Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3006

Teknologi QR Code Permudah Pendaftaran Subsidi BBM di Kepri

0
IMG 20240830 WA0048
Petugas SPBU memperlihatkan sistem pendataan berbasis teknologi QR Code untuk untuk pengisian BBM Subsidi bagi kendaraan roda empat.

batampos – Sebanyak 50.500 kendaraan di Kepulauan Riau (Kepri) telah terdaftar dalam Program Subsidi Tepat Pertalite, yang merupakan salah satu upaya dari pemerintah dan PT Pertamina Patra Niaga untuk menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara tepat sasaran. Program ini menggunakan sistem pendataan berbasis teknologi dengan penerapan QR Code untuk kendaraan roda empat.

Officer Communication & Relation PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Nur Imam Mohamad mengatakan, setiap harinya sekitar 3.000 hingga 4.000 kendaraan baru mendaftar dalam program ini. Data tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mendapatkan akses ke BBM bersubsidi, yang kini dikelola dengan lebih terstruktur.
“Program ini diatur melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022. Tujuannya adalah memperluas pendataan terhadap pembelian Pertalite, dengan fokus pada kendaraan roda empat yang menggunakan QR Code sebagai identifikasi,” jelas Imam, Minggu (8/9).
Imam menjelaskan bahwa pendaftaran untuk program ini dapat dilakukan dengan mudah melalui situs resmi MyPertamina. Masyarakat tidak perlu datang ke lokasi fisik, tetapi cukup mendaftar dari rumah. Calon pendaftar akan diarahkan untuk mengikuti langkah-langkah yang sederhana di website, di mana juga tersedia contoh panduan pendaftaran.
“Pemilik kendaraan hanya perlu mengisi data yang diminta, seperti nomor KTP, STNK, serta mengunggah foto kendaraan mereka. Penting agar kualitas foto yang diunggah jernih dan sesuai instruksi, agar proses verifikasi berjalan cepat dan QR Code dapat segera diterbitkan,” tambahnya.
Selain itu, dalam rangka mempercepat proses pendaftaran dan memastikan keakuratan data, Pertamina memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini memungkinkan verifikasi data dilakukan secara otomatis dan efisien, dengan tetap memastikan bahwa hanya kendaraan yang memenuhi syarat yang mendapatkan akses ke BBM bersubsidi.
“Teknologi AI memerlukan data yang lengkap dan jelas, sehingga kualitas foto yang diunggah, baik KTP, STNK, maupun foto kendaraan, sangat penting untuk memperlancar proses verifikasi. Jika semua data sudah sesuai, QR Code akan diterbitkan dan dapat digunakan oleh pemilik kendaraan,” ujar Imam.
Imam menekankan bahwa tujuan utama dari penggunaan QR Code dalam Program Subsidi Tepat Pertalite adalah untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Selain itu, QR Code juga mempermudah pendataan dan pengklasifikasian masyarakat yang berhak menggunakan BBM subsidi.
“QR Code ini digunakan untuk mendata masyarakat yang memang memenuhi syarat untuk menggunakan BBM subsidi. Keputusan akhir mengenai siapa yang boleh mengisi Pertalite tetap ditentukan oleh pemerintah, karena Pertalite ini adalah bagian dari program penugasan pemerintah,” katanya.
Pertamina berharap dengan sistem pendataan yang lebih akurat ini, subsidi BBM dapat disalurkan dengan lebih efektif dan tepat sasaran, sekaligus menghindari potensi penyalahgunaan. Program ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengontrol distribusi BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

Sepekan Berlalu, Polisi Masih Menyelidiki Pelaku Perampokan di Alfamart Sagulung

0
perampok
Ilustrasi.

batampos – Sepekan sudah Polsek Sagulung lakukan penyelidikan terhadap pelaku perampokan yang terjadi di ritel Alfamart, Sagulung Baru, kelurahan Sagulung Kota, Sagulung. Polisi belum belum bisa menyimpulkan identitas dua pelaku yang terekam CCTV saat menggasak uang tunai sekitar Rp 50 juta dan melukai seorang karyawan perempuan.

Penyidik kesulitan mendapatkan identitas kedua pelaku karena minimal petunjuk. CCTV yang mereka aksi pencurian dan kekerasan ini tidak bisa mengenali wajah kedua pelaku pria karena mereka mengenakan helm dan penutup wajah. Saksi yang diperiksa termasuk Krisna, korban yang terluka juga tidak mengenali kedua pria tadi.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Husnul menjelaskan berbagai langka penyelidikan sudah dilakukan termasuk mencoba menelusuri semua CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian, hanya saja belum ada yang mengarah ke wajah asli atau petunjuk lain untuk mengungkap identitas kedua pelaku.

“Masih terus kita dalami. Segala upaya penyelidik masih terus kami lakukan,” ujar Husnul.

Sebelumnya tanggapan masyarakat sekitar bahwa pelaku perampokan ini adalah orang yang kenal betul dengan situasi dan aktifitas pekerja di dalamnya. Perampokan yang terjadi tepat, pada saat korban yang terluka hendak memindahkan uang dari meja kasir ke brangkas menimbulkan tanda tanya besar. Pelaku seperti menghafal betul rutinitas pekerja saat akan menutup tempat usaha tersebut.

Kapolsek Sagulung Iptu Rohandi Tambunan menegaskan penyelidikan masih berjalan dan kasus pencurian dan kekerasan ini tetap jadi fokus penyelidikan Polsek Sagulung saat ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pencurian dan kekerasan terjadi di ritel Alfamart yang berlokasi di Kaveling Sagulung Baru (Saguba) , kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung, Senin (2/9) sekitar pukul 23.00 WIB. Dua orang pelaku yang terekam kamera CCTv tidak saja berhasil menggasak uang sebesar Rp 50 juta tapi juga melukai pegawai Alfamart.

Korban yang terluka ini adalah Krisma pegawai ritel yang berjaga saat kejadian perampokan berlangsung. Wanita 26 tahun ini terluka di bagian telapak tangan kanan karena mencoba merampas, pisau yang digunakan pelaku untuk melakukan perampokan dan pengancaman.

Dari laporan yang masuk dan juga keterangan saksi yang diperiksa, aksi perampokan ini terjadi saat tempat usaha waralaba tersebut akan tutup. Saat itu korban yang sudah siap dengan kegiatan bersih-bersih dan pintu rolling door sudah ditutup separuh. Saat korban hendak memasukan uang hasil penjualan seharian ke dalam berangkas, dua pelaku yang mengenakan helm ini masuk menentang pisau dan mengancam korban serta dua pegawai lainnya.

Uang yang sudah keluar dari meja kasir dan hendak masuk ke brangkas diambil paksa oleh dua pelaku.

“Korban sempat minta tolong ke kedua pelaku untuk tidak melukai dan merampok. Dan menawarkan mereka berdua (pelaku) masing – masing Rp 500 ribu tapi ditolak. Mereka paksa semua uang yang mau dimasukan dalam brangkas tadi. Korban mencoba merampas pisau tapi ditarik salah satu pelaku sehingga tangannya terluka,” kata Rohandi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Melihat Upaya Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

0

batampos – Di tengah seringnya pemerintah kelabakan diserang kejahatan siber, terdapat setitik harapan menjaga kedaulatan digital Indonesia. Harapan itu muncul dari kerja sama lembaga keamanan siber Awan Pintar dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Mereka memasang 15 detektor guna mendeteksi serangan siber secara real time.

“Dalam kegiatan apa pun, sering kali saya tanya kepada setiap orang apakah ada yang memiliki anti-malware di smartphone-nya,” ujar Yudhi Kukuh, founder Awan Pintar. Hampir 100 persen menjawab tidak memiliki. Kondisi minimnya pemahaman keamanan siber di smartphone masyarakat umum itu dianalisis Yudhi.

Berbeda dengan virus di komputer atau laptop yang sering kali terasa jika device terjangkit virus, malware, atau penyakit elektronik lainnya.

“Virus dan malware di laptop dan PC itu terasa mengganggu sekali. Membuat lambat, mencuri file, bahkan menghentikan operasi. Beda dengan karakter virus di smartphone,” urainya.

Sebaliknya, hampir semua virus dan malware di ponsel aktif dengan tidak memengaruhi kinerja smartphone. Kinerja gawai tidak melambat.

“Tapi, data identitas sudah dicuri. Ibaratnya, semua data di handphone sudah tersalin. Ini gila kan,” tuturnya.

Nah, hampir sama dengan itu, kondisi pertahanan digital Indonesia lemah. Tahu-tahu data identitas bocor di berbagai lembaga negara dan kementerian. Dari problem itulah, Awan Pintar bekerja sama dengan APJII untuk mendeteksi serangan siber secara real time. Artinya, ketika terjadi serangan, saat itu pula serangan terdeteksi.

“Detektor ini karya anak bangsa,” ucapnya.

Saat ini telah terpasang 15 detektor yang tersebar di sejumlah titik milik APJII. Di antaranya, DKI Jakarta, Banten, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat-Timur, Lampung, Jambi, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi-Maluku-Papua, Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan.

“Dengan detektor ini, serangan siber terdeteksi,” katanya.

Pada semester I 2023, Awan Pintar dan APJII mampu mendeteksi 347 juta serangan siber ke Indonesia. Namun, pada semester I 2024 naik drastis 619 persen. Tepatnya, terdapat 2.499.486.085 atau hampir 2,5 miliar serangan siber menyasar Indonesia yang dideteksi.

“Angka serangan siber yang begitu besar ini tentunya harus diwaspadai semua pihak,” ujarnya.

Yudhi Kukuh (kiri) dan Kabid Keamanan Siber APJII Arry Abdi Syalman bekerja sama mendeteksi serangan siber dari luar negeri dan dalam negeri.
F.ILHAM WANCOKO/JAWA POS

Dari serangan siber itu, terdeteksi sepuluh negara sumber serangan terbanyak ke Indonesia. Yakni, Amerika Serikat, Turki, Brasil, Tiongkok, Hongkong, Singapura, Prancis, Pakistan, Jerman, dan Iran.

“Sumber serangan siber terbanyak dari Amerika Serikat dengan persentase 22,34 persen,”  ungkapnya. Detektor tersebut juga mampu mendeteksi IP address pelaku penyerangan ke Indonesia.

Selama bekerja mendeteksi serangan siber, kejadian paling pedih adalah kurangnya ketertarikan dalam bidang riset dan pengembangan (RnD) digital. Masyarakat Indonesia masih tidak tertarik pada keamanan siber atau digital. Ada pula berbagai permintaan superkilat, 1,5 jam selesai. “Seperti di film-film,” ujarnya, lantas tertawa.

Keamanan siber juga harus menyeluruh. Percuma jika petinggi sebuah institusi dilindungi, tapi sistem juga digunakan hingga tingkat terbawah. “Karena jaringan data itu terhubung. Serangan bisa masuk dari siapa saja,” paparnya.

Detektor yang dimiliki Awan Pintar bekerja di sejumlah titik milik APJII. Keduanya bekerja sama untuk mendeteksi serangan siber. Namun, keduanya menyadari adanya potensi ancaman terhadap infrastruktur informasi yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Kami ini asosiasi yang memiliki infrastruktur informasi dan telekomunikasi. Tapi, pemahaman betapa pentingnya infrastruktur tersebut mendukung kedaulatan bangsa dalam dunia maya belum dipahami,” kata Kabid Keamanan Siber APJII Arry Abdi Syalman.

Dia berharap seiring transisi pemerintahan kepada presiden terpilih Prabowo Subianto, kepekaan terhadap kedaulatan digital meningkat.

“Kami berharap banyak kepada pemimpin baru agar lebih peka terhadap kedaulatan dunia digital, bukan hanya dunia nyata. Ya agar tidak terjadi kiamat digital di Indonesia,” tegasnya.

Yudhi juga menuturkan, terdapat pola serangan siber yang diduga terhubung dengan event tertentu. Misalnya, saat judi online (judol) menjadi pembicaraan atau viral. Pola yang ditemukan saat judol menjadi sorotan, serangan siber dilakukan dengan tujuan tertentu.

“Seakan-akan ingin mengalihkan pembahasan judol,” terangnya.

Pola tersebut berkali-kali terjadi dan hampir selalu berdekatan dengan pembahasan judol. Apalagi, seiring dengan semakin tegasnya pemerintah memberantas judi online.

“Kasus terakhir, saat marak judol, terjadi serangan pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2,” ujarnya. (*)

 

Reporter: ILHAM WANCOKO

Sampah di Pinggir Jalan Sulit Diatasi

0
IMG 20240905 124103
Tumpukan sampah di jalan utama di wilayah Kecamatan Sagulung.

batampos – Sampah masih jadi persoalan di wilayah Kecamatan Sagulung. Pinggiran jalan utama masih banyak ditemui tumpukan sampah. Kebiasaan masyarakat menenteng dan melempar sampah ke pinggir jalan belum sepenuhnya hilang. Butuh pengawasan dan penindakan yang lebih lagi agar persoalan sampah ini bisa diatasi.

Lokasi pinggir jalan Kaveling Baru Sagulung dan pinggir jalan Seibinti atau jalan menuju kawasan kapal Seilekop, adalah dua titik penumpukan sampah yang paling mencolok. Sampah di dua lokasi ini masih sangat banyak dan bahkan mulai meluber ke bahu jalan.

Pantauan di lapangan, lokasi penumpukan sampah di jalan menuju Kaveling Baru ini sudah cukup tinggi. Sampah lama yang sudah ditutupi semakin belukar kembali mencolok karena buangan sampah baru yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Warga sekitar mencoba mengurai penumpukan sampah ini dengan cara membakar namun tetap saja tidak berkurang. Sampah terus berdatangan dari pemotor ataupun pengendara mobil yang melintas.

“Beginilah keadaaan jalan kami ini. Orang sesuka hati lemparkan sampahnya ke pinggir jalan ini. Drainase jalan sudah penuh dengan sampah-sampah ini,” ujar Indra, warga perumahan Parisa yang tak jauh dari lokasi penumpukan sampah.

Dikatakan Indra, warga sekitar sudah cukup rutin melakukan gotong royong membereskan sampah-sampah ini, namun itu tadi saat goro bubar dan tak ada tim pengawas, sampah akan muncul lagi.
“Kita bakar pun sama juga. Tetap akan begitu lokasi pinggir jalan ini. Maunya dipenjarakan dulu satu dua orang yang kedapatan buang sampah sembarangan seperti ini biar kapok yang lain,” ujar Indra.

Senada di sampaikan Jumali, warga Kaveling Seilekop yang merasa tak nyaman dengan tumpukan sampah di lokasi bekas TPS pinggir jalan Seibinti. Meskipun sudah dipagar dan diberi tulisan untuk tidak buang sampah, namun lokasi bekas TPS ini tetap meluber dengan sampah rumah tangga. Jumali pun menaruh harapan yang sama agar Satgas Pengawasan Sampah meningkatkan patroli Pengawasan serta memberikan sanksi atau hukuman yang berat bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan.
“Bagus dipenjarakan karena sudah diingatkan terus menerus tapi tetap saja sampah ditenteng dan di buang ke pinggir jalan. Kami yang tinggal dekat jalan ini yang kerepotan. Bau busuk lah, penyakit yang menghantui dan lain sebagian nya. Mohon ini diperhatikan lagi,” ujar Jumali.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie mengatakan, upaya pembersihan dan pengangkutan sampah berjalan cukup maksimal selama ini. Belasan armada pengangkut sampah berkerja setiap hari namun karena masih minimnya kesadaran masyarakat dengan tertib membuang sampah maka persoalan ini memang sulit diatasi. Bagaimanapun kekuatan armada dan pekerja di lapangan ada batasannya.

“Tim pengawas ataupun pengangkut tetap berkerja maksimal di lapangan. Mohon masyarakat mendukung mereka dengan tertib lah buang sampah. Ada sanksi bagi yang kedapatan buang sampah sembarangan dan ini akan kita tegaskan kalau kedapatan kedepannya,” kata Hafiz. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Pejabat yang Bantu Alice Guo Kabur Dipecat

0
Alice Guo. (AFP)

batampos – Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., memastikan akan memecat semua pejabat yang terlibat dalam membantu pelarian Alice Guo. Bahkan, mereka tidak hanya akan dicopot dari jabatannya, tetapi juga akan dikenai tuntutan hukum.

”Semua pihak yang terlibat dalam membantu Alice Guo meninggalkan Filipina secara ilegal sebagai buronan pengadilan pasti akan menanggung akibatnya,” ujarnya dikutip dari Philippine News Agency, Kamis (5/9).

Guo adalah mantan wali kota Bamban, Tarlac, Filipina, yang dituding oleh pemerintah Manila sebagai mata-mata Tiongkok. Ia ditangkap oleh Kepolisian Indonesia di Kota Tangerang, Banten, pada Selasa (3/9) tengah malam. Setelah dideportasi, Guo tiba di Manila, Kamis (5/9).

Hubungan antara Filipina dan Tiongkok sedang memanas akibat sengketa klaim wilayah di Laut China Selatan. Insiden antara penjaga pantai kedua negara sudah beberapa kali terjadi.
Marcos Jr. belum merinci siapa saja pejabat yang akan diadili. Namun, ia berjanji publik akan segera mengetahui nama-nama mereka yang terlibat. Pria yang akrab disapa Bongbong itu menyatakan bahwa ia sudah memiliki gambaran yang sangat jelas tentang siapa saja yang berada di balik pelarian mantan wali kota yang memimpin Bamban, Tarlac, selama sekitar dua tahun tersebut.

Guo meninggalkan Filipina pada 18 Juli 2024. Ia dilaporkan menuju Malaysia, lalu tiba di Singapura pada 21 Juli, sebelum akhirnya melakukan perjalanan ke Indonesia pada 18 Agustus melalui Batam.

Aparat hukum Filipina menyebut bahwa perempuan berusia 34 tahun itu terbang ke Indonesia menggunakan paspor Filipina. Otoritas Filipina menuduh Guo terlibat dengan Philippine Offshore Gaming Operator dan melindungi praktik judi online.

Kecurigaan terhadap Alice Guo, atau Guo Hua Ping, sebagai mata-mata Tiongkok pertama kali dilontarkan oleh Senator Ris Hontiveros. Ia merasa bingung dengan latar belakang Guo yang tidak konsisten.

Pada satu kesempatan, Guo mengaku bahwa ayahnya adalah orang Filipina, namun pada kesempatan lain, ia menyatakan bahwa ayahnya teridentifikasi sebagai warga Tiongkok.

”Apakah Wali Kota Alice Guo, dan orang-orang seperti dia dengan latar belakang misterius, bekerja sebagai aset bagi Tiongkok? Ditanam di negara kita sehingga mereka dapat mempengaruhi politik Filipina?” tanya Hontiveros. (dee/ttg)

KPK Ungkap 107 LHKPN Calon Kepala Daerah Belum Lengkap

0
Logo KPK. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan, sebanyak 107 Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan bakal calon kepala daerah (cakada) belum lengkap. Hal ini setelah KPK menerima 1.432 LHKPN dari para bakal calon kepala daerah, hingga Minggu (8/9) pagi.
Sementara, sebanyak 1.325 sudah dinyatakan lengkap. LHKPN yang diserahkan merupakan salah satu syarat pendaftaran bakal cakada pada Pilkada 2024 ini.
“Data per pagi ini, KPK telah menerima laporan LHKPN dari 1.432 bakal calon kepala daerah (cakada) dan yang sudah dinyatakan lengkap sejumlah 1.325 bakal cakada,” kata tim juru bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Minggu (8/9).
Budi menjelaskan, mayoritas LHKPN yang belum lengkap lantaran tidak adanya surat kuasa. Karena itu, KPK mengingatkan para bakal cakada untuk melengkapi surat kuasa bermaterai dalam penyampaian LHKPN.
“Pelaporan online menggunakan materai elektronik dan dikirimkan ke email [email protected],” ucap Budi.
Sementara, bagi bakal cakada yang ingin melaporkan LHKPN secara langsung, KPK masih membuka pelayanan khusus pada akhir pekan ini di gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) atau Pusat Edukasi Antikorupsi. Pelayanan LHKPN dibuka hingga pukul 14.00 WIB.
Lebih lanjut, Budi mengingatkan para bakal cakada yang telah menyampaikan LHKPN-nya dan telah diverifikasi dinyatakan lengkap akan mendapatkan tanda terima. Hal itu nantinya akan digunakan sebagai syarat pendaftaran Pilkada Serentak 2024.
“Tanda terima pelaporan LHKPN sebagai salah satu syarat pendaftaran bakal cakada ke KPU dalam gelaran Pilkada 2024 ini,” pungkasnya. (*)
Sumber: JP Group

Nurdin Basirun Beralih ke Ansar-Nyanyang

0
Nurdin Basirun (kemeja merah). f,TRI

batampos – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Kabupaten Karimun.

kunjungan tersebut, mereka bertemu dengan mantan Bupati Karimun yang juga mantan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Sebelumnya, Nurdin dikabarkan mendukung pasangan Muhammad Rudi-Aunur Rafiq, tapi kini telah berpindah haluan.

Ansar menyampaikan, bahwa kunjungan mereka ke Karimun berlangsung selama tiga hari dan mencakup 17 lokasi. Ia juga mengapresiasi sambutan hangat dari masyarakat setempat.

”Antusias masyarakat di sana sangat bagus. Dan sahabat lama saya, Nurdin Basirun, sudah menyatakan komitmennya bersama kami,” ujar dia, saat ditemui di Acara Apel Kader Partai Gerindra Kepri, Sabtu (7/9) di Batam.

Ansar mengenang kembali bagaimana momen bersejarah dan indah saat dirinya dilantik sebagai Wakil Bupati Kabupaten Kepri. Saat itu, Nurdin Basirun memakaikan topi sebagai tanda simbolis.

”Saya pernah bilang ke Pak Nurdin, ’nanti yang jadi bupati InsyaAllah Pak Nurdin.’ Dan ternyata itu benar terjadi, dan hal itu tak beliau lupakan,” ujarnya.

Mengenai target kampanye, Ansar berharap bisa meraih kemenangan sebesar-besarnya. Namun, ia juga mengakui adanya sedikit kendala saat mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

”Ada beberapa berkas yang belum lengkap, seperti nama dan lainnya. Tapi hari ini sudah kami lengkapi semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Nyanyang Haris Pratamura menambahkan bahwa kunjungan mereka ke Karimun juga memiliki makna penting bagi dirinya secara pribadi. Dia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Nurdin Basirun.

”Saya datang ke Tanjung Batu, Karimun, karena di sana adalah keluarga besar saya, keluarga besar istri saya. Beliau (Nurdin Basirun) adalah energi baru bagi kami, untuk bisa lebih giat lagi dalam kampanye nanti,” ujar Nyanyang.

Dalam rencana ke depan, pasangan Ansar-Nyanyang akan melanjutkan silaturahmi ke pulau-pulau lain di Kepulauan Riau. Ansar dikabarkan bakalan mengunjungi Natuna dan Anambas dalam waktu dekat.

Nurdin sendiri belum memberikan keterangan mengenai peralihan dukungannya dari Rudi-Rafiq ke Ansar-Nyanyang. (*)

 

Reporter: Arjuna

Pendaftaran CPNS 2024 Ditutup 2 Hari Lagi, Pakai Meterai Tempel Bekas Bisa Bikin Pelamar Gak Lolos Seleksi Administrasi

0

 

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2024 akan segera ditutup dua hari ke depan, yakni pada Selasa (10/9) pukul 23.59 WIB. (Dok BKN)

 

batampos – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2024 akan segera ditutup dua hari ke depan, yakni pada Selasa (10/9) pukul 23.59 WIB.
Pendaftaran CPNS ini diperpanjang usai heboh pelamar yang kesulitan membeli dan membubuhkan e-meterai. Sehingga, pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan aturan baru dengan memperbolehkan pelamar CPNS menggunakan meterai tempel.
Melalui kebijakan itu, Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen mengatakan pemerintah memberi dua opsi penggunaan meterai, yakni meterai elektronik dan meterai tempel.
Sehingga memberi kesempatan yang lebih luas kepada calon pendaftar dalam menyelesaikan persyaratan administrasi.
“Maka bersama ini kami sampaikan bahwa pada pendaftaran Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) TA 2024 diperkenankan bagi calon pendaftar untuk menggunakan meterai elektronik (emeterai) maupun meterai konvensional (tempel) pada dokumen unggahan Surat Lamaran maupun Surat Pernyataan Instansi,” kata Suharmen dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/9).
Namun, BKN mengingatkan kepada pelamar CPNS agar berhati-hati dalam menggunakan meterai, baik tempel maupun e-meterai. Pasalnya, Panitia Seleksi Instansi akan melakukan verifikasi keabsahan validitas meterai yang dipergunakan oleh pelamar CPNS.
Selain itu, Suharmen juga mengimbau para pelamar CPNS untuk tidak menggunakan meterai yang sudah dipakai alias bekas. Artinya, meterai tempel yang dipakai harus dipastikan masih baru.
Hal itu berlaku, jika ada dua persyaratan yang harus ditandatangani pelamar di atas meterai. Misal, untuk surat pernyataan dan surat lamaran.
Jika tetap menggunakan meterai bekas, Suharmen menegaskan bahwa pelamar akan masuk dalam kategori pengguna meterai palsu. Sehingga, panitia pelaksana akan memasukan pelamar dalam kategori tidak memenuhi syarat (TMS) administrasi dan dipastikan tidak lolos seleksi administrasi.
“Menghimbau calon pendaftar agar tidak menggunakan meterai palsu ataupun meterai yang sudah digunakan, karena hal tersebut dapat mengakibatkan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada tahap Seleksi Administrasi,” tegas Suharmen. (*)
Editor: PARNA

Soerya-Darmawan Ajak Kontestan Pilkada Berkompetisi Secara Fair

0

batampos – Pilkada sebentar lagi digelar serentak 27 November 2024. Di Provinsi Kepri hingga kabupaten/kota, semua kontestan sudah mendaftar dan siap bertarung memperebutkan kursi kekuasaan di masing-masing tingkatan setelah penetapan oleh KPU.

Perebutan kursi nomor satu di Kepri dan Kota Batam, menjadi yang paling mendapat perhatian. Di Provinsi Kepri, ada dua pasangan kontestan yang memastikan bertarung ketat, yakni petahana Anshar Ahmad yang berpasangan politisi Gerindra, Nyanyang Harris Pratamura (Ansar-Nyanyang) dan penantang baru HM Rudi (Walikota/kepala BP Batam) yang berpasangan dengan Aunur Rafiq (Bupati Karimun).

Pasangan Ansar-Nyanyang diusung dan didukung 11 parpol, yakni Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, Perindo, PAN, PKB, PKS, PPP, Gelora, Partai Ummat, dan Partai Prima.
Sedangkan pasangan Rudi-Rafiq diusung partai NasDem, PDI Perjuangan, dan PSI. Selain itu, ada partai pendukung dari Hanura, PKN, dan Buruh.

Sementara di Kota Batam, pasangan Amsakar-Li Claudia (AsLi) yang semula akan berhadapan kotak kosong karena 11 partai sudah bergabung ke AsLi, kini punya lawan sepadan setelah MK mengeluarkan putusan 60 yang membuat PDI Perjuangan bisa mengusung pasangan calon, yakni Nuryanto-Hardi Selamat Hood (Nadi).

Meski masih menunggu penetapan pasangan calon oleh KPU, namun sudah ada indikasi gerakan-gerakan pihak ketika yang mencoba melakukan gerakan-gerakan untuk memuluskan pasangan tertentu, dengan men-downgrade pasangan lainnya.
Pergerakan-pergerakan inkonstitusional alias ilegal pemain ketiga itu, terdeteksi oleh Tim Pemenangan Pasangan HMR-Aunur Rafiq.

”Kami melihat lapangan mulai becek. Baik di Kepri (pilgub) maupun di Kota Batam,” ujar ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri, sekaligus ketua dewan pengarah tim pemenangan paslon Muhammad Rudi-Aunur Rafiq (HMR-AuRa), Soerya Respationo di Podacast Batam Pos, Jumat (6/9).

Soerya yang didampingi Ketua Tim Pemenangan Paslon HMR-AuRA, Irjen Pol (Pur) Darmawan menyebut, yang terdaftar di KPU masing-masing dua paslon, namun pihaknya mengindikasikan ada pemain ketiga yang sebetulnya inkonstitusional atau ilegal.

”Pemain resmi belum ngegas, yang tak resmi sudah mulai ngegas dengan rayap-rayapnya. Ini tak boleh kita biarkan,” tegas Soerya.

Ia menegaskan, PDI Perjuangan tetap dalam komitmen menjadikan pesta demokrasi di Kepri tetap ideal, yakni pemilu yang berkualias, bermartabat, bersih, jurdil, langsung, umum, bebas, dan rahasia.

Namun sering kali, apa yang diidam-idamkan itu, di lapangan justeru dihadapkan dengan hal-hal yang berbeda antara teori dan kenyataan. ”Das Sollen dan Das Sein tidak sama,” ujar Soerya.

Karena melihat adanya indikasi-indikasi pemain ketiga yang sebetulnya ilegal yang mencoba cawe-cawe di Pilkada Kepri, menjadi argumentasi kuat Soerya ke pasangan Rudi-Rafiq untuk memilih Irjen Pol (Pur) Darmawan sebagai ketua Tim Pemenangan Paslon HMR-AuRa.

becekIa melihat mantan Wakapolda Kepri itu memiliki kompetensi menghadapi pihak ketiga atau pihak yang ingin merusak tujuan murni pesta demokrasi yang ideal, yakni pemilu yang berkualias, bermartabat, bersih, jurdil, langsung, umum, bebas, dan rahasia.

”Partai kami ini partai petarung, bukan petelor, kalau lapangan becek, kalau yang memimpin bukan petarung, tergilas juga. Maka saya munculkan nama Jenderal Darmawan sebagai ketua tim HMR-AuRa,” ujar Soerya.

”Saya bilang ke Pak Rudi dan Pak Aunur, kalau kepengen menang, ketua timnya ini (Irjen Pol Pur Darmawan, red). Jadi yang saya sodorkan bukan petelor, tapi petarung. Beliau sudah mengikrarkan dirinya dan mewakafkan dirinya untuk mengawal Rudi-Rafiq,” ujar Soerya, lagi.
Irjen Pol (Pur) Darmawan yang akrab disapa Jenderal Darmawan menimpali, sebagai petugas partai, ia siap menjalankan tugas yang diembakan partai kepadanya, yakni mengawal paslon HMR-AuRa untuk menuju kursi kemenangan.

Ia juga mengaku sudah memetakan gerakan-gerakan pihak ketiga yang mencoba mend-downgrade HMR-AuRa, seperti yang diungkapkan Seorya Resaptiono.

”Alhamdulillah, saya lama di intelijen dan sudah beberapa kali dulu aktif di pengamanan pilgub, jadi sudah tahu persis apa yang terjadi. Dengan pengalaman dan kemapuan itu, Insya Allah bisa kami antisipasi hal-hal yang berpotensi merugikan paslon kami,” ujarnya.

Darmawan juga mengakui adanya riak-riak yang mencoba mendowngrade HMR-AuRa. Hal ini sudah ia komunikasikan dengan berbagai pihak terkait untuk bersama-sama mengantisipasi gerakan pihak ketiga itu.

”Saya ingatkan juga pemain ketiga untuk jangan bermain-main. Jangan sampai merusak harapan masyarakat yang menginginkan pilkada di Kepri bermartabat, jurjur, bersih, jurdil, bebas, dan rahasia,” tegasnya.

Soerya menambahkan, operasi senyap pihak ketiga ini, sudah mereka petakan satu-satu.

”Misalnya tanda petik nih, kita diserang virus A, kami siapkan ativirusnya, begitupun juga kalau diserang virus B,” ujar Soerya.

”Kalau dalam dunia intelijen, ada opsin (operasi intelijen), tentu ada kontra intelijen. Tapi kita tak bisa sampaikan apa yang kami lakukan dalam podcast ini,” ujar Soerya lagi.

Soal potensi permainan hukum, dimana kontestan bisa saja tiba-tiba dibuka kasus hukum yang berpotensi membelitnya, Seorya mengatakan, harusnya bukan hukum perdata yang dicari, tapi hukum pidana. Jika hukum pidana, maka ada APH (aparat penegak hukum), yakni kepolisian, KPK, dan kejaksaan yang berwenang.

”Saya masih ingat kapolri mengeluarkan surat telegram nomor 1160 yang inti pokoknya adalah; Kalau ada calon yang ikut kontestasi pilkada dan ada indikasi melakukan pelanggaran hukum, itu di hold dulu, bukan dihilangkan, tapi ditunda sementara sampai pilkada selesai, baru dilanjutkan perkaranya,” ujar Soerya.

Demikian juga Kejaksaan Agung pernah mengeluarkan regulasi yang sama dan itu masih berlaku hingga saat ini. Sehingga, kata Soerya, akan tak fair jika tetap ada APH memunculkan kasus hukum kontestan.

”Kalau dimunculkan berarti menentang perintah komandan. Kalau dimunculkan ada upaya mendowngrade calon itu. Ada upaya penggembosan, mudah-mudahan di kepri tak ada ya,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Jenderal Darmawan. Sebagai orang yang lama di kepolisian, ia paham betul bahwa calon yang sudah sah mendaftar di KPU, jika ada persoalan hukum, maka dihold dulu.

”Ini kan pernah terjadi di Bintan, setelah pilkada dan dilantik baru proses hukum lanjut. Ini pedoman dan harus dipatuhi semuanya,” ujar Darmawan. (*)

 

 

OJK Kepri Lindungi Masyarakat dari Pinjaman Online Ilegal

0

ojkbatampos – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) meningkatkan komitmennya untuk melindungi masyarakat Kepri dari praktik keuangan ilegal. OJK dan Satgas Pasti mendorong warga untuk menggunakan layanan keuangan yang sah dan terdaftar.

Kepala OJK Provinsi Kepri, Sinar Danandjaya, mengatakan, bahwa Satgas Pasti adalah sebuah forum koordinasi yang melibatkan berbagai institusi, termasuk OJK, Kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN), Bank Indonesia (BI), Kejaksaan, Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), serta beberapa dinas terkait.

“Satgas ini juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Komunikasi dan Informatika,” kata Sinar, Jumat (6/9).

Satgas ini memiliki dua bidang utama, yakni pencegahan dan penanganan. Dari sisi pencegahan, Satgas Pasti melakukan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan melalui berbagai saluran.

Sementara untuk bidang penanganan, Satgas Pasti akan menghentikan operasional entitas keuangan ilegal, memblokir rekening bank para pelaku, serta memblokir nomor telepon dan akun WhatsApp yang digunakan oleh penagih pinjaman online ilegal.

“Pemblokiran dilakukan secara terkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Semua itu dilakukan untuk menekan ekosistem pinjaman online ilegal yang masih meresahkan masyarakat,” ungkap Sinar.

Sinar juga mengimbau masyarakat Kepri untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap pinjaman online ilegal.

“Selain merugikan secara finansial, pinjaman online ilegal berpotensi menyalahgunakan data pribadi peminjam, seperti kontak dan foto yang tersimpan dalam gadget mereka,” ujarnya. (*)

Play sound