Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo. F. Mohamad Ismail
batampos– Satuan Reserse Kriminal Polresta Tanjungpinang, Kepri resmi menghentikan penanganan kasus kematian Dyo Putra Pratama, seorang remaja usia 13 tahun yang meninggal dunia usai menelan obat dari Puskesmas Sei Jang.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi memastikan bahwa remaja tersebut meninggal dunia dengan wajar. Bahkan, obat yang diminum oleh korban, bukan penyebab kematian korban.
“(Korban) memang sakit dan meninggalnya wajar. Bukan salah obat. Obat yang diminum sesuai dengan porsi untuk anak-anak,” kata Kasatreskrim, AKP Agung Tri Poerbowo, Rabu (25/9).
Ia menerangkan, pihaknya juga sudah melakukan autopsi dan uji laboratorium forensik (Labfor), untuk mengetahui penyebab adanya cairan di lambung korban. Alhasil, cairan tersebut bukan merupakan tindak pidana.
“Itu dinyatakan bukan tindak pidana. Jadi sekarang orang tuanya sudah mau berdamai, dan menerima kematian anaknya, karena (meninggal) kondisi wajar,” pungkasnya.
Diketahui, Dyo Putra Pratama dinyatakan meninggal pada 9 Juli yang lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Ia meninggal dunia usai menelan obat dari Puskesmas Sei Jang. Dari hasil autopsi, korban memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal, yang tidak pernah dilakukan pengobatan sebelumnya.
Selain itu, terdapat buih yang memenuhi area tenggorokan. Kemudian adanya pembengkakan di jantung dan hati. Sedangkan paru-paru korban terendam oleh cairan.
Ibu korban, Lia sempat protes terkait dokter Puskesmas yang enggan mengecek tensi korban. Usai menyatakan keluhan, dokter Puskesmas langsung memberikan obat.
“Tidak lama, Dyo kejang-kejang. Mulutnya berbusa dan hidungnya keluar air. Kita bawa lagi ke Puskesmas lagi, tapi tidak tertolong,” ujar Lia, Rabu (10/7). (*)
Kepala Ombudsman RI perwakilan Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari. (istimewa)
batampos – Ombudsman RI perwakilan Kepri, menyoroti kasus personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang yang tersandung kasus penyalahgunaan barang bukti narkotika. Kasus ini menyeret 15 orang personel polisi dengan barang bukti 6 kilogram sabu.
Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari menyayangkan adanya kasus ini. Diketahui, dua kasus ini terjadi beruntun dan dalam kurun waktu kurang dari sebulan.
“Kejadian tertangkapnya sejumlah personel Sat Narkoba Polresta Barelang ini memilukan kita bersama. Apalagi kejadian beruntun dan di tempat yang sama, satuan yang sama,” ujarnya.
Menurut dia, kasus ini harus diusut tuntas, dan para personel yang terlibat ditindak tegas. “Termasuk di satuan lain, jangan-jangan terjadi di tempat lain. Seperti Intelkam, Lalu Lintas dan Reskrim. Jangan sampai terjadi lagi,” katanya.
Lagat juga menyoroti pertanggung jawaban Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu. Menurut dia, Kapolresta Barelang patut dimintai pertanggung jawaban secara moril.
“Kapolrestanya itu patut dimintai pertanggung jawaban moril, walaupun dia tidak terlibat secara materil kasus. Tetapi sebagai penanggung jawab Polresta semua, termasuk Satuan Narkoba. Maka patut dimintai pertanggung jawaban,” ungkapnya.
Menurut dia, adanya kasus ini sudah mencoreng citra Polri hingga berdampak terhadap kepercayaan masyarakat ke Korps Bhayangkara tersebut. Terlebih, kasus ini menyeret personel dengan pangkat perwira.
“Ini momentum melakukan perbaikan perbaikan. Tak lain kepolisian presisi ini harus dibuktikan. Tentunya ini sudah merusak citra polri sebagai satuan yang terus berubah, justru dari dalam sendiri yang merusaknya,” terangnya.
Lagat berharap Kapolda Kepri, Irjen Yan Fitri Halimansyah segera melakukan pembenahan ke seluruh satuan, khususnya Satuan Narkoba.
“Sebegitu masifkah peredaran narkoba di Batam ini sehingga aparat penegak hukumnya juga terlibat bermain sebagai penjua seperti itu. Kalau penegak hukumnya sudah bermasalah, bagaimana mungkin penegakan hukum terhadap publik,” katanya.
Sebelumnya, Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu mengatakan barang bukti sabu yang disalahgunakan tersebut bukan saat ia menjabat. Sebab, saat ia ini, seluruh barang bukti tersebut harus disertakan dengan berita acara pemusnahan.
“Ini hal yang dulu. Jadi pemusnahan barang bukti disertakan dengan berita acara. Saya belum dapat laporan lengkap dari Polda maupun yang menangani adanya penjualan itu, karena pencatatan barang bukti (saat ini) tidak ada yang hilang atau dijual dari barang bukti Polresta,” ungkapnya.
Heribertus mengaku akan mendukung pengungkapan ini hingga tuntas. Bahkan, saat ini, ia sudah merombak hampir seluruh personel Satres Narkoba.
“Setiap tindakan yang melanggar akan kita tindak tegas. Saya Kapolresta mendukung hal tersebut,” tegasnya. (*)
Wamenkeu II, Thomas Djiwandono. (YouTube Kemenkeu)
batampos – Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono optimistis pertumbuhan ekonomi era Presiden terpilih Prabowo Subianto akan berhasil mencapai 8 persen. Namun ia memastikan target itu bukan untuk 2025, tetapi dalam 5 tahun ke depan.
“Pertama yang 8 persen. Tolong dimengerti (target) 8 persen itu kan enggak tahun depan,” kata Thomas dalam acara Media Gathering APBN 2025: Stabilitas, Inklusivitas, dan Keberlanjutan di Kawasan Anyer, Banten, Rabu (25/9).
“Delapan persen adalah target dari pemerintahan Pak Prabowo. kalau mau dilihat itu ya itu 5 tahun,” sambung keponakan Prabowo tersebut.
Lebih lanjut, dia memastikan cukup sulit bagi Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tembus 8 persen. Menurutnya, untuk mendorong pertumbuhan tersebut harus memiliki mesin pertumbuhan baru.
“Saya bisa katakan di sini, nggak mungkin kita mencapai angka-angka yang lebih tinggi dari yang sudah dicanangkan kalau kita tidak mencari growth engine yang baru,” jelasnya.
Thomas juga menjelaskan, mesin pertumbuhan ekonomi ke depan akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar untuk kabinet Prabowo Subianto. Harus ada sektor-sektor lain yang perlu didalami seperti halnya proses hilirisasi komoditas yang belum tersentuh.
Di sisi lain, saat ini kondisi perekonomian global juga masih diwarnai ketidakpastian. Kendati begitu, Thomas menyebut bahwa Prabowo masih terus optimis terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan sembari terus waspada terhadap fragmentasi global.
“Apakah pak Prabowo optimis jelas iya, hampir semua penjelasan beliau saat ini soal ekonomi justru mengamini bahwa kita punya potensi ke 8 persen. Jadi optimisme ini jelas tertanam dalam pemikirannya beliau, tapi optimismenya itu dengan suatu pemahaman bahwa keadaan global dan fragmentasi global kita harus tetap waspada,” ujar dia. (*)
Ilustrasi: Anggota Polsek Sekupang saat patroli malam hari di sejumlah titik rawan kejahatan.
batampos – Kejahatan jalanan seperti jambret dan begal meningkat dalam sebulan belakangan. Hal ini membuat masyarakat khususnya pengendara motor wanita resah.
Tak hanya malam hari, pelaku juga beraksi pada jam padat atau pagi hari. Dalam aksinya tersebut pelaku menggasak tas, motor, serta melukai korbannya.
Kapolresta Barelang, Kapolresta Barelang Kombes Heribertus Ompusunggu berjanji akan menindak tegas pelaku kejahatan jalanan yang membahayakan nyawa masyarakat tersebut.
“Kita lihat kualitasnya apabila membahayakan kita tindak tegas dan terukur (ditembak),” ujarnya di Mapolresta Barelang.
Heribertus menjelaskan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan ini terulang, ia mengerahkan anggota Sat Reskrim, Sat Lantas, dan Sat Sabhara.
“Kita sudah gerakkan semua untuk patroli siang dan malam hari. Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KYRD) terus, begitu juga Polsek Jajaran di 12 kecamatan,” katanya.
Untuk personel Sat Reskrim, kata Heribertus, ia memerintahkan pengaktifan kring serse. Kegiatan ini merupakan penempatan personel di lokasi rawan, khususnya di kawasan Mata Kucing dan Sei Temiang, Sekupang.
Kepulan asap yang terlihat dari lokasi yang menjadi sasaran serangan Israel di desa Zaita, Lebanon selatan./(Aljazeera)
batampos – Kekhawatiran Sekjen PBB Antonio Guterres bahwa Lebanon bakal jadi Jalur Gaza berikutnya mulai terlihat. Sampai pukul 21.00 WIB tadi malam (24/9) saja, sudah tercatat 558 orang tewas akibat serangan membabi buta Israel ke negeri tetangganya di sebelah utara itu.
Jumlah korban tewas akibat serangan mulai Senin (23/9) dengan dalih memburu para pejuang Hizbullah tersebut termasuk 50 anak, 94 perempuan, dan 4 paramedis. Mengutip Al Jazeera, Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad menyebutkan bahwa ribuan keluarga harus mengungsi.
Seorang pejabat keamanan Syria juga mengatakan kepada AFP, sekitar 500 warga Lebanon berduyun-duyun memasuki wilayah Syria untuk mengungsi.
Padahal, Syria sendiri juga masih menghadapi kecamuk perang saudara. Tapi, Syria dirasa masih lebih aman ketimbang Lebanon karena Israel tengah melancarkan serangan terbesarnya sejak perang dengan Hizbullah pada 2006.
Baca Juga: Bentuk Direktorat Direktorat PPA-PPO, KPAI: Polri Punya Komitmen Kuat Lawan Kekerasan Pada Perempuan dan Anak
PBB malah menyebut jumlah warga Lebanon yang mengungsi ke berbagai tempat secara keseluruhan mencapai puluhan ribu orang.
’’Kami benar-benar prihatin terhadap eskalasi serangan yang kami saksikan,” kata Matthew Saltmarsh, juru bicara badan PBB yang menangani pengungsi, seperti dikutip dari AFP.
Juga Gempur Beirut
Total sejak pekan lalu, ada 6.400 orang yang harus dirawat di rumah sakit, termasuk akibat serangan melalui pager dan walkie talkie. ’’Semua rumah sakit sangat kewalahan menangani mereka yang terluka,” kata Abdinasir Abubakar, perwakilan WHO di Lebanon.
Ettie Higgins, perwakilan Unicef di Lebanon, mengkhawatirkan dampak situasi sekarang terhadap anak-anak dan remaja di negeri bekas jajahan Prancis tersebut.
’’Kemarin (Senin, 23/9) merupakan hari terburuk Lebanon dalam 18 tahun. Kekerasan ini harus segera diakhiri atau dampaknya bakal sulit ditanggulangi,” katanya.
Setelah menggempur Lebanon Selatan dan Timur yang menjadi basis kekuatan Hizbullah, rudal-rudal Israel juga mulai menyasar Beirut, ibu kota Lebanon.
Seorang fotografer AFP menyaksikan langsung serangan itu menghancurkan bangunan dua lantai di sebuah kawasan padat penduduk. Serangan tersebut juga merusak sejumlah mobil di sekitar bangunan yang menjadi sasaran. (*)
Resep Sambal Hijau Cumi Asin yang Enak (foto: tangkap layar YouTube Ade Koerniawan )
batampos – Bingung mau masak apa hari ini? Resep sambal hijau cumi asin bisa dicoba.
Selain rasanya enak, sambal hijau cumi asin ini juga pas jika sedang tidak nafsu makan. Dijamin dengan rasanya yang gurih lezat, Anda akan makan banyak.
Tak perlu khawatir, karena sambal hijau cumi asin ini sangat mudah dibuat. Dilansir dari akun YouTube Ade Koerniawan, tahap demi tahapnya pun mudah, termasuk bahannya yang gampang dicari.
Salah satu kuncinya adalah mencuci cumi asin dengan air panas. Selain mengurangi tingkat keasinannya, juga membuat cumi asin menjadi bersih sebelum dimasak.
Sambal hijau cumi asin ini juga tahan lama. Masak sambal hingga tanak hingga tidak cepat basi.
Ini bahan-bahan untuk membuat sambal hijau cumi asin:
· 150 gram cumi asin
· 100 gram cabe rawit ijo
· 100 gram cabe keriting hijau
· 100 gram bawang merah
· 50 gram bawang putih
· 10 lembar daun jeruk
· 1 genggam daun kemangi
· 200 ml minyak
· 2 sdm kaldu jamur
· 1/4 sdm garam
· 1/2 sdm gula
· 1/4 sdt merica bubuk
· Cuci cumi asin dengan menggunakan air panas dan rendam selama beberapa menit agar bersih
· Setelah direndam, buang air dan sisihkan cumi ke dalam wadah
· Untuk membuat bumbu halus, masukkan cabe keriting, bawang merah, dan bawang putih ke dalam chopper hingga halus
· Siapkan panci dan tuang minyak, masukkan bumbu halus ke dalam panci
· Masukkan daun jeruk dan cumi ke dalam panci. Aduk hingga merata
· Setelah itu, bumbui dengan kaldu jamur, gula, merica bubuk, dan garam. Aduk kembali hingga merata
· Lalu masak selama 10 menit di api kecil agar bumbu tidak gosong.
· Kemudian, masukkan kemangi ke dalam panci · Masak sesaat dan matikan kompor
· Pindahkan sambal hijau cumi asin ke dalam mangkuk dan wadah tertutup
· Sambal hijau cumi asin siap disajikan bersama nasi hangat.
Sidang permohonan praperadilan (Prapid) mantan anggota Satnarkoba Polresta Barelang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (25/9). F.Yashinta/Batam Pos
batampos – Sidang permohonan praperadilan (Prapid) mantan anggota Satnarkoba Polresta Barelang akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (25/9). Dari 9 anggota polisi yang mengajukan prapid, gelaran sidang untuk 3 tersangka yakni Bripka Alex Chandra, Ipda Fadillah dan Bripka Rahmadi.
Agenda persidangan prapid untuk ketiga anggota Polri tersebut digelar terpisah dengan tiga hakim berbeda. Namun proses persidangan pertama dengan agenda penyerahan legalitas tak dihadiri pihak termohon Mabes Polri dan Polda Kepri.
Hal itu disampaikan masing-masing hakim dalam persidangan, seperti persidangan prapid Bripka Rahmadi yang dipimpin Douglas Napitupu. Menjelaskan bahwa ada surat dari termohon Polda Kepri dan Mabes Polri yang minta penundaan sidang hingga dua minggu.
“Kami dapat surat dari termohon prapid, minta sidang ditunda 2 minggu. Namun karena persidangan ini saya pimpinan, saya hanya beri waktu satu minggu untuk penundaan sidang,” ujar Douglas.
Menurut Douglas sidang ditunda hingga Rabu depan dengan agenda penyerahan legalitas dari termohon. Para PH pemohon yang berjumlah 12 orang juga diminta menyerahkan berkas yang belum lengkap.
“Sidang kita tunda minggu depan, saya harap semua bisa melengkapi berkas,” tegas Douglas.
Situasi yang sama juga terpantau dalam sidang prapid Ipda Fadillah yang dipimpin hakim ferdian. Yang juga menyebutkan adanya surat permohonan penundaan sidang dari termohon Polda Kepri selama 2 minggu. Namun menurutnya 2 minggu terlalu lama, sehingga sidang ditunda hingga minggu depan.
“Sidang prapid harusnya berlangsung cepat, jadi permintaan 2 minggu tak saya kabulkan. Saya hanya tunda sidang satu minggu,” jelas Ferdian.
Begitu juga dengan sidang Alex Chandra yang dipimpin hakim Wattimena, menunda sidang hingga satu minggu karena permintaan penundaan dari termohon.
Sementara salah satu tim Penasehat Hukum (PH) 9 anggota polisi , Christopher Silitonga menjelakan hari itu gelaran sidang prapid 3 dari 9 anggota polisi yang ajukan prapid. Alasan permohonan prapid karena menilai penetapan tersangka kliennya tidak sesuai prosedur.
“Praperadilan yang diajukan klien kami lantaran ingin membuktikan bahwa penetapan status tersangka dari penyidik Polda Kepri itu tidak sah,” kata Christopher usai sidang.
Dijelaskannya, dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka, harus ada dua alat bukti yang sah. Dimana mereka menilai penetapan tersangka atas 9 anggota polisi , unsurnya belum terpenuhi.
“Dua alat bukti dalam proses ini tak terpenuhi,” sebutnya.
Menurut dia, dengan gelaran prapid kemarin, berarti sudah 4 permohonan prapid disidang. Dimana sidang pertama digelar pada Selasa (24/9) atas nama termohon Bripka Jaka Surya. Sidang tersebut dipimpin hakim Yuanne Magareta.
“Namun gelaran sidang pertama itu, termohon dari Polda tak hadir. Sehingga majelis hakim menunda sidang , besok Kamis (26/9),” pungkasnya.
Sebelumnya, Sembilan dari sepuluh anggota Polri yang bertugas di Mapolda Kepri mengajukan pra peradilan di Pengadilan Negeri Batam. Praperadilan tersebut terkait status 9 mantan anggota Satnarkoba Polresta Barelang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penyalahgunaan narkotika. Kesembilan anggota polri itu diantaranya Iptu Shigit Sarwo, Ipda Fadillah, Brigpol Maruf, Bripka Aryanto, Bripka Alex Chandra, Bripka Jaka Surya, Bripka Rahmadi, Bripka Junaidi Gunawan dan Aiptu Wan Rahmat Kurniawan. Adapun pihak termohon dalam gugatan tersebut yakni Kapolri dan Kapolda Kepri. (*)
Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto menyerahkan secara simbolis kunci rumah baru untuk salah seorang warga. F. Humas BP Batam untuk Batam Pos
batampos – BP Batam resmi menyerahkan hunian baru kepada tiga warga pertama dari Rempang yang bersedia pindah. Acara berlangsung di Tanjung Banun, Sembulang, Galang, Rabu pagi (25/9/2024), dimulai dengan doa bersama dan prosesi tepung tawar saat memasuki rumah baru atas nama Rantau, Winarto, dan Angga. Ketiga warga ini adalah yang pertama secara sukarela pindah pada September 2023 lalu.
Prosesi tepung tawar dipimpin oleh Lembaga Adat Melayu dan dihadiri oleh Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain; serta perwakilan FKPD Kota Batam.
Penyerahan rumah ini merupakan bagian dari upaya penanganan dampak sosial pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.
Purwiyanto, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala BP Batam dan Plh. Kepala BP Batam, menyampaikan apresiasinya kepada warga yang mendukung pengembangan proyek ini.
“Hari ini kami menyerahkan rumah bagi warga Rempang. Terima kasih kepada bapak dan ibu yang mendukung penuh pembangunan PSN Rempang Eco-City,” kata Purwiyanto.
Ia berharap, ditempat tinggal baru ini, rezeki masyarakat bertambah dan lebih baik. “Rumah baru, harapan baru. Semoga kebahagiaan selalu menyertai bapak dan ibu,” ucapnya.
Purwiyanto juga menegaskan bahwa keberhasilan suatu wilayah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Ada empat elemen penting yang harus bersinergi untuk kesuksesan PSN Rempang Eco-City, yaitu masyarakat, pemerintah (BP Batam dan forkopimda), sektor perusahaan (MEG), dan investor asing.
“Jika keempat elemen ini bekerja sama, proyek ini pasti sukses. Kami berkomitmen untuk mensejahterakan rakyat melalui investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan UMKM, tanpa mengorbankan masyarakat,” tuturnya.
Purwiyanto juga mengingatkan pihak MEG bahwa kesuksesan PSN Rempang Eco-City harus membawa manfaat maksimal bagi kesejahteraan warga Rempang, terutama dalam memberikan peluang karier bagi generasi muda setempat.
Ibu Rantau, salah satu warga yang berpindah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya. “Saya sangat bersyukur atas bantuan bapak-bapak. Terima kasih kepada Pak Rudi dan seluruh jajaran atas segala bantuan yang diberikan kepada kami,” ucap Ibu Rantau saat menerima kunci rumah secara simbolis.
Senada dengan itu, Camat Galang, Ute Rambe, juga mengapresiasi BP Batam. “Tak ada wajah kecewa, hanya kebahagiaan terpancar dari warga. Mendapatkan rumah baru adalah anugerah luar biasa. Terima kasih, Pak, akhirnya ini terwujud. Kami berharap warga lainnya segera menyusul,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan sembako kepada warga yang telah menempati rumah baru di Tanjung Banun. Proses pemindahan ke permukiman baru ini akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan warga.
Saat ini, BP Batam masih terus memfasilitasi pemindahan warga yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City, dengan total 202 kepala keluarga yang telah bergeser. (*)
Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto menyerahkan secara simbolis kunci rumah baru untuk salah seorang warga. F. Humas BP Batam untuk Batam Pos
batampos – BP Batam resmi menyerahkan hunian baru kepada tiga warga pertama dari Rempang yang bersedia pindah. Acara berlangsung di Tanjung Banun, Sembulang, Galang, Rabu pagi (25/9/2024), dimulai dengan doa bersama dan prosesi tepung tawar saat memasuki rumah baru atas nama Rantau, Winarto, dan Angga. Ketiga warga ini adalah yang pertama secara sukarela pindah pada September 2023 lalu.
Prosesi tepung tawar dipimpin oleh Lembaga Adat Melayu dan dihadiri oleh Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain; serta perwakilan FKPD Kota Batam.
Penyerahan rumah ini merupakan bagian dari upaya penanganan dampak sosial pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.
Purwiyanto, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala BP Batam dan Plh. Kepala BP Batam, menyampaikan apresiasinya kepada warga yang mendukung pengembangan proyek ini.
“Hari ini kami menyerahkan rumah bagi warga Rempang. Terima kasih kepada bapak dan ibu yang mendukung penuh pembangunan PSN Rempang Eco-City,” kata Purwiyanto.
Ia berharap, ditempat tinggal baru ini, rezeki masyarakat bertambah dan lebih baik. “Rumah baru, harapan baru. Semoga kebahagiaan selalu menyertai bapak dan ibu,” ucapnya.
Purwiyanto juga menegaskan bahwa keberhasilan suatu wilayah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Ada empat elemen penting yang harus bersinergi untuk kesuksesan PSN Rempang Eco-City, yaitu masyarakat, pemerintah (BP Batam dan forkopimda), sektor perusahaan (MEG), dan investor asing.
“Jika keempat elemen ini bekerja sama, proyek ini pasti sukses. Kami berkomitmen untuk mensejahterakan rakyat melalui investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan UMKM, tanpa mengorbankan masyarakat,” tuturnya.
Purwiyanto juga mengingatkan pihak MEG bahwa kesuksesan PSN Rempang Eco-City harus membawa manfaat maksimal bagi kesejahteraan warga Rempang, terutama dalam memberikan peluang karier bagi generasi muda setempat.
Ibu Rantau, salah satu warga yang berpindah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya. “Saya sangat bersyukur atas bantuan bapak-bapak. Terima kasih kepada Pak Rudi dan seluruh jajaran atas segala bantuan yang diberikan kepada kami,” ucap Ibu Rantau saat menerima kunci rumah secara simbolis.
Senada dengan itu, Camat Galang, Ute Rambe, juga mengapresiasi BP Batam. “Tak ada wajah kecewa, hanya kebahagiaan terpancar dari warga. Mendapatkan rumah baru adalah anugerah luar biasa. Terima kasih, Pak, akhirnya ini terwujud. Kami berharap warga lainnya segera menyusul,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan sembako kepada warga yang telah menempati rumah baru di Tanjung Banun. Proses pemindahan ke permukiman baru ini akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan warga.
Saat ini, BP Batam masih terus memfasilitasi pemindahan warga yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City, dengan total 202 kepala keluarga yang telah bergeser. (*)
Puluhan siswa/siswi SDIT Ulil Albab Batam, yang akan diberangkatkan ke Pahang International Scout Scarf Festival 2024. (F. Arjuna / Batam Pos)
batampos – SDIT Ulil Albab Batam, kembali berpartisipasi dalam Pahang International Scout Scarf Festival 2024 dengan mengirimkan 60 murid untuk mengikuti ajang pramuka internasional ini.
Acara yang akan berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 September di Pahang, Malaysia. Turut diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk negara-negara Asia Tenggara.
Kepala Sekolah SDIT Ulil Albab, Riyani mengatakan, keikutsertaan sekolah ini dalam festival merupakan bagian dari program kepramukaan yang rutin dilakukan sekolah.
“Ini merupakan bagian dari program kepramukaan. Jadi program ini ada dari kwartir ranting (kwarran) dan juga internasional. Biasanya kita bekerja sama dengan penyelenggara yang menjadi koordinator di wilayah Kepri. Kalau ada event di Malaysia kita selalu mengirim utusan,” katanya Riyani, Rabu (25/9) usai memberikan pembekalan pada anak menjelang diberangkatkan.
Ia menyebut, tujuan utama dari pengiriman murid-murid ini adalah untuk membentuk jiwa kepemimpinan dan kemandirian mereka. Anak bakal mendapat lifeskill yang baik, karakter, hingga pengetahuan.
Tahun ini, Pahang International Scout Scarf Festival diikuti oleh 16.000 peserta dari berbagai belahan dunia. Tidak hanya melibatkan negara-negara Asia Tenggara, acara ini juga menarik perhatian peserta dari Eropa.
Dari SDIT Ulil Albab sendiri, murid-murid yang dikirim berasal dari kelas 3 hingga kelas 6. Untuk mempersiapkan mereka, sekolah telah memberikan pembekalan teknis kepada para anak.
Meskipun para orang tua diperbolehkan mengikuti acara ini, lanjut Riyani, akan tetapi mereka tidak bisa berada di tempat yang sama dengan anak-anak. Orang tua hanya dapat memantau dari jarak tertentu.
Keikutsertaan SDIT Ulil Albab dalam acara pramuka internasional bukanlah hal yang baru. Sejak tahun 2013, sekolah ini aktif mengirimkan delegasi ke berbagai kegiatan serupa.
Salah satu peserta termuda yang dibawa oleh SDIT Ulil Albab ialah Muhammad Firza El Azam. Siswa kelas 3 ini antusias untuk ikut serta dalam festival ini.
“Berani (ikut event ke luar negeri). Mau ikut karena belum pernah ke Malaysia. Di sana pasti ada yang seru. Ada cara melatih kemandirian kita,” katanya.
Dengan partisipasi ini, pihak sekolah berharap agar para murid dapat membawa pulang pengalaman dan ilmu baru, serta meningkatkan sikap toleransi dengan berbaur bersama peserta dari berbagai latar belakang budaya dan karakter.
“Kami harap anak-anak dapat pengalaman baru, ilmu baru. Nanti mereka memiliki sifat toleransi yang lebih tinggi karena akan berbaur ke semua orang, budaya, dan karakter dengan satu area yang serba keterbatasan,” ujar Riyani. (*)