Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 2804

Warga Keluhkan Gas Langka di Pangkalan Resmi, Harga Eceran Naik 2 Kali Lipat

0
Gas F Cecep Mulyana 1 scaled e1698115364997
Gas 3 Kilogram

batampos – Sejumlah warga di beberapa kawasan di Batam mengeluhkan sulitnya mencari gas melon atau LPG bersubsidi di pangkalan resmi. Namun di pengecer gas tiga kilo itu justru ada, tapi dengan harga yang hampir 2 kali lipat dibanding HET gas melon.

Seperti yang dirasakan sejumlah warga di Batamcenter, harus berkeliling beberapa pangkalan untuk mencari gas melon. Meski begitu, tetap tak menemukan gas melon tersebut di pangkalan resmi. Mereka pun terpaksa mencari hingga ke pengecer, namun tetap tak menemukan gas melon tersebut.

“Sudah dari Sabtu nyari gas melon, tapi tetap tak ketemu juga. Tadi siang (Selasa, 3/9) kembali keliling lagi seluruh pangkalan Legenda, Mediterani, Bida Asri dan beberapa SPBU tetap kosong,” ungkap Dani.

Baca Juga: Dishub Batam Mencatat Ada 263 Titik Parkir Potensial belum Tigarap

Tak sampai disitu, Dani kembali mencari keberadaan si ijo tiga kilo itu ke kawasan Bengkong. Tetap hampir semua pangkalan kosong. Namun ia tak menyerah, ia kembali mencari hingga mendapati gas melon di pengecer dengan harga dua kali lipat.

“Sempat ada di depan serba 8000 yang kios di Seipanas itu ada dua tabung, tapi minta Rp 40 ribu per tabung. Karena mahal saya tak jadi beli,” ungkap Dani.

Menurut Dani, ia dan keluarga terpaksa membeli makanan di luar karena tak bisa memasak. Meski begitu, Dani mendapat kabar dari saudara yang tinggal di Nongsa, bahwa ada satu gas melon yang bisa dibawa pulang.

“Malam ini saya mau jemput gas itu, karena dimana-mana sudah tak ada. Dari Batamcenter ke Nongsa demi satu tabung saja,” ungkapnya.

Hal senada diungkap Wati, warga Batuampar. Menurutnya hampir satu pekan warga sekitar tempatnya kesulitan mencari gas melon di pangkalan resmi. Ia pun mempertanyakan kenapa tiba-tiba gas melon langka dan sulit dicari.

“Sudah sepekan susah mencari gas, apakah ada kendala penyaluran,” imbuh Wati.

Baca Juga: Pemindahan KM Kelud ke Pelabuhan Bintang 99 Ditargetkan Rampung Sebelum Natal

Sales Branch Manager Rayon II Patra Niaga Kepri Gilang Hisyam Hasyemi menegaskan bahwa penyaluran gas melon tak ada masalah. Mulai penyaluran gas dari Tanjunguban hingga ke agen-agen resmi di Batam.

“Untuk penyaluran tak ada masalah. Tak ada kendala untuk transportasi juga, bahkan untuk kuota gas melon aman,” tegas Gilang.

Meski begitu, Gilang tetap akan menindaklanjuti informasi dan keluhan masyarakat. Apakah sudah sesuai dengan informasi tersebut.

“Saya belum tahu bagaimana penyaluran dari agen ke pangkalan. Nanti saya akan pastikan,” sebut Gilang. (*)

Reporter: Yashinta

Cegah Virus Mpox, Penumpang dari Luar Negeri Dicek Suhu Tubuh di Pelabuhan

0
Penumpang kapal dari Singapura baru tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Selasa (3/9). F. Mohamad Ismail

batampos– Penumpang dari luar negeri, yang tiba di terminal internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Kota Tanjungpinang, Kepri wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Hal ini dilakukan, semata-mata untuk menjaga daerah tersebut aman dari virus MonkeyPox (MPox) atau yang dikenal dengan penyakit cacar monyet.

Pemeriksaan suhu tubuh itu menggunakan alat thermal scanner. Alat tersebut, diletakkan di dekat pintu kedatangan penumpang terminal internasional Pelabuhan SBP. Penumpang yang baru tiba dari luar negeri, langsing diarahkan petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) untuk cek suhu tubuh.

“Petugas kita (BKK) juga wajib mengenakan masker dan sarung tangan. Petugas standby melihat thermal scanner, untuk mengecek apakah ada penumpang yang suhu tubuhnya diatas 37 drajat,” kata Kepala BKK Tanjungpinang, Robert Maison Saragih, Selasa (3/9).

Ia menerangkan, petugas yang memantau monitor thermal scanner pernah menemukan penumpang dengan suhu tubuh tinggi. Penumpang tersebut langsung didatangi, untuk ditanyakan telah bepergian ke negara mana saja selama 21 hari belakangan.

BACA JUGA: KKP Waspadai Masuknya Virus Cacar Monyet dari Singapura dan Malaysia

Selain itu, tubuh penumpang tersebut juga dilakukan pengecekan, guna memastikan apakah terdapat ruam di kulit atau tidak. “Setelah kita cek, ternyata hanya demam biasa, yang jelas saat ini belum ada yang ditemukan terkena virus tersebut,” tambahnya.

Selain di Pelabuhan internasional SBP, BKK Tanjungpinang juga mengerahkan petugas untuk berjaga di Bandara Raja Haji Fisabilillah dan Pelabuhan yang ada di Lagoi, Bintan. Hal itu dilakukan, sebab pelabuhan tersebut juga merupakan pintu masuk bagi wisatawan manca negara.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk menyediakan Rumah Sakit rujukan, jika sewaktu-waktu ada penumpang kapal atau pesawat yang terindikasi terkena virus Mpox.

“Kita bersama Dinkes, sudah kita siapkan rumah sakit rujukan, kalau di Lagoi itu Rumah Sakit Busung, kalau di Tanjungpinang RSUD RAT,” tambahnya.

Robert memastikan, bahwa di Kepri hanya ada satu kasus Mpox yang ditemukan. Namun, kasus tersebut kata dia merupakan temuan pada tahun 2023 lalu, sedangkan untuk saat ini belum ada penambahan kasus yang terjadi di Kepri.

“Itu kasus lama tahun 2023 di Batam, sudah kita konfirmasi bukan kasus baru. Kalau tidak salah itu pegawai laundry, dan sekarang sudah sembuh,” tegasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Presiden Jokowi Terima Kunjungan Kenegaraan Paus Fransiskus di Istana Merdeka Jakarta Hari Ini

0
Paus Fransiskus setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (3/9/2024). INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ Iwan Jayadi (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ Iwan Jayadi)

batampos – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan menerima kunjungan Paus Fransiskus di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari ini, Rabu (4/9). Rencananya pertemuan itu akan digelar sekitar pukul 09.30 WIB.

“Besok Bapak Presiden akan menerima kunjungan kenegaraan Yang Mulia Paus Fransiskus di Istana Merdeka pukul 09.30,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden (Setpres), Yusuf Permana kepada wartawan, Selasa (3/9).

Yusuf menjelaskan, kunjungan itu akan diawali dengan upacara kenegaraan di halaman depan Istana Merdeka. Selain itu, akan ada pertemuan dengan para tokoh agama di Istana Negara.

“Selain itu juga akan ada pertemuan dengan Para Tokoh Agama dan Korps Diplomatik di Istana Negara,” ungkap Yusuf.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut hangat kedatangan pemimpin tertinggi Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus ke Indonesia. Paus Fransiskus telah tiba di Indonesia hari ini, Selasa (3/9).

“Saya atas nama rakyat Indonesia menyambut hangat. Dan terima kasih atas kunjungan Yang Teramat Mulia Paus Fransiskus ke Indonesia. Selamat datang Yang Teramat Mulia Sri Paus Fransiskus ke Indonesia,” ucap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9).

Jokowi mengungkapkan, kedatangan Paus Fransiskus merupakan kunjungan ketiga setelah kunjungan Yang Teramat Mulia Paus Paulus ke-6 pada 1970, dan kunjungan Yang Teramat Mulia Paus Yohanes Paulus ke-2 pada 1989.

“Indonesia dan Vatikan memiliki komitmen yang sama, memupuk perdamaian dan persaudaraan. Serta menjamin kesejahteraan bagi umat manusia,” ungkapnya.

“Selama 4 hari kunjungan beliau Yang Teramat Mulia, Sri Paus akan melakukan pertemuan kenegaraan, pertemuan dengan korps diplomatik, dan wakil wakil masyarakat, pertemuan dengan tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal, serta Misa Kudus,” imbuhnya. (*)

Kecanduan Judi Online, Karyawan di Batam Menjambret

0
Jambret Kriminal
Ilustrasi. Jambret. Foto: JawaPos.com

batampos – Unit Reskrim Polsek Nongsa menangkap RS, karyawan di PT. Citra Lautan Teduh (CLT), Batu Besar, Nongsa. Pria 35 tahun ini menjambret pengunjung Pantai Bahagia, Sambau.

Dalam aksinya, pelaku menarik tas pengunjung pantai berinisial MS dan menggasak ponsel serta uang tunai Rp 150 ribu.

Kapolsek Nongsa l, Kompol Effendri Alie mengatakan penjambretan tersebut terjadi pada Sabtu (31/8). Dari laporan korban, pihaknya melakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku.

“Saat mengendarai motor ke pantai, korban dipepet pelaku dan tasnya ditarik,” ujarnya.

Baca Juga: Lukai Karyawati Alfamart, Dua Perampok Bawa Kabur Rp50 Juta

Alie menambahkan pelaku ditangkap di tempat lokasi kerjanya. Selain pelaku, pihaknya turut menyita barang bukti berupa motor yang digunakan menjambret Honda Beat BP 6398 UO dan 1 unit ponsel Realme C35 milik korban.

“Hasil curian berupa ponsel itu rencananya akan dijual pelaku,” katanya.

Kepada polisi, RS mengaku melakukan penjambretan karena kecanduan bermain judi online. “Meskipun pelaku sudah memiliki pekerjaan namun penghasilannya tidak mencukupi. Karena pelaku telah kecanduan bermain judi online,” ungkap Alie.

Dengan adanya penjambretan ini, Alie mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap diri sendiri dan barang bawaan. Baik saat sedang berjalan atau mengendarai kendaraan.

“Dikarenakan kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Sehingga kita tidak boleh lengah terhadap diri dan barang bawaan kita,” katanya.

Baca Juga: Inflasi Kepri Agustus 2024: Batam Tertinggi, Tanjungpinang Terendah

Terkait judi online, Alie juga mengimbau masyarakat agar tidak bermain. Sebab hal ini dapat membuat pemainnya terjerumus perbuatan kriminal atau melakukan tindak pidana.

“Lebih baik uang tersebut ditabung ataupun dipergunakan untuk hal-hal bermanfaat lainnya,” tutupnya.

Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan pasal 365 KUHP tengang pencurian menggunakan kekerasan dengan ancaman penjara maksimal 9 tahun. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Jumlah Kelas Menengah Menurun, Ini Parameter Kelas Menengah Indonesia

0
Ilustrasi para pekerja berjalan saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

batampos – Kelas menengah Indonesia menjadi salah satu sorotan, menjelang berakhirnya masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai dua periode menjabat sejak 2014 hingga 2024.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kelas menengah tercatat menurun hampir 9,5 juta jiwa dalam lima tahun terakhir.

Pada tahun 2019, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia mencapai 57,33 juta jiwa. Sementara, pada 2023 jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia tercatat 48,27 juta jiwa atau 17,44 persen.

BPS juga melaporkan penurunan kelas menengah pada 2024 menjadi 47,85 juta orang atau 17,13 persen dari total penduduk Indonesia. Dengan begitu, selama lima tahun terakhir ada sebanyak 9,48 juta penduduk kelas menengah yang tercatat turun kelas.

Lantas, apa itu kelas menengah dan apa parameter penentunya?

World Bank atau Bank Dunia, dalam laporan yang berjudul Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class yang dirilis pada tahun 2020 lalu menilai bahwa kelas menengah berkaitan erat dengan ukuran economic security atau keamanan ekonomi.

Kelas menengah Indonesia didefinisikan sebagai orang yang pengeluaran setiap bulannya antara Rp 1,2 juta–Rp 6 juta. Dalam laporan itu disebutkan bahwa kelas menengah merupakan kelompok paling eksis dan berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesejahteraan.

Pada dasarnya, pekerjaan kelas menengah adalah pekerjaan yang memberikan sang pekerja penghasilan cukup untuk menikmati standar kehidupan kelas menengah bagi keluarganya.

Selain itu, kelas menengah yang lebih banyak akan membantu mempercepat pertumbuhan konsumsi.

Bahkan, kelas menengah juga dapat menjadi pendukung kuat tata kelola yang lebih baik. Juga memberi pendapatan lewat pajak yang diperlukan untuk menyediakan layanan umum.

Seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, serta memulai usaha yang menciptakan lapangan kerja. Sebaliknya, jika kelompok yang ingin menjadi kelas menengah gagal naik tingkat ekonominya, mungkin akan berdampak pada masyarakat yang lebih terpolarisasi dan terpecah.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa kelas menengah memegang kunci untuk membuka potensi Indonesia. Bahkan, penting bagi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan kelompok ini di semua lini.

“Ini termasuk dukungan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan penduduk dan mendorong pertumbuhan penciptaan lapangan kerja juga akses perlindungan sosial yang memadai. Dengan dukungan tersebut, kelompok kelas menengah akan tumbuh dengan cepat dan mendorong negara dan wilayah ini menuju masa depan yang lebih cerah,” tulis laporan itu.

Secara keseluruhan, Bank Dunia membagi kelas konsumsi di Indonesia menjadi lima kelompok. Terdiri dari kelas miskin, kelas rentan atau vulnerable, calon kelas menengah, kelas menengah, dan kelas atas.

Seseorang termasuk dalam kelompok kelas miskin jika memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan Indonesia, yaitu sebesar Rp 354 ribu per bulan. Sementara itu, kelas rentan mempunyai angka konsumsi atau pendapatan sebesar Rp 354 ribu – Rp 532 ribu per bulan.

Sedangkan kelompok calon kelas menengah memiliki pendapatan sebesar Rp 532 ribu – Rp 1,2 juta. Kemudian, kelas menengah Rp 1,2 juta – Rp 6 juta per bulan dan kelas atas adalah mereka yang memiliki pendapatan di atas Rp 6 juta per bulan. (*)

Vaksinasi Polio di Batam: 104.877 Anak Sudah Terima Dosis Kedua

0
polio vaksin
Petugas kesehatan membujuk anak-anak saat hendak memberikan vaksin polio, belum lama ini. Capaian vaksinasi polio di Kota Batam diklaim cukup baik. F. dinkes untuk Batam Pos

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat hingga Senin, 2 September 2024, sebanyak 104.877 anak di Kota Batam, telah menerima vaksinasi polio dosis kedua.

“Angka ini setara dengan 56,8 persen dari target yang ditetapkan. Anak-anak yang menerima dosis kedua vaksin polio harus terlebih dahulu menjalani dosis pertama dan berusia antara 0 hingga 7 tahun 11 bulan 29 hari,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam, Melda Sari, Selasa (3/9).

Melda mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 137.639 anak, atau 74,5 persen dari total target.

“Sementara untuk capaian dosis 1 sudah sebanyak 137.639 anak yang udah menjalani vaksinasi dosis 1. Capaian dosis 1 mencapai 74,5 persen,” kata dia.

Baca Juga: KPK Latih Pelaku Usaha di Kepri tentang Pencegahan Korupsi

Melda menyoroti pentingnya vaksinasi sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit polio, yang bisa menyebabkan kelumpuhan mendadak akibat infeksi virus polio.

Namun, Melda mencatat adanya kendala dalam program vaksinasi ini. Salah satunya adalah kurangnya informasi di kalangan masyarakat mengenai pentingnya imunisasi polio.

“Banyak orang tua yang menganggap vaksinasi polio tidak penting kecuali ada wabah. Padahal, vaksinasi ini adalah langkah preventif yang sangat penting untuk mencegah penyebaran virus polio,” ujarnya.

Baca Juga: Siapkan SDM Berkualitas, Disnaker Batam Gelar Bimtek dan Sertifikasi untuk Masyarakat

Melda juga menyarankan agar kebijakan vaksinasi polio mirip dengan kebijakan vaksinasi Covid-19, yaitu dengan mewajibkan imunisasi saat anak akan masuk sekolah.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Paus Fransiskus ke Indonesia, MUI Harap Kedatangannya di Momentum Bahas Penyelesaian Konflik di Palestina

0

 

Paus Fransiskus setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (3/9/2024). INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ Iwan Jayadi (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ Iwan Jayadi)

batampos – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia dapat menjadi momentum untuk membahas penyelesaian konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama Palestina-Israel dan Rusia-Ukraina. Diketahui bahwa Paus Fransiskus sudah tiba di Indonesia hari ini dan akan menjalani kegiatan hingga tiga hari ke depan di Jakarta.

“Saya sangat berharap kehadiran Paus ini menjadi momentum penting antara lain untuk membahas penyelesaian konflik yang terjadi di berbagai wilayah terutama Rusia-Ukraina dan Palestina-Israel serta menciptakan perdamaian,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim kepada wartawan, Selasa (3/9).

Ia mengatakan bahwa berbagai langkah politik dan diplomasi untuk menghentikan genosida Israel atas Palestina hingga kini masih belum menemui titik terang. “Langkah ini masih jauh dari harapan karena Israel tetap melancarkan serangan,” ucapnya.

Oleh karena itu, Sudarnoto menyebut bahwa pelibatan tokoh penting lintas agama seperti Paus Fransiskus sangat berarti untuk menghentikan genosida di Palestina. “Menciptakan perdamaian dan memperkokoh aksi dan solidaritas kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Kasus Izin Hutan Lindung di Tiban Masuki Tahap Pemeriksaan Dokumen dan Saksi

0
Penggeledahan Kantor BP Batam 1 F Cecep mUlyana 1
Satreskrim Polresta Barelang melakukan penggeledahan kantor BP Batam terkait masalah lahan, Rabu (21/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang hingga saat ini masih menyelidiki izin pengalokasian lahan dan praktik cut and fill yang dilakukan PT Karlina Cahaya Loka di area hutan lindung di kawasan Tiban McDermott, Sekupang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sebab, pihaknya tengah mengumpulkan keterangan saksi dan meneliti izin dokumen lahan tersebut.

“Masih proses penelitian dokumen dan mengumpulkan keterangan saksi,” ujarnya, Selasa (3/9).

Giadi menjelaskan untuk saksi, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap staf Badan Pengusahaan (BP) Batam. Total ada 11 staf yang diperiksa, termasuk Direktur Pengelolaan Pertanahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan.

“Statusnya sebagai saksi, dan saat ini masih kita dalami. Setelah ini akan kita diskusikan dengan penyidik,” kata Giadi.

Giadi mengaku belum bisa membeberkan secara detail kasus yang ditanganinya tersebut. “Nanti akan kita informasikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang menggeledah Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (21/8), sekitar pukul 15.00 WIB. Penggeledahan berlangsung selama 3 jam, dan polisi menyita 1 box plastik yang berisikan berkas.

Penggeledahan ini dipimpin langsung Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu dan Kasat Reskrim Polresta Baralang, AKP Giadi Nugraha di ruang arsip lahan BP Batam.

Heribertus mengatakan penggeledahan ini terkait dengan terbitnya izin pengalokasian lahan dan praktik cut and fill oleh PT Karlina Cahaya Loka di area hutan lindung di kawasan Tiban McDermott, Sekupang.

“Masih dilakukan penyidikan,” ujarnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Benur Senilai Rp 28 Miliar Diselundupkan ke Malaysia

0
IMG 3553
Bea Cukai kembali berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster atau benur di kawasan Perairan Pulau Topang, Kabupaten Meranti, Senin (2/9).

batampos – Bea Cukai kembali berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster atau benur. Kali ini, penegahan dilakukan di kawasan Perairan Pulau Topang, Kabupaten Meranti, Senin (2/9).

Benur yang diamankan berjumlah 275 ribu ekor atau senilai Rp 28,75 miliar. Sayangnya, petugas kembali gagal menangkap pengelundupnya.

Kepala Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU Bea Cukai Batam, Evi Octavia mengatakan penindakan berawal dari informasi adanya high speed craft (HSC) atau speed boat yang mengangkut barang tanpa dokumen.

“Informasi itu berupa kegiatan penyelundupan benih lobster yang menuju Malaysia tanpa dilengkapi dokumen,” ujarnya.

Atas informasi tersebut, dibentuk Tim Patroli Laut yang terdiri dari Satuan Tugas (Satgas) Patroli KPU Bea Cukai Batam dengan tiga kapal patroli meliputi BC10029, BC11001, dan BC7004. Kemhdian Satgas Patroli Kanwil Bea Cukai Kepri dengan dua kapal patroli meliputi BC8005 dan BC15041.

“Kemudian dilakukan pengejaran, namun pengemudi HSC melakukan perlawanan dengan menabrakan badan kapal, sehingga kapal kandas di hutan bakau. HSC target berhasil dikuasai. Sayangnya, ABK melarikan diri dan tidak berhasil ditemukan,” kata Evi.

Adapun benur yang diamankan tersiri dari 250.000 ekor benih lobster pasir dan 25.000 benih lobster mutiara. Atas penindakan tersebut, benur langsung dilepasliarkan ke Perairan Jembatan 6 Barelang.

“Kita masih melakukan penyelidikan atas kasus ini,” tutupnya.

Diketahui, penyelundupan benur dapat dijerat Pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp5.000.000.000,00 dan Pasal 88 jo Pasal 16 ayat 1 dan/atau Pasal 92 jo Pasal 26 ayat 1 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Perikanan dan/atau Pasal 87 jo Pasal 34 UU RI Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp3 miliar. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Hampir 9,5 Juta Jiwa Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta

0
Ilustrasi para pekerja berjalan saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

batampos – Kelas menengah di Indonesia yang turun hampir 9,5 juta jiwa dalam lima tahun terakhir menjadi sorotan media asing. Para analis menyebut populasi kelas menengah yang menurun ini menjadi alarm peringatan bagi negara Indonesia.

Apalagi, penurunan ini terjadi di tengah pemerintah yang gencar melakukan serangkaian kebijakan yang bertujuan untuk mempertahankan kelompok menengah agar tidak terjun menjadi rentan.

Mengutip ChannelNewsAsia, melalui fenomena ini analis melihat pentingnya pemerintah untuk kembali memperkuat segmen populasi ini guna mencegah penurunan lebih lanjut. Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah orang yang tergolong kelas menengah tercatat menurun hampir 9,5 juta jiwa dalam lima tahun terakhir.

Pasalnya, pada tahun 2019, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia mencapai 57,33 juta jiwa. Sementara itu, pada 2023, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia tercatat 48,27 juta penduduk atau 17,44 persen.

Kemudian, BPS juga melaporkan penurunan kelas menengah pada 2024 menjadi 47,85 juta orang atau 17,13 persen dari total penduduk Indonesia. Dengan begitu, selama lima tahun terakhir ada sebanyak 9,48 juta penduduk kelas menengah yang tercatat turun kelas.

“Jumlah dan persentase penduduk kelas menengah mulai menurun pasca-pandemi, sebaliknya jumlah dan persentase penduduk menuju kelas menengah meningkat,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, pada akhir Agustus lalu.

Sejalan dengan penurunan jumlah orang yang tergolong kelas menengah, jumlah mereka yang tergolong calon kelas menengah meningkat dalam periode lima tahun yang sama.

Mereka yang tergolong sebagai bagian dari segmen kelas menengah yang bercita-cita tinggi meningkat dari 128,85 juta pada tahun 2019 menjadi 137,5 juta tahun ini. Mereka merupakan 49,22 persen dari populasi Indonesia.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pentingnya kelas menengah bagi perekonomian Indonesia karena merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Airlangga juga menekankan pentingnya penguatan daya beli masyarakat miskin dan kelas menengah, dan tak kalah penting lagi adalah calon kelas menengah.

Hal ini tak lain untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 yang merupakan rencana jangka panjang yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera menjelang ulang tahun kemerdekaannya yang ke-100.

Untuk mendukung kelas menengah, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah telah menerapkan berbagai inisiatif. Antara lain program perlindungan sosial, insentif pajak, program Prakerja, serta skema Kredit Usaha Rakyat, dan lain-lain.

Salah satu insentif pajak yang perlu diperhatikan, katanya, adalah rencana pemerintah untuk mengembalikan keringanan pajak penuh atas pembelian properti senilai hingga Rp 5 miliar untuk paruh kedua tahun 2024. (*)

Sumber: JP Group