Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2780

Misi Pendiri VinFast Ciptakan Masa Depan Hijau

0
VinFast telah membuka 15 dealer baru di berbagai titik di Indonesia.
F. VINFAST UNTUK BATAM POS

batampos – Dengan memprioritaskan kesuksesan jangka panjang, VinFast menunjukkan dedikasinya untuk membangun masa depan yang berkelanjutan. Komitmen ini memungkinkan VinFast untuk menerapkan strategi jangka panjang di dalam industri kendaraan listrik, mendorong terciptanya masa depan yang lebih baik.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Pham Nhat Vuong, CEO VinFast dan Chairman Vingroup memberikan respons yang mengejutkan ketika ditanyai mengenai komitmen finansial jangka panjang perusahaannya.

“Sampai uang saya habis,” ungkap Vuong dalam wawancara di kantor pusat Vingroup di Hanoi. Bertolak belakang dengan stereotip yang sering dikaitkan dengan para pemimpin bisnis, Vuong menunjukkan dedikasi mendalam terhadap visi jangka panjang VinFast. Yakni menyiapkan perusahaan terhadap berbagai tantangan yang kini tengah dihadapi industri kendaraan listrik.

Visi Vuong untuk VinFast melampaui pertimbangan bisnis semata. Ia menggambarkan proyek otomotif ambisius ini sebagai “proyek pengabdian”.

Hal ini menegaskan komitmen pribadinya untuk masa depan yang berkelanjutan.
Sebagai sosok yang terkenal, Vuong dipandang sebagai pemimpin bisnis paling berpengaruh di Vietnam. Vingroup yang dipimpin olehnya, mendominasi pasar real estate di Vietnam dan memperluas pengaruhnya ke barang-barang konsumsi, pengembangan properti, ritel, dan pendidikan, menyentuh kehidupan jutaan orang Vietnam.

Lebih dari sekadar mencari keuntungan, Vuong memetakan VinFast sebagai katalis untuk mentransformasi sektor manufaktur Vietnam dari yang sebelumnya menjadi jalur perakitan global untuk perusahaan asing, menjadi produsen barang-barang berteknologi tinggi.
Hanya dalam kurun waktu enam bulan, VinFast telah memantapkan dirinya sebagai brand otomotif terkemuka Vietnam dan mengambil langkah signifikan di pasar global.

Ekosistem hijau yang dibangunnya mencakup spektrum penuh kendaraan listrik mobil, sepeda motor, sepeda, hingga bus ditambah jaringan charging station dan infrastruktur layanan pelanggan yang mumpuni.

VinFast telah menjadi salah satu dari sedikit perusahaan mobil listrik di dunia yang mampu membangun ekosistem hijau yang komprehensif dalam kurun waktu singkat.

Mencapai sesuatu yang dianggap sebagian besar orang “keajaiban” bukanlah hal yang mudah. Namun, komitmen yang mendasari langkahnya telah menjadi kekuatan utamanya. Vuong, sebagai pemimpin perusahaan ini, secara konsisten menekankan bahwa VinFast melampaui sekadar kegiatan bisnis, tetapi menjadi perwujudan aspirasi Vingroup untuk membangun brand industri teknologi tinggi Vietnam dengan cakupan global.

Hingga pada waktunya, langkah ini mampu mengangkat citra Vietnam di panggung dunia, menunjukkan dinamisme, modernitas, dan kemakmurannya yang semakin berkembang.
Meskipun menghadapi tantangan besar dalam perjalanannya menjadi raksasa global di industri kendaraan listrik, Vuong, dengan kekayaan bersih diperkirakan mencapai $5,3 miliar, percaya diri pada kemampuan VinFast untuk berkembang.

Meski didorong oleh tujuan sosial, Vuong merasa yakin akan kemandirian finansial VinFast di masa yang akan datang.

“VinFast akan segera mencapai break-even dan mampu berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

“Saya tidak khawatir tentang penjualan kendaraan listrik. Pertumbuhan kendaraan listrik tidak akan terhindarkan,” tambahnya lagi.

 

Langkah Berani VinFast di Pasar Kendaraan Listrik Indonesia

VinFast telah memasuki pasar kendaraan listrik Indonesia dengan langkah signifikan melalui peluncuran VF 5 dan VF e34. Model-model ini, yang masing-masing menargetkan segmen A dan C, hadir dengan program berlangganan baterai yang unik, memberikan opsi kepemilikan mobil listrik yang lebih terjangkau.

Tak hanya itu, VinFast juga menawarkan paket layanan purna jual yang menyeluruh, termasuk garansi 7 hingga 10 tahun untuk bodi kendaraan dan 8 hingga 10 tahun untuk baterai (bagi pelanggan yang membeli baterai secara langsung).

Selain itu, pelanggan yang memilih opsi berlangganan baterai berhak atas perawatan gratis dan penggantian baterai jika kapasitas pengisian dayanya turun di bawah 70%.
Sebelumnya, VinFast telah secara resmi memulai pembangunan pabrik perakitan kendaraan listriknya di Subang, Jawa Barat, dan mengirimkan mobil listriknya secara perdana kepada pelanggan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.

Bersamaan dengan jejaring dealer-nya yang semakin berkembang, VinFast menegaskan komitmen jangka panjangnya di pasar kendaraan listrik Indonesia dan global.
Demi menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia, VinFast tercatat telah membuka 15 dealer baru di berbagai titik strategis di Indonesia sejak 31 Juli hingga 31 Agustus 2024.

Dealer VinFast yang baru dapat ditemui di kota-kota besar yang tersebar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, Bali, Batam, dan Makassar.

Pelanggan di lokasi ini akan berkesempatan untuk merasakan dan membeli kendaraan listrik modern VinFast didampingi konsultan profesional, layanan pelanggan yang mumpuni, serta dukungan purna jual yang komprehensif. (*)

Infrastruktur dan Pengembangan KEK di Batam Kunci Daya Saing Global

0
turis
Sejumlah wisatawan mancanegara yang akan melakukan perjalanan pulang dari Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (10/10). Keberadaan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam bertujuan menarik wisatawan dan pasien dari Singapura dan Malaysia untuk berobat di Batam.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam dinilai telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selain itu, sejumlah industri lainnya juga menjadi penopang.

Kepala Biro Humas dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa industri di Batam saat ini terbagi menjadi dua sektor utama, yaitu sektor industri manufaktur dan jasa.
Pada sektor manufaktur, terdapat beberapa kategori industri seperti elektronik dan listrik, mesin, perangkat lunak komputer, semikonduktor, serta kendaraan dan suku cadang motor.

Sedangkan pada sektor jasa, mencakup logistik, pariwisata, perawatan dan perbaikan (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO), kesehatan, pendidikan, serta keuangan.

Terkait dengan investasi asing atau Penanaman Modal Asing (PMA), Batam menjadi rumah bagi 109 perusahaan di bidang logam dan mesin; 85 perusahaan di sektor karet, plastik, dan kemasan; 77 perusahaan elektronik dan elektrika; 66 perusahaan di sektor perkapalan dan penunjang; serta 39 perusahaan di industri minyak dan gas beserta pendukungnya.
”Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga tumbuh pesat, dengan 184 perusahaan jasa transportasi; 106 perusahaan konstruksi; 85 perusahaan di sektor logam dan mesin; 85 perusahaan jasa industri; serta 72 perusahaan di bidang perkapalan dan penunjang,” katanya, Kamis (10/10).

Ariastuty menambahkan bahwa salah satu strategi utama BP Batam dalam meng-hadapi tantangan global adalah terus meningkatkan infrastruktur. Fokus utama saat ini adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, terdapat tiga KEK yang sudah berjalan, yaitu Nongsa Digital Park (NDP) yang menjadi pusat startup di bidang teknologi informasi dan komunikasi; KEK Batam Aero Technic yang berfungsi sebagai pusat perawatan pesawat dari Lion Group Asia; serta KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam yang bertujuan menarik pasien dari Singapura dan Malaysia untuk berobat di Batam.

”Kehadiran KEK ini telah memberikan dampak ekonomi yang positif, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan percepatan pengem-bangan wilayah di Batam, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Selain itu, rencana BP Batam ke depan termasuk pengem-bangan infrastruktur jalan guna mempermudah mobilisasi industri dan pengembangan Pelabuhan Batuampar. BP Batam juga akan mengoptimalkan 69 lisensi yang diberikan oleh pemerintah pusat di sektor-sektor strategis seperti transportasi, kesehatan, perdagangan, industri, dan sumber daya mineral.

Dengan begitu, pihaknya berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memperkuat sinergi dengan kementerian terkait guna mendukung peningkatan investasi di Batam.

”Kami optimistis dapat meningkatkan daya saing Batam di pasar global dan menjadikannya salah satu pusat ekonomi yang berpengaruh di Indonesia,” katanya. (*)

 

Reporter : Arjuna

Melalui Skema Ponzi, Joe Lin Keruk Rp220 Triliun

0
Buronan Interpol asal Tiongkok diperlihatkan saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/10). Dirjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengungkapkan penangkapan seorang DPO Interpol asal Tiongkok berinsial LQ alias JL.
F. Salman Toyibi/Jawa Pos

batampos – Buronan pemerintah RRT, LQ alias Joe Lin, ditangkap di Indonesia. Lelaki berusia 39 tahun itu dicegat pihak Imigrasi saat hendak berangkat ke Singapura melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, pada 1 Oktober lalu. Dia menjadi buronan setelah menipu 50 ribu orang Tiongkok lewat skema ponzi.

LQ hanya tertunduk saat digelandang ke ruang konferensi pers Imigrasi, kemarin. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. ”Yang bersangkutan kami tangkap setelah mendapat red notice dari Interpol pada 27 September,” terang Dirjen Imigrasi, Silmy Karim, kemarin.

LQ masuk ke Indonesia menggunakan maskapai Singapore Airlines SQ0944 pada 26 September pukul 19.00 WITA di Bali. Tim Imigrasi kemudian melakukan identifikasi para penumpang melalui teknologi pengenalan wajah (facial recognition), yang kemudian membuahkan hasil dengan teridentifikasinya penumpang bernama Joe Lin yang masuk ke Indonesia. Pria ini berencana untuk berangkat ke Singapura pada 1 Oktober. Sistem autogate bandara langsung mencegahnya untuk keluar.

”Jadi, nama yang masuk dalam red notice awalnya berbeda dengan yang ditemukan di lapangan. Namun, berkat analisis teknologi di bandara, akhirnya bisa teridentifikasi,” jelasnya. Joe Lin ini identik dengan LQ.

Dia mencoba mengelabui petugas dengan mengubah nama. LQ juga menggunakan paspor Turki saat masuk ke Indonesia, bukan paspor RRT.

LQ diburu oleh pemerintah Tiongkok karena menyebabkan kerugian yang fantastis. Pada 2020, dia menjanjikan imbalan yang menggiurkan kepada 50 ribu orang melalui janji palsu. Lewat skema ponzi, LQ menjanjikan pembayaran pokok dan bunga setiap tahun kepada puluhan ribu orang di negeri Tirai Bambu itu. Akibatnya, dari skema tersebut, LQ berhasil mengumpulkan 100 miliar CNY atau setara dengan Rp220 triliun.

Silmy menuturkan bahwa upaya penangkapan LQ ini sebagai bukti bahwa Indonesia berperan aktif dalam membantu Interpol, khususnya dalam menangkap pelaku yang kedapatan berada di Indonesia.

Dia menegaskan bahwa upaya pencekalan secara sistem ini menjadi bukti bahwa keamanan bandara Indonesia sudah teruji. ”Jadi, jangan jadikan Indonesia tempat pelarian. Pasti terdeteksi,” celetuknya.

Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti mengatakan bahwa penangkapan ini meru-pakan kolaborasi apik antara Imigrasi dan Polri, khususnya dalam menanggulangi merebaknya kejahatan internasional.

”Interpol kita terus bergerak dan proaktif,” katanya.

Saat ini, pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi terkait LQ. Untuk sementara, kepolisian akan melakukan penahanan terhadap warga negara Tiongkok tersebut, khususnya untuk mendalami dan melakukan identifikasi lanjutan.

Saat ditanya apakah LQ akan diekstradisi, Krishna menyebut bahwa pihaknya belum bisa memastikan. Termasuk apakah ada upaya tukar guling dengan pemerintah Tiongkok.
Krishna juga menyebut bah-wa saat ini ada tujuh buronan Indonesia yang berada di sana.

”Kami sudah mengidentifikasi lokasinya. Namun, belum ada hasil penangkapan,” paparnya. (*)

7 Buronan Indonesia di China Belum Ditangkap, Polri Pertanyakan Sikap Tiongkok

0
Foto wajah Fredy Pratama ditampilkan saat rilis TPPU peredaran narkotika di Mabes Polri (12/9). (DITPID NARKOBA)

batampos – Polri mengungkap ada tujuh buronan Indonesia yang kabur ke Tiongkok. Namun, sampai saat ini, belum ada satu pun yang ditangkap oleh pemerintah Tiongkok.

“Kita punya buronan tujuh, red notice kita tujuh. Padahal, kita sudah kasih tahu tempatnya, tapi belum ditangkap juga,” kata Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti kepada wartawan, Jumat (11/10).

Krishna mengatakan, Indonesia sudah banyak membantu Tiongkok dalam menangkap buronannya. Terbaru adalah LQ yang ditangkap di Bali.

“Ditjen imigrasi paham betul peristiwa Batam-Pontianak, termasuk ini (penangkapan LQ),” jelasnya.

“Kami juga berharap apa yang dilakukan oleh Indonesia, dilakukan juga secara resiprokal, secara seimbang oleh China,” pungkas Krisna.

Sebelumnya, buronan internasional asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial LQ ditangkap Petugas Imigrasi Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. LQ diketahui terlibat kasus penipuan investasi dengan nilai mencapai Rp 210 triliun.

“Diketahui bahwa yang bersangkutan melakukan penipuan investasi fiktif menggunakan skema ponzi yang melibatkan sekitar 50 ribu korban dengan total kerugian, ini yang menarik Rp 210 triliun atau dalam mata uang China itu 100 miliar,” kata Dirjen Imigrasi Silmy Karim, Jumat (11/10).

Dia menuturkan, LQ terdeteksi oleh sistem autogate sebagai pihak yang dicekal. LQ sudah dimasukan ke dalam daftar pencarian setelah Ditjen Imigrasi menerima red notice dari Interpol pada 27 September 2024. LQ diburu karena secara ilegal mengumpulkan lebih dari CNY (mata uang Yuan Tiongkok) 100 miliar dari 50.000 orang korban. Dengan janji palsu pembayaran pokok dan bunga serta pengembalian tahunan yang tinggi sebesar 6 persen hingga 10,1 persen sebagai umpan.

Silmy mengatakan, LQ masuk ke Indonesia menggunakan pesawat Singapore Arlines SQ0944, tiba pukul 19.00 WITA pada 26 September 2024. Tim kemudian melakukan penelusuran dan identifikasi para penumpang melalui teknologi facial recognition. Hasilnya teridentifikasi penumpang bernama Joe Lin masuk ke Indonesia menggunakan paspor kebangsaan Turki dengan nomor U23358200 yang identik dengan LQ. (*)

Jalan Gelap, Staf Laundry RSJKO EHD Terjatuh di Lokasi Perbaikan Jalan Rusak di Bintan

0
Pengguna jalan melintasi salah satu ruas jalan yang sedang diperbaiki di jalan Indunsuri, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (10/10/2024). Di jalan itu terlihat dipasang rambu tanda batas maksimal 20 kilometer (Km). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Seorang staf bagian laundry di RSJKO Engku Haji Daud (EHD), Eki, mengalami kecelakaan tunggal di lokasi perbaikan jalan rusak sebelum tikungan jalan TK Gracia, jalan Indunsuri, Kecamatan Seri Kuala Lobam (Sekilo), Bintan, Rabu (9/10/2024).

Akibat kecelakaan korban mengalami luka lecet di bagian tangan dan dengkul kaki.

Seorang warga Lobam, Rio menyampaikan, korban baru pulang dari tempat kerjanya di RSUD EHD Tanjunguban.

“Kejadiannya habis magrib, korban baru pulang kerja,” katanya.

BACA JUGA: Tahun Ini, Proyek Pembangunan Banyak Dapat Sanksi dari PSDKP dan LKKPN

Dia mengatakan, kemungkinan korban tidak melihat ada tiang-tiang di lokasi jalan yang telah dicor tersebut.

“Mungkin tidak melihat karena jalan di sana gelap,” kata dia.

Setelah kecelakaan, korban dibawa ke rumah sakit oleh beberapa orang pekerja dari kawasan industri Lobam yang baru pulang dari tempat kerja.

Dari kejadian ini, dia berharap, di lokasi jalan yang sedang diperbaiki tidak hanya dipasang rambu sebagai tanda untuk mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati.

Tapi, katanya, sebaiknya dipasang lampu untuk menerangkan lokasi jalan yang sedang diperbaiki.

“Maunya dipasang lampu kelap kelip juga, jadi kalau malam terlihat pengguna jalan,” katanya. (*)

Reporter: SLamet

Sektor Manufaktur Batam Melesat, Masalah Amdal Masih Jadi Hambatan Investasi

0
ilustrasi bp batam kawasan industri
Ilustrasi kawasan industri di Kota Batam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Perkembangan sektor industri di Batam, khususnya manufaktur dan jasa, menunjukkan tren positif. Namun, masalah analisis dampak lingkungan (Amdal) dan kebijakan logistik masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.

Demikian catatan oleh Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid mengenai perkembangan industri di Bandar Dunia Madani. Katanya, geliat sektor industri di Batam terus berkembang, di mana sektor manufaktur menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi bahkan selama masa pandemi.

“Selama lima hingga 10 tahun terakhir, sektor manufaktur menjadi andalan di Batam. Saat pandemi, manufaktur menjadi penopang utama, sehingga pertumbuhan ekonomi Batam tidak mengalami penurunan yang terlalu drastis meski terjadi resesi,” ujar Rafki, Kamis (10/10).

Baca Juga: Dishub Batam Tertibkan 176 Titik Parkir Tak Berizin Sepanjang 2024

Ia menambahkan, kawasan industri di Batam hampir seluruhnya terisi penuh. Perkembangan itu mendorong perluasan kawasan industri baru untuk menampung kebutuhan sektor manufaktur yang terus berkembang.

Namun, Rafki menyoroti masalah terkait Amdal yang masih menjadi hambatan besar, terutama untuk perusahaan penanaman modal asing (PMA).

“Amdal masih menjadi masalah utama, terutama karena pengurusan izin untuk PMA harus dilakukan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Banyak izin yang tertahan di sana, sehingga belum selesai,” kata dia.

Sementara itu, sektor jasa, khususnya jasa keuangan, logistik, dan pariwisata, juga mengalami pertumbuhan. “Setelah pandemi, sektor jasa keuangan berkembang cukup baik. Namun, untuk logistik, banyak perusahaan yang gulung tikar akibat kebijakan PMK 199 yang membuat barang-barang dari Batam dikenai pajak tinggi ketika dikirim ke luar Batam,” katanya.

Baca Juga: Bapenda Batam Putar Otak Untuk Capai Target PAD di Tengah Ancaman Defisit

Untuk sektor pariwisata di Batam pun mulai pulih, meski belum sepenuhnya. Tetapi, tantangan masih ada, termasuk tingginya harga tiket feri internasional dan masalah visa.

“Harga tiket feri yang masih mahal, meski sudah ada penurunan, tetap memberatkan. Kenaikannya lebih dari 100 persen, jadi penurunan kecil tidak berpengaruh banyak. Harus ada penurunan harga yang signifikan agar penumpang meningkat,” ujarnya.

Dalam aspek sumber daya manusia (SDM), Rafki berharap agar Balai Latihan Kerja (BLK) pusat yang ada di Batam segera beroperasi. Hal ini penting untuk mencetak tenaga kerja yang terampil, baik di sektor manufaktur maupun jasa.

Baca Juga: Infrastruktur dan Pengembangan KEK di Batam Jadi Kunci Daya Saing Global

Menurut ekonom Kepri itu, peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas agar industri di Batam dapat terus berkembang tanpa bergantung pada Tenaga Kerja Asing (TKA).

“Peningkatan kualitas SDM itu tidak bisa dihindari. Kalau tidak melalui pendidikan, harus melalui pelatihan. Jika SDM kita tidak dipersiapkan dengan baik, maka posisi-posisi penting di industri akan diisi oleh TKA,” kata Rafki. (*)

 

Reporter: Arjuna

Yamaha Rilis Motor Sport New R3

0

batampos – Motor sport fairing di kelas 250 cc yang saat ini masih dianggap kasta paling tinggi adalah Kawasaki ZX25R. Hal tersebut lantaran motor sport fairing itu punya mesin 250 cc namun empat silinder, sehingga raungannya mesinnya berasa lebih mantap.

Namun kisah kesuksesan dari Kawasaki ZX25R bisa saja segera berakhir. Sebabnya adalah baru-baru ini Yamaha memperkenalkan penerus R25 yakni New R3 model year 2025 di Eropa. New YZF-R3 ini tampilannya parah, sangar abis.

Mengutip informasi di laman Yamaha Motorsport, motor ini secara tampilan berubah total. Ganteng pol. Hal tersebut bisa dilihat dari desain yang mengadopsi ala MotoGP terbaru, lebih aerodinamis dan banyak tarikan-tarikan tajam.

”Terinspirasi oleh aerodinamika yang mengalir dari motor balap Yamaha YZR-M1 MotoGP, silsilah khas R-Series YZF-R3 2025 yang baru dapat dikenali sekilas dengan fairing depan baru yang agresif, panel samping baru yang ramping, dan bagian ekor baru yang sporty dengan sayap ekor khas R-Series,” tulis laman Yamaha Motorsport.

Pada bagian depan, lampu LED baru menambah tampilan lebih modern, termasuk lampu depan tipe proyektor tunggal baru yang diapit oleh lampu posisi empat elemen, bersama dengan lampu belakang LED baru dan lampu sein.

YZF-R3 2025 kini dilengkapi konektivitas telepon pintar Yamaha Motorcycle Connect (Y-Connect) yang bekerja bersama dengan aplikasi Y-Connect gratis (tersedia untuk iOS dan Android) untuk memungkinkan koneksi langsung antara sepeda motor dan telepon pintar.

Untuk mesin tidak ada keterangan pasti yang diungkapkan Yamaha saat ini. Namun melihat desain knalpot dipastikan mesinnya masih sama dengan sebelumnya. Yamaha R3 ini merupakan versi lebih besar dari Yamaha R25 yang sejauh ini hadir untuk market Tanah Air. Di luar, cc motor ini 300, namun di Indonesia, hanya 250 cc saja, jadi dapat dipastikan bahwa New Yamaha R3 ini akan hadir juga di Indonesia. (*)

Update PSN Rempang Eco-City: 8 KK Tempati Rumah Baru Tanjung Banun

0

banunbatampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyerahkan rumah hunian baru kepada 1 Kepala Keluarga terdampak PSN Rempang Eco City di Tanjung Banun, Kamis (10/10/2024) siang.

Serah terima itu menambah total warga Rempang yang pindah ke rumah baru sebanyak 8 KK dari 210 KK yang telah berada di hunian sementara.

“Terima kasih banyak kepada pemerintah khususnya BP Batam yang telah sungguh-sungguh melayani kami,” ujar Wulan Ratnasati, warga Rempang.

Sementara, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, kembali menyatakan komitmen pihaknya dalam menyelesaikan investasi Rempang Eco City. Ia katakan Rempang akan menjadi daerah maju dalam beberapa tahun kedepan bila investasi terwujud.

“Pembangunan Rempang Eco City akan memberikan banyak manfaat ekonomi, oleh karenanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan,” ucap Ariastuty. (*)

Update PSN Rempang Eco-City: 8 KK Tempati Rumah Baru Tanjung Banun

0

banunbatampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyerahkan rumah hunian baru kepada 1 Kepala Keluarga terdampak PSN Rempang Eco City di Tanjung Banun, Kamis (10/10/2024) siang.

Serah terima itu menambah total warga Rempang yang pindah ke rumah baru sebanyak 8 KK dari 210 KK yang telah berada di hunian sementara.

“Terima kasih banyak kepada pemerintah khususnya BP Batam yang telah sungguh-sungguh melayani kami,” ujar Wulan Ratnasati, warga Rempang.

Sementara, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, kembali menyatakan komitmen pihaknya dalam menyelesaikan investasi Rempang Eco City. Ia katakan Rempang akan menjadi daerah maju dalam beberapa tahun kedepan bila investasi terwujud.

“Pembangunan Rempang Eco City akan memberikan banyak manfaat ekonomi, oleh karenanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan,” ucap Ariastuty. (*)

Ranking FIFA Timnas Indonesia Setelah Ditahan Imbang Bahrain

0
Timnas Indonesia berhasil raih poin di kandang Bahrain di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram/@timnasindonesia)

batampos – Timnas Indonesia berhasil mencatatkan hasil imbang yang penuh perjuangan melawan Bahrain dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (10/10) atau Jumat (11/10) dini hari. Pertandingan yang berlangsung di Bahrain National Stadium tersebut berakhir dengan skor 2-2, dan membawa dampak signifikan pada ranking FIFA kedua tim.

Pada pertandingan ini, Indonesia tertinggal lebih dulu lewat gol Mohamed Jasim Marhoon pada menit ke-15. Tendangan bebas Marhoon yang menghantam mistar gawang lalu masuk, membuka keunggulan bagi Bahrain setelah pelanggaran yang dilakukan Rafael Struick.

Namun, Timnas Indonesia tidak tinggal diam. Mereka terus berusaha keluar dari tekanan meskipun serangan-serangan awal belum cukup efektif untuk menembus pertahanan Bahrain.

Gol penyeimbang akhirnya lahir di masa injury time babak pertama. Ragnar Oratmangoen memanfaatkan kemelut di depan gawang Bahrain dan mencetak gol yang membuat skor menjadi imbang 1-1. Gol ini memberikan suntikan semangat bagi skuad Garuda yang sempat tertekan di awal pertandingan.

Memasuki babak kedua, pelatih Shin Tae-yong melakukan beberapa pergantian pemain untuk mengubah strategi. Eliano Reijnders dan Rizky Ridho masuk menggantikan Sandy Walsh dan Jordi Amat untuk memperkuat lini pertahanan dan serangan Indonesia.

Perubahan ini terbukti berhasil ketika Rafael Struick mencetak gol kedua bagi Timnas Indonesia pada menit ke-74, membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Sayangnya, Indonesia gagal mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir laga. Mohamed Jasim Marhoon kembali menjadi momok bagi pertahanan Indonesia dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+9. Gol ini memastikan pertandingan berakhir dengan skor 2-2, dan Indonesia harus puas membawa pulang satu poin dari laga tandang ini.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang ini membawa dampak positif bagi posisi Indonesia di ranking FIFA. Setelah pertandingan ini, Timnas Indonesia mendapat tambahan 4,39 poin sehingga total poin mereka menjadi 1128,56.

Hal ini membuat peringkat FIFA Indonesia tetap stabil di posisi 129 dunia, sebuah prestasi yang patut dibanggakan mengingat perjuangan di laga tandang yang berat.

Sebaliknya, bagi Bahrain, hasil imbang ini justru membawa dampak negatif. Tim asuhan Dragan Talajic harus merelakan penurunan peringkat FIFA setelah kehilangan 4,39 poin.

Total poin Bahrain setelah pertandingan ini menjadi 1311,1, yang menyebabkan mereka turun dua peringkat ke posisi 78 dunia. Penurunan ini tentu mengecewakan bagi Bahrain, yang sempat berharap untuk mendongkrak peringkat mereka dengan meraih kemenangan atas Indonesia.

Secara statistik, pertandingan ini menunjukkan bahwa kedua tim bermain cukup seimbang. Bahrain lebih unggul dalam penguasaan bola dengan 55%, sementara Indonesia mencatat 45%. Namun, efektivitas serangan balik Indonesia terbukti lebih tajam, meskipun pada akhirnya kedua tim berbagi poin di akhir laga.

Cedera yang dialami winger Timnas Indonesia, Malik Risaldi, pada menit kedua sempat membuat tim tertekan. Benturan keras dengan kapten Bahrain, Waleed Al-Hayam, membuat Malik harus mendapatkan perawatan cepat di pinggir lapangan. Namun, setelah perawatan singkat, Malik kembali bermain dan terus berkontribusi hingga digantikan oleh Marselino Ferdinan pada menit ke-58.

Pertandingan ini juga diwarnai oleh adu fisik yang keras antara pemain kedua tim. Tekel keras dari Ali Haram kepada Calvin Verdonk pada menit ke-11 memunculkan kartu kuning pertama di laga tersebut. Ketegangan terus terasa sepanjang pertandingan, namun Timnas Indonesia mampu menunjukkan daya juang yang tinggi untuk mempertahankan hasil imbang yang berharga.

Selain penampilan solid dari lini pertahanan yang dikawal Mees Hilgers, Jay Idzes, dan kiper Maarten Paes, Shin Tae-yong juga melakukan rotasi pemain yang cermat. Masuknya Nathan Tjoe-A-On di menit-menit akhir bertujuan untuk menjaga keunggulan, meskipun akhirnya Bahrain berhasil menyamakan kedudukan di detik-detik akhir.

Hasil imbang ini memperkuat posisi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan tiga poin dari tiga pertandingan, Indonesia masih belum terkalahkan dan terus berjuang untuk meraih tiket ke babak selanjutnya. Perjuangan mereka masih panjang, namun hasil ini menunjukkan bahwa Timnas Indonesia tetap digdaya dan mampu bersaing di kancah internasional.

Peningkatan peringkat FIFA yang stabil setelah laga ini juga menjadi kabar baik bagi skuad Garuda. Perjuangan keras para pemain muda Indonesia, dengan rata-rata usia 26,4 tahun di starting line-up, telah membuahkan hasil yang positif. Di sisi lain, Bahrain yang memiliki skuad dengan rata-rata usia 29,3 tahun di starting line-up justru mengalami penurunan peringkat.

Kegagalan Bahrain meraih kemenangan di kandang sendiri jelas menjadi pukulan telak bagi mereka. Namun, bagi Indonesia, hasil ini menunjukkan bahwa mereka mampu tampil kuat meskipun berstatus sebagai tim tamu. Dengan semangat juang yang tinggi, Timnas Indonesia terus menunjukkan peningkatan di setiap pertandingan.

Pelatih Shin Tae-yong tentu berharap bahwa hasil ini dapat menjadi modal berharga bagi tim untuk melangkah lebih jauh. Performa impresif dari pemain-pemain seperti Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, dan Maarten Paes menunjukkan bahwa Indonesia memiliki skuad yang kompetitif di level internasional.

Kini, tantangan selanjutnya bagi Timnas Indonesia adalah menjaga konsistensi permainan mereka di laga-laga mendatang. Dengan semangat juang yang terus membara, skuad Garuda siap melangkah lebih jauh dan mencetak sejarah baru di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ranking FIFA yang semakin membaik menjadi bukti bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu kekuatan sepak bola Asia. Skuad Garuda, dengan perpaduan pemain muda berbakat dan pengalaman internasional yang semakin matang, siap bersaing dan terus memperjuangkan mimpi besar mereka untuk tampil di Piala Dunia 2026. (*)