Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 2737

Hingga Agustus APBN Defisit Rp153,7 T

0
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, beserta jajaran saat konferensi pers APBN KiTA, Senin (23/9).
F. Nurul Fitriana/JawaPos.com

batampos – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kinerja Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2024 tercatat defisit sebesar Rp153,7 triliun. Angka ini tercatat defisit 0,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Adapun hingga akhir Agustus 2024, pendapatan negara tercatat terkontraksi alias menurun sebesar 2,5 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp1.777 triliun. Angka ini tercatat 63,4 persen dari target yang ditetapkan pada tahun ini.

Meski begitu, Sri Mulyani mengklaim bahwa kontraksi yang terjadi ini tercatat lebih kecil dibandingkan pada bulan sebelumnya. Bahkan, masih lebih kecil dari kontraksi yang terjadi pada Juni 2024.

”Kalau masih ingat, bulan lalu itu tercatat 6,5 persen. Pada bulan Juni bahkan bisa mencapai 8 persen, jadi ini adalah kontraksi dari pendapatan negara. Ini yang kita harapkan sampai akhir tahun kita bisa menjaga agar pendapatan negara bisa terus mengejar sesuai targetnya meskipun kita menghadapi situasi yang tidak ringan terutama pada beberapa pos pendapatan seperti penerimaan dari pajak badan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin (23/9).

Dia menjelaskan, hingga akhir Agustus 2024 belanja negara tercatat telah mencapai Rp1.930,7 triliun. Itu artinya sebesar 58,1 persen dari total pagu belanja negara tahun ini telah dibelanjakan dan pertumbuhannya masih sangat kuat sebesar 15,3 persen (yoy).
Menkeu juga membeberkan, paling banyak belanja negara itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemilihan umum (Pemilu) pada awal tahun. Hingga kemudian, bantuan sosial (bansos) el-nino yang diberikan kepada masyarakat.
”Sejak awal tahun pertumbuhan dari belanja negara selalu double digit, ini karena seperti yang sudah dijelaskan di awal tahun kita ada kebutuhan pemilu dan kita membelanjakan terutama untuk belanja bansos el-nino itu semuanya menyebabkan belanja negara meningkat dan double digit ini masih bertahan hingga bulan Agustus bertahan 15,3 persen dibandingkan dengan tahun lalu,” jelas Menkeu.
Dari total pendapatan dan belanja negara itu, Sri Mulyani memastikan bahwa APBN hingga akhir Agustus 2024 mengalami defisit. Di mana situasi keuangan negara memperoleh pendapatan lebih kecil dibanding dengan jumlah pengeluaran pemerintah.
Hingga akhir Agustus 2024, APBN tercatat defisit sebesar Rp153,7 triliun atau 0,68 persen dari PDB. Menkeu mengklaim, defisit yang terjadi ini masih sesuai dengan batasan yang ditetapkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN tahun 2024.
”Dengan pendapatan dan belanja tersebut kita lihat defisit APBN hingga akhir Agustus sebesar Rp153,7 triliun atau ini artinya 0,68 persen dari PDB. Masih dalam track sesuai dengan RUU APBN 2024. Keseimbangan primer kita masih dalam posisi status surplus sebesar Rp161,8 triliun. Ini adalah kinerja APBN akhir Agustus 2024,” paparnya. (***)

Kemenag Mengisi Pembangunan Kepri; Kerukunan Semakin Erat, Madrasah Terus Berkembang

0
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepri, Mahbub Daryanto

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepri turut menjadi bagian yang tidak terpisah dalam mengisi pembangunan di Provinsi Kepri. Jika Provinsi Kepri berdiri pada 24 September 2002, sedangkan Kemenag Provinsi Kepri terbentuk tiga tahun berikutnya atau pada 2005 silam.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepri, Mahbub Daryanto, mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat peran madrasah untuk memberikan warna dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Provinsi Kepri. Baginya, madrasah memegang peran strategis dan memberikan pengaruh pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Kepri.

Panas dan dinginnya iklim keumatan di suatu tempat tidak lepas dari seberapa besar peran pemerintah, stakeholders, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga umat itu sendiri dalam menyebarkan pengaruh-pengaruh kebaikan. Dalam hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengemban peran pemerintah, menjadi suar bagi umat agar tidak tersesat dalam menafsirkan ilmu agama saat mengarungi riak kehidupan.

Selama 22 tahun usia Kepri, pemerintah melalui Kemenag di Kepri, terus melakukan ref-leksi sejauh mana perkemba-ngan kondisi keagamaan dan pendidikan agama melalui tangan-tangan dingin jajarannya dan semua pihak yang terlibat. Refleksi yang melahirkan gagasan-gagasan perbaikan pelayanan umat agama di setiap periodeisasi kepemimpinan secara berkelanjutan.

Dalam hal kerukunan umat, Kepri terus mengalami pening-katan dalam beberapa tahun terakhir. Kepri menjadi provinsi paling rukun setelah menempati peringkat teratas yakni, peringkat pertama indeks kerukunan umat beragama tahun 2022 dengan nilai 85,78, dan peringkat kedua indeks kerukunan umat beragama tahun 2023 dengan nilai 83,58.

Kerukunan ini merupakan hasil kolaborasi yang apik antara Kemenag, pemerintah daerah, dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) yang berisi tokoh-tokoh umat lintas agama.
Kemenag, dengan program prioritas moderasi beragama turut memegang andil terciptanya Keharmonisan umat di Kepri. Program prioritas ini merupakan ikhtiar untuk membentuk karakter moderat dalam bera-gama. Sebuah karakter yang memahami dan mengamalkan cara beragama yang tidak ekstrem. Program ini disampaikan melalui penyuluh-penyuluh agama yang tersebar di seluruh wilayah Kepri.

Selebihnya, kerukunan merupakan hasil alami dari sifat manusia yang memiliki kecenderungan ingin hidup damai dan menghindari konflik, terutama masyarakat melayu, yang terkenal dengan budaya rukunnya. Oleh karenanya, FKUB Provinsi Kepri mengenalkan sekaligus mengingatkan kembali jati diri masyarakat Kepri dalam slogannya, Rukun Budaye Kite.

 

Madrasah Terus Berbenah
Dalam perkembangannya selama 22 tahun ini, lembaga pendidikan berbasis agama di Kepri seperti madrasah juga terus melakukan pembenahan. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran bahwa gene-rasi cerdas dan berakhlak tidak hanya lahir dari doa dan kema-uan diri. Di tengah persaingan global, madrasah dituntut untuk beradaptasi agar tetap rele-van dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dengan pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana, pengajar yang berkompeten, dan ekskul yang bermanfaat.

Sejak tahun 2020 hingga 2024, Kanwil Kemenag Kepri telah memfasilitasi pemenuhan sarana prasarana (sarpras) 17 madrasah negeri dari 26 madrasah. Kanwil Kemenag Kepri juga sudah memfasilitasi penyerahan bantuan peningkatan sarpras bagi 56 madrasah swasta dari 308 madrasah swasta se-Kepri.

Bantuan tersebut bersumber dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negera) dan bantuan dari Kementerian PUPR bagi madrasah negeri, bantuan kinerja dan bantuan afirmasi (BKBA) dan bantuan pusat peralatan dan meubelair bagi madrasah swasta.

Di 2 tahun terakhir, yakni tahun 2023, Kanwil Kemenag Kepri memfasilitasi pemba-ngunan gedung sarpras mad-rasah dengan sumber anggaran SBSN antara lain, pembangunan gedung Ruang Kelas Baru (RKB) MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Kepulauan Anambas, pembangunan gedung laboratorium dan perpustakaan MAN Tanjungpinang, pembangunan gedung RKB MTsN Singkep Kabupaten Lingga.

Sedangkan di tahun 2024 ini, Kanwil Kemenag Kepri sedang mengawal progres pembangu-nan gedung RKB madrasah dengan anggaran SBSN anta-ra lain di MTsN Tanjungpinang, MIN Tanjungpinang, MTsN Bintan, MAN Batam, MTsN 2 Batam, MTsN 3 Natuna – Midai, dan MTsN 1 Natuna – Bunguran Barat.

Peningkatan sarpras mad-rasah ini juga seiring dengan peningkatan akademik peserta didik. Madrasah mulai menunjukkan tajinya. Dari catatan setahun terakhir ini, madrasah di Kepri berlomba-lomba menunjukkan karakteristik keunggulannya masing-masing. Program Cambridge menjadi unggulan madrasah negeri di Kota Batam, sementara kabupaten/kota lainnya mengemas program Amtsilati (metode cepat baca Kitab Ku-ning) sebagai ekstra kurikuler unggulannya. (*/adv)

PT STG Keruk Alur Laut di Lingga untuk Bangun Tempat Latihan TNI AL

0

batampos – Pihak TNI AL secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Surya Timur Gemilang (STG), untuk pengerukan dan pendalaman alur laut di area latihan Pantai Todak, Lanal Dabo Singkep, Lingga. Proyek yang mencakup area seluas lebih dari 7.000 hektare ini, diharapkan mendukung kelancaran latihan TNI AL serta memperkuat infrastruktur maritim Indonesia.

TNI AL
Pihak TNI AL saat menandatangani PKS bersama PT STG untuk pengerukan dan pendalaman alur laut di area latihan Pantai Todak. F Istimewa untuk Batam Pos

PKS ini berdasarkan surat perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Dr Muhammad Ali, yang dikeluarkan 28 Agustus 2024. Penandatanganan diwakili Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I), Laksamana Muda TNI Yoos Suryono, yang bertindak atas nama TNI AL di Mako Koarmada 1.

PT STG, perusahaan yang berkantor pusat di Mega Legenda 2 Blok B2 Nomor 03 Batam, akan mengelola proyek pengerukan yang mencakup area seluas sekitar 7.055,29 hektare dengan target kedalaman 10 meter.

BACA JUGA:
Pelaku Wisata Sambut Baik Intruksi Bupati Lingga Buka Jalur Langsung Batam-Benan

Direktur Utama PT STG, Ahmad Syahbudin mengucapkan rasa syukur karena dipercaya sebagai perusahaan yang bakal mengerjakan proyek pengerukan dan pendalaman alur area latihan. Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah dan masyarakat setempat. “Secepatnya ini akan kami garap. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar,” ujarnya.

PT STG telah melakukan kajian dengan turun ke lokasi untuk pengerjaan tersebut, sejak 2023 lalu. Termasuk sosialisasi ke masyarakat Lingga.

Soal isu keran ekspor pasir laut yang beredar, Syahbudin menegaskan, perusahaannya tidak akan terlibat dalam ekspor itu. Hanya saja mereka memanfaatkan hasil material tersebut di areal izin reklamasi. “Kami telah memiliki titik dumping area sendiri. Kami tidak dibayar, tetapi memanfaatkan material tersebut,” kata Syahbudin.

Ia menegaskan, PT STG bukan satu-satunya perushaan yang melakukan PKS dengan TNI AL. Ada beberapa perusahaan lain yang ikut bekerja sama dalam pekerjaan tersebut namun di wilayah yang berbeda.

PKS ini, lanjutnya, diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan infrastruktur maritim Indonesia. PT STG pun mendukung kesiapan TNI AL di wilayah strategis Pantai Todak. (*)

Reporter: ARJUNA

The Harvest Hadirkan Koleksi Terbaru

0

batampos – The Harvest, pelopor dalam dunia bakery premium sejak tahun 2004, kembali menghadirkan inovasi terbaru bagi para pecinta kuliner manis di Indonesia. Dengan lebih dari 100 cabang di seluruh negeri, The Harvest secara konsisten memberikan pengalaman tak terlupakan melalui produk-produk berkualitas tinggi. Kali ini, The Harvest mengusung tema “Experience the Beauty of Taste, Look & Texture”, menawarkan rangkaian produk terbaru yang menggoda lidah, memanjakan mata, dan menciptakan sensasi berbeda di setiap tekstur yang dihadirkan.

Ruby Series Cake: Keindahan dan Rasa dalam Satu Gigitan

Salah satu sorotan dari peluncuran kali ini adalah *Ruby Series Cake*—sebuah inovasi dalam dunia pastry yang menggabungkan cokelat Ruby alami berwarna pink dengan rasa fruity yang unik. Ruby Series Mini Cake Set terdiri dari enam varian rasa yang memikat, yaitu:

  • Avocado Pistachio
  • Ruby Earl Grey
  • Ruby Pistachio
  • Ruby Cheese
  • Ruby Strawberry
  • Tropical Mango

Setiap varian disajikan dalam ukuran personal yang memudahkan para pecinta kue untuk menikmatinya secara individual atau sebagai hadiah spesial bagi orang tersayang. Ruby Series hadir dengan tampilan yang elegan, menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang ingin menikmati rasa kue yang tidak biasa, penuh dengan inovasi dan estetika.

Afternoon Tea Petite Series: Nikmati Momen Berkualitas dengan Gaya High Tea

Selain Ruby Series, The Harvest juga mempersembahkan *Afternoon Tea Petite Series* yang terdiri dari delapan kue mungil dengan rasa premium seperti Strawberry, Raspberry Mango, Cherry, Apple, Yuzu, Chocolate, Gold Cheese, Ferrero Rocher, dan Chicken Karaage. Set ini sempurna dinikmati bersama orang terdekat dalam suasana santai, menjadikan waktu minum teh menjadi lebih spesial.

Afternoon Tea Petite Series tersedia di tiga gerai eksklusif The Harvest: Tebet, Ampera, dan Cibubur, yang menawarkan pengalaman *high tea* dengan sentuhan kelezatan mewah.

 

Molten Tart Series dan Tissue Bread: Sensasi Kue Premium yang Viral

Bagi penggemar keju, *Molten Tart Series* menjadi pilihan yang tak boleh dilewatkan. Tersedia dalam empat varian rasa—Molten Cheese Tart, Molten Chocolate Tart, Molten Blueberry Cheese Tart, dan Molten Smoked Beef—setiap tart dipenuhi keju meleleh yang siap memanjakan selera. Rasanya yang tidak terlalu manis membuatnya cocok sebagai camilan atau bahkan hadiah yang sempurna untuk orang-orang terkasih.

Tidak ketinggalan, *Tissue Bread* juga hadir sebagai inovasi roti viral dengan tekstur berlapis-lapis yang halus. Dengan dua pilihan rasa—roti susu kental manis dan roti gula muscovado—Tissue Bread memberikan pengalaman baru dengan menarik setiap lapisannya, yang cocok dinikmati bersama susu atau selai untuk sarapan.

 

Matcha Series Beverages: Kombinasi Kesegaran dan Rasa Matcha yang Tak Terlupakan

Penggemar minuman berbasis matcha kini dapat menikmati *Matcha Series Beverages* dari The Harvest, yang menghadirkan tiga pilihan unik: Matcha Latte, Passion Fruit Matcha, dan Watermelon Matcha. Setiap minuman diracik untuk memberikan sensasi rasa yang ringan namun tetap autentik, tanpa rasa pahit yang berlebihan. Minuman ini cocok dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

 

Harga dan Ketersediaan Produk

Produk-produk baru dari The Harvest ini tersedia di toko-toko pilihan dengan harga berikut:

  • Ruby Mini Cake Set (set of 6) mulai dari Rp 375.000
  • Afternoon Tea Petite Series (set of 8) seharga Rp 250.000 untuk dua orang
  • Molten Tart Series mulai dari Rp 35.000
  • Tissue Bread seharga Rp 25.000
  • Matcha Series Beverages mulai dari Rp 38.000

(*)

Perkuat Literasi Generasi Muda, Kantor Bahasa Taja Bengkel Menulis Berita

0

batampos-Kantor Bahasa Provinsi Kepri terus berupaya meningkatkan kemampuan literasi generasi muda di wilayah Provinsi Kepri. Teranyar dengan menggelar Bengkel Menulis Berita bagi Generasi Muda.

Kegiatan Bengkel Menulis Berita bagi Generasi Muda digelar 17-20 September lalu bertempat di SMA Swasta Santa Maria, Tanjungpinang.

“Adapun peserta dalam kegiatan tersebut adalah 20 siswa dan siswi yang semuanya dari SMA Swasta Santa Maria, Tanjungpinang,” ujar Kordiantor Kegiatan Teguh Madia Tarigan, Senin (23/9) di Tanjungpinang.

BACA JUGA: Kantor Bahasa Provinsi Kepri Laksanakan Tahapan Pembekalan Parade Wajah Bahasa Ruang Publik Sekolah

Lebih lanjut katanya, pihkanya memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kepala Sekolah SMA Swasta Santa Maria Tanjungpinang oleh Thomas Mas Leiden bersama jajarannya.

“Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi teknik dasar penulisan jurnalistik sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD),” jelasnya.

Dijelaskannya, kemudian dihari kedua tentang bagaimana menulis feature atau stori telling. Sedangkan dihari ketiga berkaitan dengan teknik penulisan essai.

“Untuk hari keempat diisi dengan materi artikel. Semoga dengan pelatihan ini, bisa menambah pengetahuan literasi generasi muda, khusunya dalam bidang jurnalistik,” tutupnya.

Adapun pemateri dalam kegiatan ini adalah Indah Puji Astuti, Dosen Umrah, Yoan Sutrisna Nugraha merupakan sastrawan dan penyiar RRI Tanjungpinang.

Selain itu ada juga Fatih Muftih pendiri Mekanikata Tanjungpinang, dan Jailani merupakan Kepala Perwakilan Batampos-Tanjung-Bintan.(*)

Reporter: Jailani

Di Balik Akhir Penyanderaan Panjang Pilot Susi Air Philip Mehrtens (1)

0

Philip Mehrtens menjalani dua kali pembebasan secara simbolis sebelum benar-benar dibebaskan. Butuh berbulan-bulan dan keluar masuk hutan agar tim negosiasi bisa diterima Egianus Kogoya dan kelompoknya yang menyandera pilot asal Selandia Baru tersebut.

DI honai sempit di sebuah kampung di sudut Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, itu, Edison Gwijangge untuk kali pertama bertemu langsung Philip Mehrtens. Beberapa anak buah Egianus Kogoya, kelompok yang menyandera pilot asal Selandia Baru, itu ikut mendampingi.
’’Kepada saya Philip bilang dia sehat dan orang-orang di Kampung Yuguru telah menjaganya dengan baik,” kata Edison, mantan penjabat bupati Nduga itu, tentang pertemuan pada 17 September tersebut.

Pilot Susi Air yang disandera kelompok yang dipimpin Egianus Kogoya, salah satu faksi dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), sejak 7 Februari tahun lalu itu juga meminta pemerintah menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan.

’’Dia juga berharap pemerintah Indonesia menyiapkan makanan agar warga di kampung tersebut bisa makan,” lanjut Edison yang menjabat ketua tim pendampingan masyarakat dan pilot dalam upaya pembebasan Mehrtens kepada Cenderawasih Pos pada Minggu (22/9).
Permintaan Mehrtens itu direspons kedua pemerintahan. Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan, Polda Papua langsung mengirim permintaan bahan makanan ke Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Nduga.

Edison menyebut bahan makanan yang dikirim adalah beras dan ayam beku.

’’Jumlahnya cukup setidaknya sampai musim yang sedang tidak menentu sekarang ini berakhir,” katanya.

Di kampung itulah Mehrtens dibebaskan pada Sabtu (21/9) pekan lalu. Dia dijemput tim kecil dengan Edison ada di dalamnya. Tim tersebut bertolak dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan helikopter carteran milik Asian One PK-LTY pukul 08.15 WIT.

Begitu bertemu Mehrtens, tim langsung membawanya dengan helikopter yang sama menuju Mako Brimob Batalyon B/Timika. Rombongan mendarat pukul 12.04 WIT di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika.

Pembebasan Mehrtens sebuah proses panjang. Edison bertugas sejak awal penyanderaan berdasar surat tugas yang dikeluarkan mantan Pen­jabat Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo.

Tugasnya melakukan koordinasi, komunikasi, dan konsolidasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Egianus Kogoya.

’’Saya bertindak sebagai ketua tim di tingkat keluarga dengan merekrut beberapa intelektual yang rata-rata dari keluarga, tugas kami ke­luar masuk melakukan pende­katan ke kecamatan-kecamatan (distrik) di mana pilot itu ditahan,” ungkapnya.

Dia harus melakukan pendekatan selama berbulan-bulan untuk bisa diterima Egianus dan kelompoknya. Maklum, di kalangan TPNPB-OPM, Egianus termasuk disegani dan memiliki pasukan dan senjata yang cukup leng­kap.

Sebelum akhirnya Mehrtens diserahkan, ujar Edison, telah dilakukan dua pembebasan secara simbolis pada Agustus. Yang pertama pada 3 Agustus di Kampung Luaren, Distrik Wutpaga, Kabupaten Nduga. Saat itu, Egianus selaku pimpinan Kodap (Komando Daerah Pertahanan) III TPNPB mengumumkan demi kemanusiaan, dia membebaskan Mehrtens.

’’Saat itu yang hadir adalah jajaran Kodap III dan warga yang berada di tujuh desa di Distrik Kuyawage,” bebernya.

Philip Mehrtens memberi keterangan setelah dibebaskan.
F. Cendrawasi Pos/JPG

Pembebasan simbolis kedua terjadi pada 27 Agustus 2024, juga di Kampung Luaren. Sesudah dua pembebasan simbolis itulah Edison bersama tim menemui Mehrtens untuk mengecek kondisinya.

’’TNI-Polri turut andil dalam pembebasan pilot Philip dan Kapolres Mimika AKBP I Ko­mang Budiartha adalah eksekutor dalam pembebasan ini. Sebab, saat tim keluar masuk melakukan negosiasi, beliau yang memfasilitasi pem­biayaan ketemu pilot, termasuk memberikan bahan makanan ke masyarakat,” ungkapnya.

 

Isu Uang Tebusan

Pembebasan Mehrtens terbilang mengejutkan mengingat dua pekan sebelumnya Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sembom melansir proposal pembebasan yang diklaim telah disetujui Egianus. Dia mengklaim kalau proposal tersebut buah koordinasinya selama ini dengan Egianus.

Setelah pembebasan, Sebby juga menyebut kalau Mehrtens dibebaskan karena kompensasi uang dari militer dan polisi. Uang itu, sebutnya, diserahkan oleh Edison.

’’Uang kemudian sampai ke tangan kelompok Egianus lewat ’perantaraan sistem keluarga’. TPNPB lalu menyerahkan Philip, kemudian Philip diserahkan ke militer dan polisi Indonesia,” kata Sebby, seperti dikutip dari AFP.

Namun, Satgas Operasi Damai Cartenz dan pemerintah Selandia Baru menampik klaim itu. Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters menyebut diplomasilah yang membuat Mehrtens bisa bebas.

’’Sungguh memalukan bahkan ada yang berpikiran suap terlibat dalam hal ini. Kami tidak membayar tebusan, ka­mi tidak memberikan suap,” ka­ta Peters kepada Radio New Zealand.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Bayu Suseno juga memastikan tidak ada permintaan tebusan da­ri Egianus. ’’Tidak ada syarat lain yang diminta juga,” tegasnya.

 

Layaknya Tamu
Selama di Yuguru, Edison menyebut Mehrtens dihormati layaknya tamu. Karena itu pula, sebelum dia dibebaskan, masyarakat setempat menggelar prosesi bakar batu.
Begitu pula ketika Mehrtens akan dibawa dari Kuyawage ke Yuguru, lanjut Edison, war­ga setempat juga melakukan prosesi serupa.

Bakar batu pu­nya berbagai nama di berba­gai sudut Papua. Di Wamena, misalnya, disebut kit oba isogoa. Sedangkan di Nduga namanya kerep kan.

’’Prosesi bakar batu punya nilai sosial yang kompleks. Salah satunya untuk penghormatan kepada tamu yang akan pulang,” jelas Edison. (*)

UNRIKA Hadirkan Inovasi Teknologi Alat Pendeteksi Dini Banjir di Kelurahan Sei Pelunggut Kecamatan Sagulung Kota Batam

0
cek banjir
foto: UNRIKA untuk Batam Pos

batampos – Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) mempersembahkan Inovasi Teknologi dalam rangka Mitigasi Bencana Banjir melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Pada 21 September 2024, UNRIKA melaksanakan kegiatan, “Penerapan Alat Pendeteksi Dini Banjir Berbasis Internet Of Thinks di Kelurahan Sei Pelunggut Kota Batam. Inovasi utama yang dihasilkan adalah Alat Pendeteksi Dini Banjir Berbasis Internet of Thinks yang dikembangkan oleh tim dosen dan mahasiswa UNRIKA. Alat Pendeteksi Dini Banjir menggunakan Sensor Ultrasonik untuk mengukur tinggi muka air pada interval waktu tertentu secara otomatis dan dilengkapi dengan papan duga air yang dipantau melalui IP CAMERA CCTV untuk merekam kondisi aktual secara real time.

UNRIKA melibatkan Komunitas Peduli Lingkungai Sungai Pelunggut (KOPLING SUPEL) dan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV dalam program pelatihan penggunaan alat pendeteksi dini banjir yang dipasang di 3 (tiga) titik lokasi (Kavling Kamboja, Kavling Seroja dan Kavling Flamboyan) dalam rangka mitigasi bencana untuk mengurangi resiko banjir bagi masyarakat pesisir.

Proyek ini didanai oleh Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan nomor kontrak Nomor : 001/K-PKM/LPPM/UNRIKA/VI/2024. Selain Program Pelatihan UNRIKA juga memberikan Inovasi Sumur Resapan Biopori untuk mengurangi genangan banjir di Kavling Seroja Kelurahan Sei Pelunggut Kota Batam. (*)

 

Perintahkan Jual Sabu untuk Biaya Sidang Banding

0
image0 4 e1702032220755
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes pol Zahwani Pandra Arsyad. Foto. Humas Polda Kepri

batampos  – Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan bahwa mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang, SN, yang dijatuhi sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan dari Polri saat ini masih menjalani sidang banding.

“Proses banding di Mabes Polri masih berjalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/9).
Sedangkan personel lainnya juga dijatuhi sanksi PDTH dan lima di antaranya sudah dipindahkan dari sel Mapolda Kepri ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam.

“Empat personel lagi masih (sel) di Polda, termasuk mantan Kasat (SN). Belum dipindahkan semuanya, karena masih ada pengembangan (kasus),” ujar sumber Batam Pos di lingkungan Mapolda Kepri.

Diketahui, kasus pertama yang melibatkan Kompol SN dan sembilan anggota lainnya juga menyeret lima anggota Satres Narkoba Polresta Barelang lainnya. Mereka ditangkap Paminal Mabes Polri, terdiri satu perwira dan empat bintara dengan barang bukti 5 kilogram sabu.

Barang bukti ini disimpan di dalam rumah salah seorang anggota di perumahan elite Sukajadi, Batam Kota, dan rencananya akan dijual ke Pekanbaru, Riau. “Sabu itu memang diminta dijual seorang perwira untuk biaya banding dan praperadilan nanti,” sambung sumber tersebut.

Kini, lima personel yang baru ditangkap tersebut dibawa ke Mabes Polri untuk proses pe-ngembangan. “Kemungkinan besar masih ada anggota lain (Satres Narkoba) yang akan kena,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Barelang diperiksa dan ditahan Propam Polda Kepri. Para personel ini diduga bermain dengan bandar sabu di Kampung Aceh, Mukakuning berinisial As.

Kasus ini bermula saat Ditres Narkoba Polda Kepri menangkap As dengan barang bukti 1 kg sabu. Dari pemeriksaan, As mengaku barang bukti itu didapatkan atau dibeli dari personel Satres Narkoba Polresta Barelang dengan nilai ratusan juta rupiah.

Dari pengakuan As tersebut, Propam Polda Kepri memeriksa salah seorang anggota yang menjual sabu itu. Dan anggo-ta tersebut mengaku perbuatannya atas perintah atasannya atau Kasat Narkoba.

Terpisah, Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompunsunggu, mengatakan dengan adanya kasus ini, ia meningkatkan pengawasan kepada personelnya.

“Pengawasan dalam pekerjaan, pelaksanaan apel. Kemudian, pelaksanaan pekerjaannya masing-masing, job description,” ujarnya di Mapolresta Barelang, kemarin.
Selain pengawasan, Heribertus mengaku sudah mengganti anggotanya yang terlibat kasus tersebut.

“Saya mengganti anggota yang terlibat, dan meminta Pak Kapolda. Yang personel Polresta Barelang berkurang 10 orang,” katanya.

Menurut dia, pergantian personel ini bertujuan untuk penyegaran satuan. Kemudian sebagai pengingat kepada personel lama bahwa posisinya tersebut hanya sementara.

“Memang tour of duty itu sangat diperlukan. Supaya personel tidak menganggap bahwa posisinya saat sekarang itu milik pribadi, sehingga ada penyegaran dan tidak terkontaminasi,” ungkapnya.

Heribertus juga berpesan kepada personel yang baru nanti agar bekerja sesuai prosedur, tidak melanggar kode etik serta tidak tersandung pidana. “Karena memang dalam (Satuan) Narkoba ini bentuk tim, tapi jangan sampai juga ada pengkondisian di lapangan,” tutupnya. (*)

Evaluasi 22 Tahun Berdirinya Provinsi Kepri

0
Capt Luther Jansen

batampos – Selasa (24/9) hari ini, adalah waktu yang bersejarah bagi Provinsi Kepri, karena daerah ini genap berusia 22 tahun sejak ditetapkan sebagai provinsi otonom di era Presiden Megawati pada 2002 lalu. Kepri sudah mengalami kemajuan menjanjikan, mes-kipun masih terdapat berbagai kekurangan.

Ketua DPRD Provinsi Kepri Sementara, Capt Luther Jansen, mengatakan bahwa Provinsi Ke­pri akan genap berusia 22 ta­hun hari ini, Selasa (24/9/­2024). Dalam kacamatanya, persoalan kesenjangan pemba­ngunan antardaerah menjadi tantangan hebat yang harus dituntaskan.

“Tujuan utama dari pem­ba­ngunan dampaknya adalah pada peningkatan ekonomi dae­rah. Namun, tantangan mem­bangunan Provinsi Kepri tentu tidak mudah, karena persoalan rentang ken­dalinya,” ujar Capt Luther Jan­sen, di Tanjungpinang, Senin (23/9).

Politisi Partai Gerakan Indonesia (Gerindra) ini menyatakan bahwa telah banyak capaian-capaian pembangunan Provinsi Kepri di usia 22 tahun ini. Ia memberikan apresiasi khu­sus kepada para pemimpin Pro­­vin­si Kepri yang telah meletak­kan tonggak sejarah pem­ba­ngunan dan pemerintahan di Provinsi Kepri.

Yakni para mantan gubernur dan wakil gubernur maupun kepemimpinan saat ini.

“Namun demikian, pemba­ngunan tidak boleh berhenti, dan harus terus dilanjutkan. Meskipun di tengah keterbatasan anggaran, pembangunan infrastruktur tetap harus diutamakan,” tegasnya.

Keinginan dari pembentukan Provinsi Kepri ini adalah untuk mempercepat kemajuan pembangunan daerah. Adapun muaranya adalah kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, karektristik pembangunan daerah kepulauan dengan provinsi daratan sangat berbeda, karena membutuhkan biaya yang cukup mahal.

“Kebutuhan pembangunan setiap daerah tidak bisa kita pukul rata secara umum, karena daerah kepulauan. Tetapi langkah yang baik sudah dilakukan, dan ini wajib untuk diteruskan,” paparnya.

Sementara itu, mantan Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak, mengatakan, sampai dengan usia ke-22 tahun, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Kepri dapat berjalan dengan baik, dan kehidupan bermasyarakat berlangsung aman dan damai.

“Telah banyak hasil-hasil pembangunan di Provinsi Kepri. Pembangunan yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, pembangunan untuk meningkatkan kesejahte­raan masyarakat dan mem­bangun kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Jumaga.

Keberhasilan pembangunan di Provinsi Kepri, tidak terlepas dari dukungan forum koordinasi pimpinan daerah (forkompinda) yang senantiasa selalu memberikan dukungan, masukan, saran, pen­dampingan dan turut ser­ta berpartisipasi langsung da­lam permasalahan sosial, kesehatan masyarakat dan pem­bangunan.

“Kita juga bangga memiliki forkopimda yang selalu kompak dengan sepenuh jiwa mendedikasikan tenaga dan pikiran untuk kemajuan Provinsi Kepri,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini. (*)

 

Reporter : JAILANI

Presiden Resmikan Smelter di Sumbawa Barat dan Gresik

0
Presiden Joko Widodo meresmikan Smel­ter Tembaga dan Pemurnian Logam Mulia mi­lik PT Amman Mineral Internaional TBK di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, senin (23/9).
F. Setpres

batampos – Menjelang turun takhta, kesibukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berkurang. Kemarin atau 27 hari menjelang lengser, Jokowi berkunjung ke Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur. Di dua tempat tersebut, Jokowi meresmikan smelter.

Di NTB, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, Jokowi meresmikan smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Tbk. Peresmian itu menandai langkah penting dalam hilirisasi industri tembaga Indonesia.

’’Saya gembira pada pagi hari ini (kemarin pagi, red), sebagai pemilik cadangan tembaga yang masuk dalam tujuh besar dunia, Indonesia telah memasuki babak baru dalam hilirisasi industri tembaga,’’ ujarnya.

Jokowi menyinggung pentingnya peralihan struktur ekonomi Indonesia.

Dari yang selama ini bergantung pada konsumsi domestik, menuju ekonomi yang bertumpu pada produksi.

’’GDP ekonomi kita 56 persen itu bertumpu pada konsumsi domestik. Ini yang harus diubah,” katanya.

Menurut dia, Indonesia kini memasuki fase baru dengan pengoperasian smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk. Sebab, Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah, melainkan mengolahnya menjadi produk-produk siap pakai. ’’Kita ingin kebutuhan produk-produk tembaga dunia itu ke depan bergantung pada Indonesia,’’ ungkapnya.

Smelter tembaga dengan nilai investasi Rp 21 triliun tersebut menggunakan teknologi canggih untuk meng-hasilkan katoda sebagai pro­duk utama. Jumlah yang dihasilkan adalah 220 ribu ton ka­toda tembaga. Smelter tersebut juga akan menghasilkan 18 ton emas, 55 ton perak, dan 850 ribu ton asam sulfat setiap tahun.

Dari Sumbawa Barat, Jokowi langsung menuju Gresik, Jawa Timur. Dia meresmikan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan ekonomi khusus (KEK) Java Inte­grated Industrial dan Port Es­tate (JIIPE) Kecamatan Manyar.

Smelter tersebut diklaim mampu mendongkrak pendapatan negara hingga Rp80 triliun. Dalam sambutannya, Jokowi menceritakan awal mula perencanaan proyek yang berjalan alot pada 2017 lalu. Hal itu tidak terlepas dari nilai investasi yang mencapai Rp56 triliun.

’’Sehingga perusahaan harus benar-benar mengalkulasi dan menghitung secara terperinci,’’ ungkapnya.

Upaya yang dilakukan membuahkan hasil. Terbukti dengan diselenggarakannya groundbreaking PTFI pada Oktober 2021 silam. ’’Alhamdulillah, setelah 3 tahun kurang 4 bulan, proses produksi bisa diresmikan,’’ ujarnya.

Jokowi mengapresiasi kerja keras jajaran direksi dan karyawan PTFI. Apalagi, mereka mampu menyulap lahan seluas 100 hektare sesuai target. Proyek tersebut juga diharapkan mampu mendorong percepatan hilirisasi industri pertambangan yang berdampak luas kepada masyarakat.

’’Milik Indonesia, saya pun telah menghitung revenue pendapatan negara bisa mencapai Rp80 triliun tiap tahunnya,’’ beber pria asal Solo itu.

Smelter PTFI dirancang dengan kapasitas pemurnian 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Jumlah tersebut didapatkan langsung dari tambang bawah tanah terbesar di dunia yang berada di Papua. Selanjutnya, diolah di smelter yang berada di Gresik.

’’Mampu menghasilkan setidaknya 600 ribu ton katoda tembaga, kurang lebih 50 ton emas, dan 210 ton perak,’’ ungkap Presiden PT Freeport Indonesia Tony Wenas.

Dia menegaskan, proyek itu tidak mungkin terjadi tanpa bantuan pemerintah. Baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. ’’Demikian halnya dengan komunikasi dan sosialisasi bersama masyarakat. Alhasil, progres pembangunan smelter bisa selesai tepat waktu sesuai kurva yang disepakati,’’ bebernya. (*)