
batampos– Angka pencari kerja di Kota Tanjungpinang, Kepri berdasarkan kartu kuning yang diterbitkan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terhitung Januari, hingga Agustus 2024 ada sebanyak 481 orang.
Namun, jumlah lowongan kerja yang ada di ibu kota Provinsi Kepri itu terbilang tidak mampu menyerap ratusan orang pencari kerja tersebut. Sehingga, mereka harus mengharapkan mendapatkan pekerjaan di daerah lain.
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker, Iman Satria mengatakan angka pencari kerja yang membuat kartu kuning mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Sepanjang 2023 saja, terdapat 445 orang yang membuat kartu kuning. “Sementara hingga Agustus 2024, terdapat 448 orang, dengan rincian 306 laki-laki dan 175 perempuan yang membuat kartu bukti pencari kerja itu,” kata Iman, Rabu (23/10).
BACA JUGA: Dokter Kurang Berminat Mengabdi di Perbatasan Meski Pemkab Anambas Banyak Buka Lowongan Kerja
Iman mengakui tidak mengetahui secara pasti, berapa jumlah lowongan kerja yang tersedia untuk wilayah Kota Tanjungpinang. Yang jelas, kata dia perusahaan yang ada di ibu kota Provinsi Kepri itu sangat jarang melakukan rekrutmen pekerja.
“Untuk jumlah lowongan kita tidak mendata seperti itu. Cuma, di Tanjungpinang memang jarang penerimaan (pekerja). Untuk hotel juga sepi,” tambahnya.
Sehingga, menurutnya para pencari kerja di Tanjungpinang harus mencari kerja di daerah lain, yang dapat menyerap para pekerja dalam jumlah banyak. Seperti perusahaan yang ada di Kabupaten Bintan dan Kota Batam.
Pemilik kartu status pencari kerja tersebut, kata Iman sudah ada yang diterima menjadi karyawan di perusahaan-perusahaan yang ada di dua daerah tersebut. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti berapa jumlahnya..
“Banyak juga pencari kerja Tanjungpinang yang sudah dapat kerja di Bintan. Cuma kita tidak dapat datanya, karena perusahaannya di Bintan,” sebut Iman.
Dalam membantu para pencari kerja, Disnaker Tanjungpinang kerap menyebarkan informasi lowongan kerja. Baik melalui papan pengumuman Disnaker, sosial media, hingga aplikasi siap kerja miliki Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Semua lowongan kerja tersebut diperoleh oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. “Termasuk di Bintan. Karena jika di Tanjungpinang saja, kasihan pemuda kita. Tanjungpinang tidak banyak perusahaannya,” pungkaanya. (*)
Reporter: M Ismail



batampos – Setiap daerah di Indonesia memiliki cara unik dalam menikmati kopi, yang mencerminkan keragaman budaya dan tradisi setempat. Selain itu, kedai kopi tradisional atau yang biasa disebut sebagai warung kopi, sering menjadi tempat berkumpul masyarakat untuk berdiskusi atau sekedar bersantai. Swiss-Belhotel Airport, Jakarta – hotel berbintang 4 yang terletak hanya 7 menit dari bandar udara internasional Soekarno-Hatta menghadirkan promosi F&B terbaru yaitu Ini Kopi Nusantara, sebuah rangkaian produk kopi yang dirancang untuk merayakan kekayaan dan keanekaragaman cita rasa kopi dari seluruh penjuru nusantara yang ditawarkan mulai dari Rp 42,000/gelas.





