batampos– Pabrik yang memproduksi es batu di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan lama tidak beroperasi karena mengalami kerusakan dan beberapa komponen hilang diduga dicuri.
Pantauan di lapangan, kondisi pabrik pembuatan es batu tersebut cukup memprihatinkan. Plapon bagian luar lepas. Kaca pecah dan bagian luar pabrik ditumbuhi ilalang.
Di dinding bangunan pabrik, teronggok plang putih yang sudah berkarat dengan tulisan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri), Pabrik Es Berakit, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong.

Sementara di luar pagar pabrik berdiri plang menunjukkan tanah dan bangunan ini milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan.
Tidak hanya itu, barang dan komponen di dalam pabrik sudah banyak yang hilang diduga karena dicuri.
Kepala Desa Berakit, M Darussalam mengatakan, pabrik es tersebut dibangun Pemprov Kepri.
Setelah selesai, pabrik es diserahkan ke Pemkab Bintan.
Dikatakannya, pabrik yang memproduksi es batu itu sempat beroperasi. Bahkan es batu yang dihasilkan sempat dimanfaatkan oleh nelayan setempat untuk menjaga ikan tetap segar.
Diakuinya, saat ini pabrik es sudah lama tidak beroperasi dan mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, banyak barang yang ada di dalam pabrik telah hilang.
“Sepertinya dicuri,” katanya menduga.
Untuk mengoperasikan kembali, dia mengatakan, sepertinya diperlukan biaya yang tidak sedikit.
Kepala Dinas Perikanan Bintan, Fachrimsyah mengatakan, pabrik es itu dibangun Pemprov Kepri, kemudian diserahkan untuk pengoperasian ke Pemkab Bintan.
“Pembangunan kalau tidak salah sekitar tahun 2014, kemudian dioperasikan sekitar tahun 2016 atau 2017,” katanya.
Namun, aset pabrik es itu baru diserahkan dari Pemprov Kepri ke Pemkab sekitar tahun 2022.
Dia mengatakan, Pemkab sempat bekerjasama dengan PT. Bintan Inti Sukses (BIS) sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) Bintan.
Dalam perjalanan, PT. BIS tidak sanggup mengoperasikan pabrik es tersebut, karena beban operasional yang tinggi.
“Bebannya produksinya tinggi, listriknya tinggi jadi dikembalikan ke kita lagi,” katanya.
Dia mengatakan, pabrik es tidak beroperasi sekitar tahun 2018 setelah PT. BIS tidak sanggup mengoperasikan.
Selanjutnya, kata dia, saat memasuki covid, banyak komponen-komponen yang vital di pabrik es itu hilang seperti mesin.
“Setelah itu, kita gembok dan kita laporkan ke Polsek Bintan Utara,” katanya.
Dia mengatakan, untuk mengoperasikan lagi pabrik itu sangat berat karena membutuhkan biaya yang besar.
“Untuk mengoperasikan kembali, biaya cukup besar, luar biasa biayanya sama dengan bikin pabrik baru,” kata dia.
Karena itu, dia mengatakan, pihaknya menyurati Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Bintan.
“Kita surati BKAD, bagaimana kalau pemutihan atau lelang, karena kalau dioperasikan kembali biayanya besar dan kalau tidak dioperasikan, korosi,” kata dia masih menunggu dari BKAD Bintan. (*)
Reporter: Slamet


batampos – Masih dalam sukacita Hari Bakti BP Batam ke-53, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar turnamen catur internal dan Fun Games Bowling.
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Turnamen Tenis Meja Kategori Ganda Divisi BC pada Sabtu-Minggu, 2-3 November 2024 di Ikan Daun, Batam Centre.



