Sekda Kota Batam Jefiridn, Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau, Owner Megamall Batamcenter Bowie Yonathan meninjau produk-produk yang ada di sentra oleh oleh Batam yang baru diresmikan di Megamall Batamcenter, Selasa (17/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Sentra Oleh-Oleh Batam yang melibatkan puluhan Industri Kecil Menengah (IKM) binaan hadir di lantai 2 Mega Mall Batam Centre, mulai Selasa (17/9). Pusat oleh-oleh itu menyediakan berbagai produk UKM seperti makanan, kerajinan tangan, fesyen dan lainnya.
Kehadiran pusat oleh-oleh di pusat perbelanjaan yang bersebelahan dengan Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter itu ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pita, oleh Sekretaris Kota Batam, Jefridin Hamid didampingi General Manager Mega Mall Batamcenter Tendessy M. Bahry, Kadisperindag Kota Batam Gustian Riau, Board Of Director Mega Mall Batam Center, Bowie Yoenathan, Head Operation Mega Mall Batamcenter, Jeff Putera Jonathan.
GM Mega Mall Batamcenter, Tendessy M Bahry sangat senang Mega Mall terpilih menjadi pusat oleh-oleh di Batam. Ia berharap Sentra Oleh-Oleh di Mega Mall bisa jadi destinasi baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Batam.
“Semoga ke depan Mega Mall bisa terus bersinergi dan membantu dalam memajukan industri kecil menengah di Batam, salah satunya melalui hadirnya pusat oleh- oleh ini. Tentunya dengan dukungan dan kerjasama yang baik,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, SekdaBatam Jefridin mengatakan Sentra Oleh-Oleh Batam bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupuan wisman saat berkunjung kota itu, terutama untuk mencari cenderamata. Ia berharap pelaku IKM dapat lebih giat dalam meningkatkan kualitas dari masing-masing produk agar menjadi pilihan wisman.
“Mudah-mudahan para IKM bisa produksi lebih baik lagi, sehingga ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang mencari oleh-oleh,” sebut Jefridin.
Sementara, Kepala Disperindag Batam Gustian Riau mengatakan Sentra Oleh-Oleh dapat jadi pilihan pengunjung untuk berbelanja jajanan khas Batam, apalagi lokasinya yang dekat dengan Pelabuhan Feri Internasional. Untuk memperkenalkan Sentra Oleh-Oleh Batam kepada pengunjung domestik maupun mancanegara, pihaknya juga akan membuat brosur serta imbauan agar wisatawan banyak yang singgah dan berbelanja di pusat jajanan tersebut.
“Sebelumnya di MB2 dan sudah habis kontrak, karena kemarin memang kerja sama cuma dua tahun. Lalu kami pindah ke sini karena peluangnya lebih besar disini dekat dengan pelabuhan internasional,” sebut Gustian. (*)
batampos – Penyelidikan mendalam terkait insiden kecelakaan kerja di PT Bethel Batam di Kabil, yang melukai sejumlah pekerja, sedang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri. Insiden yang diduga dipicu oleh ledakan gas itu terjadi pada 12 September, malam.
Menurut informasi awal, insiden tersebut diduga disebabkan oleh ledakan gas. Ada kebocoran pipa saat dilakukan pemeriksaan rutin berlangsung.
Disnaker akan memeriksa sistem manajemen risiko perusahaan serta potensi kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja. Demikian disampaikan oleh Kepala UPTD Ketenagakerjaan wilayah Batam, Jefriyanto.
Ia mengamini kejadian yang melibatkan delapan pekerja yang mengalami luka-luka. Disnaker akan turun langsung dalam melakukan pendalaman, termasuk pengumpulan bukti.
Kecelakaan itu terjadi saat pekerja sedang melakukan aktivitas rutin di area produksi. Disnaker bakal memeriksa kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja dan melakukan audit terhadap sistem manajemen risiko di PT Bethel Kabil.
“Anggota kami sedang turun langsung ke lapangan. Memang tak semua yang turun sebab ada keterbatasan personel kita,” ujarnya, Selasa (17/9).
Soal sanksi, Jefri menyebut semua itu ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan. Sebelum itu, pihaknya perlu mendalami peristiwa tersebut agar dapat gambaran awal untuk sanksi tegasnya.
Kapolsek Nongsa, Kompol Efendri Alie, turut membenarkan adanya kecelakaan kerja ini. Katanya, para korban dibawa ke RS Soedarsono Darmosoewito untuk penanganan lebih lanjut.
“Kondisi korban sudah membaik. Lima orang langsung pulang, dan dua orang observasi atau rawat inap,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi, kecelakaan kerja tersebut memang disebabkan kebocoran pipa. “Kita masih lakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Apakah ada kelalaian oleh perusahaan ataupun pekerjanya,” katanya. (*)
Kota Tua Kijang yang legendaris itu, kini menjadi salah satu pusat keramaian dan pusat ekonomi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Namun jejak masa lampau sebagai Kota Tambang masih terasa hingga kini.
Kota Tua Kijang yang legendaris itu, kini menjadi salah satu pusat keramaian dan pusat ekonomi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Namun jejak masa lampau sebagai Kota Tambang masih terasa hingga kini.
Penulis: YUSNADI NAZAR
Tambang bauksit dan Kota Tua Kijang memang sulit terpisahkan. Sebab, kota yang berjarak 25 kilometer dari Kota Tua Tanjungpinang ini, menjadi salah satu pusat tambang legendaris di Kepulauan Riau masa lampau.
Pada tahun 1935 hingga 1942, NV Naamloze Venotschap Indische Bauxit Exploitatie Maatschappij (NIBEM), mengelola tambang bauksit di Kota Tua Kijang, pulau Bintan.
Perusahaan tambang bauksit milik Belanda itu telah mengelola tambang bauksit di Kota Tua Kijang di pulau Bintan, hingga Jepang masuk ke Kepri pada tahun 1942 silam.
NV NIBEM banyak membangun banyak fasilitas. Salah satunya Cable Way (kereta gantung) yang mengangkut bauksit dari Pulau Koyan ke Kota Tua Kijang, Bintan.
Pada 1939, Dr. RW Van Bemmelen memimpin pembangunan pusat penelitian geologi di Kota Tua Kijang, Bintan atau terkenal dengan Sungai Kolak.
Tambang bauksit di Kijang, Bintan berlanjut hingga zaman kemerdekaan. Pada tahun 1959, Pemerintah Indonesia mengambil alih tambang bauksit di Kijang, Bintan.
“Sekitar tahun 1960-an, pemerintah Indonesia kemudian menyerahkan pengelolaan tambang bauksit di Kijang kepada PT Aneka Tambang (Antam),” ungkap Peneliti Sejarah BRIN, Dedi Arman.
Tugu atau Monumen Antam di Kota Tua Kijang, Bintan. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
Masa lampau pun berlalu, PT Antam kemudian menghentikan operasional tambang bauksit di Kijang, Bintan sejak 22 September 2009 lalu.
Meskipun demikian, PT Antam tetap berkomitmen menjalankan program pasca tambang bauksit di Kijang yang meliputi reklamasi serta kegiatan CSR.
Tujuannya untuk memulihkan dan melestarikan lingkungan pasca tambang di Kota Kijang hingga mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Bintan.
Untuk meninggalkan jejak sejarah masa lampau yang legendaris ini, PT Antam juga membangun tugu, monumen dan relief tambang bauksit di pusat kota.
Jejak masa lampau yang masih tersisa yakni penampakan kolam bekas pencucian biji bauksit. Tidak jauh dari kolam atau danau ini, berdiri megah Masjid Raya Nurul Iman Kijang yang juga peninggalan PT Antam.
Masjid Raya Nurul Iman Kota Tua Kijang yang dapat menampung lebih kurang 3 ribu jemaah ini, didirikan oleh PT Antam. Lahan yang dipergunakan untuk membangun masjid merupakan tanah milik seorang etnis Tionghoa di Kijang.
Saat itu, lahan tersebut merupakan rumah tempat tinggal milik seorang etnis Tionghoa yang sekaligus dijadikan tempat usaha keluarganya dan kompleks perumahan.
Setelah kompleks tersebut sudah tidak lagi dipergunakan dan setelah ada pertukaran letak tanah oleh PT Antam dengan pemilik lahan.
“Sekitar tahun 1960-an, PT Antam mendirikan Masjid Raya Nurul Iman,” kata Dedi.
Cerita Masa Kini dan Kejayaan sebagai Kota Tambang
Seorang warga kelahiran Kota Tua Kijang yakni Muhamad Nasrun, menceritakan nostalgia masa kecilnya. Saat itu ia merasakan kejayaan Kota Tua Kijang sebagai Kota Tambang.
Lelaki berusia 56 tahun yang akrab disapa Lok Long ini, mengatakan saat masa kecilnya, di Kota Tua Kijang terdapat banyak fasilitas terutama fasilitas olahraga yang disediakan oleh PT Antam.
Saat masa kejayaan itu, PT Antam membangun kompleks perumahan karyawan, kolam renang, lapangan tenis, tempat permainan bowling, tempat permainan biliar, tempat permainan bola bowling hingga lapangan golf.
Kolam atau danau bekas pengolahan biji bauksit yang kini menjadi taman kota di Kota Tua Kijang, Bintan. Tidak jauh dari kolam ini, berdiri megah Masjid Raya Nurul Iman. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
Sepengetahuan Lok Long, pembangunan fasilitas itu bertujuan untuk menghibur para karyawan atau pegawai PT Antam untuk mengisi hari libur bekerja.
Kemudian, lanjut Lok Long, pihak perusahaan juga menyediakan seorang tukang cukur rambut yang khusus untuk mencukur para karyawan dan warga Kota Tua Kijang.
“Orang tua kami juga karyawan di situ (PT Antam). Jadi orang tua kami sering mengajak kami bermain saat hari libur,” ungkap Lok Long.
Selain itu, pihak perusahaan juga mendirikan Band Alumina. Band ini selalu tampil untuk menghibur masyarakat saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus setiap tahunnya.
“Kalo acara 17 Agustus, band bisa tampil selama 3 hari. Ada tari-tarian, breakdance dan juga seleksi band band yang berasal dari SMP dan SMA di Kijang,” kata Lok Long yang sempat menjadi kru band Alumina.
Saat ini, kata Lok Long, keberadaan seluruh fasilitas pendukung yang tersedia tersebut, tidak lagi berbekas. Namun tetap menjadi pengingat kejayaan Kota Tua Kijang masa lampau.
“Ya jadi kenangan masa lalu saja dan tidak ada lagi jejaknya fasilitas itu. Tapi jejak kejayaan sebagai Kota Tambang tetap masih ada,” terangnya.
Kini jejak kejayaan sebagai Kota Tambang terlihat dengan adanya tugu, monumen dan relief tambang bauksit yang terletak di pusat kota. Lokasi ini menjadi tempat perhelatan berbagai kegiatan wisata dan budaya, musik hingga menjadi tempat upacara.
Tidak jauh dari tugu, monumen dan relief tersebut, berdiri Masjid Besar atau Masjid Raya Nurul Iman Kijang berbalut warna hijau yang megah dan mempesona.
Selanjutnya, terdapat bekas kolam pencucian bijih bauksit yang kini menjadi taman kota. Pepohonan yang rindang turut menghiasi pinggiran taman kota ini.
Di tepian kolam taman kota ini, tersedia bangku-bangku yang tersusun rapi yang menjadi tempat bersantai sembari menikmati keindahan kota.
Selain itu, di lokasi pinggir taman kota ini, dihiasi oleh pedagang jajanan atau kuliner dan deretan kedai kopi. Tidak jauh dari taman kota, terdapat kebun binatang. Hal ini membuat taman kota Kijang ini semakin lengkap sebagai tempat bersantai bersama keluarga.
Di taman kota ini juga tersedia berbagai permainan anak dan keluarga. Jadi taman kota ini menjadi pilihan tepat untuk melepas lelah dan tempat rekreasi pilihan warga.
Tak hanya itu, di taman kota ini juga tumbuh pohon sakura yang mekar setahun dua kali. Sehingga membuat tempat rekreasi keluarga ini semakin indah dan asri.
“Ada juga Kijang City Walk yang menambah keasrian kota. Setiap sore hari hingga malam hari, masyarakat dari Bintan atau Tanjungpinang, meramaikan tempat ini,” jelas Lok Long.
*Kota Tua Kijang juga Terkenal sebagai Kota Pecinta Kopi
Kota Tua Kijang yang termasuk dalam Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, kini semakin menggeliat. Selain menjadi tempat rekreasi keluarga, kini Kota Tua Kijang juga menjadi kota para pecinta kopi karena menjamurnya kedai kopi tradisional.
Menurut Lok Long, kini Kota Tua Kijang menjadi pusat ekonomi di kawasan Bintan Timur. Saat ini, banyak bermunculan kedai kopi tradisional yang menyajikan kopi khas Kijang.
Mulai dari kedai kopi Hawai, Kedai Kopi Iman, kedai kopi Jali, kedai kopi JM, kedai kopi Baraxa, kedai kopi Unlimited, kedai kopi Kongkow, kedai kopi Sulur, kedai kopi Ahaw, kedai kopi Bunda, kedai kopi Jembatan hingga kedai kopi Hang Tuah.
Tidak hanya masyarakat Kota Tua Kijang, para pecinta kopi dari luar daerah juga sering meramaikan kedai kopi yang ada di Kota Tua Kijang. Tentunya para pecinta kopi ini sengaja datang untuk menikmati kopi khas Kota Tua Kijang.
“Biasanya pecinta kopi atau warga di sini (Kijang) sama kayak warga di Tanjungpinang, sebelum atau sesudah beraktivitas, pasti tidak lupa ngopi atau minum kopi. Jadi Kota Kijang cocok juga disebut kota pecinta kopi,” sebut Lok Long.
Menurutnya, sebagian pemilik kedai kopi, mendatang biji kopi dari luar Bintan. Kemudian para pemilik kedai kopi, mengolah sendiri biji kopi tersebut. Sehingga setiap kedai kopi memiliki cita rasa kopi tersendiri.
Kijang City Walk yang berlokasi di pusat Kota Tua Kijang, Bintan. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
“Ada juga pemilik kedai kopi yang berhasil tanam kopi sendiri di tanah Kijang ini. Contohnya kedai kopi Iman,” ungkap Lok Long.
Pemilik kedai kopi Iman yakni Muhammad Imanullah, sukses menjadi peracik biji kopi dari hasil menanam kopi sendiri. Iman bercerita awalnya ia hanya mencoba menanam biji kopi di kebunnya.
Sejak 2018, sebagai pecinta kopi, Iman mencoba menanam kopi di atas lahan seluas setengah hektare di Gunung Lengkuas dengan bibit kopi dari Lampung.
Iman mengaku tidak mudah menanam kopi. Sebab kopi hanya bisa tumbuh subur di dataran tinggi dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut.
Sedangkan Kota Kijang Bintan, merupakan kawasan dataran rendah dengan kondisi suhu dan cuaca yang cukup panas. Namun berkat usaha dan doa, biji kopi yang Iman tanam, tumbuh dan berkembang.
“Kami menerima saran dari petani kopi Lampung untuk mengawinkan tanaman kopi dengan tanaman kopi dengan karakter biji ukuran besar,” jelasnya.
Menurut petani kopi, menanam kopi dengan cara tersebut, mampu membuahkan hasil dan mampu bertahan di cuaca yang ekstrem seperti cuaca panas dan cuaca dingin.
“Alhamdulillah, tanaman kopi tumbuh setelah masa tanam selama sembilan bulan hingga satu tahun,” ungkapnya.
Iman kini menjadi peracik kopi andal. Meracik kopi dari bibit kopi yang ia tanam sendiri di kebun kopi miliknya. Iman juga membuka dua kedai kopi yang menyediakan kopi dengan cita rasa tersendiri di Kota Tua Kijang, Bintan Timur.
“Alhamdulillah, lumayan ramai pecinta kopi yang minum kopi di kedai kami,” kata Iman.
Bahkan kini, dari hasil meracik dan menanam kopi di kebunnya, Iman juga memasarkan bubuk kopi bercita rasa khas Kota Tua Kijang, ke berbagai daerah di Indonesia.
Bubuk kopi racikan Iman sukses tembus ke berbagai daerah seperti Tanjungpinang, Batam, Tarempa, Pekanbaru, Jakarta, Bandung hingga Balikpapan.
“Ada juga mentoring gratis, bagi siapa saja pecinta kopi yang berminat membuka usaha kedai kopi,” tutupnya. (*)
batampos – Pilkada 2024 segera tiba, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Jika Anda tertarik untuk terlibat langsung dalam proses demokrasi, saatnya memahami syarat dan ketentuan yang berlaku.
Simak informasi penting mengenai persyaratan dan proses pendaftaran berikut ini untuk memastikan Anda siap berkontribusi pada pilkada mendatang.
Persyaratan Umum Menjadi KPPS untuk Pilkada 2024
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI baru saja mengumumkan syarat-syarat resmi untuk anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pilkada 2024. Menurut Ketua Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan, Pelatihan, serta Penelitian dan Pengembangan KPU RI, Parsadaan Harahap, kriteria untuk KPPS tidak mengalami perubahan dari pemilihan sebelumnya.
Syarat-syarat ini sama seperti yang diterapkan pada Pemilu 2024 dan mengacu pada ketentuan undang-undang yang berlaku.
Dilansir dari Antara pada Rabu (18/9), untuk menjadi bagian dari KPPS, berikut adalah beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:
1. Warga negara Indonesia (WNI);
2. Berusia minimal 17 tahun sampai 55 tahun;
3. Setia kepada Pancasila sebagai dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945;
4. Mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil;
5. Tidak menjadi anggota partai politik yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau sekurang-kurangnya dalam waktu lima tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus partai politik yang bersangkutan.
Tahapan Pendaftaran dan Seleksi KPPS Pilkada 2024
Pendaftaran calon anggota KPPS untuk Pilkada 2024 akan dimulai pada 17 September dan berakhir pada 21 September.
Setelah periode pendaftaran, proses penerimaan pendaftaran akan berlangsung hingga 28 September.
Tahapan selanjutnya melibatkan penelitian administrasi calon anggota KPPS yang akan dilakukan dari 18 hingga 29 September.
Pengumuman hasil penelitian administrasi dijadwalkan pada 30 September hingga 2 Oktober.
Proses tanggapan masyarakat akan dilaksanakan dari 30 September hingga 5 Oktober. Hasil seleksi akhir akan diumumkan antara 5 hingga 7 Oktober, dengan penetapan dan pelantikan anggota KPPS terpilih pada 7 November.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari proses demokrasi dan memastikan pemilihan yang adil dan berkualitas. Proses seleksi yang transparan dan ketat ini bertujuan untuk memilih individu terbaik sebagai anggota KPPS.
Honor KPPS Pilkada 2024
Honor anggota KPPS untuk Pilkada 2024 akan mengalami penurunan dibandingkan dengan Pilpres sebelumnya.
Ketua KPPS pada Pilpres lalu menerima honor sebesar Rp1,2 juta, sementara anggota menerima Rp1,1 juta.
Untuk Pilkada kali ini, ketua KPPS akan mendapatkan honor sebesar Rp900 ribu, dan anggota KPPS Rp850 ribu. Parsa menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh perbedaan jumlah kotak suara.
Pada Pilkada, jumlah kotak suara lebih sedikit dibandingkan Pilpres, yaitu hanya dua kotak suara. Perbedaan honor ini mengikuti pertimbangan dari Kementerian Keuangan terkait tahapan pemilu. (*)
batampos – Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI terjaga menguat 8,39% ke level Rp3.100 pada penutupan perdagangan Selasa (17/9/2024) dari hari sebelumnya, dan tumbuh 78,16% secara year to date (ytd). Bank ber-ticker BRIS itu pun mencetak rekor all time high (ATH) pasca-merger yaitu di level Rp3.180 per lembar pada perdagangan sesi pertama.
Menurut Head of Investor Relations BSI Rizky Budinanda, bergairahnya saham BRIS dan menyentuh ATH pada masa perdagangan tersebut didorong oleh minat tinggi investor asing yang terus memborong saham bank syariah terbesar di Indonesia ini.
Selama lima hari terakhir, investor asing telah membeli saham BRIS dengan nilai yang cukup signifikan. Hal ini terjadi karena ekspektasi positif terhadap kinerja BRIS pada semester II-2024, terutama dengan adanya potensi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan Bank Indonesia (BI).
“Ekspektasi kinerja positif sektor perbankan di semester dua 2024 menyusul kemungkinan penurunan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia dalam waktu dekat serta fundamental BSI yang solid mendorong optimisme investor. Alhamdulillah deengan kepercayaan investor terhadap kinerja BSI, saham BRIS pun dapat kembali menyentuh all time high,” ujar Rizky.
Dengan torehan ATH tersebut, kapitalisasi pasar BRIS mencapai Rp143 triliun. BRIS pun masuk dalam 20 saham berkapitalisasi pasar terbesar di Index Harga Saham Gabungan (IHSG). Melalui catatan positif itu pula menempatkan BSI pada peringkat 9 kapitalisasi pasar terbesar bank syariah secara global, di bawah Bank Albilad dan Dubai Islamic bank.
Adapun fundamental kinerja yang kuat di antaranya terlihat dari pertumbuhan laba bersih dan ekspansi bisnis konsumer serta emas. Dalam laporan keuangan kuartal kedua 2024, BSI mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 20,28% secara tahunan/year on year (yoy), mencapai Rp3,4 triliun. Total aset juga menunjukkan peningkatan 15,10% yoy, menjadi Rp361 triliun. Angka ini mencerminkan soliditas keuangan BSI di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, salah satu pendorong utama kinerja BSI yaitu pembiayaan konsumer, tumbuh 15,91% yoy menjadi Rp 139,57 triliun. Segmen ini mencakup berbagai produk seperti pembiayaan rumah, kendaraan, dan konsumsi lainnya. Segmen tersebut terus meningkat seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk syariah.
Mesin Pertumbuhan Baru
Di sisi lain, Rizky menjelaskan salah satu mesin pertumbuhan baru BRIS ke depannya adalah bisnis pembiayaan emas. Diversifikasi portofolio ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pendapatan perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investasi emas memang cukup menarik, terutama sebagai safe haven di saat kondisi ekonomi tidak menentu.
“Sebagai gambaran, per 30 Desember 2023, harga emas mencapai Rp1,02 juta per gram, namun melonjak menjadi Rp1,23 juta per gram pada 30 Juni 2024, meningkat sekitar 20%. Selain memberikan imbal hasil (yield) yang menarik, sifat emas sebagai safe haven yang aman dan likuid cocok untuk menjaga nilai aset,” jelas Rizky.
Hingga Juni 2024, pembiayaan emas BRIS telah mencapai Rp 8,9 triliun, mengalami kenaikan 41,27% yoy dengan tingkat Non-Performing Financing (NPF) mendekati nol. Rizky menambahkan bahwa hampir 33% nasabah pembiayaan emas BRIS berasal dari generasi Z dan milenial, menunjukkan minat yang tinggi dari kalangan muda terhadap investasi emas.
“Dengan kontribusi dari bisnis emas, kami optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan ini, sejalan dengan meningkatnya literasi keuangan dan preferensi lmasyarakat terhadap produk syariah,” lanjutnya.
Rizky menegaskan bahwa dengan pencapaian kinerja solid di semester satu 2024, BRIS optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja fundamental maupun saham hingga akhir tahun. “Kombinasi dari kinerja fundamental yang kuat, inovasi produk, dan meningkatnya literasi keuangan syariah akan terus mendukung pertumbuhan BRIS di pasar modal,” tutup Rizky. (*)
batampos – Bisnis online bisa jadi salah satu langkah pertama untuk mendapatkan penghasilan tambahan di samping dari pekerjaan utama kita. Kamu bisa mulai dari menjual produk-produk yang juga kamu minati atau melihat tren saat ini. Misalnya barang-barang gaya hidup seperti tas, sepatu, pakaian, aksesoris, elektronik, buku, mainan, skincare dan makeup, serta masih banyak lainnya.
Banyak masyarakat yang demi mengikuti tren, mereka rela bepergian ke luar kota atau bahkan ke luar negeri demi mewujudkan wishlist produk-produk kekinian atau keinginan dari lama. Namun banyak juga yang berhalangan secara waktu atau materi sehingga memilih untuk “titip beli” kepada pihak lain.
Ini bisa jadi peluang untuk kamu yang gemar jalan-jalan tapi juga ingin cuan dari menjalani hobi. Bisnis online jasa titipan atau jastip ini membantu pembeli dengan mencarikan barang incarannya saat mereka sedang berlibur atau menghadiri event tertentu. Dengan menemukan barang yang diinginkan, penjual bisa menawarkan biaya jasa pada masing-masing produk.
Bisnis ini cukup menjanjikan, karena modal yang dibutuhkan relatif kecil bahkan bisa mulai dari 0 rupiah jika penjual mengandalkan media sosial dan sistem pre-order dimana pembeli menyelesaikan pembayaran total harga barang dan biaya jasa titipnya terlebih dahulu. Selain itu, ini bisa jadi salah satu cara untuk menambahkan biaya liburan lho!
Sehingga selain bisa menjalani hobi traveling dan mengeksplorasi berbagai destinasi, kamu juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui!
Terlebih jika kamu traveling dengan terbang bareng Citilink, karena Citilink sedang mengadakan Smilink LinkMiles Festival hingga 17 November 2024 yang menawarkan banyak hadiah, seperti Daihatsu Rocky, paket umrah, sepeda motor, emas, juga poin MyEraspace senilai iPhone 15 Pro Max dan gadget menarik.
Dari sering terbang bareng Citilink sebagai member LinkMiles, kamu bisa memenangkan hadiah-hadiah tersebut hanya dengan menukarkan mulai dari 5 miles saja lho! Lumayan kan selain bisa jalan-jalan, jastipan, kamu juga bisa bawa pulang banyak hadiah, jadi makin cuan deh! Untuk informasi lebih lanjut, klik disini. (*)
batampos – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) selalu melibatkan masyarakat dalam proses perbaikan pelayanan publik. Salah satunya dengan menyelenggarakan LAPOR! Goes To Campus, yang menjadi sarana pengenalan kanal pelaporan pengaduan pelayanan publik.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk mengenal lebih dalam bagaimana LAPOR! dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk mendukung terciptanya pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Plt. Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Abdul Hakim, saat membuka LAPOR Goes To Campus, di Universitas Udayana, Selasa (17/09).
Diharapkan dengan kegiatan LAPOR! Goes To Campus dapat menambah pemahaman mahasiswa tentang pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan demikian akan mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih transparan.
Berdasarkan data usia pelapor, masyarakat yang paling banyak menggunakan LAPOR! ialah mereka yang berada pada rentang usia 20-34 tahun yakni sebesar 42 persen. Sementara terbanyak kedua ialah pengguna yang berusia dibawah 20 tahun sebesar 25 persen. Hal ini menunjukkan terdapat partisipasi aktif pemuda dalam peningkatan kualitas pelayanan publik melalui LAPOR!.
Kendati demikian Hakim menuturkan bahwa peningkatan jumlah pengguna LAPOR! masih perlu terus ditingkatkan mengingat jumlah pengguna LAPOR! masih 1,8 juta user. Jumlah tersebut masih relatif sedikit bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 273,88 juta jiwa per 31 Desember 2021.
Dalam kesempatan yang sama Rektor Universitas Udayana Ngakan Putu Gede Suardana yang sambutannya dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi Universitas Udayana I Putu Gede Adiatmika menyampaikan, aplikasi LAPOR! merupakan wujud pemerintahan yang transparan.
Peran mahasiswa bisa memanfaatkan serta mempromosikan LAPOR!. Dimana partisipasi sangat penting dan bermakna untuk kualitas pelayanan publik yang lebih baik. Universitas Udayana sendiri telah terhubung LAPOR! sejak tahun 2018. Pengaduan yang masuk paling banyak di tahun penerimaan mahasiswa baru.
“Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PANRB yang telah memilih Universitas Udayana sebagai lokasi sosialisasi LAPOR! Goes To Campus, dimana mahasiswa diberi peran dalam peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Sementara itu Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya yang sambutannya dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali Gede Pramana menegaskan, kolaborasi dalam sektor pelayanan publik antara pemerintah pusat dengan daerah harus terus ditingkatkan.
Dengan kolaborasi berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan hal tersebut merupakan bentuk komitmen kita bersama melalui aplikasi LAPOR!. Hadirnya transformasi digital pada pelayanan publik harus dimanfaatkan guna menjawab kebutuhan masyarakat.
“Sejalan untuk mewujudkan pelayanan publik prima, perlu adanya sosialisasi LAPOR! ke masyarakat, khususnya pemuda yang punya peran penting. Dalam pelaksanaannya diharapkan mahasiswa berkontribusi mewujudkan pemerintahan transparan, serta dapat secara aktif ikut menyosialisasikan dan menggunakan LAPOR!,” pungkasnya. (*)
Kepala BKPSDM Kota Batam, Hasnah. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
batampos – Pemerintah Kota Batam mencatat sebanyak 2.519 pendaftar yang mengakhiri proses pendaftaran di Aplikasi SSCASN 2024 untuk memperebutkan 86 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
“Dari total 2.856 pendaftar yang terdaftar, hanya 2.519 yang menyelesaikan proses pendaftaran mereka,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Hasnah, Selasa (17/9).
Untuk tahapan berikutnya, seleksi administrasi akan berlangsung pada 17 sampai 19 September 2024.
“Pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilakukan setelah periode seleksi tersebut,” jelasnya.
Formasi yang paling banyak diminati oleh pelamar adalah dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dengan 424 pendaftar.
Tahun ini, Pemko Batam juga membuka dua formasi khusus untuk penyandang disabilitas, yang akan ditempatkan di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Hasnah menambahkan, seleksi CPNS 2024 memberikan penekanan khusus pada formasi untuk penyandang disabilitas dan lulusan cumlaude.
“Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri PAN-RB Nomor 320 Tahun 2024 yang menetapkan dua posisi khusus untuk penyandang disabilitas di Kota Batam,” ujarnya.
Terpisah , Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid menjelaskan bahwa formasi teknis mendominasi karena kekurangan tenaga teknis yang signifikan. Pendaftaran CPNS 2024 dibuka dari 20 Agustus secara daring melalui portal SSCASN di https://sscasn.bkn.go.id.
“Untuk teknis paling banyak, kesehatan dan guru beberapa tahun sebelumnya sudah menjadi prioritas dan juga sudah banyak, dan ini formasi yang keluar dari pusat adalah teknis di dinas-dinas,” tutupnya. (*)
batampos – Dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang digerakkan oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Daihatsu terus berinovasi dengan menghadirkan kendaraan komersial yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Salah satu produk andalannya, Daihatsu Gran Max, kini semakin menegaskan posisinya sebagai pilihan utama pengusaha, berkat kemampuan yang tangguh, efisien, dan mudah dalam perawatan.
UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, dengan menyerap lebih dari 90% tenaga kerja nasional. Melihat pentingnya kontribusi sektor ini, Daihatsu Gran Max dirancang sebagai “Sahabat Bisnis” yang mampu menunjang berbagai jenis usaha di seluruh penjuru negeri. Sejak diluncurkan pada 2007, Gran Max telah dipercaya oleh lebih dari 830 ribu pengusaha yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari logistik, shuttle car, kuliner, hingga industri kreatif.
Gran Max: Partner Andalan Pengusaha
Gran Max, yang hadir dalam dua varian mesin 1.300 cc dan 1.500 cc, memiliki keunggulan dalam hal daya angkut dan performa. Khusus untuk varian 1.500 cc, Daihatsu membekali mesin 1.5L 2NR-VE Dual VVT-I yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga hemat bahan bakar, sehingga mendukung efisiensi operasional bisnis.
Desain Gran Max juga dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan di jalanan. Dengan diameter roda 14 inci dan peningkatan ground clearance sebesar 15 mm, kendaraan ini lebih aman dan nyaman ketika melewati jalanan yang tergenang air atau berbatu. Khusus untuk beberapa tipe 1.5L, Gran Max dilengkapi dengan Electronic Power Steering (EPS), yang membuat pengemudi lebih mudah bermanuver, terutama saat berkendara dalam kota atau area bisnis yang padat.
Tak hanya mengandalkan keunggulan teknis, Daihatsu juga memperhatikan kenyamanan pengemudi dengan menyediakan berbagai fitur tambahan di dalam kabin. Desain stir terbaru, cup holder, serta dashboard storage yang luas memudahkan aktivitas bisnis harian dan meningkatkan kenyamanan berkendara.
Layanan Purna Jual yang Mendukung Pengusaha
Keunggulan Gran Max tidak hanya terletak pada spesifikasinya. Daihatsu juga memberikan layanan purna jual yang memudahkan para pelaku usaha dalam merawat kendaraan mereka. Melalui program Servis Gratis dan jaringan layanan yang luas, Gran Max memberikan rasa tenang bagi para pengusaha. Daihatsu menyediakan 293 unit layanan Daihatsu Mobile Service (DMS), yang memungkinkan pengusaha melakukan servis di lokasi mereka, serta 174 bengkel resmi yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para pelaku usaha terhadap Daihatsu Gran Max. Semoga Gran Max terus menjadi pilihan utama dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.
Dominasi Pasar di Segmen Komersial
Berdasarkan data penjualan hingga Agustus 2024, Gran Max Pick Up (PU) mendominasi segmen Pick Up Low, dengan pangsa pasar sebesar 56% dan penjualan 28.222 unit. Sementara itu, Gran Max Mini Bus (MB) juga menguasai pasar Low Semi Commercial, dengan pangsa pasar mencapai 92% dan penjualan sebanyak 9.488 unit.
Dengan keandalan dan biaya perawatan yang terjangkau, Gran Max menjadi pilihan ideal bagi pengusaha yang membutuhkan kendaraan komersial dengan harga terjangkau namun memiliki nilai jual kembali yang stabil. Harga Gran Max bervariasi, mulai dari Rp 161.450.000 untuk varian Pick Up, Rp 179.100.000 untuk Blind Van, dan Rp 205.250.000 untuk Mini Bus (harga OTR DKI Jakarta). Informasi lebih lengkap mengenai spesifikasi dan harga dapat diakses melalui website resmi Daihatsu atau aplikasi DaihatsuKu.
Daihatsu Gran Max telah membuktikan dirinya sebagai kendaraan komersial yang tangguh, efisien, dan mudah perawatannya. Dengan dukungan penuh dari Daihatsu, kendaraan ini terus menjadi pilihan utama bagi para pengusaha di Indonesia, tidak hanya dalam hal performa, tetapi juga kemudahan perawatan dan harga yang kompetitif. (*)