Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 3010

Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Budaya dan Pembangunan di Bintan

0
Peserta memainkan permainan tradisional egrang dalam pawai budaya dan pembangunan tingkat Kecamatan Gunung Kijang, Sabtu (31/8/2024). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Ribuan peserta memeriahkan pawai budaya dan pembangunan tingkat Kecamatan Gunung Kijang, Sabtu (31/8/2024).

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan di halaman Gedung Community Centre Kawal.

Dalam pawai ini, peserta mengenakan beragam busana dan atribut budaya. Mereka memadati jalan Wisata Bahari Kawal.

Para peserta menampilkan berbagai budaya nusantara yang ada di Bintan mulai Melayu, Minang, Batak, Jawa, Dayak, Flores hingga Papua.

BACA JUGA: Warga Bintan Meriahkan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah dengan Gelar Pawai Obor

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan, masyarakat antusias memeriahkan bulan kemerdekaan dengan mengikuti pawai dan pembangunan.

“Luar biasa, banyak sekali budaya yang kita lihat,” katanya.

Menurutnya, ini sangat positif terutama untuk generasi penerus sehingga mereka tahu seberapa kaya budaya yang ada di Bintan.

Yang cukup menarik, sorak sorai penonton mulai bergemuruh tatkala melihat para lansia Rumah Bahagia Bintan yang tampil (cosplay) sebagai pemain drumband. Seolah menolak kalah dari jiwa-jiwa muda, para lansia (kakek dan nenek) begitu kompak memainkan setiap alat yang dipegang baik tongkat mayoret, bass drum, senare drum, cymball hingga penari latar.

Tak sampai di situ, pawai budaya ini juga menampilkan beberapa permainan tradisional dari tanah Melayu dan khas nusantara lainnya. Beberapa kendaraan hias seperti tank, pesawat tempur, kapal dan rumah adat yang melintas pun turut menambah semarak event tahunan tersebut. (*)

Reporter: Slamet

Polsek Sekupang Latih Satkamling dalam Penanganan TKP

0
IMG 20240903 WA0020
Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu M. Ridho Lubis saat melatih Satkamling Tiban III, Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Selasa (3/9). Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Guna meningkatkan kemampuan warga dalam menjaga keamanan lingkungan, Polsek Sekupang mengadakan pelatihan Teknik Penanganan Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) untuk warga yang bertugas di Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tiban III, Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Selasa (3/9).

Pelatihan ini dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu M. Ridho Lubis dan dihadiri oleh warga setempat yang aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai prosedur penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP), sehingga warga dapat bertindak dengan tepat tanpa merusak bukti penting yang dapat membantu proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Dalam pelatihan tersebut, Kanit Reskrim memaparkan beberapa materi penting, termasuk cara mengamankan lokasi kejadian, langkah-langkah yang harus diambil sebelum pihak berwenang tiba, dan pentingnya koordinasi dengan polisi.

Selain teori, warga juga diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi penanganan TKP guna menambah kepercayaan diri mereka dalam menghadapi situasi darurat.

“Kegiatan ini sangat penting agar warga yang bertugas di Satkamling dapat lebih memahami peran mereka dalam menjaga keamanan lingkungan. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, kerja sama antara polisi dan masyarakat dapat semakin ditingkatkan,” ujar Iptu M. Ridho Lubis.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, yang ditemui di tempat terpisah juga menekankan pentingnya sinergi antara polisi dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, masyarakat dapat lebih siap dan terampil dalam menghadapi situasi darurat. Keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Kompol Benhur.

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat, khususnya mereka yang terlibat dalam Satkamling, guna memastikan terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.

Dalam sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penanganan TKP dan kerja sama dengan kepolisian, yang dijawab dengan jelas oleh Kanit Reskrim. Warga yang mengikuti pelatihan ini menyambut baik inisiatif tersebut dan merasa lebih percaya diri dalam menjalankan tugas mereka di Satkamling.

Pelatihan ini diakhiri dengan simulasi penanganan TKP, di mana warga dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga dapat lebih sigap dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian kriminal di lingkungan mereka. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Swiss-Belhotel Pondok Indah Tawarkan Paket Golf dengan Kamar Business Suite yang Nyaman

0

batampos – Swiss-Belhotel Pondok Indah kembali menawarkan promo untuk para pecinta golf dengan meluncurkan paket “Hello Golfer” yang menarik. Promosi ini menggabungkan pengalaman kenyamanan lokasi dan menginap di kamar Business Suite yang elegan.

Kamar Business Suite di Swiss-Belhotel Pondok Indah dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu. Dengan desain modern dan fasilitas lengkap, kamar ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai setelah / maupun akan bermain golf seharian. Beberapa fasilitas yang dapat anda nikmati antara lain:
• Ruang yang luas dan nyaman: sempurna untuk bersantai dan bekerja
• Fasilitas modern: TV layar datar, digital akses, koneksi wi-fi gratis dan meja kerja
• Kamar mandi yang mewah: dilengkapi dengan bathtub dan perlengkapan mandi

Dengan paket “Hello Golfer”, anda dapat menikmati layanan antar/jemput ke Pondok Indah Golf Course secara gratis. Hotel terletak di kawasan Pondok Indah yang mudah diakses. Hotel juga menawarkan berbagai fasilitas lainnya seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan restoran, serta para staf hotel yang siap menerima dan membantu anda selama menginap.

“Hanya dengan harga 1 jutaan, paket Hello Golfer ini juga dilengkapi dengan makan pagi untuk 2 orang, diskon 15% untuk lakukan treatment di Kahyangan Spa lantai 4, dan gratis 5 pcs laundry”, ujar Bapak Dedik Abdillah selaku General Manager. (*)

Kompolnas Dukung Penerapan Hukuman Tegas bagi Anggota Polresta Barelang yang Terlibat Narkoba

0
kasat narkoba
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda memusnahkan narkoba saat gelar perkara di Mapolresta Barelang, Selasa (7/5/2024) lalu.

batampos – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menyikapi persoalan yang menyeret sejumlah personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Barelang yang diduga bermain dengan bandar sabu di Kampung Aceh, Mukakuning berinisial As.

Indarti mengatakan Kompolnas saat ini sedang mengecek bagaimana permasalahan yang sebenarnya dan juga sudah membuat surat klarifikasi ke Polda Kepri terkait hal ini. “Kami saat ini menunggu jawaban dari Polda Kepri terkait permasalan ini,” ujarnya, Selasa (3/9).

Menurutnya, jika terbukti ataupun benar Kasat Resnarkoba Polresta Barelang beserta anggotanya terlibat dalam peredaran narkoba atau pencurian barang bukti maka Kompolnas mendorong pemeriksaan secara profesional dalam arti didukung scientific crime investigation.

Baca Juga: Terkait Kasus Narkoba, Personel Sat Narkoba Polresta Barelang Terancam Sanksi Kode Etik hingga Dipecat

“Jika benar Kasat Resnarkoba Polresta Barelang dan anggotanya terlibat peredaran narkoba atau pencurian barang bukti narkoba, maka kami mendorong pemeriksaan secara profesional sehingga hasilnya tidak terbantahkan,” terangnya.

Langkah selanjutnya dari Kompolnas ialah mendorong penerapan pasal-pasal berlapis kepada para pelakunya termasuk pasal pemberatan pidana.

“Sehingga itu nantinya mereka akan dijatuhi sanksi hukuman tegas,” jelasnya

Kompolnas juga mendorong dilakukannya pemeriksaan pelanggaran kode etik. Sebagai penegak hukum yang menangani kasus narkoba, mereka harus bersih dari narkoba dan benar dipastikan harus memberantas kejahatan narkoba.

“Tetapi jika dalam pemeriksaan nantinya mereka tidak terbukti melakukan kejahatan, maka nama baik mereka harus dipulihkan,” sebut Poengky.

Menurutnya, penting sekali melakukan pengawasan melekat agar anggota tidak melakukan perbuatan menyimpang dalam melaksanakan tugasnya.

Selain pengawasan langsung atasan, maka penting bagi anggota yang bertugas di lapangan dibekali body camera agar pimpinan dapat mengawasi sepak terjang anggota di lapangan.

“Dari beberapa kasus sudah ada anggota Polri yang divonis mati oleh majelis hakim akibat terbukti terlibat peredaran narkoba,” ujarnya.

Poengky menuturkan akan tetapi hukuman tegas tersebut rupanya tidak cukup membuat efek jera. Oleh karena itu hukuman yang harus dilakukan atasan kepada bawahannya yang diduga terlibat narkoba harus tegas, yaitu Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan diproses pidana.

“Tentunya memberikan efek agar sejak awal sudah kapok dan tidak berani melakukan pelanggaran yang lebih berat,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan seluruh personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang yang terlibat penyalaahgunaan barang bukti narkotika jenis sabu masih menjalani pemeriksaan Sidang Kode Etik Profesi atau sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

“Proses periksaan dalam sidang KKEP masih berlangsung,” ujar Pandra.

Sidang yang diikuti 10 personel tersebut dimulai pada Jumat (30/8) lalu. Sesuai aturannya, sidang etik Polri dilaksanakan paling lambat 14 hari kerja, terhitung sejak diterbitkannya keputusan pembentukan KKEP.

Disinggung, sejauh mana persidangan tersebut, Pandra enggan berkomentar. Ia mengatakan pemeriksaan anggota tersebut masih secara internal. “Saat ini masih dalam proses internal,” katanya.

Namun, Pandra menegaskan anggota yang terlibat tersebut akan mendapatkan sanksi yang tegas melalui hasil pemeriksaan di sidang. “Semua keputusan nanti hasil pemeriksaan Sidang Kode Etik Polri,” tutupnya (*)

Reporter: Aziz Maulana

KPK Latih Pelaku Usaha di Kepri tentang Pencegahan Korupsi

0
KPK
Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Jhonson Ridwan Ginting (2 darei kanan) bersama Sekretaris Daerah Kepri, Andi Prihantara (paling kanan)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) anti korupsi bagi pelaku dunia usaha di Kepri. Acara yang bertema “Melalui Nilai-Nilai Integritas Kita Wujudkan Pelaku Usaha Anti Korupsi” berlangsung di Hotel Harris Batam Center.

Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Jhonson Ridwan Ginting, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk mendorong penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta menciptakan lingkungan usaha yang bebas dari praktik korupsi.

“Dunia usaha saat ini memegang peranan penting dalam kasus korupsi, karena sering kali ada kerjasama antara pelaku usaha dengan penyelenggara negara dan aparat penegak hukum,” ujarnya, Selasa (3/9).

Ginting menambahkan bahwa sektor usaha menjadi salah satu titik rawan kasus korupsi, dengan banyak kasus melibatkan pemalsuan dokumen dan modus korupsi lainnya.

KPK memberikan pemaparan tentang risiko-risiko korupsi yang mungkin dihadapi oleh perusahaan serta langkah-langkah pencegahan, termasuk penerapan sistem manajemen anti suap dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Sejak tahun 2005 hingga 2024, kami telah menangani 1.647 laporan kasus korupsi, di mana 417 di antaranya melibatkan pelaku usaha,” jelas Ginting.

Sekretaris Daerah Kepri, Andi Prihantara memberikan apresiasi atas pelaksanaan Bimtek ini. Dia menekankan pentingnya integritas bagi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis mereka.

“Pelatihan ini penting untuk memastikan pelaku usaha memahami nilai-nilai integritas dan mendukung tindakan anti korupsi,” tutupnya (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

 

Baru 1.449 Orang Daftar CPNS Pemkab Karimun

0

batampos– Mendekati masa penutupan pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dibuka pada pertengahan bulan lalu jumlah yang mendaftar masih minim. Sampai dengan Senin (2/9) baru 1.449 orang yang mendaftar.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun, MS Sudarmadi yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, memang semakin mendekati penutupan pendaftaran, maka jumlah yang daftar semakin banyak.

”Tapi, untuk periode ini karena yang buka hanya untuk formasi CPNS dan bukan untuk P3K, maka yang mendaftar banyak dari umum. Jumlahnya baru 1.449 orang. Biasanya yang mendaftar menjelang hari penutupan sudah lebih 2 ribuan orang. Hanya saja dari jumlah tersebut belum semuanya yang menekan tombol submit atau mengirim,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemkab Karimun Buka Lowongan CPNS, Ada untuk Tamatan SMA

Dari laporan help desk panitia CPNS Kabupaten Karimun, kata Sudarmadi, yang sudah menekan tombol kirim berkas atau submit itu baru 455 orang. Sedangkan, 994 orang belum menekan tombol kirim. Untuk batas akhir pendaftaran CPNS sampai dengan Jumat (6/9).

Menyinggung minimnya pendaftaran CPNS tahun ini, Sudarmadi menyebutkan, kemungkinan disebabkan adanya aturan bahwa jika ada tenaga honorer yang daftar CPNS dan kemudian tidak lulus saat mengikuti seleksi, maka tidak bisa lagi mengikuti untuk seleksi P3K pada periode yang sama.

”Kalau dilihat yang mendaftar CPNS saat ini mayoritas dari umum. Sedangkan, untuk anak honorer bisa dikatakan tidak ada. Karena, memang ada aturan jika ada honorer yang ikut seleksi CPNS dan kalau tak lulus tidak bisa daftar P3K dalam periode yang sama. Misalnya, setelah CPNS ini selesai dan tahun depan akan ada pembukaan untuk P3K dengan formasi ribuan orang, maka honorer yang sudah pernah mengikuti seleksi CPNS tidak bisa mendaftar lagi. Karena, nomor pendaftaran di sistim akan terblokir secara otomatis,” terangnya. (*)

Reporter: Sandi

Siapkan SDM Berkualitas, Disnaker Batam Gelar Bimtek dan Sertifikasi untuk Masyarakat

0
rudi s scaled e1676476902774
Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti.

batampos – Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam dari 2 hingga 5 September 2024 mendapatkan respons luar biasa dari masyarakat. Hingga hari kedua pendaftaran, sebanyak 5.000 orang telah mendaftar meskipun kuota peserta hanya tersedia untuk 186 orang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Batam, Rudi Sakyakirti menyampaikan bahwa antusiasme warga Batam sangat tinggi. “Hingga hari ini, sudah sekitar 5.000 peserta yang mendaftar,” ujarnya, Selasa (3/9).

Bimtek ini dirancang khusus untuk pekerja atau tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman kerja, dengan syarat melampirkan surat pengalaman kerja. Tujuan dari program ini adalah membantu warga Batam mengembangkan diri dan memperoleh sertifikasi yang diakui.

“Program Bimtek dan sertifikasi gratis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Batam untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kota ini,” tambah Rudi.

Bimtek yang ditawarkan mencakup 10 jenis pelatihan, termasuk K3 Teknisi Listrik, Teknisi Forklift Kelas 2, AK3 Umum, Fitter Pipe, Welder 6G FCAW, Security Pratama, Welder 6G SMAW, Welder 6G GTAW, Teknisi K3 Bekerja di Ketinggian, dan Teknisi Kelistrikan.

Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Batam, Mohammad Zaini menjelaskan bahwa Bimtek dan sertifikasi ini didanai oleh APBD Perubahan Batam tahun 2024. Bimtek ini diperuntukkan bagi tenaga kerja ber-KTP Batam yang memiliki pengalaman kerja. “Untuk usia, tidak ada batasan,” ujarnya.

Pelatihan akan dilaksanakan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja. Peserta akan diseleksi berdasarkan jenis Bimtek yang mereka pilih, dan harus memenuhi syarat pengalaman kerja serta KTP Batam untuk bisa mengikuti pelatihan.

Pelaksanaan Bimtek dan sertifikasi dijadwalkan berlangsung dari 16 September hingga 16 November. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi, karena sertifikat kami sudah diakui secara nasional dan regional,” ucap Zaini.

Adapun persyaratan pendaftaran meliputi fotokopi KTP Batam, surat keterangan masih bekerja atau surat pengalaman kerja, curriculum vitae (CV), dan pas foto berwarna 3×4 sebanyak dua lembar.

Khusus untuk AK3 Umum, minimal pendidikan adalah D3. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui tautan [http://bit.ly/CALON-PESERTA-BIMBINGAN, dan informasi pengumuman dapat diakses di situs web Dinas Tenaga Kerja Kota Batam [http://disnaker.batam.go.id.

“Pendaftaran gratis dan tidak dipungut biaya, ” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Berkas Penyidikan Kasus Pembunuhan Nelwina Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan

0
ea4fad8a f5a3 4e36 9e22 33bcc5c974af
Polsek Sagulung gelar rekontruksi kasus pembunuhan terhadap Nelwina Tanjung kasir kios sayur di lokasi pembunuhan yakni kios sayur Sintia Hasibuan, komplek pasar Sagulung, Jumat (2/8) pagi. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Penyidik Polsek Sagulung akan segera melimpahkan berkas perkara pembunuhan Nelwina Tanjung, kasir kios sayur yang dibunuh dan diperkosa oleh Zulbahri pada awal Juli lalu ke Kejaksaan Negeri Batam.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Husnul menjelaskan, berkas penyidikan saat ini sudah lengkap dan tinggal pemantapan agar tidak bolak balik. Dan siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Batam.

”Semua saksi kita sudah kita periksa, ada juga saksi ahli yang kita periksa, untuk hasil rekonstruksi juga sudah kita sinkronkan,” kata Husnul.

Baca Juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Nelwina, Pelaku Peragakan 16 Adegan

Seperti diketahui kasus pembunuhan kasir kios sembako ini jadi perhatian masyarakat, sebab pelaku secara keji membunuh dan memperkosa korban. Pelaku bahkan disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Masyarakat berharap kasus ini segera dirampungkan dan pelaku dijatuhi hukuman yang berat.

“Bagus hukum mati saja dia. Korban itu anak baik. Tega dia melakukan perbuatan keji seperti itu,” ujar Irma, pedagang pasar Sagulung.

Seperti diberitakan sebelumnya aksi pembunuhan ini terjadi pada tanggal 7 Juli lalu. Dalam adegan rekonstruksi sebelumnya, diketahui Zulbahri, selaku pelaku tunggal kasus pembunuhan ini, menghabisi Nelwina dengan cara memukul dan menarik badan korban atau piting ke arah belakang hingga korban tak bergerak lagi.

Adegan kedua ini terjadi di kamar tidur korban di lantai tiga ruko kios sayur. Pelaku yang kamar nya bersebelahan dengan korban nyelonong masuk ke kamar korban saat korban sedang tidur. Pelaku awalnya berusaha menggerayangi tubuh korban, namun karena korban terbangun dari tidurnya, pelaku kalap sehingga meninju wajah korban berulang kali.

Korban yang kesakitan akhirnya tengkurap dan meraung-raung. Pelaku semakin panik sehingga menindih pinggul korban sembari menjepit dan menarik leher korban ke arah belakang hingga korban lemas tak berdaya.

“Sempat berontak dia awalnya. ” Istighfar tulang” katanya, ” ujar Zulbahri dalam reka ulang aksi pembunuhan tersebut.

Melihat korban sudah tak bernapas dan bergerak lagi, pelaku lantas menyeret tubuh korban ke kamarnya. Di dalam kamarnya inilah pelaku memperkosa korban sebelum akhirnya ditutup menggunakan kain sprei dan dipan tempat tidur serta kasur.

“Habis itu saya telepon tante (pemilik kios) pamit mau kerja ke Pekan Baru. Saya turun ke bawah (lantai dua) dan bilang sama Yosua (pekerja lain) kalau saya mau ke Pekan Baru. Itu sekitar pukul 04.00 WIB, ” ujar Zulbahri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Tahun 2025, Lapas di Natuna Mulai Dibangun

0
Dannie Firmansyah

batampos – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kepri pastikan pembangunan Lapas Natuna dimulai tahun 2025 mendatang. Pembangunan dimulai dengan proses pematangan lahan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau Dannie Firmansyah saat dijumpai di Batam menjelaskan, Kanwil Kemenkumham Kepri telah menerima persetujuan anggaran pematangan lahan tersebut dari Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga.

“Itu sudah pasti, karena pak Plt Dirjen Pemasyarakatan sudah teken anggaran pematangan lahan yang akan turun di tahun 2025 nanti, ” ujar Dannie.

Dijelaskan Dannie, pengerjaan Lapas Natuna ini dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu sekitar tiga tahun. Tahap pertama dimulai dengan pematangan lahan.

Sebagai Lapas yang direncanakan bertipe Maksimum Security, tentu lahan harus benar-benar dimatangkan. Dalam arti bahwa lahan dan dasar untuk bangunan Lapas nanti harus dipastikan kuat dan aman dari berbagai macam kemungkinan yang tidak diinginkan.

“Ini proyek multi years. Tahap pertama sesuai SOP harus lahan dulu dimatangkan. Lahan yang dikasih Pemkab Natuna ini memang sudah rata namun perlu pemadatan lagi. Lahan memang harus benar-benar padat dulu baru dibangun. Dua tahun selanjutnya baru proses pembangunannya,” kata Dannie.

Lapas baru yang akan dibangunan ini kata Dannie, sesuai usulan awal masuk kategori Lapas Maksimum Security. Artinya jika beroperasi nanti, lapas ini akan menampung warga binaan yang berisiko tinggi dari seluruh wilayah Kepri nantinya.

“Untuk kelasnya kita usulan kelas II B. Mudah-mudahan semua tahapan perencanaan ini berjalan dengan baik, ” kata Dannie.

Rencana pembangunan Lapas baru ini sebut Dannie, tidak lain untuk menjawab persoalan over kapasitas warga Binaan yang ada di Rutan maupun Lapas di Kepri. Jika beroperasi nanti Lapas baru ini akan menampung pengiriman ataupun pemindahan warga binaan berisiko tinggi dari Lapas lain di Kepri.

Seperti diketahui, Lapas dan Rutan di Kepri saat ini umumnya sudah over kapasitas. Lapas dan Rutan Batam misalkan, warga binaan yang ada sudah lebih dua bahkan tiga kali lipat dari daya tampung ideal sebagai Lapas ataupun Rutan kelas II A. Lapas Batam warga binaan saat ini mendekati seribuan orang dan Rutan Batam sudah diatas seribuan orang.

“Selama ini kita terapkan sistem pemindahan sebagian kecil saja. Mana Lapas yang agak longgar kita kirim. Itu solusi jangka pendek. Solusi jangka panjang nanti di Lapas baru Natuna itu, ” kata Kalapas Batam Heri Kusrita. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Pemindahan KM Kelud ke Pelabuhan Bintang 99 Ditargetkan Rampung Sebelum Natal

0
KM Kelud milik PT Pelni ketika mengangkut penumpang ditengah laut 1fTRI
KM Kelud.

batampos – PT Pelayanan Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam menargetkan pemindahan lokasi sandar kapal KM Kelud dari Pelabuhan Batu Ampar ke Pelabuhan Bintang 99 dapat selesai sebelum musim mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru). Proses pemindahan ini ditargetkan rampung pada akhir Oktober mendatang.

Kepala Pelni Cabang Batam, M Iqbal menyatakan bahwa pihaknya sedang bekerja keras untuk memastikan KM Kelud dapat bersandar di dermaga baru Pelabuhan Bintang 99 pada momen mudik Nataru.

“InsyaAllah, kami kejar target ini. Sebelum mudik Nataru, kapal sudah akan pindah. Kami terus melakukan progres,” ujar Iqbal, Selasa (3/9).

Saat ini, proses pemindahan kapal masih terus berlangsung, terutama pengerjaan pendalaman alur di Pelabuhan Bintang 99. Menurut Iqbal, kedalaman alur laut di pelabuhan tersebut masih menjadi kendala utama.

“Pendalaman alur terus dikerjakan, karena kedalaman alur laut pelabuhan saat ini masih kurang,” katanya.

Pantauan di Pelabuhan Bintang 99 menunjukkan beberapa kapal sedang melakukan aktivitas pendalaman alur, termasuk kapal jenis penghisap lumpur yang dikerahkan untuk mempercepat proses tersebut.

Kepala Pos Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batu Ampar, Suhandri, membenarkan adanya aktivitas pendalaman alur di lokasi tersebut.

“Ya, target kami memang sebelum arus mudik Nataru nanti, dermaga KM Kelud sudah pindah ke Bintang 99. Pendalaman alur terus dilakukan agar Kelud bisa masuk dan bersandar dengan aman,” jelas Suhandri.

Sebelumnya, Kepala KSOP Khusus Batam, Jefri menyampaikan bahwa keputusan pemindahan lokasi sandar KM Kelud tinggal menunggu kesiapan dari pihak PT Pelni. Menurut Jefri, Pelabuhan Bintang 99 lebih layak sebagai pelabuhan penumpang dibandingkan Pelabuhan Macobar, yang dinilai kurang memenuhi standar keselamatan penumpang.

“Jika dibandingkan, Pelabuhan Bintang 99 memiliki fasilitas dan penataan yang lebih baik, serta telah memenuhi standar keselamatan yang layak untuk pelabuhan penumpang. Sementara itu, Pelabuhan Macobar dianggap kurang layak dan berpotensi membahayakan keselamatan penumpang,” tutup Jefri. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra