Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 2691

Belum Ada PKKPRL untuk Pemanfaatan Hasil Sedimentasi di Kepri, Titik Lokasi Pasti Pemanfaatan Hasil Sedimentasi Sedang Dikaji

0

batampos pasirbatampos – Pangkalan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam belum bisa mengambil sikap dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP) nomor 16 tahun 2024 perencanaan pengolahan hasil sedimentasi laut. Itu karena titik lokasi pasti untuk pemanfaatan pasir sedimentasi ini sedang dikaji oleh Pemerintah Pusat.

“Dalam permen itu memang sudah ada lokasi prioritas di Kepri. Cuma belum ada titik lokasi pastinya. Itu masih dalam proses kajian pusat. Jadi kita belum bisa mengambil sikap dan sejauh ini belum ada izin yang dikeluarkan. Lokasi pastinya lagi dalam proses, ” ujar Kepala PSDKP Batam Thurman Melalui Ketua Tim Kerja Intelejen dan Pengawasan Saiful Anam.

Baca Juga: Permen KKP Nomor 16 Tahun 2024 Dinilai Kebijakan Instan yang Berpotensi Rusak Laut Kepri

Dalam permen ini lokasi prioritas pemanfaatan hasil sedimentasi ini ada di perairan pulau Karimun, Lingga dan Bintan. Jikapun nanti ada keputusan penentuan titik lokasi pastinya PSDKP Batam siap mengawal dan mengawasi agar pemanfaatan tetap sesua aturan yang ada.

“Kalaupun nanti sudah ada titik pastinya, untuk perizinan tetap Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) sebagai izin dasar, ” ujar Anam.

Seperti diketahui merujuk dalam Permen KKP Nomor 16 Tahun 2024 tersebut, adapun luas perairan Provinsi Kepri yang akan menjadi sasaran dari pengerukan sedimentasi tersebut adalah 3.030.320.445,37 m2 yang terbentang sampai ke Laut Natuna Utara. Adapun daerah-daerahnya adalah Laut Natuna, Pulau Karimun, Pulau Lingga, dan Pulau Bintan.

Dalam Permen tersebut juga ditegaskan, kedalaman sedimentasi laut yang akan dikeruk atau disedot untuk diekspor adalah 3 meter. Sedangkan potensi volume hasil sedimentasi di laut di wilayah Provinsi Kepri adalah sebanyak 9.090.961.336,11 m3.

“Merujuk pada Permen KKP Nomor 16 Tahun 2024, sasaran yang akan diekspor adalah sedimentasi, bukan pasir laut,” ujar Kepala Dinas E-nergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Muhammad Darwin, Selasa (1/10) di Tanjungpinang.

Katanya, pemanfaatan ruang laut Kepri, begitu juga dengan pasir laut, semua kajiannya ada di dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Zonasi Wilayah Pesir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Kepri.

Menurutnya, ekspor sendimentasi di laut adalah ranahnya pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Artinya, perizinan dan sebagainya berada di KKP. Namun sampai saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut perusahaan mana yang akan melakukan aktivitas tersebut di wilayah Provinsi Kepri,” jelasnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Sambangi BNN Kepri, Lapas Batam Komit Memperkuat Pengawasan dan Pemberantasan Narkoba

0
IMG 20241002 WA0031
Jajaran UPT Pemasyarakatan di Batam dan Lapas Narkotika Tanjungpinang saat berkunjung ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri. Foto: Eusebius Sara/ Batam Posbnn

batampos – Jajaran UPT Pemasyarakatan di Batam dan Lapas Narkotika Tanjungpinang berkunjung ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri untuk memperkuat pengawasan peredaran narkotika di lingkungan UPT Pemasyarakatan.

Kalapas Batam Heri Kusrita sebut Kunjungan ini penting, mengingat sebagian besar warga binaan di Lapas kelas II A Batam adalah terpidana kasus narkoba. Ada yang pemakai, pengendara dan juga kurir. Kunjungan ini untuk memperkuat pengawasan agar narkotika tidak masuk ke dalam lingkungan pemasyarakatan.

“Selain untuk jaga sinergitas dengan BNN, dalam kunjungan ini kita mendapat petunjuk terkait penguatan pengawasan peredaran narkotika. Ini yang kita harapkan karena memang dimana pun terutama di Lingkungan Pemasyarakatan harus bebas dari Narkotika, ” ujar Heri.

Dikatakan Heri, ada tiga Kunci agar Pemasyarakatan maju serta bebas dari Narkotika dapat terwujud dengan baik yakni; adanya deteksi dini, berantas narkoba dan sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Nah yang kita lakukan ini adalah sinergitas tadi. Ini bagian dari upaya menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih melayani dan bersih dari Narkoba. Lapas tidak bisa berjalan sendiri dalam pemberantasan narkoba, tentunya perlu bantuan Aparat Penegak Hukum lainnya termasuk dari rekan-rekan BNNP Kepri sehingga dapat menerapkan P4GN di Lapas Batam,” ujar Heri.

Kabid Berantas BNN Kepri Bubung sambut baik kunjungan dan sinergitas dari jajaran UPT Pemasyarakatan tersebut. Dalam arahannya Bubung mengaku BNN selalu siap mendukung upaya pemberantasan Narkotika termasuk di lingkungan Pemasyarakatan.

“Seperti yang kita ketahui kami diamanatkan negara untuk terus memberantas Narkotika di Indonesia khususnya Kepri. Pemasyarakatan sebagai sarana terakhir dari sistem peradilan di Indonesia masuk sebagai fokus Utama kami. Kami apresiasi dengan kedatangan jajaran UPT Pemasyarakatan ini. Ini kolaborasi yang baik untuk terus melawan peredaran narkoba di Tanah air. Kita alam dukung upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan Narkotika di lingkungan Pemasyarakatan,” ujarnya.

Seperti diketahui Lapas Kelas II A Batam menampung paling banyak terpidana kasus narkoba. Angka presentase 90 persen dibandingkan terpidana kasus kriminal umumnya. Tidak sedikit dari terpidana kasus narkoba ini yang dijatuhi hukuman berat mulai dari penjara diatas 20 tahun, seumur hidup dan bahkan hukuman mati.

Menghadapi situasi ini, Lapas Batam berjuang keras agar barang terlarang itu tidak boleh ada di dalam lingkungan Pemasyarakatan. Berbagai cara dilakukan mulai dari ketatnya pemeriksaan barang bawaan yang masuk ke dalam lingkungan Lapas, razia rutin, pengecekan urine dan sosialisasi lainnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Tahanan Polsek Sekupang Jalani Pemeriksaan Kesehatan

0
polsek sekupang
Tahanan Polsek Sekupang saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Seluruh tahanan di sel Polsek Sekupang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan tahanan tetap terjaga selama berada di sel tahanan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Kasi Dokkes) Polresta Barelang, AKP Priyo, bersama tim medis dari Dokkes Polresta Barelang. Pemeriksaan turut didampingi oleh Wakapolsek Sekupang, Iptu Yuli Hendra.

Dalam kegiatan tersebut, Iptu Yuli Hendra menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala bagi para tahanan. “Kesehatan para tahanan adalah salah satu fokus utama kami. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan kondisi mereka tetap dalam keadaan sehat selama berada di dalam tahanan,” ujarnya, Rabu (2/10).

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan perawatan yang memadai bagi para tahanan, sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Kami terus berupaya menjaga kesehatan mereka dan akan memberikan penanganan medis yang dibutuhkan jika ditemukan keluhan kesehatan,” tambah Iptu Yuli Hendra.

Terpisah, Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, menegaskan bahwa kesehatan tahanan adalah bagian dari hak asasi manusia yang harus dilindungi.

“Kesehatan para tahanan merupakan prioritas kami. Melalui kegiatan pemeriksaan rutin ini, kami dapat memantau kondisi kesehatan mereka dan memberikan penanganan medis jika diperlukan. Ini merupakan komitmen kami dalam memastikan hak-hak dasar para tahanan tetap terpenuhi, termasuk dalam hal kesehatan,” tegas Kompol Benhur Gultom.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan fisik umum, serta konsultasi kesehatan terkait keluhan yang disampaikan oleh tahanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh tahanan dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak memerlukan perawatan khusus.

“Ke depan kegiatan pengecekan kesehatan ini secara rutin kita lakukan guna memastikan kesehatan para tahanan tetap terjaga selama mereka menjalani proses hukum di sel tahanan Polsek Sekupang, ” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Jalan Ahmad Dahlan Memprihatinkan, Sampah Menumpuk, Pepohonan Terlampau Rimbun Hingga Jalan yang Rusak

0
2. Jalan Ahmad Dahlan Rusak Parah F Eusebius 1 e1705304357742
Jalan Ahmad Dahlan yang rusak. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Jalan Ahmad Dahlan yang membentang dari TPU Seitemiang hingga Tanjungriau, Kecamatan Sekupang kondisinya memprihatinkan.

Ruas jalan ini sudah banyak yang rusak dan diperburuk lagi dengan pepohonan penghijauan yang jarang dipangkas atau dipotong. Sepanjang ruas jalan ini juga banyak dijumpai tumpukan sampah rumah tangga dan material bekas bangunan. Jalan tak terurus sama sekali.

Pantauan di lapangan, pohon penghijauan sudah sangat rimbun dan menutupi ruas jalan. Rimbunan pepohonan ini juga menghalangi marka jalan, serta lampu penerang jalan umum. Kabel listrik juga sudah banyak yang bergelantungan hingga ke tanah karena tertimpa ranting pohon yang patah.

“Meskipun nyala lampu jalan, jalan ini tetap gelap di malam hari karena tertutup pepohonan ini. Pohon sudah besar dan rimbun semua jadi menutupi lampu jalan. Tak ada perhatian sama sekali dengan jalan ini. Dari waktu ke waktu begini saja terus. Aspal pun sudah banyak yang pecah. Perbaikan hanya tambal saja dan sudah kembali rusak seperti ini,” kata Aldi, warga Tanjungriau.

Untuk tumpukan sampah terpantau sedikitnya ada tiga titik yang tumpukan nya cukup banyak dan meluber hingga ke bahu jalan. Selain di dekat TPU Seitemiang, ada dua titik lain di dekat gerbang simpang Marina. Sampah yang menumpuk umumnya material bekas bangunan.

Suhardi warga yang berdiam di Kaveling Seitemiang sebut sudah cukup lama jalan ini tidak diperhatikan. Perbaikan kerusakan jalan hanya berupa tambalan semen saja. Meskipun menutupi lubang, tambalan semen ini tetap saja merepotkan pengendara karena tidak rata dan bergelombang.

“Paling tambal itu saja yang dilakukan selama ini. Untuk penataan pohon, lampu jalan sama sekali tak ada perhatian. Kayak di pedesaan jalan ini, ” kata Suhardi.

Padahal jalan Ahmad Dahlan ini merupakan jalur utama untuk mempersingkat waktu warga Tanjungriau ke wilayah Batuaji dan sebaliknya. Pekerja galangan kapal di Tanjungriau yang tinggal di Batuaji umumnya menggunakan akses jalan ini. Warga berharap ini segera diperhatikan instansi pemerintah terkait agar akses jalan ini diperhatikan dan ditata kembali.

Lurah Tanjungriau Syamsuddin mengaku sudah menyampaikan sejumlah usulan untuk penataan ruas jalan tersebut melalui Musrembang. Akses jalan ini perlu perhatian karena sudah banyak yang rusak dan berlubang.

“Itu masuk dalam usulan musrembang. Mudah-mudahan ada alokasi perbaikan dan penataan tahun depan, ” ujar Syamsuddin. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Naik Tipis, PMI Manufaktur Masih di Zona Kontraksi Industri Butuh Dukungan Regulasi untuk Kembali Ekspansi

0
Ribuan karya-wan di salah satu perusahan garmen di Jawa Barat menjahit di ruang ope-rator. Kinerja purchasing manager’s index (PMI) manufaktur Indonesia belum membaik. Kendati pada September 2024 mening-kat tipis ke 49,2 dari 48,9 pada Agustus, angka tersebut masih di bawah level 50.

batampos – Kinerja purchasing manager’s index (PMI) manufaktur Indonesia belum membaik. Kendati pada September 2024 meningkat tipis ke 49,2 dari 48,9 pada Agustus, angka tersebut masih di bawah level 50. Artinya, kondisi manufaktur ada di zona kontraksi.
Dalam rilisnya, S&P Global menyebutkan bahwa penurunan kinerja PMI utamanya menggambarkan penurunan bulanan pada output dan pesanan baru selama September dan telah berjalan selama tiga bulan berturut-turut. Kondisi itu ditanggapi perusahaan dengan mengurangi aktivitas pembelian, memilih menggunakan inventaris, serta menjaga biaya dan efisiensi pengoperasian dengan sangat ketat.

Hingga akhir triwulan III 2024, ekonomi dunia memang masih mengalami perlambatan. Namun, bila melihat beberapa negara peers, PMI manufaktur-nya menunjukkan kondisi indus-tri yang ekspansif meski menga-lami kondisi pasar global yang sama dengan Indonesia. Nega-ra-negara yang masih berada di level ekspansi, misalnya, Filipina (53,7); India (56,7); dan Thailand meski sudah di border (50,4).

Meski ada sedikit kenaikan pada PMI manufaktur bulan September, kondisinya masih kontraksi. “Agar bisa kembali ekspansif, sektor industri membutuhkan dukungan regulasi yang tepat dari berbagai kementerian dan lembaga sehingga industri dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sen-diri,” papar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (1/10).

Kebijakan-kebijakan yang dibutuhkan sektor manufaktur, antara lain, merevisi Permendag No 8 Tahun 2024, rancangan peraturan pemerintah tentang gas bumi untuk kebutuhan domestik, serta peraturan menteri keuangan terkait bea masuk anti-dumping (BMAD) ubin keramik impor dan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) kain impor.

Bila diamati lebih mendalam, penurunan pesanan baru yang muncul sebagai hasil survei PMI manufaktur Indonesia pada September 2024 juga ditunjukkan oleh indeks kepercayaan industri (IKI) edisi September 2024 yang baru dirilis Senin (30/9). Penurunan pesanan baru terjadi pada subsektor industri pengolahan lainnya yang IKI-nya kontraksi.

Subsektor tersebut mengalami penurunan pesanan, baik di luar maupun dalam negeri.

Subsektor industri lain yang juga mengalami kontraksi IKI pada pesanan baru adalah industri pengolahan tembakau, tekstil, pakaian jadi, kayu, kertas, bahan kimia, komputer dan elektronik, serta jasa reparasi. Sembilan di antara 23 subsektor industri pengolahan me-ngalami kontraksi IKI pada variabel pesanan baru pada September lalu. Karena itu, kebijakan-kebijakan untuk mengendalikan masuknya barang ke Indonesia amat diperlukan.

“Saat ini kita terus berupaya menciptakan demand bagi produk dalam negeri karena demand-nya ada, namun pasar juga dibanjiri dengan produk impor,” tegas Agus.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, kondisi PMI manufaktur Indonesia sangat sensitif terhadap perubahan permintaan pasar di dalam negeri.

“Kami sangat berharap dengan menurunnya tekanan kepada Indonesia secara eksternal untuk mempertahankan suku bunga tinggi, Indonesia bisa menciptakan quantitative easing atau pelonggaran kuantitatif di pasar domestik dengan penurunan suku bunga acuan dan pelonggaran persyaratan kredit usaha,” ujarnya.

Shinta menambahkan, pelonggaran itu diharapkan bisa menciptakan peningkatan konsumsi pasar untuk mendongkrak pertumbuhan permintaan pasar domestik terhadap output industri manufaktur nasional. (*)

Arsenal Pecundangi Paris Saint-Germain

0
Kai Havertz telah mencatatkan gol untuk Arsenal. (Instagram/@kaihavertz29)

batampos – Arsenal berhasil mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 2-0 dalam matchday ke-3 League Phase Liga Champions 2024/25 yang digelar di Emirates Stadium, Rabu (2/10) dini hari WIB.

Dikutip dari Antara, dua gol kemenangan The Gunners atas PSG tercipta di babak pertama, masing-masing lewat sundulan Kai Havertz dan tendangan bebas Bukayo Saka.

Berkat hasil ini, Arsenal akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di League Phase Liga Champions dan menempati peringkat delapan di klasemen sementara.

Sedangkan PSG menelan kekalahan setelah menang di laga pertama dan duduk di posisi 18, demikian dilansir laman resmi UEFA.

Arsenal mendominasi jalannya permainan sejak awal pertandingan. Tuan rumah sukses membuka keunggulan pada menit ke-20 lewat sundulan Havertz setelah menyambut umpan silang Leandro Trossard.

Pada menit ke-35, keunggulan Arsenal bertambah menjadi 2-0. Gol tercipta berkat tendangan bebas Saka dari sisi kanan yang gagal diantipasi oleh Gianluigi Donnarumma. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, laga berjalan cukup ketat dengan kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang, tetapi tak ada goll tambahan yang tercipta. Skor 2-0 pun menjadi hasil akhir laga ini.(*)

138 Kasus Penyakit Jantung di Kota Batam, 89 Diantaranya Meninggal Dunia

0
Penyakit jantung kesehatan
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

batampos – Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Kota Batam. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batam, hingga Juli 2024, tercatat sebanyak 138 kasus penyakit jantung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan bahwa penyakit jantung menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Batam. “Angka ini sangat mengkhawatirkan. Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Batam. Kami sedang berupaya keras untuk menekan angka ini melalui berbagai program preventif,” ujarnya, Rabu (2/10).

Didi menambahkan bahwa gaya hidup yang kurang sehat, seperti kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, dan stres, menjadi faktor utama penyebab meningkatnya kasus penyakit jantung di kota Batam.

“Gaya hidup masyarakat yang cenderung kurang memperhatikan kesehatan memicu peningkatan kasus penyakit ini. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola makan dan aktivitas fisik,” tegas Didi.

Dalam rangka menekan angka kematian disebabkan penyakit jantung, Dinas Kesehatan Kota Batam telah menggencarkan kampanye kesehatan. Langkah-langkah seperti penyuluhan mengenai pentingnya pola hidup sehat, kampanye berhenti merokok.

“Kami juga terus mensosialisasikan untuk selalu deteksi dini risiko penyakit jantung dilakukan secara rutin di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk di Puskesmas,” tambah Didi.

Penyakit jantung, yang dikenal dengan istilah silent killer, seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah keparahan. Didi menekankan pentingnya masyarakat untuk rutin memeriksakan tekanan darah, kadar gula darah, serta kadar kolesterol yang semuanya berhubungan erat dengan penyakit jantung.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan tanda-tanda awal serangan jantung seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, dan lelah berlebihan. Penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat Batam semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. Dia juga meminta dukungan berbagai pihak untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit jantung.

“Pemerintah terus mendukung upaya pencegahan dengan meningkatkan akses layanan kesehatan, namun kesadaran dan perubahan gaya hidup masyarakat juga sangat penting,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Volume Sampah di Batam Capai 1.200 Ton per Hari, DLH Genjot Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah

0
sampah
Ilustrasi. Truk pengangkut sampah menurunkan muatan yang berasal dari sampah rumah tangga dan lainnya di TPA Punggur. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Volume sampah di Kota Batam terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Hingga saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mencatat bahwa volume sampah mencapai 1.150 hingga 1.200 ton per hari.

Angka ini dihasilkan dari sekitar 1,3 juta penduduk yang tersebar di seluruh Kota Batam, termasuk kawasan hinterland. Kenaikan volume sampah ini pun diprediksi akan terus bertambah, terutama di akhir pekan.

“Kami melihat ada kenaikan volume sampah dibandingkan tahun lalu, seiring bertambahnya jumlah penduduk di Batam. Prediksi kami, volume sampah akan terus naik terutama di akhir pekan, saat aktivitas masyarakat meningkat,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Eka Suryanto, Rabu (2/10).

Baca Juga: Perda Sampah Mulai Diterapkan, DLH Batam Tindak Tegas 4 Pembuang Sampah Sembarangan

Menurutnya, sampah domestik dan rumah tangga mendominasi timbulan sampah harian di Batam, dengan sebagian besar berupa sisa makanan. “Sampah domestik, terutama sisa makanan, menyumbang porsi terbesar dari volume sampah yang kami kelola setiap hari,” tambah Eka.

DLH Batam terus berupaya untuk menangani sampah ini dengan pengangkutan rutin. Pengangkutan sampah dilakukan setiap pagi dari Tempat Penampungan Sampah (TPS) yang tersebar di seluruh kota, termasuk di perumahan, pasar, dan tempat umum lainnya.

“Kami berusaha meningkatkan kualitas pelayanan persampahan dengan mengoptimalkan jadwal pengangkutan sampah yang telah ditetapkan. Pengangkutan ini dilakukan secara rutin dari TPS hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur,” jelas Eka.

Untuk mengurangi volume sampah yang langsung masuk ke TPA, DLH Batam aktif mengkampanyekan program pemilahan sampah. DLH menargetkan pemilahan sampah hingga 30 persen pada tahun 2025, dengan fokus pada sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan plastik pembungkus makanan yang bisa didaur ulang.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk memisahkan sampah anorganik agar tidak langsung masuk ke TPA. Pemilahan ini adalah salah satu solusi utama untuk mengurangi tekanan di TPA Punggur yang kapasitasnya semakin terbatas,” ujar Eka.

Saat ini, terdapat sekitar 160 bank sampah yang aktif di seluruh Kota Batam. Bank-bank sampah ini berperan dalam mengumpulkan sampah anorganik, yang kemudian dijual kepada pihak DLH ataupun pihak swasta. Setiap bulannya, bank sampah mampu mengumpulkan sekitar 25,8 ton sampah anorganik, yang meskipun masih kecil, telah memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi timbunan sampah di TPA.

“Kehadiran bank sampah sangat membantu. Meski volumenya masih relatif kecil dibandingkan total sampah harian, namun keberadaannya telah mengurangi sampah anorganik yang dibuang ke TPA. Kami juga terus mengajak masyarakat untuk membentuk bank sampah di lingkungannya,” terang Eka.

Ia juga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemilahan sampah dan mulai mengurangi sampah dari sumbernya, terutama dari rumah tangga. Dengan meningkatnya kesadaran ini, DLH optimis target pengurangan sampah bisa tercapai, dan kota Batam akan lebih bersih serta nyaman untuk dihuni.

“Kami berharap masyarakat semakin terbuka untuk memulai pemilahan sampah dari rumah, demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Kota Batam,” tutup Eka. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Mohon Maaf, Pemko Belum Miliki Anggaran Buat Perbaikan Rumah Korban Angin Kencang

0
Kondisi terkini rumah Ali warga Kampung Bukit Cermin, usai diterjang angin kencang beberapa waktu lalu, Senin (30/9). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang hingga kini belum memberikan bantuan perbaikan rumah, ke warga yang menjadi korban angin kencang. Tidak tersedianya anggaran, menjadi faktor penyebab belum adanya bantuan.

Padahal, Pemko Tanjungpinang memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2024 senilai Rp1,5 Miliar, yang biasanya bisa digunakan untuk penanggulangan bencana alam.

Kendati demikian, Pemko Tanjungpinang harus melakukan kajian terlebih dahulu, untuk menggunakan BTT, sebagai anggaran memperbaiki sejumlah rumah rusak, akibat diterjang angin kencang tersebut.

BACA JUGA: Korban Angin Kencang Menanti Bantuan,  2 Pekan Tinggal di Rumah Ditutupi Terpal

“(Anggaran BTT) tinggal 1,5 M di APBDP. Nanti akan kita kaji, sesuai dengan regulasinya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, Senin (1/10).

Saat ini, kata Sekda anggaran untuk memperbaiki rumah yang rusak tersebut memang belum tersedia. Di APBDP Sendiri, Pemko Tanjungpinang hanya menganggarkan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Di APBDP baru tersedia anggaran RTLH saja (upaya Pemko) tentu harus sesuai ketentuan keuangan daerah,” tambahnya.

Kendati demikian, Pemko Tanjungpinang akan terus berupaya mencari solusi, untuk memperbaiki rumah korban angin kencang tersebut. “Sejauh ini masih kita diskusikan upaya apa yang bisa kita lakukan sesuai ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Saat ini, keluarga korban angin kencang sudah lebih kurang dua pekan tinggal di rumah dengan atap terpal.Walaupun menggunakan terpal, air hujan tetap merambat masuk membanjiri dalam rumahnya.

“Terpalnya diberikan oleh BPBD dan Dinsos, tapi yang pasang saya sendiri. Walaupun ada terpal, tetap saja rumah masuk air saat hujan,” kata Ali di kediamannya.

Setiap hujan turun, Ali mengaku lantai, pakaian hingga perabotan di dapur selalu basah. Kondisi ini pun, membuat ia tidak tahan menunggu bantuan perbaikan atap rumah dari pemerintah.

Hingga hari ini, Ali hanya menerima bantuan berupa paket sembako saja. Sementara perbaikan atap rumah, masih belum ada kejelasan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Dapur tidak ditutup, karena terpalnya tidak cukup. Saat angin kencang, televisi kipas angin juga rusak, karena kita langsung selamatkan diri,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Mohon Maaf, Pemko Belum Miliki Anggaran Buat Perbaikan Rumah Korban Angin Kencang

0
Kondisi terkini rumah Ali warga Kampung Bukit Cermin, usai diterjang angin kencang beberapa waktu lalu, Senin (30/9). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang hingga kini belum memberikan bantuan perbaikan rumah, ke warga yang menjadi korban angin kencang. Tidak tersedianya anggaran, menjadi faktor penyebab belum adanya bantuan.

Padahal, Pemko Tanjungpinang memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2024 senilai Rp1,5 Miliar, yang biasanya bisa digunakan untuk penanggulangan bencana alam.

Kendati demikian, Pemko Tanjungpinang harus melakukan kajian terlebih dahulu, untuk menggunakan BTT, sebagai anggaran memperbaiki sejumlah rumah rusak, akibat diterjang angin kencang tersebut.

BACA JUGA: Korban Angin Kencang Menanti Bantuan,  2 Pekan Tinggal di Rumah Ditutupi Terpal

“(Anggaran BTT) tinggal 1,5 M di APBDP. Nanti akan kita kaji, sesuai dengan regulasinya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, Senin (1/10).

Saat ini, kata Sekda anggaran untuk memperbaiki rumah yang rusak tersebut memang belum tersedia. Di APBDP Sendiri, Pemko Tanjungpinang hanya menganggarkan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Di APBDP baru tersedia anggaran RTLH saja (upaya Pemko) tentu harus sesuai ketentuan keuangan daerah,” tambahnya.

Kendati demikian, Pemko Tanjungpinang akan terus berupaya mencari solusi, untuk memperbaiki rumah korban angin kencang tersebut. “Sejauh ini masih kita diskusikan upaya apa yang bisa kita lakukan sesuai ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Saat ini, keluarga korban angin kencang sudah lebih kurang dua pekan tinggal di rumah dengan atap terpal.Walaupun menggunakan terpal, air hujan tetap merambat masuk membanjiri dalam rumahnya.

“Terpalnya diberikan oleh BPBD dan Dinsos, tapi yang pasang saya sendiri. Walaupun ada terpal, tetap saja rumah masuk air saat hujan,” kata Ali di kediamannya.

Setiap hujan turun, Ali mengaku lantai, pakaian hingga perabotan di dapur selalu basah. Kondisi ini pun, membuat ia tidak tahan menunggu bantuan perbaikan atap rumah dari pemerintah.

Hingga hari ini, Ali hanya menerima bantuan berupa paket sembako saja. Sementara perbaikan atap rumah, masih belum ada kejelasan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Dapur tidak ditutup, karena terpalnya tidak cukup. Saat angin kencang, televisi kipas angin juga rusak, karena kita langsung selamatkan diri,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail