Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2841

Kejati Kepri Usut Dugaan Korupsi PNBP se Batam, Kerugian Negara Ditaksir Rp 14 Miliar

0
kajati kepri teguh subroto
Kepala Kejati Kepri Teguh Subroto

batampos– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri tengah melakukan penyelidikan dugaan korupsi Pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal pada Pelabuhan se-wilayah Batam, Kepri tahun 2015 hingga 2021.

Dalam dugaan korupsi ini, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam telah melaksanakan kerja sama operasi dengan beberapa perusahaan untuk melaksanakan jasa pemanduan kapal dan jasa penundaan kapal di pelabuhan di wilayah Batam.

BACA JUGA: KSOP Batam Pastikan Kesiapan Armada Mudik Idul Adha, 1 Kapal Tambahan Disiagakan

Dalam pelaksanaannya, terdapat PNBP sebesar 5 persen atas pelaksanaan jasa pemanduan dan penundaan kapal tersebut. Namun diduga tidak disetorkan ke kas negara melalui Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam dan Kementerian Perhubungan.

Terdapat juga pembayaran PNBP sebesar 20 persen jasa pemanduan dan jasa penundaan kapal yang diterima oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya.

Berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara yang telah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri, dalam perkara tersebut ditemukan adanya penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara lebih kurang Rp 14 miliar.

Kepala Kejati Kepri Teguh Subroto mengatakan, pihaknya telah menerima dokumen hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Kantor Perwakilan BPKP Kepri dalam dugaan Korupsi tersebut.

“Hingga saat ini masih dalam proses pengumpulan alat bukti. Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 saksi,” jelas Teguh, Selasa (24/9) kemarin.

Menurutnya, kerja sama antara BPKP dan Kejaksaan, dapat menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel di sektor publik. Mempercepat kinerja Kejaksaan, dalam penanganan dan pemberantasan korupsi.

Teguh berharap, diterimanya hasil perhitungan kerugian keuangan negara ini, menjadi momen penting dalam upaya optimalisasi pemberantasan korupsi khususnya di Kepri.

“Selanjutnya, berdasarkan alat bukti, penyidik Kejati Kepri akan segera menetapkan tersangka dalam dugaan korupsi ini,” tegasnya. (*)

Reporter: Yusnadi

Aktivis HAM Serukan Investigasi Mendalam terhadap 5 WNI yang Dideportasi dari Malaysia,

0
PMI Dideportasi scaled
Lima PMI yang dideportasi dari Malaysia saat baru tiba di Pelabuhan Batam Center, Selasa (24/9/2024). F Yashinta/Batam Pos

batampos – Selasa, 24 September 2024, hari di mana lima Warga Negara Indonesia (WNI) dideportasi dari Malaysia dengan cerita hidup yang begitu pilu. Semua dari mereka adalah perempuan, terjebak dalam nasib getir di tanah asing.

Di antara mereka, terdapat seorang bayi yang baru berusia 1 bulan, sementara yang lainnya berjuang melawan kondisi kesehatan yang parah–satu mengalami gangguan mental, seorang lagi buta, dan ada pula yang lumpuh.

Proses deportasi ini berlangsung dari Pelabuhan Stulang Laut di Johor Bahru, Malaysia, dengan tujuan Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Kota Batam. Mereka bertolak sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba di Batam dua jam kemudian, pukul 16.00 WIB.

Setiap langkah mereka seakan mengisyaratkan kepulangan yang tak menyisakan harapan, yang ada hanya kesedihan mendalam. Salah seorang Aktivis HAM, Chrisanctus Paschalis Saturnus, atau akrab disapa Romo Paschal, angkat bicara soal nasib tragis para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini.

“Kita turut prihatin dengan kondisi yang dialami oleh para pekerja migran,” katanya penuh simpati.

Romo Paschal menekankan pentingnya investigasi mendalam terkait asal mula perjalanan mereka hingga akhirnya harus menghadapi proses deportasi ini.

“Momen ini sebenarnya bisa jadi pintu untuk menyelidiki lebih dalam. Dari mana mereka berasal, apa yang terjadi pada mereka? Siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab atas kisah-kisah seperti ini?” ujar dia.

Dirinya menyerukan kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), agar tidak hanya memastikan mereka kembali ke rumah dengan selamat, tetapi juga memberikan pengobatan dan bantuan yang dibutuhkan. Selain itu, investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana kondisi perlindungan hak asasi manusia terhadap pekerja migran, terutama terkait kesehatan fisik dan mental mereka.

Meski Undang-Undang di Indonesia menjamin perlindungan bagi pekerja migran yang mengikuti prosedur resmi, nasib PMI non-prosedural tampaknya tidak seberuntung itu. “Untuk konteks PMI non-prosedural, tidak ada jaminan,” katanya, mengungkap fakta pahit yang sering diabaikan.

Ketika ditanya tentang apa yang seharusnya dilakukan pemerintah Indonesia dalam menanggapi kasus ini, ia menyebut bahwa pemerintah harus tetap bertanggung jawab terhadap warganya, baik PMI prosedural maupun non-prosedural.

Dia sarankan agar pemerintah mengalokasikan anggaran khusus atau bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan untuk memberikan perlindungan dan bantuan yang memadai.

Romo Paschal pun memberikan rekomendasi tegas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. “Rendah hati, baca undang-undang, dan jalankan apa yang sudah ditetapkan dalam gugus tugas. Sebenarnya, kita sudah punya segalanya, tinggal hati kita saja, mau atau tidak menjalankannya,” katanya.

Nasib para pekerja migran yang terlantar di tanah asing, apalagi dengan kondisi yang sedemikian memprihatinkan, adalah cerminan dari masih adanya celah dalam sistem perlindungan tenaga kerja Indonesia. Hati nurani dan kebijakan yang tepat sangat dibutuhkan untuk memastikan takada lagi kisah tragis yang terulang di hari mendatang. (*)

 

Cabuli Ponakan di Dormitori, Karyawan Lagoi Ngaku Menyesal Tidak Bisa Menahan Diri

0
Pelaku cabul yang merupakan karyawan salah satu perusahaan di Lagoi saat digiring ke ruang penyidik Unit Reskrim Polsek Bintan Utara, Selasa (22/9/2024) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Seorang karyawan salah satu perusahaan di Lagoi, berinisial MF alias Atan, 35 menyesali perbuatannya yang telah mencabuli ponakan sendiri, 16.

“Saya menyesal, tapi sudah terjadi saya siap menjalani hukumannya,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Bintan Utara, Selasa (24/9/2024) siang.

Dia mengatakan, tidak ada memiliki ketertarikan dengan korban. Hanya dia mengaku, sangat dekat dengan korban.

“Terlalu manja dengan saya,” katanya.

Meski membantah menyukai korban, dia mengakui tega mencabuli korban karena sudah terlalu dekat dan tidak bisa menahan hawa nafsu.

Dia pun mengaku sudah 6 kali mencabuli korban, dimana 5 kali dilakukan di dormitori di Lagoi, sedangkan satu kali di wisma di Tanjunguban.

Pria yang bekerja sebagai mandor di bagian landskap di Lagoi Bay ini sering mencuri waktu istirahat.

Sebelum jam istirahat, dia membawa korban ke dormitori dan mencabuli korban.

Dia mengatakan, kejadian ini terungkap setelah korban tidak mau sekolah dan pulang ke rumahnya.

BACA JUGA: Karyawan Lagoi di Bintan Cabuli Ponakan Sendiri, Terungkap Sering Diajak Jalan dan Diberi Uang

Setelah pulang ke rumahnya, korban mengakui perbuatan yang telah dilakukan si paman.

“Saya ditelepon bapaknya, terus saya diminta datang ke rumahnya. Lalu saya ditanya benar telah melakukan itu? Saya terus terang mengakui telah berbuat itu,” katanya.

Selain menyesal mencabuli ponakan sendiri, dia mengaku sedih karena harus meninggalkan istri dan seorang anak yang masih berusia 8 tahun.

“Bulan 11 ini, anak saya genap usia 9 tahun,” katanya.

Kapolsek Bintan Utara, AKP Monang P Silalahi mengatakan, pelaku diamankan setelah ada laporan dari warga.

“Pelaku diamankan di daerah Teluk Sebong,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, dia mengatakan, pelaku sudah mencabuli korban sebanyak enam kali.

“Pelaku dikenakan pasal salah satunya Pasal Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Respon terkait Harga Tiket Feri Turun Rp30 Ribu, Masyarakat Kecewa, Kok Bisa?!

0

bpos feribatampos – Harga tiket feri internasional rute Batam-Singapura turun sebesar Rp30 ribu, dari Rp760 ribu menjadi Rp730 ribu. Penyesuaian harga ini mulai berlaku pada Rabu (24/9).
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengakui bahwa penurunan harga tiket tersebut terlalu kecil. Pihaknya akan melakukan survei untuk menurunkan harga tiket kapal feri internasional Batam-Singapura lebih lanjut.

Ansar menegaskan bahwa Pemprov Kepri menginginkan harga tiket kapal tujuan Batam-Singapura diturunkan sebesar Rp100 hingga Rp150 ribu. Namun, penurunan harga tiket yang disepakati dalam rapat KSOP Khusus Batam bersama pihak terkait tidak sesuai harapan.

“Kemarin kita berharap tiket feri diturunkan Rp100 hingga Rp150 ribu, padahal mereka (operator kapal) sudah sepakat,” kata Ansar usai Paripurna HUT ke-22 Kepri, Selasa (24/9).
Ansar menambahkan bahwa Pemprov Kepri akan melakukan survei untuk menurunkan harga tiket kapal internasional di Batam. Menurutnya, salah satu faktor penyebab kenaikan harga tiket adalah kenaikan harga bahan bakar.

“Kita akan turunkan lagi (harga tiket). Jadi memang ada beberapa penyebab kenaikan. Nanti akan kami lakukan survei lagi,” tegas dia.

Sementara itu, Sekretaris PHRI Kepri, Yeyen Heryawan, juga mengatakan bahwa penurunan harga tiket sebesar Rp30 ribu terlalu kecil. Menurutnya, penurunan harga tiket feri Batam-Singapura penting untuk mendukung pariwisata di daerah tersebut. PHRI Kepri mengusulkan penurunan harga tiket secara signifikan, dengan kisaran penurunan antara Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per tiket.

Penurunan ini diharapkan mendekati tarif yang berlaku pada tahun 2019 sebelum pandemi, ketika harga tiket feri sangat terjangkau dan berkontribusi terhadap peningkatan jumlah wisatawan.

Ia menyebutkan bahwa penurunan harga tiket diyakini akan berdampak positif terhadap volume penumpang. Langkah ini diharapkan dapat menarik kembali wisatawan asing dan domestik untuk menikmati berbagai destinasi wisata di Batam.

“Sebelum pandemi, tingginya arus wisatawan ke Batam, terutama dari Singapura, didorong oleh harga tiket yang kompetitif,” ujarnya.

Meskipun penurunan harga merupakan langkah awal yang penting, Yeyen mengakui hal ini belum tentu cukup untuk menarik semua wisatawan yang telah beralih ke destinasi lain selama pandemi. Namun, PHRI Kepri optimistis bahwa kombinasi antara penurunan harga dan promosi pariwisata yang lebih kuat akan mampu mengembalikan minat wisatawan.

Menanggapi kemungkinan penurunan harga tiket lebih lanjut, Yeyen menyatakan bahwa PHRI Kepri akan terus berkomunikasi dengan operator feri. Jika penurunan harga saat ini belum optimal, pihaknya akan mencari solusi terbaik yang me-nguntungkan semua pihak.
Sementara itu, Laras, warga Batam Center, menegaskan bahwa penurunan harga tiket sebesar Rp30 ribu adalah hal yang percuma. Sebab, meski turun, harga tiket tetap dianggap mahal.

“Ya, tetap mahal. Turunnya cuma Rp30 ribu dari harga Rp760 ribu. Jadi terasa percuma saja,” ujar Laras.

Menurutnya, penurunan harga tiket feri serupa dengan harga sebelum kenaikan seaport tax. Tahun lalu, Badan Pengusahaan (BP) Batam menaikkan harga seaport tax dari Rp65 ribu menjadi Rp100 ribu. Hal ini menyebabkan kenaikan harga tiket dari Rp720 ribu menjadi Rp760 ribu.

“Ya, sebelumnya memang segini juga sebelum seaport tax naik. Jadi, sama saja mahal,” ungkap Laras.

Aminuddin, seorang warga lainnya, mengatakan bahwa ia sempat mengira harga tiket feri Batam-Singapura akan turun menjadi Rp300 ribu. Namun, setelah ia memastikan lagi, ternyata penurunan harga hanya sebesar Rp30 ribu.

“Saya pikir harganya balik ke Rp300 ribu, ternyata tidak. Masih di atas Rp700 ribu,” keluhnya. (*)

Kampanye akan Diisi Kreasi dari Relawan 2R

0

 

rudi kamoanye
HMR-AuRa mendapatkan sambutan berupa tarian silat usai mengambil nomor undian di KPU Kepri.
F. TIM Pemenangan Paslon 02

batampos – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor 2 HM Rudi – H Aunur Rafiq (Rudi-Rafiq) akan memulai kampanye perdana pada hari Sabtu (28/9) nanti. Lokasi kampanye yang akan diikuti sekitar 3 ribu sampai 5 ribu massa ini dipusatkan di posko pemenangan, Seipanas, Kota Batam.

Sekretaris Tim Pemenangan Rudi-Rafiq, M Kamaluddin, usai memimpin rapat, Selasa malam (24/9), menyebutkan, sengaja lokasi ini dipilih karena ruangan terbuka di samping posko itu lebih leluasa menampung massa.

“Kita juga ingin mengesankan bahwa posko ini hidup 24 jam untuk beraktivitas, termasuk untuk menerima aspirasi dari masyarakat luas dan simpatisan,” kata Sekretaris DPW Partai NasDem Kepri ini..

Kamal yang didampingi Jubir Tim Rudi-Rafiq, Candra Ibrahim, menjelaskan, dalam kampanye perdana itu, juga akan disampaikan kepada ribuan relawan, simpatisan, dan massa partai koalisi terkait aturan kampanye, baik itu berupa UU Pemilu maupun aturan turunannya, yakni PKPU.

“Sehingga nantinya ada jejak digital bahwa kami dari Tim 02 Rudi-Rafiq telah menyampaikan peraturan dan larangan kampanye sebagaimana diatur,” kata Ketua DPRD Batam itu.

Ketua Panitia Peluncuran Kampanye Perdana Rudi-Rafiq, Rustam Efendi menambahkan, kampanye perdana ini tidak melulu berisi pidato. Aneka musik hiburan dan kreasi dari relawan kecamatan se-Batam akan ikut ditampilkan.

Dalam pada itu, Jubir Tim Rudi-Rafiq, Candra Ibrahim menjelaskan, karena singkatnya waktu kampanye, hanya dua bulan, tidak semua titik di kabupaten/kota dapat didatangi oleh paslon 02 itu. Jadwal kampanye akan disusun sedemikian rupa memakai skala prioritas. (*)

Reporter: Galih Adi Saputro

Volume Transaksi QRIS dan ATM BSI di Aceh Naik Double Digit Selama PON XXI

0
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (tengah) didampingi Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) saat dan Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah (kiri) saat menyusuri venue PON XXI di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh .

batampos — Volume transaksi QRIS dan ATM PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) selama dua minggu gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara tumbuh hingga dobel digit dari biasanya. Hal itu menunjukkan kesuksesan BSI sebagai pendukung utama yang berkontribusi terhadap kelancaran transaksi finansial, selama ajang olah raga tertinggi tingkat nasional tersebut berlangsung di Bumi Serambi Mekah.

Data Perseroan menunjukkan pada periode 9-20 September 2024 atau selama PON XXI berlangsung, peningkatan volume transaksi QRIS BSI tumbuh 30% dari biasanya dengan nilai rata-rata sebesar Rp1,27 miliar. Sedangkan jumlah transaksi rata-ratanya sebanyak 9.667 kali, atau naik 23,8% dari biasanya. Sementara volume transaksi di ATM-ATM BSI juga mengalami peningkatan sebesar 10,6% dari biasanya dengan nilai rata-rata sebesar Rp115,2 miliar. Nilai itu diperoleh dari jumlah transaksi sebanyak 164.559 kali atau naik 8,8% dari biasanya.

Terkait penaikan kinerja ini Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan kehadiran BSI selama PON XXI merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam memperluas literasi dan inklusi perbankan syariah di Indonesia. Dirinya berharap masyarakat, atlet, official, dan wisatawan yang hadir di Aceh bisa semakin mengenal produk dan layanan BSI, sehingga bisa menjadikan Perseroan sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual mereka ke depan tak hanya di Tanah Rencong.

“Alhamdulillah kami bisa secara langsung mendukung kelancaran transaksi finansial selama PON XXI. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, atlet, official, dan wisatawan yang mengakses BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual selama PON XXI. Semoga kehadiran BSI di PON XXI kemarin bisa semakin mendekatkan masyarakat dengan perbankan syariah dan masyarakat juga semakin mengenal produk dan layanan dari BSI,” kata Hery.

Tak hanya itu, volume transaksi melalui mesin EDC BSI juga mengalami peningkatan 8,8 % dari biasanya dengan nilai rata-rata sebesar Rp339 juta. Volume transaksi rata-rata melalui BSI Smart Agent juga naik sekitar 5% atau senilai Rp 170,3 juta. Sementara rata-rata cash in via teller di cabang BSI selama PON XXI adalah sebesar Rp241,8 miliar dan cash out sebesar Rp237,6 miliar.

Adapun untuk turut menyukseskan acara tersebut, BSI memperkuat layanan secara masif. BSI sendiri selama PON XXI menyiapkan 910 mesin ATM untuk menunjang transaksi selama pesta olahraga nasional terbesar itu dilaksanakan. Dari jumlah tersebut, 206 mesin merupakan mesin ATM baru. Di mana sebanyak 117 unit tersebar di Banda Aceh, 54 unit di Lhokseumawe, dan 35 unit di Meulaboh.

BSI juga menghadirkan layanan digital payment berbasis QRIS dan EDC yang tersebar di berbagai merchant di Aceh. Total 45.866 merchant QRIS telah terdaftar, melampaui target 45.000 merchant. Sementara mesin EDC telah terpasang di 1.399 merchant.

BSI juga menyediakan uang tunai sebesar lebih dari Rp2,7 triliun. Ketersediaan uang tunai tersebut disiapkan di 16 Kantor Cabang, 137 Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan 7 Kantor Fungsional Funding (KFF). Dengan demikian BSI mampu menjamin bahwa kebutuhan tunai masyarakat selama PON terpenuhi.

“Selain infrastruktur perbankan, BSI juga memperhatikan kebutuhan spiritual para atlet dan pengunjung selama PON XXI kemarin. BSI menyiapkan mobil musholla di dua lokasi utama, yakni Stadion Harapan Bangsa dan Lapangan Tembak Rindam. Delapan unit musholla knock down juga ditempatkan di berbagai venue seperti stadion, pelabuhan, dan pusat olahraga,” pungkas Hery. (*)

Peringatan dari BMKG

0
cuaca
Ilustrasi Cuaca mendung terlihat dikawasan Batamcenter sekitarnya.
foto: Cecep Mulyana / batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada Rabu (25/9) ini. Berdasarkan laporan yang diterima pada pukul 09.45 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang diperkirakan melanda beberapa wilayah di Batam dan sekitarnya.

Hujan deras mulai mengguyur sejumlah kecamatan di Batam sejak pukul 09.55 WIB. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Kecamatan Bulang dan Galang.

Selain itu, dari informasi yang disampaikan oleh BMKG, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem ini bisa meluas ke wilayah lain seperti Kecamatan Nongsa dan Sagulung.

Terkini, pukul 10.25 WIB, hujan lebat telah terjadi di beberapa titik di Batam, termasuk Kecamatan Sekupang, Lubuk Baja, dan Bengkong. Intensitas hujan yang tinggi ini berpotensi menyebabkan genangan air di beberapa lokasi dan meningkatkan risiko angin kencang yang dapat merusak bangunan ringan serta pepohonan.

Masyarakat pun diimbau untuk waspada dan segera mencari tempat aman, terutama bagi pengendara motor yang rentan terhadap angin kencang.

BMKG memprediksi bahwa kondisi cuaca ini masih akan berlangsung hingga pukul 12.30 WIB. Oleh karena itu, warga Batam diharapkan tetap memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG serta menghindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.

Masyarakat di wilayah lain seperti Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan juga turut diingatkan untuk berhati-hati karena cuaca serupa berpotensi melanda daerah tersebut. (*)

Reporter: Arjuna

Cekcok, Seorang Perempuan Dianiaya Kenalannya di Dalam Mobil

0
perampokan 4 F Cecep Mulyana scaled
Polisi melakukan olah TKP , Selasa (24/9). Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengendara yang melintas di Jalan Gajah Mada dikejutkan dengan teriakan minta tolong dari Ani Yulianti, Selasa (24/9) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Wanita berusia 41 tahun ini terlihat keluar dari mobilnya dengan kondisi bersimbah darah, tepatnya setelah Hotel Vista.

Korban yang berstatus ibu rumah tangga (IRT) ini, mengaku telah dibegal. Oleh warga, kor­ban yang merupakan war­ga Bukit Indah Lestari, Tanjung-pinang, ini, dieva­kuasi ke Rumah Sakit Awal Bros.

“Ibu itu mengaku dibegal. Pelakunya ada di dalam mobil juga,” ujar Rizal, salah seorang saksi mata.

Rizal menjelaskan bahwa usai menganiaya korban, pelaku yang merupakan seorang pria melarikan diri menuju hutan Seiladi. Di dalam mobil terlihat ceceran darah, tali, dan belati yang

digunakan pelaku untuk meng­habisi nyawa korban. “Lukanya besar di leher. Pelaku kabur ke hutan,” kata Rizal.

Mobil yang dikendarai korban terparkir di tepi jalan. Polisi segera mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu, mengatakan bahwa pelaku dan korban saling kenal. Keduanya kenal melalui aplikasi kencan online dan telah menjalin hubungan selama 3 bulan.

“Korban dan pelaku berkenalan melalui MiChat. Korban mengemudikan mobil, dan pelaku duduk di kursi penumpang,” ujarnya.

Heribertus menjelaskan bahwa sebelum penganiayaan terjadi, keduanya sempat terlibat cekcok. Bahkan, pelaku sempat menghentikan laju mobil.

“Ada permasalahan dan terjadi pertengkaran. Mobil diberhentikan, kemudian pelaku menutup mulut korban dan menyayat lehernya. Tidak ada barang bukti yang hilang, dan semua sudah kita amankan,” katanya.

Heribertus menegaskan bahwa pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku dan tengah memburunya. “Tim Satreskrim masih mencari, dan tim sudah disebar. Kami juga telah mengawasi bandara agar pelaku tidak melarikan diri,” tutupnya. (*)

Como 1907 Raih Kemenangan Bersejarah di Serie A, Bekuk Juara Europa League 2023-2024

0
Como 1907 akhirnya meraih kemenangan pertama di Serie A setelah 21 tahun lamanya menanti. (Instagram comofootball)

batampos – Sejarah baru diciptakan oleh Como 1907, klub Serie A Italia yang dimiliki pengusaha Indonesia. Tim besutan Cesc Fabregas itu sukses meraih kemenangan perdana di Serie A Italia musim 2024-2025 setelah menumbangkan klub elite Italia sekaligus juara Europa League 2023-2024, Atalanta, Rabu (25/9) dini hari WIB.

Duel Atalanta vs Como 1907 sedianya berlangsung pada Selasa (24/9) dini hari WIB. Namun laga itu harus tertunda karena hujan deras sehingga baru dimainkan keesokan harinya alias Rabu (25/9) dini hari di Stadion Gewiss, Bergamo, Italia.

Berstatus sebagai tim tamu, Como 1907 sempat tertinggal lebih dahulu. Itu setelah tuan rumah mencuri gol pertama lewat Davide Zappacosta pada menit ke-18. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum sekaligus jadi skor paro awal.

Usai jeda, Como 1907 mencoba bangkit. Bahkan mereka langsung berhasil menyamakan kedudukan saat babak kedua baru berjalan semenit. Adalah Gabriel Strefezza yang sukses membuat skor jadi 1-1 berkat sontekan di dalam kotak penalti.

Gol itu membuat Como 1907 semakin bersemangat. Mereka terus melancarkan serangan demi serangan hingga pada menit ke-54, pasukan Fabregas itu mampu berbalik unggul menjadi 1-2, setelah Sead Kolasinac mencetak gol bunuh diri.

Keunggulan 2-1 tak membuat I Lariani – julukan Como 1907 – cepat puas. Empat menit berselang, mereka berhasil menambah keunggulannya lewat Alieu Fadera, yang mencetak gol dengan sepakannya ke arah bawah kanan gawang.

Setelah unggul 3-1, Como 1907 baru mengubah strategi. Fabregas selaku pelatih kepala menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih banyak bertahan guna menjaga keunggulan dan tak kebobolan dari Atalanta.

Upaya itu cukup berhasil, meski bukan berarti tak ada cela. Pasalnya, Atalanta berhasil memperkecil kedudukan saat injury time babak kedua alias jelang pertandingan berakhir. Tepatnya pada 90+9′, di mana Ademola Lookman mencetak gol kedua untuk tuan rumah lewat titik putih.

Sayangnya, gol Ademola Lookman itu jadi gol terakhir yang tercipta pada laga dini hari tadi. Pertandingan langsung berakhir setelah gol tersebut dan Como 1907 berhasil mencuri kemenangan dari Atalanta di Serie A 2024-2025.

Ini menjadi tiga poin perdana Como 1907 di Serie A 2024-2025, sejak berhasil promosi di awal musim. Dalam empat laga perdana sebelumnya, Emil Audero Mulyadi dan kolega takluk dua kali dan imbang dua kali.

Dua kekalahan didapat saat menghadapi Juventus (3-0) pada laga perdana dan ketika melawan Udinese (1-0). Sementara hasil imbang diperoleh Como 1907 dari duel kontra Cagliari (1-1) dan Bologna (2-2).

Selain kemenangan perdana pada musim ini, hasil akhir yang diraih di Stadion Gewiss ini juga mencatatkan sejarah besar. Yakni kemenangan pertama Como 1907 dalam 21 tahun terakhir di panggung Serie A.

Ya, ternyata sebelum kemenangan bersejarah ini, terakhir kali Como 1907 meraih kemenangan di Serie A pada 2003. Setelah itu nasib I Lariani memang mengkhawatirkan karena mereka turun kasta hingga ke Serie D karena dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi.

Tapi Como 1907 berhasil bangkit secara perlahan. Terutama setelah dibeli oleh pengusaha Indonesia, Djarum Group pada 2019 lewat sebuah lelang setelah pemilik sebelumnya bangkrut. Djarum adalah perusahaan yang dimiliki oleh Hartono Bersaudara, yaitu Michael Bambang dan Robert Budi Hartono. (*)

Peran Orangtua dan Guru Sangat Krusial dalam Mendukung Anak yang Jadi Korban Rudapaksa

0

Kasus rudapaksa pada anak di Batam setiap tahunnya selalu menunjukkan peningkatan. Bahkan pada 2023, kasus ini merupakan salah satu kasus tertinggi yang ditangani Polresta Barelang dan polsek jajaran.

Dalam sebulan terakhir, dua kasus rudapaksa terungkap di Sekupang. Yang membuat miris, pelakunya adalah orang terdekat, yakni ayah tiri. Korbannya masih berstatus pelajar yang berusia 16 serta 13 tahun.

Selain kasus di atas, juga terjadi peristiwa rudapaksa di Seibeduk yang dilakukan bergilir oleh empat pemuda. Korbannya juga seorang pelajar kelas II SMA. Semua pelaku berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Barelang.

“Modusnya berbeda-beda. Ada korban yang dicekoki miras, dan obat perangsang,” ujar Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Jonathan Reinhart Pakpahan.

Tahun ini, PPA Satreskrim Polresta Barelang menangani 20 kasus. Data menunjukkan selama 2023 Polresta Barelang dan polsek jajaran menangani 226 kasus rudapaksa anak.

Di antaranya 133 kasus yang terselesaikan dengan pencapaian 58,8 persen.

“Mayoritas pelakunya itu orang terdekat. Seperti ayah tiri, dan pacar,” katanya.

Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu, mengatakan bahwa kasus rudapaksa pada anak harus dicegah dengan peran orangtua. “Berikan pendidikan kepada anak, edukasi bahwa siapapun yang dikenal atau yang tidak dikenal apabila membahayakan diri berteriak,” katanya.

perkaos
ilustrasi

Disinggung apakah Batam masih bisa disebut kota layak anak? Heribertus enggan berkomentar. Ia mengatakan dengan tingginya kasus ini, pihaknya juga akan bersiner-gi dengan pemerintah.

“Karena saya baru di sini, nanti akan saya kumpulkan dulu. Dan memetakan lokasi-lokasi yang rawan,” katanya.

Heribertus mengaku kasus rudapaksa anak yang ditanganinya hanya yang terungkap saja. Menurut dia, masih ada kasus yang belum sampai ke pihak kepolisian. “Makanya nanti akan saya kumpulkan dulu. Gimana penangananya nanti,” ungkapnya

Sekretaris LPA Batam, Erry Syahrial, mengatakan, kasus kekerasan seksual anak ini meningkat drastis sejak tahun 2021. Pada 2021 kasus kekerasan seksual anak tidak mencapai 100 kasus, sedangkan 2023 mencapai 200 lebih kasus.

”Setiap tahun meningkat. Ini sangat mengkhawatirkan. Untuk awal tahun ini (2024) sudah banyak kasus yang kami tangani,” ujarnya.

Erry menjelaskan, tingginya kasus pencabulan memang dipengaruhi medsos atau penggunaan ponsel bagi anak. Menurut dia, konten di media sosial dapat memengaruhi perilaku anak.

”Selain itu pelaku saat ini juga mengincar korbannya melalui internet. Jadi konten-konten di medsos itu merusak nilai-nilai moral yang ditanamkan di rumah dan di sekolah,” katanya

Erry menilai selain membatasi penggunaan ponsel, orangtua juga harus membatasi anaknya untuk mengenal orang yang lebih dewasa. Kemudian, memberikan pemahaman tentang bahayanya pergaulan bebas. ”Intinya balik lagi ke keluarga. Bagaimana pengawasan dan memberikan anak pemahaman,” tutupnya.

Terpisah, UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, (PPA) Kota Batam menyebut angka rudapaksa yang dihimpun hingga September 2024 sudah mencapai 174 kasus kekerasan. 144 di antaranya adalah kasus rudapaksa anak.

“Untuk rata-rata usianya bervariasi. Kebanyakan dari usia 13 sampai 15 tahun,” kata Kepala UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Batam, (PPA), Dedy Suryadi, Senin (23/9).

Upaya yang dilakukan oleh pihaknya dimulai dari penjangkauan seperti identifikasi dan asesmen kepada korban. Kemudian dilakukan pendampingan yang bertujuan memberikan penguatan dan penyelesaian kasusnya ke penegak hukum dan melakukan visum.

“Upaya dilakukan semua secara bertahap, kami juga memberikan ruang konseling untuk memotivasi dan meringankan beban psikis korban,” ujarnya.

UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak turut berperan melakukan rujukan kepada korban dengan mengetahui latar belakangnya seperti pendidikan, faktor ekonomi, dan sebagainya.

“Dan kami juga melakukan rujukannya apabila dari sisi pendidikan kami siap membantu dari sisi tersebut untuk sekolahnya agar bisa terus berlanjut. Lalu apabila tidak memiliki identitas maka kami juga membantu ke dinas terkait, dan apabila ada keluarga tidak mampu maka kami usulkan untuk mendapatkan bantuan,” terangnya.

Ia menyebut banyak faktor menyebabkan masih ada beberapa pihak yang tidak berani melaporkan persoalan ini ke UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak.
Dedy menjelaskan bentuk kekerasan yang diterima anak mulai dari kekerasan verbal hingga fisik.

Bentuk kekerasan ini akan menimbulkan dampak yang mengancam masa depan anak, sehingga perlu komitmen orangtua, dan pihak lainnya untuk mencegah agar ini tidak terjadi.

“Yang paling umum mereka dari pihak (korban) tidak berani melaporkan dalam arti kata tidak ingin menyampaikan ke kami,” ujarnya.

Ini artinya dukungan moral dari orang sekitar sangat penting. Korban membutuhkan orang lain agar bisa menjadi pelapor dan pelopor atas apa yang mereka alami.

Ia mengajak kepada masya-rakat, paling dekat itu adalah tetangga, hingga perangkat RT/RW serta pihak yang memiliki wewenang di satu wilayah untuk memperhatikan kondisi sekitar. Saksi menjadi juru kunci dalam mengungkap berbagai tindakan kekerasan.

“Jika memang melihat ada anak yang mengalami peruba-han perilaku. Misalkan, dulu riang mendadak murung. Ini bisa ditanya dan dicari tahu ke keluarganya. Karena sema-kin cepat penanganan akan semakin baik bagi korban juga,” terangnya.

Dalam upaya memerangi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah menyelenggarakan Kegiatan Pencegahan dan Penanganan terhadap persoalan tersebut.

“Perkembangan kasus perempuan dan anak dari waktu ke waktu sangat mengkhawatirkan,” kata Sekretaris Daerah Batam, Jefridin Hamid, Sabtu (21/9).

Kasus demi kasus beragam mulai dari tindakan kekerasan, pelecehan, pencabulan, pembulian, penelantaran, pola asuh yang salah, bahkan tindak pidana perdagangan orang,” paparnya.

Ia meyakini masih ada pihak yang tidak terlapor. Menurutnya masyarakat berperan mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Oleh karena itulah pemerintah daerah mendirikan UPTD sebagai tempat untuk menangani kasus kekerasan perempuan dan anak. Semoga kita terus dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” harapnya. (*)

 

Reporter : YOFI YUHENDRI, ARJUNA, ABDUL AZIS