Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 295

Grammy 2026: Wildflower Antar Billie Eilish Sabet Song of the Year

0
Billie Eilish meraih Song of the Year di Grammy Awards 2026 lewat lagu Wildflower. F. x.com/d100.

batampos – Penyanyi dan penulis lagu Billie Eilish kembali mencuri perhatian di ajang Grammy Awards 2026 dengan meraih penghargaan Song of the Year lewat lagu berjudul Wildflower.

Penghargaan bergengsi tersebut diumumkan dalam malam puncak Grammy Awards 2026 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (1/2/2026) waktu setempat.

Wildflower merupakan salah satu single dari album ketiga Billie Eilish, Hit Me Hard and Soft, yang dirilis pada Februari 2025 dan memenuhi syarat nominasi Grammy tahun ini.

Kemenangan ini menjadi Grammy ke-10 dalam karier Billie Eilish, sekaligus menegaskan konsistensinya sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di industri musik global. Lagu tersebut ditulis dan diproduseri bersama sang kakak sekaligus kolaborator setia, Finneas O’Connell.

Kategori Song of the Year sendiri merupakan salah satu penghargaan paling prestisius Grammy, yang diberikan kepada penulis lagu berdasarkan kualitas lirik dan komposisi musik.

Dalam kategori tersebut, Wildflower berhasil mengungguli sejumlah karya dari musisi papan atas dunia, di antaranya Bad Bunny (DtMF), Lady Gaga (Abracadabra), Kendrick Lamar & SZA (Luther), ROSÉ & Bruno Mars (APT), Doechii (Anxiety), serta Sabrina Carpenter (Manchild).

Saat menerima penghargaan, Billie Eilish memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pesan sosial. Dalam pidato singkatnya, ia menyerukan dukungan terhadap isu imigrasi yang tengah menjadi sorotan di Amerika Serikat.

“Tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah yang dicuri,” ujar Billie Eilish, dikutip dari Parade, Senin (2/2/2026).

Pernyataan tersebut disambut sorakan dan tepuk tangan dari para hadirin di arena.

Lagu Wildflower dikenal sebagai salah satu trek paling kuat dalam album Hit Me Hard and Soft, dengan lirik yang introspektif serta gaya vokal khas Billie Eilish. Lagu ini juga masuk dalam nominasi kategori Record of the Year.

Kemenangan di Grammy 2026 semakin mempertegas posisi Billie Eilish sebagai figur dominan di panggung musik internasional.(*)

Artikel Grammy 2026: Wildflower Antar Billie Eilish Sabet Song of the Year pertama kali tampil pada Lifestyle.

Temuan Kerangka Manusia di Bawah Rumah Warga Lingga, Polisi: Sudah Dimakamkan

0
Penampakan mayat tinggal tulang belulang yang ditemukan di bawah rumah warga Desa Sekanah, Lingga. F. Nazar untuk Batam Pos.

batampos – Polisi memastikan kerangka yang ditemukan di bawah rumah warga Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara, merupakan kerangka manusia dan telah dimakamkan karena tidak diketahui identitasnya.

Kerangka tersebut ditemukan pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di bawah rumah panggung milik warga bernama Sunarti. Saat itu, kondisi air laut sedang surut.

Kapolsek Daik Lingga, Iptu Suhendri, mengatakan penemuan bermula ketika pemilik rumah melihat benda mencurigakan di bawah bangunan yang berada di atas laut. Awalnya, benda tersebut dikira pelampung yang tertutup lumpur.

“Setelah dibersihkan, ternyata benda itu menyerupai tengkorak kepala manusia. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian,” ujar Suhendri, Senin (2/2/2026).

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Daik Lingga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi. Sekitar pukul 17.00 WIB, petugas bersama Unit Reskrim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara terbatas.

Kerangka yang ditemukan kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Encek Maryam untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan identitas dan kondisi kerangka.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kerangka tersebut dipastikan merupakan kerangka manusia,” kata Suhendri.

Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan identitas maupun jenis kelamin kerangka tersebut. Hal itu disebabkan sejumlah bagian penting, termasuk tulang panggul, sudah tidak ditemukan.

“Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu hingga dua bulan sebelum ditemukan,” ujarnya.

Karena tidak ditemukan identitas dan tidak ada pihak keluarga yang melapor, kerangka manusia tersebut akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum terdekat sesuai prosedur.

“Kerangka sudah dimakamkan karena tidak memiliki identitas,” pungkas Suhendri. (*)

Artikel Temuan Kerangka Manusia di Bawah Rumah Warga Lingga, Polisi: Sudah Dimakamkan pertama kali tampil pada Kepri.

BKPSDM Soroti Disiplin ASN Anambas, Masuk Telat hingga Pulang Duluan

0
Pegawai di lingkungan Pemkab Anambas melaksanakan apel pagi, baru-baru ini. BKPSDM soroti pegawai yang tidak disiplin. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Tingkat kedisiplinan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas masih menjadi sorotan. Sejumlah pegawai diketahui kerap datang terlambat ke kantor, tidak mengikuti apel pagi, hingga meninggalkan tempat kerja sebelum waktu istirahat resmi.

Pantauan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menunjukkan keterlambatan pegawai terjadi hampir setiap hari kerja. Bahkan, ada pegawai yang baru hadir setelah jam kerja resmi dimulai, sehingga pelayanan kepada masyarakat belum berjalan optimal sejak pagi.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menciptakan citra negatif bagi Pemkab Kepulauan Anambas sekaligus mengganggu kualitas pelayanan publik. Warga yang membutuhkan layanan administrasi kerap harus menunggu karena pegawai belum berada di tempat kerja.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Usman, mengakui persoalan kedisiplinan aparatur masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menindak pegawai yang tidak disiplin,” ujar Usman, Senin (2/2).

Menurut Usman, langkah penindakan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Anambas.

Ia menegaskan, jam kerja pegawai telah diatur dengan jelas. ASN diwajibkan masuk kantor mulai pukul 08.00 WIB dan pulang pada pukul 16.00 WIB.

Dengan ketentuan tersebut, pegawai seharusnya sudah berada di kantor sebelum pukul 08.00 WIB untuk persiapan kerja dan mengikuti apel pagi.

“Pegawai harus standby di kantor. Walaupun belum tentu langsung ada pekerjaan, ketika ada tugas, harus siap dan bisa langsung dikerjakan,” kata Usman.

Selain jam masuk dan pulang, waktu istirahat juga telah ditetapkan, yakni pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan pegawai yang meninggalkan kantor sebelum jam istirahat dimulai atau kembali melebihi batas waktu yang ditentukan.

Kondisi tersebut dinilai turut mengganggu ritme kerja dan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.

Usman menegaskan, pembenahan disiplin pegawai akan terus dilakukan secara bertahap. Pegawai yang terbukti melanggar ketentuan jam kerja akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pelan-pelan kita benahi disiplin pegawai. Jika melanggar, tentu ada sanksinya sesuai Peraturan Bupati,” pungkasnya. (*)

Artikel BKPSDM Soroti Disiplin ASN Anambas, Masuk Telat hingga Pulang Duluan pertama kali tampil pada Kepri.

Dua Pekan Operasi Seligi 2026, Polisi Fokus Pelanggaran dan Titik Rawan Kecelakaan

0
Penampakan motor pelanggar lalu-lintas yang masih diamankan di Mapolresta Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tanjungpinang mulai menggelar Operasi Keselamatan Seligi 2026. Operasi ini menyasar pelanggaran lalu lintas serta titik-titik rawan kecelakaan guna menekan angka kecelakaan di wilayah ibukota Provinsi Kepulauan Riau.

Operasi Keselamatan Seligi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini menjadi agenda rutin kepolisian menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berkaitan dengan pengamanan arus mudik.

Kabag Perencanaan Polresta Tanjungpinang, Kompol Efendy, mengatakan operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

“Operasi ini dilaksanakan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib di jalan raya,” kata Efendy, Senin (2/2).

Dalam pelaksanaannya, Polresta Tanjungpinang mengerahkan sebanyak 64 personel gabungan. Personel tersebut terdiri dari anggota Satuan Lalu Lintas, staf pendukung, serta melibatkan unsur TNI dari matra darat, laut, dan udara.

Efendy menyebut, selain penegakan hukum, operasi ini juga difokuskan pada upaya menciptakan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Ini untuk menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Operasi Keselamatan Seligi 2026 mengedepankan pendekatan humanis melalui penyuluhan dan edukasi kepada pengguna jalan, yang tetap disertai dengan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas.

Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan helm standar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan lajur kiri bagi pengendara roda dua, serta tertib dan tidak ugal-ugalan saat berkendara.

Berdasarkan hasil pemetaan kepolisian, sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di Kota Tanjungpinang menjadi perhatian khusus dalam operasi ini. Titik-titik tersebut antara lain Simpang Batu 6, Simpang Pamedan, dan Simpang Pancur.

“Sejumlah titik rawan kecelakaan menjadi fokus pengawasan. Kami berharap melalui operasi ini angka kecelakaan bisa ditekan dan masyarakat semakin patuh terhadap aturan lalu lintas,” pungkas Efendy. (*)

Artikel Dua Pekan Operasi Seligi 2026, Polisi Fokus Pelanggaran dan Titik Rawan Kecelakaan pertama kali tampil pada Kepri.

Evaluasi MBG, Pemkab Anambas Minta SPPG Gunakan Pangan Lokal

0
Relawan MBG di Air Asuk menurunkan ompreng makanan usai didistribusikan kepada penerima manfaat. Pemkab Anambas menegaskan SPPG wajib menyerap hasil pangan dari masyarakat lokal. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas resmi dievaluasi setelah berjalan selama satu tahun. Pemerintah daerah menegaskan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menyerap bahan pangan dari masyarakat lokal.

Saat ini, terdapat tiga SPPG yang aktif menjalankan program MBG, masing-masing berada di Air Asuk, Piabung, dan Tarempa Barat. Ketiganya secara rutin menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Sudah dibentuk Satgas MBG. Dari situ kami tegaskan, bahan pangan wajib dari lokal, tidak boleh mengambil dari luar daerah,” kata Arcan, Senin (2/2).

Menurut Arcan, kebijakan tersebut mencakup seluruh kebutuhan pangan MBG, mulai dari ikan, ayam, telur, hingga komoditas pertanian lainnya. Selain bahan pangan, tenaga kerja yang terlibat dalam program juga diutamakan berasal dari masyarakat lokal.

“Pekerjanya dari lokal, bahan pangannya juga dari lokal. Dengan begitu ekonomi masyarakat ikut berputar,” ujarnya.

Meski telah berjalan satu tahun, Arcan mengakui pihaknya belum memiliki data rinci terkait jumlah serapan bahan pangan lokal oleh masing-masing SPPG. Pendataan tersebut akan segera dilakukan dengan melibatkan kepala SPPG di tiap wilayah.

“Nanti kepala SPPG kami minta menyerahkan data pembelian. Prosesnya juga akan kami awasi,” jelasnya.

Pendataan ini dinilai penting untuk memetakan kebutuhan pangan MBG sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat umum tidak terganggu. Pemerintah daerah ingin mencegah terjadinya kelangkaan bahan pokok akibat operasional program MBG.

Arcan mencontohkan, pada awal Januari lalu sempat terjadi kekosongan telur dan ayam di pasaran. Kondisi tersebut tidak boleh terulang dan dikaitkan dengan pelaksanaan MBG.

“Kami tidak mau kekosongan bahan pangan disebabkan oleh MBG. Karena itu, ke depan akan dipisahkan data ketersediaan untuk masyarakat umum dan untuk kebutuhan MBG,” tegasnya.

Dengan evaluasi ini, Pemkab Anambas berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi petani, nelayan, dan peternak lokal. (*)

Artikel Evaluasi MBG, Pemkab Anambas Minta SPPG Gunakan Pangan Lokal pertama kali tampil pada Kepri.

Produksi Pindah ke Jawa, Teh Prendjak Kritik Minimnya Perhatian Pemerintah ke Investor Lokal

0
Kondisi terkini Pabrik Teh Prendjak di Jalan D.I Panjaitan, Tanjungpinang, yang akan direlokasi ke Kendal, Jawa Tengah. (Foto: Mohamad Ismail/Batam Pos)

batampos – PT Panca Rasa Pratama, produsen Teh Prendjak, dipastikan akan memindahkan aktivitas produksinya dari Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ke Kendal, Jawa Tengah. Keputusan ekspansi ini diambil untuk menekan biaya produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar domestik.

Meski produksi dipindahkan, pihak perusahaan menegaskan tidak meninggalkan sejarah panjang Teh Prendjak yang selama ini dikenal dan dicintai masyarakat Tanjungpinang.

Regional Manager PT Panca Rasa Pratama, Mustardi, mengatakan relokasi pabrik bukan keputusan yang mudah. Namun langkah tersebut dinilai strategis untuk mendekatkan proses produksi ke sumber bahan baku utama serta pasar besar di Pulau Jawa dan wilayah lainnya.

“Relokasi ini bertujuan menekan biaya produksi dan memperkuat distribusi ke pasar Jawa, Kalimantan, hingga Indonesia Timur. Bahan baku utama kami sebagian besar juga berasal dari Jawa,” ujar Mustardi, Senin (2/2).

Di sisi lain, ekspansi ke Jawa juga menjadi catatan kritis bagi iklim investasi di Tanjungpinang. Mustardi menilai perhatian pemerintah daerah terhadap pengusaha lokal masih perlu ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investor baru.

“Kami berharap Tanjungpinang bisa lebih serius memperhatikan pengusaha lokal dan UMKM. Kalau iklim usaha baik, investor dari luar juga tidak akan ragu masuk,” katanya.

Menurutnya, dengan memindahkan pabrik ke Kendal, efisiensi rantai pasok seperti pengadaan daun teh dan kemasan dapat lebih optimal dan kompetitif. Kendati demikian, Teh Prendjak tetap mempertahankan identitas merek yang telah melekat kuat di Tanjungpinang.

“Kami juga mengapresiasi sejumlah daerah seperti Tembilahan, Pontianak, dan Pekanbaru yang sangat mendukung produk kami hingga menjadi market leader di sana,” tambah Mustardi.

Menanggapi rencana relokasi tersebut, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyebut langkah PT Prendjak sebagai keputusan bisnis yang wajar, mengingat kebutuhan produksi dalam skala besar.

“Bahan baku mereka memang sebagian besar dari Jawa. Jadi wajar kalau membuka pabrik di sana untuk produksi besar-besaran,” kata Lis.

Meski demikian, Lis mengakui kepergian pabrik Teh Prendjak akan berdampak pada berkurangnya lapangan pekerjaan di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.

“Pasti ada dampaknya terhadap tenaga kerja. Karena itu, Pemko Tanjungpinang akan berupaya mencarikan peluang lapangan kerja baru untuk menggantikan kesempatan kerja yang hilang,” pungkasnya. (*)

Artikel Produksi Pindah ke Jawa, Teh Prendjak Kritik Minimnya Perhatian Pemerintah ke Investor Lokal pertama kali tampil pada Kepri.

ABH Pastikan Suplai Air Bersih Tak Terganggu Selama Ramadhan Hingga Lebaran

0
Mobil tangki saat menyalurkan air bersih ke warga Tanjung Sengkuang Batuampar, Minggu (1/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, yang tersebar di 14 RW, meminta agar suplai air bersih tetap mengalir lancar selama Bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. Permintaan ini disampaikan menyusul krisis air yang sempat mereka alami dalam beberapa waktu terakhir.

‎Aspirasi warga tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, juga menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat harus menjadi prioritas utama, terlebih menjelang Ramadhan, ketika kebutuhan air dipastikan meningkat.

‎Penegasan itu disampaikan Amsakar dalam rapat bersama manajemen PT Air Batam Hilir (ABHi) dan PT Air Batam Hulu (ABHu), menyusul masih adanya sejumlah wilayah di Batam yang mengalami gangguan distribusi air.

‎“Memasuki Bulan Ramadhan, kebutuhan air masyarakat meningkat. Karena itu, suplai air harus dipastikan aman dan terlayani dengan baik di seluruh wilayah,” tegas Amsakar.

‎Ia meminta seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat langkah mitigasi, agar permasalahan distribusi air tidak berlarut-larut dan tidak kembali merugikan masyarakat.

‎Menindaklanjuti arahan tersebut, operator Air Batam Hilir (ABH) menyatakan siap menjalankan langkah-langkah teknis guna menjaga kestabilan suplai air. Hal itu disampaikan oleh Ginda Alamsyah, mewakili manajemen ABH.

‎Menurut Ginda, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan BP Batam melalui Badan Usaha SPAM Batam, baik untuk menangani gangguan yang terjadi saat ini maupun sebagai langkah antisipasi ke depan.

‎“Sejumlah langkah teknis telah dan akan kami lakukan, antara lain pembuatan air valve di titik-titik tertentu, optimalisasi jalur pipa Duriangkang 1 dan 2 untuk melepaskan udara yang terperangkap dalam sistem perpipaan, serta penguatan interkoneksi pipa di wilayah-wilayah yang suplai airnya belum merata,” ujar Ginda dalam pernyataan tertulis kepada Batam Pos, Senin (2/2).

‎Selain itu, ABH juga melakukan evaluasi dan peninjauan ulang terhadap kebutuhan penambahan booster pump, khususnya di wilayah ujung jaringan dan daerah dengan elevasi tinggi yang selama ini kerap mengalami tekanan air rendah.

‎Sebagai langkah antisipasi, pelayanan air minum dalam kondisi darurat juga tetap disiapkan melalui pengiriman air menggunakan mobil tangki. Skema ini menjadi solusi sementara sambil menunggu penyelesaian teknis dan penguatan infrastruktur secara permanen.

‎“Dengan langkah-langkah tersebut, kami berharap suplai air minum di Kota Batam, khususnya menjelang Bulan Ramadhan hingga Lebaran, dapat terjaga dengan baik dan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal sesuai arahan Kepala BP Batam,” kata Ginda. (*)

Artikel ABH Pastikan Suplai Air Bersih Tak Terganggu Selama Ramadhan Hingga Lebaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemarau Panjang, Sejumlah Wilayah di Tanjungpinang Mulai Alami Krisis Air Bersih

0
Petugas BPBD Tanjungpinang menyalurkan air bersih ke permukiman warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. (Foto: Warga untuk Batam Pos)

batampos – Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kota Tanjungpinang, mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami krisis air setelah sumur warga mengering dalam beberapa pekan terakhir.

Wilayah yang terdampak kekeringan antara lain Kelurahan Kampung Bugis, Senggarang, kawasan Batu 9, Jalan Batu Naga, Jalan Transito, hingga Jalan Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang mencatat telah menerima sejumlah permohonan penyaluran air bersih dari warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari akibat kemarau.

“Kebanyakan warga terdampak karena sumur mereka mulai kering. Untuk menanggulangi kondisi ini, BPBD melakukan penyaluran air bersih ke lokasi-lokasi yang membutuhkan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang, Yamin, Senin (2/2).

Selain menyalurkan air ke permukiman warga, BPBD juga menyuplai air bersih ke sejumlah fasilitas umum dan kantor pemerintahan, termasuk rumah tahanan yang berada di wilayah Tanjungpinang.

Dalam sehari, BPBD Tanjungpinang mampu mendistribusikan puluhan ton air bersih. Namun, Yamin mengimbau agar air tersebut digunakan secara bijak dan diprioritaskan untuk kebutuhan dasar.

“Air ini disarankan untuk keperluan mandi dan mencuci. Kalau mau digunakan untuk minum, harus disaring dan dimasak terlebih dahulu karena kondisi air memang agak keruh,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Jalan Transito, Sandi, mengaku terpaksa mengurangi penggunaan air bersih setelah sumur di rumahnya mengalami kekeringan.

“Sudah beberapa hari air sumur kering. Mau tidak mau kami beli air tangki,” ujar Sandi.

Ia menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan air keluarganya selama beberapa hari, dirinya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp60 ribu untuk satu kali pembelian air bersih.

“Biayanya lumayan, tapi tidak ada pilihan lain untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (*)

Artikel Kemarau Panjang, Sejumlah Wilayah di Tanjungpinang Mulai Alami Krisis Air Bersih pertama kali tampil pada Kepri.

DPRD Segera Gelar RDP Terkait Tumpahan Limbah di Pantai Dangas, Ini Pihak-pihak yang akan Diundang

0
Kapaal LCT Mutiara Garlib Samudera yang kandas di perairan Batam. f Istimewa

batampos – Tumpahan limbah hitam yang mencemari perairan Pantai Dangas, Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, memicu keresahan nelayan setempat. Ruang tangkap rusak, aktivitas melaut terhenti, dan nelayan mendesak pertanggungjawaban penuh dari pihak perusahaan, termasuk ganti rugi serta pemulihan lingkungan.

‎Pencemaran diduga berasal dari kapal LCT Mutiara Garlib Samudera yang hendak bersandar di Pelabuhan Bintang 99, Batu Ampar, pada Jumat (30/1/2026) lalu.

‎Limbah hitam yang jatuh ke laut itu menyebabkan air menjadi lengket dan menimbulkan bau menyengat, sehingga nelayan tak bisa melaut hingga kini.

‎Kondisi ini kian memukul nelayan karena bertepatan dengan musim penangkapan ikan dingkis. Alih-alih panen, mereka justru kehilangan penghasilan akibat laut yang tercemar.

‎“Air masih lengket, baunya menyengat. Nelayan tidak bisa beraktivitas. Kami berharap ada tanggung jawab dan pemulihan lingkungan dari pihak perusahaan,” kata Ketua Pokmaswas, Sapet, saat dihubungi Batam Pos, Senin (2/2) siang.

‎Sapet menegaskan, insiden ini tidak bisa dianggap sepele. Selain merugikan nelayan secara ekonomi, pencemaran tersebut juga merusak ekosistem pesisir yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat Sekupang.

‎Ia mengaku turun langsung ke lapangan pada Minggu (1/2) dan melihat nelayan bergotong royong membersihkan limbah yang menempel di pantai. Sejumlah pihak turut hadir membantu evakuasi limbah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPRD Batam Komisi III, serta Pertamina.

‎Namun demikian, Sapet menilai persoalan utama belum terjawab. Nelayan ingin kejelasan siapa pihak yang benar-benar bertanggung jawab atas limbah tersebut.

‎“Kami siap RDP. Harus jelas siapa pengangkut limbah, siapa pemiliknya, apakah mereka punya legalitas dan SOP pengangkutan limbah. Ini pekerjaan legal atau ilegal, semua harus dibuka,” tegasnya.

‎Menanggapi desakan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Rudi, memastikan pihaknya akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Agenda ini direncanakan berlangsung Rabu (4/2).

‎“Hari Rabu kita RDP. Hari ini komisi III rapat internal dulu, setelah itu baru kirim undangan,” kata Rudi.

‎Dalam RDP nanti, DPRD akan memanggil berbagai pihak terkait, mulai dari KSOP, agen kapal, pemilik kapal, pemilik limbah, camat, lurah, BP Batam, hingga instansi penegak hukum yang berwenang.

‎Rudi menegaskan, langkah awal yang menjadi fokus utama adalah pencegahan dan penanganan pencemaran agar tidak meluas. Soal sanksi dan ganti rugi, akan ditentukan setelah proses penelusuran dan verifikasi data dilakukan secara menyeluruh.

‎“Nelayan itu nanti sifatnya sagu hati atau ganti rugi. Tapi kita selesaikan dulu pencegahannya. Pertamina sudah membantu apa saja, itu kita cek. Masuk ke sanksi, baru ke penegakan hukum, karena izin dan aspek hukum itu ranah mereka,” jelasnya.

‎Menurut Rudi, proses pembersihan limbah di lokasi terdampak diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan.

‎Tantangan di lapangan cukup besar, terutama saat air pasang, karena sebagian limbah tenggelam dan harus dikumpulkan kembali sebelum diangkut ke tongkang yang sudah disiapkan.

‎“Kalau makin cepat dibersihkan, makin bagus. Tapi kalau pasang, limbah banyak tenggelam. Itu yang bikin prosesnya lama,” ujarnya.

‎Rudi juga mengingatkan agar semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden sebelum fakta lengkap diperoleh. Menurutnya, kecelakaan laut bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari cuaca ekstrem seperti angin utara hingga persoalan teknis kapal.

‎“Tidak bisa langsung menjustifikasi salah. Bisa karena angin utara, muatan, atau faktor lain. Kapten tidak mungkin sembarangan masuk ke perairan dangkal tanpa sebab,” katanya.

‎Meski demikian, Rudi menegaskan bahwa pencemaran limbah hitam di Pantai Dangas adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Ia mengaku turun langsung ke lokasi dan melihat dampaknya terhadap lingkungan dan nelayan.

‎“Limbahnya ada, banyak, dan ini jelas merugikan nelayan. Soal angin atau unsur kelalaian, itu akan kita cek. KSOP dan Gakkum akan kita panggil untuk memastikan semuanya,” tegasnya.

‎DPRD Batam sebut penanganan kasus ini menjadi pembelajaran serius agar insiden serupa tidak kembali terjadi. Nelayan pun menaruh harapan besar agar RDP tidak berhenti pada klarifikasi semata, melainkan berujung pada tanggung jawab nyata dan perlindungan ruang hidup mereka.(*)

Artikel DPRD Segera Gelar RDP Terkait Tumpahan Limbah di Pantai Dangas, Ini Pihak-pihak yang akan Diundang pertama kali tampil pada Metropolis.

Ratusan Karung Limbah Minyak Hitam Pecah di Pantai Trikora, Nelayan Terancam

0
Salah satu karung telah rusak dan mengeluarkan cairan warna hitam di Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Senin (2/2) siang. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Karung-karung berisi limbah minyak hitam yang terdampar di Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, mulai pecah dan mengeluarkan cairan berwarna hitam.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena berpotensi mencemari lingkungan pesisir dan mengganggu aktivitas nelayan serta pariwisata.

Pantauan di lokasi, Senin (2/2), sejumlah karung terlihat robek dengan cairan minyak hitam mengalir ke pasir pantai. Bau menyengat pun tercium di sekitar lokasi, menyulitkan warga beraktivitas.

Warga setempat, Hairuddin, mengatakan karung-karung tersebut sudah terdampar sejak sekitar tiga hari terakhir dan kondisinya semakin memburuk.

“Banyak karung yang sudah rusak dan mengeluarkan minyak hitam. Baunya menyengat dan bikin susah beraktivitas,” ujarnya.

Ia menyebut limbah minyak hitam tersebut berdampak langsung terhadap nelayan. Jaring yang terkena minyak sulit dibersihkan, sehingga nelayan enggan melaut.

“Kalau jaring kena minyak hitam, susah dibersihkan. Nelayan jelas dirugikan,” katanya.

Hairuddin juga mengkhawatirkan dampak lebih luas terhadap sektor pariwisata dan usaha warga di sekitar pantai.

“Semuanya terganggu. Pariwisata terganggu, pondok-pondok usaha warga terganggu, nelayan juga,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui asal muasal limbah minyak hitam tersebut, namun berharap kejadian serupa tidak terus berulang dan segera ditangani.

Camat Gunung Kijang, Rahak, meminta agar persoalan limbah minyak hitam di Pantai Trikora segera ditangani oleh pihak berwenang sebelum mencemari kawasan pesisir lebih luas.

“Khawatirnya kalau semakin banyak karung yang pecah, pencemarannya makin parah,” kata Rahak.

Ia memperkirakan jumlah karung limbah minyak hitam yang terdampar di Pantai Trikora mencapai sekitar 400 hingga 500 karung.

Sementara itu, Pegawai Fungsional Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Riau, R M Noviandi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan.

“Kami masih koordinasi. Drum-drum untuk penanganan harus didatangkan dari Batam, itu yang sedang dibahas,” ujarnya.

Noviandi memprediksi kemungkinan masih ada karung limbah lain yang akan kembali terdampar. Untuk sementara, DLHK Kepri membagikan karung kepada masyarakat agar limbah minyak hitam dapat dikumpulkan secara swadaya.

“Nanti dikumpulkan di beberapa titik, setelah itu diangkut menggunakan truk sampah,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembersihan akan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Seluruh karung berisi limbah minyak hitam yang telah terkumpul rencananya akan dibawa ke Batam untuk dimusnahkan sesuai prosedur. (*)

Artikel Ratusan Karung Limbah Minyak Hitam Pecah di Pantai Trikora, Nelayan Terancam pertama kali tampil pada Kepri.