Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 2762

100 Warga Binaan Rutan Batam Jalani Pemeriksaan Penyakit Menular

0
rutan 1
Ilustrasi. Rutan Kelas II A Batam saat menggelar festival musik kepada warga binaan. Foto: Rutan Batam untuk Batam Pos

batampos – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam kembali jalani pemeriksaan penyakit menular. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Puskesmas Seilangkai yang dikemas dalam kegiatan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV – Infeksi Menular Seksual (IMS), Kamis(12/09).

Karutan Batam Fajar Teguh Wibowo menjelaskan pemeriksaan ini perlu untuk mendeteksi dan mencegah menyebarnya penyakit menular di dalam lingkungan Rutan. Rutan yang sering keluar masuk dengan wara binaan dan tahanan baru perlu pemeriksaan rutin sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit menular tadi.

“Ada yang keluar dan masuk jadi memang pemeriksaan harus rutin dilakukan untuk upaya antisipasi, ” kata Fajar.

Dalam pemeriksaan tersebut, ada 100 orang warga binaan yang ikut. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan kesehatan secara umum, tes HIV dan IMS. Selain pemeriksaan, warga binaan juga mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya HIV dan IMS serta langkah-langkah pencegahannya.

“Tes ini dilakukan secara sukarela untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan para warga binaan. Ini merupakan bagian dari program kesehatan nasional yang secara rutin dilakukan di berbagai tempat, termasuk di lembaga pemasyarakatan dan Rutan, ” kata Fajar.

Pemeriksaan ini disebutkan Fajar penting, mengingat tingginya risiko penyebaran penyakit menular dengan keterbatasan ruang gerak seperti rutan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Puskesmas Sei Langkai. Kami sangat mendukung kegiatan ini, karena penting bagi warga binaan untuk memahami kesehatan seksual dan melakukan pencegahan dini terhadap penyebaran penyakit menular seksual. Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kesehatan seluruh warga binaan di Rutan Batam,” ujar Fajar.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan seksual, serta mendukung upaya pencegahan penyebaran penyakit menular di Rutan Batam. Rutan Batam berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam program-program kesehatan guna menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi seluruh warga binaan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Ada Tiga Suspek Mpox di Batam, Hasil Akhir Dinyatakan Negatif

0
Cacar Monyet 1
Ilustrasi.

batampos – Tiga orang warga Batam yang sebelumnya dinyatakan sebagai suspek monkeypox (mpox) dinyatakan negatif setelah hasil tes laboratoriumnya keluar. Sebelumnya, ketiga orang tersebut dirawat di Rumah Sakit Bayangkara Polda Kepri dan Puskesmas Lubuk Baja sejak awal September 2024 yang lalu.

“Alhamdulillah hasilnya telah keluar hari ini, ketiganya negatif mpox, ” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, Kamis (12/9).

Menurut informasi dari Dinas Kesehatan Kota Batam, pasien yang merupakan warga Batam ini sebelumnya menunjukkan gejala yang mengarah ke mpox, seperti ruam kulit dan demam. Segera setelah gejala tersebut muncul, pasien dirawat di rumah sakit dan dilakukan tes untuk memastikan diagnosis.

“Setelah menjalani serangkaian tes laboratorium dan evaluasi medis, hasil tes menunjukkan bahwa pasien tersebut negatif dari mpox. Ketiganya juga tak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Kemungkinan itu hanya cacar air biasa,” tambah dr. Didi.

Kadinkes juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan memperkuat upaya pencegahan untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih lanjut dari penyakit ini.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda dan pencegahan mpox untuk menjaga kesehatan dan keselamatan semua warga.” tambahnya.

Dengan hasil negatif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dan tetap waspada terhadap kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Batam mengimbau warga untuk terus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dan melaporkan jika mengalami gejala yang mencurigakan.

Adapun ketiga suspek monkeypox di Batam yang dinyatakan negatif ini adalah PZ, 12 dan DK, 12, rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara sampel diambil 5 September 2024 lalu dan keluar 6 September dengan hasil negatif. Keduanya merupakan warga Sambau dan Batu Besar, Nongsa.

Pasien ketiga PM, 22, rawat jalan di Puskesmas Lubukbaja. Sample diambil pada 9 September 2024 dan hasilnya negatif. “Sample yang diambil Lesi dan Swab Orofaring. Pasien ketiga ini merupakan warga Baloi, Lubukbaja, ” pungkas Kadinkes.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam semakin memperkuat upaya deteksi dini dalam menghadapi ancaman penyebaran Mpox (Monkeypox) di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mencegah penularan lebih lanjut, setelah ditemukannya beberapa kasus di wilayah Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, bahwa pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sosialisasi, pelatihan tenaga kesehatan, serta memperluas jaringan deteksi dini di seluruh fasilitas kesehatan di Batam.

“Deteksi dini sangat penting untuk mengidentifikasi gejala dan segera melakukan tindakan isolasi. Dengan langkah ini, kita bisa mengurangi risiko penyebaran lebih luas,” ujar dr. Didi.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas untuk menyiapkan fasilitas isolasi bagi pasien yang terdeteksi terinfeksi Mpox. Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk segera melaporkan jika mengalami gejala seperti demam, ruam kulit, atau gejala lain yang mengarah pada infeksi Mpox.

Di tengah peningkatan deteksi dini, Dinas Kesehatan juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait gejala dan pencegahan Mpox. Dimana penyakit ini disebabkan oleh virus monkeypox dan dapat menyebar melalui kontak fisik langsung dengan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak langsung dengan penderita.

“Kerja sama dari masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam hal melaporkan gejala awal dan menjaga kebersihan lingkungan,” tambah dr. Didi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Tiga Pasien Suspek Mpox di Batam Dinyatakan Negatif

0
Cacar Monyet 1
Ilustrasi.

batampos – Tiga orang warga Batam yang sebelumnya dinyatakan sebagai suspek monkeypox (mpox) dinyatakan negatif setelah hasil tes laboratoriumnya keluar. Sebelumnya, ketiga orang tersebut dirawat di Rumah Sakit Bayangkara Polda Kepri dan Puskesmas Lubuk Baja sejak awal September 2024 yang lalu.

“Alhamdulillah hasilnya telah keluar hari ini, ketiganya negatif mpox, ” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, Kamis (12/9).

Menurut informasi dari Dinas Kesehatan Kota Batam, pasien yang merupakan warga Batam ini sebelumnya menunjukkan gejala yang mengarah ke mpox, seperti ruam kulit dan demam. Segera setelah gejala tersebut muncul, pasien dirawat di rumah sakit dan dilakukan tes untuk memastikan diagnosis.

“Setelah menjalani serangkaian tes laboratorium dan evaluasi medis, hasil tes menunjukkan bahwa pasien tersebut negatif dari mpox. Ketiganya juga tak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Kemungkinan itu hanya cacar air biasa,” tambah dr. Didi.

Kadinkes juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan memperkuat upaya pencegahan untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih lanjut dari penyakit ini.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda dan pencegahan mpox untuk menjaga kesehatan dan keselamatan semua warga.” tambahnya.

Dengan hasil negatif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dan tetap waspada terhadap kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Batam mengimbau warga untuk terus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dan melaporkan jika mengalami gejala yang mencurigakan.

Adapun ketiga suspek monkeypox di Batam yang dinyatakan negatif ini adalah PZ, 12 dan DK, 12, rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara sampel diambil 5 September 2024 lalu dan keluar 6 September dengan hasil negatif. Keduanya merupakan warga Sambau dan Batu Besar, Nongsa.

Pasien ketiga PM, 22, rawat jalan di Puskesmas Lubukbaja. Sample diambil pada 9 September 2024 dan hasilnya negatif. “Sample yang diambil Lesi dan Swab Orofaring. Pasien ketiga ini merupakan warga Baloi, Lubukbaja, ” pungkas Kadinkes.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam semakin memperkuat upaya deteksi dini dalam menghadapi ancaman penyebaran Mpox (Monkeypox) di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mencegah penularan lebih lanjut, setelah ditemukannya beberapa kasus di wilayah Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, bahwa pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sosialisasi, pelatihan tenaga kesehatan, serta memperluas jaringan deteksi dini di seluruh fasilitas kesehatan di Batam.

“Deteksi dini sangat penting untuk mengidentifikasi gejala dan segera melakukan tindakan isolasi. Dengan langkah ini, kita bisa mengurangi risiko penyebaran lebih luas,” ujar dr. Didi.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas untuk menyiapkan fasilitas isolasi bagi pasien yang terdeteksi terinfeksi Mpox. Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk segera melaporkan jika mengalami gejala seperti demam, ruam kulit, atau gejala lain yang mengarah pada infeksi Mpox.

Di tengah peningkatan deteksi dini, Dinas Kesehatan juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait gejala dan pencegahan Mpox. Dimana penyakit ini disebabkan oleh virus monkeypox dan dapat menyebar melalui kontak fisik langsung dengan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak langsung dengan penderita.

“Kerja sama dari masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam hal melaporkan gejala awal dan menjaga kebersihan lingkungan,” tambah dr. Didi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Ciri Perempuan yang Kuat dan Mandiri

0
Ilustrasi perempuan yang kuat dan mandiri. (Freepik)

batampos – Perempuan adalah makhluk kuat dan juga mandiri.

Kualitas tersebut sangat dibutuhkan oleh perempuan dalam dunia modern ini. Tidak hanya soal kepercayaan diri, tetapi juga keberanian untuk membela diri sendiri, mengejar
impian, dan bertanggung jawab atas hidup.

Perempuan yang kuat dan mandiri tidak pernah takut menghadapi tantangan yang disodorkan kehidupan kepadanya.

Baca juga: James Earl Jones, Pengisi Suara Darth Vader Tutup Usia

Dikutip dari City Magazine, berikut 7 tanda yang menunjukkan perempuan kuat, tak kenal takut, dan mandiri.

1. Tahu nilai diri sendiri

Perempuan yang kuat dan mandiri tidak akan membiarkan siapa pun meragukan harga dirinya.

Anda mendedikasikan waktu dan energi untuk orang-orang terdekat dan tahu kapan harus berkata tidak.

Selain itu, Anda tidak akan membiarkan diri membuang-buang waktu untuk hal-hal remeh.

2. Punya mimpi dan berani mengejarnya

Kekuatan sejati muncul saat Anda berani mengejar impian, bahkan jika orang-orang sekitar tidak sepenuhnya memahami dirimu.

Apakah Anda tipe orang yang lebih suka meluangkan waktu sendirian dan melakukan aktivitas kesukaan daripada menghabiskan waktu akhir pekan untuk berbelanja dengan
teman-teman?

Perempuan independen mengutamakan tujuan dan tahu bahwa hal itu akan membuahkan hasil positif dalam jangka panjang.

Baca juga: Tanda-tanda Karakter Abusive, Kenali Lebih Dini Bisa Cegah KDRT

3. Mampu bertanggung jawab atas kesalahan sendiri

Perempuan kuat tidak mencari alasan saat segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. Jika pernah mengakui kesalahan tanpa merasa rendah diri, Anda memiliki tanda kedewasaan yang jelas.

4. Sadar bahwa kesalahan menjadi bagian dari proses dan kesempatan untuk belajar.

Hanya orang lemah yang menyalahkan orang lain, namun Anda lebih suka memperbaiki apa yang bisa diperbaiki dan terus maju.

5. Tidak membutuhkan validasi dari orang lain

Jika gaya berpakaian Anda unik dan tidak peduli dengan pendapat orang lain tentangnya, Anda berada di jalur yang benar.

Perempuan yang kuat dan mandiri tidak membutuhkan persetujuan orang lain untuk merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Anda memercayai diri sendiri dan tahu bahwa keputusan tersebut yang terbaik untukmu.

Baca juga: Orang yang Hobi Berkebun Ternyata Menyimpan Kepribadian Unik

6. Tidak takut sendirian

Jika dapat menikmati keseharian tanpa merasa kesepian, maka Anda tipe orang yang kuat.

Sendirian tidak sama dengan kesepian dan Anda mengetahui itu. Setiap kali memilih untuk ditemani, itu karena Anda menginginkannya, bukan karena membutuhkannya.

7. Membuat keputusan bijaksana

Perempuan kuat meluangkan waktu untuk mempertimbangkan pilihan sebelum mengambil keputusan.

Pernahkah Anda menoleh ke belakang dan berpikir mungkin dirimu bisa melakukan sesuatu yang berbeda? Jawabannya: Mungkin. (*)

Sumber: Jpgrup

Tumpukan Sampah Pinggir Jalan Meluas Hingga ke Jalan Pemukiman

0
IMG 20240905 124108 scaled
Tumpukan sampah hingga ke bahu jalan di Kecamatan Sagulung. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Serakan dan tumpukan sampah di pinggir jalan masih banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Sagulung. Penumpukan juga menjalar hingga ke pinggir jalan pemukiman.

Pinggir jalan pemukiman depan perumahan Yafindo, Sagulung misalkan, berjejer dengan serahkan sampah rumah tangga yang cukup panjang. Sampah-sampah yang dibaluti kantong plastik ini cukup banyak dan meluber hingga ke bahu jalan.

Hilda, warga setempat menuturkan sampah ini sudah lama menumpuk dan jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu. Tumpukan sempat sedikit berkurang karena dibakar warga yang merasa terganggu dengan tumpukan sampah tersebut.

“Karena dibakar makanya nampak agak berkurang. Kalau tak dibakar mungkin sudah masuk sampai parit sana sampah ini. Orang lewat padang lempar sampahnya ke pinggir jalan ini, ” kata Hilda.

Yang membuang sampah ke pinggir jalan ini adalah masyarakat umum yang melintasi lokasi jalan pemukiman ini. Pemotor ataupun pengendara mobil masih terbiasa dengan melemparkan sampah ke pinggir jalan sehingga tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga yang berada dalam kantong plastik atau karung.

“Mobil sampah lebih fokus angkut yang dari tong sampah dalam perumahan. Kalau di pinggir jalan ini jarang dibersihkan,” kata Hilda lagi.

Pantauan secara umum, wilayah Sagulung masih banyak dijumpai penumpukan sampah di pinggir jalan ini. Pinggir jalan utama juga banyak dijumpai seperti pinggir jalan menuju Kaveling baru Sagulung, Seibinti dan juga Seilekop yang memang selama sudah banyak dengan tumpukan sampah.

Pihak kecamatan Sagulung, sebelumnya merespon persoalan ini dengan menambah armada pengangkutan sampah dari dalam pemukiman ke TPS. Namun itu belum mengatasi persoalan sampah di pinggir jalan ini. Meskipun TPS sudah dibangun di lokasi baru yang lebih besar dan luas, masih saja ada masyarakat yang membuang sampah ke pinggir jalan.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie kembali mengingatkan masyarakat Sagulung untuk peduli dengan persoalan ini. Masyarakat diminta untuk mendukung pemerintah dengan tertib membuang sampah.

“Pemerintah terus berusaha menyelesaikan persoalan sampah ini. Penambahan armada, bangun TPS baru. Kalau semua tertib, tentu masalah sampah ini bisa diatasi ” ujar Hafiz.

Senada disampaikan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam. Upaya untuk mengatasi persoalan sampah terus dilakukan. Terakhir DLH merencanakan penambahan 25 armada truk pengangkut sampah, tahun depan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Eka Suryanto, menjelaskan bahwa dari 140 unit truk sampah yang beroperasi di Batam, sebanyak 52 unit sudah berusia lebih dari 10 tahun. Selain itu, lima unit truk berada dalam kondisi rusak parah dan tidak layak jalan, sementara belasan armada lainnya memerlukan pemeliharaan rutin bulanan.

“Insya Allah, di tahun 2025 nanti kita sudah usulkan untuk peremajaan dan penambahan armada truk baru,” ujar Eka, belum lama ini.

Ia menilai bahwa peremajaan dan penambahan armada baru ini sangat penting untuk mengatasi masalah armada yang sudah usang dan tidak layak digunakan. Eka menyebutkan bahwa pihaknya mengusulkan penambahan 25 unit truk amrol sampah untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan sampah yang semakin meningkat.

“Kami harap usulan ini bisa diakomodir,” tuturnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Disdik Kepri Kembali Ingatkan Pelajar untuk Tidak Membawa Kendaraan Bermotor

0
Pelajar Pakai Motor Dalil Harahap scaled
Ilustrasi. Pelajar membawa kendaraan bermotor. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan Provisi Kepri kembali ingatkan masyarakat untuk tidak mengizinkan anak usia sekolah membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Ini disampaikan Disdik mengingat ada lagi kecelakaan lalu-lintas yang menewaskan seorang pelajar di Batam pada Selasa (10/9) lalu.

Kepala Kantor Dinas Pendidikan Kepri Cabang Batam Kasdianto sebut pihaknya sudah menerima laporan kecelakaan siswa SMA tersebut dan tindak lanjutnya, Disdik kembali mengingatkan sekolah untuk kembali mempertegas aturan dan larangan siswa yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) untuk membawa kendaraan sendiri ke sekolah.

“Belum lama ini juga kita bahas bersama pihak kepolisian, Dishub terkait masalah ini. Untuk pelajar ini memang belum bisa diperkenankan bawa kendaraan sendiri. Boleh bawa tapi bagi yang sudah ada SIM. Nah ini yang kita sampaikan lagi biar sekolah dan orang tua perhatikan masalah ini,” ujar Kasdianto.

Larangan ini untuk keselamatan siswa sendiri. Membekali anak di bawah umur yang belum memiliki SIM dengan kendaraan bermotor tentu tidak baik. Keselamatan anak terancam. Begitu juga dengan aktifitas belajar akan terganggu. Konsentrasi belajar anak akan terbagi dengan aksi hura-hura bersama kendaraan bermotor tadi.

Jajaran Polresta Barelang yang rutin melakukan penertiban dan pengawasan terhadap aktifitas kenakalan remaja belakangan ini, banyak menemui anak usia sekolah yang bermasalah dengan kendaraan bermotor tadi. Nongkrong hingga larut malam, balap liar hingga mengganggu kenyamanan masyarakat dengan knalpot brong.

Di Batuaji dan Sagulung aktifitas pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor ini masih marak dijumpai di jalan raya. Berkendaraan tidak dengan alat pengaman berkendara juga sudah jadi kebiasaan pelajar di sana. Malam hari juga masih banyak dijumpai pelajar bersepeda motor yang nongkrong hingga larut malam, lakukan aksi balap liar dan menggunakan knalpot brong.

Kapolsek Batuaji AKP Benny Syahrizal mengaku, masih fokus dengan pengawasan dan penindakan terhadap perilaku kenakalan remaja ini. Berbagai operasi cipta kondisi yang dijalankan lebih menargetkan perilaku atau aktifitas kenakalan remaja dan pelajar tersebut.

“Tiap malam kita patroli pengawasan. Akhir pekan ada operasi cipkon dan memang ini masih fokus kami kepolisian saat ini, ” ujar Benny. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Pertamina Klaim Stok Aman, Masyarakat Keluhkan Gas Melon Sulit Didapat

0
gas melon
Ilustrasi. Masyarakat mengantre membeli gas melon. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Pasokan gas elpiji tiga kilogram masih bermasalah di Batuaji dan Sagulung. Pangkalan masih kosong dengan stok gas melon ini, sehingga menyusahkan masyarakat.

Kekosongan stok gas bersubsidi ini terjadi sudah sepekan terakhir ini dan pangkalan mengaku tidak tahu apa penyebab nya. Agen menghentikan suplai sejak sepekan yang lalu.

“Itulah katanya hari ini mau diantar, makanya ini masih nunggu. Sudah banyak masyarakat yang antre dengan gas melon ini, ” kata Hendrik, pemilik pangkalan di Marina.

Susanti, salah satu warga di Tanjunguncang menuturkan, sepanjang Kamis (12/9) pagi kemarin, dia kewalahan mencari stok gas melon untuk kegiatan masak memasak di rumahnya. Dia keliling ke perumahan dan SPBU dan memang masih kekosongan stok. Dia baru dapat stok gas ini di kawasan Aviari Batuaji dan itupun di pengecer.

“Kemarin ke pangkalan, katanya sore baru ada. Tadi pagi saya ke sana lagi katanya siang baru antar. Ini sudah mau seminggu pangkalan kosong. Tak tahu apa masalahnya. Susah jadinya masyarakat kalau begini terus. Harus mutar sana sini untuk cari gas. Tolong ini perhatikan, ” kata Susanti.

Pihak Pertamina saat dikonfirmasi mengaku tak ada masalah dengan stok gas melon ini di kota Batam. Stok masih mencukupi. Kesulitan pasokan gas yang terjadi bisa saja karena ketersendatan dari pihak agen.

“Stok aman. Belum tahu lagi apa persoalannya. Ini lagi kami cek ke lapangan ” ujar Officer Communication and Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Nur Imam Mohamad, Kamis (12/9).

Untuk persoalan ini, pihak Pertamina juga menghimbau masyarakat untuk tidak panik karena stok gas masih mencukupi. Pihak Pertamina bertekad akan segera membereskan persoalan pendistribusian di lapangan ini. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Kapal Roro Stop Operasi hingga Desember

0
Kapal RoRo tidak beroperasi sementara waktu hingga Desember mendatang,. f,TRI

batampos– Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun resmi mengeluarkan surat pemberitahuan tentang penutupan sementara tidak beroperasinya pelabuhan penyeberangan Roll on-Roll off (RoRo) Parit Rempak yang mulai tidak beroperasi pada 14 September hingga 28 Desember mendatang.

Plt kepala Dishub Karimun Syahimi Sulaiman mengatakan, tidak beroperasinya sementara dikarenakan ada pekerjaan yang membutuhkan waktu dan fokus. Sehingga demi menjaga keselamatan dan kelancaran pekerjaan dalam perbaikan jembatan Movable Brigde (MB) dan pekerjaan ruang mesin Enginering Movable Brigde (MB) serta pemasangan fender.

BACA JUGA: Pengguna Jasa Kesal, Barcode Tiket RoRo Tak Bisa Discan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan

” Untuk tujuan Pekanbaru atau Sungai Pakning kapal RoRo terakhir beroperasi Rabu malam. Dan, nanti tidak ada lagi beroperasi untuk ke berbagai wilayah termasuk Batam, Pinang dan Kundur,” terangnya, Rabu (11/9).

Namun demikian, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Perum Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Perum ASDP) yang sedang melalui survey lapangan untuk mencari alternatif. Sehingga, dapat melayari kembali kapal RoRo nantinya.

” Alhamdulillah, untuk rehab total Karimun dapat cukuran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp12 miliar lebih untuk perbaikan secara totol di pelabuhan RoRo,” ujarnya.

Sementara salah warga Karimun Ice merasa kecewa dengan tidak beroperasinya kapal RoRo tersebut. Sebab, jalur transporasi melalui kapal RoRo itulah yang sangat murah biayanya. Dan, bisa menikmati pemandangan laut saat berlayar.

” Kecewa jugalah, seharusnya pihak pemerintah sudah ada rencana alternatif. Cukup lama juga 4 bulan bang, sedangkan saya sering berangkat menggunakan kapal RoRo,” keluhnya.(*)

 

Reporter: Tri Haryono

2.000 Peserta Tuntaskan Pelatihan Kompetensi di Batam, Pemko Fokus Naikkan Kualitas Pekerja

0
welder
Ilustrasi. Petihan welder.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, secara resmi menutup kegiatan pelatihan berdasarkan umur kompetensi dan pengukuran produktivitas tingkat Kota Batam tahun 2024, Kamis (12/9) di Ballroom Harmoni One Hotel.

Ada lebih dari 2.000 peserta yang mengikuti pelatihan pekerja tersebut. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengharapkan agar kegiatan itu menjadi jenjang awal buat para pekerja untuk lebih meningkatkan kapasitas dan kualitas.

“Mudah-mudahan kita bisa membuka pelatihan lebih banyak dan kompetensi lebih tinggi dari sekarang ini, agar lapangan kerja suatu waktu kembali ke kita semua. Maka kita butuh kegiatan pelatihan seperti ini,” kata Rudi.

Ia mengatakan, upah atau gaji para pekerja di Batam punya kontribusi buat negara. Di mana sebagiannya dipotong dan masuk ke negara.

“Ini sebetulnya kita lihat mereka level bawah, tapi pernah enggak kita lihat berapa gaji mereka dipotong untuk negara? Kan, tak kecil ini. Makanya kalau skil mereka bisa kita tambah, bisa naik, negara juga yang dapat duit,” ujarnya.

Setelah kualitas ditingkatkan, akan berdampak pada pengurangan pengangguran di Batam. Hal ini juga sejalan dengan program dari pemerintah pusat dan daerah.

“Kalau grade mereka bisa kita naikkan, maka posisi itu akan diisi yang lain (pekerja baru). Nanti kalau tak naik-naik, kasihan yang ini (para pencaker). Maka pengangguran angkanya akan tinggi,” ujarnya.

Pemko Batam mengadakan pelatihan itu dari hasil pajak orang asing yang sekitar Rp40 miliar. Lalu, 70 persen dari total pajak itu dipakai buat kegiatan tersebut.

“Semoga tiap tahun bisa kita buat pelatihan seperti ini sehingga tak ada lagi yang menganggur,” katanya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti menyebut, ada dua macam kriteria dalam pelatihan itu. Pertama peningkatan kualitas, dan kedua fokus pada para calon pencari kerja.

“Yang kita latih ini khusus KTP Batam. Kalau ada kendala dalam proses pencarian kerja bisa langsung komunikasi kan ke kami. Kami akan bantu,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Ajarkan Menggososok Gigi yang Benar Sejak Dini, Puskesmas Sekupang Jadikan Anak-anak TK Adhyaksa Sebagai Sasaran

0
IMG 20240912 WA0019
Aanak-anak TK Adhyaksa saat belajar menggosok gigi. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Puskesmas Sekupang menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi serta mulut di TK Adhyaksa, Kamis (12/9). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional yang jatuh setiap 12 September.

Kepala Puskesmas Sekupang, Indriani Ningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini. “Kami memberikan penyuluhan tentang cara menggosok gigi yang benar serta menggelar aksi sikat gigi massal untuk anak-anak,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Sekupang, Kamis (12/9).

Indriani menambahkan, pemilihan anak-anak TK sebagai sasaran penyuluhan sangat penting agar mereka bisa belajar menjaga kesehatan gigi sejak dini. “Usia dini adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan anak cara sikat gigi yang benar agar terhindar dari gigi berlubang,” tambahnya.

Selain di TK Adhyaksa, kegiatan serupa juga dilakukan di SMP Kartini Batam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

“Di SMP, kami rutin melakukan pemeriksaan kesehatan gigi setiap tahun,” jelas Indriani.

Dokter gigi Puskesmas Sekupang, drg. Dewi Ekasari, menuturkan bahwa dalam penyuluhan ini diajarkan teknik menyikat gigi yang benar dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.

“Informasi seperti ini sebenarnya sudah banyak tersedia, namun sering kali orang tua lupa atau kurang konsisten dalam mengingatkan anak-anak untuk menjaga kebiasaan menyikat gigi secara rutin,” ujarnya.

Dewi juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak-anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. “Anak-anak di usia balita sedang dalam masa pertumbuhan. Jika kesehatan gigi mereka terganggu, ini bisa berdampak pada rasa percaya diri mereka,” tambahnya.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut tampak antusias. Mereka dengan penuh semangat mendengarkan penjelasan mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan turut serta mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar secara langsung.

Program penyuluhan ini merupakan bagian dari pendidikan kesehatan di sekolah yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan keseluruhan tubuh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat membentuk kebiasaan baik dalam merawat gigi mereka sehingga terhindar dari masalah kesehatan gigi di kemudian hari. “Selain pemeriksaan gigi, anak-anak juga dilatih secara langsung cara menyikat gigi yang benar, ” tuturnya.

Dengan tingginya antusiasme peserta, diharapkan kegiatan penyuluhan ini bisa menciptakan generasi yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra