Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 289

Bos Klub Kasta Keempat di Spanyol Berikan 256 Mobil Hyundai untuk Fans

0
Ramon Rodriguez Verdejo. (Dok. Aston Villa)

batampos – Ramon Rodriguez Verdejo atau yang dikenal luas sebagai Monchi selalu identik dengan inovasi dan kesuksesan semasa jadi direktur olahraga Sevilla FC.

Setelah bersama AS Roma dan Aston Villa, Monchi memiliki klub sendiri, CD San Fernando 1904.

Meski hanya klub kasta keempat di Spanyol, San Fernando, viral saat ini karena ide gila Monchi. Dalam unggahan di media sosial, Monchi siap memberikan 256 mobil Hyundai Tucson FL 1.6T 150 hp kepada fans San Fernando pemegang tiket resmi musim ini.

Mekanismenya, fans tersebut terpilih dalam undian dan memiliki tiket resmi yang harga termurahnya hanya EUR 5 atau Rp 101 ribu!

Kenapa Monchi bisa punya ratusan mobil tersebut? Seperti dilansir dari Marca, San Fernando menjalin kemitraan dengan dealer Hyundai Guadalete Motor.

Di pasaran, mobil Hyundai Tucson tipe tersebut dibanderol antara EUR 28 ribu hingga EUR 30 ribu (Rp568 juta sampai Rp608 juta). ”Para pemenang dibebaskan dari biaya pendaftaran dan pajak,” tulis San Fernando di laman resmi klub. (*)

Artikel Bos Klub Kasta Keempat di Spanyol Berikan 256 Mobil Hyundai untuk Fans pertama kali tampil pada Olahraga.

Kurs SGD-Rupiah Bergejolak, Pelaku Valas Batam: Masyarakat Masih Wait and See

0
Ilustrasi mata uang dolar Singapura dan rupiah Indonesia. F.Chahaya Simanjuntak/Batam Pos

batampos – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya Dolar Singapura, mulai dirasakan pelaku usaha penukaran valuta asing (valas) di Batam. Namun, kondisi tersebut belum diikuti lonjakan transaksi penukaran uang seperti yang kerap terjadi saat kurs bergerak tajam.

Ketua Umum Afiliasi Penukaran Valuta Asing Indonesia (APVA), Amat Tantoso, mengatakan pergerakan rupiah belakangan ini memang mengalami tekanan akibat situasi global yang memanas dan berdampak pada ekonomi dunia.

Menurutnya, ketegangan geopolitik internasional serta kenaikan harga minyak dunia ikut memengaruhi nilai tukar di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

“Kalau kita lihat akhir-akhir ini rupiah memang sedikit melemah. Dampaknya terasa karena harga minyak naik dan hampir seluruh negara di Asia juga mengalami kenaikan biaya,” ujarnya di Batam, Jumat (1/5).

Baca Juga: Dishub Tegaskan Parkir Tak Boleh Langgar Aturan dan Kejar Target Tidak Jadi Alasan

Amat menjelaskan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi juga memberi tekanan tambahan terhadap biaya operasional usaha money changer. Kondisi itu membuat pelaku usaha harus lebih berhati-hati dalam menjaga stabilitas usaha di tengah pasar yang belum menentu.

Meski nilai tukar Dolar Singapura terhadap rupiah terus bergerak fluktuatif, hingga kini belum terlihat peningkatan signifikan dalam transaksi penukaran valas di Batam.

Menurut Amat, masyarakat masih memilih menahan diri dan mencermati perkembangan pasar sebelum melakukan transaksi dalam jumlah besar.

“Sampai sekarang belum ada peningkatan signifikan. Masyarakat masih wait and see, melihat situasi dulu,” katanya.

Ia menambahkan, aktivitas penukaran uang di money changer saat ini masih berjalan normal, bahkan cenderung belum seramai periode-periode tertentu seperti musim liburan panjang atau momentum ekonomi tertentu.

Baca Juga: Kabar Gembira! PBB untuk Rumah Murah di Batam Dihapus

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, tren transaksi tahun ini juga belum menunjukkan kenaikan yang berarti. Peningkatan hanya terlihat saat akhir pekan, ketika arus wisatawan dari Singapore dan Malaysia masuk ke Batam.

“Biasanya kalau akhir pekan lebih ramai karena wisatawan datang. Yang paling banyak ditukar itu Dolar Singapura dan Ringgit Malaysia,” ungkapnya.

Sebagai kota perbatasan dan pintu gerbang internasional, Batam memiliki aktivitas penukaran valas yang cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan perjalanan, perdagangan, dan pariwisata. Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelaku usaha money changer masih berharap situasi segera stabil agar transaksi kembali bergairah.(*)

Artikel Kurs SGD-Rupiah Bergejolak, Pelaku Valas Batam: Masyarakat Masih Wait and See pertama kali tampil pada Metropolis.

Penggunaan QRIS Diperluas ke Tiongkok meskipun Masih Terbatas

0
Ilustrasi penggunaan QRIS.

batampos – Bank Indonesia (BI) memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara ke China mulai Kamis (30/4). Dengan demikian, memungkinkan transaksi inbound dan outbound antara masyarakat Indonesia dan China melalui pemindaian kode QR.

Namun, penggunaan QR dari China saat ini masih terbatas, antara lain UnionPay QR, Alipay QR, serta unified QR berlogo UnionPay dan Alipay. Adapun QR China lainnya, termasuk WeChat Pay QR, masih dalam tahap pengembangan dan penyesuaian teknologi.

“Jadi, setiap kali kita pergi ke Tiongkok atau warga Tiongkok datang ke Indonesia, jangan gunakan uang tunai, cukup gunakan ponsel Anda dan voila, Anda bisa membeli apa saja,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat peluncuran di Jakarta, Kamis.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur BI, serta capaian Indonesia di sektor keuangan dan digital.

Ia menilai bahwa di tengah perubahan global yang cepat, sektor perbankan perlu beradaptasi dengan inovasi, kecerdasan buatan (AI), dan digitalisasi, termasuk melalui penguatan investasi pada teknologi dan sumber daya manusia.

“Kami menantikan peluncuran resmi QRIS (QRIS yang terhubung dengan QR China) dan akan terus memperluas partisipasi serta penerimaan, dengan melibatkan lebih banyak bank dan institusi pembayaran. Kami sangat antusias dengan masa depan yang menanti kita semua,” kata Wang.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem memandang kerja sama ini sebagai peluang besar, mengingat China dan Indonesia sama-sama merupakan pemain yang unggul dalam ekonomi digital.

Menurutnya, kolaborasi ini akan mendorong kemudahan transaksi, terutama seiring tingginya mobilitas wisatawan kedua negara, serta berpotensi mempererat hubungan bisnis ke depan melalui transaksi lintas negara.

Santoso mengatakan bahwa integrasi sistem pembayaran dengan China masih berlangsung secara bertahap. Meski China telah memiliki standar QR nasional, integrasi antarpenyedia layanan masih perlu dilakukan penyesuaian agar dapat terhubung secara internasional.

Ke depan, ujar dia, kerja sama juga mencakup dengan penyedia pembayaran lainnya di China, termasuk WeChat Pay. Namun, implementasinya masih dalam tahap eksplorasi karena memerlukan penyesuaian teknologi, terutama dalam interkoneksi sistem dan integrasi platform.

“Jadi mereka harus mengintegrasikan tentu ada sedikit adjustment. Tapi untuk Alipay dan UnionPay sudah bisa digunakan,” kata Santoso. (*)

Artikel Penggunaan QRIS Diperluas ke Tiongkok meskipun Masih Terbatas pertama kali tampil pada News.

Kerap Celakai Pengendara, Aktivitas Truk Tanah di Piayu Dikeluhkan Warga

0
Ilustrasi: Jalan S Parman Seibeduk. F.Eusebius Sara

batampos – Aktivitas truk pengangkut tanah di kawasan Piayu Laut dan Bagan, Kecamatan Seibeduk, terus dikeluhkan masyarakat. Truk yang beroperasi hingga malam hari itu dinilai membahayakan pengendara karena kerap melaju ugal-ugalan di jalan raya.

Selain melaju dengan kecepatan tinggi, sejumlah sopir truk disebut sering berkendara secara beriringan hingga menguasai jalan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, merasa waswas saat melintas.

Henta, salah seorang warga mengaku nyaris mengalami kecelakaan saat melintas di kawasan tersebut. Ia mengaku motornya hampir terjatuh setelah diserempet dua truk tanah yang melaju berdampingan.

“Sopir truk ini seenaknya, ugal-ugalan dan kejar-kejaran di jalan,” ujarnya, Jumat (1/5).

Baca Juga: Sorotan K3 Menguat di May Day, Buruh Angkat Kasus ASL sebagai Alarm Keselamatan Pekerja

Menurut dia, bukan hanya cara berkendara sopir yang membahayakan, namun banyak truk yang melintas tanpa menggunakan penutup terpal. Akibatnya, tanah dan batu dari bak truk kerap berceceran hingga mengenai pengendara di belakangnya.

Kondisi itu diperparah dengan debu yang memenuhi sepanjang jalan setiap malam hari. Debu berasal dari tanah yang jatuh dari kendaraan pengangkut dan membuat jarak pandang pengendara terganggu.

“Kalau malam debunya sangat tebal. Tanah berjatuhan di jalan dan sangat mengganggu pengendara,” katanya.

Henta berharap pemerintah maupun aparat terkait segera turun tangan melakukan penertiban terhadap aktivitas truk tanah tersebut. Ia meminta ada pengawasan ketat terhadap jam operasional maupun kelayakan kendaraan yang melintas.

“Kami mau lapor juga tidak tahu harus ke mana. Harapannya ada tindakan supaya sopir tidak sesukanya di jalan,” tambahnya.

Baca Juga: Identitas Pria yang Tergantung di Pohon di Daerah Bengkong Garama Masih Belum Diketahui

Keluhan serupa disampaikan Amri, warga lainnya. Menurut dia, ruas jalan Piayu Laut dan Bagan memang rawan kecelakaan, terlebih karena minim penerangan jalan pada malam hari.

“Jalan di sini memang gelap, ditambah truk tanah yang melaju kencang. Pengendara harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Warga berharap adanya penindakan tegas terhadap sopir truk yang melanggar aturan lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan di kawasan tersebut. (*)

Artikel Kerap Celakai Pengendara, Aktivitas Truk Tanah di Piayu Dikeluhkan Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Perut Sering Kembung? Ini 6 Obat Alami untuk Mengatasinya

0
Perut kembung. (The Sun)

batampos – Orang Indonesia sering mengalami masuk angin sehingga perut kembung. Perut kembung biasanya terjadi ketika terdapat penumpukan gas berlebih di dalam perut.

Kembung bisa sangat mengganggu karena menimbulkan sensasi sesak dan tidak nyaman di perut.

Pada umumnya, banyak orang mengatasi perut kembung ini dengan mengoleskan minyak aromaterapi dan melakukan pijatan ringan.

Namun, jika anda kurang menyukai bau yang menyengat dari minyak tersebut, ada alternatif lain yang bisa anda coba.

Seperti yang kami rangkum dari laman keslan.kemkes.go.id, berikut adalah cara mengatasi kembung tanpa perlu mengkonsumsi obat-obatan kimia.

1. Minum teh herbal

Konsumsi teh herbal mampu meredakan gejala perut kembung. Anda bisa minum teh jenis peppermint atau chamomile. Cara in9i dapat membantu meredakan otot perut yang kaku dan memberikan efek relaksasi sehingga memudahkan gas-gas keluar.

2. Pakai bantal panas

Bantal panas juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi perut yang sedang kembung. Tempelkan bantal tersebut pada otot-otot perut, guna melemaskan otot supaya gas-gas di dalam perut bisa dikeluarkan dengan mudah.

3. Pijat

Teknik memijat secara perlahan juga dapat membantu meredakan perut kembung. Pijatan dapat merangsang otot perut untuk mengeluarkan gas dan bersendawa.

4. Peregangan ringan

Peregangan juga berkontribusi untuk mengeluarkan gas di dalam perut. Gerakan-gerakan pada yoga mampu menciptakan pelemasan pada otot-otot pencernaan, sehingga gas yang terjebak di dalam perut bisa keluar dengan mudah.

5. Konsumsi yogurt

Makanan yang mengandung probiotik berperan besar pada pengeluaran gas di dalam perut. Mengkonsumsi yogurt dapat melancarkan sistem pencernaan, mengurangi produksi gas berlebih, dan juga menjaga keseimbangan bakteri baik.

6. Konsumsi cabai jawa

Cabai jawa kerap menjadi bumbu masakan pada masyarakat tradisional. Selain menjadi bumbu rempah, cabai jawa juga bisa meredakan perut kembung. Anda bisa menemukan cabai jawa pada ramuan jamu lempuyang atau jamu puyang. (*)

Artikel Perut Sering Kembung? Ini 6 Obat Alami untuk Mengatasinya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Peringatan May Day, Buruh Bintan Soroti Praktik Upah Murah Rp80 Ribu per Hari

0
Sejumlah buruh menghadiri peringatan Hari Buruh di Kantor Disnaker Bintan, Bintan Buyu, Jumat (1/5). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Bintan diwarnai sorotan terhadap praktik upah murah yang masih dialami sebagian pekerja.

Isu tersebut disampaikan serikat pekerja saat kegiatan May Day yang digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan, Bintan Buyu, Jumat (1/5/2026).

Ketua Serikat Pekerja Pariwisata Kabupaten Bintan, Kasmirus Kopong Tadon, mengungkapkan masih adanya pekerja yang menerima upah jauh di bawah standar, khususnya di sektor kebersihan.

“Ada pekerja kebersihan yang hanya menerima upah harian sekitar Rp80 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, dengan upah tersebut para pekerja bahkan masih harus menanggung kebutuhan sendiri, mulai dari bekal makanan hingga peralatan kerja.

“Memang ada transportasi dari perusahaan, tapi bekal dan alat kerja disiapkan sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi ini terjadi karena tekanan ekonomi yang memaksa pekerja tetap menerima pekerjaan meski dengan upah rendah.

“Rata-rata mereka berangkat subuh dan pulang sore hari,” ungkapnya.

Selain itu, Kopong juga menyoroti lemahnya pengawasan ketenagakerjaan. Ia menyebut kewenangan pengawasan berada di tingkat provinsi, sementara persoalan banyak terjadi di kabupaten/kota.

“Perlu ada wadah di daerah untuk menjembatani persoalan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Bintan, Ii Santo, mengatakan tidak semua perusahaan mampu menerapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK), terutama bagi usaha berskala kecil.

“Kita lihat dulu skala usahanya. Untuk UMKM memang ada kelonggaran,” ujarnya.

Namun demikian, ia memastikan pihaknya akan tetap melakukan pembinaan jika ditemukan dugaan pelanggaran, termasuk pada perusahaan subkontraktor.

“Kalau ada laporan, kita panggil manajemen untuk klarifikasi dan pembinaan,” katanya.

Peringatan May Day di Bintan tahun ini menjadi momentum bagi buruh untuk menyuarakan berbagai persoalan ketenagakerjaan, khususnya terkait kesejahteraan dan perlindungan hak pekerja. (*)

Artikel Peringatan May Day, Buruh Bintan Soroti Praktik Upah Murah Rp80 Ribu per Hari pertama kali tampil pada Kepri.

PLTU Unit 2 Rusak, PLN Karimun Terapkan Pemadaman Listrik Bergilir

0
Tim teknis PLTU melakukan perbaikan mesin akibat gangguan pada sistem pembakaran batu bara. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – Pemadaman listrik bergilir akan terjadi di wilayah Tanjungbalai Karimun akibat gangguan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 2. Pemadaman diperkirakan berlangsung hingga 4 jam per wilayah.

Manajer PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan gangguan terjadi pada komponen sistem pembakaran batu bara di PLTU.

“Untuk mencegah kerusakan meluas ke komponen lain, operasional PLTU Unit 2 dihentikan sementara selama tiga hari guna perbaikan darurat,” ujar Ahmad, Jumat (1/5).

Akibat kondisi tersebut, PLN terpaksa menerapkan pemadaman listrik secara bergiliran mulai Sabtu (2/5) hingga Senin (4/5).

Ia menjelaskan, daya mampu sistem kelistrikan di Karimun saat ini sekitar 32 megawatt (MW), sementara beban puncak mencapai 34,5 MW, terutama pada pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.

“Pemadaman akan berlangsung sekitar 3 sampai 4 jam per wilayah, menyesuaikan kondisi beban dan cuaca,” katanya.

Menurutnya, jika cuaca panas dan penggunaan listrik meningkat, pemadaman kemungkinan dimulai sekitar pukul 17.30 hingga 22.00 WIB. Namun, jika hujan, potensi pemadaman bisa diminimalkan.

PLN memastikan pemadaman tidak dilakukan di seluruh wilayah secara bersamaan. Sejumlah fasilitas vital seperti rumah sakit dan pelabuhan akan diprioritaskan tetap mendapatkan pasokan listrik.

“Kami tetap mengutamakan lokasi strategis agar tidak terdampak pemadaman,” tegasnya.

PLN berharap proses perbaikan PLTU Unit 2 dapat selesai lebih cepat dari target tiga hari, sehingga pasokan listrik kembali normal dalam waktu dekat. (*)

Artikel PLTU Unit 2 Rusak, PLN Karimun Terapkan Pemadaman Listrik Bergilir pertama kali tampil pada Kepri.

Orang Tua Atlet Protes Seleksi Popda Kepri, PASI Bantah Ada “Titipan”

0
Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tanjungpinang, Ade Noverwin. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Seleksi atletik Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kepri 2026 menuai protes dari orang tua atlet. Mereka menyoroti dugaan adanya peserta yang lolos tanpa melalui proses pendaftaran dan seleksi resmi.

Salah seorang orang tua atlet yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, polemik bermula saat terdapat atlet yang disebut masuk setelah pendaftaran resmi ditutup pada 8 April 2026.

Ia mengaku telah mempertanyakan hal tersebut kepada panitia seleksi cabang olahraga (cabor) atletik. Namun, hingga kini belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan.

“Ada atlet yang masuk tanpa mendaftar dan tidak mengikuti seleksi, tapi dinyatakan lolos,” ujarnya, Jumat (1/5).

Selain itu, ia juga menilai proses seleksi tidak transparan karena tidak ada sosialisasi terkait standar kelulusan. Misalnya, pada nomor lempar lembing, atlet disebut harus mencapai jarak minimal tertentu, namun informasi itu tidak disampaikan sejak awal.

“Kami tidak tahu target yang harus dicapai. Tiba-tiba ada yang dinyatakan lolos tanpa melalui proses yang sama,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi mencederai semangat dan mental atlet yang telah mengikuti seleksi secara resmi.

Ia juga mengkritik pendekatan panitia yang dinilai lebih fokus mengejar target medali ketimbang pembinaan atlet muda.

“Kalau belum mencapai target, seharusnya dibina, bukan malah mengambil atlet di luar proses,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tanjungpinang, Ade Noverwin, membantah tudingan tersebut. Ia memastikan seluruh atlet yang dinyatakan lolos telah melalui tahapan seleksi.

“Semua atlet yang masuk tetap melewati proses seleksi,” katanya singkat.

Hingga kini, polemik seleksi Popda Kepri 2026 masih menjadi sorotan, terutama terkait transparansi dan keadilan dalam proses penjaringan atlet. (*)

Artikel Orang Tua Atlet Protes Seleksi Popda Kepri, PASI Bantah Ada “Titipan” pertama kali tampil pada Olahraga.

Resident Evil Reboot Tampilkan Horor Mencekam, Ini Fakta Teasernya

0
Cuplikan teaser film Resident Evil yang menampilkan suasana mencekam dengan nuansa horor klasik. Sumber: x.com/movies_only_x.

batampos – Sony Pictures resmi merilis teaser trailer terbaru film Resident Evil pada Kamis (30/4). Teaser tersebut langsung menarik perhatian karena menghadirkan atmosfer horor klasik yang lebih gelap dan mencekam.

Film reboot ini disutradarai oleh Zach Cregger, yang sebelumnya dikenal lewat film Barbarian dan Weapons. Ia membawa pendekatan baru dengan menekankan elemen survival horror seperti pada gim awal Resident Evil.

Dalam teaser, suasana tegang terasa dominan dengan pencahayaan minim dan nuansa isolasi yang kuat. Film ini juga tidak menampilkan karakter populer seperti Leon S. Kennedy atau Jill Valentine.

Sebagai gantinya, cerita berfokus pada karakter baru bernama Bryan, seorang kurir medis yang terjebak dalam situasi kacau saat wabah biologis mulai menyebar.

Bryan digambarkan harus bertahan hidup dalam satu malam penuh teror, menghadapi ancaman zombie dan makhluk mutan di tengah keterbatasan sumber daya.

Pendekatan ini dinilai lebih personal dibandingkan film Resident Evil sebelumnya yang cenderung menonjolkan aksi.

Zach Cregger menegaskan bahwa film ini dirancang untuk mengembalikan nuansa ketakutan khas Resident Evil, dengan fokus pada ketegangan, eksplorasi, dan rasa terancam yang konstan.

Teaser juga memperlihatkan desain makhluk yang lebih grotesk, mengingatkan pada elemen horor awal franchise sebelum bergeser ke arah aksi.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 September 2026 dan diproduksi oleh Sony Pictures bersama Constantin Film serta PlayStation Productions.

Deretan pemain yang terlibat antara lain Paul Walter Hauser, Kali Reis, Austin Abrams, dan Zach Cherry.

Kehadiran teaser ini semakin meningkatkan antusiasme penggemar terhadap reboot Resident Evil yang menjanjikan pengalaman horor lebih autentik dan intens. (*)

Artikel Resident Evil Reboot Tampilkan Horor Mencekam, Ini Fakta Teasernya pertama kali tampil pada Lifestyle.

BGN Belum Umumkan Hasil Uji MBG Anambas, Orang Tua Korban Keracunan Gelisah

0
Pelajar korban dugaan keracunan program MBG di Siantan Tengah menjalani perawatan. Hingga kini hasil uji sampel belum diumumkan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Keresahan melanda orang tua pelajar di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, setelah hasil uji sampel makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tak kunjung diumumkan.

Padahal, insiden dugaan keracunan tersebut terjadi sejak 15 April 2026 dan melibatkan sekitar 155 pelajar dari sejumlah sekolah.

Para siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan yang disediakan mitra dapur MBG, yakni Yayasan Pangan Intan Permata.

Menu yang dikonsumsi saat itu terdiri dari telur kecap, sayur tumis, nasi, dan tempe goreng yang diduga menjadi pemicu kejadian.

Hingga Jumat (1/5), para orang tua mengaku belum menerima kejelasan terkait hasil uji laboratorium yang sebelumnya telah dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Kepulauan Riau.

Salah satu wali murid, Farida, mengaku kecewa dengan sikap Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai tidak transparan.

“Kemana BGN, sampai sekarang tidak ada umumkan hasilnya. Katanya terbuka, tapi sekarang tidak ada komunikasi lagi,” ujarnya.

Menurut Farida, tim investigasi BGN sebelumnya sempat turun langsung ke lokasi dan menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium akan keluar pada Selasa (28/4).

Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi dan tidak ada informasi lanjutan yang diterima masyarakat.

“Sekarang sudah lewat dari waktu yang dijanjikan, tapi tidak ada kabar sama sekali,” katanya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua. Mereka mulai menduga adanya temuan yang belum diungkap ke publik.

“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa harus lama diumumkan? Ini yang bikin kami curiga,” ucap Farida.

Akibatnya, sejumlah orang tua mulai melarang anak-anak mereka mengonsumsi makanan dari program MBG. Bahkan, komunikasi antar wali murid mengarah pada penolakan program tersebut.

Sementara itu, Kepala BPOM Batam, Ully Mandasari, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Hal serupa juga terjadi pada perwakilan BGN wilayah Riau-Kepri yang belum memberikan keterangan resmi.

Di sisi lain, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut hasil pemeriksaan telah dipublikasikan melalui portal resmi lembaga.

Namun, saat ditelusuri, informasi terkait hasil uji sampel MBG di Siantan Tengah belum ditemukan secara jelas dan mudah diakses publik.

Hingga berita ini diunggah, belum ada penjelasan resmi yang rinci mengenai hasil uji tersebut, sementara keresahan orang tua pelajar masih terus berlanjut. (*)

Artikel BGN Belum Umumkan Hasil Uji MBG Anambas, Orang Tua Korban Keracunan Gelisah pertama kali tampil pada Kepri.