
batampos– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan mencatat, delapan kecamatan di Bintan terdampak angin kencang disertai hujan deras, Selasa (17/8/2024) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, Ramlah menyebut, delapan kecamatan yang terdampak angin kencang disertai hujan deras yakni di Kecamatan Bintan Timur, Teluk Bintan, Bintan Pesisir, Bintan Utara, Teluk Sebong, Gunung Kijang, dan Seri Kuala Lobam serta Mantang.
“Ini baru data sementara,” kata mantan Camat Teluk Sebong, Rabu (18/9/2024) siang.
Dia menyebut, jumlah yang terdampak angin kencang di setiap kecamatan berbeda seperti di Kecamatan Bintan Timur tercatat ada dua rumah warga yang rusak akibat angin kencang yakni di Kampung Sungai Datuk dan Kampung Keke, Kijang.
Sementara di Kecamatan Bintan Pesisir, dia menyebut data sementara ada 12 unit rumah yang rusak akibat angin kencang di Desa Numbing.
“Rata-rata kerusakan ringan,” ujarnya.
Masih di Kecamatan Bintan Pesisir, dia mengatakan, seorang bayi berusia 5 bulan dilaporkan terlempar beserta ayunannya di Desa Air Glubi.
Kemudian di Kecamatan Bintan Utara, dia mengatakan, 4 rumah warga rusak di Desa Lancang Kuning, Tanjunguban.
“Kalau di Kelurahan Tanjunguban Utara dilaporkan dua rumah tapi kita masih menunggu laporannya,” katanya.
BACA JUGA: Angin Kencang Akibatkan Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Rusak
Sementara di Kecamatan Gunung Kijang, dia menyebut ada 13 rumah warga yang rusak akibat angin kencang yang tersebar di satu kelurahan dan tiga desa.
Di Kecamatan Seri Kuala Lobam, dia menyebut, lebih dari 30 rumah yang terdampak.
“Desa Busung dilaporkan ada 30 rumah, saat ini didata,” kata dia.
Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan assesmen ke lokasi terdampak angin kencang serta mendata kerusakan yang diakibatkan angin kencang.
Tidak hanya itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar serta melaksanakan aksi gotong-royong bersama warga di lokasi terdampak angin kencang. (*)
Reporter: Slamet







batampos – PT Air Batam Hilir (ABH) angkat bicara terkait aksi unjuk rasa masyarakat Tanjunguncang yang menuntut suplai air bersih ke pemukiman mereka segera dilancarkan. ABH mengaku telah mengupayakan berbagai upaya strategis untuk kelancaran aliran air bersih di wilayah Tanjunguncang ini.

