Sejumlah kapal feri tujuan Batam ke Singapura dan Malaysia sandar di Pelabuhan Internasional Sekupang. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri melalui Dinas Pariwisata masih menunggu hasil pertemuan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) beberapa waktu lalu perihal harga tiket ferry internasional Batam-Singapura. Pihaknya juga telah berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Sejauh ini kami masih menunggu tindak lanjut hasil pertemuan dengan KPPU beberapa waktu lalu, setelah berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti, Selasa (10/9).
Guntur menyikapi dengan positif terkait hasil pertemuan tersebut. Harapannya, ada sebuah solusi konkret dan terbaik mengenai tarif transportasi ferry internasional tersebut.
“Kami sangat berharap semoga solusi mengenai tarif transportasi ferry internasional ini dapat dicarikan problem solving oleh KPPU dengan tarif yang wajar dan berkeadilan untuk semua pihak,” ujarnya.
Pemprov Kepri berharap hal ini sejalan dengan relaksasi visa yang telah keluar berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) dan sembari menunggu regulasi pelaksanaan dari Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
“Semangat ini semoga sejalan dengan relaksasi visa yang sudah keluar perpresnya dan tinggal menunggu aturan pelaksanaan dari Dirjen Imigrasi dan Kemenhumkam,” terangnya.
Sementara itu, kalangan pengusaha memberikan respons positif atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2024 tentang Bebas Visa Kunjungan.
Meski demikian, pengusaha minta agar bebas visa kunjungan ini bisa diikuti dengan turunnya harga tiket feri Batam-Singapura.
Ketua DPC Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Batam, Andi Xie, juga mengomentari harga tiket feri internasional yang masih melambung tinggi.
Menurutnya persoalan ini menjadi salah satu atensi bagi pegiat pariwisata, namun penyelesaian masalahnya tak kunjung kelar.
”Harga tiket feri masih tetap sama. Tak ada hasil. Kita capek juga seperti ini terus, kenapa ini masih mahal. Sekarang kita coba dorong pemerintah untuk menyelesaikan polemik tiket ini,” ujarnya.
Andi tetap optimistis untuk perkembangan sektor pariwisata di Batam. Untuk tahap awal soal upaya menarik wisatawan mancanegara (wisman), pihaknya tengah membicarakan mengenai sistem penerbangan dengan maskapai.
“Jika ada keringanan, baik itu berupa kerja sama dengan pihak msakapai, tentunya optimistis dapat menggaet ribuan wisman,” tutupnya. (*)
batampos – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara resmi akan ditutup otomatis pada pukul 23.59 WIB malam ini, Selasa (10/9). Namun, ada dua kementerian yang dikecualikan, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Kemendikbudristek.
Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryomo Dwi Putranto menyampaikan, khusus pendaftaran CPNS Kemenag dan Kemendikbudristek akan ditutup pada Jumat, 13 September 2024.
“Pengadaan CPNS akan ditutup pendaftarannya pada 10 September 2024 pukul jam 23.59 WIB. Setelah itu akan tertutup secara otomatis kecuali bagi dua instansi yaitu Kemenag dan Kemendikbudristek yang pendaftarannya diundur sampai 13 September,” jelas Haryomo dalam keterangan tertulis, Selasa (10/9).
Dia membeberkan, pendaftaran CPNS tahun 2024 telah dibuka pada 20 Agustus hingga 10 September 2024. Pelamar melakukan pendaftaran melalui laman https://sscasn.bkn.go.id.
Berdasarkan data statistik pelamar CPNS tahun 2024 per 9 September 2024 pukul 20.00 WIB. Terdata jumlah pelamar yang sudah mendaftar (yang sudah memilih instansi) sebanyak 3,6 juta dan submit (sudah mengakhiri pendaftaran/resume) sebanyak 2,7 juta.
Untuk menghindari terjadinya gangguan sistem pada website SSCASN pada hari terakhir pendaftaran, Haryomo mengimbau calon pendaftar CPNS untuk tidak melakukan submit pada saat mendekati batas waktu akhir pendaftaran.
“Kami juga sudah memberikan surat kepada seluruh PPK untuk menginfokan kepada seluruh masyarakat untuk segera melakukan submit agar tidak menumpuk di injury time,” ujar Haryomo.
“Karena kalau menumpuk di akhir akhir ini bisa mengganggu sistem SSCASN dan khawatir ada bottleneck,” pungkasnya. (*)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan, Firman Setyawan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan meluncurkan grand design misi kades.
Program ini diluncurkan langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan di aula kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Senin (9/9/2024) sore.
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan, Firman Setyawan ditemui usai peluncuran grand design misi kades menuturkan, program ini untuk memanajemen informasi kinerja desa.
Dari terobosan ini dia berharap akan mampu meningkatkan capaian kinerja pemerintahan desa dan pelayanan publik.
Selain itu, katanya, peluncuran program ini untuk meningkatkan administrasi pemerintahan digital desa yang cepat, akurat, dan kolaboratif.
Sehingga, harapnya, kinerja aparatur pemerintahan desa akan terukur dan akuntabel.
Dia juga berharap, program ini dapat memberikan dampak positif dengan terwujudnya kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik di desa.
“Sehingga sinergi antara pemerintah desa, BPD, Bumdes, kecamatan, dan perangkat daerah dalam pembangunan di desa juga dapat terjalin baik,” pungkasnya.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menuturkan bahwa grand design misi kades diharapkan mampu membawa perubahan dalam tata pemerintahan di desa, khususnya bagi kinerja kepala desa, aparatur desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Kabupaten Bintan.
“Misi Kades ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan penyelenggaraan publik di desa,” tuturnya. (*)
batampos – Dua pejabat Bea Cukai (BC) Batam berganti. Pejabat yang berganti yakni Kepala BC Batam, Rizal, dan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikian (Kabid P2) BC Batam, Sisprian Subiaksono.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia membenarkan adanya pergantian jabatan ini.
Adapun jabatan Kepala BC Batam kini dijabat Zaky Firmansyah yang sebelumnya menjabat Kabid P2 Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan Rizal, Kepala Kantor Bea Cukai Batam sebelumnya, mendapat promosi jabatan sebagai Direktur P2 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Sementara Kabid P2 BC Batam kini dijabat Muhtadi yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Madya Marunda. Sedangkan pejabat laman, Sisprian Subiaksono mendapat promosi jabatan ke Subdit Intelijern Kantor Pusat DJBC.
“Untuk sertijab sudah dilaksanakan pada pekan lalu,” kata Evi.
Selama menjabat Kabid P2 Bandara Soekarno-Hatta, Zaky Firmansyah kerap melakukan penindakan. Seperti penyelundulan hewan langka, dan kokain dengan modus menyimpan dalam botol sampo, hingga sabu dengan jumlah 54 kilogram.
Zaky Firmansyah juga pernah menjabat sebagai Kepala Bea Cukai Kuala Namu, dan Kepala Bidan Penundakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Bea Cukai Banten. (*)
Timnas Indonesia ditahan imbang Australia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram/@timnasindonesia)
batampos – Timnas Indonesia harus puas dengan hasil imbang 0-0 saat menjamu Australia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Meski mendapat dukungan penuh dari suporter, skuad Garuda gagal memanfaatkan beberapa peluang emas untuk mencetak gol. Sementara Australia mampu menahan laju serangan Indonesia dengan pertahanan kukuh mereka.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal, di mana kedua tim saling serang dengan intensitas tinggi. Timnas Indonesia yang diasuh Shin Tae-yong menurunkan formasi menyerang dan langsung menggebrak sejak peluit kick-off dibunyikan.
Memasuki 15 menit pertama, Timnas Indonesia menunjukkan semangat tempur yang luar biasa. Di menit pertama, dua tembakan on target langsung dilesatkan ke arah gawang Mathew Ryan, kiper Australia yang harus berjibaku mempertahankan gawangnya.
Skuad Garuda yang dipimpin oleh Jay Idzes di lini belakang juga mengandalkan kecepatan dan daya serang pemain muda seperti Rafael Struick dan Marselino Ferdinan.
Intensitas tinggi yang ditampilkan Indonesia membuat Australia sedikit kelimpungan di menit-menit awal. Bahkan, tiga sepak pojok berhasil diperoleh dalam tiga menit pertama, menunjukkan dominasi sementara Garuda.
Namun, Australia bukan tanpa perlawanan. Mereka segera menemukan ritme permainan dan mulai mengimbangi intensitas serangan Indonesia.
Namun, salah satu peluang emas bagi skuad Garuda tercipta pada menit kedelapan saat Struick mencoba menerobos kotak penalti Australia. Sayangnya, pergerakannya berhasil dihentikan oleh pertahanan lawan.
Di menit ke-10, wasit mengeluarkan kartu kuning pertama bagi Australia, yang diberikan kepada Craig Goodwin setelah pelanggaran keras terhadap pemain Indonesia. Kartu ini memberi sedikit momentum bagi Timnas Indonesia untuk kembali menekan.
Namun, selepas menit ke-15, Australia mulai mampu keluar dari tekanan dan mengambil alih kendali permainan. Maarten Paes, kiper andalan Timnas Indonesia, harus melakukan beberapa penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap imbang. Hingga menit ke-22, setidaknya tiga penyelamatan krusial dilakukan oleh Paes, yang tampil sangat solid di bawah mistar.
Memasuki pertengahan babak pertama, Australia lebih banyak menguasai bola dan menciptakan tekanan. Gaya permainan fisikal khas Australia mulai terlihat, terutama dalam duel-duel udara yang cukup merepotkan pertahanan Indonesia.
Berkali-kali Maarten Paes harus berjibaku untuk mementahkan peluang lawan, termasuk penyelamatan gemilang pada menit ke-35 setelah tembakan keras pemain Australia membentur tiang gawang.
Meskipun demikian, Timnas Indonesia bukan tanpa peluang. Di menit ke-32, tendangan bebas yang dieksekusi Calvin Verdonk hampir saja dimanfaatkan oleh Jay Idzes, namun sundulannya melenceng tipis di sisi gawang. Kegagalan ini membuat Indonesia kehilangan kesempatan emas untuk unggul lebih dulu.
Pada menit ke-44, Keanu Baccus dari Australia juga menerima kartu kuning, yang menambah tekanan bagi tim tamu. Dengan dua kartu kuning yang sudah dikeluarkan wasit, Australia harus berhati-hati dalam permainan mereka.
Hingga akhir babak pertama, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Pertandingan berlangsung ketat dengan skor tetap 0-0 saat jeda.
Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong segera melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Witan Sulaeman menggantikan Rafael Struick untuk menambah daya gedor di lini depan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dimensi baru dalam serangan Garuda.
Di awal babak kedua, Indonesia mulai kembali mengambil inisiatif serangan. Namun, Australia juga tidak tinggal diam dan terus memberikan tekanan yang menyulitkan pertahanan Indonesia. Maarten Paes kembali menjadi pahlawan dengan beberapa penyelamatan brilian, termasuk aksi heroik pada menit ke-68.
Pada menit ke-57, Timnas Indonesia harus kehilangan Justin Hubner yang mendapat kartu kuning pertama setelah melakukan pelanggaran. Ini menjadi titik balik kecil bagi Australia yang semakin percaya diri mengendalikan permainan.
Menit ke-63 menjadi momen krusial bagi Indonesia. Marselino Ferdinan hampir mencetak gol, namun dukungan dari lini kedua yang terlambat membuat momentum serangan hilang begitu saja.
Australia merespons dengan cepat dan melakukan dua pergantian pemain pada menit ke-66. Craig Goodwin dan Mitchell Duke ditarik keluar, digantikan oleh Joshua Nibbert dan Adam Taggart.
Meskipun mendapatkan tekanan dari Australia, pertahanan Indonesia yang dipimpin oleh Jay Idzes dan Maarten Paes tetap kukuh. Paes bahkan mencatatkan lima penyelamatan hingga menit ke-70, menjadikannya sebagai bintang di lini belakang.
Melihat peluang untuk terus menekan, Shin Tae-yong memasukkan Thom Haye untuk menggantikan Ivar Jenner pada menit ke-70. Harapannya adalah agar Indonesia mampu mendobrak pertahanan Australia dengan serangan-serangan yang lebih cepat dan bervariasi.
Pada menit ke-80, Shin Tae-yong kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Pratama Arhan menggantikan Marselino Ferdinan. Arhan diharapkan dapat memberikan energi baru di sektor sayap Indonesia.
Namun, pada 15 menit terakhir, Australia semakin mendominasi permainan. Mereka lebih banyak menguasai bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Meski begitu, Timnas Indonesia tetap disiplin dalam bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Tambahan waktu enam menit diberikan oleh wasit di akhir babak kedua, namun tak ada gol yang tercipta. Meskipun Australia terus menekan, pertahanan Indonesia yang dipimpin oleh Paes tetap kukuh hingga peluit panjang dibunyikan.
Skor akhir 0-0 ini tentu menjadi hasil yang cukup positif bagi Timnas Indonesia. Meskipun bermain di kandang sendiri, menghadapi tim sekelas Australia bukanlah tugas mudah. Performa luar biasa dari Maarten Paes di bawah mistar gawang menjadi kunci utama keberhasilan Indonesia menahan gempuran lawan.
Dengan hasil ini, Indonesia berhasil meraih poin penting di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kini, Timnas Indonesia harus segera fokus ke laga berikutnya demi menjaga asa untuk lolos ke putaran selanjutnya.
Tersangka dugaan korupsi mantan Sekretaris DPRD Kota Batam, Marzuki (tengah) diserahkan ke Kejari. F.Yashinta/Batam Pos
batampos – Mantan Sekretaris DPRD Kota Batam, Marzuki akan segera disidang dalam dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas DPRD Kota Batam di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Agenda sidang pertama yakni pembacaan dakwaan dijadwalkan pada Kamis (12/9).
Kasi Intel Kajari Batam, Tiyan Andesta mengatakan berkas perkara Marzuki telah dilimpahkan pekan lalu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain berkas, jaksa juga melimpahkan tersangka Marzuki dan barang bukti.
“Untuk perkara Marzuki sudah dilimpah minggu lalu di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Saat ini tersangka sudah ditahan di Rutan Tanjungpinang,” ujar Tiyan.
Menurut Tiyan, agenda persidangan juga sudah dikeluarkan oleh Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Yang mana sidang pertama Marzuki akan digelar pada Kamis besok.
“Untuk sidang dakwaan Kamis depan,” terang Tiyan.
Disinggung kondisi kesehatan Marzuki, menurut Tiyan dalam kondisi sehat. Karena sudah dilimpah, status Marzuki pun menjadi terdakwa.
“Saat ini, tersangka sudah berstatus terdakwa dan jadi tahanan Pengadilan Tipikor,” sebut Tiyan.
Sebelumnya, setelah menjalani rangkaian penyidikan panjang, berkas kasus korupsi mantan Sekretaris DPRD Kota Batam, Marzuki dinyatakan lengkap. Marzuki yang berulang tahun pada 14 Agustus diserahkan ke Kejaksaan Negeri Batam dalam proses tahap 2, Jumat (9/8).
Marzuki dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberanta-san Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana,atau Kedua Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tin-dak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.
“Uraian singkat perkara dan pasal yang dilanggar Bendahara Pengeluaran Sekretaris DPRD Kota Batam TA.2016 atas perintah Sekretaris DPRD Kota Batam 2016 tidak membayar uang tiket pesawat dan sewa hotel yang ada padanya kepada pihak Travel Agen,” jelas Tohom.
Diketahui, Marzuki ditahan oleh penyidik Polresta Barelang karena diduga melakukan korupsi pengelolaan anggaran perjalanan fiktif DPRD Kota Batam tahun 2016 lalu. Nilai uang yang dikorupsi senilai Rp 1,28 miliar digunakan Marzuki untuk kepentingan pribadi.
Penyidik Polresta Barelang telah terlebih dahulu menetapkan Raja Syamsul mantan Bendahara DPRD Kota Batam sebagai tersangka. Bahkan saat ini, Raja Syamsul telah menjalani hukuman sesuai putusan hakim Tipikor Tanjungpinang. Syamsul sebagai Bendahara memiliki peran membantu Marzuki melakukan korupsi, sehingga divonis 1 tahun. (*)
batampos – Pengerjaan jalan layang (flyover) Sei Ladi telah memasuki tahap pemasangan erection girder atau balok girder, Selasa (10/9/2024). Pelaksanaan pemasangan balok girder ini, ditargetkan akan rampung pada minggu ke-3 bulan Oktober 2024.
Project Engineering Manager flyover jalan layang (flyover) Sei Ladi, Reyzansza Anandio Syahputra mengatakan, total ada 18 balok girder yang akan dipasang. Masing-masing balok girder memiliki ukuran panjang 40 meter.
Saat ini, seluruh balok girder telah selesai dibuat dan hanya tinggal mobilisasi ke lokasi pekerjaan proyek jalan layang (flyover) Sei Ladi.
“Disini kita ada tiga span yang masing-masing span, akan dipasang 6 balok girder panjang 40 meter,” katanya.
Ia menambahkan, untuk penyelesaian proyek jalan layang (flyover) Sei Ladi akan terus digesa. Sehingga, secara fungsional akan beroperasi penuh dan bisa mengurai kemacetan dari Tiban menuju Batam Center.
“Jadi di sini, pemasangan balok girder itu tidak bisa langsung secara menyeluruh. Karena akses jalan yang harus kita tetap buka. Jadi, kita tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi diharapkan dapat mengurai salah satu titik kemacetan yang paling signifikan, yakni arah Sekupang – Batam Centre.
Ia optimis, pembangunan jalan layang (flyover) akan menjadi infratsruktur vital yang selain mengurai kemacetan, juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik industri dari dan ke pelabuhan ataupun ke bandara.
“Hal ini tentu saja, akan kami selesaikan pembangunannya, tidak lain untuk menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin baik, konektivitas lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman,” Kata Muhammad Rudi. (*)
batampos – Pengerjaan jalan layang (flyover) Sei Ladi telah memasuki tahap pemasangan erection girder atau balok girder, Selasa (10/9/2024). Pelaksanaan pemasangan balok girder ini, ditargetkan akan rampung pada minggu ke-3 bulan Oktober 2024.
Project Engineering Manager flyover jalan layang (flyover) Sei Ladi, Reyzansza Anandio Syahputra mengatakan, total ada 18 balok girder yang akan dipasang. Masing-masing balok girder memiliki ukuran panjang 40 meter.
Saat ini, seluruh balok girder telah selesai dibuat dan hanya tinggal mobilisasi ke lokasi pekerjaan proyek jalan layang (flyover) Sei Ladi.
“Disini kita ada tiga span yang masing-masing span, akan dipasang 6 balok girder panjang 40 meter,” katanya.
Ia menambahkan, untuk penyelesaian proyek jalan layang (flyover) Sei Ladi akan terus digesa. Sehingga, secara fungsional akan beroperasi penuh dan bisa mengurai kemacetan dari Tiban menuju Batam Center.
“Jadi di sini, pemasangan balok girder itu tidak bisa langsung secara menyeluruh. Karena akses jalan yang harus kita tetap buka. Jadi, kita tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi diharapkan dapat mengurai salah satu titik kemacetan yang paling signifikan, yakni arah Sekupang – Batam Centre.
Ia optimis, pembangunan jalan layang (flyover) akan menjadi infratsruktur vital yang selain mengurai kemacetan, juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik industri dari dan ke pelabuhan ataupun ke bandara.
“Hal ini tentu saja, akan kami selesaikan pembangunannya, tidak lain untuk menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin baik, konektivitas lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman,” Kata Muhammad Rudi. (*)
batampos – Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah baru warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City yang berlokasi di Tanjung Banon akhirnya terbit. BP Batam melalui Kepala Bagian Humas, Sazani menjelaskan, penerbitan SHM terhadap 133 persil tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang telah mendukung rencana investasi di Kawasan Rempang.
“Alhamdulillah, Kantor Pertanahan Batam telah menerbitkannya. Saat ini yang sudah terkonfirmasi ada 133 persil. Jumlah ini akan terus bertambah seiring proses yang masih terus berlangsung,” ujar Sazani, Selasa (10/9/2024).
Ia mengatakan, penerbitan SHM ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah melalui BP Batam dalam menyelesaikan hak-hak warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City.
“Ini juga menjadi jawaban bagi yang meragukan komitmen BP Batam. Mari kita dukung agar seluruh tahapannya bisa berjalan lancar dan maksimal,” tambah Sazani.
Untuk tahap awal, lanjut Sazani, pihaknya masih terus menggesa pengerjaan rumah baru di Tanjung Banon sesuai target yang ada.
Dimana, pengerjaan terhadap 100 rumah di kampung tersebut masih terus berlangsung. Beberapa di antaranya bahkan telah memasuki tahap penyelesaian.
“BP Batam juga telah menargetkan, tanggal 25 September nanti sebanyak tiga kepala keluarga akan kami pindahkan ke rumah yang sudah jadi. Ini kami lakukan bertahap,” pungkasnya. (*)
batampos – Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah baru warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City yang berlokasi di Tanjung Banon akhirnya terbit. BP Batam melalui Kepala Bagian Humas, Sazani menjelaskan, penerbitan SHM terhadap 133 persil tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang telah mendukung rencana investasi di Kawasan Rempang.
“Alhamdulillah, Kantor Pertanahan Batam telah menerbitkannya. Saat ini yang sudah terkonfirmasi ada 133 persil. Jumlah ini akan terus bertambah seiring proses yang masih terus berlangsung,” ujar Sazani, Selasa (10/9/2024).
Ia mengatakan, penerbitan SHM ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah melalui BP Batam dalam menyelesaikan hak-hak warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City.
“Ini juga menjadi jawaban bagi yang meragukan komitmen BP Batam. Mari kita dukung agar seluruh tahapannya bisa berjalan lancar dan maksimal,” tambah Sazani.
Untuk tahap awal, lanjut Sazani, pihaknya masih terus menggesa pengerjaan rumah baru di Tanjung Banon sesuai target yang ada.
Dimana, pengerjaan terhadap 100 rumah di kampung tersebut masih terus berlangsung. Beberapa di antaranya bahkan telah memasuki tahap penyelesaian.
“BP Batam juga telah menargetkan, tanggal 25 September nanti sebanyak tiga kepala keluarga akan kami pindahkan ke rumah yang sudah jadi. Ini kami lakukan bertahap,” pungkasnya. (*)