Hujan yang mengguyur kota Batam . F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di-perkirakan masih akan terjadi di Kota Batam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengingatkan masya-rakat Kota Batam dan sekitarnya untuk tetap waspada setelah peristiwa angin kencang yang melanda Kota Batam pada Selasa (17/9) malam.
“Berdasarkan pemantauan kami (BMKG), selama tiga hari ke depan masih ada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat,” ujar Forecaster BMKG Hang Nadim, Riza Juniarti, Rabu (18/9).
Wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kabupaten Lingga, Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Natuna. Selain itu, juga terdapat potensi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Natuna dan Anambas.
“Untuk gelombang tinggi dan potensi angin kencang terjadi di wilayah perairan Natuna dan Anambas. Gelombang di perairan Anambas dan Natuna dapat mencapai kategori sedang (1,25-2,5 meter) hingga tinggi (2,5-4,0 meter),” tambahnya.
Melalui peringatan ini, BMKG mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah Kota Batam untuk selalu memperhatikan informasi cuaca. “Yang terpenting, tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bisa membahayakan keselamatan,” tutupnya.
Di lain pihak, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengungkapkan sebanyak 30 lokasi mengalami pohon tumbang, di antaranya di Siriaon Indah RW 15, Pendakian Akasia Hotel, dan Jalan Gajah Mada, Tiban.
“Sebanyak 30 lokasi pohon tumbang di berbagai wilayah Kota Batam, Selasa (17/9) malam,” kata Rudi Panjaitan, Rabu (18/9).
Rudi menambahkan bahwa Pemko Batam melalui Dinas Perkim dan Dinas Damkar, bersama tim kecamatan dan kelurahan, merespons situasi ini dengan cepat untuk menangani kerusakan yang terjadi.
“Selain itu, angin kencang juga merusak penangkal petir di kubah Masjid Agung Raja Hamidah, yang menyebabkan masjid ditutup sementara untuk perbaikan,” ujarnya.
Kejadian tragis lainnya terjadi ketika seorang pria berusia 38 tahun, Sumani, warga Moro, Karimun, meninggal dunia saat speedboat yang ditumpanginya tenggelam di perairan depan Pulau Pekasih. Lima rekannya selamat setelah diselamatkan oleh nelayan setempat.
Sumani dan saksi lainnya berangkat dari Tanjungriau menuju Pulau Juda pada pukul 17.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, speedboat mereka terbalik akibat diterjang a-ngin ribut. Korban berhasil dievakuasi ke daratan pada pukul 19.00 WIB sebelum dijemput keluarganya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terkini tentang cuaca.
“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana dan solidaritas dalam penanganan situasi darurat,” tutupnya. (*)
batampos – Ratu kecantikan Swiss, Kristina Joksimovic tewas secara mengenaskan di rumahnya di Binningen, Swiss, Februari 2024 lalu. Dia dihabisi secara brutal oleh suaminya sendirian, Marc Rieben. Kristina dimutilasi. Tak hanya itu, beberapa bagian tubuhnya diblender suami sendiri.
Kristina Joksimovic semasa hidup. F Instagram
Laporan hasil otopsi yang baru dirilis minggu perdana September ini, penyelidik menyebutkan, Kristina tewas dicekik suaminya. Kemudian tubuhnya diseret ke ruang cuci, dan dimutilasi di sana menggunakan gergaji, pisau, hingga gunting kebun.
Tak berhenti di situ saja, beberapa potongan tubuh yang telah memberinya anak tersebut diblender dan dilarutkan ke dalam larutan kimia.
Kasus ini terkuak setelah ayah korban menghubungi menantunya, Marc terkait keberadaan sang putri, 13 Februari 2024 lalu. Alasannya, sekolah menghubunginya dan menyatakan Kristina tak datang menjemput anak mereka. Marc selalu menjawab tidak tahu keberadaan istrinya.
Ayahnya pun menggeledah rumah itu dan menemukan rambut putrinya dari kantong sampah, dan mendapati bahwa putrinya telah dibunuh. “Saat dia membuka kantong sampah hitam itu, dia melihat kepala Kristina terpenggal dengan rambut yang masih menempel,” ujar seorang kerabat yang mengenal orang tua Kristina seperti dilansir dari The Daily Mail.
Kerabat tersebut mengungkapkan, selama ayahnya mencari keberadaan Kristina, sang menantu terlihat biasa saja. Marc mengobrol dengan mertuanya, menidurkan anak-anaknya, mempersiapkan makan malam kepada mertua. “Namun, berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa adalah hal yang sangat mengerikan,” ujarnya. (*)
Lokasi kejadian perampokan di Gang Pandan Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Rabu (21/8). F. Mohamad Ismail
batampos– Satuan Reserse Kriminal Polresta Tanjungpinang masih memburu pelaku perampokan, yang terjadi di Gang Pulau Pandan, Jalan Raja Haji Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Kepri.
Tepat 29 hari berlalu, sejak kejadian pada 21 Agustus yang lalu, polisi masih kesulitan mengindentifikasi keberadaan pelaku. Kondisi trauma yang dialami korban perampokan, yang merupakan seorang nenek bernama Maimunah (70) membuat polisi kesulitan dalam menggali informasi lebih dalam.
Kasi Humas Polresta Tanjungpinang, Iptu Syahrul Damanik menegaskan, bahwa kasus perampokan sadis tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Kata dia, petugas Satreskrim masih terus mencari tahu keberadaan pelaku.
“Sekarang masih dalam proses penyelidikan. Intinya Satreskrim masih terus mengejar pelaku,” kata Syahrul saat dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (18/9).
Ia menerangkan, bahwa polisi juga kesulitan dalam mencari informasi lebih dalam terkait kasus tersebut. Sebab, korban saat ini masih dalam kondisi trauma dan belum bisa dimintai keterangan secara intensif.
“Korban saat ini masih trauma dan belum bisa dimintai keterangan oleh penyidik,” tambahnya.
Diketahui, Maimunah, nenek berusia 70 tahun itu menjadi korban perampokan di rumahnya sendiri, pada 21 Agustus yang lalu. Ia dipukul bagian wajah oleh pelaku perampokan, hingga babak belur.
Insiden ini membuat Maimunah sempat dirawat di Rumah Sakit. Jaya (73) sang suami menceritakan, saat kejadian istrinya itu sedang sendirian menjaga rumah. Sementara Jaya, sedang menjalani salat di Masjid terdekat.
“Saya pulang, keadaan pintu terbuka sedikit. Saya kira ada tamu, ternyata istrinya sudah tidak sadarkan diri terbaring di belakang pintu. Mulutnya juga sudah berdarah,” kata Jaya, Selasa (27/8) yang lalu.
Jaya menilai, pukulan yang diterima oleh korban tidak hanya sekali, melainkan lebih. Mengingat, wajah istrinya tersebut babak belur, dengan luka memar bagian mata, pipi dan mulut.
“Istri tidak ada lawan, hanya pasrah. Karena dia struk juga kan. Ngomongnya juga terbata-bata, jadi tidak perlu di pukul seperti itu,” tegasnya.
Setelah istrinya tidak sadarkan diri, pelaku langsung mengambil gelang dan cincin emas yang berada di tubuh korban. Kemudian satu unit handphone, serta uang receh yang berada di dalam rumah korban.
“Dia sempat liat pelakunya, mukanya bersih pakai kemeja putih lengannya dilipat. Usianya mungkin 30 tahun nan,” tegasnya.
Ia berharap, pelaku perampokan tersebut dapat segera tertangkap. Insiden ini, kata Jaya menjadi peringatan kepada warga sekitar, untuk selalu berhati-hati menerima tamu orang asing. (*)
Mobil antre mengisi BBM jenis pertalite, beberapa waktu lalu.
F. Dalil harahap/Batam Pos
batampos – Dinas Perindustrian dan Perdaga-ngan (Disperindag) Kota Batam berharap program subsidi tepat pertalite dengan penggunaan QR Code MyPertamina yang rencananya diterapkan mulai 1 Oktober 2024 ditunda. Alasannya, karena jumlah kendaraan roda empat yang terdaftar program QR Code itu masih sekitar 25 persen dari jumlah kendaraan di Batam.
Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, mendukung program subsidi tepat pertalite oleh PT Pertamina Patra Niaga. Namun, di lain hal, ia melihat jumlah kendaraan yang telah terdaftar subsidi tepat belum sampai 25 persen.
“Tentunya kami selaku pemerintah mendukung untuk program ini. Untuk kendaraan roda empat yang terdafar masih 25 persen, sekitar 50 ribu kendaraan,” ujar Gustian, kemarin.
Menurut dia, pada awal tahun 2024 lalu, jumlah kendaraan roda empat di Batam tercatat sekitar 238 ribu. Sehingga, jika program subsidi tepat itu diterapkan, jumlah kendaraan terdaftar harusnya mencapai setidaknya 75 persen.
“Kalau ini kan belum 25 persen, jadi saya harap penerapan yang rencananya 1 Oktober 2024 itu ditunda,” sebut Gustian.
Dikatakan Gustian, penerapan bisa saja dimulai dan dilakukan sejalan dengan proses pendaftaran kendaraan. Asalkan, jangan ada pembatasaan untuk pembelian pertalite.
“Ya sejalan saja, silakan terapkan tapi jangan ada pembatasaan, karena jumlah kendaraan yang terdaftar masih 25 persen,” jelas Gustian.
Disinggung terkait penerapan Fuel Card 5.0 yang rencananya difungsingkan untuk pembatasaan pembelian pertalite, menurut Gustian, masih berjalan. Dimana, kendaraan masih banyak yang mendaftar.
“Kalau fuel card masih terus berjalan, penerapannya yang memang kami tunda,” tegas Gustian.
Sebelumnya, Penerapan program QR Code Subsidi Tepat Pertalite kendaraan roda 4 per 1 Oktober 2024 oleh PT Pertamina Patra Niaga masih menunggu arahan pemerintah pusat. Dimana, hingga 15 September 2024 lalu, jumlah kendaraan di Kepri yang telah terdaftar QR Code MyPertamina masih 74 ribu kendaraan.
Sales Area Manager SAM PT Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, mengatakan, terkait program subsidi tepat pertalite melalui QR Code, terus berjalan. Sebab, mulai 1 Oktober mendatang, akan ada pembeda antara kendaraan yang sudah terdaftar QR Code dengan yang belum terdaftar. (*)
Polibatam terpilih menjadi tuan rumah CDIO Asia Tenggara 2025. F Polibatam
batampos – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) kembali mengukir prestasi di kancah internasional setelah terpilih menjadi tuan rumah CDIO Asian Regional Meeting (ARM) 2025. Pengumuman ini disampaikan pada hari terakhir pertemuan ARM CDIO 2024 yang digelar di Hokkaido Information University (HIU), Hokkaido, Jepang, pada 5-7 September 2024.
Delegasi Polibatam terdiri dari Direktur Polibatam Ir. Bambang Hendrawan ST., MSM; Wakil Direktur Bidang Akademik Ir. Ahmad Riyad Firdaus S.Si., M.T., Ph.D.; dan Kepala Program Studi Rekayasa Keamanan Siber Hamdani Arif, S.Pd., M.Sc., yang hadir secara langsung untuk mempresentasikan proposal sebagai tuan rumah tahun depan.
Dalam presentasi, Polibatam menyoroti kekuatan Batam sebagai lokasi strategis untuk ARM CDIO 2025. Batam dikenal dengan industrinya beragam, mulai dari manufaktur, elektronik, IT, hingga galangan kapal. Selain itu, Batam juga memiliki potensi wisata besar dan lokasi geografis yang strategis, hanya sekitar 50 menit perjalanan dengan feri dari Singapura, menjadikannya hub internasional yang ideal. Presentasi tersebut berhasil menarik perhatian para peserta dan menunjukkan kesiapan Polibatam dalam mengorganisir acara berskala internasional ini.
Setelah presentasi, dilakukan voting oleh anggota dan calon anggota CDIO Collaborative. Hasil voting menunjukkan dukungan penuh terhadap Polibatam sebagai tuan rumah ARM CDIO 2025. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan eksistensi Polibatam dalam dunia pendidikan, tetapi juga mempertegas peran Indonesia dalam jaringan pendidikan global berbasis Project-Based Learning (PBL) yang diadopsi dalam kerangka CDIO.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Polibatam dan Indonesia. Kami merasa terhormat telah dipercaya menjadi tuan rumah CDIO Asian Regional Meeting tahun depan. Ini adalah bukti dari kerja keras kami dalam mengimplementasikan konsep CDIO di semua program studi di Polibatam,” ujar Ahmad Riyad Firdaus.
HIU sebagai penyelenggara ARM CDIO 2024 juga memberikan sambutan hangat atas kesuksesan Polibatam. Acara yang bertepatan dengan peringatan 35 tahun berdirinya HIU ini menggabungkan sesi peningkatan keterampilan CDIO, pertukaran ide, serta perayaan persahabatan antar institusi pendidikan tinggi di Asia. Para peserta ARM diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan baru dan jaringan kolaborasi yang lebih luas setelah mengikuti serangkaian sesi selama tiga hari tersebut.
CDIO, yang merupakan singkatan dari Conceive, Design, Implement, Operate, adalah inisiatif pendidikan tinggi teknik global yang memberikan kerangka kerja bagi perguruan tinggi untuk mendidik lulusan yang siap dengan tantangan dunia kerja. Model pendidikan ini memungkinkan mahasiswa untuk terlibat dalam proyek nyata, mengembangkan produk, dan memecahkan masalah yang relevan dengan dunia industri.
Tercatat jumlah perguruan tinggi di seluruh dunia yang mengadopsi kerangka CDIO telah mencapai lebih dari 180 institusi, di mana sekitar 50 di antaranya merupakan anggota di wilayah Asia-Pasifik, antara lain Singapore Polytechnic, Nanyang Polytechnic (Singapore), Chulalongkorn University (Thailand), Tsinghua University (China), Kanazawa Institute of Technology (Japan), dan Feng Chia University (Taiwan). Sementara itu, beberapa universitas terkenal di luar regional Asia yang juga menjadi anggota CDIO antara lain MIT, Arizona State University, University of Pennsylvania, Monash University, RMIT, dan Turku University of Applied Sciences.
Polibatam diakui sebagai anggota tetap Worldwide CDIO Initiative sejak 2022, telah menerapkan konsep CDIO ini di hampir seluruh program studinya (Prodi). Mulai dari Prodi Sarjana Terapan Teknik Robotika hingga Rekayasa Keamanan Siber, semua program di Polibatam mengadopsi metode pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuan praktis dan teoritis mahasiswa.
“Sebagai satu-satunya institusi dari Indonesia yang menjadi anggota tetap CDIO, kami akan terus berupaya mengembangkan pendidikan tinggi yang inovatif dan adaptif. Menjadi tuan rumah ARM CDIO 2025 adalah langkah besar bagi kami untuk memperkuat peran ini di tingkat Asia,” tambah Bambang Hendrawan.
Dengan terpilihnya Polibatam sebagai tuan rumah ARM CDIO 2025, Batam akan menjadi pusat perhatian institusi pendidikan tinggi se-Asia, sekaligus membuka peluang lebih luas untuk kerja sama internasional dalam bidang pendidikan dan inovasi teknologi. (*)
batampos – Orang Jepang terkenal dengan menu makanan dan minuman dengan bumbu sederhana. Tapi jangan salah, meski pun bumbunya tidak banyak seperti bumbu masakan Indonesia, tapi makanan yang disajikan sangat lezat, kaya aroma, dan segar.
ILUSTRASI diet F Health Cleveland Clinic
Namun ternyata, menu makanan dengan pola menjaga hanya dengan porsi kecil bukan bagian dari pola diet orang Jepang. Melainkan mereka makan sangat banyak tapi terpola. Istilah ini dikenal dengan Hara Hachi Bu.
Pola diet Hara Hachi Bu sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Ini menjadi rahasia diet orang Jepang yang masih banyak diaplikasikan hingga sekarang. Pola ini sangat sehat dan dipercaya membuat pelakunya berumur panjang.
Ahli gizi Kouka Webb menyebutkan, Hara Hachi Bu fokus pada rasa, tektur dan aroma makanan. “Dengan berfokus ke sana seseorang bisa cepat merasa kenyang dan tidak gampang lapar,” ujar Webb seperti dilansir dari Cleveland Clinic, Kamis (19/9/2024).
Hara Hachi Bu adalah makan secara perlahan. Makanya pola ini sering disebut sebagai mindful eating yang kalori masuk ke dalam tubuh tidak lebih dari 1900 kalori. “Ini bukan diet ketat. Tapi lebih berkelanjutan dan menyehatkan. Memberi perhatian kepada makanan, mengajak tubuh menikmati rasa, hingga menyerapnya menjadi tenaga,” jelas Webb.
Lantas bagaimana cara menerapkan Hara Hachi Bu?
Nikmati menu dengan makan perlahan
Mengunyah makanan secara perlahan membantu memudahkan usus dan lambung mencerna makanan, sehingga tubuh merespon lebih cepat. Artinya, kita dapat merasa cepat kenyang meski makanan sedikit.
Fokus pada makanan
Jangan pikirkan apa pun. Fokus pada makananmu dan nikmati.
Gunakan alat makan ukuran kecil
Makan dengan alat makan berukuran kecil dapat mensugesti pikiran bahwa apa yang kita makan, porsinya sudah cukup banyak.
batampos – Bank Indonesia (BI) menyebutkan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh hingga mencapai 217,33 persen dalam setahun terakhir.
“Transaksi QRIS kembali tumbuh pesat sebesar 217,33 persen (year-on-year/yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 52,55 juta dan jumlah merchant 33,77 juta,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (18/9) dikutip dari Antara.
Secara umum, kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2024 tetap kuat didukung sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal.
Dari sisi nilai besar, transaksi Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) meningkat 11,73 persen (yoy) sehingga mencapai Rp14.731 triliun.
Sementara dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST tumbuh 59,12 persen (yoy) mencapai 312,67 juta transaksi. Transaksi digital banking tercatat 1.871,19 juta transaksi atau tumbuh sebesar 31,11 persen (yoy), sementara transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh 21,53 persen (yoy) mencapai 1.246,58 juta transaksi.
Transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D turun 6,82 persen (yoy) menjadi 591,92 juta transaksi. Transaksi kartu kredit tumbuh 22,79 persen (yoy) mencapai 41,59 juta transaksi.
Adapun dari pengelolaan uang rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,43 persen (yoy) menjadi Rp1.052,70 triliun.
BI memastikan stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh struktur yang membaik serta infrastruktur yang berdaya tahan.
Dari sisi infrastruktur, kelancaran dan keandalan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) tetap terjaga dengan baik. Sedangkan dari sisi struktur industri, interkoneksi sistem pembayaran dan perluasan ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) terus meningkat.
Transaksi pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang memfasilitasi interkoneksi di sistem pembayaran juga tumbuh positif didorong perluasan adopsi SNAP untuk berbagai jenis penggunaan.
BI juga berkomitmen untuk menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil). (*)
batampos – Atlet ski air dan wakeboard yang mewakili Provinsi Kepri asal Kota Batam, Jason, sukses mendulang medali emas pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 di nomor Wakeboard pada cabang olahraga Ski Air nomor Open Men Wakeboard 2024, Rabu (18/9).
Ketua Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Batam, Ardiwinata, mengaku sangat bangga dengan torehan prestasi Jason tersebut. Menurutnya, kegigihan atlet sekaligus pengurus PSAWI Batam tersebut sukses mengharumkan nama Kepri di PON Aceh-Sumut 2024.
”Alhamdulillah, atlet kita, Jason, sukses mendulang medali emas sekaligus melecutkan semangat bahwa olahraga ski air dan wakeboard di Kota Batam sangat diperhitungkan,” ujar Ardi, Rabu (18/9).
Jason sukses tampil memukau di final PON Aceh-Sumut 2024 pada nomor Wakeboard di cabang olahraga Ski Air nomor Open Men Wakeboard 2024. Di final, Jason bertanding melawan M. Rafli F dari Riau; Suprianto dari Riau; Kevin Gladian dari Sumut; Surdinsya dari DKI Jakarta; dan Alpin Dinata dari Riau.
”Perjuangan para atlet ski air dan wakeboard sangat gigih, ini menjadi persembahan PSAWI untuk Provinsi Kepulauan Riau,” tambah Ardi.
Untuk Ski Air nomor wakeboard dan wakesurf, Kepri mengirimkan 6 atletnya yakni Alek Hanif, Jason, Dodi Irawan, Indah Ayu Safitri, Annisa Putri, dan Mitahul Janna.
”Semoga SPAWI bisa menambah perolehan medali emas untuk kontingen Kepri di PON Aceh-Sumut 2024,” katanya.
Ia berharap, Kepri bisa menyumbang 2 emas dari cabang olahraga ski air dan wakeboard. Ia optimistis PSAWI bisa menyumbangkan 1 emas di wakeboard dan 1 dari kategori beregu atau tim.
”Semoga seluruh atlet kita tetap bugar dan bisa tampil sempurna,” harapnya.
Dihubungi terpisah, Jason mengaku gembira dapat menyumbangkan medali emas untuk kontingen Kepri. Ia juga menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan semua masyarakat Batam dan Kepri sehingga dapat menjadi kampiun.
”Terima kasih banyak untuk teman-teman semua atas doanya,” katanya singkat. (*)
batampos – Ribuan warga yang bermukim di dekat kawasan industri galangan kapal Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, menggelar aksi unjuk rasa menuntut kelancaran aliran air bersih ke permukiman mereka, Rabu (18/9). Aksi ini sempat diwarnai dengan pemblokiran akses jalan sehingga aktivitas pekerja galangan kapal jadi terhambat.
Aksi warga yang mengatasnamakan dari Perumahan Putra Jaya, kemudian berlanjut di depan kantor BP Batam di Batam Center, dengan harapan segera diteruskan kepada penge-lola distribusi air bersih di Batam, dalam hal ini PT Air Batam Hilir (ABHi).
Ketua RT di Perumahan Putra Jaya, Watayo, mengungkapkan, sebelumnya di 2022, warga Putra Jaya sudah menggelar aksi serupa namun belum ada perubahan yang signifikan. Tuntutan warga kali ini hanya meminta air mengalir secara normal.
“Kami sampai begadang menunggu air mengalir pukul 01.00 WIB dini hari, itupun air sangat kecil dan kondisinya sangat keruh, tidak bisa memenuhi kebutuhan kami seluruh warga,” ujarnya.
Karena itu, warga mendesak agar pengelola air di Batam segera mencarikan solusi terbaik sehingga keluhan warga terkait suplai air bersih tersebut segera ditemukan dan air tak ngadat lagi.
“Maka kehadiran kami warga hanya menuntut air mengalir normal, yang sudah puluhan tahun tidak kami rasakan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan warga Puri Pesona II, Tanjunguncang, Toni David Manalu. Menurutnya, air di Perumahan Putra Jaya dan sekitarnya sudah tak mengalir lancar sejak 10 tahun terakhir. Bahkan, kata dia, dua pekan lalu, Direktur PT ABH, Mujiaman, sudah dimintai penjelasan di harapan warga, dan berjanji bakal menuntaskan persoalan air ini. Namun, nyatanya dua pekan berlalu, aliran air tetap ngadat.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, secara langsung menerima keluhan warga Perumahan Putra Jaya, Tanjunguncang, Rabu (18/9). Ia menyampaikan, pihaknya akan memastikan air akan mengalir dengan lancar ke perumahan tersebut. Ia juga mengingatkan agar warga yang turut aksi ini, mematuhi hukum. Sehingga, tak perlu berurusan dengan hukum karena melakukan tindakan yang tak semestinya.
Berbagai upaya teknis akan dilakukan untuk memaksimalkan suplai air ke Perumahan Putra Jaya. Pertama, optimalisasi pengaturan katup (valve) di seluruh jalur suplai ke arah Perumahan Putra Jaya. Kedua, pembangunan fasilitas fisik untuk memastikan peningkatan suplai air ke Perumahan Putra Jaya agar warga segera mendapatkan suplai air. Ketiga, perancangan sistem mini booster pump atau pompa air di lokasi ujung pipa distribusi utama DN500mm Putra Jaya.
Di hadapan masyarakat Perumahan Putra Jaya, Rudi menyatakan akan mengawasi langsung pemasangan mini booster tersebut. Pemasangan alat ini awalnya direncanakan selesai dalam dua minggu. Namun, Rudi meminta agar alat ini dapat dipasang dalam waktu satu pekan saja.
Kepala BP Batam, Rudi (kanan kemeja putih), saat menemui pendemo. (F. Cecep Mulyana / Batam Pos)
”Kami bersyukur bahwa hari ini (kemarin) sudah ada solusinya. Saya akan mengontrol agar pemasangan booster ini bisa selesai tepat waktu,” kata Rudi.
Kebijakan ini diambil agar pasokan air di Perumahan Putra Jaya dapat mengalir merata ke seluruh rumah warga. ”Saya titip kepada kita semua agar tetap menjaga kekompakan dan situasi kondusif. Laporkan kepada saya jika ada kendala, agar saya bisa segera mengambil tindakan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam, Denny Tondano, menyatakan, akan berupaya maksimal memenuhi kebutuhan air warga.
”Langkah-langkah ini terus dilakukan dan bersamaan dengan pengaturan suplai, ABHi juga mengoptimalkan pengiriman mobil tangki sebagai solusi sementara yang paling memungkinkan saat ini,” ujar Denny.
Denny menjelaskan upaya teknis untuk dapat mengoptimalkan suplai bagi warga Putra Jaya tengah dilakukan pihaknya bersama PT ABHi.
“Langkah awal yaitu optimalisasi pengaturan valve di seluruh jalur suplai ke arah Perumahan Putra Jaya. Hal ini akan meningkatkan suplai air ke Putra Jaya dan meminimalisir dampak gangguan di daerah lain,” kata Deni.
Kemudian, membangun fasilitas fisik untuk memastikan terjadinya peningkatan suplai ke Perumahan Putra Jaya sehingga warga mendapatkan suplai air secepatnya.
”Saat ini, tim tengah mengerjakan pemasangan groundtank di sana (Putra Jaya) dan tank kapasitas 12 meter kubik dan selesai dalam waktu dekat untuk bisa segera dialirkan,” terangnya.
Tak hanya itu, Deni menjelaskan bahwa perancangan sistem mini booster pump di lokasi ujung pipa distribusi utama berukuran DN500mm Putra Jaya.
”Langkah ini terus dilakukan dan paralel dengan pengaturan suplai, kami juga mengoptimalkan penambahan pengiriman mobil tangki sebagai upaya paling memungkinkan untuk dilakukan untuk saat ini,” sebutnya.
Semua itu dilakukan agar warga di Putra Jaya mendapatkan penambahan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Direktur Utama PT ABHi, Mujiaman Sukirno, menyebutkan, untuk solusi jangka panjang, akan dibangun Water Treatment Plant (WTP) di Waduk Tembesi dan Duriangkang yang direncanakan selesai di Desember 2024.
“Jika WTP ini selesai pada Desember nanti, kebutuhan air bersih di wilayah Tanjunguncang akan tercukupi secara keseluruhan,” ujar Mujiaman.
Mujiaman mengatakan, pihaknya menyadari kebutuhan air warga Putra Jaya harus dilayani dalam waktu yang sesingkat mungkin, yakni seminggu ke depan. Pihaknya juga memberikan pompa air yang sebelumnya hanya satu menjadi dua untuk menyuplai perumahan yang berada di blok yang jauh.
“Kami berkomitmen penuh bersama pemerintah menyelesaikan persoalan tersebut,” tutupnya.
Aksi Warga Diprotes Pelaku Industri
Aksi unjuk rasa masyarakat Tanjunguncang yang melakukan pemblokiran jalan masuk perusahaan galangan kapal, diprotes pelaku industri galangan kapal. Protes ini ditujukan pada aksi massa yang melakukan pemblokiran jalan.
Pelaku industri yang bergabung dalam Ikatan Perusahaan Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepri, mengecam keras aksi pemblokiran jalan ini sebab melumpuhkan aktivitas produksi di galangan kapal.
”Pemblokiran jalan itu yang disesalkan. Silakan berunjuk rasa tapi jangan menghalangi pekerja lain untuk bekerja. Banyak anggota yang protes. Beberapa perusahaan galangan di Tanjunguncang sudah mengubah jam masuk kerja dari pukul 07.00 WIB dan Pukul 08.00 WIB, menjadi pukul 09.00 WIB. Tetapi tetap tidak bisa masuk. Ini kan menghambat kegiatan produksi di galangan kapal,” ujar Ketua DPW Iperido Kepri, Ali Ulai, melalui sekretarisnya, Tia, kemarin.
Imbas dari aksi unjuk rasa ini, hampir semua galangan di Tanjunguncang meliburkan karyawan karena terhalang oleh massa hingga pukul 10.00 WIB.
Dikatakan Tia, berdasarkan laporan pengusaha galangan kapal yang bernaung dibawa Iperindo, aksi unjuk rasa ini juga dilakukan sweeping ke perusahaan. Karyawan yang sudah masuk kerja dipaksa untuk ikut unjuk rasa. Ini lebih disesalkan lagi dan berharap agar ada upaya pencegahan sehingga tidak terjadi lagi ke depannya.
”Yang paling kami sesalkan adanya sweeping ke perusahaan yang meminta pekerja yang ada di dalam perusahaan untuk ikut berunjuk rasa,” kata Tia.
”Ya kalau mau unjuk rasa silakan unjuk rasa, silahkan datang ke tujuan yang tepat, jangan pula galangan kapal yang di minta untuk ikut unjuk rasa,” kata Tia.
Aksi massa yang memblokir dan sweeping pekerja galangan kapal ini dinilai tidak tepat. Ini harusnya tidak terjadi, sebab situasi industri galangan kapal yang sedang membaik juga perlu dijaga untuk kemajuan perekonomian di kota Batam.
”Kalau seperti ini bagaimana dengan proyek yang kami kerjakan di galangan, siapa yang bertanggung jawab jika tidak bisa selesai tepat waktu. Mohon pengertian kita semua. Bagaimana pun galangan kapal ini menopang kehidupan banyak orang juga,” ujar Tia.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Rafki Rasyid, mengaku sangat menyesalkan adanya aksi sweeping yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat ke perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang.
”Kabar ini sempat membuat resah para investor. Banyak yang kemudian mempertanyakan kepada APINDO Batam. Kami mengingatkan semua pihak di Batam untuk tidak mengganggu operasional perusahaan yang ada,” kata Rafki.
Rafki juga mengingatkan masyarakat akan aksi sweeping tahun 2013 silam. Aksi tersebut menjadi salah satu penyebab Batam ditinggalkan investor.
”Kasusnya mirip. Saat itu, sweeping dilakukan oleh sekelompok orang yang berdemonstrasi menolak UMK,” jelas Rafki.
APINDO, lanjut Rafki, tidak ingin peristiwa serupa terjadi lagi di Batam. Jika hal tersebut terulang, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat. ”Jika investor hengkang, pengangguran akan meningkat di Batam. Kemiskinan dan kriminalitas juga akan meningkat. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi,” ujarnya.
APINDO Batam mengimbau semua pihak di Batam untuk menjaga suasana tetap kondusif.
”Silakan berunjuk rasa, tapi jangan sampai mengganggu operasional perusahaan atau mengganggu ketenteraman masyarakat. Mari kita jaga Batam sebagai tempat kita mencari nafkah bersama. Jangan dirusak,” ujarnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara / Azis Maulana / Fiska Juanda
Kepala Desa Payalaman, Acok memberikan orasi di hadapan pimpinan perusahaan migas. f.ihsan
batampos – Sejumlah masyarakat Anambas mendatangi pusat Perusahaan Migas di Matak Base, Kecamatan Kute Siantan, Rabu, (18/9/).
Kedatangan masyarakat dari berbagai kalangan itu, menuntut perusahaan agar segera gerak cepat untuk mengusut oknum yang diduga bermain dalam proses perekrutan karyawan di sub kontraktor di wilayah itu.
Perwakilan masyarakat yakni, Kepala Desa Payalaman, Acok dalam orasinya menyampaikan telah mendapatkan bukti bahwa dalam proses rekrutmen karyawan, oknum tersebut meminta sejumlah uang ‘pelicin’ agar bisa memuluskan jalan pelamar.
“Dari saya sudah ada dua bukti. Kalau dari teman-teman lain silahkan kita bersama kumpulkan bukti ini dan kita laporkan ke polisi,” kata Acok.
Menurutnya, dengan adanya ulah oknum nakal dapat merusak citra perusahaan yang selama ini selalu baik di mata masyarakat.
Selain itu, Acok meminta kepada perusahaan agar dapat mengutamakan tenaga kerja putra daerah untuk menunjang aktifitas perusahaan.
Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas, Yanin Kholisin menegaskan segera mengusut tuntas dugaan adanya permainan dalam proses rekrutmen.
Dikatakannya, selama ini dalam merekrut karyawan, perusahaan selalu melihat dari keterampilan pelamar. “Kita minta masing-masing perusahaan segera merespon laporan masyarakat,” tegas Yanin.
Yanin juga menyetujui usulan masyarakat yang meminta agar memprioritaskan putra daerah agar bisa bekerja di perusahaan.
“Ini proses yang sangat baik. Kami mendengarkan langsung aspirasi dari warga sekaligus memahami bersama bahwa tujuan kita ingin operasi Migas di Anambas berjalan lancar,” pungkas Yanin. (*)