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Batam.

“Meski demikian, jalan-jalan yang sudah sempat ditambal tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muhammad Rudi menyampaikan bahwa jika proyek tidak selesai tahun ini, anggarannya akan dimasukkan kembali ke rencana kerja tahun 2025.

Pada tahun tersebut, DPRD akan berkoordinasi dengan Wali Kota Batam yang baru terpilih untuk memastikan semua proyek berjalan sesuai rencana.

“Iya termasuk pencegahan pencurian aset milik pemerintah daerah dan perlu didudukkan bersama lagi,” kata dia.

Menurutnya di Kota Batam membutuhkan sarana pendukung seperti kamera CCTV untuk mengawasi aset daerah.

DPRD hanya berperan dalam penganggaran dan pengawasan, sedangkan pelaksanaan menjadi tanggung jawab pemerintah kota.

“Kami ingin memastikan pengelolaan aset daerah berjalan maksimal,” ujarnya .

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan upaya peningkatan infrastruktur jalan dan penerangan di Batam dapat segera terwujud demi kenyamanan masyarakat. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel DPRD Batam Dorong Penyelesaian Infrastruktur Jalan Sebelum 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Idap Penyakit Asam Lambung, Pria Paruh Baya Meninggal di Teras Masjid di Bintan

0

batampos– Seorang pria paruh baya meninggal di teras Masjid Ikhwanul Muslimin yang berada di Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur pada Senin (9/12/2024) malam.

Polisi menyimpulkan pria bernama Agustianto, 52, meninggal karena sakit.

“Dugaan kuat sakit asam lambung,” kata Kapolsek Bintan Timur, AKP Khapandi ditemui di kantornya, Selasa (10/12/2024) siang.

Jenazah pria paruh baya yang meninggal di teras masjid yang berada di Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur saat akan dibawa ke rumah duka, Senin (9/12/2024) malam. F.Kiriman Harry untuk Batam Pos.

Khapandi menjelaskan, sebelum kejadian, pria paruh baya yang merupakan warga Kampung Kolong Enam, Kijang duduk di teras masjid.

Seorang pengurus masjid, katanya, sempat menanyakan kondisi pria itu yang duduk sendiri di teras masjid.

“Jadi ditanya kenapa sama pengurus masjid, lalu pria itu menjawab asam lambungnya lagi kumat,” katanya.

Pengurus masjid lalu meminta pria itu untuk istirahat. Usai salat, pengurus masjid kembali ke tempat usahanya.

Tidak lama, pengurus masjid mendapat kabar kalau pria itu dalam kondisi tidak bisa berjalan dan tubuhnya dingin.

Mendengar kabar itu, pengurus masjid bergegas kembali ke masjid.

Singkat cerita, pengurus masjid dan penjaga masjid menemukan pria itu sudah tidak sadarkan diri dalam posisi terbaring.

BACA JUGA: Tabrakan di Jalan Sunagi Dato, Kijang, Dua Pengendara Dilarikan ke Rumah Sakit

“Jadi dicek, saat itu diduga  pria itu sudah meninggal karena badannya sudah dingin dan nadinya tak teraba,” katanya.

Sesaat setelah kejadian, pengurus masjid mengumumkan berita meninggalnya korban di grup whatsapp dan melaporkan ke polisi.

“Dikabarkan di grup whatsapp agar mengetahui keberadaan keluarga dari pria itu,” katanya.

Dia mengatakan, usai menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mendatangi lokasi.

Sebelum olah tempat ditemukan pria itu, dia mengatakan, dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.

“Tenaga kesehatan menyatakan pria itu sudah meninggal karena nadinya tak lagi berdenyut,” katanya.

Dia mengatakan, pria itu meninggal dalam posisi terbaring di lantai teras masjid dengan beralaskan sajadah.

Di lokasi, polisi menemukan obat asma di kantong celana pria itu. Kemudian, jasad pria itu dibawa ke RSUD Bintan untuk divisum.

Dari hasil pemeriksaan tenaga medis di rumah sakit, dia mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh pria itu.

“Meninggalnya murni karena sakit,” katanya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Idap Penyakit Asam Lambung, Pria Paruh Baya Meninggal di Teras Masjid di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

3 Tahun Jadi Mucikari, Driver Perusahaan Diciduk Polisi, Tawarkan 26 Wanita Termasuk 1 Mahasiswi

0
Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad bersama Dirkrimsus Polda Kepri Kombes Putu Yudha Prawira , dan jajara mengitrograsi tersangka prostitusi online saat ekspos di Mapolda Kepri, Selasa (10/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri menangkap PS, warga Bengkong Pertiwi. Pria 43 tahun ini merupakan mucikari yang memperdagangkan 26 wanita, termasuk seorang mahasiswi 17 tahun berinisial DFG.

Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Putu Yuda Prawira mengatakan pengungkapan ini berawal dari kegiatan patroli siber. Pelaku kemudian ditangkap pada 6 Desember kemarin di kawasan Nagoya, Lubuk Baja.

“Tim melakukan patroli di media sosial dan melakukan profiling. Kemudian melakukan undercover atau penyamaran,” ujarnya di Mapolda Kepri, Selasa (10/12).

PS yang berprofesi sebagai driver perusahaan swasta ini menjajakan korban melalui akun Kaskus. Di dalam akun tersebut, pelaku memposting 26 foto korban. Tarifnya bervariasi, dari Rp 800 ribu hingga Rp 4,9 juta.

“Untuk tarif ST (short time) Rp 800 ribu dan LT (long time) Rp 4,9 juta,” katanya.

Yuda menjelaskan korban dari beberapa kalangan usia, mulai dari 17 tahun hingga 25 tahun. Korban di antaranya berprofesi sebagai salses promotion girl (SPG) dan karyawan swasta.

“Pelaku sudah 3 tahun menjadi mucikari. Keuntungan yang didapat pelaku 20 persen,” ungkapnya.

Selain pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa flashdisk, ponsel, rekening, 3 alat kontrasepsi, uang tunai Rp 700 ribu serta akun Gmail dan Kaskus milik pelaku.

“Pelanggan mentransfer lebih dahulu, setelah uang masuk uang dikirim ke hotel yang sudah ditentukan pelanggan,” kata Yuda.

Kepada polisi, DFG mengaku menjadi PSK karena ajakan dan rayuan pelaku. Selain itu, korban juga tengah membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan harian dan cicilan motornya.

“Pelaku dan korban ini saling kenal. Bahkan, pelaku memiliki pelanggan orang luar negeri, yang saat ini korbannya sudah menikah dengan pelanggan tersebut,” jelas Yuda.

Yuda berjanji pihaknya akan terus melakukan patroli siber. Patroli untuk mendeteksi adanya tindak pidana hingga mengantisipasi ancaman maupun gangguan kamtibmas.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis. Yakni UU Perlindungan Anak, UU Pornografi dan UU ITE dengan ancaman diatas 10 tahun penjara. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel 3 Tahun Jadi Mucikari, Driver Perusahaan Diciduk Polisi, Tawarkan 26 Wanita Termasuk 1 Mahasiswi pertama kali tampil pada Metropolis.

Penambang Pompong Penyengat Tolak Relokasi Dermaga

0
Komisi III DPRD Tanjungpinang audensi bersama penambang pompong Pulau Penyengat, Senin (9/12). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Penambang Pompong yang melayani warga dan wisatawan ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepri menolak untuk direlokasi dari Pelantar Kuning ke Pelabuhan Kuala Riau.

Penolakan itu dikakukan, karena para penambang pompong belum mendapatkan kepastian kapan dermaga Pelantar Kuning tersebut mulai dan sampaikan kapan diperbaiki.

Dermaga itu, diketahui telah mengalami kerusakan sejak tahun 2020 yang lalu. Bahkan, dalam waktu dekat Pelantar Kuning tersebut diwacanakan akan ditutup.

“Gubernur janji akan memperbaiki. Katanya pelantar ini akan dibuatkan jembatan penghubung ke pelabuhan agar penumpang yang ingin menggunakan pelabuhan international tidak perlu berjalan jauh,” kata Penasehat Organisasi Penambang Perahu Motor (OPPM) Penyengat, Raja Asman, Senin (9/12).

BACA JUGA: Ingin Antar Hasil Tangkapan ke Penampung, Pompong Nelayan Tenggelam Dihantam Angin Kencang

Sehingga, ia bersama penambang pompong lainnya melakukan penolakan terkait wacana relokasi ke Pelabuhan Kuala Riau dikarenakan tidak ada kejelasan.

“Tidak ada kejelasan kapan ini selesai di renovasi dan sampai kapan kami harus menempati lokasi baru,” tambahnya.

Saat ini masih ada tumpang tindih terkait kepemilikan lahan Pelantar Kuning dengan warga. Sehingga, menurutnya MCC tidak akan melakukan pembangunan di Pelantar Kuning.

“Makanya MCC tidak mau melakukan pembangunan di pelantar ini,” ungkapnya.

Sementara menurut, Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Novaliandri Fathir menyampaikan bahwa memang ada tumpang tindih lahan seluas 2 Hektare. Dulunya, kata dia pelantar kuning itu merupakan aset Kabupaten Kepulauan Riau.

Penyelesaian kepemilikan lahan tersebut menjadi prioritas agar dapat dilakukan renovasi terhadap Pelantar Kuning. “Kita masih akan selesaikan masalah lahan, karena untuk wewenang lahannya itu berada di Pemko,” tambahnya.

Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri, Awaludin mengklaim pemindahan penambang pompong penyengat dipicu dengan faktor keselamatan. Sehingga, BUP berupaya meningkatkan fasilitas di Pelabuhan Kuala Riau untuk penambang pompong dan masyarakat yang akan berangkat menuju Pulau Penyengat.

“Kami tidak ada paksaan, ini murni karena kami memikirkan faktor keselamatan untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Penambang Pompong Penyengat Tolak Relokasi Dermaga pertama kali tampil pada Kepri.

Pemerintahan Pindah ke IKN Ditargetkan Paling Lambat 2029

0
Potret pembangunan Ibu Kota Negara. (Foto: Tangkap layar Instagram.com/@ikn_id)

batampos – Istana Kepresidenan memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menyelesaikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahkan, diharapkan IKN resmi menjadi ibu kota pemerintahan pada 2029.

“Pembangunan IKN akan terus dilanjutkan. Jika tidak ada kendala, maka tahun 2028, atau paling lambat 2029 IKN sudah bisa menjadi ibu kota politik,” kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi kepada wartawan, Selasa (10/12).

Menurut Hasan, pemindahan ibu kota negara ke IKN setelah seluruh fungsinya bisa diterapkan, khususnya sebagai ibu kota politik.

Tentunya, menunggu tersedianya kantor eksekutif, legislatif dan yudikatif terselesaikan sepenuhnya.

“Presiden mengatakan bahwa kepindahan pemerintahan ke IKN, setelah IKN bisa memerankan fungsi sebagai ibu kota politik,” ucap Hasan.

Adapun, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti memastikan kesiapan infrastruktur dasar di Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangka persiapan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada awal tahun 2025 dan rencana pemindahan ibu kota negara pada tahun 2028.

Menurutnya, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto pemindahan ibu kota negara ke IKN harus tetap dilakukan, salah satunya karena peningkatan air muka laut yang mengancam wilayah Jakarta.

Selain itu, Presiden Prabowo juga berencana untuk mulai berkantor di IKN pada 17 Agustus 2028.

“Kami tetap semangat untuk menyesaikan IKN, alokasi anggarannya pun tetap ada juga di Kementerian untuk melanjutkan infrastrukturnya. Persiapan untuk pemindahan ke IKN juga sudah mulai kita lakukan dari sekarang,” pungkas Diana dalam Rapat Strategi Re-Introduksi IKN di kantor Otorita IKN (OIKN), Jakarta, Senin (9/12). (*)

Sumber: JP Group

Artikel Pemerintahan Pindah ke IKN Ditargetkan Paling Lambat 2029 pertama kali tampil pada News.

Guru Tak Harus Mengajar 24 Jam Seminggu di Kelas, Bisa Diganti Keaktifan di Masyarakat Hingga Kepanitiaan Sekolah

0
ILUSTRASI: Guru  mengajar siswa. (Suriani Mappong/Antara)

batampos – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akan mengubah sistem pengelolaan kinerja perangkat sekolah. Kali ini, aturan tak hanya berlaku untuk guru dan kepala sekolah, tapi juga pengawas sekolah.

Mu’ti menyampaikan, pembaruan ini merupakan respons atas masukkan para guru yang merasa bahwa pengelolaan e-kinerja sebelumnya ribet dan belibet. Bahkan, mereka harus meninggalkan kelas demi mengejar pemenuhan administrasi.

Dengan sistem yang baru, waktu mengajar 24 jam seminggu tak harus 100 persen dipenuhi melalui tatap muka di kelas seperti aturan sebelumnya.

Pemenuhan dapat ditempuh dengan membimbing peserta didik. Dapat pula dipenuhi melalui peningkatan kompetensi guru.

Pelatihan akan diselenggarakan oleh Kemendikdasmen guna menghindari seminar yang kaleng-kaleng, yang bahkan tidak memiliki bagian dari peningkatan kompetensi dan kualitas guru.

Sebelumnya, dikatakan Mu’ti, aturan mengajar 24 jam seminggu ini membuat para guru keteteran. Mereka tidak bisa memenuhi target tersebut di satu sekolah lantaran jumlah kelas dan jam mengajar yang juga terbatas.

Imbasnya, mereka harus harus mengejar dari lonceng ke lonceng lain sehingga tugas utama guru untuk membimbing para murid seringkali tidak dapat terlaksana dengan baik.

“Saya sering menyebut sebagian guru itu adalah guru yang hit and run. Datang untuk mengajar, setelah itu kabur entah kemana kita tidak tahu,” ujarnya dalam acara peluncuran pembaruan sistem pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di Jakarta, Senin (9/12).

Bukan hanya bimbingan siswa ataupun peningkatan kualitas guru saja, mulai tahun depan, keaktifan guru di masyarakat juga bisa dihitung jadi bagian kewajiban pemenuhan mengajar 24 jam.

Keaktifan guru dalam kegiatan-kegiatan di sekolah juga nantinya bisa dihitung untuk menjadi pengganti jam mengajar di kelas. Misalnya, ikut kepanitian, upacara, dan aktivitas lainnya.

“Sehingga 24 jam itu tidak hanya guru mengajar. Tapi juga kegiatan-kegiatan lain yang berkait dengan kompetensi dan profesi guru,” jelasnya.

Yang baru lagi, lanjut Mu’ti, pelaporan ini tak perlu dibuat 1 tahun 2 kali seperti sebelumnya. Cukup 1 kali dalam 1 tahun.

Selain itu, pelaporannya tidak perlu diunggah oleh masing-masing guru. “cukup nanti dibuat, diverifikasi kepala sekolah, yang mengunggah adalah kepala sekolah,” jelasnya.

Mu’ti menegaskan, adanya sistem pelaporan baru ini tak lantas melonggarkan atau mengurangi tugas dan kewajiban para guru.

Melalui aturan baru ini guru justru diharapkan lebih aktif terlibat sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing untuk memperkuat pendidikan karakter. Sekaligus aktif dalam kegiatan masyarakat dan terlibat dalam berbagai macam kegiatan yang diselenggarakan di satuan pendidikan.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GKT) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengungkapkan, pihaknya tengah menyempurnakan juknis perhitungan bobot untuk masing-masing kegiatan tersebut untuk bisa dikonversi ke jam mengajar. (*)

Sumber: JP Group

 

Artikel Guru Tak Harus Mengajar 24 Jam Seminggu di Kelas, Bisa Diganti Keaktifan di Masyarakat Hingga Kepanitiaan Sekolah pertama kali tampil pada News.

Ingin Hengkang, Justin Hubner Unfollow Akun Instagram Wolves

0
Justin Hubner terpantau berhenti mengikuti akun media sosial resmi milik Wolves (istimewa)

batampos – Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, kembali menjadi sorotan setelah menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Wolverhampton Wanderers. Tak hanya itu, langkah drastis lain yang ia ambil adalah berhenti mengikuti akun resmi Wolves di Instagram, memicu spekulasi mengenai retaknya hubungan antara dirinya dan klub Liga Inggris tersebut.

Keputusan ini muncul setelah Hubner merasa tidak mendapatkan cukup waktu bermain di Wolves, meski sebelumnya ia pernah menjadi kapten tim U-21 klub tersebut. Kariernya di Wolves mengalami penurunan signifikan setelah kembali dari masa peminjaman di klub Jepang, Cerezo Osaka, pada pertengahan 2024.

Langkah berhenti mengikuti akun resmi klub di media sosial dianggap sebagai buntut dari kekecewaannya terhadap situasi saat ini. Hubner yang hanya tampil satu kali di Premier League 2 musim ini, mulai merasa bahwa posisinya tidak lagi dihargai.

Melalui unggahan Instagram story di akun pribadinya, Hubner mengungkapkan niatnya untuk meninggalkan Wolves.

“Banyak orang bertanya mengapa saya tidak bermain di sini (Wolves U-21). Saya akan meninggalkan klub ini musim ini,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti ketidakadilan dengan mengatakan, “Bek terbaik di sini tidak punya kesempatan bermain.”

Keputusan berhenti mengikuti Wolves di Instagram ini semakin mempertegas keretakan hubungan tersebut. Sikap Hubner yang dinilai blak-blakan juga menuai pro dan kontra di kalangan netizen.

Sebagian pihak menganggap tindakannya tidak etis karena ia masih memiliki kontrak dengan Wolves. Sementara yang lain memaklumi langkah tersebut sebagai ungkapan kekecewaan seorang pemain muda yang ingin berkembang.

Di sisi lain, kontribusi Hubner bersama Timnas Indonesia tetap menjadi sorotan positif. Di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong, ia menjadi andalan lini belakang Garuda. Penampilan solidnya di berbagai turnamen internasional telah menjadikannya salah satu pemain inti di skuad Timnas Indonesia.

Namun, tantangan tetap ada. Dalam laga terakhir melawan Arab Saudi di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Hubner menerima kartu merah. Hal ini membuatnya harus absen dalam dua laga berikutnya melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025.

Dengan situasi ini, Hubner merasa bahwa mencari klub baru adalah langkah terbaik untuk menjaga konsistensi waktu bermain sekaligus performanya di level internasional. Langkahnya menghentikan interaksi media sosial dengan Wolves pun semakin menegaskan keinginannya untuk benar-benar meninggalkan klub tersebut.

Keputusan Justin Hubner ini menjadi pengingat bahwa perkembangan karier pemain muda tidak hanya bergantung pada bakat, tetapi juga pada lingkungan yang mendukung. Langkahnya mencari klub baru menunjukkan bahwa ia siap mengejar peluang untuk terus berkembang sebagai pemain profesional, baik di level klub maupun internasional. (*)

Artikel Ingin Hengkang, Justin Hubner Unfollow Akun Instagram Wolves pertama kali tampil pada Olahraga.

Pemuda Kristen se-Kota Batam Gelar Natal Oikumene 2024, ‘Mempererat Kebersamaan Antarpemuda Lintas Gereja’

0

batampos– Ribuan pemuda Kristen dari berbagai denominasi gereja di Kota Batam akan berkumpul dalam perayaan Natal Oikumene Pemuda se-Kota Batam 2024 yang akan digelar  Selasa (10/112) di Gereja GBI Tabgha Botania 1, Batam Center.

Acara ini dimulai pukul 18.00 WIB hingga selesai dengan tema Natal yang penuh makna, yakni “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem”, berdasarkan Lukas 2:15.

Ketua Panitia Pelaksana, Thomson Sitompul, menjelaskan bahwa perayaan Natal ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga kesempatan untuk mempererat kebersamaan antar pemuda lintas gereja.

BACA JUGA: Aktivitas di Pusat Perbelanjaan Meningkat Jelang Natal dan Tahun Baru

“Kami ingin Natal ini menjadi ajang persekutuan dan refleksi iman bagi para pemuda Kristen di Batam. Selain itu, kami juga ingin memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui aksi sosial untuk pulau-pulau terluar di sekitar Kota Batam, agar mereka turut merasakan sukacita Natal,” ujar Thomson Sitompul.

Dalam perayaan ini, jemaat akan dilayani oleh Pendeta Aurelius Porawouw, seorang pendeta muda yang dikenal juga aktif dalam advokasi isu dan korban perdagangan orang. Acara juga dirancang dengan berbagai rangkaian, mulai dari pujian dan penyembahan, refleksi firman Tuhan, hingga momen berbagi kasih melalui aksi sosial yang akan dilaksanakan di hari terpisah.

Ketua Komisi Pemuda Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Kepri dan Batam sekaligus Ketua Panitia Pengarah, Rikson Tampubolon, menegaskan pentingnya semangat inklusivitas dan solidaritas dalam perayaan ini.

“Natal adalah tentang cinta kasih yang universal. Dengan tema ‘Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem,’ kami mengajak pemuda untuk kembali kepada esensi Natal: melayani dan peduli kepada sesama, terutama mereka yang berada di wilayah terluar. Aksi sosial yang kami rancang adalah bentuk nyata dari pesan ini,” jelas Rikson Tampubolon.

Acara ini diharapkan menjadi perayaan yang bukan hanya memperkuat iman para pemuda, tetapi juga menjadi inspirasi untuk bertindak nyata dalam membangun komunitas yang peduli dan inklusif.

Masyarakat Kota Batam diundang untuk berpartisipasi, baik dalam doa maupun dukungan terhadap kegiatan sosial yang dilakukan panitia. Panitia berharap bahwa semangat Natal ini akan menyebarkan sukacita, damai, dan harapan bagi semua yang merayakannya, baik di dalam gereja maupun di masyarakat sekitar. (*)

Artikel Pemuda Kristen se-Kota Batam Gelar Natal Oikumene 2024, ‘Mempererat Kebersamaan Antarpemuda Lintas Gereja’ pertama kali tampil pada Metropolis.

Asnawi Mangkualam Dapat Sebutan Golden Oldie dari Media Internasional

0
Asnawi Mangkualam jadi pemain tertua di skuad Timnas Indonesia pada Piala AFF 2024. (Instagram Aswani Mangkualam)

batampos – Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan 1-0 melawan Myanmar di Grup B Piala AFF 2024. Laga tersebut berlangsung di Stadion Thuwunna, Senin (9/12)

Di babak pertama, Timnas Indonesia mempunyai beberapa peluang untuk menjebol gawang Myanmar yang dikawal Zin Nyi Nyi Aung. Asnawi Mangkualam yang masuk di awal babak kedua memberikan dampak positif dengan melakukan tendangan di menit ke-76 hasil umpan pendek Kadek Arel yang membuat Timnas Indonesia unggul hingga akhir pertandingan.

Pemain asal klub Thai Port FC itu mendapatkan perhatian dari salah satu media internasional ESPN yang juga menyoroti turnamen Piala AFF 2024. Bahkan, mereka menyebut Asnawi sebagai ‘Golden Oldie’ atau yang bisa diartikan sebagai ‘Si Tua yang Gemilang’.

“Memang agak menyakitkan jika menyebut Asnawi Mangkualam dengan sebutan ‘tua’, tetapi faktanya, di usianya yang masih muda, 25 tahun, ia sudah menjadi anggota tertua skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2024,” tulis ESPN, Selasa (10/12).

Dari 11 pemain utama yang dimainkan sejak babak pertama, hanya Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan yang sudah pernah mencicipi gelaran Piala AFF.

Karena beberapa pemain masih minim pengalaman, membuat Shin Tae-yong memasukkan pemain seperti Asnawi Mangkualam dan Rafael Struick saat memasuki babak kedua. Alhasil, pemain nomor punggung 14 itu mampu membantu Timnas Indonesia mencuri tiga poin dari tim asuhan Myo Hlaing Win.

Timnas Indonesia sangat terbantu dengan kehadiran pemain senior seperti Asnawi dalam ajang Piala AFF. Dalam pertandingan ini, mantan pemain Ansan Greeners tersebut mendapatkan rating 7,8 melalui data Sofascore yang mengutip dari akun Instagram @bloopersfootball.

Di laga selanjutnya, Timnas Indonesia akan menghadapi Laos, (12/12) di Stadion Manahan, Solo. Saat ini, mereka berada posisi kedua klasemen Grup B di bawah Vietnam yang berhasil mengalahkan Laos 4-1. (*)

 

Artikel Asnawi Mangkualam Dapat Sebutan Golden Oldie dari Media Internasional pertama kali tampil pada Olahraga.