Ilustrasi. Masyarakat mengantre membeli gas melon. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Gas Elpiji tiga kilogram semakin langka di Batuaji dan Sagulung. Warga semakin kewalahan mendapatkan pasokan gas melon tersebut, sebab pangkalan selalu kehabisan stok setiap didatangi warga.
Banyak warga yang keliling dengan tabung gas kosong baik di jalan utama ataupun jalan lingkungan sejak, akhir pekan kemarin. Mereka tampak kebingungan mencari pasokan gas. Kios-kios di pinggir jalan yang biasanya menjual gas secara eceran juga kehabisan stok.
“Tak ada lagi. Susah sekarang gas. Kalaupun ada harganya Rp 40 ribu per tabung. Tadi pagi ada tetangga beli di Sagulung Rp 40 ribu per tabung. Saya keliling sampai ke SP Plaza sana tak ada semua. Masih kosong semua, ” ujar Dita, warga Perumahan Merlion, Tanjunguncang.
Linda, pemilik warung makan di pasar Sagulung juga mengaku sangat kewalahan dengan kekosongan stok gas melon yang terjadi selama dua pekan terakhir ini. Usahanya jadi terhambat karena sulit mendapat pasokan gas. Jikapun ada harganya sudah jauh diatas harga eceran tertinggi.
“Tiga hari lalu saya dapat di tempat eceran itu harganya Rp 30 ribu per tabung. Hari ini mau beli lagi sudah kosong semua. Saya sudah keliling sampai pasar Aviari tapi tak ada satupun yang jual gas, ” ujar nya.
Sementara pihak pangkalan masih dengan alasan yang sama. Kekosongan stok gas karena pengantaran dari agen tersendat. Jika pun ada antaran akan cepat habis sebab banyak masyarakat yang sudah antre mendapatkan gas tersebut.
Setiap kali diantar gas langsung ludes dalam hitungan jam. Itu karena sebelum jadwal pengantaran tiba warga sudah duluan titip tabung gas kosong ke pangkalan.
“Memang itulah masalahnya selama ini. Disperindag dan Pertamina koar-koar kalau stok aman sampai akhir tahun, tapi kenyataan di lapangan seperti ini. Siapa sebenarnya yang bermain dengan pasokan gas ini?,” ujar Andre, pemilik pangkalan di Seibinti. (*)
Sejumlah ahli waris lahan di Pulau Ranoh demo di Kantor BPN Kepri, Jalan MT. Haryono Tanjungpinang, Selasa (17/9). F. Mohamad Ismail
batampos– Sejumlah orang yang mengklaim diri sebagai ahli waris lahan perkebunan di Pulau Ranoh, Batam melakukan aksi demo di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepri, Selasa (17/9).
Di Kantor BPN Kepri yang terletak di Jalan MT. Haryono Kota Tanjungpinang itu, sejumlah warga tersebut meminta kepada BPN untuk bersikap, terkait dugaan penyerobotan lahan seluas 32 hektare yang dilakukan PT. Mega Puri Nusantara dan PT. Mega Puri Lestari.
“Kami sebagai ahli waris Joyah Batin Nurdin (pemilik lahan di Pulau Ranoh) tidak pernah menjual dan menitipkan kepada siapa pun. Jadi kami minta hak kami di kembalikan,” kata Azahar, satu diantara sejumlah ahli waris.
Sehingga, pihaknya meminta kepada BPN Kepri untuk mengambil tindakan tegas, atas dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan perusahaan resort di Pulau Ranoh tersebut. Apalagi, pihaknya sudah menuntut sejak tahun 2017 yang lalu.
“Jangan hanya sabar saja. Bukan hanya BPN yang tidak mengindahkan (peduli), tapi Pemko Batam, Pemprov Kepri bahkan pusat juga tidak mengindahkan keluhan kami,” tegasnya.
Usai di BPN Kepri, Azahar mengaku pihaknya akan mendatangi Kantor Kementerian Agraria dan Tata Riang (ATR) di Jakarta. “Sekarang tidak ada mediasi, karena sudah capek. Jadi setelah ini kita ke Jakarta,” sebutnya.
Terpisah, Kabid Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kanwil BPN Provinsi Kepri, Yudi Hermawan menyampaikan perlu ada pembuktian, terkait siapa yang berhak memiliki lahan yang ada di Pulau Ranoh, Kecamatan Galang tersebut.
Dari hasil penelitian BPN Kepri, kata Yudi pihaknya memang menemukan kebun kelapa yang diklaim ditanam oleh kakek ahli waris. Lalu ada makam lama, yang juga diklaim ialah keluarga para ahli waris tersebut.
“Di Pulau Ranoh terdapat dua kawasan dengan total 42 hektar. Satu areal penggunaan lain (APL) seluas 12 hektare dan kawasan hutan produksi seluas 30an hektare,” sebutnya.
Kebun kelapa yang diklaim oleh ahli waris terletak di APL dan kawasan hutan produksi. Sementara makam lama, berada di sebelah selatan Pulau Ranoh. Hingga saat ini, Yudi menegaskan pihaknya tidak bisa menyimpulkan siapa pemilik lahan-lahan di Pulau itu.
“Jadi kita anjurkan untuk mempertanyakan alas hak kepada Lurah setempat, siapa pemilik yang benar. Karena yang berhak menyatakan, pihak kelurahan dari alas hak,” sebutnya.
Ia menambahkan, tim BPN Kepri sempat ditolak oleh pihak resort Pulau Ranoh, saat hendak melakukan penelitian atas keluhan para ahli waris. “Kita akui sempat ditolak, karena harus ada seizin manager mereka. Kita juga tahu, mereka (ahli waris) sudah lama berjuang,” pungkasnya.(*)
batampos – Kusta termasuk penyakit tropis terabaikan atau neglected tropical disease (NTDs). Meski di Indonesia kasusnya terbatas di beberapa daerah, tetap perlu mendapatkan perhatian.
Menurut data Kementerian Kesehatan pada 2023, ada 11 provinsi yang belum mencapai eliminasi kusta. Sebab, ada lebih dari satu kasus dari 10.000 orang. Sebelas provinsi itu antara lain Papua Barat, Papua, Papua Barat Daya, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Maluku. Selain itu, ada Papua Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menyebut kusta sebagai masalah global yang tidak kunjung bisa teratasi. ”Indonesia jadi salah satu negara yang ”menyimpan” permasalahan klasik ini,” ujarnya, Senin (16/9). Dicky menyatakan bahwa permasalahan kusta bahkan dialami Indonesia sejak awal kemerdekaan.
Dia juga menyebut kusta sebagai penyakit yang terabaikan. Meski sudah berganti menteri kesehatan, masalah tersebut tidak kunjung bisa terselesaikan. ”Kalau ada negara yang masih punya masalah ini, ya itu negara yang terbelakang,” ungkap Dicky.
Program eliminasi yang dipimpin badan kesehatan dunia (WHO) ternyata tidak membuat penyakit itu me-nyingkir. Malah menjadi ende-mik di beberapa negara. Setiap tahun setidaknya ada 200.000 kasus baru. Indonesia menjadi peringkat ketiga penyum-bang kasus terbanyak setelah India dan Brasil.
Dicky menyebut bakteri Mycobacterium leprae yang menyebabkan kusta punya karakter unik. Sebab, masa inkubasinya panjang. Yakni, 6 bulan hingga 20 tahun. Pertumbuhannya pun lambat. ”Ini yang membuat diagnosis dini menjadi sulit,” ungkapnya.
Dokter RSUP Sitanala Tange-rang dr Prima Kartika Esti SpDVE menjelaskan, upaya pengendalian kusta sudah dilakukan. Misalnya, melalui skrining hingga pencegahan disabilitas.
”Kusta dapat diobati. Semakin dini akan me-ngurangi potensi kecacatan dan mengurangi penularan,” ungkapnya. (*)
Papan reklame rusak yang berdiri di persimpangan Jalan DI Panjaitan-Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Senin (16/9). F. Mohamad Ismail
batampos– Sejumlah papan reklame yang berdiri di pinggir jalan di Kota Tanjungpinang, Kepri tidak terawat. Bahkan, terdapat papan reklame yang mengalami kerusakan bagian panel, akibat diterjang angin kencang.
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Tanjungpinang, Yusri mengakui memang ada sejumlah papan reklame yang mengalami kerusakan saat ini. Papan reklame tidak terawat itu berada di Jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8, lalu di simpang traffic light batu 6.
Selanjutnya ada papan reklame di Jalan Raja Ali Haji yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang pada Sabtu pagi, 14 September kemarin. Papan reklame itu rusak bagian panel.
“Sekarang permasalahannya, papan reklame itu ada yang punya swasta dan pemerintah. Kita juga sudah sering meminta untuk diperbaiki,” kata Yusri, Senin (16/9).
Yusri menyampaikan, pihaknya sudah kerap meminta pemilik untuk memperbaiki maupun merawat papan reklame yang mengalami kerusakan. Namin, imbauan tersebut seperti tidak dipedulikan oleh sebagian pemilik papan reklame.
Menurut Yusri, papan reklame yang rusak dapat mengancam keselamatan pengendara. Apalagi, rata-rata papan reklame di Tanjungpinang berdiri tegak di pinggir jalan, sehingga harus cepat diperbaiki.
“Kemarin ada spanduknya lepas, kita minta copot. Ada juga yang sengnya koyak, itu kita minta diperbaiki. Tapi sekarang masih ada yang rusak,” tegasnya.
Ia menambahkan, terdapat satu papan reklame yang timbang akibat diterjang angin kencang pada Sabtu kemarin. Kendati demikian, hingga saat ini Satpol PP tidak mengetahui siapa pemilik papan reklame tersebut.
“Tidak tau yang punya siapa, informasinya sudah dijual. Untuk izinnya tidak ada, karena datanya tidak ada sama kita,” pingkasnya. (*)
Koper-koper jemaah haji yang hendak diberangkatkan dari hotel mereka di Makkah menuju Madinah. (Media Center Haji)
batampos – Pemeriksaan saksi-saksi oleh Pansus Hak Angket Haji DPR tidak hanya dilakukan di Jakarta. Tim Pansus Haji juga terbang ke Arab Saudi untuk melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Selama hampir sepekan di Saudi, semakin banyak kejanggalan pengelolaan haji yang mereka kantongi.
Salah satu anggota Pansus Haji DPR yang ikut terbang ke Saudi adalah Marwan Ja’far. Politisi PKB itu menyimpulkan selama melakukan pemeriksaan di Saudi, mereka menemukan banyak masalah serta penyimbangan. Kesimpulan penting yang mereka peroleh adalah, tambahan kuota haji 2024 sebanyak 20 ribu diberikan Saudi secara gelondongan.
Seperti diketahui masalah pokok sampai dibentuk Pansus Haji adalah pembagian tambahan kuota haji. Seperti diketahui Kementerian Agama (Kemenag) membagi tambahan kuota haji itu 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus atau 50 persen berbanding 50 persen.
Pembagian tersebut menyalahi UU tentang Penye-lenggaraan Haji dan Umrah. Di dalam UU tersebut dinyatakan bahwa haji reguler mendapatkan kuota 92 persen. Sedangkan haji khusus hanya mendaptakan 8 persen.
”Ketika ada penambahan kuota 20 ribu jemaah, Amirul Hajj Arab Saudi sangat terbuka dan komitmen menye-diakan tambahan lokasi wukuf dan lainnya,” kata Marwan dalam keterangannya, Senin (16/9). Dalam pemberian tambahan kuota tersebut, pemerintah Saudi tidak pernah menetapkan komposisi atau pembagiannya.
Dengan kata lain, Saudi memberikan tambahan kuota haji itu secara gelondongan. Pembagian secara teknis diberikan kepada Indonesia. Setelah itu dituangkan dalam draf MoU yang dibuat oleh Kemenag. Selanjutnya oleh Suadi dimasukkan atau diinput dalam sistem e-hajj.
Marwan menegaskan inisiasi pembagian tambahan kuota haji 2024 berasal dari Kemenag.
”Jadi tidak benar keterangan yang disampaikan oleh Dirjen Haji (Hilman Latief) yang me-ngatakan keputusan membagi (tambahan kuota) 50:50 persen karena didesak oleh pemerintah Arab Saudi. Tidak sama sekali benar,” jelas dia.
Tim Pansus Haji DPR berada di Arab Saudi pada 11-15 September lalu. Selama di sana, mereka memeriksa saksi dari berbagai unsur. Di antaranya adalah Konjen RI di Jeddah, Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, perwakilan Masyair, dan sejumlah pihak lainnya.
Setelah menggelar pemeriksaan secara marathon, mereka menemukan banyak masalah di sektor katering, akomodasi, dan lainnya. Untuk sektor katering misalnya, ternyata banyak perusahaan yang memenangkan tidak menyajikan menu nusantara. sehingga jemaah tidak bisa menjalankan ibadah dengan khusuk.
Menurut Marwan kondisi tersebut tidak sesuai dengan perjanjian kerja sama atau naskah tender. Selain itu banyak katering yang mengirimkan makanan cepat saji.
Selain itu juga perusahaan katering yang menjadi mitra Kemenag sangat tertutup serta dapurnya tidak terstandar. ”Patut diduga ada pat gullipat, ini menguntungkan pejabat di Kemenag dan merugikan jemaah,” katanya.
Masalah lainnya adalah pada pemondokan atau layanan akomodasi. Dia mengatakan banyak pemenang tender hotel yang tidak menjalankan kontrak penyediaan hotel secara sendiri. Tetapi justru disubkontrakkan ke lembaga lain. Bahkan oleh lembaga lain itu, disubkontrakkan kembali ke lembaga lainnya. Jadi subkontraknya sampai tiga level. Marwan menengarai kondisi ini membuat sejumlah hotel tempat jemaah menginap lokasinya cukup jauh dari Masjidilharam.
Dari Kemenag belum ada komentar terkait temuan tim Pansus Haji DPR selama melakukan pemeriksaan saksi di Saudi itu. Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie tidak bisa berkomentar banyak saat dimintai konfirmasi. ”Coba hubungi Cak Nanto, beliau yang mendampingi (Menag Yaqut Cholil Qoumas) di Saudi,” kata Anna, tadi malam.
Seperti diketahui beberapa hari terakhir Menag Yaqut melakukan kunjungan ke Saudi. Di antaranya bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. Cak Nanto belum berkomentar ketika ditanya mengenai temuan tim Pansus Haji DPR.
Di lain pihak, Juru Bicara Kemenag Sunanto mengatakan pertemuan Menag Yaqut serta Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah di Jeddah membahas sejumlah hal. Di antaranya adalah pembahasan tahapan persiapan awal penyelenggaraan haji 2025.
”Dalam pertemuan ini juga dibahas upaya menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia dan melayani mereka dengan standar kualitas layanan terbaik,” kata Nanto.
Pada pertemuan itu Menteri Tawfiq menyampaikan pemerintah Arab Saudi akan terus berbenah. Kemudian membangun sejumlah fasilitas tambahan. Sehingga dapat membuat jemaah haji maupun umrah semakin nyaman. Namun pihak Arab Saudi belum bisa memberikan penjelasan lebih detail, terkait fasilitas tambahan itu apa saja.
Untuk diketahui persiapan haji 2025 sejatinya sudah dimulai sejak 18 Juni lalu. (*)
batampos – Kasus dugaan penipuan dalam jual beli ruko yang melibatkan Lahan PT Jaya Putra Kundur (JPK) dan PT Mitra Raya Sektarindo (MRS) sebagai kontraktor resmi dihentikan penyidikannya. Peng-hentian ini dilakukan melalui Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dengan nomor S.Tap/01./C/V/RES.2.2./2024/Ditreskrimsus Polda Kepri, yang diterbitkan pada 27 Mei 2024 lalu.
Penghentian kasus ini diambil setelah upaya hukum Restoratif Justice (RJ) diinisiasi oleh pihak kepolisian terhadap pelapor yakni Surlima serta PT MRS sebagai penjual dan pembeli. Kedua belah pihak, sepakat untuk berdamai. Adapun PT MRS dan PT JPK juga melakukan perdamaian yang diresmikan melalui Surat Kesepakatan Perdamaian yang dibuat di kantor
Notaris Wahyu Hidayat pada 6 Maret 2024.
Kesepakatan ini merujuk pada Akta Perjanjian Kerjasama Nomor 29 tanggal 18 Mei 2016 yang disahkan oleh Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Tuti Rachmawati Lalo.
Dalam kesepakatan tersebut, Djoni Ong, sebagai pihak dari PT MRS, bersedia membayar uang administrasi kepada PT JPK untuk pelunasan sisa 45 sertifikat yang belum terbayar dari total 65 sertifikat. Setelah pembayaran selesai, PT JPK akan memberikan Surat Kuasa Menjual untuk 45 sertifikat tersebut.
Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, membenarkan penghentian penyidikan perkara itu.
“Sudah SP3. Dasar pemberhentian itu adalah Restorative Justice. Mereka sudah berdamai, kemudian pelapor sudah mencabut laporan,” katanya, Selasa (10/9).
Ketua Tim Hukum PT JPK, Dr Zevrijn Boy Kanu SH MPdK MH mengatakan, PT JPK sangat mengapresiasi tindakan Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah yang meluruskan perkara ini. Setelah SP3 dikeluarkan oleh kepolisian, status tersangka dan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kliennya, yakni Thedy Johanis dan Johanis, resmi dicabut.
Ia ingin meluruskan persoalan yang terjadi untuk memulihkan nama baik PT JPK di mata masyarakat Batam.
“PT JPK merupakan pemilik lahan dan developer, sementara PT MRS hanya kontraktor. PT MRS menjual properti tanpa melibatkan PT JPK. Lahan itu atas nama PT JPK, tapi kenapa direktur dan pimpinan PT JPK ditersangkakan? Itulah inti persoalannya,” kata Boy Kanu.
PT JPK tidak tahu-menahu soal perjanjian jual-beli antara PT MRS dan pembeli ruko. “Yang menerima uang adalah PT MRS. Mereka juga yang membuat perikatan jual-beli tanpa melibatkan PT JPK. Tidak mungkin PT JPK, sebagai developer besar sejak 1970-an, melakukan penipuan hanya untuk 3 unit ruko,” tambahnya.
Menurut Boy Kanu, perkara ini lebih kepada miskomunikasi saja. Setelah melalui proses di Mabes Polri, perkara tersebut dinyatakan sebagai kasus perdata, bukan pidana. Dengan keputusan SP3, PT JPK dapat memulihkan nama baik perusahaan. Boy Kanu juga mengungkap bahwa PT JPK telah berkontribusi besar terhadap pembangunan di Kota Batam, yaitu antara lain:
Jodoh Center Point
Mitra Raya 2
Nagoya Hill Mall
Center Point Housing
Nagoya Garden Phase I
Nagoya Garden Phase II
Happy Garden Housing
Windsor Central
Windsor Villa
Windsor Phase I & II
Windsor Phase III
Windsor Phase IIIA
Windsor Park
Windsor Square
Nagoya Square
The Opera
The Opera II (Coming Soon)
The Opera III (Coming Soon)
“Tidak mungkin PT JPK rela mengorbankan nama baik hanya untuk hal kecil,” ujar dia.
Salah seorang anggota Tim Hukum PT JPK, Ade Darmawan, SH MHum menambahkan, Thedy Johanis dan Johanis akan terus melawan pihak-pihak yang mencoba merusak reputasinya. Tuduhan miring terhadap PT JPK tidak terbukti, dan saat ini pimpinan perusahaan itu telah dinyatakan bebas dari masalah hukum setelah status DPO dicabut.
“Dengan ditutupnya kasus ini, jelas bahwa tidak ada dasar tuduhan yang menjerat pimpinan PT JPK,” kata Ade.
PT JPK bukanlah perusahaan baru di Batam. Mereka sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan berkontribusi banyak buat pembangunan Batam.
JPK Group dipercaya sebagai perusahan properti termasyhur, dengan dibuktikan dari banyaknya maha karya yang telah dibangun, juga dulunya sebagai pemilik dan yang membangun Indah Puri Golf Resort.
Ade Darmawan menambahkan, atas dasar hal tersebut pihaknya yakin bahwa PT JPK akan terus berkontribusi membangun Kota Batam.
“PT JPK juga salah satu perusahaan pertama diera 1990an, pembuka gerbang masuknya investor ke Kota Batam di karenakan PT JPK tidak hanya ada di indonesia tapi juga ada di Singapura dan Hong Kong dengan bidang yang sama, yakni developer yang membangun apartemen dan perumahan di sana,” ujarnya. (*)
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad
batampos – Sebulan jelang pelantikan, Presiden Terpilih Prabowo Subianto masih mematangkan susunan kabinet. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, meski pembahasan sudah berlangsung dan berbagai wacana muncul, belum ada yang bersifat final.
Dia menegaskan, keputusan final tetap ada pada Prabowo. ”Karena itu hak prerogatif presiden terpilih,” ujarnya seusai rapat dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Ridwan Kamil dan Suswono di Plataran Senayan, Jakarta, kemarin.
Sepengetahuan Dasco, Prabowo masih dalam proses finalisasi terkait desain kabinet. ”Beliau pada saat ini sedang berkonsentrasi menuntaskan nomenklatur, menuntaskan jumlah, serta kriteria yang akan mengisi kabinet,” imbuhnya.
Soal nama-nama ”utusan” dari Gerindra, Dasco memastikan sudah ada. Tapi, dirinya belum bisa menyampaikan ke publik. Apalagi sifatnya belum final.
Sebelumnya, Gerindra dikabarkan akan menyodorkan nama-nama menteri yang berasal dari alumni SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah. Mereka di antaranya Sugiono, Prasetyo Hadi, Sudaryono, Simon Mantiri, Danang Wicaksana Sulistya, hingga Endipat Wijaya.
Saat dikonfirmasi, Dasco menjawab diplomatis. ”Itu dinamis masih dalam penggodokan,” kata dia.
Di sisi lain, analis komunikasi politik Hendri Satrio menyebut rencana pertemuan Prabowo dan Megawati akan menjadi pertemuan luar bia-sa jika benar terjadi. Apalagi pertemuan tersebut mempertemukan Prabowo sebagai pemenang pilpres dan Megawati sebagai ketua umum partai pemenang Pileg 2024.
”Kolaborasi keduanya diperlukan,” ujarnya.
Namun, pria yang akrab disapa Hensat menilai pertemuan itu belum tentu menjadi sinyal bahwa PDI Perjuangan akan bergabung ke pemerintahan. Sebab, situasi seperti itu sudah pernah terjadi saat masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
”Walau saat itu PDI Perjuangan berseberangan dengan Demokrat, tapi keduanya tetap mengerti dan PDI Perjuangan memberikan masukan-masukan kritis kepada pemerintah,” ungkap Hensat. (*)
Ratna Sari (baju pink) turun dari sepeda motor sambil menggendong anaknya. f.junaidi
batampos – Ratna Sari (33), pasien asal Desa Nyamuk mendapatkan perlakukan kurang menyenangkan dari tim medis RSUD Tarempa, Senin, (16/9).
Ratna menjelaskan pasca dua hari menjalani operasi caesar (melahirkan) ia ingin pulang ke rumah di Desa Nyamuk.
Kemudian, ia meminta kepada petugas ruangan kebidanan yang berjaga untuk menyampaikan ke supir Ambulance supaya bisa diantarkan ke Pelabuhan Tarempa pada pukul 13.00 WIB.
“Awalnya bidannya bilang lagi jam istirahat dan kalau misalnya bersurat baru bisa diantar jemput. Itu yang bilang ciri-ciri petugasnya berjilbab sedikit tinggi dan memakai bahel di giginya,” kata Ratna.
Karena tidak mendapatkan respon yang baik, disertai takut ketinggalan kapal, akhirnya Ratna mengalah dan memilih pulang menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh kerabatnya.
“Bidan tahu kalau saya habis operasi. Saya ngalah, terpaksa kuat-kuatkan harus naik motor. Cukup saya saja yang jadi korban, semoga kedepan pelayanan lebih baik,” keluh Ratna.
Sementara itu, Kepala Ruangan Kebidanan, Meri mengaku belum mendapat informasi yang pasti mengenai peristiwa tersebut. Karena, pada saat kejadian, ia lagi libur.
“Jika ada penyataan seperti itu, tidak cocok deh bang,” kata Meri.
Biasanya, kata dia, jika ada pasien yang ingin pulang memang difasilitasi oleh Ambulance. Namun, pada kejadian ini, anggota yang bertugas diruangan belum ada menyampaikan ke dia.
“Tidak ada harus pakai surat. Insya allah kalau ada pasien kami mau pulang, Ambulance selalu stand by. Kalau informasinya belum sampai ke saya, kalau ada pasti anggota bilang ke saya dulu, kalau ada pasien mau pulang,” tutur dia.
Terpisah, Humas RSUD Tarempa, Januardi mengatakan pada kasus yang menimpa Ratna hanya misskomunikasi antara supir Ambulance dengan penjaga ruangan kebidanan.
Biasanya, ketika ada pasien yang pulang, penjaga ruangan yang melakukan komunikasi dengan bagian Ambulance.
“Petugas Ambulance tidak ada dihubungi. Padahal sudah stand by. Biasa yang hubungi orang yang diruangan. Misalnya dari ruangan bidan berarti orang bidan yang hubungi Ambulance,” terang Januardi.
Dalam prosedur yang dimiliki RSUD Tarempa, penggunaan Ambulance untuk pasien tidak memerlukan surat. Kemudian, untuk pasien yang ingin pulang tidak diharuskan diantar dengan menggunakan Ambulance.
“Walaupun seharusnya tidak diantar pulang, kita tetap antarkan. Karena sudah menjadi budaya disini. Kita disini hanya jalankan prosedur,” pungkas Januardi. (*)
batampos– Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024, dijadwalkan berlangsung pada bulan November menjelang akhir tahun ini.
Baik itu pemilihan umum maupun kepala daerah, sebelum keduanya berlangsung pasti akan dibentuk Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Rekrutmen calon panitia Pilkada tahun 2024 telah dibuka hari ini, Selasa (17/9).
Bagi Anda yang ingin berpartisipasi, berikut adalah beberapa dokumen persyaratan untuk mendaftar sebagai calon PPS Pilkada tahun 2024, dikutip dari kpu.go.d.
Surat pendaftaran sebagai calon anggota KPPS
Fotokopi kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP)
Fotokopi ijazah Sekolah Menengah Atas/Sederajat, atau ijazah terakhir
Surat pernyataan
Surat keterangan dari Parpol yang bersangkutan bagi calon yang setidaknya 5 tahun tidak lagi menjadi anggota Partai Politik
Surat keterangan sehat yang mencakup tensi darah, kadar gula darah, dan kolesterol dari puskesmas, klinik, maupun rumah sakit terdekat
Daftar riwayat hidup
Pas foto berwarna 4×6 sebanyak 1 lembar
Untuk formulir surat yang tercantum dalam lampiran surat edaran pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum setiap daerah yang bisa diunduh dalam laman resminya.
Pendaftaran calon PPS Pilkada tahun 2024 ini akan berlangsung selama satu minggu, yaitu dari tanggal 17-28 September. Pastikan kamu memenuhi semua dokumen persyaratan sebelum mendaftar. (*)
Wisatawan Mancanegara (Wisman) asal Pulau Jeju, Korea Selatan, berfoto bersama dengan latar belakang Museum Batam Raja Ali Haji. Foto: Disbudpar Kota Batam untuk Batam Pos
batampos – Pengusaha pariwisata di Batam kecewa karena kebijakan gratis visa kunjungan ke Indonesia tidak berlaku ke beberapa negara penyumbang wisman ke Batam khususnya dari Asia Timur dan juga India. Pengusaha kesulitan menjual paket wisata ke Tiongkok, Jepang, Korea dan India karena para wisatawan mengeluhkan kebijakan visa yang dinilai memberatkankan dan menambah beban biaya selama di Indonesia.
“Kalau kita mau tawarkan paket wisata ke snegara-negara itu, selalu ditanya masalah visa. Dan ini memang menjadi kendala kita,” kata Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri, Eva betty.
Eva mengatakan, para pelaku usaha pariwisata mengaku berterima kasih atas tambahan beberapa negara yang free visa dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2024 tentang Bebas Visa Kunjungan. Tetapi perlu diingat negara seperti Hongkong, Suriname, dan Kolombia bukanlah penyumbang wisman yang signifikan di Indonesia khususnya ke Kepri.
“Kalau ke Kepri, ke Batam ini khususnya, negara-negara dari Asia Timur seperti Tiongkok, Korea dan Jepang yang ramai. Ketika bersaing dengan negara tetangga untuk menggaet wisman dari negara-negara tersebut, kita sudah pasti kalah. Di sana free visa sementara kita tidak,” katanya.
Beberapa waktu lalu, para pengusaha sudah berangkat ke pusat untuk bertemu dengan kemenkeu. “Kami minta negara-negara ini masuk dalam tambahan free visa, tetapi ya tidak diakomodir. Harapan kita, pusat bisa melihat dari negara mana saja wisatawan yang banyak berkunjung,” tambahnya.
Hal lain yang dirasa menjadi penghambat naiknya jumlah wisman secara signifikan adalah harga tiket Ferri yang masih mahal dari Singapura-Batam dan Batam-Singapura. Padahal wisatawan paling banyak ke Batam adalah dari Singapura dan Malaysia.
“Tiket ini juga menjadi masalah serius. Sampai sekarang masih mahal dan masih menjadi keluhan banyak wisman,” katanya.
Ketua DPC Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Batam, Andi Xie juag menyebutkan bahwa terbitnya perpres tersebut mengenai bebas visa itu tak membahwa pengaruh sama sekali buat pariwisata Batam.
Awalnya, pihaknya menginginkan Visa on Arrival (VoA) bisa dihapus oleh pemerintah pusat. Namun aturan yang baru tak memuat hal tersebut. Bagi dia, Perpres tersebut tidak bisa dikatakan sebagai sebuah stimulus. “Itu (Perpres) enggak ada pengaruh sama sekali. Paling tidak VoA itu di hapus. Kalau enggak, pakai visa 7 hari,” ujarnya, Rabu (4/9).
Jika menggunakan visa 7 hari, paling tidak bisa meringankan beban buat para pelancong ke Batam. Penghematan biaya untuk itu bisa mencapai ratusan ribu.
“Negara lain di ASEAN sudah menghapus VoA, semua sudah free. Nah, kita masih begini-begini saja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata juga mengaku berterima kasih kepada pemerintah pusat terkait terbitnya Perpres yang baru tentang bebas visa kunjungan. Dai mana ada penambahan tiga negara yang bebas visa. Meski dirasa tiga negara tersebut tidak sesuai dengan harapan pemerintah Kota Batam sebelumnya.
“Penambahan itu memang berbeda dengan harapan Walikota Batam Muhammad Rudi. Yang juga sempat bersurat Agustus 2023 lalu ke Kementrian untuk memberi relaksasi visa untuk keempat negara yang banyak memberi sumbangsih kunjungan ke Batam,” sebut Ardi. (*)