Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2679

Diana, Pendiri Komunitas Kawan Laut dan Rumah Pelantar di Setokok, Tak Lelah Menjaga Lingkungan dan Berbagi Ilmu untuk Warga Setokok

0

Melakukan kebaikan bukan hanya semata-mata untuk mendapat pujian, juga bukan tentang mendapat keuntungan. Tetapi rasa bahagia, karena menjadi orang yang berguna.

Masih menjadi bagian dari Kepulauan Riau, yakni di Kecamatan Bulang, Kelurahan Pulau Setokok, Kampung Melayu Setokok. Terdapat keluarga sederhana yang lahir dan besar di Setokok, memiliki rumah di atas laut, dengan pelantar yang cukup luas, sekitar 20 x 15 meter.

”Nama saya Diana, saya asli Setokok, dan berasal dari keluarga Chinese,” ucap Diana membuka perbincangan.

Ya, wanita inspiratif tersebut adalah Diana, 44, yang kerap disapa Miss Diana. Awalnya menetap di Setokok hingga kelas 6 SD, dan melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Tanjungpinang. Kemudian kuliah mengambil D3 Bahasa Inggris di Yogyakarta.

”Alhamdulillah saya mualaf di tahun 2001, saat itu usia saya 20 tahun, dan kuliah di Yogya,” ungkap Diana.

Setelah selesai merantau, untuk menimba ilmu, Diana memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, yaitu di Setokok. Diana mengatakan, saat itu di Setokok datang peneliti dari Singapura dan Jakarta, untuk meneliti tentang kebudayaan Melayu.

”Saat itu saya diajak kerja bareng, dan tugas saya menjadi penghubung antara kantor Singapura dengan Pemko Batam, dan otomatis saya harus bolak-balik Batam-Singapura,” terang Diana.

Tetapi hal tersebut tidak bertahan lama, hanya sekitar satu tahun, ia pulang ke Setokok. Diana mengaku ia tidak betah tinggal di Singapura, ia merindukan kehangatan masyarakat Indonesia, khususnya di tempat ia tinggal.

Setelah itu, Diana mencoba mencari pekerjaan baru di Batam, berbekal kuliah pendidikan Bahasa Inggris, Diana kerap mendapat pekerjaan di bidang mengajar, seperti kursus Bahasa Inggris, dan mengajar di sekolah. Hal itu berjalan cukup lama, hingga beberapa tahun.

”Lalu saya berhenti bekerja karena menikah, dan memutuskan untuk fokus mengurus anak,” ujar Diana.

Diana bercerita, pada tahun 2001 hingga 2002, di Setokok lautnya masih bagus, pasirnya masih putih bersih, dan tidak ada sampah plastik. Dari situ Diana mulai berpikir untuk memulai gerakan kecil, yakni membuat komunitas bernama Kawan Laut di tahun 2016, dengan mengajak belasan anak muda di Setokok. Mereka membuat bank sampah, dan mengajukan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Diana, 44, saat melakukan kegiatan di pelantar rumahnya, di Kampung Setokok, Kecamatan Bulang.

”Saya coba nawarin warga untuk jualan sampah, dan banyak yang tertarik,” ucapnya.
Setelah jalan kurang lebih 3 tahun, komunitas kawan laut memutuskan untuk off sementara, karena Covid-19 di tahun 2020. Kemudian November 2022, datang PT Seven Clean Seas (SCS) dari Singapura ke Setokok, mereka memiliki kantor di Bali dan Bintan. Sesuai namanya, SCS bergerak di bidang NGO, yakni menjaga kebersihan laut.

”Karena mereka dengar di Setokok ada komunitas Kawan Laut, yang juga konsen di bidang lingkungan dan pembersihan sampah laut,” jelas Diana.

Akhirnya Diana kenalan dengan SCS, dan mereka menawarkan untuk mendukung komunitas Kawan Laut. Diana kemudian merekrut warga tempatan untuk dipekerjakan menjadi kru clean up-nya, dengan jadwal seminggu sekali gotong-royong membersihkan sampah.

”Alhamdulillah sudah berjalan selama dua tahun, dan ini masuk tahun ketiga,” tuturnya.
Setelah jalan beberapa tahun, Setokok tampak jauh lebih baik, selain memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat, lingkungan juga menjadi lebih bersih. Tidak berhenti di situ, setelahnya Diana kembali membuat komunitas bernama Rumah Pelantar di tahun 2020 yang bergerak di bidang edukasi.

”Awalnya karena pelantar di rumah saya cukup besar, saya suka ajak teman-teman saya yang mau berbagi ilmu, inspirasi, ayo ke pelantar, kira-kira bisa mengajar apa, nanti saya yang bagian ngumpulin anak-anak,” terang Diana.

”Alhamdulillah sudah banyak yang datang, ada dari Jakarta, ada guru dari Singapura, guru dari Batam, dan baru saja Dompet Dhuafa mengirimkan da’i ke Setokok,” sebut Diana senang.

Jika melihat perjalanan Diana, memang sangat indah, tetapi tetap saja akan ada banyak kerikil yang ia lalui. Diana mengatakan, bahkan sampai saat ini ia masih bergerak seorang diri, ia masih sulit untuk menemukan masyarakat yang memiliki pemikiran yang sama dengannya, untuk terus memajukan kampung Setokok.

Beberapa kali Diana mulai merasa jenuh, karena melihat respons masyarakat yang tidak begitu support. Sempat terpikir di benaknya, untuk pindah saja ke Batuaji, karena tak mampu sendiri.

”Tapi ternyata Allah mendengar, setiap saya mulai merasa lelah, Allah hadirkan orang-orang baik, uluran-uluran tangan untuk membantu saya bangkit kembali,” ucap Diana terharu, di akhir perbincangan. (*)

 

Reporter: TIA CAHYA NURANI

Artikel Diana, Pendiri Komunitas Kawan Laut dan Rumah Pelantar di Setokok, Tak Lelah Menjaga Lingkungan dan Berbagi Ilmu untuk Warga Setokok pertama kali tampil pada News.

Bentrok Warga Rempang dengan Pekerja PT MEG

0

batampos – Bentrokan pecah antara warga Sembulang Hulu, Pulau Rempang, Batam, dengan puluhan karyawan PT Makmur Elok Graha (MEG), perusahaan pengelola Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City, pada Selasa (17/12) malam hingga Rabu (18/12) dini hari. Sekitar sepuluh orang warga luka-luka, dan belasan sepeda motor rusak.

Informasi yang dihimpun Batam Pos menyebutkan, insiden tersebut bermula pada Selasa (17/12) siang ketika warga memergoki sejumlah pekerja PT MEG merusak spanduk penolakan atas keberadaan PSN Rempang Eco City yang dipasang warga di Sembulang Hulu. Asmah, warga Sungai Buluh, mengatakan tindakan itu memicu amarah masya-rakat yang akhirnya menangkap salah satu pekerja dan membawanya ke posko warga.

“Kami menahan dia di pos-ko untuk menunggu polisi. Selama ini spanduk-spanduk kami sering dirusak. Jadi, kami merasa perlu mengambil tindakan,” katanya.

Bentrok ini semakin memperkeruh hubungan antara warga Rempang dan PT MEG. Warga secara tegas menolak keberadaan perusahaan tersebut karena dianggap merusak ketenangan dan kenyamanan mereka.

“Kami ingin PT MEG keluar dari wilayah ini. Selama mereka ada di sini, kami terus merasa terancam,” ujar Asmah.

Warga lain, yang meminta namanya tidak disebutkan, menambahkan bahwa saat pekerja PT MEG sedang ditahan di posko warga, tak lama berselang polisi datang. Warga mendesak pekerja PT MEG tersebut membuat perjanjian agar tidak melakukan perusakan lagi, tetapi ia menolak. Akibatnya, warga tidak bersedia melepasnya.

Pada malam harinya, tiba-tiba puluhan orang yang diduga pekerja PT MEG menyerbu Kampung Sembulang Hulu dengan mengendarai mobil, motor, dan lori. Sebagian membawa senjata tajam.

Warga kaget. Para perempuan dan anak-anak menjerit, berlarian. Suasana mencekam. Bentrokan antara warga setempat dan puluhan orang yang datang tiba-tiba itu pun tak terelakkan.

Edi, salah seorang warga yang menjadi korban, menceritakan upayanya melindungi anaknya dari serangan. “Mereka datang lang-sung menyerang. Anak saya diancam, ditodong pakai parang, akan dibunuh. Saya melindungi anak saya, tapi malah dipukul dan disabet parang di punggung,” katanya.

Menurut warga, serangan itu tidak berhenti di posko Sembulang Hulu. Para pekerja PT MEG juga bergerak ke Sungai Buluh, menyerang warga yang tidak tahu-menahu, termasuk anak-anak. Akibat kejadian tersebut, tercatat sepuluh warga me-ngalami luka-luka, dan belasan sepeda motor rusak.

Di sisi lain, PT MEG memberikan kronologi berbeda terkait insiden tersebut. Me-nurut Angga, Koordinator Lapangan PT MEG, kericuhan bermula saat tim lapangan mereka sedang berpatroli di wilayah Sembulang. Ketika mereka hendak membantu sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan, situasi mendadak memanas karena muncul empat orang tak dikenal yang membawa parang dan mengancam timnya.

Angga menyebut salah satu anggota tim mereka sempat terpisah dan dikeroyok oleh warga.

“Rekan kami ditangkap, diikat kakinya, dan dipukuli hingga tidak sadarkan diri. Kami berusaha meminta bantuan polisi, tetapi warga sempat menghalangi upaya membawa korban ke rumah sakit,” jelas Angga.

PT MEG juga membantah tuduhan bahwa mereka melakukan penganiayaan terhadap warga atau anak-anak. Me-nurut Angga, perusahaan selama ini berkomitmen membangun hubungan baik dengan masyarakat melalui berbagai program sosial.

“Kami tidak mungkin melakukan itu. Sebagai pengem-bang Rempang Eco City, kami selalu berusaha merangkul masyarakat,” katanya.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau, Boy Even Sembiring, yang melakukan advokasi, menyebut kejadian ini sebagai peristiwa kedua yang mengancam keselamatan warga. Menurut dia, sejauh ini tindakan hukum atas semua peristiwa itu belum tampak.

Atas kejadian yang berulang ini, warga Rempang bersama organisasi masyarakat sipil menyerukan agar Presiden Prabowo dan DPR RI memastikan perlindungan kepada masyarakat adat dan tempatan Rempang atas wilayah adatnya. Selain itu, warga meminta Kapolri untuk memerintahkan jajarannya melakukan penegakan hukum secara serius dan tegas atas seluruh peristiwa intimidasi dan kekerasan terhadap masyarakat Rempang terkait PSN Rempang Eco City. Mereka juga meminta pengawasan dari Komnas HAM.

Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu, mengatakan dalam kejadian ini kedua belah pihak saling melayangkan laporan polisi. Untuk itu, pihaknya akan melakukan gelar perkara.

“Kami akan meminta keterangan kedua pihak dan hasil visum dari kedokteran. Nanti kita gelar (perkara),” ujarnya di Mapolresta Barelang.

Ia menjelaskan bahwa bentrokan ini diduga karena adanya lima karyawan PT MEG yang merusak dan menurunkan spanduk yang dipasang warga. Spanduk tersebut berisi penolakan terhadap PSN Rempang Eco City.

Oleh warga, karyawan tersebut dikejar, dan mereka berhasil menangkap salah seorang karyawan PT MEG serta menyekapnya. “Namun mereka (warga) main hakim sendiri. Warga mengamankannya berjam-jam,” katanya.

Usai menyekap karyawan PT MEG, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan memediasi kedua belah pihak. Namun, situasi kembali memanas karena adanya provokator.

“Terjadi bentrokan karena karyawan PT MEG tidak terima rekannya diperlakukan seperti itu (disekap). Untuk provokatornya, ini masih kami selidiki,” ungkapnya.

Dengan adanya bentrokan ini, pihaknya bersama TNI melakukan penjagaan dan patroli di lokasi kejadian. Penjagaan ini melibatkan 70 personel Polresta Barelang dan 25 personel TNI.

“Kondisi saat ini sudah kondusif. Imbauan kepada warga, jangan main hakim sendiri. Jika ada permasalahan, foto dan laporkan,” tutupnya. (*)

Reporter : Eusebius Sara / Arjuna / Yofi Yuhendri

Artikel Bentrok Warga Rempang dengan Pekerja PT MEG pertama kali tampil pada Metropolis.

Penimbunan Dekat DAS Berpotensi Merusak Sungai Jang

0
Bangunan yang berdiri di area DAS Sungai Jang Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Rabu (18/12). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Bangunan yang dibangun di dekat hilir atau muara Daerah Aliran Sungai (DAS) Jalan Raja Haji Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Kepri dinilai berpotensi merusak lingkungan. Sebab aliran Sungai Jang tersebut diduga ditimbun oleh pemilik bangunan berkonsep kapal tersebut.

Dari kejauhan, bagian bangunan yang menghadap ke sungai memang dibangun dengan bahan material kayu. Namun lantai bagian dalam bangunan itu berbahan beton dan telah ditimbun.

Menurut Aktivis Lingkungan di Tanjungpinang, Kherjuli menilai menimbun atau mereklamasi sebagian area sungai dengan tanah urug, akan berdampak terhadap lingkungan. Terutama pada fungsi DAS Sungai Jang itu sendiri.

BACA JUGA: Penimbunan Lahan di Jalan Nipah, Tanjunguban, Dikeluhkan Warga, Satpol PP Turun ke Lokasi

Sempadan sungai yang saat ini sudah menjadi bangunan, membuat luasan DAS berkurang dan semakin menyempit, serta menghambat limpasan air dari darat menuju ke laut.

“Terutama pada saat hujan. Ini dapat berpotensi terjadinya peningkatan genangan air atau banjir di bagian hulu atau tengah DAS Sungai Jang,” kata Kherjuli kepada Batam Pos, Rabu (18/12).

Selain berpotensi banjir, menurutnya adanya penimbunan di dekat DAS itu akan membuat peningkatan timbulan sampah, hingga dapat mengganggu ekosistem mangrove yang ada di sungai tersebut.

Ia menegaskan, jika memang penimbunan tersebut tidak memiliki izin atau persetujuan lingkungan, pemerintah harus menertibkan bangunan berbentuk kapal itu. “Apapun alasannya dan peruntukannya,” tegasnya.

Menurutnya, DAS merupakan bagian dari sumber daya air. Hal ini diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Seharunya, sungai yang merupakan kekayaan negara, harusnya dipelihara dan dijaga.

“Dalam Undang-Undang itu setiap orang atau badan usaha dilarang melakukan kegiatan yang dapat merusak daya air,” pungkasnya.

Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Tanjungpinang, Yusri mengatakan bahwa pihaknya memang sudah menerima informasi, terkait adanya dugaan penimbunan di dekat DAS Sungai Jang tersebut.

Saat ini, PPNS Satpol PP Tanjungpinang tengah melakukan penyelidikan dan mencari tahu pemilik bangunan tersebut. “Dapat informasi dari pimpinan ada penimbunan, masih kita dalami, siapa penghuninya kita belum dapat informasi,” tegasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Penimbunan Dekat DAS Berpotensi Merusak Sungai Jang pertama kali tampil pada Kepri.

Hang Nadim Perkirakan akan Terjadi Lonjakan Penumpang Capai 15 Ribu

0
Suasana ruang check in Bandara Hang Nadim Batam. Foto: Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Menghadapi lonjakan penumpang selama libur akhir tahun, Bandara Hang Nadim Batam resmi membuka posko terpadu, Rabu (18/12). Posko ini akan beroperasi hingga 2 Januari 2025 untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Nugroho Jati, menyatakan bahwa posko ini dirancang untuk memberikan pelayanan optimal kepada penumpang. ”Seperti pada momen Nataru sebelumnya, kami melibatkan seluruh stakeholder terkait angkutan penerbangan. Posko ini akan didukung oleh 334 personel dari berbagai bidang,” ujar Nugroho.

Pihak bandara memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 21 Desember 2024, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 2 Januari 2025. Selama periode tersebut, jumlah penumpang harian diperkirakan mencapai 12.000 hingga 15.000 orang, meningkat dari rata-rata harian normal sekitar 10.000 penumpang.

Untuk mengakomodasi peningkatan ini, Bandara Hang Nadim telah menambah sembilan penerbangan ekstra dengan tujuan Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta mela-lui maskapai Super Air Jet dan Batik Air. ”Kami memproyeksikan kenaikan trafik penumpang sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini juga berlaku untuk trafik penerbangan dan kargo,” tambah Nugroho.

Meski terminal Bandara Hang Nadim sedang dalam proses renovasi, Nugroho memastikan bahwa area kritikal seperti ruang tunggu dan loket check-in sudah beroperasi optimal.

”Beberapa fasilitas baru telah diperbaiki sehingga lebih segar dan nyaman. Selain itu, kami menambahkan variasi toko suvenir dan restoran baik di dalam maupun di luar terminal,” jelasnya.

Posko terpadu di Bandara Hang Nadim mencakup layanan keamanan, kesehatan, dan informasi penumpang. Untuk pelayanan kesehatan, posko ini bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menyediakan klinik khusus bagi para penumpang.

”Dengan adanya posko ini, kami berharap perjalanan para penumpang selama libur Nataru menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar,” ujar Nugroho.

Dengan persiapan ini, Nugroho mengatakan Bandara Hang Nadim siap menjadi salah satu pusat mobilitas penting selama musim libur akhir tahun. Selain itu juga memastikan pengalaman penerbangan yang lebih baik bagi para penumpang.

Polri Kerahkan 141 Ribu Personel
Menjelang masa libur akhir tahun, Polri bakal menggelar Operasi Lilin untuk memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat. Operasi akan berlangsung selama 13 hari, sejak 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. Jumlah personel yang terlibat mencapai 141.605 orang.

”Kegiatan ini adalah upaya kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan menjalankan aktivitas, baik ibadah, perjalanan mudik, maupun rekreasi,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Shandi Nugroho saat Apel Kesiapsiagaan Divhumas Polri dalam rangka persiapan Operasi Lilin 2024, Rabu (18/12).

Berdasar data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan masyarakat dengan berbagai moda transportasi pada Nataru kali ini diprediksi mencapai 110,67 juta orang. Angka ini mengalami peningkatan 2,83 persen atau sekitar 3,04 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan diprediksi terjadi pada puncak arus mudik, yakni 21 dan 28 Desember 2024. Sementara itu, puncak arus balik pada 29 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.

”Melihat tingginya mobilitas masyarakat, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way akan diterapkan di sejumlah titik sesuai kebutuhan,” terangnya.

Operasi Lilin 2024 tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pengamanan lokasi strategis. Mulai tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas transportasi.

’’Perhatian ekstra juga diberikan pada lokasi yang berpotensi menjadi pusat keramaian saat malam pergantian tahun,” ujarnya.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan kemarin membuka Latihan Pra-Operasi Lilin 2024. Latihan itu merupakan bagian dari persiapan intensif untuk pengamanan Nataru.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Aan Suhanan menegaskan, pengamanan Nataru adalah tanggung jawab bersama. Melibatkan Polri, TNI, dan seluruh stakeholder terkait.

”Natal dan tahun baru adalah momen penting bagi masyarakat. Kami bersama seluruh elemen akan bekerja keras untuk memastikan semua aktivitas berjalan aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta secara resmi membuka posko Nataru Rabu (18/12). Apel gabungan di Terminal 1B yang dihadiri berbagai instansi terkait menandai dimulainya operasi posko hingga 5 Januari 2025.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Soekarno-Hatta Putu Eka Cahyadhi mengatakan, posko Nataru berperan penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan penerbangan. Mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang diperkirakan mencapai 2,9 juta orang selama periode Nataru, berbagai persiapan telah dilakukan.

”Posko ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi dan komando untuk memantau situasi terkini serta merespons dengan cepat segala bentuk permasalahan,” ucapnya.

Persiapan jelang libur Nataru tak hanya dilakukan di Pulau Jawa. PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT) juga telah menyiapkan petugas, armada, dan layanan operasional lainnya.
Direktur Utama PT JKT Thomas Dwiatmanto mengatakan, sebagian besar masyarakat diprediksi menggunakan kendaraan pribadi/mobil dan melewati tol sebagai salah satu jalur utama. Diperkirakan ada 598.418 kendaraan yang melintas di jalan tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) selama libur panjang Nataru.

”PT JKT telah menyiagakan armada operasional di jalan tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) sejumlah 17 unit kendaraan, terdiri atas kendaraan derek, mobile customer service (MCS), ambulans, kendaraan rescue, kendaraan patroli jalan raya (PJR), crane, dan mobile storing,” jelasnya. Selain itu, disiapkan pula 55 paket water barrier dan 706 unit traffic cone untuk mendukung layanan lalu lintas.

Sementara itu, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana mengungkapkan, bakal terjadi kenaikan volume kendaraan pada empat gerbang tol utama dari arah barat. Yakni, Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

Sebab, mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai 3.057.246 juta kendaraan keluar Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) selama periode 18 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025. Angka ini naik 17,9 persen dibandingkan lalu lintas normal. Angka ini pun naik 2,4 persen dibandingkan momen Nataru tahun lalu.

Sementara itu, kendaraan masuk Jabotabek diproyeksikan mencapai 3.002.175 unit selama 18 hari. Banyak warga yang diprediksi menghabiskan liburan ke Jabotabek. Sebab, angka prediksi tersebut ternyata naik 18,6 persen dibandingkan normal dan naik 2,19 persen dibandingkan tahun lalu.

Untuk mengantisipasi potensi kepadatan selama Nataru, lanjut dia, Jasa Marga telah menyiapkan berbagai strategi. ”Sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran perjalanan, Jasa Marga juga mengoperasikan sejumlah ruas tol baru,” katanya.

Ruas tol yang dioperasikan antara lain jalan tol Solo– Yogyakarta-NYIA Kulon Progo (Yogya–Solo) segmen Kartasura–Klaten sepanjang 22,3 km yang sudah bertarif. Lalu, jalan tol Yogya–Solo segmen Klaten–Prambanan sepanjang 8,5 km yang akan dioperasikan secara fungsional pada libur Nataru sehingga tanpa tarif.

Selain itu, jalan tol Probolinggo–Banyuwangi segmen Gending–Kraksaan sepanjang 10,3 km juga akan difungsionalkan tanpa tarif. Jalan tol Jakarta–Cikampek II Selatan segmen Sadang–Kutanegara sepanjang 8,5 km juga disiapkan untuk dioperasikan secara situasional berdasar diskresi kepolisian.

Di sisi lain, Jasa Marga juga telah menyiagakan 514 armada operasional di seluruh jalan tol di Indonesia. Armada ini terdiri atas kendaraan derek, mobile customer service (MCS), ambulans, kendaraan rescue, kendaraan patroli jalan raya (PJR), crane, dan mobile storing. Kelengkapan jalan pun telah disiapkan seperti 112 paket rambu contraflow dan 18.299 unit traffic cone untuk mendukung layanan lalu lintas. (*)

Artikel Hang Nadim Perkirakan akan Terjadi Lonjakan Penumpang Capai 15 Ribu pertama kali tampil pada Metropolis.

Netizen Kecewa Berat ke Maia Estianty, Gara-gara Hadirkan Isa Zega di Podcastnya

0
Maia Estianty bersama Isa Zega. (Instagram: maiaestiantyreal).

batampos – Gara-gara mengundang Isa Zega di podcastnya, netizen mengaku kecewa berat dengan Maia Estianty.

Maia Estianty menghadirkan Isa Zega, seorang transgender dalam podcast dan videonya sudah tayang di YouTube.

Menurut netzen seharusnya Maia Estianty tahu kalau Ise Zega sempat dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan atas kasus dugaan melakukan penistaan agama.

Pelaporan ini buntut dari ibadah umrah yang dilakukannya di Tanah Suci dengan menggunakan pakaian perempuan.

Baca juga: Mengenali Alergi Susu Sapi pada Anak dan Cara Menanganinya

Laporan polisi terhadap Isa Zega dilakukan setelah kasus penistaan agama diduga dilakukan Isa Zaga viral di media sosial dan menjadi sorotan banyak pihak, termasuk diatensi anggota DPR RI.

“Gila yang begini dikasih panggung. Penista agama public enemy. Undang yang lebih berbobot gitu loh bun. Ya Allah, kecewa sekali sekelas bunda Maia yang diundang kok yang
begini,” komentar salah satu netizen.

“Kukira bunda pintar, eh ternyata kayak gini dikasih panggung. Biar apa Bun ? Biar naikin viewer Bun, malu banget dah,” timpal yang lainnya.

Netizen lain meyakini Maia Estianty telah salah dalam memilih bintang tamu untuk datang ke podcast miliknya. Padahal, menurut netizen, banyak orang lain yang lebih layak dan lebih menarik untuk diundang ke podcast dan dikulik ceritanya.

Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Bridgestone Ajak Pemilik Kendaraan Periksa Ban demi Keselamatan Maksimal

“Disayangkan bunda @maiaestiantyreal mendingan undang kak @shellasaukiaofficial langsung kalau mau nanya-nanya,” komentar salah satu warganet.

“Saya bukan ahli surga, tapi jika melihat agama saya dipermalukan sama Sahrul rasanya tetap sakit. Dengan dia posting artinya dia merendahkan dan meremehkan aturan
agama Islam tentang tata cara beribadah,” timpal yang lainnya.

“Kalau viralnya positif boleh boleh saja sih diundang. Dia kan jelas-jelas menistakan agama, nggak jujur soal kelamin saat ibadah umrah. Mending gak usah dikasih panggung. Buktinya dia ngerasa nggak bersalah mainin agama.”

Ada juga yang menyerukan agar video podcast Maia Estianty dan Isa Zega di-take down. Bahkan, ada netizen membuat semacam polling untuk mengetahui seberapa anyak netizen yang ingin video itu di-take down. Polling itu ternyata disukai 15 ribu lebih para pengguna media sosial. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Netizen Kecewa Berat ke Maia Estianty, Gara-gara Hadirkan Isa Zega di Podcastnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Polisi Bekuk Pencetak Garis Benang Upal

0
Ilustrasi uang palsu.

batampos – Uang palsu (upal) yang dicetak di perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) diduga sudah beredar ke banyak tempat. Selain di Mamuju, Sulawesi Barat, upal pecahan Rp100 ribu itu ternyata telah beredar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Buktinya, polisi berhasil membekuk salah seorang anggota sindikat peredaran upal itu di Kampung Anabanua, Kecamatan Maniangpajo, Wajo.

Kasatreskrim Polres Wajo Iptu Alvin Aji Kurniawan menjelaskan, pria yang dibekuk itu bernama Ambo Ala, 42. Dia ditangkap Senin (16/12) lalu. Menurut Alvin, peran Ambo Ala atau AA sangat penting.

Namun, Ambo Ala dibekuk bukan karena mengedarkan upal. Lebih dari itu, dialah orang yang bertugas sebagai pencetak garis benang tengah pada uang kertas. Jika tak diteliti dengan baik, garis benang tersebut mirip asli.

Penangkapan terhadap Ambo Ala merupakan hasil koordinasi dengan Resmob Polres Gowa.

”Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan,’’ ujarnya kepada FAJAR (grup Batam Pos), Rabu (18/12).

Dia menjelaskan, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Wajo setelah mengetahui rekannya ditangkap polisi. Keberadaannya diketahui setelah polisi menerima informasi dari masyarakat.

Berdasar hasil interogasi, pria yang beralamat di Jalan Batua Raya, Kota Makassar, itu mengaku diminta oleh Andi Ibrahim untuk memuluskan pencetakan upal. ”Dia mendapatkan upah senilai Rp3 juta dari Andi Ibrahim,’’ tutur Alvin.

Andi Ibrahim adalah kepala perpustakaan (Kapus) UIN Alauddin Makassar. Dia kini sudah dinonaktifkan dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka. ”Polisi (Polres Gowa, red) juga mengamankan barang bukti handphone milik Ambo Ala,’’ terangnya.

Selain kepala perpustakaan, Andi Ibrahim juga tercatat sebagai dosen di UINAM. Dia mengampu mata kuliah dasar-dasar organisasi informasi. Dia menyelesaikan sarjana bidang agama di UIN Alauddin pada 1995. Kemudian, pada 1998, dia melanjutkan studi bidang sastra di Universitas Indonesia (UI). Pada 2019, Ibrahim mendapatkan gelar doktor di UIN Alauddin Makassar. Dia juga kerap menjadi pembicara mengenai literasi dan perpustakaan.

Sebagaimana diberitakan, kasus itu berawal saat Polres Gowa menerima laporan transaksi menggunakan uang palsu senilai Rp500 ribu di Kecamatan Pallangga. Dari informasi tersebut, penyidik melakukan pelacakan.

Saat itulah diketahui ada sindikat upal yang melibatkan pegawai UINAM. Tim penyidik lantas menuju gedung perpustakaan UINAM. Di sana ditemukan mesin pencetak upal. Polisi juga menemukan upal siap edar senilai Rp446.700.000 dalam pecahan Rp100 ribu.
Belakangan terungkap jika sindikat upal di UINAM ternyata memiliki jaringan di Mamuju, Sulawesi Barat. Polresta Mamuju telah menangkap empat orang jaringan produksi upal yang beroperasi di UINAM. Dua orang di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Sulbar.

Pada bagian lain, Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar Prof Muhammad Halifah Mustamin kembali menegaskan bahwa Ibrahim telah dinonaktifkan dari jabatan kepala perpustakaan. Begitu juga seorang staf yang membantunya dalam kasus upal tersebut.
Di sisi lain, hari ini Polda Sulsel akan mengekspose kasus tersebut secara lebih detail. Dari informasi yang diperoleh FAJAR, Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan secara langsung akan memimpin ekspose kasus tersebut di Polres Gowa pada hari ini.

”Kamis (19/12) rencananya (diekspose) di Polres Gowa,’’ ujar Kabidhumas Polda Sulsel Kombespol Didik Supranoto saat dikonfirmasi Selasa (17/12).

Ditanya lebih jauh mengenai perkembangan kasus tersebut, perwira polisi tiga melati di pundak itu masih enggan berbicara. Detailnya, kata dia, nanti disampaikan langsung oleh Kapolda Sulsel saat ekspose. (*)

Artikel Polisi Bekuk Pencetak Garis Benang Upal pertama kali tampil pada News.

Upacara Hari Jadi ke-195 Batam, Rudi: Momentum untuk Terus Maju dan Berkembang

0

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Jadi Kota Batam ke-195 Tahun 2024 yang digelar dengan khidmat di Dataran Engku Puteri, Batam Centre, Rabu (18/12/2024).

Dalam sambutannya, Muhammad Rudi mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas rahmat dan kasih sayang-Nya, yang telah memungkinkan Batam untuk terus berkembang menjadi salah satu kota modern di Indonesia. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Batam untuk menjadikan Hari Jadi Kota Batam sebagai inspirasi dan motivasi dalam bekerja keras, cerdas, serta mengatasi berbagai tantangan hidup.

”Hari ini, 18 Desember 2024, Batam telah berusia 195 tahun. Sebagai masyarakat Kota Batam, kita wajib bersyukur dan menjadikan hari kelahiran kota ini sebagai momentum untuk terus maju dan berkembang,” ujar Rudi.

Rudi juga mengungkapkan bahwa peringatan Hari Jadi Batam kali ini adalah yang terakhir ia pimpin sebagai Wali Kota Batam. Dalam rentang waktu 18 tahun memegang amanat masyarakat, mulai dari anggota DPRD, Wakil Wali Kota, hingga Wali Kota Batam, Rudi menyadari banyak tantangan yang dihadapi. Namun, berkat dukungan dan doa masyarakat, banyak tantangan tersebut berhasil diatasi.

”Terima kasih kepada seluruh masyarakat Batam, para pengusaha, pelaku UMKM, buruh, nelayan, tokoh agama, serta seluruh pegawai Pemerintah Kota Batam dan BP Batam atas segala dukungan, kerja sama, dan kerja keras dalam membangun kota ini,” ungkapnya penuh haru.

Wali Kota Batam ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masya-rakat Batam atas kekurangan selama masa jabatannya. Ia menyadari bahwa tidak semua harapan dan cita-cita dapat terwujud, namun ia yakin bahwa Batam akan terus berkembang dan mencapai cita-cita Batam Emas pada tahun 2045.

”Walaupun banyak yang belum tercapai, saya yakin dan percaya dengan dukungan kita semua, Batam akan terus melompat dan mencapai Batam Bandar Dunia Madani, Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan pada tahun 2045,” harap Rudi.

Di akhir sambutannya, Rudi berpesan agar seluruh masyarakat Batam terus mendukung pemimpin baru yang akan melanjutkan pembangunan Kota Batam ke depan. Ia juga berharap agar Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan rahmat-Nya kepada Batam dan seluruh warganya.

”Marilah kita bersama-sama terus berusaha mewujudkan kemajuan Kota Batam dan kesejahteraan masyarakatnya. Semoga Batam terus berkembang dan menjadi kota yang semakin gemilang,” tutupnya.

Upacara yang dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, pejabat pemerintah, dan Forkopimda ini menjadi momen refleksi bagi perjalanan panjang Kota Batam dan sekaligus simbol semangat untuk masa depan yang lebih baik. (*)

Artikel Upacara Hari Jadi ke-195 Batam, Rudi: Momentum untuk Terus Maju dan Berkembang pertama kali tampil pada Metropolis.

Satu Kaki Timnas Indonesia di Semifinal Piala AFF 2024

0
Timnas Indonesia harus mengakui ketangguhan Vietnam di Piala AFF 2024. (Dok: PSSI)

batampos – Timnas Indonesia mendapatkan keuntungan besar dari hasil imbang dalam duel Filipina vs Vietnam. Satu kaki skuad Garuda – julukan Timnas – kini sudah menginjak fase semifinal Piala AFF 2024.

Filipina dan Vietnam harus puas berbagi angka saat saling berhadapan dalam matchday empat Grup B Piala AFF 2024. Kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1 di Stadion Rizal Memorium, Manila, Filipina pada Rabu (18/12) malam.

Pertandingan itu termasuk sarat drama. Semua bermula dari kegagalan tim tamu mendapatkan penalti pada pertengahan babak pertama setelah Vi Van Thanh dilanggar oleh Adrian Ugelvik di dalam kotak penalti.

Namun, wasit Akobirxuja Shukurrullaev kemudian melakukan pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) dan akhirnya keputusan penalti dibatalkan. Tuan rumah Filipina terselamatkan.

Kedua tim setelah itu saling berbalas serangan. Tapi, Filipina yang berhasil membuka keunggulan 1-0 atas Vietnam. Javier Gayoso sukses membobol gawang sang tamu pada menit ke-68.

Tapi, Vietnam langsung meresponsnya dengan cepat. Golden Star Warriors tampil lebih agresif dalam menekan hingga akhirnya berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Gol itu tercipta saat injury time.

Adalah Doan Ngoc Tan yang mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan pada menit ke-90+7. Vietnam pun selamat dari kekalahan dan dapat satu angka dari Manila berkat hasil imbang 1-1.

Hasil imbang tersebut berarti Vietnam kian kukuh di puncak klasemen. Pasukan Kim Sang-sik kini mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni di Piala AFF 2024.

Sementara bagi Filipina, tambahan satu angka hanya menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen Grup B. The Azkals baru mengumpulkan tiga angka dalam tiga pertandingan.

Filipina ada di bawah Timnas Indonesia yang bertahan di urutan kedua klasemen Grup B. Ini jadi keuntungan untuk skuad Garuda karena berada dalam posisi yang bagus untuk lolos ke babak semifinal.

Kini, satu kaki Timnas Indonesia sudah di semifinal. Pasukan Shin Tae-yong hanya perlu satu syarat untuk memastikan melaju ke empat besar, yakni meraih kemenangan dalam laga pamungkas Grup B Piala AFF 2024.

Kebetulan, lawan terakhir Timnas Indonesia pada Grup B nanti adalah Filipina. Duel tersebut akan berlangsung di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/12) malam. (*)

Artikel Satu Kaki Timnas Indonesia di Semifinal Piala AFF 2024 pertama kali tampil pada Olahraga.

Harvey Moeis Dituntut 12 Tahun Penjara, Klaim Tak Nikmati Uang Rp 271 Triliun

0
Terdakwa kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022 Harvey Moeis tiba untuk menjalani sidang Pembacaan Tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/12/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)

batampos – Terdakwa kasus dugaan korupsi tata niaga timah Harvey Moeis mengklaim tidak pernah menikmati uang yang disangkakan sebesar Rp 271 triliun. Menurutnya, perhitungan Rp 271 triliun berasal dari ahli lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo.

Nilai tersebut bukan kerugian negara dalam bentuk cash, melainkan kerusakan alam. Namun, yang tercuat di publik seperti ada pihak yang merasakan keuntungan sebesar Rp 271 triliun tersebut.

“Sungguh analisa yang sangat tepat dan bijaksana, faktanya kita semua sudah kena prank ahli Yang Mulia. Auditor kena prank, jaksa kena prank, masyarakat Indonesia kena prank, tapi saya yakin, Majelis tidak akan bisa diprank oleh ahli,” kata Harvey Moeis saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/12).

Harvey mengaku, masih kesulitan mencari pembenaran untuk saksi ahli lingkungan yang bersaksi di persidangan. Pasalnya dari informasi yang didapatnya, ahli lingkungan tersebut menghitung kerugian hingga menghasilkan kerugian Rp 271 triliun dengan hanya melakukan kunjungan ke lapangan sebanyak dua kali untuk mengambil 40 sample dari luasan 400.000 hektar.

Ia menyebut, dari sisi teknologi juga hanya memakai software gratisan dengan ketepatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun hasilnya keluar angka kerugian negara terbesar sepanjang Republik Indonesia ini berdiri.

“Ijin membandingkan pengalaman saya melakukan explorasi di tambang batubara yang Mulia, untuk 1 pit yang berukuran 10 hektar, biasanya kami lakukan bor rapat setiap 5 sampai 10 meter, jadi kira-kira bisa lebih dari 1000 titik untuk menghitung jumlah cadangan di area 10 hektar, itupun masih sering salah,” ungkap Harvey.

“Ketika seluruh kami para terdakwa, penasehat hukum, bahkan majelis hakim ingin menggali keterangan saksi di persidangan, dijawab dengan gampangnya ‘saya malas jawab’, ditambah lagi ketika kami memohon hasil perhitungannya untuk lebih diteliti, permohonan kami ditolak,” sambungnya.

Suami dari artis Sandra Dewi itu mengungkapkan, fakta yang terjadi saat ini adalah ketika harga timah dunia di atas USD 30.000/MT, hampir tiga kali lipat harga rata-rata harga timah ketika kerja sama. Namun, ekspor timah Indonesia malah terendah sepanjang sejarah.

Ia menduga, kondisi ini menyebabkan Indonesia kehilangan devisa, pajak, royalti, dividen dari PT Timah, beserta semua pendapatan lain dari roda ekonomi yang terhenti. Sebaliknya negara tetangga yang tidak punya cadangan timah, tiba-tiba mengalami kenaikan produksi yang signifikan, belum lagi posisi PT Timah sebagai eksportir timah terbesar yang otomatis lengser dan dianggap sebelah mata oleh dunia.

“Bagaimana cara mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 persen, ketika pertumbuhan ekonomi disalah satu provinsi tidak sampai 1 persen (0,71 persen)? Bagaimana kita berharap investor asing mau masuk ke Indonesia ketika warga sendiri saja dihukum karena membantu negara?” cetus Harvey Moeis.

Dalam kasusnya, Harvey Moeis dituntut hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun kurungan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung. Jaksa meyakini, Harvey Moeis melakukan tindak pidana korupsi di PT Timah dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Harvey Moeis dengan pidana penjara selama 12 tahun, dikurangi lamanya terdakwa dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan di rutan,” kata jaksa membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/12).

Suami dari artis Sandra Dewi itu juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 210 miliar. Uang pengganti itu harus dibayarkan dalam waktu paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Namun, jika dalam waktu tersebut tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang. “Jika harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara selama enam tahun,” ucap Jaksa.

Selain itu, perbuatan Harvey Moeis juga dinilai telah mengakibatkan kerugian keuangan negara yang sangat besar, sejumlah Rp 300 triliun. Bahkan, dugaan korupsi itu diduga menguntungkan diri Harvey sebesar Rp 210 miliar, serta Harvey berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan.

“Namun terdapat pula hal meringankan yang dipertimbangkan, yakni terdakwa Harvey belum pernah dihukum sebelumnya,” ujar Jaksa.

Karena itu, Jaksa meyakini, Harvey Moeis bersama sejumlah pihak lain merugikan keuangan negara sejumlah Rp 300 triliun terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah IUP di PT Timah Tbk tahun 2015-2022.

Jumlah kerugian negara tersebut berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Tata Niaga Komoditas Timah di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2022 Nomor: PE.04.03/S-522/D5/03/2024 Tanggal 28 Mei 2024 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP RI).

Harvey Moeis terjerat kasus korupsi PT Timah, terkait posisinya sebagai perwakilan PT Refined Bangka Tin (RBT). Harvey Moeis disebut mendapat keuntungan bersama Crazy Rich Pantai Indah Kapuk (PIK) Helena Lim.

Harvey Moeis sebagai perwakilan PT RBT berperan mengkoordinir pengumpulan uang pengamanan dari para perusahan smelter swasta di Bangka Belitung. Perusahaan smelter itu yakni CV Venus Inti Perkasa, PT Sariwiguna Binasentosa, PT Stanindo Inti Perkasa, dan PT Tinindo Internusa. Perbuatan Harvey Moeis itu sepengetahuan petinggi PT RBT, yakni Suparta selaku direktur utama dan Reza Andiransyah selaku direktur pengembangan usaha.

Masing-masing perusahaan itu menyetor besaran uang pengamanan yang berbeda, dari USD 500 sampai dengan USD 750 untuk setiap ton bijih timah. Uang itu dikumpulkan dalam bentuk seolah-olah corporate social responsibility (CSR) PT RBT.

Harvey Moeis dituntut melanggar Pasal Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP terkait dugaan korupsi.

Selain itu, Harvey Moeis juga dituntut melanggar pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) yakni Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

 

Artikel Harvey Moeis Dituntut 12 Tahun Penjara, Klaim Tak Nikmati Uang Rp 271 Triliun pertama kali tampil pada News.

Polibatam Serahkan 2 TLB

0

TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menyerahkan dua unit perangkat Traffic Light Baton (TLB) kepada SDN 005 Sekupang yang diterima Kepala Sekolah SDN 005 Sekupang, Sri Ningsih, Jumat (13/12/2024).

Bantuan diberikan dalam acara Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Polibatam Peduli Kecelakaan Lalu-Lintas (Laka-Lantas). Ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Tim PKM Polibatam beranggotakan dosen, teknisi laboran, dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektronika Manufaktur Polibatam, yaitu: Fiyan, Budiana, Eka, Imam, Elin, Bayu, dan Fikri.

TLB merupakan rancangan yang dikembangkan tim mahasiswa melalui Project-Based Learning (PBL). Mulai dari proses desain, produksi hingga perakitan menggunakan teknologi dan fasilitas yang tersedia di Teaching Factory Manufacturing Electronics (TFME) Polibatam.

Bayu, Mahasiswa Prodi Teknik Elektronika Manufatur Polibatam mengatakan, TLB yang mereka desain memiliki desain ergonomis, ringan, hemat energi, rechargeable, dan dilengkapi dengan fitur adjustable pencahayaan.

Fiyan, dosen Prodi Teknik Elektronika Manufaktur Polibatam sekaligus Pengelola TFME menambahkan, harapannya ke depan, kapabilitas yang dimiliki TFME-Polibatam dan resources pendukung yang tersedia dapat mereka manfaatkan secara optimal, dan berkelanjutan untuk menghasilkan produk-produk inovasi yang dapat bersaing di pasar.

‘’Tentunya bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat,” ungkap Fiyan.

Fiyan melanjutkan, mereka juga berupaya melakukan pengembangan keilmuan prodi agar selaras dengan tantangan kemajuan teknologi, program pemerintah, dan isu yang ada di tengah masyarakat. Polibatam berkomitmen ingin menjadi bagian dari solusi (problem solver) melalui inovasi dan aksi nyata. Inilah yang dilakukan melalui kegiatan program PKM ini.

TLB ini dapat digunakan petugas keamanan sekolah untuk membantu siswa-siswi dalam penyeberangan. Juga mengatur lalu lintas kendaraan bagi pengguna jalan yang cukup padat di depan SDN 005 Sekupang. Terutama saat pergantian shift jam belajar.

Dengan perangkat pendukung TLB, petugas keamanan akan lebih mudah dan terbantu untuk mengatur arus lalu lintas dengan lebih efektif.

Sri Ningsih mengapresiasi kontribusi Polibatam dalam mendukung keselamatan siswa di lingkungan sekolah.

‘’Kami sangat berterima kasih atas produk inovasi yang diberikan Polibatam. Alat ini tentu akan membantu petugas satuan keamanan kami dalam mengatur ketertiban dan menjaga keamanan lalu lintas di sekitar area sekolah,” ujarnya.

Polibatam berharap produk-produk inovasi serupa dapat terus dihadirkan dan diperluas dalam lingkup mitra masyarakat. Dan dapat membangun kerja sama dengan industri maupun instansi terkait, sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan masyarakat. (adv)

 

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Artikel Polibatam Serahkan 2 TLB pertama kali tampil pada Metropolis.