Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 3066

Sampai Juli 2024, Kasus Anak jadi Korban Kekerasan Seksual di Karimun Ada 30 Kasus

0
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan sosialisasi ke SMP Negeri 1 Meral saat MPLS belum lama ini dalam rangka pembulian di sekolah.

batampos– Jumlah kasus anak menjadi korban kejahatan di Karimun mulai mengkhawatirkan. Sampai dengan bulan ini jumlahnya sudah mencapai puluhan kasus. Paling banyak korban yang dialami oleh anak berupa kekerasan seksualitas atau pencabulan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Karimun, Rosmawati yang dikonfirmasi Batam Pos, Senin (22/7) mengatakan, berdasarkan data dan penanganan perkara yang masuk di Unit Pelayanan Teknis (UPT) PPPA yang dibentuk beberapa tahun lalu memang tercatat cukup banyak anak menjadi korban kejahatan.

”Sampai Juli tahun ini saja sudah tercatat 39 kasus anak menjadi korban. Terdiri dari 30 orang anak perempuan dan 9 orang anak laki-laki. Memang, anak menjadi korban kasus seksualitas atau pencabulan dengan jumlah 21 kasus. Kemudian, ada juga tercatat satu kasus pembulian,” ujarnya.

Jika dibandingkan tahun lalu, lanjutnya, anak yang menjadi korban kejahatan sebanyak 70 orang. Untuk kasus kejahatan anak dalam bentuk seksualitas atau pencabulan sebanyak 38 kasus. Dan untuk kasus pembulian ada 9 kasus. Jika melihat jumlah kasus untuk tahun ini, pihaknya berharap jangan ada lagi kasus kejahatan yang menimpa anak-anak.

BACA JUGA: Marak Kekerasan Seksual Anak dibawah Umur di Bintan, Roby Kutuk Keras Aksi Pelaku

”Selain data anak menjadi korban tindak kejahatan, di UPT PPPA juga mencatat anak sebagai menjadi pelaku kejahatan. Untuk tahun ini, jumlahnya sudah 36 orang yang semuanya anak laki-laki. Mayoritas melakukan kejahatan pencurian 13 kasus dan pencabulan 6 kasus. Bisa dikatakan untuk tahun ini mengalami peningkatan. Karena, pada tahun lalu total anak menjadi pelaku kejahatan sebanyak 24 kasus. Dengan jumlah kejahatan pencurian 14 kasus dan kejahatan pencabulan 10 kasus,” jelasnya.

Dikatakannya, melalui UPT PPPA yang terbentuk bisa membantu persoalan anak. Salah satunya, membantu melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder. Sehingga, bisa menempuh jalur diversi. Sampai bulan ini, anak yang melakukan kejahatan berhasil dilakukan diversi 4 orang anak. Kemudian, pada tahun lalu yang berhasil dilakukan diversi juga 4 orang anak.

”Dalam mengantisipasi atau mencegah anak agar tuidak menjadi pelaku kejahatan dan korban kejahatan, yang paling berperan penting adalah orang tua. Yakni, melakukan pengawasan dan perlu ambil tahu. Artinya, sebagai orang tua harus selalu ambil tahu dengan siapa anaknya berteman, kemana anaknya pergi dan dimana keberadaan anaknya.

”Mencegah itu lebih bauik dari dari mengobati. Anak-anak sebagai generasi peenrus pembangunan bangsa dan negara jangan sampai menjadi pelaku dan korban kejahatan. Untuk itu, peran orang tua sangat diperlukan di sini. Jangan sampai anak yang menjadi korban kejahatan mengalami trauma dan kemudian berubah menjadi pelaku kejahatan. Mari sama-sama menjaga dan mengawasi anak-anak kita sebagai generasi penerus,” ungkap Rosmawati. (*)

Reporter: Sandi

Pemerintah Catat Realisasi Investasi KEK Capai Rp 205,2 Triliun, Serap 132.227 Tenaga Kerja

0
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang (tengah) dalam acara media sharing sesion di kantornya, Senin (22/7). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

batampos – Pemerintah melalui Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat realisasi investasi KEK secara kumulatif sejak tahun 2012 hingga semester I 2024 sudah mencapai Rp 205,2 triliun dari total sebanyak 22 KEK. Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang mengatakan, dengan realisasi investasi itu telah menyerap sebanyak 132.227 tenaga kerja.

“Secara kumulatif dari 2012 sampai dengan semester I 2024 kita sudah mengumpulkan sekitar Rp 205 triliun,” kata Rizal Edwin dalam media sharing sesion di kantornya, Senin (22/7).

Lebih lanjut, Rizal membeberkan realisasi investasi itu terdiri dari badan usaha tanpa APBN sebesar Rp 28,2 triliun dan pelaku usaha sebesar Rp 176,9 triliun. Adapun total 368 pelaku usaha yang terserap di seluruh KEK.

Jika dilihat dari capaian sepanjang semester I 2024, realisasi investasi tercatat sebesar Rp 31,4 triliun. Angka tersebut tercatat 40 persen dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 78,1 triliun.

“Kemudian untuk tahun ini kita sudah mencapai Rp 78 triliun sudah terkumpul Rp 31,4 triliun sudah 40 persen dari target tahun ini sudah bisa direalisasikan,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk penyerapan tenaga kerja sepanjang semester I 2024 tercatat sebanyak 15.229 orang. Jumlah itu tercatat 39 persen dari target yang ditetapkan tahun ini yang mencapai 38.953 orang.

“Tambahan pelaku usaha hingga semester I 2024 sebanyak 36 pelaku usaha,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga semester I 2024 sudah ada 22 KEK yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Terdiri dari KEK sektor industri, KEK Arun Lhokseumawe, ⁠KEK Sei Mangkei, KEK Galang Batang, KEK Gresik, KEK Kendal, ⁠KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Palu, KEK Bitung, KEK Morotai, ⁠KEK Sorong, KEK Tanjung Sauh, dan KEK Setangga.

Lalu, Kawasan Ekonomi sektor jasa terdiri dari KEK Aero Technic (MRO Pesawat Udara dan ⁠KEK Sanur. Kemudian, kawasan ekonomi sektor digital, yakni KEK Nongsa dan KEK Singhasari.

Sedangkan, kawasan ekonomi sektor pariwisata terdiri dari KEK Tanjung Kelayang, ⁠KEK Tanjung Lesung, KEK Lido, KEK Kura-kura Bali, KEK Mandalika, dan ⁠KEK Likupang. (*)

Baru 2 Bulan Bebas, Residivis Curanmor Ditangkap Lagi

0
Borgol hukum
Ilustrasi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

batampos – Unit Reskrim Polsek Bengkong menangkap residivis pencurian motor, TPS, warga Perumahan Fortuna, Batuaji, Minggu (21/7) sore. Pria 23 tahun ini kembali ditangkap usai beraksi di Pasar Trade Center, Bengkong.

Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan mengatakan penangkapan pelaku dilakukan setelah mendapatkan laporan korban. Pelaku beraksi pada 19 Juli lalu.

“Dari laporan itu kita melakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku,” ujarnya.

Baca Juga: Gelapkan Motor Demi Biaya Hidup, Buruh Bangunan Bebas Lewat Restorative Justice

Marihot menjelaskan pencuran motor yang dilakukan pelaku dengab modus mematahkan stang motor. Kemudian hasil curian dijual dengan sistem cash on delivery (COD).

“Pelaku melakukan pencurian motor sudah lebih dari satu kali. Keterangannya, hasil curian dijual ke media sosial,” katanya.

Kepada polisi, pelaku mengaku baru saja bebas dari penjara pada Mei lalu. Sebelumnya, pada tahun 2021, TPS ditangkap Polsek Batuampar dengan kasus yang sama dan divonis 2 tahun 6 bulan penjara.

“Dari pengakuannya usai bebas, ini baru melakukan pencurian lagi,” ungkap Marihot.

Baca Juga: Barang Bukti Rampasan Negara, Kejari Batam Tepis Isu Kapal MT Arman Dibawa Kabur

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara Kapolsek Bengkong, Iptu Doddy Basyir mengimbau masyarakat khususnya warga Bengkong untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta masyarakat untuk menggunakan kunci ganda saat memarkirkan motor.

“Parkir di tempat yang aman dan mudah diawasi atau terpantau CCTv. Dan gunakan kunci ganda,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Baru 2 Bulan Bebas, Residivis Curanmor Ditangkap Lagi

0
Borgol hukum
Ilustrasi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

batampos – Unit Reskrim Polsek Bengkong menangkap residivis pencurian motor, TPS, warga Perumahan Fortuna, Batuaji, Minggu (21/7) sore. Pria 23 tahun ini kembali ditangkap usai beraksi di Pasar Trade Center, Bengkong.

Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan mengatakan penangkapan pelaku dilakukan setelah mendapatkan laporan korban. Pelaku beraksi pada 19 Juli lalu.

“Dari laporan itu kita melakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku,” ujarnya.

Baca Juga: Gelapkan Motor Demi Biaya Hidup, Buruh Bangunan Bebas Lewat Restorative Justice

Marihot menjelaskan pencuran motor yang dilakukan pelaku dengab modus mematahkan stang motor. Kemudian hasil curian dijual dengan sistem cash on delivery (COD).

“Pelaku melakukan pencurian motor sudah lebih dari satu kali. Keterangannya, hasil curian dijual ke media sosial,” katanya.

Kepada polisi, pelaku mengaku baru saja bebas dari penjara pada Mei lalu. Sebelumnya, pada tahun 2021, TPS ditangkap Polsek Batuampar dengan kasus yang sama dan divonis 2 tahun 6 bulan penjara.

“Dari pengakuannya usai bebas, ini baru melakukan pencurian lagi,” ungkap Marihot.

Baca Juga: Barang Bukti Rampasan Negara, Kejari Batam Tepis Isu Kapal MT Arman Dibawa Kabur

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara Kapolsek Bengkong, Iptu Doddy Basyir mengimbau masyarakat khususnya warga Bengkong untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta masyarakat untuk menggunakan kunci ganda saat memarkirkan motor.

“Parkir di tempat yang aman dan mudah diawasi atau terpantau CCTv. Dan gunakan kunci ganda,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Beragam Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan

0
Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad saat sosialisasi di Polibatam, Senin (22/7). F. Humas BPJS Ketenagakerjaan untuk Batam Pos

batampos – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya mengadakan sosialisasi ke para mahasiswa Politeknik Batam (Polibatam), Senin (22/7). Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad. 

Ia mengatakan, program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya bermanfaat bagi para pekerja saja. Namun, juga bermanfaat bagi para mahasiswa yang sedang melaksanakan magang. 

Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan bisa menyesuaikan dengan lamanya magang mahasiswa, mulai dari 6 hingga 12 bulan. “Hingga saat ini, sudah terdaftar 1.292 mahasiswa sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Suci Rahmad. 

Suci menjelaskan, manfaat yang didapat adalah keamanan dan ketenangan bagi mahasiswa magang, serta keluarga mereka karena adanya perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan kematian.

Baca Juga: 34 Ribu Nelayan di Kepri Sudah Tercover BPJS TK

“Dengan mendaftarkan mahasiswa magang ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, Politeknik Negeri Batam menunjukkan komitmennya untuk melindungi kesejahteraan dan keselamatan mahasiswa selama menjalani aktivitas magang,” ucap Suci. 

Ada beberapa program BPJS Ketenagakerjaan dan manfaatnya. 

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan menuju, selama, dan pulang dari tempat kerja, serta penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Meliputi biaya perawatan dan pengobatan, santunan sementara tidak mampu bekerja, santunan cacat sebagian atau total, dan santunan kematian.

  1. Jaminan Kematian (JKM)

Memberikan santunan kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. Santunan kematian, biaya pemakaman, dan beasiswa untuk anak dari peserta yang meninggal.

  1. Jaminan Hari Tua (JHT)

Menyediakan tabungan yang dapat dicairkan saat peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Dana yang terkumpul dapat dicairkan sepenuhnya saat pensiun, atau sebagian sesuai ketentuan yang berlaku.

  1. Jaminan Pensiun (JP)

Memberikan manfaat bulanan kepada pekerja saat memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap. Manfaat pensiun bulanan yang diberikan kepada peserta atau ahli warisnya.

  1. Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

Memberikan perlindungan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat PHK. Manfaat uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja. (*)

Beragam Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan

0
Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad saat sosialisasi di Polibatam, Senin (22/7). F. Humas BPJS Ketenagakerjaan untuk Batam Pos

batampos – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya mengadakan sosialisasi ke para mahasiswa Politeknik Batam (Polibatam), Senin (22/7). Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad. 

Ia mengatakan, program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya bermanfaat bagi para pekerja saja. Namun, juga bermanfaat bagi para mahasiswa yang sedang melaksanakan magang. 

Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan bisa menyesuaikan dengan lamanya magang mahasiswa, mulai dari 6 hingga 12 bulan. “Hingga saat ini, sudah terdaftar 1.292 mahasiswa sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Suci Rahmad. 

Suci menjelaskan, manfaat yang didapat adalah keamanan dan ketenangan bagi mahasiswa magang, serta keluarga mereka karena adanya perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan kematian.

Baca Juga: 34 Ribu Nelayan di Kepri Sudah Tercover BPJS TK

“Dengan mendaftarkan mahasiswa magang ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, Politeknik Negeri Batam menunjukkan komitmennya untuk melindungi kesejahteraan dan keselamatan mahasiswa selama menjalani aktivitas magang,” ucap Suci. 

Ada beberapa program BPJS Ketenagakerjaan dan manfaatnya. 

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan menuju, selama, dan pulang dari tempat kerja, serta penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Meliputi biaya perawatan dan pengobatan, santunan sementara tidak mampu bekerja, santunan cacat sebagian atau total, dan santunan kematian.

  1. Jaminan Kematian (JKM)

Memberikan santunan kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. Santunan kematian, biaya pemakaman, dan beasiswa untuk anak dari peserta yang meninggal.

  1. Jaminan Hari Tua (JHT)

Menyediakan tabungan yang dapat dicairkan saat peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Dana yang terkumpul dapat dicairkan sepenuhnya saat pensiun, atau sebagian sesuai ketentuan yang berlaku.

  1. Jaminan Pensiun (JP)

Memberikan manfaat bulanan kepada pekerja saat memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap. Manfaat pensiun bulanan yang diberikan kepada peserta atau ahli warisnya.

  1. Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

Memberikan perlindungan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat PHK. Manfaat uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja. (*)

Kekerasan Seksual di Sumbar Mengkhawatirkan, Korban Mulai dari Anak-anak, Nenek, hingga ODGJ

0
Ilustrasi kekerasan seksual (ANTARA/HO)

batampos – Kasus kekerasan seksual mulai mengkhawatirkan di Sumatera Barat (Sumbar) dalam beberapa waktu terakhir. Banyak kalangan yang menjadi korban. Mulai mulai dari anak-anak, mahasiswi, orang tua, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), salah satu kasus yang paling menghebohkan adalah rudapaksa terhadap seorang remaja berusia 14 tahun di Kabupaten Agam. Pelaku berinisial AS, 38 tahun, yang merupakan kakak ipar korban. Pelaku memang sudah ditangkap oleh jajaran Polres Agam pada Senin (15/7) lalu.

Lebih miris lagi, perbuatan asusila dilakukan oleh seorang ayah kepada anak kandungnya hingga sang buah hati hamil dan melahirkan. Pelak berinisial AA, 50 tahun. Kini, AS telah mendekam di balik jeruji besi setelah ditangkap polisi pada Selasa (16/7).

Selain itu, seorang mahasiswi menjadi korban rudapaksa oleh seorang sopir bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) di Kota Payakumbuh. Terduga pelaku berhasil ditangkap polisi di Padang, Selasa (16/7).

Data lain yang dihimpun Padang Ekspres, seorang nenek-nenek di Kabupaten Padangpariaman juga mengalami nasib serupa. Pelaku berinsial A, 53, ditangkap Satreskrim Polres Padangpariaman pada Selasa (16/7). Dia berbuat asusila terhadap korban yang sudah tua alias nenek-nenek.

Paling miris lagi yaitu, kasus rudapaksa yang dialami satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Pariaman. Pelaku berjumlah lima orang. Para pelaku pun sudah diringkus oleh aparat Polres Pariaman.

Kelima lelaki itu berinisial Z, 30, berprofesi sebagai buruh harian lepas; S, 17, sehari-hari sopir; A, 48, petani; BE, 30, pedagang; dan JM, 38, buruh harian lepas. Kelimanya diamankan di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman.

”Penangkapan kelima pelaku berawal dari laporan dari salah satu warga yang melihat. Warga melaporkan bahwa salah satu warga mereka yang menderita ODGJ sering menjadi pelampiasan nafsu bejat dari sejumlah pria. Kami melakukan penyelidikan kemudian kelimanya kami amankan. Saat ini mereka tengah menjalani penyidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pariaman Iptu Rinto Alwi kepada Padang Ekspres.

Krisis Nilai dan Kontrol Sosial Yang Lemah

Sosiolog Erianjoni sangat sedih dengan kasus-kasus rudapaksa itu. Dia menilai hal itu terjadi karena krisis nilai dan lemahnya kontrol sosial di tengah masyarakat. Menurut dia, hilangnya nilai-nilai agama, sosial, dan budaya membuat pelaku tidak lagi mampu membedakan mana yang benar dan salah. Selain itu, menguatnya sikap individualisme dalam keluarga juga membuat kontrol sosial masyarakat menjadi lemah.

Erianjoni mendesak aparat hukum bertindak tegas dan menegakkan hukum seadil-adil atas perbuatan para pelaku asusila itu.

Selain itu, agar kasus serupa tidak berulang, dia menyarankan para pendidik dan pemerintah meningkatkan pendidikan hukum bagi masyarakat, agar memahami dampak hukum dari tindakan kejahatan tersebut. (*)

27.020 Kendaraan Telah Terdaftar Program Subsidi Tepat Pertalite di Kepri

0
IMG 20240722 WA0052 e1721651137762
Karyawan SPBU melayani pembelian Pertalite.

batampos – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mencatat, hingga Senin (22/7), jumlah kendaraan di Provinsi Kepulauan Riau yang terdaftar pada Program Subsidi Tepat untuk jenis bahan bakar Pertalite mencapai 27.020 pendaftar.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria menyebutkan, Program Subsidi Tepat atau dalam hal ini untuk Pertalite bertujuan untuk menjaga BBM subsidi agar tepat sasaran.

Dengan adanya program ini, BBM subsidi dapat termonitor, tepat volume dan dapat diketahui konsumen yang mengonsumsi BBM subsidi atau dalam hal ini Pertalite.

“Kami mencatat jumlah pendaftar kendaraan untuk Program Subsidi Tepat jenis BBM Pertalite adalah sebanyak 27.020 pendaftar di Kepri. Terima kasih atas sambutan baik dari masyarakat di Kepri yang telah mendukung Program Subsidi Tepat dengan mendaftarkan kendaraannya. Pendaftaran QR Code Pertalite ini khusus untuk kendaraan roda empat,” ujar Satria, Senin (22/7).

Baca Juga: Perangkat RT/RW Kampung Bagan Bantah Adanya Tudingan Pungli untuk Pengambilan Sertifikat PTSL

Satria menjelaskan, bahwa Program Subsidi Tepat Pertalite merupakan lanjutan dari program sebelumnya yaitu Biosolar.

“Semangat dari program ini selain menjaga BBM subsidi agar tepat sasaran, program ini dapat mengatasi penyimpangan atau penyalahgunaan BBM subsidi atau dalam hal ini Pertalite yang mungkin hingga saat ini masih terjadi di lapangan,” jelas Satria.

Proses pendaftaran Program Subsidi Tepat masih terus berlangsung dan bisa dilakukan melalui website subsiditepat.mypertamina.id atau Aplikasi MyPertamina. Adapun dokumen yang perlu diupload saat pendaftaran yaitu foto KTP pemilik/pengemudi, foto STNK, dan foto kendaraan tampak keseluruhan.

Selain itu, kata Satria, koordinasi dengan stakeholder diantaranya pemerintah daerah di Provinsi Kepulauan Riau terus dilakukan untuk menjelaskan Program Subsidi Tepat Pertalite.

Baca Juga: POM Lantamal IV akan Usut Tuntas Penggelapan Mobil Rental di Batam

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mendukung kelancaran distribusi BBM subsidi kepada masyarakat,” jelas Satria.

“Bagi masyarakat Kepri yang menggunakan Pertalite, kami persilahkan untuk melakukan pendaftaran di website subsiditepat.mypertamina.id, caranya sangat mudah dan bisa dilakukan pendaftaran dimana saja. Pendaftaran QR Code Pertalite ini dilakukan untuk menjamin kehadiran BBM Subsidi Tepat Sasaran dan mencegah terjadinya penyelewengan BBM Subsidi Penugasan Pertalite,” tutup Satria. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Banyak Remaja Perempuan di Anambas Jual Diri, Gunakan Transaksi Mulut ke Mulut

0
Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Anambas, Ipda Rudi Luis

batampos – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Anambas menemukan banyak remaja atau pelajar yang menjual diri. Mereka menjual diri secara terang-terangan

“Kita miris, sudah ada anak-anak yang jual diri. Ini kita temukan di lapangan,” ujar Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Anambas, Ipda Rudi Luis di Desa Putik, Kecamatan Palmatak, Senin, (22/7).

Para remaja yang menjual dirinya itu, kata Rudi, tidak menggunakan transaksi online melalui handphone. Melainkan, dari mulut ke mulut.

“Karena Anambas ini kecil, (transaksi) tidak online. Transaksinya dari mulut ke mulut. Mirisnya lagi, yang beli pun ada yang masih dibawah umur,” sebut Rudi.

BACA JUGA: Jalankan Bisnis Prostitusi, Muncikari Raup Untung hingga Rp 500 Juta

Sejak beberapa bulan terakhir, polisi telah mengamankan pelaku yang menggunakan jasa dari anak di bawah umur.

“Sudah ada yang dikirim ke Tanjungpinang untuk segera disidangkan,” kata mantan Kanit Reskrim Polsek Jemaja.

Dia tidak membantah jika kasus yang paling banyak ditangani Polres Anambas didominasi kasus pencabulan.

“90 persen kasus pencabulan. Kalau yang lain seperti narkoba, pencurian dan lainnya masih minim,” tutur Rudi.

Ia meminta kepada orang tua supaya lebih ketat lagi dalam mengawasi pergerakan anak.

“Kami minta tolong awasi anak. Kalau telat pulang kerumah, langsung telfon dan cari sampai ketemu. Kita tidak mau kasus pencabulan terus meningkat di Anambas. Anak ini kan generasi bangsa, jangan sampai mereka salah pergaulan dan rusak,” pinta Rudi. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Maxim dan Gocar Bergabung, Titik Jemput Taksi Online Bandara Hang Nadim Berada di Grab Point

0
Taksi Online Grab 1 F Cecep Mulyana scaled e1721650708645
Sejumlah kendaraan transportasi online, Grab parkir saat menunggu penumpang di kawasan Bandara Hang Nadim Batam, Senin (22/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Polemik transportasi darat (taksi) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam menuju titik terang. PT Bandara Internasional Batam (BIB) memastikan layanan taksi online dapat beroperasi di area bandara.

Direktur PT Bandara Internasional Batam, Pikri Ilham Kurniansyah, menyampaikan langkah ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

“Pilihan untuk menggunakan Maxim dan GoCar akan memberikan kemudahan bagi penumpang untuk memilih sesuai dengan keinginan mereka. Kami juga memberikan kesempatan bagi para pengusaha taksi, baik konvensional maupun daring, untuk beroperasi di bandara ini,” ujar Pikri, Senin (22/7).

Baca Juga: Pengelolaan Pelabuhan Feri Batam Centre Berakhir, PT Synergy Tharada Kecewa

Menurut Pikri, titik jemput penumpang telah diatur secara terpadu bersama dengan Grab di area parkir bawah kedatangan.

“Kami memastikan bahwa ada kuota yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, baik untuk GoCar maupun Maxim, serta untuk taksi konvensional yang telah beralih menjadi anggota layanan daring,” jelasnya.

Terkait tarif, masing-masing operator taksi diwajibkan untuk mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami tidak memperkenankan adanya penyeragaman harga. Setiap operator bebas menentukan tarifnya sesuai dengan target pasar dan regulasi yang berlaku,” tambahnya.

Pikri juga menekankan pentingnya menyediakan berbagai pilihan transportasi sesuai dengan kebutuhan penumpang dari berbagai kalangan.

Baca Juga: REI Fokus Pembangunan Apartemen Kelas Menengah dan Rumah Subsidi

“Mulai dari penumpang VVIP, VIP, CIP dengan business class yang membutuhkan kendaraan premium seperti Alphard dan mobil listrik, hingga penumpang dari kelompok LCC yang memilih kendaraan umum seperti taksi online atau bus,” ungkapnya.

Dengan keputusan ini, Bandara Internasional Hang Nadim Batam berupaya memenuhi semua kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi darat yang berkualitas.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan layanan terbaik sesuai dengan kebutuhan penumpang dari berbagai kalangan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi menyampaikan bahwa dari BIB telah berkomitmen pelayanan salah satunya adalah moda transportasi darat.

Baca Juga: Dukungan Parpol untuk Amsakar Ahmad – Li Claudia Candra Terus Menguat

“Yang hari ini ada peningkatan yang sangat signifikan, dulunya konvensional sekarang taksi online bisa masuk,” kata dia.

Hadirnya layanan Maxim, Gocar, Grab jadi pilihannya banyak yang sudah disiapkan bandara, sesuai SOP bandara.

“Jadi semua harus mengikuti, karena bandara adalah objek vital, punya SOP tersendiri,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana