Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 2681

Gedung Bakamla Kebakaran, Diduga Berawal dari Lantai 6 Tempat Kantor Komnas Perempuan

0
    Ilustrasi Kebakaran./Dimas Pradipta/Jawa Pos
batampos – Kebakaran yang melanda Gedung Badan Keamanan Laut (Bakamla) saat ini masih dalam kondisi pemadaman. Diketahui bahwa gedung itu memiliki enam lantai.

Menurut Kabakamla Laksda TNI Irvansyah, kebakaran terjadi mulanya di lantai 6.
“Kebakaran diduga bermula dari lantai 6 (kantor Komnas Perempuan) yang sedang renovasi,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (29/9).
Irvansyah menyebut bahwa dampak kebakaran itu hingga saat ini masih diinventarisir.
“Di gedung tersebut selain Bakamla juga ada kantor yayasan Bung Karno,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan kepada wartawan, Minggu (29/9).
Ia mengatakan bahwa untuk tindak lanjut awal terhadap kebarakan di Gedung Bakamla itu, sebanyak mobil pemadam sudah dikerahkan.
Sudah ada sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran dengan 95 personel yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di Gedung Bakamla tersebut.
“Waktu tiba pukul 06.25 WIB. Mulai operasi pukul 06.27 WIB,” tuturnya. (*) 
Sumber: JP Group

 

Karena Hot Wheels Lebih dari Sekadar Mainan Anak-anak

0

Hobi mengoleksi mobil mainan, khususnya Hot Wheels, telah menjadi fenomena tersendiri yang tidak lekang oleh waktu. Hot Wheels bahkan lebih dari sekadar mainan anak-anak.

Hot Wheels awalnya merupakan sebuah merek mobil mainan untuk anak-anak. Namun mampu menarik minat orang dewasa baik sebagai hobi, untuk memainkannya bahkan mengoleksi berbagai jenis Hot Wheels

Mobil mainan berbahan metal ini diperkenalkan oleh sebuah perusahaan besar pembuat mainan anak-anak berskala Internasional di Amerika Serikat pada tahun 1968 silam.

Hot Wheels berbahan metal ini pertama kali diluncurkan sebagai mainan mobil yang menyerupai mobil asli. Dikenal dengan desain klasik, sporty dan futuristik hingga desain modern. Namun kini, Hot Wheels mempunyai daya tarik tersendiri bagi para kolektor terutama orang dewasa. Bagi sebagian orang, die cast atau mobil mainan Hot Wheels adalah untuk menyelami kecintaan kepada dunia otomotif dalam bentuk miniatur.

Mainan Hot Wheels selalu menghadirkan varian yang memikat para penggemar otomotif maupun kolektor. Popularitasnya tak hanya terletak pada desain, namun terletak pada kualitas dan detail desain.

Seiring berjalannya waktu, Hot Wheels berkembang menjadi hobi serius. Banyak kolektor mulai mencari varian yang lebih langka, edisi khusus, atau mobil yang hanya diproduksi dalam jumlah terbatas.

Selain itu, penggemar otomotif atau kolektor mainan sangat tertarik dengan Hot Wheels yang memiliki variasi warna atau detail yang berbeda. Hal ini semakin meningkatkan daya tarik Hot Wheels sebagai barang koleksi.

Koleksi berbagai macam Hot Wheels juga menjadi hobi yang unik dan menarik karena mobil mainan ini menawarkan lebih kurang 20 ribu model berbeda sejak awal produksinya.
Model serta desain Hot Wheels, mencakup berbagai mobil klasik, mobil balap hingga mobil-mobil fiktif yang berasal dari berbagai film dan komik serta mobil edisi khusus.

Hal ini membuat para kolektor Hot Wheels mempunyai banyak pilihan dengan berbagai variasi desain dan model yang begitu banyak.

Begitu juga dengan harganya yang sebagian besar cukup terjangkau. Bagi para penggemar dan kolektor, mengoleksi Hot Wheels sebagai salah satu potensi investasi masa depan.

Heru Sukma, penggemar sekaligus kolektor Hot Wheels dari Pulau Bintan.
F.Yusnadi Nazar/Batam Pos

Karena sebagian koleksi Hot Wheels bisa dibeli dan dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Mulai dari belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah tergantung pada edisi dan model. Namun sebagian Hot Wheels edisi terbatas atau premium, model klasik dan langka (Treasure Hunt), nilai harga dapat meningkat dan melonjak dari ratusan ribu menjadi jutaan rupiah. Bahkan puluhan juta hingga miliaran rupiah untuk satu unit Hot Wheels.

Saat zaman mulai berkembang, para penggemar Hot Wheels mempunyai banyak cara untuk menikmati hobi bermain mobil-mobilan ini. Tidak hanya sebagai koleksi, namun dalam perkembangannya, Hot Wheels juga dimainkan dalam bentuk balapan, modifikasi dan sebagai properti serta objek fotografi.

Jadi, hobi mengoleksi Hot Wheels ini lebih dari sekadar mengumpulkan mobil mainan anak-anak. Lebih dari itu adalah tentang kecintaan seseorang pada dunia otomotif dan seni miniatur mobil hingga seni fotografi.

Salah seorang penggemar dan kolektor Hot Wheels di Pulau Bintan yakni Heru Sukma. Pria 34 tahun ini mengatakan, banyak penggemar atau kolektor Hot Wheels yang memulai hobi ini sejak kecil dan melanjutkannya hingga dewasa.

Menurut Heru, sebagian penggemar, mempunyai kenangan yang kuat saat memegang mobil mainan yang dahulu sering dimainkan. Hot Wheels juga sering kali menjadi kenangan masa kecil yang kemudian diwariskan.

Namun, Heru sendiri mengaku ia memulai hobi mengoleksi Hot Wheels sejak dua tahun belakangan ini. Heru mengaku sebelumnya mengoleksi gundam atau mainan robot.

”Awalnya koleksi gundam, tapi karena ngeliat teman koleksi Hot Wheels, jadi suka otomotif dan ngikut koleksi Hot Wheels,” kata Heru yang berprofesi sebagai fotografer ini.

Masih menurut Heru, bagi para kolektor atau para penggemar Hot Wheels, mengoleksi mainan mobil-mobilan berbahan metal ini, memiliki kepuasan tersendiri.

Salah satu kepuasan dalam mengoleksi Hot Wheels adalah berburu model Hot Wheels yang unik dan terbatas. Beberapa model Hot Wheels, hanya diproduksi dalam jumlah terbatas atau memiliki variasi yang sulit ditemukan di pasaran.

Selain itu, sambung Heru, penggemar Hot Wheels juga bisa melakukan kustomisasi mobil mainan ini sebagai hobi. Tidak hanya mengumpulkan mobil, namun penggemar atau kolektor bisa memodifikasi Hot Wheels.

Modifikasi itu bertujuan agar mobil mainan ini tampil lebih unik atau garang. Modifikasi kreatif pada Hot Wheels tersebut juga tidak terbatas. Mulai dari mengganti cat, roda hingga menambah desain tertentu.

”Kalau kami mulai koleksi karena ngeliat teman koleksi, ya jadi tertarik saja, entah mengapa, asik saja lihat mobil mainan, rasanya ada kepuasan tersendiri,” sebut Heru yang memiliki ratusan Hot Wheels ini.

Namun bagi para kolektor Hot Wheels langka, kata Heru, salah satu kepuasan dalam hobi mengoleksi adalah berburu dan mencari model Hot Wheels yang paling langka di dunia. Sebab dapat menjadi investasi yang bernilai tinggi.

Beberapa model Hot Wheels hanya diproduksi dalam jumlah terbatas atau memiliki variasi yang sulit ditemukan di pasaran. Kolektor sering menghabiskan waktu, tenaga, dan uang untuk mendapatkan Hot Wheels langka dan edisi spesial.

Sepengetahuan Heru, beberapa Hot Wheels dijual dengan harga yang fantastis. Contohnya Rear-Loading Beach Bomb. Mobil warna merah muda produksi tahun 1969 ini, dibanderol dengan harga Rp 2 miliar.

Kemudian Hot Wheels Over Chrome Mustang berwarna coklat gelap atau cola, yang dihargai Rp 560 juta. Selanjutnya mobil desain klasik Brown’31 Woody yang dijual dengan harga Rp 112 juta. Termasuk mobil mainan yang sangat langka.

”Kami juga jual beli Hot Wheels. Paling mahal pernah terjual satu jutaan. Kalau bagi para kolektor diecast yang langka, mereka bisa jual tembus miliaran juga” kata Heru.

Tidak hanya merek Hot Wheels, mobil mainan ini juga tersedia dengan merek lain seperti Mini GT, Pop Race, Tarmac, Inno, Kaido House. Mobil mainan ini tersedia dengan harga cukup tinggi. Mulai dari ratusan ribu dan jika mobil eksklusif dihargai hingga jutaan rupiah.

”Tapi yang paling banyak dikenal orang pastinya Hot Wheels,” jelas Heru.

Menurutnya, penggemar atau kolektor, biasanya tergabung dalam satu komunitas Hot Wheels. Para penggemar ini biasanya berkumpul untuk berbagi pengetahuan, melakukan modifikasi mobil atau sekadar saling bertukar barang koleksi.

”Hot Wheels ini ada komunitasnya. Jadi bukan sekadar mainan anak-anak. Tempat untuk saling berbagi cerita dan kadang-kadang menggelar pameran dan lelang juga,” jelas Heru.
Untuk mengenalkan hobi unik ini kepada khalayak, Heru juga seringkali membuat konten video mengenai Hot Wheels. Heru juga membagikan konten tersebut di akun media sosialnya.

”Kami juga buat konten Hot Wheels untuk kesenangan pribadi saja sekaligus mengenalkan hobi ini. Rencananya buat promosi jualan juga,” ujarnya.

Bagi siapa saja yang baru mengetahui atau baru memulai hobi ini, baik yang ingin memulai koleksi dan memulai investasi atau hanya ingin bernostalgia masa kecil, Hot Wheels akan menawarkan kesenangan dan kepuasan tersendiri.

”Mengoleksi mobil mainan Hot Wheels adalah salah satu hobi yang mampu menyatukan berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa,” jelas Heru. (*)

 

LAPORAN : YUSNADI NAZAR

Tingkat Perceraian di Batam Lampaui Nasional, Rata-Rata 2.000 Kasus Perceraian Setiap Tahun

0
cerai
ilustrasi (pexels)

batampos – Setiap hari kerja, kursi panjang yang merapat ke dinding Gedung Pengadilan Agama Batam di Sekupang itu selalu penuh. Pasangan-pasangan datang dan mengantre untuk mendaftarkan kasus perceraian mereka.

Ada yang datang sendiri, ada yang ditemani orangtua, dan ada juga yang datang bersama pasangannya. Mereka yang datang bersama pasangannya umumnya tidak saling sapa, meski duduk berdekatan. Terkadang, mereka duduk berjauhan. Ini menjadi gambaran bagaimana hati mereka terluka, hingga rumah tangga mereka harus berakhir di pengadilan agama.

Pada pertengahan Mei lalu, tampak seorang wanita muda duduk di salah satu kursi panjang yang terbuat dari logam. Namanya Yanti. Dari raut wajahnya tergambar luka hati, kelelahan, dan kesedihan mendalam. Ia datang untuk mendaftarkan gugatan cerai terhadap suaminya.

”Kami sudah tidak tinggal serumah lagi,” ujarnya lirih.

Selain jarang pulang, suami yang menikahinya dua tahun lalu juga tidak memberi kabar dan nafkah kepada Yanti dan anak mereka.

”Mungkin ini jalan terbaik. Sudah sering saya maafkan, tapi dia tidak pernah berubah. Bahkan setiap kali bertengkar, ia selalu tidak pulang ke rumah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Awalnya, Yanti enggan mengungkapkan permasalahan rumah tangganya. Namun, ia memutuskan untuk berbagi sebagai pembelajaran bagi wanita lainnya.

”Hampir setiap kali berantem, ia memilih menghabiskan hari-harinya di luar tanpa merasa bersalah. Padahal, anak kami masih kecil dan butuh banyak perhatian,” sesal Yanti.

Yanti hanyalah satu dari ribuan wanita yang menggugat cerai suaminya. Di Batam, dari sekitar 2.000 kasus perceraian setiap tahunnya yang didaftarkan ke Pengadilan Agama Batam, mayoritas merupakan cerai gugat, di mana istri yang menggugat cerai. Sisanya cerai talak yang diajukan suami.

Dengan kata lain, jika setiap tahunnya rata-rata 2.000 kasus cerai, maka ada 4.000 hati terluka, baik dari pihak istri maupun suami, sehingga harus berakhir di meja pengadilan yang mayoritas berujung cerai.

Data yang dikumpulkan Batam Pos selama lima tahun terakhir menunjukkan, angka perceraian di Batam memang sangat tinggi. Contohnya, pada tahun 2020 ada 1.908 kasus, tahun 2021 ada 2.015 kasus, tahun 2022 ada 2.046 kasus, tahun 2023 ada 2.106 kasus, dan tahun 2024 diprediksi bisa menembus 2.100 kasus. Sebab, hingga pekan ketiga Agustus 2024, sudah ada 1.325 kasus yang masuk ke Pengadilan Agama Batam.

Angka ini jauh melebihi rata-rata nasional, yang berada di kisaran 600 kasus per tahun.
Humas Pengadilan Agama Kota Batam, Azizon, membenarkan bahwa perkara perceraian di Batam cukup tinggi. Setiap bulan, jumlah perkara yang masuk seolah tidak ada habisnya, baik cerai talak maupun cerai gugat.

Azizon juga mengonfirmasi bahwa mayoritas kasus perceraian di Batam masih didominasi cerai gugat yang diajukan istri.

”Setiap tahunnya polanya seperti itu,” ujar Azizon pada 26 Agustus lalu.

Ia menambahkan, alasan klasik yang paling sering dijadikan dasar permohonan cerai adalah masalah ekonomi. Banyak istri yang mengeluhkan nafkah yang diberikan suami tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sementara itu, cerai talak lebih banyak disebabkan perselisihan rumah tangga yang terus berlanjut. Selain itu, ada pula alasan seperti istri meninggalkan tempat tinggal dalam waktu lama, perselingkuhan, atau kehadiran orang ketiga.

”Kondisi ekonomi yang tidak stabil memang berdampak pada hubungan rumah tangga,” terangnya.

Kelompok usia yang paling banyak melakukan perceraian adalah usia muda, yakni rentang usia 25 hingga 40 tahun.

Fenomena banyaknya hati terluka yang akhirnya berujung pada perceraian menjadi perhatian banyak pihak. Salah satu yang turut menyoroti hal ini adalah Psikolog dari RS Bhayangkara Batam, Aribowo Abdurrahman.

Ari, yang telah menangani ratusan kasus perceraian di Batam, mengidentifikasi sejumlah pola yang mendasari tren ini. Menurutnya, tekanan ekonomi, kurangnya komunikasi akibat kesibukan bekerja, perselingkuhan, serta perbedaan kepribadian dan nilai menjadi faktor utama yang sering memicu perceraian.

Selain itu, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga menjadi penyebab dominan. Konflik yang melibatkan pihak ketiga, seperti campur tangan keluarga besar atau orang tua, turut memperburuk situasi.

”Kata-kata kasar sudah termasuk KDRT, dan ini sering kali menjadi awal dari keretakan rumah tangga,” ujar Aribowo, Kamis (26/9).

 

Dampak Sosial dan Ekonomi

Perceraian di Batam tidak hanya berdampak pada pasangan yang terlibat, tetapi juga pada anak-anak dan masyarakat secara keseluruhan.

Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home cenderung mengalami masalah emosional dan akademik, serta kesulitan dalam penyesuaian sosial.

Dampak ekonomi juga tidak bisa diabaikan, terutama bagi ibu dan anak-anak yang sering kali terjebak dalam kemiskinan setelah perceraian.

“Perceraian ini berujung pada trauma psikologis, risiko kenakalan remaja, dan beban ekonomi yang signifikan, terutama bagi perempuan,” kata Ari.

Trauma dan masalah psikologis sering menjadi hambatan bagi individu untuk bangkit dan kembali ke kehidupan normal.

 

Upaya Pencegahan dan Layanan Konseling

Sebagai respons terhadap masalah ini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah meluncurkan sejumlah program untuk menekan angka perceraian, termasuk konseling pernikahan dan pelatihan manajemen keuangan keluarga. Namun, hasil yang signifikan belum terlihat.

Salah satu layanan yang diharapkan bisa membantu adalah Poli Psikologi di RS Bhayangkara Batam. Layanan ini menyediakan terapi psikologis, termasuk art therapy, relaksasi untuk mengurangi stres, hingga hipnoterapi bagi mereka yang mengalami depresi atau kecemasan.
“Poli Psikologi ini hadir untuk menangani masalah perceraian dan adiksi yang kini marak, seperti kecanduan gadget dan judi online,” ujar Ari.

Ia menambahkan, terapi psikologis yang disediakan di RS Bhayangkara Batam dapat membantu mengubah pola pikir dan memberikan solusi bagi pasangan yang mengalami konflik. Meski begitu, ia menekankan bahwa keberhasilan terapi sangat bergantung pada komitmen masing-masing individu untuk pulih dan memperbaiki hubungan.

Dengan angka perceraian yang terus meningkat, upaya bersama dari pemerintah, psikolog, dan masyarakat diperlukan untuk menangani permasalahan sosial yang mengancam stabilitas keluarga di Batam.

”Kami ada di sini untuk masyarakat, dan kami berharap layanan ini bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Batam, Muhammad Dirham, menambahkan, ketidakmatangan pasangan suami-istri dalam menghadapi kenyataan hidup seringkali menyebabkan mereka kesulitan dalam menyesuaikan diri pada tahun-tahun awal pernikahan.

”Jika kita melihat data dari Pengadilan Agama Batam, hampir 70 persen kasus perceraian terjadi pada perkawinan yang berusia di bawah 5 tahun,” ujarnya.

Dirham mengakui, banyak pasangan yang hendak menikah belum cukup mumpuni, baik dari segi ekonomi maupun mental. Oleh karena itu, bimbingan pranikah sangat diperlukan agar di masa depan pasangan dapat menyelesaikan masalah rumah tangga secara kekeluargaan dan tidak menempuh jalur persidangan.

”Selama ini, masyarakat cenderung tidak memiliki persiapan matang untuk menikah. Padahal, hal itu sangat penting,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, bimbingan pranikah digelar oleh masing-masing KUA. Dalam bimbingan tersebut, para pasangan diberikan materi dan penjelasan mengenai kehidupan setelah menikah, mulai dari pembinaan akhlak moral hingga kewajiban pasangan suami-istri.
Tidak hanya itu, Kementerian Agama melalui KUA juga terus melakukan pembinaan bagi keluarga setelah menikah. Bersama dengan Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), mereka membimbing pasangan muda yang rentan terhadap perceraian.

”Jadi, tidak hanya pra atau sebelum nikah saja, tetapi pasca nikah juga terus dilakukan pembinaan,” jelasnya. (*)

 

Reporter : ARJUNA

Mini Booster Belum Beri Dampak Signifikan, Pasokan Air Bersih masih Minim

0
booster
Pemasangan mini booster di Tj Uncang. F. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Pasokan air bersih ke Perumahan Putra Jaya, Tanjunguncang, masih minim. Meskipun ada janji, setelah pemasangan mini booster, Selasa (24/9) lalu, pasokan air bersih ke wilayah itu akan semakin membaik.

Tapi, kenyataanya tidak seperti harapan warga di Perumahan Putra Jaya. Hal itu disampaikan oleh Ketua RW 22 RT 06 Putra Jaya, Doloksaribu. Ia mengaku, sejak pemasangan mini booster, pasokan air bersih masih terkendala.

“Misalkan tadi malam di rumah kami jam 03.00 WIB baru air hidup selama dua jam saja, dan sebagian RT lain itu tidak hidup malahan,” ujarnya, Sabtu (28/9).

Doloksaribu mengatakan, PT ABH dan BP Batam sudah berjanji serta komitmen memperbaiki pasokan air bersih ke wilayah Perumahan Putra Jaya. Tapi kenyataanya, belum ada perubahan yang signifikan.

“Kami minta mereka itu komitmen aja lah sama janjinya, kalau pun belum selesai pengerjaan mini booster agar dicarikan alternatif solusi lainnya,” ujarnya.

Pasca demo di BP Batam beberapa waktu lalu, Doloksaribu mengatakan, PT ABH hanya sekali mengecek ke lokasi Perumahan Putra Jaya dan sekitarnya. Meskipun, sudah beberapa kali warga menyampaikan keluhan atau laporan soal distribusi air yang belum lancar.

“Saat ini, warga masih bersabar dulu dan memberikan waktu kepada mereka (PT ABH), untuk segera memperbaiki dan memasang pompa mini booster itu secara tuntas,” kata dia.

Sementara itu, Humas PT ABH, Ginda Alamsyah, mengatakan, bahwa pemasangan mini booster pump hanya untuk mendorong tekanan air dari tangki penampungan, ke pemukiman masyarakat yang berada di sekitarnya.

“Sudah dipasang Mini Booster Pump. Nanti tetap akan ada suplai dengan mobil tangki jika masih bermasalah. Sistemnya tetap sama dengan aliran pemukiman lain, yang mana akan disalurkan melalui jaringan pipa yang telah disediakan,” ungkap Ginda.

Ginda mengatakan, sudah menyiapkan solusi jangka panjang. Saat ini, ABH sedang membangun instalasi pengolahan air (IPA) untuk peningkatan produksi air di Dam Duriangkang dan Tembesi, dengan total kekuatan 730 liter operasi detik (IPS).

“Inilah solusi yang sedang kami upayakan, atas persoalan sebelumnya termasuk yang terjadi selama ini di Tanjunguncang, Marina dan sebagian wilayah di Sagulung,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

BI-Bank Negara Malaysia Perpanjang Local Currency Bilateral

0
Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Gubernur BNM Dato’ Seri Abdul Rasheed Ghaffour setelah menandatangani LCBSA di Jakarta, Jumat (27/9). Perjanjian tersebut memungkinkan pertukaran mata uang lokal antara kedua bank sentral hingga senilai Rp82 triliun.
F. BI untuk Batam Pos

batampos – Bank Indonesia (BI) terus memperluas akseptasi penggunaan mata uang rupiah lintas negara sehingga tidak lagi bergantung pada dolar Amerika Serikat (AS). Terbaru, BI dan Bank Negara Malaysia (BNM) sepakat memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal alias local currency bilateral swap arrangement (LCBSA).
Pembaruan tersebut memungkinkan pertukaran mata uang lokal antara kedua bank sentral hingga 24 miliar ringgit Malaysia (RM) atau Rp82 triliun untuk lima tahun ke depan.

Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Gubernur BNM Dato’ Seri Abdul Rasheed Ghaffour menandatangani perjanjian LCBSA dalam pertemuan bilateral tingkat tinggi di Jakarta, Jumat (27/9).

Pemimpin kedua bank sentral juga membahas arah kebijakan ke depan. Mencakup makroekonomi, moneter, keuangan, sistem pembayaran dan digitalisasi, serta strategi untuk memajukan keuangan Islam.

”Bank Indonesia memandang peningkatan kerja sama perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (LCBSA) dengan BNM merepresentasikan peran penting kerja sama internasional sebagai bagian dari bauran kebijakan BI yang mendukung kebijakan utama di bidang moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Pada saat yang sama berkontribusi terhadap pengembangan transaksi berbasis mata uang lokal kedua negara,” jelas Perry.

Pembaruan kerja sama tersebut merupakan aspirasi bersama kedua pihak, setelah kerja sama LCBSA kali pertama pada 2019 dan diperpanjang pada 2022.

Itu mencerminkan upaya kolaboratif dalam memperkuat ketahanan eksternal sekaligus mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi Indonesia-Malaysia.

Gubernur BNM Dato Seri’ Abdul Rasheed Ghaffour menyambut baik kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama dengan BI melalui pembaruan perjanjian LCBSA. Seiring dengan meningkatnya perdagangan dan interkoneksi keuangan dua negara.

”Kerja sama LCBSA meleng-kapi kerja sama transaksi berbasis mata uang lokal (local currency transaction) yang sudah berjalan dan saat ini menjadi skema utama dalam penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi dalam mata uang masing-masing negara,” ungkapnya.

Secara digital, BI mengakselerasi penggunaan quick response code Indonesian standard lintas batas negara (QRIS crossborder).

Bank sentral RI telah bekerja sama dengan tiga negara untuk penggunaan layanan transaksi digital. Yakni, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengungkapkan, peningkatan terjadi baik pada transaksi outbound yang dilakukan orang Indonesia pada merchant di Malaysia maupun transaksi inbound yang dilakukan orang Malaysia di berbagai merchant QRIS di tanah air. Transaksi keuangan Indonesia dan Malaysia mencatatkan pertumbuhan bulanan tertinggi sebesar 18 persen. Sedangkan, dengan Si­nga­pura dan Thailand, masing-masing tumbuh 17 persen dan 1 persen secara month to month (mtm).

”Indonesia-Thailand volume (transaksi) terbesar dipakai di Jakarta dan Jawa Barat. Untuk Singapura itu, lokasinya Jakarta dan Riau. Sedangkan Malaysia, berada di Jakarta dan Jawa Barat,” terang Filianingsih. (*)

Tiongkok Bidik Investasi Hilirisasi Timah di Batam

0
china hilir
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9).

batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9) di Marketing Center BP Batam.

Rombongan berjumlah 15 orang tersebut dipimpin oleh Vice President CNGR, Zhu Jiangang, dan disambut oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, serta Direktur Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Surya Kurniawan Suhairi.

Pertemuan ini menjadi ajang diskusi dan konsultasi terkait rencana investasi CNGR di sektor hilirisasi timah di Batam. CNGR, sebagai pemasok global baterai lithium, telah berkembang pesat dengan jejak bisnis di Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, serta ekspansi baru ke Finlandia, Maroko, dan Indonesia.

Vice President CNGR Advanced Material Co,Ltd, Zhu Jiangang, mengatakan, upaya ekspansinya berbuah manis, yang mana kini telah mencapai realisasi investasi hingga USD 7 miliar serta menyerap 8.000 pekerja di Indonesia.

Kehadiran CNGR di Kota Batam merupakan hasil dari upaya Kawasan Industri Tunas yang dipimpin oleh Chrispin Andereas selaku Direktur.

“Kami melihat potensi pasar di Kota Batam yang besar di Indonesia. Bersama Kawasan Industri Tunas, kami ingin tahu lebih lanjut bagaimana proses investasi beserta dokumen pendukung yang diperlukan di sini,” ujar Zhu.

Saat pertemuan tersebut, dari pihak CNGR sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan, seputar mekanisme ekspor, impor, pengelolaan limbah serta peraturan yang berlaku. Jawaban-jawaban dari pihak BP Batam tersebut, kata Zhu menjawab semua pertanyaan esensial seputar rencana bisnis mereka ke depannya.

”Kami sangat mengapresiasi penjelasan BP Batam seputar mekanisme investasi industri timah beserta dokumen yang diperlukan. Dan kami juga berterima kasih atas upaya BP Batam yang sepenuh hati mendukung rencana investasi kami di Kota Batam. Kami berharap rencana ini dapat terwujud segera,” kata Zhu.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyambut baik respon positif Zhu dan tim. Dia menyatakan kesiapan BP Batam untuk mendukung penuh rencana berusaha CNGR.

”Salah satu tugas BP Batam adalah meningkatkan realisasi investasi di Kota Batam. Jadi jangan khawatir, BP Batam akan berkomitmen penuh dan mendukung rencana hilirisasi timah CNGR di Kota Batam sesuai peraturan yang berlaku,” ucap Ariastuty. (*)

Tiongkok Bidik Investasi Hilirisasi Timah di Batam

0
china hilir
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9).

batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9) di Marketing Center BP Batam.

Rombongan berjumlah 15 orang tersebut dipimpin oleh Vice President CNGR, Zhu Jiangang, dan disambut oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, serta Direktur Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Surya Kurniawan Suhairi.

Pertemuan ini menjadi ajang diskusi dan konsultasi terkait rencana investasi CNGR di sektor hilirisasi timah di Batam. CNGR, sebagai pemasok global baterai lithium, telah berkembang pesat dengan jejak bisnis di Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, serta ekspansi baru ke Finlandia, Maroko, dan Indonesia.

Vice President CNGR Advanced Material Co,Ltd, Zhu Jiangang, mengatakan, upaya ekspansinya berbuah manis, yang mana kini telah mencapai realisasi investasi hingga USD 7 miliar serta menyerap 8.000 pekerja di Indonesia.

Kehadiran CNGR di Kota Batam merupakan hasil dari upaya Kawasan Industri Tunas yang dipimpin oleh Chrispin Andereas selaku Direktur.

“Kami melihat potensi pasar di Kota Batam yang besar di Indonesia. Bersama Kawasan Industri Tunas, kami ingin tahu lebih lanjut bagaimana proses investasi beserta dokumen pendukung yang diperlukan di sini,” ujar Zhu.

Saat pertemuan tersebut, dari pihak CNGR sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan, seputar mekanisme ekspor, impor, pengelolaan limbah serta peraturan yang berlaku. Jawaban-jawaban dari pihak BP Batam tersebut, kata Zhu menjawab semua pertanyaan esensial seputar rencana bisnis mereka ke depannya.

”Kami sangat mengapresiasi penjelasan BP Batam seputar mekanisme investasi industri timah beserta dokumen yang diperlukan. Dan kami juga berterima kasih atas upaya BP Batam yang sepenuh hati mendukung rencana investasi kami di Kota Batam. Kami berharap rencana ini dapat terwujud segera,” kata Zhu.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyambut baik respon positif Zhu dan tim. Dia menyatakan kesiapan BP Batam untuk mendukung penuh rencana berusaha CNGR.

”Salah satu tugas BP Batam adalah meningkatkan realisasi investasi di Kota Batam. Jadi jangan khawatir, BP Batam akan berkomitmen penuh dan mendukung rencana hilirisasi timah CNGR di Kota Batam sesuai peraturan yang berlaku,” ucap Ariastuty. (*)

Tiongkok Bidik Investasi Hilirisasi Timah di Batam

0
china hilir
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9).

batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9) di Marketing Center BP Batam.

Rombongan berjumlah 15 orang tersebut dipimpin oleh Vice President CNGR, Zhu Jiangang, dan disambut oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, serta Direktur Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Surya Kurniawan Suhairi.

Pertemuan ini menjadi ajang diskusi dan konsultasi terkait rencana investasi CNGR di sektor hilirisasi timah di Batam. CNGR, sebagai pemasok global baterai lithium, telah berkembang pesat dengan jejak bisnis di Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, serta ekspansi baru ke Finlandia, Maroko, dan Indonesia.

Vice President CNGR Advanced Material Co,Ltd, Zhu Jiangang, mengatakan, upaya ekspansinya berbuah manis, yang mana kini telah mencapai realisasi investasi hingga USD 7 miliar serta menyerap 8.000 pekerja di Indonesia.

Kehadiran CNGR di Kota Batam merupakan hasil dari upaya Kawasan Industri Tunas yang dipimpin oleh Chrispin Andereas selaku Direktur.

“Kami melihat potensi pasar di Kota Batam yang besar di Indonesia. Bersama Kawasan Industri Tunas, kami ingin tahu lebih lanjut bagaimana proses investasi beserta dokumen pendukung yang diperlukan di sini,” ujar Zhu.

Saat pertemuan tersebut, dari pihak CNGR sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan, seputar mekanisme ekspor, impor, pengelolaan limbah serta peraturan yang berlaku. Jawaban-jawaban dari pihak BP Batam tersebut, kata Zhu menjawab semua pertanyaan esensial seputar rencana bisnis mereka ke depannya.

”Kami sangat mengapresiasi penjelasan BP Batam seputar mekanisme investasi industri timah beserta dokumen yang diperlukan. Dan kami juga berterima kasih atas upaya BP Batam yang sepenuh hati mendukung rencana investasi kami di Kota Batam. Kami berharap rencana ini dapat terwujud segera,” kata Zhu.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyambut baik respon positif Zhu dan tim. Dia menyatakan kesiapan BP Batam untuk mendukung penuh rencana berusaha CNGR.

”Salah satu tugas BP Batam adalah meningkatkan realisasi investasi di Kota Batam. Jadi jangan khawatir, BP Batam akan berkomitmen penuh dan mendukung rencana hilirisasi timah CNGR di Kota Batam sesuai peraturan yang berlaku,” ucap Ariastuty. (*)

Pasir, Laut, dan Masa Depan yang Terkikis

0
bakau
Green action SMA Maitreyawira Batam di Shelter Akar Bhumi Indonesia. Mereka peduli kelestarian ekosistem laut dan Mangrove.
F.Dok Akar Bumi Batam

batampos – Di bawah langit biru yang memayungi, laut selalu mengirimkan pesan-pesan sunyi. Ombak yang menyapu garis pantai membawa cerita tentang harapan, tentang kehidupan yang tak pernah diam. Namun, dalam gemuruh yang tak terdengar, ada juga desah ketakutan yang mengendap di sanubari mereka yang menggantungkan hidupnya pada lautan.

Dua puluh tahun telah berlalu sejak pintu ekspor pasir laut ditutup. Kala itu, laut diambang kematian. Ekosistem tercabik-cabik, pulau-pulau kecil hampir tenggelam, dan kehidupan para nelayan nyaris tercerabut. Hingga pada suatu titik, pemerintah sadar. Keran itu ditutup, seolah memberikan kesempatan bagi laut untuk pulih, kembali bernafas.

Akan tetapi, ibarat monster yang lama tertidur, kebijakan itu kini bangkit kembali. PP 26 Tahun 2023 datang seperti badai yang mengguncang ketenangan semu yang telah terjalin.
NGO Akar Bhumi Indonesia, sebuah organisasi non-pemerintah yang selama ini menjaga denyut laut dan masyarakat pesisir, kini berhadapan dengan kebijakan yang mengancam kelestarian laut itu.

Hendrik Hermawan, pendiri Akar Bhumi Indonesia, menatap lepas ke laut. Baginya, PP 26 tahun 2023 adalah monster lama yang bangkit kembali. Ekosistem laut, yang pernah luluh lantak dua dekade silam, kini dihadapkan pada ancaman yang lebih ganas.

Ia mengenang Pulau Nipah, Batam, yang nyaris hilang dari peta akibat eksploitasi pasir laut. Bagi Hendrik, alam bukan materi untuk dijual, melainkan roh kehidupan yang seharusnya dijaga.

“Kepri sudah pernah merasakan luka ini, dan seharusnya kita belajar dari masa lalu,” ujarnya, Rabu (25/9).

Dari balik kabut kekhawatiran, desas-desus menyeruak. Singapura, negeri pulau itu, dikatakan menanti pasir Indonesia untuk reklamasi.

Beberapa percaya bahwa ketersediaan pasir ini adalah syarat tak tertulis bagi investor asing yang hendak membangun Ibu Kota Negara baru. Sebuah barter tak tertulis: demi hutan Kalimantan, kita rusak laut Kepri. Seolah pemerintah rela merusak apa pun, asalkan dana segar bisa terus mengalir.

“Ini bukan sekadar kebijakan ekonomi, ini adalah pengkhianatan terhadap masa depan laut dan masyarakat kita,” kata Hendrik.

Lalu, ada pertanyaan lain yang meresahkan: benarkah alasan utama di balik kebijakan ini hanya untuk menghilangkan sedimentasi yang mengganggu perairan? Atau ini hanyalah dalih bagi kepentingan yang lebih gelap, seperti bayangan kolonialisme yang kembali mencuat dari masa lalu? Hendrik melihat tanda-tanda itu.

“Ada penumpang gelap dalam kebijakan ini,” ujarnya, penuh kewaspadaan.

Ancaman Nyata Pulau yang Terkikis

Provinsi Kepri, dengan 2.028 pulau kecilnya, telah lama menjadi benteng alami Indonesia. Namun, dengan kebijakan ini, baluarti itu mulai rapuh. Kenaikan permukaan air laut sudah menjadi ancaman nyata, dan kini ditambah dengan pengambilan pasir yang bisa mempercepat hilangnya pulau-pulau kecil.

“Pulau yang hilang mungkin tak langsung mengubah batas negara, tapi panjang garis pantai kita menyusut, zona tangkapan ikan bergeser, nelayan semakin terjepit,” kata Hendrik.

Di Karimun, masyarakat nelayan mulai cemas. Di sana, 16 dari 20 titik pengambilan pasir laut berada. Ketika Akar Bhumi Indonesia melakukan kunjungan pada Maret 2024, suara-suara penolakan menggema.

Bagi nelayan, laut adalah rumah, tempat mencari nafkah, dan ruang hidup. Dengan adanya eksploitasi ini, laut mereka perlahan berubah menjadi neraka.

Menggugat Kebijakan, Mempertahankan Laut

Akar Bhumi Indonesia berdiri tegak di sisi nelayan. Menurut Hendrik, PP 26 Tahun n 2023 adalah kebijakan yang cacat dari lahir.

“Seolah-olah Indonesia hanya menjadi toko bangunan bagi negara lain. Kita harus menyelamatkan laut kita. Ini bukan hanya soal devisa atau keuntungan bagi segelintir pengusaha, ini tentang keberlanjutan hidup kita,” tegasnya.

Hendrik percaya, jalur legislatif adalah kunci. Sebagai mitra Komisi IV DPR RI, Akar Bhumi akan menempuh jalur aspiratif. Jika pemerintah bersikeras, pihaknya harus bersiap untuk pengawasan ketat. Laut tak mudah dijaga, apalagi jika terjadi kejahatan lingkungan seperti eksploitasi pasir laut tanpa batas.

Ia mencatat, masalah lingkungan tak mudah diselesaikan di Indonesia, terutama yang menyangkut laut. Hukum sering lambat dalam merespons kejahatan lingkungan. Ini akan menjadi ancaman besar bagi ekosistem laut.

Laut sebagai Jiwa

Di Kepri, 96 persen wilayahnya adalah lautan. Jadi dapat disimpulkan bahwa laut bukan sekadar sumber mata pencaharian. Laut adalah jiwa. Nelayan tak hanya mengandalkan tangkapan ikan untuk hidup, tetapi mereka hidup bersama laut, dalam makna yang lebih mendalam.

“Merusak laut sama saja menghancurkan spirit masyarakat pesisir,” ujar Hendrik.

Ekspor pasir laut, yang diklaim sebagai solusi sedimentasi, nyatanya memicu sedimentasi lain–sedimentasi dalam sendi kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Laut yang tercemar bukan hanya berarti hilangnya ikan, tapi juga hilangnya rasa aman dan keberlangsungan hidup. Nelayan terjepit dari dua sisi, antara pesisir yang direklamasi secara ilegal dan laut yang rusak oleh eksploitasi pasir.

Mimpi Kelam Masa Depan

Dampak kebijakan ini tidak hanya akan dirasakan saat ini, tetapi juga di masa depan. Penurunan kualitas air, abrasi, dan erosi pantai hanya sebagian kecil dari kerusakan yang akan terjadi. Padahal, lautan menyimpan kekayaan yang jauh lebih penting daripada sekadar pasir.
Laut adalah penghasil oksigen terbesar, penyerap karbon, dan rumah bagi kehidupan yang tak terhitung banyaknya. Ketika kita menjual pasir laut, kita sesungguhnya sedang menjual masa depan kita sendiri.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Distriawandi, tak kalah gelisah. Kebijakan ekspor pasir laut, menurutnya, adalah pukulan keras bagi nelayan.

“Ini kebijakan brutal,” katanya, berberapa waktu lalu.

Laut yang mereka kenal kini mulai berubah, dan hasil tangkapan ikan menurun drastis. Distriawandi tahu, jika kebijakan ini terus berlanjut, maka dampaknya darurat.

“Kami takut ini hanya awal dari konflik yang lebih besar,” katanya.

Nelayan yang kehilangan laut mereka akan kehilangan segalanya–penghasilan, identitas, dan masa depan.

Sebuah Seruan: Selamatkan Laut, Selamatkan Kehidupan

Di balik semua ketakutan dan kekhawatiran ini, masih ada harapan yang tersisa. Hendrik, Distriawandi, dan masyarakat nelayan di Kepri tak ingin menyerah. Mereka percaya, ada cara lain untuk memanfaatkan laut tanpa merusaknya.

“Pendalaman alur bisa dilakukan di area yang tidak mengganggu zona tangkapan nelayan,” ujar Distriawandi.

Sementara Hendrik menyimpulkan dengan sebuah seruan, Laut adalah warisan masa depan. Mari kita jaga, bukan hanya untuk kita, tetapi untuk anak-cucu kita nanti.

Dengan kebijakan yang tak berpihak pada keberlanjutan ini, masa depan laut terancam hilang. Akar Bhumi Indonesia dan HNSI Kepri sepakat: perjuangan untuk menyelamatkan laut bukan hanya tentang ekosistem, tetapi tentang menjaga harapan agar tetap hidup.

Sementara ombak terus berdebur, pertanyaan besar pun menggantung di udara. Apakah kita akan terus menjual laut, melelang masa depan demi keuntungan sesaat? Ataukah kita akan memilih untuk menjaga, merawat, dan mewariskan laut kepada anak cucu?
Dalam sunyi yang penuh arti, lautan menunggu jawabannya. (*)

Disdik Batam Bangun 3 Sekolah Baru

0
bangun sekolah
Murid SDN 011 Kabil, Nongsa, bermain di depan bangunan sekolah, beberapa waktu lalu. Tahun depan, Disdik berencana membangun sekolah baru di sejumlah wilayah.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam berencana membangun tiga unit sekolah baru pada tahun 2025. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyebutkan bahwa pembangunan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah negeri yang semakin meningkat di Batam, yakni dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan satu Sekolah Dasar (SD).

”Tahun depan kita lihat komposisi anggarannya saat penge-sahan ya. Insyaallah ada tiga unit sekolah baru yang kami anggarkan,” kata Tri, Jumat (27/9).

Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa dua SMP tersebut akan dibangun di wilayah Buliang dan Panglong, sementara SD akan didirikan di Sei Langkai, jika tidak ada halangan.

Selain pembangunan unit sekolah baru, Disdik Batam juga tengah fokus mengusahakan pemenuhan tenaga guru dan tenaga kependidikan. ”Saat ini belum ada penerimaan guru, namun kita sedang membahasnya lebih lanjut,” ujar Tri.

Selama tahun 2024, Dinas Pendidikan Batam hanya menganggarkan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) serta rehabilitasi ruang kelas untuk jenjang SD dan SMP. Tidak ada anggaran yang disiapkan untuk pembangunan sekolah baru.

Tri Wahyu Rubianto menjelaskan bahwa tahun ini Disdik Batam memprioritaskan pem­bangunan RKB dan rehab ruang kelas di sejumlah sekolah negeri dan swasta. ”Total ada 14 RKB SD yang akan dibangun, terdiri dari 9 RKB di sekolah negeri dan 5 RKB di sekolah swasta,” ucapnya.

Salah satu proyek strategis yang menjadi prioritas tahun ini adalah pembangunan 3 RKB di SDN 009 Batuaji. Sekolah ini baru memiliki lima ruang kelas untuk dua tingkat, yaitu kelas 1 dan kelas 2. ”Di SDN 009 Batuaji akan kami bangun 3 ruang kelas baru, dan ini menjadi proyek strategis tahun ini,” ujar Tri.

Selain RKB SD, Disdik Batam juga akan membangun 24 RKB SMP, yang terdiri dari 23 RKB di sekolah negeri dan satu RKB di sekolah swasta. Disdik juga akan merehabilitasi 26 ruang kelas SD dan satu ruang kelas SMP.

”Total anggaran untuk pembangunan RKB, rehabilitasi ruang kelas, ruang guru, toilet, dan fasilitas lainnya mencapai Rp56 miliar, yang bersumber dari PAD Kota Batam dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” jelas Tri.

Dalam dua tahun terakhir, tidak ada pembangunan sekolah baru di Batam. Pada tahun 2023, pembangunan tidak dilakukan karena adanya masalah lahan yang baru diselesaikan pada September 2023. Sementara tahun ini, anggaran lebih difokuskan pada perbaikan bangunan sekolah dan penambahan ruang kelas baru. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra