Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9).
batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9) di Marketing Center BP Batam.
Rombongan berjumlah 15 orang tersebut dipimpin oleh Vice President CNGR, Zhu Jiangang, dan disambut oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, serta Direktur Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Surya Kurniawan Suhairi.
Pertemuan ini menjadi ajang diskusi dan konsultasi terkait rencana investasi CNGR di sektor hilirisasi timah di Batam. CNGR, sebagai pemasok global baterai lithium, telah berkembang pesat dengan jejak bisnis di Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, serta ekspansi baru ke Finlandia, Maroko, dan Indonesia.
Vice President CNGR Advanced Material Co,Ltd, Zhu Jiangang, mengatakan, upaya ekspansinya berbuah manis, yang mana kini telah mencapai realisasi investasi hingga USD 7 miliar serta menyerap 8.000 pekerja di Indonesia.
Kehadiran CNGR di Kota Batam merupakan hasil dari upaya Kawasan Industri Tunas yang dipimpin oleh Chrispin Andereas selaku Direktur.
“Kami melihat potensi pasar di Kota Batam yang besar di Indonesia. Bersama Kawasan Industri Tunas, kami ingin tahu lebih lanjut bagaimana proses investasi beserta dokumen pendukung yang diperlukan di sini,” ujar Zhu.
Saat pertemuan tersebut, dari pihak CNGR sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan, seputar mekanisme ekspor, impor, pengelolaan limbah serta peraturan yang berlaku. Jawaban-jawaban dari pihak BP Batam tersebut, kata Zhu menjawab semua pertanyaan esensial seputar rencana bisnis mereka ke depannya.
”Kami sangat mengapresiasi penjelasan BP Batam seputar mekanisme investasi industri timah beserta dokumen yang diperlukan. Dan kami juga berterima kasih atas upaya BP Batam yang sepenuh hati mendukung rencana investasi kami di Kota Batam. Kami berharap rencana ini dapat terwujud segera,” kata Zhu.
Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyambut baik respon positif Zhu dan tim. Dia menyatakan kesiapan BP Batam untuk mendukung penuh rencana berusaha CNGR.
”Salah satu tugas BP Batam adalah meningkatkan realisasi investasi di Kota Batam. Jadi jangan khawatir, BP Batam akan berkomitmen penuh dan mendukung rencana hilirisasi timah CNGR di Kota Batam sesuai peraturan yang berlaku,” ucap Ariastuty. (*)
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9).
batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali menerima kunjungan kerja dari perusahaan besar asal Tiongkok, CNGR Advanced Material Co, Ltd, Jumat (27/9) di Marketing Center BP Batam.
Rombongan berjumlah 15 orang tersebut dipimpin oleh Vice President CNGR, Zhu Jiangang, dan disambut oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, serta Direktur Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Surya Kurniawan Suhairi.
Pertemuan ini menjadi ajang diskusi dan konsultasi terkait rencana investasi CNGR di sektor hilirisasi timah di Batam. CNGR, sebagai pemasok global baterai lithium, telah berkembang pesat dengan jejak bisnis di Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, serta ekspansi baru ke Finlandia, Maroko, dan Indonesia.
Vice President CNGR Advanced Material Co,Ltd, Zhu Jiangang, mengatakan, upaya ekspansinya berbuah manis, yang mana kini telah mencapai realisasi investasi hingga USD 7 miliar serta menyerap 8.000 pekerja di Indonesia.
Kehadiran CNGR di Kota Batam merupakan hasil dari upaya Kawasan Industri Tunas yang dipimpin oleh Chrispin Andereas selaku Direktur.
“Kami melihat potensi pasar di Kota Batam yang besar di Indonesia. Bersama Kawasan Industri Tunas, kami ingin tahu lebih lanjut bagaimana proses investasi beserta dokumen pendukung yang diperlukan di sini,” ujar Zhu.
Saat pertemuan tersebut, dari pihak CNGR sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan, seputar mekanisme ekspor, impor, pengelolaan limbah serta peraturan yang berlaku. Jawaban-jawaban dari pihak BP Batam tersebut, kata Zhu menjawab semua pertanyaan esensial seputar rencana bisnis mereka ke depannya.
”Kami sangat mengapresiasi penjelasan BP Batam seputar mekanisme investasi industri timah beserta dokumen yang diperlukan. Dan kami juga berterima kasih atas upaya BP Batam yang sepenuh hati mendukung rencana investasi kami di Kota Batam. Kami berharap rencana ini dapat terwujud segera,” kata Zhu.
Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyambut baik respon positif Zhu dan tim. Dia menyatakan kesiapan BP Batam untuk mendukung penuh rencana berusaha CNGR.
”Salah satu tugas BP Batam adalah meningkatkan realisasi investasi di Kota Batam. Jadi jangan khawatir, BP Batam akan berkomitmen penuh dan mendukung rencana hilirisasi timah CNGR di Kota Batam sesuai peraturan yang berlaku,” ucap Ariastuty. (*)
Green action SMA Maitreyawira Batam di Shelter Akar Bhumi Indonesia. Mereka peduli kelestarian ekosistem laut dan Mangrove.
F.Dok Akar Bumi Batam
batampos – Di bawah langit biru yang memayungi, laut selalu mengirimkan pesan-pesan sunyi. Ombak yang menyapu garis pantai membawa cerita tentang harapan, tentang kehidupan yang tak pernah diam. Namun, dalam gemuruh yang tak terdengar, ada juga desah ketakutan yang mengendap di sanubari mereka yang menggantungkan hidupnya pada lautan.
Dua puluh tahun telah berlalu sejak pintu ekspor pasir laut ditutup. Kala itu, laut diambang kematian. Ekosistem tercabik-cabik, pulau-pulau kecil hampir tenggelam, dan kehidupan para nelayan nyaris tercerabut. Hingga pada suatu titik, pemerintah sadar. Keran itu ditutup, seolah memberikan kesempatan bagi laut untuk pulih, kembali bernafas.
Akan tetapi, ibarat monster yang lama tertidur, kebijakan itu kini bangkit kembali. PP 26 Tahun 2023 datang seperti badai yang mengguncang ketenangan semu yang telah terjalin.
NGO Akar Bhumi Indonesia, sebuah organisasi non-pemerintah yang selama ini menjaga denyut laut dan masyarakat pesisir, kini berhadapan dengan kebijakan yang mengancam kelestarian laut itu.
Hendrik Hermawan, pendiri Akar Bhumi Indonesia, menatap lepas ke laut. Baginya, PP 26 tahun 2023 adalah monster lama yang bangkit kembali. Ekosistem laut, yang pernah luluh lantak dua dekade silam, kini dihadapkan pada ancaman yang lebih ganas.
Ia mengenang Pulau Nipah, Batam, yang nyaris hilang dari peta akibat eksploitasi pasir laut. Bagi Hendrik, alam bukan materi untuk dijual, melainkan roh kehidupan yang seharusnya dijaga.
“Kepri sudah pernah merasakan luka ini, dan seharusnya kita belajar dari masa lalu,” ujarnya, Rabu (25/9).
Dari balik kabut kekhawatiran, desas-desus menyeruak. Singapura, negeri pulau itu, dikatakan menanti pasir Indonesia untuk reklamasi.
Beberapa percaya bahwa ketersediaan pasir ini adalah syarat tak tertulis bagi investor asing yang hendak membangun Ibu Kota Negara baru. Sebuah barter tak tertulis: demi hutan Kalimantan, kita rusak laut Kepri. Seolah pemerintah rela merusak apa pun, asalkan dana segar bisa terus mengalir.
“Ini bukan sekadar kebijakan ekonomi, ini adalah pengkhianatan terhadap masa depan laut dan masyarakat kita,” kata Hendrik.
Lalu, ada pertanyaan lain yang meresahkan: benarkah alasan utama di balik kebijakan ini hanya untuk menghilangkan sedimentasi yang mengganggu perairan? Atau ini hanyalah dalih bagi kepentingan yang lebih gelap, seperti bayangan kolonialisme yang kembali mencuat dari masa lalu? Hendrik melihat tanda-tanda itu.
“Ada penumpang gelap dalam kebijakan ini,” ujarnya, penuh kewaspadaan.
Ancaman Nyata Pulau yang Terkikis
Provinsi Kepri, dengan 2.028 pulau kecilnya, telah lama menjadi benteng alami Indonesia. Namun, dengan kebijakan ini, baluarti itu mulai rapuh. Kenaikan permukaan air laut sudah menjadi ancaman nyata, dan kini ditambah dengan pengambilan pasir yang bisa mempercepat hilangnya pulau-pulau kecil.
“Pulau yang hilang mungkin tak langsung mengubah batas negara, tapi panjang garis pantai kita menyusut, zona tangkapan ikan bergeser, nelayan semakin terjepit,” kata Hendrik.
Di Karimun, masyarakat nelayan mulai cemas. Di sana, 16 dari 20 titik pengambilan pasir laut berada. Ketika Akar Bhumi Indonesia melakukan kunjungan pada Maret 2024, suara-suara penolakan menggema.
Bagi nelayan, laut adalah rumah, tempat mencari nafkah, dan ruang hidup. Dengan adanya eksploitasi ini, laut mereka perlahan berubah menjadi neraka.
Menggugat Kebijakan, Mempertahankan Laut
Akar Bhumi Indonesia berdiri tegak di sisi nelayan. Menurut Hendrik, PP 26 Tahun n 2023 adalah kebijakan yang cacat dari lahir.
“Seolah-olah Indonesia hanya menjadi toko bangunan bagi negara lain. Kita harus menyelamatkan laut kita. Ini bukan hanya soal devisa atau keuntungan bagi segelintir pengusaha, ini tentang keberlanjutan hidup kita,” tegasnya.
Hendrik percaya, jalur legislatif adalah kunci. Sebagai mitra Komisi IV DPR RI, Akar Bhumi akan menempuh jalur aspiratif. Jika pemerintah bersikeras, pihaknya harus bersiap untuk pengawasan ketat. Laut tak mudah dijaga, apalagi jika terjadi kejahatan lingkungan seperti eksploitasi pasir laut tanpa batas.
Ia mencatat, masalah lingkungan tak mudah diselesaikan di Indonesia, terutama yang menyangkut laut. Hukum sering lambat dalam merespons kejahatan lingkungan. Ini akan menjadi ancaman besar bagi ekosistem laut.
Laut sebagai Jiwa
Di Kepri, 96 persen wilayahnya adalah lautan. Jadi dapat disimpulkan bahwa laut bukan sekadar sumber mata pencaharian. Laut adalah jiwa. Nelayan tak hanya mengandalkan tangkapan ikan untuk hidup, tetapi mereka hidup bersama laut, dalam makna yang lebih mendalam.
“Merusak laut sama saja menghancurkan spirit masyarakat pesisir,” ujar Hendrik.
Ekspor pasir laut, yang diklaim sebagai solusi sedimentasi, nyatanya memicu sedimentasi lain–sedimentasi dalam sendi kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Laut yang tercemar bukan hanya berarti hilangnya ikan, tapi juga hilangnya rasa aman dan keberlangsungan hidup. Nelayan terjepit dari dua sisi, antara pesisir yang direklamasi secara ilegal dan laut yang rusak oleh eksploitasi pasir.
Mimpi Kelam Masa Depan
Dampak kebijakan ini tidak hanya akan dirasakan saat ini, tetapi juga di masa depan. Penurunan kualitas air, abrasi, dan erosi pantai hanya sebagian kecil dari kerusakan yang akan terjadi. Padahal, lautan menyimpan kekayaan yang jauh lebih penting daripada sekadar pasir.
Laut adalah penghasil oksigen terbesar, penyerap karbon, dan rumah bagi kehidupan yang tak terhitung banyaknya. Ketika kita menjual pasir laut, kita sesungguhnya sedang menjual masa depan kita sendiri.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Distriawandi, tak kalah gelisah. Kebijakan ekspor pasir laut, menurutnya, adalah pukulan keras bagi nelayan.
“Ini kebijakan brutal,” katanya, berberapa waktu lalu.
Laut yang mereka kenal kini mulai berubah, dan hasil tangkapan ikan menurun drastis. Distriawandi tahu, jika kebijakan ini terus berlanjut, maka dampaknya darurat.
“Kami takut ini hanya awal dari konflik yang lebih besar,” katanya.
Nelayan yang kehilangan laut mereka akan kehilangan segalanya–penghasilan, identitas, dan masa depan.
Sebuah Seruan: Selamatkan Laut, Selamatkan Kehidupan
Di balik semua ketakutan dan kekhawatiran ini, masih ada harapan yang tersisa. Hendrik, Distriawandi, dan masyarakat nelayan di Kepri tak ingin menyerah. Mereka percaya, ada cara lain untuk memanfaatkan laut tanpa merusaknya.
“Pendalaman alur bisa dilakukan di area yang tidak mengganggu zona tangkapan nelayan,” ujar Distriawandi.
Sementara Hendrik menyimpulkan dengan sebuah seruan, Laut adalah warisan masa depan. Mari kita jaga, bukan hanya untuk kita, tetapi untuk anak-cucu kita nanti.
Dengan kebijakan yang tak berpihak pada keberlanjutan ini, masa depan laut terancam hilang. Akar Bhumi Indonesia dan HNSI Kepri sepakat: perjuangan untuk menyelamatkan laut bukan hanya tentang ekosistem, tetapi tentang menjaga harapan agar tetap hidup.
Sementara ombak terus berdebur, pertanyaan besar pun menggantung di udara. Apakah kita akan terus menjual laut, melelang masa depan demi keuntungan sesaat? Ataukah kita akan memilih untuk menjaga, merawat, dan mewariskan laut kepada anak cucu?
Dalam sunyi yang penuh arti, lautan menunggu jawabannya. (*)
Murid SDN 011 Kabil, Nongsa, bermain di depan bangunan sekolah, beberapa waktu lalu. Tahun depan, Disdik berencana membangun sekolah baru di sejumlah wilayah. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam berencana membangun tiga unit sekolah baru pada tahun 2025. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyebutkan bahwa pembangunan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah negeri yang semakin meningkat di Batam, yakni dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan satu Sekolah Dasar (SD).
”Tahun depan kita lihat komposisi anggarannya saat penge-sahan ya. Insyaallah ada tiga unit sekolah baru yang kami anggarkan,” kata Tri, Jumat (27/9).
Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa dua SMP tersebut akan dibangun di wilayah Buliang dan Panglong, sementara SD akan didirikan di Sei Langkai, jika tidak ada halangan.
Selain pembangunan unit sekolah baru, Disdik Batam juga tengah fokus mengusahakan pemenuhan tenaga guru dan tenaga kependidikan. ”Saat ini belum ada penerimaan guru, namun kita sedang membahasnya lebih lanjut,” ujar Tri.
Selama tahun 2024, Dinas Pendidikan Batam hanya menganggarkan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) serta rehabilitasi ruang kelas untuk jenjang SD dan SMP. Tidak ada anggaran yang disiapkan untuk pembangunan sekolah baru.
Tri Wahyu Rubianto menjelaskan bahwa tahun ini Disdik Batam memprioritaskan pembangunan RKB dan rehab ruang kelas di sejumlah sekolah negeri dan swasta. ”Total ada 14 RKB SD yang akan dibangun, terdiri dari 9 RKB di sekolah negeri dan 5 RKB di sekolah swasta,” ucapnya.
Salah satu proyek strategis yang menjadi prioritas tahun ini adalah pembangunan 3 RKB di SDN 009 Batuaji. Sekolah ini baru memiliki lima ruang kelas untuk dua tingkat, yaitu kelas 1 dan kelas 2. ”Di SDN 009 Batuaji akan kami bangun 3 ruang kelas baru, dan ini menjadi proyek strategis tahun ini,” ujar Tri.
Selain RKB SD, Disdik Batam juga akan membangun 24 RKB SMP, yang terdiri dari 23 RKB di sekolah negeri dan satu RKB di sekolah swasta. Disdik juga akan merehabilitasi 26 ruang kelas SD dan satu ruang kelas SMP.
”Total anggaran untuk pembangunan RKB, rehabilitasi ruang kelas, ruang guru, toilet, dan fasilitas lainnya mencapai Rp56 miliar, yang bersumber dari PAD Kota Batam dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” jelas Tri.
Dalam dua tahun terakhir, tidak ada pembangunan sekolah baru di Batam. Pada tahun 2023, pembangunan tidak dilakukan karena adanya masalah lahan yang baru diselesaikan pada September 2023. Sementara tahun ini, anggaran lebih difokuskan pada perbaikan bangunan sekolah dan penambahan ruang kelas baru. (*)
PT Capella Dinamik Nusantara menggelar safety riding di Politeknik Batam. F. Azis Maulana/Batam Pos
batampos – PT Capella Dinamik Nusantara, selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda di Kepulauan Riau, bekerja sama dengan Jasa Raharja Kepri, menggelar Seminar Safety Riding di Politeknik Negeri Batam beberapa waktu lalu. Seminar ini mengusung tema ”Bangga Menjadi Generasi Cari Aman” dan ditujukan khusus untuk mahasiswa Politeknik Negeri Batam.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, turut hadir memberikan sambutan serta kuliah umum kepada para peserta. Selain itu, dilakukan penandatanganan MoU antara Politeknik Negeri Batam, Jasa Raharja, dan Pemerintah Provinsi Kepri.
Perwakilan Capella Honda Kepri, Christofer Valentino menjelaskan, tema seminar ini diangkat karena tingginya angka kecelakaan di kalangan generasi muda. ”Dengan metode pengajaran yang menarik dan relevan, kami berharap peserta bisa lebih aman saat berkendara di jalan raya,” ujarnya, Sabtu (28/9).
Aiptu Yoga Indromiko dari Satlantas Polresta Barelang juga memberikan edukasi terkait data kecelakaan dan tata cara berkendara yang aman. Ia menekankan pentingnya menggunakan knalpot yang sesuai standar. ”Kami sampaikan kepada peserta agar menghindari penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar,” ucapnya.
Pada akhir seminar, peserta yang berhasil memenangkan kuis online mendapatkan hadiah menarik seperti helm, jaket, dan merchandise dari Honda dan Jasa Raharja.
PT Capella Dinamik Nusantara menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, dan berharap seminar ini dapat membantu menekan angka kecelakaan, terutama di kalangan generasi muda. (*)
Dosen ITEBA berfoto bersama pelaku UMKM yang tergabung dalam kelompok usaha JASASI yang menjadi mitra utama dalam penerapan teknologi sistem informasi logistik cerdas. F. Dokumentasi ITEBA untuk Batam Pos
batampos — Dosen Institut Teknologi Batam (ITEBA) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengem-bangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Batam melalui kegiatan penelitian yang didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Mengusung judul, ”Optimalisasi Proses Logistik dalam Pengiriman Barang Pelaku Usaha UMKM Kota Batam melalui Sistem Informasi Layanan Logistik Cerdas (SILCARE) Berbasis Mobile”, penelitian ini bertujuan memberikan solusi digital terhadap kendala logistik yang kerap dihadapi UMKM di wilayah tersebut.
Penelitian ini berlangsung dari Mei-September 2024, berlokasi di Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, dengan fokus pada UMKM di bawah naungan kelompok usaha JASASI, yang menjadi mitra utama dalam penerapan teknologi sistem informasi logistik cerdas. JASASI terdiri dari berbagai pelaku usaha kecil yang bergerak di sektor makanan, kerajinan tangan, dan produk lokal lainnya.
Dalam pelaksanaannya, penelitian ini mengembangkan aplikasi SILCARE berbasis mobile. Sistem ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM mengelola proses logistik, mulai dari pemesanan barang hingga penerimaan produk oleh konsumen. SILCARE sebagai platform digital memberikan kemudahan bagi UMKM dalam berkomunikasi dengan penye-dia layanan logistik, sehingga distribusi barang dapat dilakukan lebih efektif dan transparan.
Menurut pemimpin tim penelitian, Ririt Dwiputri Permatasari, kendala logistik sering menjadi penghambat utama bagi UMKM dalam memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
“Melalui pengembangan SILCARE, kami berusaha meminimalisir tantangan tersebut dengan menyediakan platform digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja,” jelasnya.
SILCARE juga dilengkapi dengan fitur pemantauan stok dan manajemen inventaris terintegrasi, sehingga pelaku UMKM dapat memantau ketersediaan produk mereka. Fitur ini penting untuk mencegah masalah kehabisan stok, terutama saat permintaan tinggi.
Selama proses penelitian, tim peneliti ITEBA menjalin kolaborasi erat dengan mitra UMKM JASASI. Pelatihan dan pendampingan intensif diberikan untuk memastikan para pelaku usaha dapat mengoperasikan SILCARE dengan lancar, melibatkan mahasiswa sebagai pendamping dalam setiap sesi.
Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor UMKM. Pelaku usaha dilatih untuk memahami pentingnya manajemen logistik yang baik dan bagaimana teknologi dapat mendorong efisiensi serta memperluas pasar.
”Dengan dukungan teknologi SILCARE, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih bersaing di pasar lokal dan regional,” katanya.
Penelitian ini dilaksanakan dengan skema Penelitian Fundamental-Reguler, berdasarkan kontrak induk nomor 112/E5/PG.02.00.PL/2024 dan nomor kontrak turunan 062/LL10/PG.AK/2024. Tim peneliti dipimpin oleh Ririt Dwiputri Permatasari, dari Program Studi Sistem Informasi ITEBA, dengan anggota yang terdiri dari M. Ansyar Bora, dari Prodi Manajemen Rekayasa, serta Luki Hernando dari Prodi Teknik Komputer.
Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa, seperti Haidil Fauzan dan Nur Shilah dari Prodi Sistem Informasi, serta Tia Andini Salsabilla dari Prodi Manajemen Rekayasa. Keterlibatan mahasiswa diharapkan meningkatkan pengalaman belajar mereka serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia kerja nyata. (*)
Polisi melakukan olah tempat kejadian laka di jalan Sei Enam, Kijang, Sabtu (28/9/2024). F.Unit Gakum Satlantas Polres Bintan untuk Batam Pos
batampos – Kecelakaan antara sepeda motor Yamaha Jupiter Z dan sepeda motor Suzuki Satria R di jalan Sungai Enam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, menewaskan dua orang.
Dari video diterima, dua pengendara yang menjadi korban kecelakaan tersebut tergeletak di jalan dengan bersimbah darah.
Di lokasi terlihat mobil ambulans bersiap membawa kedua korban.
Kasat Lantas Polres Bintan, AKP Khapandi mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi di jalan Sungai Enam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Sabtu (28/9/2024) sekitar pukul 17.30 WIB.
Kecelakaan itu melibatkan dua kendaraan antara sepeda motor Yamaha Jupiter Z BP 5245 JW dan sepeda motor Suzuki Satria R BP 6169 BL.
Dia mengatakan, sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna biru yang dikendarai pengendara berinisial S membonceng penumpang berinisial H melaju dari arah Sungai Enam menuju ke arah Kijang Kota.
Sementara, pengendara sepeda motor Suzuki Satria R warna hitam berinisial MHT melaju dari arah berlawanan atau dari arah Kijang Kota menuju ke arah Sungai Enam.
Setiba di lokasi, sepeda motor Yamaha Jupiter Z bertabrakan dengan sepeda motor Suzuki Satria R.
Akibat tabrakan tersebut, pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter Z berinisial S dan pengendara sepeda motor Suzuki Satria R berinisial MHT meninggal.
Sedangkan penumpang sepeda motor Yamaha Jupiter Z berinisial H mengalami luka berat.
Dia mengatakan, anggotanya masih melakukan olah tempat kejadian di lokasi kecelakaan. Sementara untuk penyebab kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan. (*)
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau, Eko Yuyulianda (Baju hitam). F. Humas BPJS Ketenagakerjaan untuk Batam Pos
batampos – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) memperkenalkan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) dalam program perumahan, sebagai upaya untuk mendukung para pekerja dalam mewujudkan impian memiliki hunian. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan akses lebih luas kepada pekerja untuk memiliki rumah idaman mereka.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau, Eko Yuyulianda, menjelaskan, bahwa program ini berperan dalam mendukung inisiatif nasional “sejuta rumah”, yang ditujukan untuk meningkatkan perekonomian, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Dengan MLT program perumahan, BPJAMSOSTEK memberi peluang kepada peserta, terutama pekerja, untuk mewujudkan keinginan mereka memiliki rumah,” ujar Eko.
Peserta BPJAMSOSTEK dapat mengakses empat jenis layanan MLT, yaitu:
1. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)
2. Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP)
3. Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP)
4. Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja/Kredit Konstruksi (FPPP/KK)
“Keempat layanan ini terdiri dari KPR, PUMP, PRP, dan FPPP/KK,” ucap Eko.
Program MLT merupakan bagian dari Jaminan Hari Tua (JHT) dan diatur melalui PP Nomor 46 Tahun 2015 serta Permenaker Nomor 17 Tahun 2021. Plafon pinjaman yang ditawarkan bervariasi, dengan PUMP maksimal Rp150 juta, PRP Rp200 juta, dan KPR hingga Rp500 juta.
BPJAMSOSTEK bekerja sama dengan perbankan dan pengembang untuk menawarkan suku bunga lebih rendah, subsidi bunga, serta tenor pinjaman antara 10 hingga 30 tahun. Untuk memanfaatkan layanan ini, peserta harus terdaftar di BPJAMSOSTEK selama minimal satu tahun dan aktif membayar iuran untuk tiga program: JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).
Eko menambahkan bahwa kemudahan mendapatkan hunian maupun renovasi ini merupakan tambahan dari program JHT, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 46 Tahun 2015 dan Permenaker Nomor 17 Tahun 2021, yang mengubah Permenaker Nomor 35 Tahun 2016 tentang persyaratan dan jenis layanan tambahan.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya, Suci Rahmad, melaporkan bahwa saat ini sudah ada empat peserta yang memanfaatkan layanan tambahan ini. “Dua peserta menggunakan KPR dan dua lainnya mengambil pinjaman renovasi,” ucap Suci. (*)
Kampanye terbuka Amsakar-Li Claudia di Bukit Tempayan, Batuaji. F. Arjuna/Batam Pos
batampos – Hari kedua kampanye terbuka, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam nomor urut 2, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra, menggelar pertemuan dengan warga di Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batuaji.
Kampanye terbatas tersebut dihadiri ratusan warga yang antusias menyambut pasangan yang dikenal dengan julukan “ASLI”. Acara diawali dengan iringan hadroh dan kompang, menambah semarak suasana.
Dalam pidatonya, Li Claudia menekankan pentingnya penyediaan air bersih bagi masyarakat Batam, yang masuk dalam urutan pertama dari 7 program prioritas mereka. Masalah air bersih adalah salah satu persoalan mendesak yang kerap disampaikan oleh warga, khususnya kaum ibu.
“Saya sering mendengar keluhan dari para ibu yang harus begadang menunggu air mengalir. Ini sangat memprihatinkan. Sebagai perempuan, saya merasa terpanggil untuk memastikan air bersih mengalir dengan lancar di Batam,” ujar dia.
Meski persoalan air bersih berada di bawah kewenangan BP Batam, ia optimistis bahwa komunikasi dengan pemerintah pusat akan lebih mudah jika Prabowo Subianto terpilih sebagai Presiden.
“Dengan dilantiknya Pak Prabowo nanti, saya yakin kami bisa mempercepat solusi untuk masalah ini,” katanya.
Amsakar Achmad, yang telah berkarier sebagai birokrat selama 27 tahun, mengatakan bahwa pasangan ASLI memiliki keunggulan sebagai tim yang saling melengkapi.
“Saya memiliki pengalaman di pemerintahan, sementara Bu Claudia berpengalaman di legislatif, khususnya dalam hal penganggaran dan pengawasan. Ini adalah kombinasi yang kuat dan kami siap bekerja demi kesejahteraan Batam,” ujar Amsakar.
Pasangan ASLI berharap warga Batam dapat membuat keputusan yang rasional pada pemilihan Wali Kota Batam yang akan digelar pada 27 November 2024, dengan mempertimbangkan program-program prioritas yang mereka tawarkan.
Dengan program-program konkret yang diusung, Amsakar dan Li Claudia yakin mampu membawa perubahan nyata, terutama dalam hal penyediaan air bersih bagi masyarakat Batam. (*)
Pengendara melintas di Jalan Diponegoro, kawasan Mata Kucing, Sekupang, beberapa waktu lalu. Sejumlah warga mendesak polisi mendirikan pos pengamanan permanen di kawasan ini. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Jajaran Polresta Barelang serius mengawasi kawasan Hutan Mata Kucing dan Seitemiang, Sekupang, yang belakangan ini kembali marak dengan aksi kriminal jalanan. Siang dan malam, polisi bergantian melakukan patroli pengawasan.
Pengguna jalan mengapresiasi kehadiran polisi karena memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Mereka berharap agar pengawasan ini dapat terus berlanjut dengan mendirikan pos pengamanan di sekitar Hutan Mata Kucing.
”Kalau bisa, ada pos pengamanan permanen di jalan ini. Jika hanya patroli, pasti ada saat-saat kosong yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kriminal. Jalan ini cukup panjang, jadi harus ada pengawasan yang lebih permanen,” ujar Siska, seorang pengguna Jalan Diponegoro, Seitemiang, Jumat (27/9).
Hal senada disampaikan oleh Muktar, pengguna jalan lainnya, yang berpendapat bahwa pos pengamanan di Jalan Diponegoro, Hutan Mata Kucing, sangat dibutuhkan.
”Sudah banyak korban selama ini. Sudah saatnya keamanan pengguna jalan lebih diperhatikan. Buat pos dan jagalah setiap malam. Jika hanya mengandalkan patroli, pasti ada saatnya jalan ini kosong dari pengawasan,” kata Muktar.
Terkait permintaan pendirian pos pengamanan, pihak kepolisian akan mempertimbangkannya sesuai dengan ketersediaan personel dan anggaran yang ada. Namun, untuk sementara waktu, patroli rutin akan tetap dijalankan secara maksimal, baik siang maupun malam.
Jajaran Polsek Batuaji dan Polsek Sekupang secara bergantian mengawasi ruas jalan yang melewati kawasan hutan ini.
”Anggota kami tetap siaga. Patroli dilakukan siang dan malam,” ujar Kapolsek Batuaji, AKP Benny Syahrizal.
Sebelumnya, pihak Polsek Sekupang mengklaim gencar melakukan patroli malam hari di sejumlah titik rawan kejahatan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Patroli ini menyasar objek vital dan tempat yang sering menjadi lokasi berkumpul, terutama oleh remaja.
Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, mengatakan, patroli gabungan ini dilakukan bersama Polsek Batuaji, terutama di kawasan Mata Kucing dan Seitemiang, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Selasa (24/9). Patroli yang dipimpin langsung oleh Kompol Benhur ini melibatkan beberapa personel.
”Kami melakukan operasi ini di lokasi zona merah, titik-titik yang rawan kejahatan seperti KFC Sekupang, kawasan Mata Kucing, Seitemiang, dan Taman Kolam Tanjung Pinggir,” ujar Kompol Benhur.
Menurutnya, patroli ini dilaksanakan sepanjang malam dan difokuskan di titik-titik strategis untuk menjaga situasi tetap kondusif, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada 2024. (*)