Sabtu, 27 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2681

Daewoong Revolusi Layanan Kesehatan Indonesia: Terapi Sel Punca Canggih Berstandar Global Hadir di Tanah Air

0

batampos – Daewoong mempertegas posisinya sebagai pemimpin inovasi terapi sel punca di Indonesia dengan memperkenalkan teknologi medis terkini dan portofolio produk unggulan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Rekayasa Jaringan dan Terapi Seluler Indonesia (PIT REJASELINDO), yang berlangsung pada 6-7 Desember 2024 di Hotel Aryaduta Jakarta.

Acara yang dihadiri ratusan dokter spesialis dari berbagai bidang, termasuk ortopedi, neurologi, estetika, dan penyakit dalam, menjadi panggung bagi Daewoong untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

Teknologi Terdepan untuk Terapi Sel Punca

Daewoong melalui dua unit usahanya, Daewoong Biologics Indonesia dan CGBio Indonesia, menghadirkan solusi terapi sel punca yang menyeluruh.

Daewoong Biologics Indonesia menampilkan produk seperti:
•    Sel NK (Natural Killer) yang memiliki potensi besar dalam terapi kanker dan imunologi.
•    Secretome, senyawa bioaktif yang mendukung regenerasi jaringan tubuh.

Produk-produk ini diproduksi di fasilitas bersertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), menjadikan Daewoong sebagai salah satu dari empat perusahaan di Indonesia yang telah memenuhi standar tersebut.

Sementara itu, CGBio Indonesia memperkenalkan teknologi CellUnit, perangkat otomatis canggih untuk pemrosesan Stromal Vascular Fraction (SVF), yang kini dapat dilakukan dalam waktu hanya 45 menit. Teknologi sistem tertutup yang digunakan memastikan proses yang higienis, menghindari risiko kontaminasi, dan memberikan hasil yang cepat serta efisien.

Keamanan dan Kualitas Berstandar Global

Keunggulan Daewoong terletak pada proses produksinya yang mengikuti pedoman ketat dari FDA (Food and Drug Administration) dan ISCT (International Society for Cell and Gene Therapy). Standar ini memastikan bahwa semua produk terapi sel aman, efektif, dan berkualitas tinggi.

Proses penyaringan donor dilakukan secara ketat, sementara protokol produksi mengikuti standar internasional untuk menjamin keamanan dan hasil optimal bagi pasien.

Portofolio Terapi Sel untuk Berbagai Kebutuhan

Daewoong menyediakan terapi sel punca yang beragam, termasuk:
•    Sel punca autologous dari jaringan adiposa dan sumsum tulang untuk pengobatan personal.
•    Sel punca allogeneic dari tali pusat, media terkondisi, hingga sel imun seperti sel NK.
•    Eksosom autologous dan pengembangan eksosom allogeneic yang akan diluncurkan pada kuartal pertama 2025.

Produk-produk ini memberikan solusi inovatif untuk berbagai penyakit, mulai dari ortopedi, neurologi, hingga dermatologi.

Menurut dr. Afriyanti Shandi, Sp.BP-RE, MARS, seorang dokter bedah plastik dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, teknologi dari Daewoong memberikan harapan baru dalam pengobatan regeneratif.

“Daewoong menawarkan solusi yang lengkap, dari terapi sel punca hingga teknologi SVF. Produk ini membuka peluang besar untuk pengobatan berbagai penyakit dengan pendekatan yang lebih aman dan efektif,” ungkap dr. Afriyanti.

Regulasi Baru Dorong Kemajuan Terapi Sel di Indonesia

Pada September 2024, Kementerian Kesehatan mengeluarkan pedoman pelaksanaan layanan terapi sel punca untuk bidang ortopedi dan traumatologi. Pedoman ini memberikan kerangka kerja standar bagi tenaga medis dalam memanfaatkan terapi ini secara lebih luas.

Dengan adanya regulasi ini, terapi sel punca kini menjadi solusi medis yang lebih terarah dan diakui di Indonesia, memberikan manfaat signifikan bagi pasien.

Investasi Berkelanjutan untuk Kesehatan Indonesia

Sejak 2018, Daewoong terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi dan penelitian di Indonesia, termasuk:
•    Pusat Penelitian Bioteknologi (2018).
•    Pusat Analitik Bio di Universitas Indonesia (2022).
•    Laboratorium Sistem Pengiriman Obat di Institut Teknologi Bandung (2024).

Laboratorium ini menjadi pusat penelitian terapi sel punca dan biofarmasi, mendukung pengembangan inovasi lokal di Indonesia.

Baik In Hyun, Kepala Unit Bisnis Daewoong Biologics Indonesia, menyampaikan bahwa terapi sel punca adalah masa depan layanan kesehatan.

“Daewoong berkomitmen menghadirkan teknologi dan produk inovatif yang mendukung para tenaga medis Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Terapi sel punca akan menjadi revolusi di sektor medis, terutama di Indonesia,” ujarnya.

20 Tahun Bersama Indonesia

Selama lebih dari dua dekade, Daewoong telah bekerja sama dengan profesional medis di Indonesia untuk membawa solusi kesehatan terbaik. Dengan teknologi mutakhir seperti CellUnit dan portofolio terapi sel yang lengkap, Daewoong terus berupaya menghadirkan transformasi di sektor kesehatan Indonesia.

Layanan kesehatan yang lebih maju kini bukan lagi mimpi, tetapi kenyataan yang terus diwujudkan Daewoong bersama para tenaga medis dan pakar lokal. (*)

Artikel Daewoong Revolusi Layanan Kesehatan Indonesia: Terapi Sel Punca Canggih Berstandar Global Hadir di Tanah Air pertama kali tampil pada News.

Pengembang Perumahan Dituntut Peduli dengan Kerusakan Jalan

0
Ruas Jalan di marina City yang rusak. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Kondisi jalan utama di Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, semakin memprihatinkan. Kerusakan jalan yang bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki membuat warga setempat mengambil langkah unik sebagai bentuk protes. Warga menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan yang berlubang, becek, dan berlumpur, terutama saat musim hujan.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, akhirnya turun tangan dengan menggandeng pengembang properti di sekitar kawasan tersebut untuk bersama-sama memperbaiki jalan rusak tersebut. Syamsuddin menyebutkan, sekitar sepuluh pengembang perumahan yang ada di sekitar jalan rusak itu dilibatkan dalam upaya perbaikan.

“Pengembang punya andil dengan jalan ini, dan perbaikan kita libatkan mereka. Kerusakan jalan ini juga disebabkan oleh hilir mudik kendaraan proyek pengembangan,” ujar Syamsuddin.

Menurutnya, banyak truk dan alat berat proyek pengembang properti yang melewati jalan tersebut, sehingga memperparah kerusakan jalan yang sudah ada.

Sebelumnya, aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan viral di media sosial. Langkah ini diambil karena warga merasa kesal dengan kondisi jalan yang semakin parah, terutama saat musim hujan. Genangan air dan lumpur tebal membuat pengendara motor dan mobil kesulitan melintasi jalan tersebut. Tak jarang pengendara terjebak di lumpur atau mengalami kerusakan kendaraan akibat lubang-lubang besar yang tak terlihat saat tergenang air.

Jalan utama ini sejatinya merupakan akses penting yang menghubungkan Marina City, Jalan Diponegoro Seitemiang, dan Jalan Ahmad Dahlan. Selain itu, jalan ini juga menjadi jalur alternatif bagi warga yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama. Sayangnya, hingga kini hanya separuh ruas jalan yang telah disemenisasi, yakni dari depan Perumahan Widya Raya hingga Jalan Ahmad Dahlan. Sisanya masih berupa jalan tanah yang rusak parah.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Syamsul, mengungkapkan bahwa warga telah lama menunggu perbaikan jalan tersebut. “Kami sangat berharap jalan ini segera disemenisasi atau diaspal. Kondisinya sangat mengganggu aktivitas warga, terutama saat hujan,” kata Syamsul.

Ia juga menyampaikan bahwa kerusakan jalan ini bukan hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga membahayakan pengendara, khususnya pengendara roda dua.

Dalam upaya mempercepat perbaikan, Lurah Tanjungriau Syamsuddin menyebut pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan para pengembang. Diharapkan, kontribusi dari sepuluh pengembang di sekitar wilayah tersebut dapat mempercepat proses perbaikan. Menurutnya, kerjasama dengan pengembang adalah langkah strategis, mengingat kendaraan proyek dari pengembang turut menjadi penyebab utama kerusakan jalan.

“Kami telah memanggil para pengembang dan meminta mereka ikut bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal fasilitas warga, tapi juga kelancaran proyek mereka sendiri,” tegas Syamsuddin. Ia berharap, dengan dukungan pengembang, proses perbaikan dapat dimulai dalam waktu dekat.

Respons positif muncul dari beberapa pengembang perumahan yang siap berpartisipasi dalam perbaikan jalan. Menurut Syamsuddin, para pengembang telah menyatakan komitmen mereka untuk menyediakan material dan dukungan teknis yang dibutuhkan. “Kalau mereka berkomitmen, insyaAllah perbaikan bisa dimulai secepatnya,” ujarnya.

Warga pun berharap agar langkah yang diambil Lurah Tanjungriau ini tidak sekadar janji. Protes melalui penanaman pohon pisang, menurut warga, merupakan simbol kekesalan mereka terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki. Dengan adanya keterlibatan pengembang dan upaya dari pemerintah kelurahan, masyarakat berharap jalan tersebut bisa segera diaspal atau disemenisasi secara menyeluruh.

“Kalau bisa, jangan hanya tambal sulam. Kita ingin perbaikan permanen, karena jalan ini vital bagi warga. Jangan sampai nanti hujan lagi, rusak lagi,” kata Syamsul.

Ia berharap Pemprov Kepulauan Riau juga ikut memantau dan membantu proses perbaikan ini, mengingat jalan tersebut merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan strategis di wilayah Sekupang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pengembang Perumahan Dituntut Peduli dengan Kerusakan Jalan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelaku Penggelapan Tembaga Senilai Rp1 Miliar Ditangkap di Jawa Timur, Polisi Bidik Penadah

0
M. Ade Kurniawan tersangka utama kasus penggelapan tujuh palet atau 241 karton kabel tembaga milik PT Buju.

batampos – Pelaku utama kasus penggelapan tembaga senilai Rp1 miliar milik PT Buju akhirnya berhasil ditangkap. Pelaku, yang diketahui berinisial M. Ade Kurniawan, ditangkap di wilayah Jawa Timur setelah beberapa bulan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Pelaku utama sudah kami tangkap di Jawa Timur. Dia merupakan sopir perusahaan yang membawa kabur tujuh palet atau 241 karton kabel tembaga seberat lima ton,” jelasnya.

Menurut Rohandi, penangkapan pelaku utama ini menjadi kunci penting dalam pengungkapan kasus. “Dari dia nanti kami kembangkan ke semua penadah yang terlibat,” tambahnya.

Baca Juga: Polsek Sagulung Bidik Penadah Lain Terkait Laporan Penggelapan 5 Ton Kabel Tembaga Senilai Rp 1 Miliar PT Buju

Polsek Sagulung bekerja keras untuk mengusut tuntas kasus ini. Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa kabel tembaga tersebut dijual ke beberapa pengepul dengan harga jauh di bawah nilai pasar.

“Barang hasil penggelapan ini memiliki nilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu, kami terus berupaya menangkap semua pihak yang terlibat, termasuk jaringan penadah,” ujar Rohandi, Jumat (20/12).

Kasus ini menjadi perhatian publik karena nilai kerugian yang besar serta dampaknya terhadap citra Batam sebagai kota industri.

PT Buju melalui kuasa hukumnya, Pebri Yuanda, menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas penangkapan pelaku utama. “Kami berharap kasus ini dapat segera dituntaskan, termasuk menangkap semua penadah yang terlibat,” kata Pebri.

Polsek Sagulung juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk melapor. “Dukungan masyarakat sangat penting agar semua pelaku bisa diadili sesuai hukum yang berlaku,” ujar Husnul.

Penangkapan pelaku utama ini memberikan titik terang bagi penyelesaian kasus penggelapan yang merugikan perusahaan hingga miliaran rupiah. Namun, polisi memastikan kerja keras mereka belum selesai.

“Yang penting pelaku utama sudah ditangkap. Kami akan lanjutkan pengembangan hingga seluruh jaringan terungkap,” tutup Rohandi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pelaku Penggelapan Tembaga Senilai Rp1 Miliar Ditangkap di Jawa Timur, Polisi Bidik Penadah pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Tangkap Dua Pencuri Kabel di Gudang PT Pelindo

0
Polisi menangkap tersangka Natanael (baju kaos hitam sebelah kiri mepet tembok) saat ditangkap di gudang PT Pelindo. f.sandi

batampos– Unit Reskrim Polsek Tebing berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Dua orang pelaku yang berhasil ditangkap adal;ah Natanael, 31 dan Aprizal, 39.

Kapolsek Tebing, AKP S Binsar Samosir yang dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (19/12) mengatakan, peristiwa pencurian dengan pemberatan terjadi di gudang mili PT Pelindo yang berlokasi di pesisir pantai Tanjung Sebatak, Kecamatan Tebing.

”Pencurian dengan pemberatan yang dialami oleh PT Pelindo dua kali dalam dua hari berturut-turut. Yakni, pada Kamis (12/12) dan Jumat (13/12). Pelaku mengambil kabel hitam yang ada di dalam gudang tersebut. Setelah berhasil, kabel tersebut dijual ke penampung besi tua dan hasilnya dibagi dua,” ujarnya.

BACA JUGA: Kadis dan Mantan Kadis Lingkungan Hidup Karimun jadi Tersangka Korupsi

Pencurian pertama, lanjut Kapolsek, terjadi pada Kamis (12/12). Ketika itu tersangka Natanael keluar rumah dan kemudian menjemput tersangka Aprizal di rumahnya. Setelah itu, keduanya menuju ke pesisir pantai Tanjung Sebatak. Setelah sampai di lokasi gudang, keduanya masuk dari pintu belakang dan sesamapinya di dalam bangunan langsung memotong kabel menggunakan gunting besi.

”Setelah berhasil memotong kabel hitam dan kemudian dikupas kilitnya. Kedua tersangka selanjutnya menjual kabel tersbeut ke penampungan besi dan mendapatkan uang sebenyak Rp2,4 juta. Uang hasil penjualan ini dibagi dua oleh tersangka. Keesokan harinya, Jumat (13/12) tersangka Natanael, kembali mendatangani gudang milik PT Pelindo untuk melakukan [pencutrioan kabel lagi. Namun, aksi pencurian ini berhasil kita gagalkan dan berhasil menangkap tersangka di lokasi,” terang Binsar.

Setelah dilakukan pemeriksaan, sambungnya, tersangka mengakui bahwa aksi pencurian yang dilakukan sudah dua kali. Yang pertama dilakukan bersama rekannya Aprizal. Dengan adanya pengakuan ini, maka persobil Unit Reskrim Polsek Tebing melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap tersangka Aprizal di kediamannya pada Senin (16/121).

”Akibat dari perbuatan kedua pelaku, pihak PT Pelindo menderita kerugian tidak sedikit. Berdasarkan keterangan dari pelapor yang telah memberikan keterangan kerugian akibat kehilangan kabel sebesar Rp50 juta. Saat ini, penyidik Unit Reskrim masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka untuk mengetahui apakah masih ada lokasi pencurian lain yang pernah dilakukan,” ungkap Binsar. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Polisi Tangkap Dua Pencuri Kabel di Gudang PT Pelindo pertama kali tampil pada Kepri.

Situasi di Rempang Galang Semakin Kondusif Pasca Penyerangan Warga Penolak Proyek PSN Rempang Eco City

0
Satreskrim Polresta Barelang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah lokasi di Sembulang untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari saksi. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Situasi di kawasan Rempang Galang dilaporkan semakin kondusif setelah terjadinya insiden penyerangan terhadap warga yang menolak proyek Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City, beberapa hari yang lalu.

Keadaan ini terpantau stabil berkat pengamanan yang dilakukan oleh tim gabungan dari Polri dan TNI yang masih bersiaga di lokasi konflik. Kehadiran aparat keamanan diharapkan dapat mencegah potensi gesekan lanjutan di wilayah tersebut.

Ketua RT 02 Seibuluh, Sumarno, mengonfirmasi bahwa tidak ada pergerakan atau aktivitas mencolok dari pihak-pihak yang terlibat konflik setelah insiden tersebut. Menurutnya, Polri dan TNI telah menangani situasi dengan baik, sehingga warga merasa lebih tenang.

Baca Juga: Polisi Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Kasus Penyerangan di Rempang

“Tidak ada aktivitas mencurigakan. Semua sudah terkendali, dan kami berharap suasana tetap aman,” ujarnya.

Sementara itu, Polresta Barelang telah merespons laporan dari warga yang menjadi korban luka akibat penyerangan tersebut. Proses hukum sedang berjalan, dan pihak kepolisian berjanji akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku. Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga telah dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.

Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, memastikan bahwa situasi di wilayah Galang pada umumnya aman dan terkendali. Ia mengimbau semua pihak, baik masyarakat maupun pihak PT Mega Elok Graha (MEG), untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan provokatif.

“Kami mengimbau masyarakat agar mempercayakan proses hukum kepada kepolisian. Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang,” tegas Iptu Alex Yasral.

Keberadaan proyek PSN Rempang Eco City sejak awal telah memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian warga khawatir proyek tersebut akan menggusur permukiman mereka. Konflik yang terjadi belakangan ini semakin menyorot perhatian publik, terutama terkait perlindungan hak-hak masyarakat setempat.

Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah konflik serupa di kemudian hari. Masyarakat berharap pelaku penyerangan terhadap warga bisa segera terungkap dan diproses secara adil. Transparansi dalam penanganan kasus ini dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Polri dan TNI tetap melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada eskalasi konflik. Patroli rutin dilakukan agar masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Penjagaan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Masyarakat sekitar Rempang Galang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menemukan solusi terbaik atas polemik proyek PSN Rempang Eco City. Dialog yang melibatkan semua pihak dinilai penting agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Kami ingin proyek ini berjalan tanpa merugikan masyarakat. Kalau ada solusi yang lebih baik, kami siap berdialog,” ungkap Aldi seorang warga. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Situasi di Rempang Galang Semakin Kondusif Pasca Penyerangan Warga Penolak Proyek PSN Rempang Eco City pertama kali tampil pada Metropolis.

Cetak Uang Diawali 14 Tahun Lalu, 17 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

0
Ilustrasi uang palsu.

batampos – Sindikat pencetak dan pengedar uang palsu (upal) di Makassar bekerja secara terorganisasi. Mereka mempelajari secara detail mengenai pembuatan upal. Aksi mereka bahkan diawali 14 tahun lalu. Tepatnya pada 2 Juni 2010.

Kiprah sindikat upal itu dibeber langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Yudhiawan Wibisono di Mapolres Gowa, Kamis (19/12). Kapolda menerangkan, hingga kemarin tersangka yang telah ditangkap sebanyak 17 orang.

Tiga orang lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO). Ke-17 orang itu adalah AI, MN, KA, IR, NS, JBP, AA, SAR, SU, AK, IL, SM, MS, SR, SW, MM, dan RM.

’’Ke-17 tersangka ini punya peran berbeda-beda. Tetapi, peran sentralnya ada di AI, kemudian juga Saudara S dan Saudara ASS,’’ terangnya, dilansir dari FAJAR (grup Batam Pos). Polisi berhasil mengamankan 98 item barang bukti.

Dia menjelaskan, kasus itu terungkap berkat laporan masyarakat di wilayah Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa. Masyarakat melapor kepada polsek bahwa ada uang kertas palsu yang beredar.

Laporan itu direspons Satreskrim Polres Gowa dengan melakukan penyelidikan. Lokasi yang disasar adalah sebuah rumah di Jalan Pelita Lambengi, Kelurahan Bontoala, Kecamatan Pallangga. Pada saat itulah diketahui bahwa upal tersebut diperjualbelikan.

’’Perbandingannya satu banding dua. Jadi, satu lembar uang asli dibelikan dua lembar uang palsu. Transaksi ini melalui beberapa tersangka yang lain,’’ bebernya.

Yudhiawan menyebutkan, para tersangka akan dijerat pasal sesuai dengan peran masing-masing. Yakni, Pasal 36 Ayat 1, Ayat 2, Ayat 3, serta Pasal 37 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman pidananya 10 tahun hingga seumur hidup.

’’Kami sampaikan kepada masyarakat sekitar Gowa, tidak usah khawatir, uang palsu yang sudah beredar sudah kami tarik, jadi tidak usah panik,’’ ujarnya.

Berdasar hasil interogasi para tersangka, diperoleh informasi bahwa pembuatan dan peredaran upal itu dimulai 14 tahun lalu. ’’Timeline pembuatan dan peredaran uang palsu ini dilakukan sejak 2 Juni 2010,’’ kata Kapolda Yudhiawan. Waktu itu, pencetakan upal belum menggunakan mesin yang sekarang. Lokasi pencetakan berada di rumah tersangka S, Jalan Sunu 3, Makassar.

Awalnya aksi sindikat tersebut berjalan lancar. Proses cetak dan edar upal itu berlanjut hingga 2012. Bahkan, seorang pelaku berencana maju pilwali Makassar dengan modal upal tersebut. Namun, pencalonannya gagal karena tidak mendapat rekomendasi partai politik. Setelah itu, pencetakan upal disebut berhenti. Namun, beberapa tersangka ternyata tidak diam. Mereka mencari mesin yang lebih canggih.

Pada Juni–Juli 2022, beberapa pelaku kembali bertemu. Mereka sepakat untuk melanjutkan proses produksi upal yang pernah sukses 14 tahun lalu. Kali ini, mereka sepakat membeli mesin buatan Tiong-kok. Mesin itu dibeli dari sebuah toko di Surabaya.

’’Pada Oktober 2022 mereka sudah membeli alat cetak dan memesan kertasnya,’’ urai Yudhiawan.

Proses produksi upal dengan mesin baru akhirnya dimulai pada Mei 2024. Upal itu lantas ditawarkan secara tertutup di beberapa grup WA kalangan sendiri.

Agar proses pencetakan berjalan aman, para pelaku sepakat memindah mesin cetak upal. Mesin yang semula berada di rumah tersangka S di Jalan Sunu akhirnya dibo-yong ke gedung perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) di Jalan Yasin Limpo.

Polisi menyebut rumah di Jalan Sunu itu sebagai TKP (tempat kejadian perkara) 1, sedangkan TKP 2 adalah perpustakaan UINAM. ’’Kertas, tinta, dan bahan baku uang palsu itu diimpor dari Tiong-kok,’’ jelas Yudhiawan.

Mesin pencetak upal itu bekerja sesuai harapan para tersangka. Ratusan lembar uang pecahan Rp100 ribu berhasil dicetak. Lalu, pada pekan kedua November 2024, upal itu mulai diperjualbelikan. Satu lembar uang asli ditukar dengan dua lembar upal pecahan yang sama.

Penjualan pertama senilai Rp150 juta, dilanjut Rp10 juta, dan yang terakhir Rp200 juta.

’’Pelaku sempat meng-hentikan aktivitas karena mereka tahu bahwa polisi melakukan penyelidikan pada akhir November 2024,’’ terang Yudhiawan. (*)

Artikel Cetak Uang Diawali 14 Tahun Lalu, 17 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka pertama kali tampil pada News.

Polisi Ingatkan Warga yang Berlibur ke Lokasi Wisata untuk Berhati-hati

0
Ilustrasi. Warga saat memadati Pantai Dangas untuk mengisi liburan bersama keluarga. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Kepolisian Sektor (Polsek) Sagulung dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap tertib dan mengutamakan keamanan serta keselamatan saat mengisi waktu liburan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat, baik di jalan raya maupun di lokasi wisata.

Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, meminta masyarakat yang berpergian ke tempat wisata atau destinasi liburan lainnya agar selalu memperhatikan keamanan dan keselamatan keluarga, terutama anak-anak saat bermain. Menurutnya, pengawasan orang tua sangat diperlukan, mengingat keramaian di tempat wisata kerap kali menyulitkan pengawasan.

“Pastikan anak-anak tetap dalam pengawasan. Jangan biarkan mereka bermain di area yang berpotensi membahayakan keselamatan. Selain itu, bagi para pengendara yang hendak menuju lokasi wisata, harap lebih berhati-hati mengingat volume kendaraan akan meningkat signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Iptu Rohandi Tambunan.

Seruan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Batam, Salim. Ia menegaskan bahwa kelancaran arus lalu lintas menjadi perhatian utama, terutama di jalur-jalur strategis yang kerap dipadati kendaraan wisatawan. Salah satu titik fokus pengaturan lalu lintas adalah di sepanjang Jalan Trans Barelang, yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata pantai di wilayah Barelang.

Dishub Batam, lanjut Salim, telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan lalu lintas bersama tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait. Pos pengamanan utama telah didirikan di Jembatan I Barelang, yang dikenal sebagai titik utama perlintasan kendaraan wisatawan menuju kawasan pantai Barelang.

“Jalur Trans Barelang diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, kami akan menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan untuk mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar. Tim gabungan juga akan memantau dan mengatur arus di sekitar Jembatan I Barelang,” ungkap Salim.

Polresta Barelang juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Salah satu bentuk pengamanan adalah dengan mendirikan pos pengamanan di Jembatan I Barelang. Pos tersebut akan berfungsi sebagai pusat kendali pengamanan dan pengaturan lalu lintas, sekaligus tempat istirahat sementara bagi pengendara yang kelelahan di perjalanan.

Selain pengamanan arus lalu lintas, Polresta Barelang dan tim gabungan juga akan melakukan patroli di lokasi-lokasi wisata yang ramai pengunjung. Pengamanan ini dilakukan untuk mencegah tindak kriminalitas, seperti pencurian, penjambretan, dan kecelakaan yang mungkin terjadi akibat keramaian pengunjung.

Kapolsek Sagulung dan Kadishub Batam mengimbau masyarakat yang hendak bepergian ke lokasi wisata agar melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat, seperti memeriksa kondisi ban, rem, dan kelengkapan surat-surat kendaraan. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak memaksakan perjalanan jika merasa lelah, serta memanfaatkan pos pengamanan sebagai tempat beristirahat.

“Kami berharap masyarakat mematuhi imbauan ini demi keselamatan bersama. Dengan kerjasama dari masyarakat dan pengelola wisata, kami berharap perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman,” tegas Iptu Rohandi Tambunan.

Selain pengamanan di jalan raya dan tempat wisata, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan petasan atau kembang api secara berlebihan, karena berpotensi membahayakan keselamatan. Pihak kepolisian akan melakukan patroli ke permukiman dan lokasi strategis untuk memastikan suasana libur Natal dan Tahun Baru berlangsung aman dan kondusif.

Melalui imbauan ini, Polsek Sagulung, Polresta Barelang, dan Dishub Batam berharap masyarakat dapat menikmati liburan dengan tertib, aman, dan nyaman. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk melaporkan kepada petugas jika menemukan hal-hal mencurigakan di sekitar lokasi wisata atau tempat umum lainnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polisi Ingatkan Warga yang Berlibur ke Lokasi Wisata untuk Berhati-hati pertama kali tampil pada Metropolis.

PT BSP Relokasi Warga Pulau Tanjung Sauh ke Pulau Ngenang

0

batampos – PT Batam Raya Sukses Perkasa (BSP) telah merelokasi warga Pulau Tanjung Sauh, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, ke Pulau Ngenang. Relokasi hunian bagi warga Tanjung Sauh tengah dibangun oleh perusahaan dan ditargetkan rampung selambat-lambatnya pada April 2025.

Warga yang mendapatkan bantuan relokasi ini meliputi warga RW 02, yaitu RT 01 Tanjung Sauh, RT 02 Dapur Arang, dan RT 03 Air Mas.

Public Relations Panbil Group, Noni Kusnita, menyatakan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen PT BSP sebagai pengembang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

“Kami, selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh serta pemrakarsa Proyek Strategis Nasional (PSN) Tanjung Sauh, berkewajiban melaksanakan relokasi ini,” ujar Noni saat meninjau lokasi relokasi warga Pulau Tanjung Sauh di Pulau Ngenang, Nongsa, Batam, pada Selasa (17/12).

Ia menambahkan, keberlanjutan perusahaan diharapkan sejalan dengan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Noni juga menegaskan komitmen Panbil Group melalui PT BSP untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas lokal, serta mitra lainnya dalam memastikan bahwa relokasi dan bantuan yang diberikan bermanfaat serta berkelanjutan.

“Diharapkan, melalui langkah-langkah ini, kami dapat berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Tanjung Sauh dan sekitarnya,” ungkapnya. “Ini juga membangun hubungan yang lebih erat dan saling mendukung antara perusahaan dan masyarakat,” tambah Noni.

Atong, warga RT 01/RW 02 Tanjung Sauh, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian perusahaan yang telah memberikan hunian yang lebih layak.

“Terima kasih kepada perusahaan yang sudah memperhatikan kami dengan relokasi ini. Kami mendukung perusahaan dan berharap perusahaan juga memperhatikan pekerjaan serta kehidupan kami ke depannya,” kata Atong.

Senada, Jerimias Aseng, warga RT 02/RW 02 Dapur Arang, menyampaikan apresiasi atas relokasi yang telah diberikan.

“Kami menerima relokasi yang diberikan perusahaan. Selama ini, sebagai orang laut, kami tinggal di pesisir dengan banyak hambatan. Dengan pindah ke tempat yang baru, kami tak kesulitan lagi. Anak-anak sudah dekat untuk pergi sekolah tanpa perlu menyeberang. Semoga masa depan kami terjamin di sini,” ujarnya.

Eski, warga RT 03/RW 02 Air Mas, berharap relokasi ini juga mempermudah pekerjaan mereka sebagai nelayan.

“Semoga dengan relokasi ini lebih memudahkan pekerjaan kami sebagai nelayan di sini. Kami berharap perusahaan juga membuat fasilitas untuk keluar-masuk perahu agar lebih mudah menaruh alat-alat nelayan di laut,” katanya.

Hingga saat ini, PT BSP telah merelokasi 75 KK warga RT 01 Tanjung Sauh, 46 KK warga RT 02 Dapur Arang, dan 45 KK warga RT 03 Air Mas.

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo meresmikan Pulau Tanjung Sauh sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Mei 2024. KEK ini sekaligus menjadi lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN).

KEK Tanjung Sauh yang memiliki luas 840,67 hektar ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2024. Kawasan ini akan dikelola oleh PT Batam Raya Sukses Perkasa dengan nilai investasi sebesar Rp199,6 triliun. Proyek tersebut diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 366.087 orang pada tahun 2053.

KEK Tanjung Sauh direncanakan menjadi kawasan bisnis industri produksi dan pengolahan, pengembangan energi, logistik, dan distribusi. Warga yang telah direlokasi, sekitar 150 KK lebih, juga akan dilibatkan dalam pembangunan kawasan ini. (*adv)

Artikel PT BSP Relokasi Warga Pulau Tanjung Sauh ke Pulau Ngenang pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Kasus Penyerangan di Rempang

0
Satreskrim Polresta Barelang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah lokasi di Sembulang untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari saksi. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Polresta Barelang menegaskan akan mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap masyarakat Pulau Rempang yang mengakibatkan sejumlah warga luka-luka. Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, menyampaikan komitmen tersebut saat bertemu langsung dengan masyarakat Rempang. Pernyataan ini memberikan secercah harapan kepada warga yang selama ini menantikan keadilan atas insiden tersebut.

Iptu Alex Yasral menjelaskan bahwa pihak Polresta Barelang telah menurunkan penyidik Satreskrim ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini diambil setelah adanya laporan resmi dari masyarakat terkait penyerangan tersebut. “Kami serius menangani kasus ini dan penyidik telah bekerja di lapangan,” ujar Iptu Alex.

Baca Juga: Penyerangan Brutal di Rempang, Warga Dihajar, Barang Dirampas, dan Lansia Hampir Tewas

Lebih lanjut, Iptu Alex meminta agar kedua belah pihak, baik masyarakat maupun PT Makmur Elok Graha (MEG), dapat menahan diri. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan meminta pihak PT MEG untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar permukiman warga hingga proses hukum selesai. “Kami ingin semua pihak menahan diri demi menjaga kondusifitas wilayah ini,” tegasnya.

Kapolsek juga berharap agar masyarakat yang dipanggil untuk dimintai keterangan dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian. Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam proses pemeriksaan akan mempercepat penanganan kasus tersebut. “Mohon kerja samanya dari masyarakat agar proses penyelidikan dapat berjalan lancar,” kata Alex.

Sebelumnya, masyarakat Pulau Rempang membuat laporan resmi ke Polresta Barelang pada Rabu (18/12) malam. Laporan tersebut didampingi oleh Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang, yang terdiri dari pengacara dan advokat. Nofita Putri Manik, salah satu advokat yang mendampingi warga, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat dua laporan terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan.

“Proses pembuatan laporan telah selesai pada Rabu malam, dan dua warga kami yang mengalami luka-luka juga turut melaporkan kejadian tersebut,” jelas Nofita. Insiden tersebut terjadi pada Selasa (17/12) malam dan melibatkan penyerangan terhadap warga Kampung Sembulang Hulu dan Sungai Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam.

Sopandi, pengacara yang tergabung dalam Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang, berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh Polresta Barelang. Ia menilai bahwa penegakan hukum yang tegas dan cepat dapat menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat yang menjadi korban. “Kami berharap laporan ini segera direspons cepat oleh kepolisian,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Supriardoyo Simanjuntak, Direktur LBH Mawar Saron Batam. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi masyarakat Pulau Rempang dalam proses hukum ini. Menurutnya, pendampingan hukum merupakan langkah penting agar hak-hak masyarakat tidak diabaikan selama proses penyelidikan berlangsung.

Masyarakat Rempang masih berharap agar keadilan dapat ditegakkan secepatnya. Sebagai korban, mereka meminta agar pihak yang terlibat dalam penyerangan segera ditangkap dan diadili. “Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Warga yang luka-luka harus mendapatkan kejelasan terkait siapa pelaku di balik penyerangan ini,” ujar salah satu warga setempat.

Komitmen Polresta Barelang dalam mengusut kasus ini menjadi ujian nyata bagi kepolisian dalam menjaga kepercayaan publik. Langkah pengusutan yang cepat, transparan, dan tegas akan menjadi sinyal kuat bahwa hukum masih tegak di tengah masyarakat. Semua pihak kini menanti hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polresta Barelang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polisi Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Kasus Penyerangan di Rempang pertama kali tampil pada Metropolis.

Indeks Menabung Masyarakat Menurun

0
Ilustrasi

batampos – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat adanya penurunan tren menabung di masyarakat berdasarkan hasil Survei Konsumen Perekonomian (SKP) pada November 2024.

Penurunan tersebut tercermin dari Indeks Menabung Konsumen (IMK) yang turun sebesar 0,06 poin menjadi 77,0 dibandingkan bulan sebelumnya.

“Memang (IMK) ini menurun ya, tapi yang terakhir itu Indeks Intensitas Menabung (IIM) naik dari bulan Oktober, naik ke 72,4. Nah penurunan (IMK) ini jangan disalah-artikan 100 persen karena makan tabungan, karena kalau menurut kami melihatnya adalah menabung itu sendiri kan adalah interaksi antara penghasilan konsumen dengan konsumsinya, atau dengan belanjanya. Nah belanja itu ada yang untuk konsumsi, ada juga untuk membayar cicilan, ada juga untuk investasi,” kata Direktur Group Riset LPS, Seto Wardono, di Jakarta, Kamis (19/12).

Berdasarkan survei yang melibatkan lebih dari 1.700 responden di berbagai wilayah Indonesia itu, hasil survei menunjukkan bahwa penurunan juga terjadi pada Indeks Waktu Menabung (IWM), yang turun 1,9 poin menjadi 81,5. Meski demikian, mayoritas responden masih menganggap saat ini dan tiga bulan mendatang merupakan waktu yang tepat untuk menabung.

Sementara itu, Indeks Intensitas Menabung (IIM) justru meningkat sebesar 0,6 poin menjadi 72,4. Hal ini menunjukkan peningkatan jumlah responden yang menyatakan sering menabung, meskipun jumlah uang yang ditabung lebih kecil dari yang direncanakan.
Selanjutnya, dari survei yang dilakukan oleh LPS dapat dihasilkan juga output lain, yaitu IKK atau keputusan dan kemampuan menabung konsumen. IKK sejatinya mengukur tingkat optimisme atau pesimisme rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini dan pandangan mereka mengenai prospeknya di masa yang akan datang.

“Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat menangkap gambaran nyata tentang persepsi dan perilaku konsumen dari berbagai lapisan masyarakat di berbagai wilayah. Pelaksanaan survei tersebut memperluas kapabilitas LPS dalam mendapatkan gambaran terkini mengenai persepsi konsumen atas kegiatan menabung dan kondisi ekonomi saat ini,” ujar Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa.

Lebih lanjut dia menjelaskan, output utama SKP adalah Indeks Menabung Konsumen (IMK) yang mengukur kecenderungan serta kemampuan konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk ditabung.

IMK ini akan memberikan gambaran tentang kemampuan dan kesehatan ekonomi rumah tangga, yang tercermin dari intensitas serta niat konsumen untuk menabung.

“Dengan IMK ini, kita akan lebih bisa memahami daya tahan ekonomi rumah tangga terhadap situasi ekonomi saat ini, termasuk dinamika simpanan perbankan ke depan,” jelasnya. (*)

Artikel Indeks Menabung Masyarakat Menurun pertama kali tampil pada News.