Bocoran desain Galaxy Z Fold 8 Wide dengan layar lebih lebar yang beredar di internet, menampilkan konsep foldable mirip tablet. F. X/aivanet.
batampos – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan ponsel lipat generasi terbaru dengan desain berbeda dari seri sebelumnya. Perangkat yang disebut sebagai Galaxy Z Fold 8 Wide ini hadir dengan dimensi lebih lebar dan pendek, memberikan pendekatan baru pada lini foldable mereka.
Bocoran yang beredar menunjukkan perangkat memiliki bentuk menyerupai paspor saat dilipat. Saat dibuka, layar disebut akan menghadirkan rasio mendekati 4:3, membuat pengalaman penggunaan terasa lebih seperti tablet dibandingkan model sebelumnya yang cenderung memanjang.
Desain ini dinilai lebih optimal untuk berbagai aktivitas seperti menonton video, membaca dokumen, hingga multitasking. Perubahan rasio layar menjadi salah satu fokus utama Samsung dalam meningkatkan kenyamanan pengguna.
Dari sisi spesifikasi, Galaxy Z Fold 8 Wide diperkirakan akan mengusung layar utama sekitar 7,6 inci, didukung chipset kelas flagship, RAM hingga 16GB, serta kapasitas baterai di kisaran 4.800 mAh. Perangkat juga disebut akan mendukung teknologi Qi2 wireless charging dengan sistem magnetik.
Menariknya, konfigurasi kamera mengalami perubahan signifikan. Berbeda dari generasi sebelumnya yang menggunakan tiga kamera belakang, model ini kemungkinan hanya dibekali dua kamera utama.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi Samsung untuk bersaing di pasar foldable yang semakin kompetitif, termasuk menghadapi potensi kehadiran ponsel lipat dari Apple.
Sejumlah laporan menyebut desain “wide foldable” ini sengaja dikembangkan untuk menyaingi konsep iPhone lipat yang dirumorkan akan hadir dengan rasio layar serupa.
Perangkat ini diperkirakan akan diperkenalkan dalam ajang Galaxy Unpacked pada pertengahan 2026, bersama varian standar Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8.
Kehadiran varian “Wide” sekaligus menandakan bahwa Samsung mulai mengeksplorasi lebih banyak inovasi desain foldable guna memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin beragam. (*)
Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah. Foto. Cecep Mulyana / Batam Pos
batampos – Kinerja fiskal Pemerintah Kota (Pemko) Batam dinilai masih berada pada kategori kuat, ditopang oleh capaian pendapatan asli daerah (PAD) yang mendekati target pada 2025 lalu.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah, mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, kapasitas fiskal Batam masuk kategori tinggi jika dilihat dari komparasi PAD terhadap total pendapatan daerah.
“Kalau kita lihat dari komparasi PAD terhadap pendapatan secara keseluruhan, posisi fiskal Batam masih kuat,” ujarnya, Selasa (28/4).
Pada tahun 2025, kata Raja, realisasi PAD Batam tercatat mencapai Rp1,86 triliun atau 96,31 persen dari target Rp1,95 triliun. Meski belum sepenuhnya memenuhi target, selisihnya masih di bawah ambang toleransi 5 persen.
“Artinya masih dalam batas aman. Kebutuhan belanja daerah juga tetap terpenuhi, tidak ada tunda salur, dan tidak ada tunggakan kepada pihak ketiga,” jelas dia.
Untuk tahun 2026 ini, Pemko Batam menargetkan total pendapatan daerah sebesar Rp4,29 triliun, dengan kontribusi PAD ditargetkan mencapai Rp2,5 triliun.
Dari sisi sumber penerimaan, sektor pajak masih menjadi tulang punggung PAD Batam. Kontributor terbesar berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak penerangan jalan, serta pajak daerah lainnya.
Raja menyebut, pada 2025 sektor BPHTB bahkan melampaui target. Realisasinya mencapai Rp540 miliar atau 109 persen dari target yang ditetapkan.
“Ini menunjukkan potensi pajak di Batam masih sangat besar, terutama dari sektor properti,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui masih ada potensi penerimaan dari sektor retribusi yang belum tergarap optimal, seperti retribusi sampah dan parkir.
“Kalau ini bisa dioptimalkan, tentu pendapatan kita bisa lebih tinggi lagi. Ini yang sedang kita dorong,” ujarnya.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperkuat digitalisasi sistem pajak dan retribusi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Melalui forum tersebut, Pemko Batam merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran penerimaan daerah.
“Kita dorong digitalisasi supaya potensi-potensi yang selama ini belum terpantau bisa dimaksimalkan,” kata Raja.(*)
Tersangka kasus perpajakan Rp2,2 miliar, Fendi (baju kuning), saat menjalani pelimpahan tahap II di Kejari Tanjungpinang, Selasa (28/4). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kepulauan Riau melimpahkan tersangka beserta barang bukti kasus dugaan tindak pidana perpajakan senilai Rp2,2 miliar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Selasa (28/4).
Tersangka diketahui bernama Fendi, yang merupakan direktur dari dua perusahaan konstruksi, yakni PT ARB dan PT DSM. Ia diduga melakukan pelanggaran ketentuan perpajakan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang telah diperbarui melalui UU Nomor 6 Tahun 2023.
Kepala Bidang P2IP Kanwil DJP Kepri, Mampe Tua Hasiholan, mengatakan dalam proses penyidikan pihaknya telah menemukan setidaknya dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka.
“Penyidik telah menemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti dalam kasus dugaan tindak pidana perpajakan ini,” ujar Mampe.
Ia menjelaskan, tersangka diduga tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) atau menyampaikan SPT yang tidak benar dan tidak lengkap. Akibatnya, pajak yang telah dipungut tidak disetorkan ke negara.
Perbuatan tersebut menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2.210.249.294.
“Atas perbuatannya, tersangka terancam pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun, serta denda minimal dua kali dari jumlah pajak yang tidak dibayarkan,” jelasnya.
Pelimpahan ini dilakukan agar proses hukum dapat berlanjut ke tahap penuntutan di pengadilan.
Mampe juga mengimbau seluruh wajib pajak di wilayah Kepri agar patuh dalam menjalankan kewajiban perpajakan.
Sementara itu, Kepala Seksi Penuntutan Bidang Pidana Khusus Kejati Kepri, Roy Huffington Harahap, membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut.
Ia menyebut, perkara selanjutnya akan ditangani oleh Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk proses persidangan.
“Tersangka langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Tanjungpinang guna kepentingan penyidikan, agar tidak melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti,” tegas Roy. (*)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis. F. M. Sya’ban / Batam Pos
batampos – Ketersediaan hewan kurban di Kota Batam menjelang Hari Raya Iduladha 2026 dipastikan dalam kondisi aman. Bahkan, pemerintah memperkirakan stok tahun ini mengalami kelebihan dibandingkan kebutuhan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, mengatakan secara umum pasokan hewan kurban mencukupi, meskipun tren permintaan diprediksi menurun.
“Secara ketersediaan pasti cukup, bahkan berlebih. Tapi tren tahun ini kemungkinan turun karena kondisi ekonomi,” ujarnya, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, total hewan kurban yang tersedia diperkirakan mencapai sekitar 3.000 ekor sapi dan 6.000 ekor kambing. Pasokan tersebut didatangkan dari berbagai daerah, seperti Lampung, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan kontribusi terbesar berasal dari Lampung.
Distribusi hewan kurban ke Batam seluruhnya dilakukan melalui jalur laut. Setibanya di daerah tujuan, hewan langsung ditempatkan di kawasan Temiang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Untuk memastikan kelayakan hewan kurban, pemerintah membentuk tiga tim pengawasan yang melibatkan dinas terkait, pihak karantina, serta Ikatan Dokter Hewan Batam. Tim ini bertugas melakukan pengecekan fisik secara menyeluruh terhadap hewan yang telah berada di kandang.
“Hewan yang sehat akan diberi label. Yang tidak memiliki label dinyatakan tidak boleh dijual,” tegas Mardanis.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyakit hewan, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tetap menjadi perhatian utama. Meski demikian, seluruh hewan yang masuk ke Batam dipastikan telah melalui uji laboratorium.
“PMK itu masih ada, tapi semua hewan yang masuk sudah diperiksa. Kalau terindikasi, tidak diizinkan masuk,” jelasnya.
Selain pasokan dari peternak, Kota Batam juga akan menerima bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia berupa sapi jenis limusin dengan bobot mencapai sekitar satu ton.
Rencananya, sapi bantuan tersebut akan disembelih di Masjid Agung Engku Hamidah. Lokasi ini berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.
Mardanis juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan maupun kualitas hewan kurban di Batam tahun ini. Ia memastikan seluruh proses pengawasan dilakukan secara ketat, mulai dari masuknya hewan hingga layak untuk diperjualbelikan.
“Insyaallah masyarakat tidak perlu khawatir. Stok cukup, pengawasan juga kita lakukan secara maksimal agar hewan yang dijual benar-benar sehat dan layak untuk kurban,” tutur dia.(*)
batampos – Nama besar Freelander kembali dihidupkan lewat peluncuran model terbaru, Freelander 8. SUV ini menjadi penanda kebangkitan lini legendaris yang sebelumnya identik dengan brand Land Rover, namun kini hadir dalam format baru.
Freelander 8 merupakan hasil kolaborasi antara Jaguar Land Rover dan Chery. Model ini menjadi produk perdana dari brand baru yang diperkenalkan secara global dalam ajang otomotif di Beijing pada 2026.
Dari segi desain, Freelander 8 tampil dengan gaya boxy yang kokoh dan tegas, terinspirasi dari SUV klasik. Garis bodi yang mengotak dipadukan dengan sentuhan modern seperti lampu LED berbentuk persegi serta grille minimalis khas kendaraan elektrifikasi.
SUV ini juga hadir dengan dimensi besar, panjangnya mencapai sekitar 5,1 meter. Ukuran tersebut membuatnya lebih besar dibanding beberapa SUV premium di kelasnya, sekaligus memungkinkan konfigurasi kabin hingga tiga baris kursi untuk menampung lebih banyak penumpang.
Tak hanya mengandalkan tampilan, Freelander 8 juga mengusung teknologi masa depan. Kendaraan ini dirancang sebagai SUV multi-energi yang mendukung berbagai sistem penggerak, mulai dari full listrik (EV), plug-in hybrid (PHEV), hingga range-extended EV.
Platform yang digunakan telah mendukung arsitektur 800V, memungkinkan pengisian daya super cepat hingga sekitar 350 kW.
Di sektor fitur, Freelander 8 dibekali teknologi canggih seperti sistem bantuan pengemudi (ADAS) berbasis LiDAR, serta layar digital besar yang mendominasi interior. Fokus pengembangannya adalah menghadirkan kombinasi performa, efisiensi energi, dan pengalaman berkendara berbasis teknologi pintar.
Peluncuran Freelander 8 menjadi bagian dari strategi besar untuk menghidupkan kembali nama “Freelander” di era kendaraan listrik global. Model ini diproyeksikan tidak hanya dipasarkan di Tiongkok, tetapi juga merambah pasar internasional. (*)
batampos – Transformasi digital yang melaju cepat di sektor jasa keuangan membawa konsekuensi: meningkatnya risiko kejahatan siber dan penipuan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menilai, penguatan ketahanan industri tak bisa lagi ditunda, terutama di tengah maraknya kasus penipuan digital.
OJK menekankan pentingnya sinergi antara regulator, industri, dan masyarakat. “Peningkatan keamanan siber harus diimbangi dengan penguatan literasi keuangan masyarakat sebagai langkah preventif,” ujar Muhammad Lutfi, Asisten Direktur Pelindungan Konsumen OJK Kepri, Selasa (28/4).
Data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat 7.782 laporan penipuan di Kepulauan Riau sepanjang November 2024 hingga Maret 2026. Sementara itu, laporan melalui SIPASTI menunjukkan 391 kasus pinjaman online ilegal, 114 investasi ilegal, dan 6 gadai ilegal sejak Januari 2025 hingga Maret 2026.
Angka-angka tersebut mencerminkan tingginya kerentanan masyarakat terhadap kejahatan keuangan digital. “Risiko ini memerlukan kewaspadaan dan perhatian bersama, baik dari industri maupun masyarakat,” kata Lutfi.
Dari sisi industri, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai integrasi sistem keuangan yang kian kompleks menuntut kesiapan baru. Direktur Eksekutif Perbanas, Eka Sri Dana Afriza, menyebut penguatan fungsi investigasi, pemanfaatan analisis data, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci.
“Industri harus responsif dan tepat sasaran dalam mengelola risiko,” ujarnya.
Di tengah lanskap digital yang terus berubah, OJK menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi lintas sektor. Tujuannya, membangun industri jasa keuangan yang tangguh, aman, dan berintegritas.
OJK juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada: tidak sembarangan membagikan data pribadi serta memastikan penggunaan layanan keuangan yang berizin dan diawasi otoritas. Dalam ekosistem digital, kehati-hatian menjadi garis pertahanan pertama.(*)
Petugas Pengadilan Agama (PA) Tarempa melayani masyarakat terkait perkara perceraian yang meningkat di Kabupaten Kepulauan Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Angka perceraian di Kabupaten Kepulauan Anambas menunjukkan tren meningkat sepanjang Januari hingga April 2026. Bahkan, dalam kurun empat bulan tersebut, tercatat sebanyak 33 perkara telah diputus, yang berarti muncul puluhan janda baru di daerah itu.
Data dari Pengadilan Agama (PA) Tarempa mencatat, saat ini terdapat 60 perkara perceraian yang tengah ditangani. Rinciannya terdiri dari 18 cerai talak dan 42 cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri.
Hakim PA Tarempa, Irma Zhafira Nur Shabrina Hajidah, menyebut angka tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Anambas yang relatif kecil.
“Yang sudah diputus ada 33 perkara. Cerai gugat dari istri sebanyak 23 perkara, sementara cerai talak 10 perkara,” ujar Irma, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, dominasi cerai gugat menunjukkan semakin banyak perempuan yang memilih mengakhiri rumah tangga karena persoalan yang tidak terselesaikan.
Faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama perceraian. Banyak suami dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan sebagian terjerat praktik judi online hingga pinjaman online (pinjol).
“Mayoritas karena ekonomi, nafkah tidak diberikan. Ada juga yang berjudi dan terjerat pinjol,” jelasnya.
Selain itu, kebiasaan berjudi disebut sebagai faktor dominan yang memperparah kondisi rumah tangga. Sementara faktor perselingkuhan tetap ada, namun jumlahnya tidak signifikan.
“Kalau perselingkuhan ada, tapi tidak banyak. Yang paling dominan tetap judi,” tambahnya.
Sepanjang tahun 2025 lalu, PA Tarempa mencatat 122 perkara perceraian, dengan 110 di antaranya telah diputus. Dari jumlah tersebut, lebih dari 10 kasus melibatkan pasangan di bawah umur.
Fenomena ini berkaitan dengan dispensasi nikah yang berujung perceraian. Mayoritas pasangan menikah karena kehamilan di luar nikah, namun tidak bertahan lama setelah anak lahir.
“Habis dapat dispensasi nikah, lalu cerai. Ada lebih dari 10 kasus, semuanya masih di bawah umur,” ungkap Irma.
Ia menilai, sebagian pernikahan tersebut diduga hanya sebagai jalan keluar untuk menghindari persoalan hukum, bukan karena kesiapan membangun rumah tangga.
“Rata-rata gugatan dari pihak perempuan, karena tidak bisa hidup bersama lagi. Dipicu dari perilaku pihak laki-laki,” katanya.
Terkait dispensasi nikah, sepanjang 2025 tercatat 22 pasangan mengajukan permohonan. Sementara Januari hingga April 2026 terdapat 6 pasangan.
Mayoritas pengajuan disebabkan kehamilan di luar nikah. Selain itu, faktor putus sekolah juga menjadi alasan pasangan tetap menikah di usia muda, dengan latar pendidikan rata-rata SD dan SMP.
“Sebagian besar karena hamil duluan. Ada juga karena putus sekolah tapi ingin menikah,” jelasnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat tingginya angka perceraian dan pernikahan usia dini berpotensi menimbulkan dampak sosial jangka panjang.
Edukasi terkait kesiapan menikah, ekonomi keluarga, serta risiko pernikahan dini dinilai perlu diperkuat untuk menekan angka perceraian di Anambas. (*)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.
batampos – Tren gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mulai menjadi perhatian serius di Kota Batam. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat, dari 9.255 anak usia 7 hingga 18 tahun yang menjalani pemeriksaan deteksi dini kesehatan jiwa pada Januari-Maret 2026, sebanyak 254 anak terindikasi mengalami masalah kejiwaan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan melalui skrining di sekolah-sekolah se-Kota Batam menggunakan instrumen Mini Mindhear Youth Scale (MMYS).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan angka tersebut masih bersifat deteksi awal dan belum bisa dikategorikan sebagai gangguan jiwa, karena harus melalui pemeriksaan lanjutan oleh psikolog maupun psikiater.
“Dari hasil skrining, ada 254 anak atau sekitar 2,7 persen yang terindikasi memiliki masalah kejiwaan. Ini baru deteksi dini, belum terkonfirmasi sebagai gangguan jiwa karena harus ada pemeriksaan lanjutan oleh tenaga ahli,” ujar Didi, Rabu (28/4).
Menurutnya, tren peningkatan gangguan mental pada anak memang terjadi secara global dan mulai terlihat di tingkat daerah. Namun, peningkatan angka yang ditemukan tidak selalu berarti lonjakan kasus, melainkan juga karena sistem deteksi yang kini semakin aktif dilakukan.
“Artinya, kesadaran kita untuk mendeteksi lebih awal semakin baik. Ini sinyal penting bahwa kesehatan mental anak harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya urusan sektor kesehatan,” katanya.
Didi menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kesehatan mental anak. Salah satunya melalui penguatan layanan kesehatan jiwa di puskesmas lewat integrasi layanan primer (ILP), termasuk skrining dini bagi anak dan remaja.
Selain itu, Dinkes juga menggencarkan edukasi kepada orang tua melalui posyandu remaja, sekolah, dan komunitas mengenai pentingnya pola asuh positif dan komunikasi yang sehat di rumah.
Pemerintah daerah juga berkolaborasi dengan sektor pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah anak, tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik.
“Kami juga menyediakan layanan konseling dan terus mengampanyekan kesehatan mental untuk mengurangi stigma. Masih banyak kasus yang tidak tertangani karena orang tua atau anak merasa takut dan malu untuk mencari bantuan,” ungkapnya.
Ia menyoroti pola pendidikan saat ini yang masih terlalu menitikberatkan pada nilai akademik sebagai ukuran keberhasilan anak. Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, ada risiko lahirnya generasi yang unggul secara akademis tetapi rapuh secara mental.
“Kalau keberhasilan anak hanya diukur dari angka di rapor, kita berisiko menciptakan generasi yang cerdas secara kognitif, tapi rapuh secara mental. Anak bisa tumbuh dengan tekanan berlebihan, takut gagal, dan minim kemampuan mengelola emosi,” katanya.
Padahal, lanjut Didi, tantangan kehidupan saat ini justru membutuhkan generasi yang tangguh, adaptif, dan memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Ia menegaskan, keberhasilan anak tidak boleh hanya dilihat dari prestasi akademik, tetapi juga dari kesehatan mental, kebahagiaan, serta kemampuan menghadapi tekanan hidup.
“Peran orang tua sangat penting. Pola asuh yang hangat, komunikasi terbuka, dan penerimaan tanpa syarat jauh lebih menentukan masa depan anak dibanding sekadar nilai tinggi,” tutupnya.(*)
Mie ekonomi. F. Tangkapan layar youtube.com/@devinahermawan.
batampos – Batam dikenal sebagai surga kuliner dengan beragam pilihan makanan, mulai dari hidangan laut hingga jajanan kaki lima yang ramah di kantong. Salah satu yang tak pernah kehilangan penggemar adalah mie ekonomi, sajian sederhana dengan cita rasa khas dan harga terjangkau.
Mie ekonomi bahkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Batam, terutama sebagai pilihan kuliner malam. Meski sederhana, rasa yang autentik membuat hidangan ini selalu diburu.
Berikut lima rekomendasi mie ekonomi di Batam dengan rasa juara:
1. Mie Ekonomi Kenji
Bagi pencinta mie goreng dengan porsi melimpah, tempat ini jadi pilihan favorit. Topping beragam dan cita rasa kuat membuatnya selalu ramai, terutama pada malam hari. Berlokasi di kawasan Mitra Raya 1, Teluk Tering, Batam Kota.
2. Mie Ekonomi Halal
Salah satu mie ekonomi legendaris di Batam dengan rasa smoky khas. Isian kerang, tauge, dan telur yang melimpah menjadi daya tarik utama. Berlokasi di Ruko Nagoya Paradise Centre, Lubuk Baja.
3. Mie Ekonomi A2
Pilihan tepat untuk kuliner malam dengan porsi besar dan harga terjangkau. Mie ini dikenal dengan topping kerang yang melimpah. Berlokasi di A2 Food Court, Batu Selicin, Lubuk Baja.
4. Ben’s 7 Mie Ekonomi Koko
Menyediakan berbagai varian topping dengan harga bersahabat. Cocok untuk yang ingin mencoba mie ekonomi dengan pilihan rasa lebih beragam. Berlokasi di Pico Coffeeshop, Nagoya Thamrin.
5. Mie Goreng Ekonomi Atio
Mie ekonomi legendaris asal Tanjungpinang ini menawarkan pilihan porsi normal hingga jumbo. Rasanya konsisten dan tetap terjangkau. Bisa ditemukan di Kedai Kopi 97 dan MB Kopitiam.
Mie ekonomi di Batam bukan sekadar makanan murah, tetapi juga bagian dari identitas kuliner lokal yang terus bertahan di tengah gempuran tren makanan modern.
Bagi yang ingin mencicipi, disarankan untuk mengecek jam operasional masing-masing tempat sebelum berkunjung karena sebagian besar hanya buka pada malam hari.(*)
batampos – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam menyoroti tingginya angka pengangguran dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Di tengah rata-rata 17 ribu lulusan SLTA setiap tahun, lulusan SMA justru menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran di Batam.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan kondisi ini berbeda dengan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai lebih cepat terserap ke dunia kerja, terutama sektor industri.
“Dari 60 SMK di Batam, sebanyak 37 sekolah sudah membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK). Melalui BKK ini, sekolah terus menjalin kerja sama dengan perusahaan, baik untuk praktik kerja lapangan maupun penempatan kerja,” ujar Yudi, Rabu (28/4).
Menurutnya, mayoritas alumni SMK di Batam terserap ke sektor industri karena memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan, khususnya manufaktur yang masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Batam.
Sementara itu, lulusan SMA lebih banyak bersaing di sektor non-skill seperti operator produksi, karyawan toko, swalayan, restoran, rumah makan, kedai kopi hingga layanan jasa lainnya.
“Faktanya, jenis pekerjaan itu justru kurang diminati oleh warga Batam sendiri, padahal peluangnya cukup banyak,” katanya.
Yudi juga menanggapi sorotan terkait dominasi tenaga kerja ber-KTP luar Batam yang jumlahnya mencapai 199.473 orang, lebih tinggi dibanding tenaga kerja ber-KTP Batam sebanyak 177.830 orang. Menurut Yudi, data administrasi kependudukan belum sepenuhnya bisa dijadikan indikator bahwa pekerja tersebut merupakan penduduk luar Batam.
“Kita belum bisa memastikan apakah pekerja dengan NIK di luar kode 2171 itu memang penduduk luar Batam atau sebenarnya sudah menjadi warga Batam permanen namun belum melakukan perpindahan administrasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, tantangan utama Disnaker saat ini bukan hanya tingginya jumlah pencari kerja, tetapi juga keterbatasan lowongan yang tercatat secara resmi dan kecepatan proses pencocokan antara kebutuhan perusahaan dengan kompetensi pencari kerja.
Untuk menjawab tantangan itu, Disnaker Batam telah menyiapkan sejumlah strategi percepatan penempatan tenaga kerja.
Di antaranya memperkuat kemitraan dengan perusahaan, mengoptimalkan pencatatan lowongan kerja, hingga memberi teguran perusahaan yang tidak melaporkan kebutuhan tenaga kerja sesuai Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2023.
Selain itu, Disnaker juga akan mempercepat sistem penempatan kerja berbasis kebutuhan industri, khususnya sektor manufaktur, melalui kunjungan langsung ke perusahaan untuk menyerap rencana kebutuhan tenaga kerja dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan.
“Jadi kita jemput bola. Saat monitoring dan pembinaan ke perusahaan, kita sekalian tampung proyeksi kebutuhan tenaga kerja mereka ke depan,” katanya.
Disnaker juga tengah menyiapkan basis data pencari kerja berbasis keterampilan, bukan sekadar identitas, tetapi juga memuat keahlian, minat, dan pengalaman kerja masing-masing pencari kerja.
Dengan sistem ini, perusahaan dapat lebih cepat menemukan kandidat yang sesuai, mulai dari bidang akuntansi, administrasi, teknisi hingga bidang lainnya.
Tak hanya itu, Disnaker juga mengembangkan sistem komunikasi cepat melalui grup HRD dan WhatsApp blast agar setiap lowongan yang masuk bisa langsung disebarluaskan kepada kandidat yang relevan.
Di sisi lain, Disnaker menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) untuk mendorong siswa SMA dan SMK meningkatkan kemampuan bahasa asing agar memiliki daya saing global, termasuk peluang bekerja di luar negeri.
“Intinya, Disnaker terus bekerja untuk menekan angka pengangguran di Kota Batam, terutama di usia emas produktif yang masih sangat dibutuhkan industri,” tutup Yudi.
Secara nasional, berdasarkan klasifikasi Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Pusat Statistik (BPS), usia produktif berada pada rentang 15 hingga 64 tahun, dengan kelompok usia 15–24 tahun menjadi fokus utama program pemagangan dan penyerapan kerja awal.(*)