Minggu, 7 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2663

PGRI Sepakat UN Dihidupkan Kembali

0
Ilustrasi: Siswa mengikuti ujian nasional berbasis komputer. (Arifin/Radar Sampit/Jawa Pos Group)

batampos – Pemerintah tengah mengkaji penerapan kembali Ujian Nasional (UN) sebagai standar kelulusan siswa sekolah. Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengaku sepakat, namun dengan sejumlah catatan.

Misalnya, UN tidak boleh menjadi satu-satunya syarat kelulusan. “Tapi salah satu unsur. Tidak seperti sebelumnya (jadi satu-satunya standar kelulusan, red),” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/12).

Selain itu, UN tidak boleh diterapkan untuk jenjang sekolah dasar (SD). Sebab, menurutnya, pada jenjang SD yang diutamakan adalah wajib belajar. Termasuk fokus pada penekanan pendidikan karakter.

“Jadi mulailah di SMP untuk ke SMA. SMA untuk ke perguruan tinggi,” katanya. Nilai UN ini turut direkomendasikannya untuk dijadikan salah satu syarat dalam penerimaan siswa dan mahasiswa baru. Dengan begitu, siswa jadi punya motivasi dan semangat untuk belajar secara sungguh-sungguh.

“Misalnya nilai UN minimum sekian untuk diterima di sini (sekolah/perguruan tinggi, red). Itu kan jadi semangat belajar,” sambungnya.

Bukan hanya menghidupkan kembali siswa dalam belajar, UN bisa dijadikan pemetaan. Sehingga, kementerian bisa langsung melakukan penetrasi untuk perbaikan.

Terkait kekhawatiran mengenai dampak negatif UN seperti upaya kecurangan dan lainnya, Unifah menilai, hal itu bisa diperbaiki dalam tata kelola penyelenggaraan UN. Opsi penyelenggaraan dilakukan oleh lembaga independen pun tak jadi soal. Yang jelas, pemerintah harus bisa mengatur dan mengantisipasi agar hal-hal tersebut tidak terjadi.

“Tapi yang paling penting itu kan dampaknya bagi anak-anak kita dan masa depan kita,” katanya. Mengingat, banyak perguruan tinggi di luar negeri, seperti di Eropa, enggan menerima siswa Indonesia dengan alasan tak ada standar kelulusan yang jelas.

Usulan menghidupkan kembali ini pun ternyata didukung oleh sebagian masyarakat. Dari survey yang dilakukan PGRI, sebanyak 37402 responden ingin UN diadakan kembali. Tak hanya itu, mereka juga sepakat agar UN dijadikan salah satu penentu untuk masuk perguruan tinggi. (*)

Artikel PGRI Sepakat UN Dihidupkan Kembali pertama kali tampil pada News.

Masyarakat dan Mahasiswa Batam Tuntut Pilkada Ulang

0
Massa melakukan aksi demo di depan kantor Bawaslu Kota Batam, Selasa (4/12). Mereka menyuarakan dugaan ketidaknetralan penyelenggaraan pilkada. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Puluhan masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Batam, menyuarakan dugaan ketidaknetralan penyelenggara Pilkada 2024, Selasa (3/12).

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap proses Pilkada yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Koordinator aksi, Binsar, menegaskan bahwa pihaknya mendesak agar Pilkada diulang.

“Kami sepakat bahwa Pilkada diulang dan memenuhi prinsip-prinsip Pemilu itu sendiri,” ujar Binsar di tengah orasi.

Baca Juga: Pelabuhan Bintang 99 Siap Sambut Kapal Pelni, Fasilitas Terus Dibenahi

Pihaknya juga merencana aksi lanjutan pada hari berikutnya. Binsar turut menuding KPU Batam gagal menjalankan tahapan Pilkada dengan baik.

Ia menyebut banyak masyarakat tidak menerima undangan untuk memilih di TPS, yang menyebabkan kebingungan dan hilangnya hak pilih.

“Di tiap TPS banyak tidak sesuai dengan DPT. Jadi terjadilah kebingungan di berbagai tempat hingga mereka tidak bisa memberikan hak pilihnya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti adanya dugaan kepentingan sepihak dari penyelenggara. Panitia penyelenggara ini dituding diutus untuk kepentingan sepihak. Pengawasan dari laporan dianggap tumpul, bahkan yang sudah memenuhi unsur dianulir oleh Bawaslu itu sendiri.

Dalam aksi tersebut, massa juga membawa simbol berupa pocong yang mereka sebut sebagai gambaran dari demokrasi yang “barang mati” karena banyak suara yang ditindas.

Baca Juga: Nominal Transaksi QRIS Kepri Tembus Rp3,88 Triliun

“Ini rasanya panitia diatur oleh peserta. Simbolis pocong itu kami mengandaikan demonstrasi jadi barang mati bukan barang hidup. Karena banyak suara yang ditindas,” ujar Binsar.

Massa juga mendesak agar pihak Bawaslu menindaklanjuti dugaan operasi tangkap tangan (OTT) dan menyeret paslon yang diduga terlibat pelanggaran. Mereka berharap semua pihak yang bertanggung jawab atas masalah ini dapat diusut tuntas demi menjaga integritas demokrasi di Batam.

Menanggapi aksi tersebut, Anggota Bawaslu Batam, Syailendra Reza, menyatakan bahwa tuntutan para demonstran akan ditampung dan dibahas lebih lanjut. “Semua tuntutan dari teman-teman ini menjadi catatan kami,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Masyarakat dan Mahasiswa Batam Tuntut Pilkada Ulang pertama kali tampil pada Metropolis.

Menkeu Sri Mulyani Bungkam Saat Ditanya Soal Kenaikan PPN 12 Persen

0
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memilih bungkam setiap kali ditanya soal rencana kenaikan PPN 12 persen yang dijadwalkan berlaku mulai Januari 2025. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

batampos – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memilih bungkam setiap kali ditanya soal rencana kenaikan PPN 12 persen yang dijadwalkan berlaku mulai Januari 2025.

Seperti pada Selasa (3/12) sore, saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas terkait Kebijakan dan Insentif Fiskal dirinya memilih bungkam.

Bahkan, Sri Mulyani hanya berjalan lurus ke arah pintu keluar untuk menuju mobil dinas saat ditanya wartawan soal kepastian PPN 12 persen. Dengan pengawalan yang ketat, ia hanya menjawab singkat dan meminta awak media untuk menunggu pernyataan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Nanti Pak Menko (Airlangga Hartarto) saja, Pak Menko saja yang menyampaikan (PPN 12 persen),” kata Sri Mulyani singkat.

Tak hanya di momen Rakortas ini, Sri Mulyani juga enggan berkomentar soal penerapan kebijakan dalam beberapa acara yang dihadirinya. Salah satunya saat hadir dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Gedung BI, Jakarta, pada Jumat (29/11).

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani tampak bungkam dan hanya melempar senyum kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait kenaikan PPN 12 persen.

Sementara itu, kepastikan penerapan PPN 12 persen justru datang dari Staf Ahli Kementerian Keuangan Parjiono dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang digelar INDEF di Jakarta, Selasa (3/12).

Menurut Parjiono pemerintah masih akan melanjutkan kebijakan PPN 12 persen sesuai dengan amanat UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) dan dijadwalkan berlaku mulai awal 2025.

Baca Juga: Punya Aura Penglaris Alami Sejak Lahir, 6 Weton Ini Mudah Menarik Rezeki, Akan Terus Beruntung dan Sukses Menurut Primbon Jawa

“Jadi (PPN 12 persen) kita masih dalam proses ke sana, artinya berlanjut,” kata Parjiono.

Lebih lanjut Parjiono mengatakan bahwa pemerintah sendiri telah memberikan pengecualian kenaikan PPN 12 persen untuk masyarakat miskin, layanan kesehatan dan pendidikan.

“Pengecualiannya sudah jelas untuk apa masyarakat miskin, kesehatan, pendidikan dan seterusnya di sana. Jadi memang sejauh ini kan itu yang bergulir,” pungkasnya. (*)

Artikel Menkeu Sri Mulyani Bungkam Saat Ditanya Soal Kenaikan PPN 12 Persen pertama kali tampil pada News.

Lewat Jalan Utama Dikeluhkan Warga, Truk Tanah di Tanjunguncang Ubah Jalur Melalui Jalan Lingkungan

0
Ilustrasi truk pengangkut tanah. (Dok.Batampos)

batampos – Aktivitas truk pengangkut material tanah di kawasan galangan kapal kembali menjadi sorotan warga. Setelah sebelumnya menggunakan jalan utama Brigjen Katamso, kini truk-truk tersebut beralih melewati jalan lingkungan galangan kapal secara diam-diam.

Perubahan jalur ini diduga untuk menghindari perhatian publik setelah aktivitas mereka di jalan utama mendapat protes keras dari warga.

Meski begitu, dampak negatif dari aktivitas ini tetap dirasakan, terutama oleh pengguna jalan dan warga sekitar.

Baca Juga: Proses TTE Bermasalah, Disdukcapil Pastikan Layanan Tidak Terhenti

Pantauan di lapangan debu yang berterbangan saat cuaca panas serta lumpur yang terbawa saat hujan masih menjadi masalah bagi pengendara lainnya. Bahkan, ruas jalan utama Brigjen Katamso tetap kotor karena truk-truk tersebut harus melintasi jalur itu untuk menuju lokasi penimbunan di kawasan galangan kapal.

“Ini cuma memutar jalur saja. Dampaknya tetap sama. Debu dan lumpur tetap mengganggu, baik warga maupun pekerja di sekitar,” ujar Susanto, warga Tanjunguncang, Selasa (3/12).

Proyek cut and fill ini sebelumnya telah memicu keluhan warga karena mencemari jalan raya. Material tanah yang tercecer di jalan berubah menjadi debu saat kering dan menjadi lumpur licin saat hujan. Kondisi ini dianggap berbahaya bagi pengguna jalan dan mengurangi kenyamanan warga yang melintas di kawasan tersebut.

Pihak proyek hingga saat ini belum memberikan tanggapan terkait permasalahan ini. Wartawan yang mencoba mengakses lokasi proyek dan kawasan galangan kapal untuk meminta konfirmasi tidak diperkenankan masuk. Manajemen galangan kapal yang menjadi tujuan penimbunan tanah juga memilih bungkam.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, menegaskan bahwa aktivitas kendaraan proyek harus sesuai aturan.

Baca Juga: Seleksi Kompetensi Dasar PPPK Segera Dimulai

“Kendaraan pengangkut material tidak boleh mengotori jalan utama. Jika ada pelanggaran, pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan penegak perda juga turun tangan melakukan penertiban,” tegas Salim.

Salim menyebut pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada pengelola proyek agar memastikan kebersihan jalan yang dilalui kendaraan berat. Namun, tindakan tegas tetap diperlukan jika aturan ini dilanggar terus-menerus.

Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. “Harus ada langkah tegas, jangan dibiarkan terus-menerus. Kalau begini, kami yang dirugikan,” tambah Susanto. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Lewat Jalan Utama Dikeluhkan Warga, Truk Tanah di Tanjunguncang Ubah Jalur Melalui Jalan Lingkungan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ketua Komisi XII Berharap Ojol Masih Bisa “Minum” BBM Bersubsidi

0
Ilustrasi: Warga antre mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kawasan Jakarta. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batanmpos – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya memastikan belum ada keputusan dari pemerintah terkait pelarangan subsidi BBM untuk ojek online (ojol). Pemerintah dipastikan membuat keputusan yang berpihak pada masyarakat.

“Bahwa masalah yang berkembang tentang BBM atau ojol itu masih exercise oleh pemerintah. Jadi, belum merupakan suatu keputusan,” kata Bambang dalam keterangannya, Selasa (3/12).

Dia memastikan Fraksi Golkar di DPR RI mendukung para ojol untuk mendapatkan subsidi BBM. Salah satunya, para ojol harus dipastikan tetap mendapat mengisi Pertalite.

“Dan pada dasarnya fraksi Golkar mendukung para ojol itu untuk dapat diberikan dukungan subsidi BBM, seperti Pertalite itu mereka masih bisa ngisi, nanti teknis kontrolnya akan dipikirkan bagaimana caranya,” ucapnya.

Bambang kembali menegaskan belum ada keputusan dari pemerintah terkait pelarangan ojol mengisi BBM bersubsidi. Dia mengatakan, DPR bersama pemerintah akan mencari jalan terbaik untuk masyarakat.

“Kira-kira poinnya seperti itu, yang lain-lainnya tentang apa yang menjadi keputusan pemerintah itu belum ada, jadi bisa di-exercise segala kemungkinan-kemungkinan yang ada. Jadi, pada dasarnya kita akan cari dan mendukung apa yang terbaik untuk masyarakat Indonesia,” tegasnya. (*)

Artikel Ketua Komisi XII Berharap Ojol Masih Bisa “Minum” BBM Bersubsidi pertama kali tampil pada News.

Hari Disabilitas Internasional: Pentas Seni SLB Negeri Batam Jadi Wadah Kreativitas Siswa

0
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad berfoto dengan siswa siswi SLB Negeri Batam pada acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Sekolah SLB Batam, Selasa (3/12). F.Cecep Mulyana

batampos – Dalam momen memperingati Hari Disabilitas Internasional, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batam menggelar pentas seni penuh makna. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa penyandang disabilitas untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka melalui tari, nyanyian, hingga fashion show.

Para siswa bahkan memukau penonton dengan mengenakan kostum daerah khas Nusantara.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut hadir dalam acara ini dan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Ia menyaksikan berbagai penampilan siswa dan menyempatkan diri berfoto bersama mereka.

Baca Juga: TIM Konsorsium Politeknik se-Kepri dan TKDV

“Saya sampaikan pentingnya pembinaan berkelanjutan untuk penyandang disabilitas, yang idealnya tidak hanya berhenti pada perayaan seremonial semata,” kata dia, Selasa (3/12).

Momentum ini harus menjadi pengingat bagi semua untuk terus meningkatkan pembinaan.

“Berbagai regulasi sudah mendukung tumbuhnya partisipasi dan kreativitas anak-anak disabilitas, seperti rekrutmen tenaga kerja di perusahaan, ASN, hingga akses layanan publik dengan bahasa isyarat,” ujar Amsakar.

Ia juga menyoroti kesetaraan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas yang telah diatur dalam berbagai regulasi.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan bahwa penyandang disabilitas memiliki posisi setara dalam masyarakat.

Baca Juga: Pembahasan UMK Batam Tunggu Permenaker

Pada kesempatan yang sama, Kepala SLB Negeri Batam, Dian Indriani, mengajak seluruh pihak untuk turut mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas. Ia menekankan pentingnya membuka peluang kerja dan akses pendidikan inklusif bagi mereka.

Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016, penyandang disabilitas memiliki hak untuk bekerja dengan kuota tertentu, yaitu 2 persen di pemerintahan dan 1 persen di perusahaan swasta.

“Kami berharap pemerintah dan sektor swasta konsisten menerapkan aturan ini,” ujar Dian.

Dian juga mengungkapkan harapannya agar sekolah umum di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK lebih terbuka menerima siswa penyandang disabilitas.

Ia mengapresiasi langkah SMK Negeri 2 Batam yang telah menjalin kerja sama dengan SLB untuk memberikan akses pendidikan inklusif meskipun melalui proses seleksi khusus.

“Semoga lebih banyak sekolah yang mengikuti jejak ini, sehingga anak-anak kami memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan,”kata dia.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa anak-anak penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkembang. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Hari Disabilitas Internasional: Pentas Seni SLB Negeri Batam Jadi Wadah Kreativitas Siswa pertama kali tampil pada Metropolis.

Hari Disabilitas Internasional: Pentas Seni di SLB Negeri Batam Jadi Wadah Kreativitas Siswa

0
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad berfoto dengan siswa siswi SLB Negeri Batam pada acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Sekolah SLB Batam, Selasa (3/12). F.Cecep Mulyana

batampos – Dalam momen memperingati Hari Disabilitas Internasional, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batam menggelar pentas seni penuh makna. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa penyandang disabilitas untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka melalui tari, nyanyian, hingga fashion show.

Para siswa bahkan memukau penonton dengan mengenakan kostum daerah khas nusantara.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut hadir dalam acara ini dan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Ia menyaksikan berbagai penampilan siswa dan menyempatkan diri berfoto bersama mereka.

“Saya sampaikan pentingnya pembinaan berkelanjutan untuk penyandang disabilitas, yang idealnya tidak hanya berhenti pada perayaan seremonial semata,” katadia, Selasa (3/12).

Momentum ini harus menjadi pengingat bagi semua untuk terus meningkatkan pembinaan.

“Berbagai regulasi sudah mendukung tumbuhnya partisipasi dan kreativitas anak-anak disabilitas, seperti rekrutmen tenaga kerja di perusahaan, ASN, hingga akses layanan publik dengan bahasa isyarat,” ujar Amsakar.

Ia juga menyoroti kesetaraan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas yang telah diatur dalam berbagai regulasi.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan bahwa penyandang disabilitas memiliki posisi setara dalam masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SLB Negeri Batam, Dian Indriani, mengajak seluruh pihak untuk turut mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas. Ia menekankan pentingnya membuka peluang kerja dan akses pendidikan inklusif bagi mereka.

Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016, penyandang disabilitas memiliki hak untuk bekerja dengan kuota tertentu, yaitu 2 persen di pemerintahan dan 1 persen di perusahaan swasta.

“Kami berharap pemerintah dan sektor swasta konsisten menerapkan aturan ini,” ujar Dian.

Dian juga mengungkapkan harapannya agar sekolah umum di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK lebih terbuka menerima siswa penyandang disabilitas.

Ia mengapresiasi langkah SMK Negeri 2 Batam yang telah menjalin kerja sama dengan SLB untuk memberikan akses pendidikan inklusif meskipun melalui proses seleksi khusus.

“Semoga lebih banyak sekolah yang mengikuti jejak ini, sehingga anak-anak kami memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan,”katadia

Kegiatan yang berlangsung meriah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa anak-anak penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkembang. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Hari Disabilitas Internasional: Pentas Seni di SLB Negeri Batam Jadi Wadah Kreativitas Siswa pertama kali tampil pada Metropolis.

Pj Wali Kota Risnandar Mahiwa dan Sekda Pekanbaru Bungkam Saat Tiba di Gedung Merah Putih KPK Usai Kena OTT

0
Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

batampos – Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (3/12). Risnandar terlihat mengenakan sweater biru kotak-kotak, menggunakan topi dan masker.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengenakan jaket abu-abu dan juga masker.

Kedua pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) itu mendapat pengamanan dari aparat kepolisian setibanya di Gedung Merah Putih KPK. Namun, Risnandar dan Indra tidak melontarkan pernyataan apapun saat memasiku gedung KPK.

Risnandar dan Indra memilih langsung masuk ke gedung KPK, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Tak hanya keduanya, penyidik KPK juga turut memboyong tujuh orang lainnya yang diamankan dalam tangkap tangan tersebut.

Juru bicara KPK Tessa Mahardika menjelaskan, pihaknya total mengamankan sembilan orang dalam operasi senyap di Pemkot Pekanbaru. Menurutnya, delapan orang diamankan di wilayah Kota Pekanbaru, sementara satu orang di Jakarta.

“(Diamankan) delapan dari Pekanbaru dan satu diamankan di Jakarta. Jadinya total sembilan orang yang diamankan,” kata Tessa dikonfirmasi, Selasa (3/12).

Sementara, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyatakan, pihaknya mengamankan uang Rp 1 miliar dalam giat OTT yang turut mengamankan penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa.

“Bukti uangnya untuk sementara tadi disampaikan di atas Rp 1 miliar,” ujar Alexander Marwata di Bali, Selasa (3/12).

Alex mengungkapkan, giat tangkap tangan itu dilakukan setelah tim penindakan KPK menerima informasi dari masyarakat. Sehingga, KPK melakukan penyidikan dan menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) atas giat tangkap tangan itu.

“Itu berdasarkan informasi dari masyarakat ya, kemudian kami tindaklanjuti dengan melakukan penyadapan, dengan melakukan surveillance, dengan melakukan klarifikasi kepada para pelapor dan kemudian pada saat akan dilakukan penangkapan, kita dapat informasi terjadi penyerahan uang dan kemudian kami lakukan penangkapan,” ucap Alex.

KPK belum membuka identitas para pihak lain yang turut diamankan. KPK membutuhkan waktu 1×24 jam untuk menetapkan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut. (*)

Sumber: JP Group

 

Artikel Pj Wali Kota Risnandar Mahiwa dan Sekda Pekanbaru Bungkam Saat Tiba di Gedung Merah Putih KPK Usai Kena OTT pertama kali tampil pada News.

Hasil Pleno KPU, Aneng-Bayu Pemenang Pilkada di Anambas

0
Komisioner KPU Anambas, Anuar Nasution menyerahkan hasil rapat pleno perhitungan suara tingkat Kabupaten Anambas kepada saksi calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratimura. f.ihsan

batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Anambas menggelar pelaksanaan rapat pleno terbuka hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS), Kecamatan Siantan, Selasa, (3/12).

Dari hasil rapat pleno itu, pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur petahana, Ansar Ahmad-Nyayang Haris Pratamura berhasil meraih 18.372 suara unggul jauh dari pesaingnya Muhammad Rudi-Aunur Rafiq yang hanya mendapatkan 9.565 suara.

Kemudian, hasil Pemilihan Bupati Anambas menunjukkan Aneng-Raja Bayu mendapati posisi teratas dengan raihan 10.705 suara.

BACA JUGA: Aneng-Bayu Tanggapi Santai Kasus Dugaan Money Politik, Firman: Namanya Politik, Ada Yang Puas dan Ada Yang Tak Puas

Aneng-Raja Bayu unggul di 9 kecamatan, kecuali Siantan ia kalah dari Wam Zuhendra-Amat Yani.

Lalu, pasangan Wan Zuhendra-Amat Yani berada di urutan kedua dengan raihan 7.085 suara.

Posisi ketiga ditempati oleh Rusli Effendi-Johari yang memperoleh 6.593 suara dan Neko Wesha Pawelloy-Taufik hanya mendapatkan 3.650 suara.

Ketua KPU Anambas, Padillah mengatakan setelah rapat pleno tingkat Kabupaten dilaksanakan, pihaknya akan membawa hasil ini ke KPU Provinsi Kepulauan Riau.

“Untuk hasil Pemilihan Gubernur kita bawa pada hari Jum’at. Karena pada 8 Desember, ada pleno tingkat Provinsi,” kata Padillah..

Untuk hasil Pilbup Anambas, KPU sedang menunggu surat pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi terkait daerah yang bersengketa.

“Jika daerah kita tak ada sengketa, maksimal tiga hari harus dilakukan rapat pleno penetapan calon bupati dan wakil bupati terpilih,” pungkas Padillah. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Hasil Pleno KPU, Aneng-Bayu Pemenang Pilkada di Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Menuju Provinsi Baru, Konsep Ansar Natuna jadi 3 Kabupaten dan Anambas 3 Kabupaten

0
Ansar Ahmad

batampos – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad kembali memberikan angin surga kepada masyarakat Anambas dan Natuna mengenai wacana pembentukan provinsi baru.

Saat ini, ia mengklaim telah menyiapkan konsep baru dalam mewujudkan harapan masyarakat agar segera berpisah dari Provinsi Kepulauan Riau.

“Konsep kita ini nanti akan menjadi tiga kabupaten di Anambas, tiga kabupaten di Natuna. Ibu kotanya di Natuna,” kata Ansar Ahmad, Senin, (2/12).

BACA JUGA: Belum Ada Kajian Naskah Akademik, Pemekaran 12 Desa Baru di Anambas Belum Terealisasi Tahun Ini

Politisi partai Golkar ini menegaskan telah memberikan rekomendasi untuk percepatan proses pembentukan daerah otonomi baru (DOB).

“Biasanya hambatan orang mau pemekaran ada di kepala daerah induknya. Tapi, saya tidak begitu. Bagi saya, selagi bisa mempercepat perkembangan wilayah, pasti saya dukung,” tegas Ansar.

Saat ini, lanjutnya, sedang menunggu rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri untuk mengeluarkan rekomendasi pembentukan DOB.

“Karena dulu, DPRD lama minta rekomendasinya dikeluarkan oleh DPRD (masa jabatan) baru. Nanti kita loby lah,” tutur Ansar.

Masih dikesempatan yang sama, Ansar menerangkan pemerintah pusat telah menggesa pemerintah daerah untuk mengusulkan calon daerah otonomi baru. Hal ini harus dimanfaatkan agar proses pemekaran dapat segera terwujud.

“Karena ada banyak juga wilayah yang ingin mekar. Maka pemerintah daerah nantinya akan menyisir dan menerbitkan peraturan pemerintah, mana DOB-DOB baru yang bisa ditindaklanjuti dan yang tidak. Nah makanya kami jaga dan kejar itu jangan sampai tak masuk,” terang Ansar.

Ansar menilai Anambas dan Natuna telah memenuhi syarat untuk dijadikan Provinsi baru. Syarat yang telah dipenuhi, dari segi jumlah penduduk, tingkat keamanan dan pertahanan.

“Kalau dari segi daerah, gampang, tinggal kita mekarkan aja tadi di Anambas ada tiga kabupaten dan Natuna ada di kabupaten. Semoga segera terealisasi,” pungkas Ansar Ahmad. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Menuju Provinsi Baru, Konsep Ansar Natuna jadi 3 Kabupaten dan Anambas 3 Kabupaten pertama kali tampil pada Kepri.