Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 263

BKKBN Kepri Gelar Gerakan Indonesia ASRI Serentak di Tujuh Daerah

0

 

Peserta Gerakan Indonesia ASRI BKKBN Kepri melakukan aksi bersih pantai di Pantai Ciptaland Batam, Tiban Indah, Sekupang, Jumat (6/2). F. BKKBN Kepri untuk Batam Pos

batampos – Pemerintah terus memperkuat komitmen penanganan sampah nasional melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Di Provinsi Kepulauan Riau, gerakan ini dimulai dari Kantor Perwakilan BKKBN Kepri pada Rabu (4/2/2026), lalu berpuncak dengan aksi serentak di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, Jumat (6/2/2026).

Di Kota Batam, kegiatan dipusatkan di Pantai Ciptaland, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang. Ratusan peserta dari berbagai unsur terlibat dalam aksi bersih pantai dan kampanye pengurangan sampah plastik.

Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor. Program ini dicanangkan sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan bersih, tertata, dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif masyarakat.

Baca Juga: Kemarau Berkepanjangan, PJR Polda Kepri Distribusikan Air Bersih ke Warga Bintan Timur

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rohina, mengatakan pemilihan kawasan pesisir sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai strategis untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan laut dan pantai.

“Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, BKKBN Kepri berkomitmen mendukung penanganan sampah nasional secara terpadu sekaligus mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan pegawai Perwakilan BKKBN Kepri, PKB/PLKB Kota Batam, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, unsur TNI-Polri, aparatur kecamatan dan kelurahan, hingga perguruan tinggi. Generasi muda dari GenRe, PIK-R, serta siswa Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) turut ambil bagian.

Rangkaian kegiatan difokuskan pada aksi bersih pantai di sepanjang pesisir Pantai Ciptaland, disertai kampanye Gerakan Bebas Plastik Sekali Pakai. Peserta diajak membiasakan perilaku ramah lingkungan, seperti membawa botol minum dan alat makan sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Puncak kegiatan Gerakan Indonesia ASRI di Kepri disaksikan secara daring oleh Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Dr. Edi Setiawan serta Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti.

Baca Juga: TKA Tanpa RPTKA Marak, Disnaker Kepri Perketat Pengawasan Kawasan Industri

Nopian menegaskan, Gerakan Indonesia ASRI tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah awal membangun budaya hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi gerakan yang mengakar. Kesadaran mengelola sampah perlu dimulai dari lingkungan keluarga, khususnya dalam memilah sampah yang tidak dapat terurai seperti plastik,” katanya.

Melalui Gerakan Indonesia ASRI, diharapkan terbangun partisipasi berkelanjutan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mewujudkan Kepulauan Riau yang aman, sehat, resik, dan indah. (*)

Artikel BKKBN Kepri Gelar Gerakan Indonesia ASRI Serentak di Tujuh Daerah pertama kali tampil pada Kepri.

Suraj Chavan Viral Dijuluki “Indian Justin Bieber”, Ini Kisah Hidupnya

0
Suraj Vachan. F. x.com/DonaldMakhasane.

batampos – Nama Suraj Chavan mendadak viral di media sosial setelah dijuluki netizen sebagai pria tertampan di India. Pria asal Maharashtra itu bahkan disebut-sebut mirip penyanyi pop dunia Justin Bieber, sehingga mendapat julukan “Indian Justin Bieber”.

Julukan tersebut muncul dari tren meme dan unggahan viral di berbagai platform media sosial, seperti TikTok dan X. Banyak warganet menyoroti gaya rambut, penampilan, serta aura Suraj yang dianggap mengingatkan pada Justin Bieber di masa awal kariernya.

Popularitas Suraj Chavan bermula dari konten hiburan dan cover lagu pop yang ia unggah secara konsisten di media sosial. Gaya natural, video tanpa skrip, serta karisma yang kuat membuat kontennya cepat menarik perhatian dan meraih jutaan penayangan dalam waktu singkat.

Nama Suraj semakin melambung setelah ia tampil dan keluar sebagai pemenang dalam ajang reality show Bigg Boss Marathi 5, salah satu program televisi paling populer di India. Kemenangannya membuat Suraj dikenal luas oleh publik, tidak hanya di dunia maya tetapi juga di layar kaca.

Selain dikenal sebagai kreator konten, Suraj juga menapaki dunia akting. Ia tercatat pernah membintangi sejumlah film regional, seperti Musandi (2023), Raja Rani (2024), dan Zapuk Zupuk (2025).

Di balik ketenarannya saat ini, Suraj Chavan memiliki kisah hidup yang inspiratif. Ia lahir pada 1992 di sebuah desa kecil di distrik Baramati, Maharashtra. Suraj menjadi yatim piatu sejak usia muda dan terpaksa berhenti sekolah setelah kelas 8 karena keterbatasan ekonomi.

Untuk bertahan hidup, Suraj sempat bekerja sebagai buruh harian demi menghidupi dirinya dan lima kakak perempuannya. Perjalanan hidup tersebut menjadi bagian dari cerita yang membuat banyak penggemarnya merasa terinspirasi.

Belakangan, kehidupan pribadi Suraj juga menjadi sorotan. Ia resmi menikah dengan Sanjana Gophane, teman masa kecilnya, yang diumumkan melalui unggahan di akun Instagram pada November 2025.

Julukan sebagai pria tertampan di India dan kemiripan dengan Justin Bieber membuat nama Suraj Chavan kini menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan, terutama di kalangan generasi muda India. (*)

Artikel Suraj Chavan Viral Dijuluki “Indian Justin Bieber”, Ini Kisah Hidupnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dua Mahkota di Usia 9 Tahun, Langkah Kecil yang Menembus Panggung Besar

0
Elizabeth Sarwenda saat tampil di salah satu event model nasional. Diusianya yang masih sangat muda, sudah bertabur prestasi dan kini siap bersaing di event internasional. F. Dokumentasi Elizabeth

Mahkota itu berkilau di bawah sorot lampu. Namun bagi Elizabeth Sarwenda, kilau sesungguhnya datang dari perjalanan panjang yang dilaluinya. Di usia sembilan tahun, gadis kecil asal Kota Batam ini pulang dari panggung nasional Grand Model Indonesia (GMI) dengan dua mahkota sekaligus—sebuah pencapaian yang melampaui sekadar kemenangan lomba.

ELIZABETH dinobatkan sebagai Winner kategori Mini Miss dan 1st Runner Up Miss Popular. Dua selempang—Winner dan Popular—tersemat di dadanya, menandai keberhasilannya menaklukkan persaingan ketat di tingkat nasional. Ia juga membawa pulang sejumlah penghargaan lain: piala Winner, piala Runner Up, serta piagam Top 5, melengkapi prestasi yang nyaris sempurna.

Tak berhenti di situ, Elizabeth kembali mencuri perhatian lewat gelar tambahan: Winner Best Costume National, Winner Best Interview Award, dan Winner Fashionista Star Award. Deretan penghargaan ini menegaskan bahwa penilaian tidak semata bertumpu pada langkah di catwalk, tetapi juga pada keberanian berbicara, kepercayaan diri, dan karakter personal.

Di atas panggung, Elizabeth tak hanya berlenggak. Ia juga menampilkan bakat bermain biola—salah satu sesi krusial dalam kompetisi yang konsepnya menyerupai ajang Miss Indonesia, dengan perbedaan utama pada kategori usia anak-anak dalam kelas Mini Miss. Di arena inilah, Elizabeth tampil menonjol.

Proses Panjang di Balik Sorotan

Sorot lampu dan tepuk tangan penonton hanya menyinari hasil akhir. Di baliknya, ada proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan ketekunan.

Elizabeth merupakan putri dari Yolanda. Sejak usia enam tahun, ia sudah menunjukkan keberanian tampil di depan umum. Namun keseriusannya menekuni dunia modeling baru dimulai sekitar satu tahun terakhir, tepatnya awal 2025, ketika bergabung dengan Youngstar Production Batam.

“Sejak kecil dia memang berani tampil dan percaya diri. Dari situlah saya melihat ada bakat dan ketertarikan di bidang ini,” ujar Yolanda kepada Batam Pos, Kamis (5/2).

Sebelum menembus panggung nasional, Elizabeth telah malang melintang di berbagai lomba modeling tingkat kota di Batam. Beragam ajang fashion show dilaluinya, mulai dari busana Imlek, busana adat Nusantara, hingga busana kasual.

“Kalau lomba-lomba di Batam, cukup sering diikuti. Alhamdulillah juga sering meraih penghargaan, seperti piala, piagam, dan uang tunai,” kata Yolanda.

Satu-satunya Wakil Kepri

Tahun ini menjadi titik balik penting. Untuk pertama kalinya, Elizabeth tampil di tingkat nasional melalui ajang Grand Model Indonesia di Jakarta. Ia dipercaya mewakili Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan menjadi satu-satunya perwakilan dari daerah tersebut.

Ajang ini berlangsung pada 28 Januari hingga 2 Februari 2026. Selama lima hari, para peserta menjalani karantina ketat—empat hari karantina intensif dan satu hari grand final.

“Selama karantina, aktivitasnya sangat padat. Bangun jam empat subuh untuk make up, dan baru selesai sekitar jam dua belas malam. Itu berlangsung selama lima hari,” tutur Yolanda.

Bagi anak seusia Elizabeth, jadwal sepadat itu tentu bukan perkara mudah. Namun disiplin dan ketekunannya berbuah manis. Dari 16 peserta kategori Mini Miss yang berasal dari berbagai provinsi—Aceh, Pinrang, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, hingga Bangka Belitung—Elizabeth berhasil keluar sebagai Winner. Dari 54 peserta kategori Miss Popular, ia juga meraih 1st Runner Up.

“Untuk anak usia 9 tahun, itu luar biasa. Dia bisa melewati semua proses sampai akhirnya menjadi winner. Itu momen yang paling membekas dan membuat saya sangat terharu,” ujar Yolanda.

Sekolah, Keluarga, dan Karakter

Saat ini, Elizabeth duduk di kelas IV SD Yehonala. Meski aktif di dunia modeling, pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Latihan modeling dijalani sekitar dua kali sepekan dan tidak mengganggu kegiatan belajar.

“Pihak sekolah sangat mendukung, selama tidak mengganggu aktivitas belajar,” jelas Yolanda.

Elizabeth merupakan anak pertama dari dua bersaudara, lahir dari ayah berdarah Tionghoa dan ibu bersuku Jawa. Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanannya.

“Kami selalu mendukung, baik secara moral maupun emosional. Tapi kami juga selalu mengingatkan Elizabeth untuk tetap rendah hati dan terus belajar,” katanya.

Menuju Panggung Internasional

Usai menorehkan prestasi di tingkat nasional, langkah Elizabeth belum berhenti. Ia dijadwalkan mengikuti ajang internasional pada akhir tahun ini, membawa nama Indonesia ke panggung yang lebih luas.

Bagi Yolanda, prestasi bukanlah tujuan akhir. “Harapan saya, Elizabeth tetap menjadi anak yang rendah hati, disiplin, dan berpendidikan baik. Prestasi itu penting, tapi karakter, sopan santun, dan pendidikan adalah bekal utama untuk masa depan yang baik,” ujarnya.

Di usia yang masih belia, Elizabeth Sarwenda telah membuktikan bahwa langkah kecil, bila dijalani dengan tekun, mampu menembus panggung besar—dari Batam, ke nasional, dan segera ke dunia. (***)

Artikel Dua Mahkota di Usia 9 Tahun, Langkah Kecil yang Menembus Panggung Besar pertama kali tampil pada Metropolis.

ASDP Ungkap Kronologi Penumpang KMP Bahtera Nusantara Lompat ke Laut

0
Kuswanto ditangani di rumah sakit setelah lompat dari kapal, Kamis (5/2). F. Ainul Yaqin untuk Batam Pos.

batampos – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan penjelasan terkait insiden seorang penumpang KMP Bahtera Nusantara (BN) 01 yang meloncat ke laut saat kapal RoRo berlayar dari Bintan menuju Pelabuhan Kuala Maras, Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (5/2).

Penumpang tersebut diketahui bernama Kuswanto, yang saat kejadian berada dalam pengawalan dua personel Polres Anambas.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, saat kapal berada di sekitar tiga mil laut di utara Tanjungpedas.

“Kejadiannya sekitar pukul enam sore. Kapal saat itu sudah dalam pelayaran menuju Anambas,” ujar Ainul, Jumat (6/2).

Ainul menjelaskan, KMP Bahtera Nusantara 01 bertolak dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, pada Kamis (5/2) sekitar pukul 00.05 WIB.

Sebelum kejadian, Kuswanto sempat makan sore sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu, ia duduk di depan pintu kamar embarkasi di bagian haluan kiri kapal.

“Tanpa diduga, yang bersangkutan berdiri dan langsung meloncat ke laut dari pintu embarkasi haluan kiri. Informasi dari petugas di kapal, yang bersangkutan mencoba melarikan diri,” jelas Ainul.

Aksi tersebut sempat mengundang perhatian penumpang lain di atas kapal. Menyadari kejadian itu, dua petugas kepolisian yang mengawal Kuswanto bersama kru kapal langsung melakukan upaya pencarian.

“Pencarian dilakukan sekitar 30 menit. Penumpang dan anak buah kapal juga melihat proses pencarian tersebut,” ujarnya.

Dalam proses pencarian, sebuah perahu nelayan yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian berhasil menemukan Kuswanto.

“Korban dievakuasi menggunakan perahu nelayan yang melintas di lokasi,” kata Ainul.

Setelah berhasil dievakuasi, Kuswanto kemudian dibawa ke rumah sakit setibanya kapal di Pelabuhan Kuala Maras, Anambas, untuk mendapatkan penanganan medis.

ASDP memastikan operasional pelayaran KMP Bahtera Nusantara tetap berjalan sesuai prosedur keselamatan dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan insiden tersebut. (*)

Artikel ASDP Ungkap Kronologi Penumpang KMP Bahtera Nusantara Lompat ke Laut pertama kali tampil pada Kepri.

AirFish Singapura–Batam Masih Wacana, Pemprov Kepri Buka Peluang Asal Penuhi Regulasi

0
AirFish Siap Hubungkan Singapura dan Batam, target beroperasi 2026. F. x.com/italysingapore

batampos – Rencana pengoperasian transportasi cepat AirFish rute Singapura–Batam yang diklaim mampu memangkas waktu tempuh menjadi sekitar 25 menit, hingga kini masih sebatas wacana. Pemerintah daerah menegaskan belum ada pembahasan resmi maupun pengajuan perizinan dari pihak pengembang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hasan mengatakan, belum terdapat kerja sama atau permohonan izin terkait pengoperasian moda transportasi berbasis teknologi Wing in Ground (WIG) effect tersebut di wilayah Kepri.

“AirFish yang disebut-sebut bisa menempuh perjalanan Singapura–Batam sekitar 25 menit itu sampai sekarang belum ada kerja sama apa pun. Belum ada pembicaraan resmi dengan pemerintah provinsi,” ujar Hasan, Jumat (6/2).

Baca Juga: Beli Rp172 Juta, Dicatat Rp156 Juta: Ada Apa dengan Rumah Subsidi Batam?

Menurut Hasan, teknologi AirFish tergolong baru sehingga membutuhkan kajian menyeluruh serta proses perizinan yang ketat, terutama terkait aspek keselamatan, pelabuhan, dan regulasi lintas negara.

“Ini bukan transportasi biasa. Proses perizinannya cukup berat, hampir sama seperti kapal yacht. Jadi tidak bisa serta-merta dioperasikan,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah belum dapat memastikan apakah AirFish dapat beroperasi di Batam maupun melayani rute internasional Singapura–Batam, mengingat hingga kini belum ada pengajuan resmi dari pengembang.

“Kalau ke depan ada pengajuan secara resmi, tentu akan kami kaji sesuai aturan yang berlaku. Namun saat ini belum ada,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata. Ia menyebut, hingga kini transportasi penumpang lintas Batam–Singapura masih sepenuhnya dilayani kapal feri.

Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Diketahui Berada di Tanjunguban

“Belum ada rencana menggunakan moda transportasi itu,” katanya singkat.

Meski demikian, kehadiran AirFish dinilai berpotensi menjadi alternatif transportasi lintas negara yang lebih cepat dan efisien. Waktu tempuh yang lebih singkat diyakini dapat mendukung mobilitas wisatawan dan pelaku usaha, terutama untuk kunjungan singkat dan akhir pekan.

AirFish merupakan kendaraan laut berteknologi WIG yang memanfaatkan efek aerodinamis di atas permukaan air untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan ini beroperasi rendah di atas laut dan lepas landas dari permukaan air, sehingga mampu memangkas waktu tempuh dibandingkan feri konvensional.

Rencana pengoperasian AirFish diumumkan oleh ST Engineering AirX—unit patungan antara perusahaan teknologi Singapura ST Engineering dan startup Peluca—bersama operator feri BatamFast dalam ajang Singapore Airshow 2026. Layanan penumpang Singapura–Batam ditargetkan mulai beroperasi pada paruh kedua 2026.

Namun demikian, pengoperasian rute tersebut masih menunggu persetujuan regulasi serta sertifikasi akhir dari otoritas terkait di Indonesia dan Singapura.

Baca Juga: Cuaca Panas, Ini Rekomendasi 5 Tempat Jus Buah Segar Favorit di Batam

AirFish dirancang mampu mengangkut 8 hingga 10 penumpang termasuk awak. Saat ini, unit kendaraan masih dalam tahap perakitan di Singapura. Secara dimensi, AirFish memiliki panjang sekitar 17 meter dan lebar 15 meter, dengan jangkauan operasional lebih dari 300 mil laut.

Proses persetujuan dan sertifikasi keselamatan telah berlangsung sejak 2024 bersama Bureau Veritas untuk memastikan kelayakan operasional kendaraan tersebut. (*)

Artikel AirFish Singapura–Batam Masih Wacana, Pemprov Kepri Buka Peluang Asal Penuhi Regulasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar Rombak Kepala Dinas: Dohar Pimpin DLH, Herman Rozie Geser ke Perpustakaan

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melantik dan pengambilan sumpah jabatan empat kepala dinas yang baru, di Aula Lantai IV Gedung Pemko Batam, Jumat (6/2) sore. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kembali merombak jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dan fungsional, Dohar Mangalando Hasibuan resmi ditunjuk sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sementara Herman Rozie digeser menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Aula Lantai IV Gedung Pemko Batam, Jumat (6/2) sore. Prosesi dipimpin langsung Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, serta dihadiri Sekretaris Daerah dan jajaran pejabat Pemko Batam.

Dalam perombakan tersebut, terdapat empat kepala dinas yang dilantik dan dirotasi. Herman Rozie yang sebelumnya menjabat Kepala DLH kini dipercaya memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Hendriani Agustini dilantik sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), setelah sebelumnya menjabat Kepala Inspektorat Kota Batam.

Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Diketahui Berada di Tanjunguban

Sementara itu, Dohar Mangalando Hasibuan yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) ditunjuk sebagai Kepala DLH. Metra Dinata dipercaya memimpin Dinas BMSDA setelah sebelumnya menjabat Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Batam.

Amsakar menegaskan, rotasi jabatan bukan sekadar perpindahan posisi, melainkan bagian dari proses penguatan dan pematangan birokrasi.

“Selamat kepada saudara-saudara yang baru dilantik. Ayo bekerja dan persembahkan yang terbaik untuk Kota Batam,” ujar Amsakar.

Kepada Herman Rozie, Amsakar berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tidak hanya menjadi ruang penyimpanan buku, melainkan pusat literasi yang hidup dan aktif.

“Masifkan kemitraan dengan sekolah-sekolah. Jadikan perpustakaan kita mengesankan dan benar-benar dikunjungi anak-anak serta pelajar yang haus ilmu pengetahuan,” katanya.

Kepada Hendriani Agustini yang baru dilantik sebagai Kepala Damkar, Amsakar langsung menyinggung persoalan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terjadi sehari sebelum pelantikan.

Baca Juga: Bisnis Sabu dari Balik Jeruji, Empat Narapidana Batam Divonis 7 Tahun Penjara

“Belum dilantik sudah ada masalah. Kendaraan kita juga kabarnya mulai rusak. Ini perlu segera dibenahi,” tegasnya.

Amsakar juga berbagi pengalamannya meniti karier birokrasi untuk menegaskan bahwa jabatan tidak menentukan reputasi, melainkan cara bekerja dan integritas.

“Semua tempat itu adalah jalan pematangan. Tidak ada satu titik pun di birokrasi ini yang tidak bersentuhan dengan persoalan,” ujarnya.

Kepada Metra Dinata di Dinas BMSDA, Amsakar menekankan percepatan penyelesaian proyek infrastruktur, terutama di kawasan padat lalu lintas seperti Sungai Beduk hingga Nongsa.

“Wilayah itu luar biasa macetnya. Infrastruktur yang sudah dianggarkan harus dituntaskan. Koordinasi harus kuat,” katanya.

Sorotan paling tajam disampaikan kepada Dohar Hasibuan yang kini memimpin DLH. Amsakar menilai persoalan sampah di Batam sudah sangat kompleks dan membutuhkan penanganan ekstra.

“Masalah sampah ini luar biasa kompleks. Kalau perlu, tak usah tidur-tidur,” ucapnya.

Ia menyebut Batam berada di peringkat sekitar 124 dari 336 daerah di Indonesia dalam kategori darurat sampah. Meski belum masuk kategori terburuk, Amsakar menilai persoalan ini harus ditangani lebih cepat dan agresif.

Baca Juga: Beli Rp172 Juta, Dicatat Rp156 Juta: Ada Apa dengan Rumah Subsidi Batam?

Amsakar juga mengaitkan persoalan kebersihan kota dengan arahan Presiden, termasuk rencana Gerakan Indonesia Asri yang di Batam akan diterjemahkan menjadi Gema Batam Asri.

“Ini perintah langsung dari Presiden. Kota harus bersih. Baliho dan umbul-umbul yang tak tertata jangan sampai muncul. Sampah mesti dibereskan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa penanganan sampah, banjir, dan air bersih merupakan bagian dari janji politik utama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Dari 15 janji politik, tiga ini langsung dirasakan masyarakat. Kalau yang tiga ini tidak selesai, malu juga kami meneruskan pemerintahan ini,” ujarnya.

Amsakar berharap seluruh pejabat yang dilantik mampu bekerja lebih cepat, responsif, dan menghadirkan solusi atas persoalan riil warga.

“OPD harus hadir dan terasa manfaatnya. Progres sudah cukup baik, tapi belum cukup. Perlu kecepatan dan keberanian,” pungkasnya. (*)

Artikel Amsakar Rombak Kepala Dinas: Dohar Pimpin DLH, Herman Rozie Geser ke Perpustakaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ubisoft Setop Proyek Rahasia Gim Assassin’s Creed League

0
Ubisoft mundur dari multiplayer Assassin’s Creed, proyek League dihentikan. F. x.com/IGN.

batampos – Ubisoft dilaporkan membatalkan proyek gim multiplayer rahasia untuk waralaba Assassin’s Creed. Proyek tersebut diketahui tengah dikembangkan di studio Ubisoft Annecy dengan nama sementara Assassin’s Creed League.

Berdasarkan laporan sejumlah media gim internasional, Assassin’s Creed League awalnya dirancang sebagai pengalaman co-op multiplayer yang terhubung dengan dunia Assassin’s Creed: Shadows.

Gim ini memungkinkan hingga empat pemain bekerja sama dalam misi bersama, menggabungkan elemen aksi khas Assassin’s Creed dengan mekanisme permainan tim.

Proyek tersebut semula direncanakan sebagai konten tambahan atau DLC multiplayer. Namun, seiring berkembangnya skala pengembangan, Ubisoft mengubahnya menjadi judul terpisah.

Meski demikian, proyek Assassin’s Creed League akhirnya dihentikan sepenuhnya sebelum memasuki tahap pengujian publik. Keputusan pembatalan diambil di tengah proses restrukturisasi internal perusahaan yang tengah dijalankan Ubisoft.

Restrukturisasi tersebut mencakup penutupan sejumlah studio serta pembatalan beberapa proyek lain, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time yang sebelumnya telah diumumkan.

Assassin’s Creed sendiri dikenal sebagai waralaba yang berfokus pada pengalaman single player berbasis narasi. Mode multiplayer pernah diperkenalkan pada judul-judul lama seperti Assassin’s Creed Brotherhood dan Assassin’s Creed Unity, namun belakangan tidak lagi menjadi fitur utama seri tersebut.

Pembatalan Assassin’s Creed League dipandang sebagai sinyal bahwa Ubisoft semakin berhati-hati dalam mengembangkan konsep multiplayer untuk waralaba ini.

Meski proyek dihentikan, teknologi yang telah dikembangkan untuk mode multiplayer disebut tidak sepenuhnya ditinggalkan.

Sebagian teknologi tersebut kemungkinan masih akan dimanfaatkan oleh tim internal Ubisoft untuk mendukung fitur co-op atau elemen multiplayer terbatas pada judul Assassin’s Creed di masa depan.

Kabar pembatalan ini juga muncul bersamaan dengan laporan mengenai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perubahan strategi bisnis Ubisoft, yang memicu kritik dari sebagian karyawan serta komunitas gim.

Hingga saat ini, Ubisoft belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pembatalan proyek Assassin’s Creed League. Fokus perusahaan disebut kembali diarahkan pada pengembangan gim single player berskala besar dan proyek utama dalam waralaba Assassin’s Creed. (*)

Artikel Ubisoft Setop Proyek Rahasia Gim Assassin’s Creed League pertama kali tampil pada Lifestyle.

Luncurkan Amartha Prosper, Solusi Investasi Berdampak untuk UMKM di Perdesaan

0
Dari kiri Julie Fauzie, Chief Funding Amartha, bersama Melvin Mumpuni, Certified Financial Planner, dalam kegiatan media briefing “Peluncuran Amartha Prosper, Alternatif Investasi Dukung UMKM Perempuan di Perdesaan” di Jakarta, Jumat (6/2). F. Istimewa

batampos – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 80,5 persen pada 2025. Capaian ini turut ditopang oleh layanan keuangan digital, khususnya fintech, yang kian menjangkau UMKM di lapisan akar rumput. Seiring pertumbuhan tersebut, kebutuhan investor pun bergeser, tak hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga dampak ekonomi yang nyata.

Menjawab tren itu, Amartha resmi meluncurkan Amartha Prosper, solusi investasi berbasis dampak (impact investment) yang menghubungkan modal publik dengan pertumbuhan UMKM perdesaan. Produk ini terintegrasi dalam aplikasi Amartha dan memungkinkan investor memperoleh imbal hasil kompetitif sekaligus berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi komunitas, terutama perempuan pengusaha ultra mikro di desa.

Chief Funding Officer Amartha Julie Fauzie mengatakan, peluncuran Amartha Prosper merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memperluas akses investasi berdampak yang terukur dan bertanggung jawab.

“Amartha Prosper menjadi alternatif investasi pendapatan tetap yang kredibel dan relevan dengan kebutuhan investor saat ini, sekaligus memperkuat sektor UMKM produktif di Indonesia,” ujar Julie.

Melalui skema Amartha Prosper Grassroots Growth Series (GGS), investor dapat menyalurkan dana ke UMKM mitra Amartha dengan sebaran geografis dan sektor usaha yang luas. Diversifikasi ini memberi eksposur portofolio yang lebih merata dengan risiko yang lebih terukur.

Produk Amartha Prosper menawarkan potensi imbal hasil hingga 14 persen yang terbagi dalam empat profil risiko, yakni Balanced-Flex dengan imbal hasil bulanan fleksibel; Balanced yang relatif resilien terhadap kondisi ekonomi; Progressive dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi; serta Dynamic yang menawarkan potensi imbal hasil tertinggi dengan sensitivitas risiko yang lebih besar. Seluruh produk dapat diakses secara digital melalui aplikasi Amartha.

Selama 16 tahun beroperasi, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp37 triliun pembiayaan kepada lebih dari 3,7 juta perempuan pelaku UMKM di lebih dari 50 ribu desa di Indonesia. Fondasi tersebut diperkuat oleh kepercayaan lebih dari 320 ribu lender ritel terdaftar.

Dampak pendanaan juga terlihat secara nyata. Sepanjang 2024, mitra UMKM Amartha tercatat menciptakan lebih dari 110 ribu lapangan kerja, disertai peningkatan pendapatan dan kapasitas usaha. Atas praktik tata kelola yang dinilai baik, Amartha mendapat kepercayaan dari berbagai institusi nasional maupun global.

Tren Investasi Berdampak Kian Relevan

Tren investasi berbasis tujuan dinilai semakin relevan bagi investor jangka menengah. Laporan Global Impact Investing Network (GIIN) 2025 mencatat, 31 persen investor berencana meningkatkan alokasi investasi berdampak di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam lima tahun ke depan.

Certified Financial Planner Melvin Mumpuni menilai, investasi berbasis dampak dan prinsip ESG kini menjadi pertimbangan utama investor, selain imbal hasil.

“Transparansi, manajemen risiko, dan dampak sosial yang terukur menjadi faktor penting. Produk seperti Amartha Prosper berpotensi melengkapi strategi diversifikasi portofolio pendapatan tetap yang seimbang antara return dan purpose,” ujarnya.

Dampak investasi ini juga dirasakan langsung oleh mitra UMKM. Salah satunya Kamila, pelaku usaha nasi kuning dan soto banjar asal Kalimantan Selatan.

“Dulu sering menolak pesanan karena modal terbatas. Setelah mendapat pendanaan, stok bahan baku lebih siap, produksi lancar, dan pendapatan keluarga ikut meningkat,” kata Kamila, mitra Amartha sejak 2023.

Untuk memperluas dampak di tingkat komunitas, Amartha turut menghadirkan program “Cerita Rasa by Amartha Prosper”, kompetisi memasak yang melibatkan lebih dari 1.000 ibu mitra di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, dan Jawa.

“Ke depan, kami ingin Amartha Prosper menjadi jembatan antara investor dan pertumbuhan ekonomi komunitas yang berkelanjutan. Dengan fokus pada UMKM perdesaan, kami optimistis kontribusi terhadap ekonomi nasional akan semakin besar,” tutup Julie. (*)

Artikel Luncurkan Amartha Prosper, Solusi Investasi Berdampak untuk UMKM di Perdesaan pertama kali tampil pada News.

Masalah Sampah Mengancam Pariwisata Anambas, Pemda Diminta Serius Benahi

0
Wilayah pesisir yang juga pemukiman warga di Pulau Siantan tampak ada sampah. Pengelolaan sampah di Anambas harus serius. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Persoalan sampah menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Sampah tak hanya menumpuk di kawasan permukiman warga, tetapi juga mulai terlihat di sejumlah objek wisata yang selama ini menjadi andalan daerah perbatasan tersebut.

Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena sektor pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Jika pengelolaan sampah tidak segera dibenahi, dikhawatirkan dapat menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan Anambas.

Apalagi, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mengingatkan seluruh kepala daerah hingga instansi vertikal agar lebih serius menjaga kebersihan lingkungan.

Kebersihan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pariwisata sekaligus menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat.

Tokoh masyarakat Anambas, Indra Gunawan, menilai persoalan sampah sebenarnya dapat diatasi apabila pemerintah daerah memaksimalkan kolaborasi dengan pihak swasta, salah satunya melalui pengembangan Bank Sampah.

Menurut Indra, Bank Sampah merupakan solusi konkret karena tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Sampah ini sebenarnya bisa bernilai jika dikelola dengan baik. Pemerintah daerah perlu menggandeng pihak swasta untuk memperbanyak Bank Sampah di Anambas,” ujar Indra, Jumat (6/2).

Ia menjelaskan, keberadaan Bank Sampah dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, pengelolaan sampah yang baik juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.

“Kalau Bank Sampah dimaksimalkan, masyarakat bisa menabung sampah dan mendapatkan uang. Ini tentu membantu ekonomi warga, khususnya masyarakat menengah ke bawah,” tambahnya.

Indra menyebutkan, hingga saat ini komitmen nyata dalam pengembangan Bank Sampah baru terlihat dari Yayasan Anambas Foundation yang telah mendirikan Bank Sampah di sejumlah titik. Sampah yang dikumpulkan masyarakat kemudian dapat ditukar menjadi uang.

Selain itu, Indra juga menyoroti kondisi TPA yang berada di Desa Tarempa Selatan. Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap fasilitas tersebut agar tidak menimbulkan dampak lingkungan bagi warga sekitar.

“TPA di Tarempa Selatan harus benar-benar diperhatikan. Kalau tidak dikelola dengan baik, bisa mengganggu masyarakat sekitar dan tidak mampu menampung volume sampah yang terus bertambah,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah, mengatakan pihaknya terus berupaya mencari solusi atas persoalan sampah di daerah tersebut.

Khusus untuk TPA, Nurullah menyebutkan pihaknya tengah mengupayakan pembebasan sebagian lahan di pintu masuk area TPA yang sebelumnya sempat terkendala status kepemilikan.

“Dulu sempat dipalang oleh pemilik lahan. Sekarang kami berupaya secepatnya melakukan pembebasan agar akses ke TPA tidak terkendala lagi,” ujar Nurullah.

Selain itu, pihaknya juga merencanakan pengadaan mesin generator penghancur sampah. Langkah ini dilakukan karena sesuai aturan terbaru, sampah tidak lagi diperbolehkan untuk dibakar.

“Kami sedang mengupayakan pengadaan mesin penghancur sampah. Karena pembakaran sudah tidak diperbolehkan, maka harus ada teknologi yang mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Pemerintah daerah berharap berbagai langkah tersebut dapat menjadi solusi bertahap dalam penanganan sampah di Kepulauan Anambas, sehingga kebersihan lingkungan terjaga dan pariwisata tetap menjadi daya tarik utama daerah perbatasan. (*)

Artikel Masalah Sampah Mengancam Pariwisata Anambas, Pemda Diminta Serius Benahi pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam Serahkan Status Penggunaan BMN kepada TNI AU

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam, melakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) alih status penggunaan Barang Milik Negara (BMN) dari BP Batam ke TNI Angkatan Udara, di Kantor Makodau I Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Penandatanganan BAST BMN ini, dilakukan oleh Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain bersama Panglima Komando Daerah TNI AU I (Pangkodau I), Marsekal Muda TNI, Muzafar.

Alexander Zulkarnain menjelaskan, adapun BMN yang diserahkan berupa aset tanah di kawasan Lanud Hang Nadim, lengkap dengan Arsip Data Komputer (ADK). Sehingga kedepannya, TNI Angkatan Udara hanya tinggal melengkapi administrasi di Aplikasi SAKTI dan menganggarkan pembangunan.

“Dengan penandatanganan hari ini, alih lahan ini sudah sah milik TNI Angkatan Udara khususnya di Lanud Hang Nadim. Sehingga sudah bisa diusulkan penganggarannya untuk pembangunan kedepannya” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pangkodau I dan Lanud Hang Nadim serta seluruh pihak terkait atas kerja sama yang terjalin. Ia menegaskan pentingnya penguatan pertahanan, terlebih di tengah meningkatnya investasi dan bertambahnya fasilitas di wilayah Batam pada tahun ini.

Ia juga berharap, agar rencana pembangunan dapat segera terealisasi. “Kami senang hati melaksanakan alih status penggunaan BMN tersebut, karena dapat bermanfaat bagi rekan-rekan di TNI Angkatan Udara,” tutup Alexander Zulkarnain.

Sementara itu, Panglima Komando Daerah TNI AU I (Pangkodau I), Marsekal Muda TNI, Muzafar menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pihak terkait atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik.

Sehingga proses alih status penggunaan BMN dapat terlaksana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Alih status ini juga merupakan langkah strategis dalam penataan dan penguatan struktur organisasi TNI Angkatan Udara agar semakin efektif, adaptif, dan profesional dalam menjawab tantangan tugas ke depan. Sekaligus juga sebagai upaya mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset negara.

“Alih status penggunaan BMN berupa tanah dan bangunan di Lanud Hang Nadim, diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kesiapan operasional serta pembinaan satuan TNI Angkatan Udara” ujarnya.

Muzafar juga menekankan bahwa dengan ditandatanganinya berita acara tersebut, tanggung jawab pengelolaan, pengawasan, pengamanan, dan pemeliharaan Barang Milik Negara secara resmi menjadi kewenangan TNI Angkatan Udara.

“Diharapkan BMN ini dapat dikelola secara tepat guna, transparan, dan akuntabel guna mendukung pelaksanaan tugas TNI AU dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah udara nasional,” tutupnya. (*)

Artikel BP Batam Serahkan Status Penggunaan BMN kepada TNI AU pertama kali tampil pada Metropolis.