Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2767

19 KK Asal Rempang Telah Menempati Hunian Baru di Tanjung Banun

0

banon 1batampos  – Badan Pengusahaan (BP) Batam memfasilitasi pergeseran 3 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City ke hunian baru, Tanjung Banun, Senin (21/10/2024).

Pergeseran itu menambah total warga Rempang yang telah pindah ke rumah baru menjadi 19 KK.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait kembali mengatakan, pemberian hunian baru tersebut, merupakan komitmen pihaknya dalam menjalankan amanah dari Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.

Pihaknya pun mengapresiasi kepada warga atas dukungan yang diberikan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan melalui PSN Rempang Eco City.

“Terima kasih kepada masyarakat Rempang yang telah bekerjasama dan mendukung BP Batam dalam merealisasikan Proyek Strategis Nasional ini,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

Sehingga, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menyukseskan rencana investasi di Rempang.

“Mari bersama kita menjaga iklim investasi yang kondusif, menuju Batam kota baru yang modern,” serunya.

Sementara, warga Rempang, Rusli mengaku bersyukur atas hunian baru yang telah diberikan. Ia menyampaikan terima kasih kepada BP Batam yang telah banyak membantu.

“Saya merasa bersyukur, pada hari ini merupakan hari bersejarah buat saya dan keluarga. Saya berharap pembangunan Rempang Eco City berjalan dengan semestinya, dan terima kasih kepada BP Batam yang sudah memfasilitasi selama ini dengan sangat luar biasa” Warga Rempang, Rusli. (*)

Ratusan Ponsel iPhone Ilegal Sudah Dimusnahkan, Tegahan di Bandara Tahun Ini

0
IMG 1830
Ratusan ponsel Iphone yang diamankan petugas Bea Cukai Batam di Bandara Hang Nadim Batam.

batampos– Bea dan Cukai Batam menyebutkan sudah memusnahkan 455 unit ponsel iPhone ilegal hasil tegahan di Bandara Internasional Hang Nadim. Ponsel tersebut ditegah pada awal tahun ini tanpa adanya tersangka.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kasi BKLI) Bea Cukai Batam, Mujiono mengatakan pemusnahan ini dilakukan setelah mendapatkan surat persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Sudah (dimusnahkan). Itu hanya administrasinya saja, berkasnya selesai,”ujarnya di Kantor Bea Cukai Batam, Batuampar, Senin (21/10).

Ia menjelaskan untuk proses persetujuan pemusnahan barang bukti dari KPKNL memang berbeda-beda. Namun, untuk kasus tanpa tersangka atau barang temuan seperti ponsel ini bisa dimusnahkan dengan cepat.

Pemusanahan dilakukan di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batu Aji, Kamis (10/10) pagi. Petugas saat itu memusnahkan berbagai barang bukti senilai Rp 16,4 miliar, termasuk ratusan ponsel iPhone.

“Pada pemusnahan kemarin. Itu (tegahan ponsel) tahun ini. Bisa langsung dimusnahkan,” katanya.

Mujiono memambahkan lamanya waktu pemusnahan barang bukti di Bea Cukai Batam juga tergantung kasus yang ditangani oleh penyidik.

“Tergantung kasusnya. Kadang untuk pengembangan, bisa jadi barang bukti di persidangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bea Cukai Batam berhasil melakukan penindakan ponsel ilegal jenis iPhone di Bandara Internasional Hang Nadim. Ponsel berjumlah 455 unit tersebut rencananya dibawa ke Jakarta.

Selain menyita ponsel, petugas mengamankan 2 orang yang bertugas membawa ponsel tersebut. Mereka yakni MZ dan LNH.

Usai disita, ponsel tersebut melalui tahapan berupa Barang Hasil Penindakan (BHP), Barang Dikuasai Negarw (BDN), hingga Barang Menjadi Milik Negara (BMMN). (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Truk Pengangkut Ekskavator Tabrak Kabel Internet di Sekupang, Akses Internet Warga Terputus

0
IMG 20241021 WA0039 1
Truk pengangkut ekskavator menabrak kabel internet di Sekupang.

batampos – Sebuah truk dengan nomor polisi BP 8591 BY yang mengangkut ekskavator menabrak kabel internet milik Indihome di depan kantor Kecamatan Sekupang, Batam, Senin (21/10) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden itu menyebabkan akses internet warga sekitar terputus total.

Kabel internet yang melintang di atas jalan tersangkut oleh ekskavator yang diangkut truk, mengakibatkan kabel putus dan berserakan di sepanjang jalan. Insiden ini tidak hanya memutus layanan internet, tetapi juga membuat beberapa kendaraan kesulitan melewati jalan karena terhalang kabel yang tergeletak.

Diketahui, truk tersebut sedang dalam perjalanan menuju Nongsa untuk mengantarkan ekskavator ke salah satu lokasi proyek. “Biasanya saya lewat sini tidak pernah nyangkut,” ujar sang sopir truk singkat setelah insiden terjadi.

Sopir truk sempat berusaha mengikat kabel yang terputus ke salah satu tiang listrik, namun kabel masih tampak berserakan dan berjuntai di lokasi. Setelah itu, sopir pun meninggalkan tempat kejadian. Salah satu petugas Satpol PP yang berada di lokasi sempat menghentikan truk untuk memotret nomor polisi kendaraan sebagai bukti insiden.

Tarmizi, seorang pedagang yang memiliki usaha di ruko dekat lokasi kejadian, mengeluhkan putusnya akses internet. “Internet di ruko langsung mati total. Sekarang saya sedang mencoba menghubungi petugas provider untuk perbaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ramon, seorang pegawai yang melihat langsung kejadian tersebut, mengatakan bahwa salah satu tiang milik Indihome bergoyang dan terlihat miring saat kabel tersangkut oleh ekskavator.

“Tadi saya duduk di sini, tiba-tiba tiangnya goyang. Rupanya kabelnya tersangkut ekskavator, dan sopir truk langsung pergi begitu saja, sepertinya tidak mau tanggung jawab,” pungkas Ramon.

Masyarakat sekitar berharap agar pihak terkait segera memperbaiki kerusakan agar akses internet dapat kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

BC Gagalkan Penyelundupan Narkotika, Modusnya Selundupkan Sabu Menggunakan Pempers

0
03494842 6073 46f7 9e69 aad6a56bbc49
Bea dan Cukai Batam rilis hasil tegahan 2 kasus penyelundupan narkotika di 2 lokasji

batampos – Bea dan Cukai Batam berhasil menggagalkan 2 kasus penyelundupan narkotika di 2 lokasi, yakni di Pelabuhan Internasional Batam Centre, dan Pelabuhan Internasional Harbour Bay.

Dari 2 kasus ini, petugas mengamankan 2 orang pelaku berinisial CS dan R dengan total barang bukti 685 gram sabu dan 78 butir narkotika golongan IV, happy five.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikian (Kabid P2) BC Batam, Muhtadi mengatakan 2 kasus ini diungkap pada 9 Oktober dan 19 Oktober. Kedua pelaku menyelundupkan barang haram tersebut dari Malaysia atau melalui Pelabuhan Situlang Laut.

“Penegahan ini berdasarkan kecurigaan petugas. Dilakukan pemeriksaan fisik, dan body typing,” ujarnya di Kantor BC Batam, Batuampar, Senin (21/10) siang.

Dari kantong celana CS, petugas menemukan sabu 45 gram, 78 butir happy five, dan 1 set bong atau alat hisap sabu. Kemudian di selangkangannya didapati sabu seberat 205 gram yang dibungkus di dalam plastik hitam.

Kepada petugas, pria yang berprofesi sebagai nelayan ini mengaku sabu tersebut akan diserahkan ke pria berinisial A yang berada di Bengkong. Rencananya, sabu tersebut akan diedarkan di Tanjung Pinang.

“CS ini resedivis di Tanjung Pinang. Atas perintah (bawa sabu) P dengan upah Rp 8 juta. Menerima barang (sabu) di Situlang Laut dari warga Negara Malaysua beretnis India,” kata Muhtadi.

Sedangkan dari tangan R, petugas mendapati 3 bungkus sabu seberat 345 gram sabu yang disimpang di selangkangan. Untuk mengelabui petugas, pelaku menggunakan pempers dan membalut sabu tersebut.

“R ini nelayan di Batam dan ke Malaysia mengunjungi keluarga yang sakit. Dijanjikan upah Rp 20 juta,” ungkapnya.

Dengan adanya penegahan ini, kata Muhtadi, pihaknya berhasil menyelamatkan 3500 generasi bangsa dari bahaya narkoba dan turut menghemat biaya rehabilitas sebesar Rp 5,6 miliar.

“Terhadap tersangka dan barang bukti kita serahkan ke Polda Kepri untuk penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Masjid Agung Raja Hamidah Kembali Dibuka untuk Ibadah, Perbaikan Penangkal Petir Masih Berlangsung

0
Perbaikan Masjid Agung Batam 1 F Cecep Mulyana
Pekerja melakukan perbaikan Masjid Agung Raja Hamidah Batam yang rusak, Jumat (4/10). Rusaknya tiang penangkal petir akibat diterpa hujan yang disertai angin kencang beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Masjid Agung Raja Hamidah, Kota Batam, sudah kembali dibuka untuk masyarakat yang ingin beribadah, meskipun perbaikan penangkal petir di kubah masjid masih terus dilakukan. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Azril Apriansyah, mengonfirmasi bahwa masjid tersebut sudah dapat digunakan oleh jamaah untuk melaksanakan shalat.

“Masjid sudah dibuka untuk umum, dan Jumat kemarin sudah digunakan untuk shalat Jumat pertama setelah penutupan sementara akibat perbaikan,” kata Azril, Senin (21/10).

Selain untuk shalat Jumat, Masjid Agung Raja Hamidah kini juga sudah bisa digunakan untuk shalat fardhu sehari-hari. Azril memastikan bahwa proses perbaikan yang masih berlangsung tidak akan mengganggu jamaah yang beribadah di masjid tersebut.

“Pemasangan tiang penangkal petir masih berlangsung, namun tidak mengganggu masyarakat yang ingin beribadah di sana. Masjid ini sudah aman untuk digunakan,” jelasnya.

Proses perbaikan ini dilakukan menyusul kerusakan yang terjadi akibat angin kencang pada 17 September 2024. Menurut Azril, perbaikan yang saat ini sedang dilaksanakan meliputi penguatan struktur penangkal petir agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem di masa mendatang.

“Perbaikan penangkal petir sangat penting untuk melindungi bangunan masjid dari sambaran petir di masa depan, sekaligus memastikan keselamatan jamaah yang beribadah,” ungkap Azril.

Perbaikan ini melibatkan kontraktor PT Adhikarya, yang ditugaskan untuk menangani kerusakan. Azril menambahkan bahwa proses penguatan dan pemasangan ulang dilakukan secara intensif agar penangkal petir dapat berfungsi optimal.

Azril juga menegaskan bahwa pihak kontraktor bertanggung jawab penuh atas perbaikan ini, dan CKTR Batam akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan perbaikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. “Kami harap perbaikan ini bisa selesai dalam beberapa hari ke depan, sehingga Masjid Agung Raja Hamidah bisa kembali beroperasi sepenuhnya untuk masyarakat,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, angin kencang yang melanda Kota Batam pada 17 September 2024 tidak hanya merusak penangkal petir Masjid Agung Raja Hamidah, tetapi juga menyebabkan tumbangnya pohon di sekitar 30 titik serta merusak sejumlah fasilitas umum di berbagai wilayah.

Selain kerusakan material, angin kencang ini juga mengakibatkan korban jiwa, yaitu Sumani, 38, warga asal Moro yang tenggelam bersama perahu pancungnya di perairan Pulau Pekasih, Kecamatan Belakang Padang. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Kapal Coast Guard Tiongkok Diusir di Laut Natuna Utara

0
Bakamla RI melalui KN Tanjung Datu-301 mengusir kapal coast guard China di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Senin (21/10/2024). ANTARA/Bakamla RI)

batampos – Badan Keamanan Laut (Bakamla) melalui unsur KN Tanjung Datu 301 mengusir kapal Coast Guard China (CCG) yang terdeteksi masuk serta mengganggu kegiatan survei dan pengolahan data seismik 3D Arwana di Laut Natuna Utara, Senin.

Komandan KN Tanjung Datu 301 Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko dikonfirmasi di Batam, menjelaskan awalnya KN Tanjung Datu 301 mendapat informasi dari Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla RI adanya gangguan terhadap aktivitas survei MV Geo Coral oleh kapal coast guard Tiongkok di wilayah kerja PT Prtamina East Natuna.

Menurut dia, pada saat survei itu MV Geo Corl didampingi tiga Chase Vessel, yaitu UB Anugerah Bersama 17, AHT PSB Roller, dan TB Teluk Bajau Victory.

“Berdasarkan informasi tersebut, KN Tanjung Datu-301 bergerak menuju kejadian dan mendeteksi kapal CCG 5402 pada pukul 05.30 WIB,” kata Rudi.

Kapal tersebut, lanjut dia, terdeteksi berada di baringan 125 derajat dengan jarak 7,3 nautical miles (nm), masuk dalam landas kontinen Indonesia di Laut Natuna Utara.

Sebelum pengusiran dilakukan, kata dia, KN Tanjung Datu-301 berkomunikasi melalui radio dengan kapal Tiongkok tersebut. Namun, kapal CCG 5402 bersikeras bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari yuridiksi negaranya.

Hingga pukul 05.38 WIB, KN Tanjung Datu-301 mendapat berbantuan kekuatan dari Kapal Patroli TNI AL KRI Sutedi Senapura 378 dan pesawat partoli udara maritim Bakamla RI.

“Secara bersama-sama, kedua kapal patroli laut Indonesia melaksanakan shadowing dan berhasil mengusir kapal CCG 5402 keluar dari wilayah yuridiksi Indonesia di Laut Natuna Utara,” tuturnya.

Rudi menegaskan Bamkamla terus melakukan patroli dan pemantauan intensif di wilayah Perairan Natuna Utara untuk memastikan kegiatan survei seismik berjalan tanpa gangguan menjaga kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia.

“Operasi ini juga mencerminkan komitmen Bakamla RI dalam menjaga ketertiban dan keamanan maritim di perairan strategis Indonesia,” ujar Rudi. (*)

Sumber: JP Group

52 Anak Ajukan Dispensasi Nikah, Mayoritas Gegara Hamil Duluan

0
Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Tanjungpinang, Mukhsin, Minggu (20/10). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Angka pernikahan dini di Kota Tanjungpinang, Kepri masih terbilang tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya puluhan orang anak dibawah umur, yang mengajukan dispensasi nikah sepanjang Januari hingga September 2024.

Selama sembilan bulan belakangan ini, sedikitnya ada 52 orang anak yang mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama (PA) Kota Tanjungpinang. Kebanyakan mereka berusia 16 hingga 17 tahun.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka pernikahan dini tersebut mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2023 saja, tercatat ada 59 anak yang mengajukan dispensasi nikah di PA Tanjungpinang.

“Hingga September saja sudah 52 orang. (Dispensasi) akan mengalami kenaikan, karena tahun 2023 sebanyak 59 orang yang mengajukan dispensasi,” kata Panitera Muda Hukum PA Tanjungpinang, Mukhsin, Minggu (20/10).

BACA JUGA: Demi Biaya Nikah dan Mengadu Nasib di Meja Judi, Rian Setiawan Nekat Merampok Maimunah

Mukhsin menerangkan, anak yang mengajukan dispensasi nikah tersebut kebanyakan disebabkan oleh faktor hamil duluan, sebelum melangsungkan pernikahan. Sehingga, orang tua mendesak agar mereka yang masih berstatus pelajar untuk menikah.

Menurutnya, para anak yang hamil diluar pernikahan yang sah tersebut disebabkan faktor pergaulan bebas. Kemudian ditambah lagi lagi, dengan kurangnya pengawasan dari orang tua.

“Kebanyakan pelajar dan faktornya memang hamil duluan (sebelum pernikahan). Karena kurang pengawasan orang tua, sehingga terjadinya pergaulan bebas,” tambahnya.

Bahkan, tidak sedikit puluhan anak tersebut yang sudah menikah diusia dini malah langsung mengajukan cerai, usai merasakan kehidupan dalam berumahtangga. Hal itu, dipicu dengan mereka yang belum cukup matang, untuk menjalani pernikahan.

“Ada anak yang mengajukan dispensasi, lalu menikah, tapi langsung cerai. Karena kurangnya kematangan mereka untuk menikah,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Penyaluran Bantuan Pangan Beras di Batam: 34.952 Penerima di 12 Kecamatan

0
image0 7 2
Warga menerima penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (PBP – CBP) melalui PT Pos Indonesia.

batampos – Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (PBP – CBP) melalui PT Pos Indonesia, terus menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat Kota Batam. Kepala PT Pos Indonesia Cabang Batam, Khresna Adi Nugraha, mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan ini berlangsung sepanjang bulan Oktober 2024 dengan total 34.952 penerima di 12 kecamatan.

Kecamatan Bengkong dan Kecamatan Nongsa menjadi sasaran penyaluran bantuan. Di Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, sebanyak 1.654 penerima telah menerima bantuan, sementara di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, ada 765 penerima.

“Kami targetkan penyaluran bantuan ini selesai pada bulan Oktober 2024,” ujar Khresna, Senin (21/10).

Khresna memastikan bahwa proses penyaluran bantuan berjalan tertib dan lancar. Ia juga menekankan betapa pentingnya bantuan pangan ini bagi masyarakat yang terdampak.

“Penyaluran berjalan lancar dan tertib. Masyarakat sangat berterima kasih dan merasakan dampak positif dari bantuan ini,” katadia .

Lebih lanjut, Khresna menjelaskan bahwa bantuan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan laju inflasi di daerah.

“Selain manfaat langsung dari bantuan beras, ini juga merupakan langkah pemerintah untuk mengurangi tingkat inflasi,” tambahnya.

Namun, untuk bulan November 2024, tidak akan ada penyaluran bantuan pangan. Bantuan tahap berikutnya akan dilanjutkan pada bulan Desember 2024, sebagai bagian dari alokasi triwulan terakhir yang mencakup Agustus, Oktober, dan Desember.

“Dipastikan bulan November tidak ada bantuan, namun akan dilanjutkan kembali pada Desember 2024. Ini merupakan tahap ketiga dari alokasi Agustus, Oktober, dan Desember,” tutupnya. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

 Masyarakat Antusias Nonton Bareng Pelantikan Prabowo-Gibran

0
Suasana nobar pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yang digelar oleh Ketua DPRD Anambas, Rian Kurniawan. f.ihsan

batampos – Ketua DPRD Anambas, Rian Kurniawan melaksanakan nonton bareng proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka di Kuita Cafe, Selayang Pandang, Tarempa, Minggu, (20/10).

BACA JUGA: DPC Gerindra Karimun Syukuran Atas Pelantikan Presiden

Nonton bareng ini dihadiri oleh sejumlah masyarakat serta pengurus partai Gerindra maupun Partai Persatuan Pembangunan.

Wawan (sapaan akrabnya) mengatakan nonton bareng ini dilaksanakan untuk bisa merasakan euforia pelantikan meski jauh dari Ibu Kota Jakarta.

“Karena tidak bisa hadir langsung dan terbatas tempat di Jakarta, kita laksanakan nobar ini bersama masyarakat,” kata Wawan.

Dikatakannya dengan pelantikan Prabowo-Gibran dapat lebih memperhatikan lagi daerah yang berada di garda terdepan negara.

“Fokus pemerataan pembangunan itu harapan kami. Kita yakini kepemimpinan bapak Prabowo beliau mampu memperhatikan masyarakat yang ada di perbatasan karena kita langsung berhadapan dengan negara tetangga,” tutur Wawan.

Tidak lupa juga, Wawan menyampaikan ucapan terima kasih atas kepemimpinan Joko Widodo selama satu dekade.

Ia menilai kepemimpinan Jokowi sudah banyak dirasakan masyarakat dibidang peningkatan insfrastruktur dan kesejahteraan sosial.

“Terima kasih kami ucapkan atas kepemimpinan bapak Jokowi. Semoga apa yang baik dapat dilanjutkan oleh bapak Prabowo. Kita ingin, daerah perbatasan selalu diperhatikan lah,” pungkas Wawan. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Pria Berjas Hujan Curi Kotak Amal di Swalayan

0
Detik-detik pria berjas hujan membawa kabur kotak infak di swalayan Jalan D.I Panjaitan Tanjungpinang. F. Swalayan untuk BATAM POS

batampos– Aksi pencurian kotak amal terjadi di swalayan yang ada di Jalan D.I Panjaitan batu 9, Kota Tanjungpinang, Kepri. Satu kotak amal berukuran besar raib digondol pria, yang mengenakan jas hujan saat menjalankan aksinya.

Pelaku melancarkan aksinya sekitar pukul 10.30 WIB saat swalayan tersebut sedang dalam kondisi sepi pengunjung. Bahkan, pelaku tidak membutuhkan waktu lama, untuk membawa kabur kotak amal titipan dari salah satu pesantren di Tanjungpinang itu.

“Dari CCTV, dia (pelaku) datang pakai jas hujan. Lalu kotak amal tersebut diangkat pelaku dan ditutupi pakai jas hujan,” kata Mulia, pengawasan swalayan, Senin (21/10).

BACA JUGA: Lagi Hitung Duit Hasil Mencuri Kotak Infak, Dua Remaja Diamankan Polisi di Pinggir Waduk Kijang, Bintan

Aksi pencurian tersebut terungkap saat ia hendak menutup swalayan. Kala itu, hanya ada dua kotak amal yang tersisa di luar swalayan. Sementara kotak amal ukuran besar telah raib.

Dari situ ia langsung mengecek CCTV yang menyorot ke arah tempat kotak infak berada. Usut punya usut, kotak infak tersebut telah dibawa kabur seorang pria yang mengenakan jas hujan warna biru dan helm warna ungu saat beraksi.

“Kotak amal itu memang berada di luar, saat mau tutup baru kita masukin. Saat kejadian, memang lagi sepi, karena hujan. Jadi dia ada kesempatan,” tambahnya.

Mulia juga tidak mengetahui secara persis, berapa nilai uang yang ada di dalam kotak amal tersebut. Namun, menurutnya isi kotak amal berukuran besar tersebut sudah hampir penuh.

“Isinya kita kurang tahu ya. Memang sangat banyak dan hampir penuh. Karena jadwal pengambilannya selama satu tahun sekali,” sebutnya.

Atas kejadian ini, kotak-kotak amal yang biasanya diletakkan di luar swalayan, kini diletakkan di dalam. Hal ini, untuk mencegah terjadinya kejadian serupa. “Kita takut hilang lagi. Untuk laporan polisi, kita serahkan kepada yang punya kotak amal,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Play sound