Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 3077

Masyarakat Batam Cerdas, Takkan Terjebak Politik Identitas

0
331ff3fb082a98639ef457358092fcc0
Ilustrasi. Foto: INT

batampos – Tensi politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kian meningkat. Itu pula yang terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau, pascabeberapa partai telah mengeluarkan rekomendasinya ke sejumlah bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

Ada beberapa nama yang beredar, seperti Amsakar Achmad, Marlin Agustina, Jefridin Hamid, dan Li Claudia Chandra. Ini semakin menambah semarak perpolitikan di Batam. Namun, sejak nama Li Claudia tersiar, beragam postingan muncul soal primordialisme dan agama.

Sebagai pengusung Li Claudia, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengaku belum mendengar isu politik identitas yang dimainkan oleh oknum tertentu. Mereka menekankan bahwa yang dikedepankan saat ini ialah ideologi partai itu sendiri.

“Saya belum ada mendengar isu politik identitas yang menyeret nama Buk Li Claudia Chandra. Kami dari Partai Gerindra, adalah partai nasionalis. Kalau nasionalis tidak mengenal politik identitas, yang pasti kita terus bekerja dan berbuat untuk masyarakat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Batam, Nyanyang Haris Pratamura, Sabtu (13/7).

Isu politik identitas, menurut dia, adalah mengenai pemahaman masyarakat saja. Ia yakin warga Batam cerdas dalam menentukan pilihan politiknya dan tak mudah terpengaruh oleh rumor demikian.

Baca Juga: Sempena Pilkada Kepri 2024, Progres Coklit Capai 97,35 Persen

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Ferry Muliadi Manalu, mengatakan persoalan ini (politik identitas) memang tidak terkandung dalam Peraturan KPU (PKPU), tetapi isu demikian menjadi musuh bersama.

KPU Kepri menekankan agar masyarakat mengedepankan visi misi dan program calon kepala daerah dalam menentukan pilihannya. “Dalam memilih calon, pilihlah berdasarkan visi misi dan program, bukan dengan permainan isu politik identitas. Kita (KPU) juga tidak bisa menilai seberapa tinggi peran isu politik identitas ini dalam mempengaruhi suara pemilih,” ujarnya.

Dosen Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Rahmayandi Mulda menjelaskan, politik identitas di Batam dari segi agama tidak terlalu berdampak secara signifikan. Akan tetapi, kalau soal etnis atau kesukuan, baginya masih sangat berpengaruh.

“Saya rasa politik identitas baik dalam hal apapun, baik itu agama, suku, ataupun kekeluargaan, tidak menjadi jualan kampanye ke depan karena dampaknya dapat menimbulkan egosentrisme dan polarisasi bagi masyarakat, sehingga dapat menimbulkan gesekan antara masyarakat itu sendiri. Pada akhirnya, kita akan makin sulit untuk maju,” ujar Rahmayandi.

Gesekan antarmasyarakat itu dapat dielakkan, asalkan lebih sadar dalam memilih pemimpin ke depannya. Apabila ada kandidat yang akan maju dengan memainkan politik identitas, ataupun menggunakan jabatan untuk kepentingan politik, sebaiknya tidak dipilih.

“Hal yang lebih penting adalah kesadaran dari calon-calon, ataupun tim sukses agar lebih mengedepankan kepentingan bersama untuk tidak memainkan politik identitas dalam Pilkada nantinya,” ujar dia.

Baca Juga: PPP Resmi Usung Amsakar-Li Claudia Candra

Isu politik identitas dinilai tak begitu berpengaruh terhadap masyarakat Batam. Kemajemukan warganya dalam berbudaya dan beragama jadi anasir, sehingga menciptakan kerukunan dan toleransi tingkat tinggi dalam aspek politik.

Batam, memang menjadi salah satu kota di Kepri yang paling disorot soal kerukunan masyarakat. Kemajemukan Batam membuat warganya jadi orang-orang yang toleran. Begitu yang disampaikan oleh Budayawan Melayu di Batam, Samson Rambah Pasir.

“Dalam masyarakat heterogenlah ditemukan toleransi,” katanya.

Dalam konteks masyarakat Batam yang majemuk, toleransi sudah terpelihara sebagai syarat untuk hidup bersama sejak lama. Kerukunan menjadi kata kunci untuk meneruskan kehidupan.

Ia menyebut, faktor budaya Melayu yang egaliter senantiasa memberi ruang dan peluang bagi etnis lain untuk tumbuh dan berkembang. Bangsa Melayu terus menjalankan perannya sebagai payung: menaungi dan meneduhi. Toleransi terus tumbuh.

“Sejak lama budaya Melayu yang egaliter yang lahir dari rahim masyarakat pesisir terbiasa berdampingan dengan budaya lain,” kata Samson.

Toleransi orang-orang Melayu memang tak diragukan. Itu telah dibuktikan dengan tingginya indeks kerukunan umat beragama (KUB) Kepri dengan nilai yang memuaskan. Tercatat, Kepri meraih nilai 83,58 pada tahun 2023. Bahkan di tahun 2022 menjadi peringkat pertama nasional.

Baca Juga: Marlin Agustina Ajak Generasi Muda Melek Digital

Indeks KUB digunakan untuk mengukur tingkat kerukunan masyarakat dalam beragama di Indonesia dengan tiga dimensi utama yang ditekankan. Diantaranya ialah toleransi, kesetaraan, dan kerja sama.

Deva Alvina Sebayang, Analis Kebijakan Keagamaan dari Puslitbang Bimas Agama Balitbang Kemenag RI, merincikan bahwa dimensi kerja sama Kepri mendapat nilai tertinggi, yakni 85,14. Sementara itu, dimensi kesetaraan mendapat nilai 83,87, dan indeks toleransi mencapai 81,47.

Dia menyimpulkan, Kepri merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan dengan negara lain. Sejak dulu, wilayah ini juga merupakan daerah industri dan perdagangan laut, sehingga terbiasa dengan heterogenitas dan arus migrasi.

“Meski banyak pendatang, masyarakat lokal tidak merasa kecil di tanah sendiri, masih merasa tuan di tanah sendiri karena ada rasa aman,” ujar Deva.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto mengatakan, indeks KUB yang tinggi adalah bukti bahwa provinsi ini telah berhasil menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis. Setiap masyarakatnya merasa diterima dan aman, meskipun dari latar belakang agama dan budaya yang berbeda.

Ia menilai, Kepri telah menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama. “Ini tidak terlepas dari peran pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta umat beragama di Kepri,” ujarnya.

Walikota Batam, Muhammad Rudi, pernah menyampaikan bahwa tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga persaudaraan dan kerukunan. Toleransi menjadi faktor penting gina memperkuat rasa persatuan dan kesatuan.

Rudi tak ingin masyarakatnya terpecah belah hanya karena isu-isu miring yang tak dapat dipertanggungjawabkan. “Kita semua harus lebih teliti dalam menyerap infromasi agar tak mudah terprovokasi. Jaga persatuan agar Batam menjadi kota yang madani,” katanya. (*)

 

Reporter: Arjuna

PKS Usung Rahma dan Rizha pada Pilwako Tanjungpinang

0
Ketua DPD PKS Tanjungpinang, Ismiyati. F. Mohamad Ismail

batampos – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung Rahma dan Rizha Hafiz, untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Tanjungpinang. Ketua DPD PKS Tanjungpinang, Ismiyati mengatakan Rahma kader Partai Nasdem diusung untuk menjadi calon Wali Kota. Sementara Rizha Hafiz, kader PKS sebagai calon Wakil Wali Kota.

“Kalau rekomendasi dari Nasdem sudah keluar. Kalau PKS bukan rekomendasi, tapi SK dan tinggal kita jemput saja,” kata Ismiyati, Minggu (14/7).

Dengan begitu, kata Ismiyati PKS dan Nasdem resmi mengusung dua orang tersebut untuk bertarung di Pilwako Tanjungpinang 2024.

Selain itu, Ismiyati memastikan bahwa PKS akan berkoalisi dengan Nasdem dan Partai Amanat Nasional (PAN). Namun, sambungnya tidak menutup kemungkinan bakal ada partai lain yang ikut membantu PKS dan Nasdem memenangkan Pilwako 2024.

“Yang sudah pasti ada tiga, termasuk PAN. Yang lain masih proses, ada juga yang masih berkomunikasi dengan kita,” tambahnya.

Sebelumnya, ia menyampaikan terdapat tiga nama yang akan diusulkan untuk maju pada Pilwako Tanjungpinang. Yaitu Ismiyati, Sekretaris DPD PKS Raja Dachroni dan Rizha Hafiz.

Namun, PKS memilih Riza Hafiz. Sebab, Riza Hafiz merupakan merupakan kader yang sudah menjadi tokoh di PKS. “Karena saya terpilih di DPRD Provinsi jadi saya mundur, Pak Dachroni juga mundur, sehingga tinggal pak Riza yang maju,” ujarnya.

Ismiyati juga mengajak kepada masyarakat untuk memilih pasangan Rahma-Riza, dengan cara yang PKS mampu. Mengingat, perolehan suara pada pemilu 2024 lalu di tingkat DPRD Provinsi Kepri dapil Kota Tanjungpinang, PKS meraih 17.165 suara.

“Tentunya ini menjadi acuan utama kami selain akan melakukan usaha-usaha untuk bergerak ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

REPORTER: MOHAMAD ISMAIL

 

KPU Tanjungpinang Pantau Pantarlih Coklit di Rumah Ketua DPRD

0
KPU Tanjungpinang memantau petugas Pantarlih saat melakukan coklit di kediaman Ketua DPRD. Sabtu (13/7). F. Mohamad Ismail

batampos – KPU Tanjungpinang memantau proses pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), di kediaman Ketua DPRD setempat. Pencoklitan yang berlangsung pada Sabtu (13/7) tersebut disaksikan langsung oleh Ketua dan Komisioner KPU Tanjungpinang, Muhammad Faizal dan Desi Liza Purba.

Faizal mengatakan, hal tersebut merupakan rangkaian pelaksanaan coklit Pilkada 2024. Pantarlih, kata dia harus memastikan apakah data pemilih sudah memenuhi syarat dan ketentuan atau tidak.

“Apakah pemilihnya benar-benar masih ada atau tidak. Jangan-jangan ada pemilih yang sudah meninggal dunia atau sudah jadi anggota TNI Polri. Ini yang harus dipastikan,” kata Faizal, Minggu (14/7).

Usai coklit di kediaman Ketua DPRD tersebut, menurut Faizal saat ini proses coklit di wilayah Kota Tanjungpinang sudah mencapai 98 persen. Hanya ada beberapa kelurahan di Kecamatan Tanjungpinang Timur yang belum dicoklit.

Terutama, sambung Faizal di Kelurahan Pinang Kencana. Sebab, kelurahan tersebut merupakan wilayah yang pada penduduk. Sehingga memerlukan beberapa hari lagi, untuk menyelesaikan coklit.

“Hampir 100 persen. Masih ada beberapa kelurahan yang belum selesai, namun kita masih ada waktu. Kan maksimal coklit selesai pada 24 Juli,” tambahnya.

Faizal menyampaikan, 2 persen sisa coklit tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu satu sampai dua hari. Walaupun, Pantarlih kerap mendapatkan kendala saat hendak coklit ke rumah warga.

Kendala tersebut seperti, warga yang sedang tidak berada di rumah, hingga adanya hewan peliharaan yang membuat Pantarlih takut.

“Misalnya ada anjing peliharaan, lalu ada juga warga yang tidak terbuka. Sehingga harus ada pendampingan dari RT dan RW,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni mengakui ia sangat mendukung tahapan Pilkada 2024. Salah satunya coklit.

Ia mengajak seluruh masyarakat, untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan Pilkada 2024.

“Saya mendukung sepenuhnya proses Pilkada dengan kebersamaan dan tanggung jawab. Ini bukan hanya untuk segelintir orang saja, tapi untuk seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (*)

Warga Keluhkan JPO Tiban Kampung Rusak Parah

0
JPO Tiban e1685694752757
JPO Tiban Kampung, Jumat (2/6). F.Rengga Yuliandra

batampos – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Tiban Kampung, Sekupang rusak dan bolong hingga membahayakan keselamatan para pengguna jalan. kondisi ini dikeluhkan para pejalan kaki yang melintas di JPO tersebut.

Abdurahman, salah seorang pejalan kakimengeluhkan kondisi JPO yang berlubang dan keropos. Menurutnya kondisi tersebut sangat berbahaya bagi pejalan kaki yang melewati.
“Kondisi JPO Tiban Kampung itu sangat mengkhawatirkan dan belum ada tanda akan diperbaiki, ” ujarnya, Minggu (14/7).
Menurutnya, JPO itu memiliki atap yang berlubang. Saat hujan datang, pejalan kaki kehujanan. Mereka lantas kerepotan menyeberang di kawasan itu. Saat mobil-mobil besar melintas  kondisi JPO terlihat bergoyang dan juga terasa bergetar.
“Sangat tidak nyaman. Bayangkan kalau hujan di sini menyeberang JPO jadi tidak nyaman,” ucap Ayu warga lainnya
Ayu, yang kerap melintas ke kawasan itu mengakui seringkali melintas JPO itu untuk berangkat dan pulang kerja. Ia sengaja berjalan kaki ke lokasi kerja yang tak jauh dari SMAN 4 Batam. Ayu melanjutkan, saat hujan datang, kondisi JPO makin buruk. Selain tampias tetesan hujan. Lantai JPO licin karena lumut.
“Ada juga tu bagian atap yang terlepas dan menggantung ke bawah jembatan. Kalau tak segera diperbaiki bisa-bisa menimpa kendaraan yang ada di bawahnya,” keluh Ayu lagi.
Andre warga Tiban lainnya mengeluhkan kondisi tersebut. Dia mengatakan, saat ini Pemko Batam dan BP Batam melakukan pelebaran jalan dimana-mana. Namun JPO di beberapa titik, seperti di Tiban Kampung diabaikan. Kondisi JPO terlihat sangat buruk. Selain tak memiliki atap, JPO sudah sangat licin.
“Saya pikir ini harus segera diperbaiki lah. Karena banyak digunakan masyarakat Tiban untuk menyebrang. Jangan nanti nunggu warga ketimpa atap dulu baru diperbaiki,” ucap Andre.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Salim mengaku, akan segera berkordinasi dengan BP Batam terkait kerusakan JPO di Tiban Kampung tersebut. “Itu BP Batam yang punya. Nanti kita akan sampaikan kepada BP, ” ujarnya. (*) 
Reporter: Rengga Yuliandra

Rapat SC Raker dan Silatnas IKA Unri: Finalkan Materi Raker dan 4 Rekomendasi Penting

0

batampos – Panitia pengarah (SC) Rapat Kerja Pusat (Raker III) dan Silaturahmi Nasional Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA Unri) melakukan rapat finalisasi agenda rapat kerja.

Para SC berkumpul di Cik Wan Cafe, Pekanbaru, Sabtu pagi (13/7/2024). Nampak hadir Aslan Wiguna, Makmur Kasim, Elfizar, Arief Eka Saputra, dan Aiden Yusti.

Pun ikut hadir, Ketua panitia (OC) Adi Purwoko, Wakil Ketua Khairul Amri, Sekretaris panitia Satria Utama Batubara dan bidang kesekretariatan Ridwan. Rapat dipimpin Aiden, berjalan santai dan lancar.

Dalam rapat ini, semua Agenda rapat kerja dibahas dan difinalkan. Semua sepakat, raker akan dimulai pada Sabtu pagi (27/7/2024), dibuka oleh Rektor Unri Prof Sri Indarti. Hadir juga pada saat pembukaan, Ketum PP IKA Unri Wan M Hasyim, Ketua PW IKA Unri Kepri yang juga Gubernur Kepri H Ansar Ahmad dan Gubernur Riau pada masanya yang juga Ketua Dewan Penasehat IKA Unri H Syamsuar.

Tentu saja peserta raker ini adalah utusan dari seluruh IKA Unri se Indonesia. Dan, setakat ini para peserta raker sudah pula mendaftar kepada panitia dan konfirmasi kehadiran pada raker yang akan dihelat di Kota Batam, 26-28 Juli mendatang.

Diperkirakan raker akan berlangsung sehari, dari pagi hingga malam. “Ada 6 orang SC yang sudah kita siapkan untuk memimpin sidang-sidang pada rapat kerja ini, dari awal hingga selesai,” jelas Aiden Yusti.

Selain itu, SC juga merumuskan beberapa rekomendasi penting untuk dibahas dan disepakati pada rapat kerja ini. “Paling tidak ada 4 rekomendasi. Kita harapkan bisa dibahas dan disepakati oleh peserta raker nanti,” tambah Aiden.

Apa saja rekomendasi itu?

Salah satunya, adalah terkait dengan rencana IKA Unri Unri menyiapkan badan usaha. Bisa nanti berbentuk yayasan atau badan usaha lain. Itu diserahkan kepada seluruh peserta raker.

Termasuk juga, soal rekomendasi persiapan Kongres IKA Unri. Karena periodesasi kepengurusan IKA Unri sekarang akan berakhir pada tahun 2025 yang akan datang.

“SC usulkan Kongres berikutnya diadakan di Jakarta. Soal nanti rekomendasi ini disepakati atau berubah, tergantung dinamika di dalam rapat kerja,” jelas Aiden Yusti.

Maka dari itu, baik SC maupun OC sudah berusaha maksimal menyiapkan pelaksanaan Rakerpus III dan Silatnas ini. Diharapkan tentunya seluruh pengurus IKA Unri bisa hadir dan berkontribusi pula ikut menyukseskan.

“Mari sama-sama kita sukseskan rapat kerja dan Silatnas IKA Unri di Batam, Provinsi Riau. Agar IKA Unri terus jaya dan bermartabat,” ucap Dr Elfizar, yang juga Ketua Harian IKA Unri, diaminkan oleh Bendahara Umum IKA Unri Aslan Wiguna dan seluruh SC/OC peserta rapat. (*)

Partisipasi PSU DPD RI di Sumbar Turun, Komposisi Peraih Suara 4 Tertinggi Berpotensi Berubah

0

ILUSTRASI: Surat suara saat dilipat petugas di Gudang KPU Kota Depok, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/1/2024). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

batamposPartisipasi pemilih pada pemungutan suara ulang (PSU) untuk calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat (Sumbar) sangat rendah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat akan mengkaji pemicunya.

“Untuk mengetahui penyebab turunnya partisipasi masyarakat, kita harus melakukan kajian dulu,” kata Komisioner KPU Sumbar Ory Sativa Syakban sebagaimana dilansir Antara, Minggu (14/7).

Ory menduga rendahnya partisipasi publik mengikuti pemungutan suara pada PSU DPD RI karena tidak adanya kampanye oleh masing-masing calon anggota DPD RI. Tidak adanya kampanye itu merupakan bagian dari isi putusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara Nomor 03-03/PHPU.DPD-XXII/2024.

“Hipotesa kami mungkin karena PSU DPD ini berangkat dari tidak adanya kampanye, padahal kampanye itu salah satu hal yang mendorong masyarakat ke TPS karena faktor visi dan misi calon,” ujar dia.

Di sisi lain Ory mengklaim KPU sudah melakukan sosialisasi pelaksanaan PSU calon anggota DPD secara masif sebelum hari pencoblosan. Bahkan, saat penyerahan formulir pemberitahuan kepada pemilih, petugas KPPS juga menyertakan selebaran yang berisi foto-foto calon.

Tidak hanya itu, ada juga KPU yang memberdayakan mobil keliling untuk menyampaikan informasi terkait pelaksanaan PSU. Kemudian, untuk menyemarakkannya, sejumlah TPS juga menyiapkan berbagai macam hadiah bagi konstituen.

Sementara itu, anggota DPD RI Emma Yohanna mengatakan turunnya partisipasi publik ke TPS hampir merata terjadi di seluruh daerah. Tidak hanya di Kota Padang semata.

Emma menilai rendahnya partisipasi konstituen ke TPS karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan KPU. Secara pribadi, ia hanya mendapatkan formulir pemberitahuan dan selebaran foto dan nama-nama calon. “Sampai tadi malam masih ada yang mempertanyakan kepada saya kenapa ada PSU? Artinya sosialisasi PSU ini tidak mencapai sasaran,” ujar dia.

Di tempat lain, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago mengatakan, minimnya partisipasi pemilih di PSU DPD Sumbar adalah sebuah kewajaran. Sebab, sosialisasi PSU berbeda dengan jadwal pemilu legislatif sebelumnya. Dengan rendahnya partisipasi tersebut bakal berpengaruh terhadap peraih suara empat tertinggi. “Potensi perubahan pemenang bisa saja terjadi dan ini tentu menarik,” ungkap Arifki Chaniago kepada JawaPos.com, Minggu (14/7).

Menurut dia, berubahnya para pemenang atau empat suara terbanyak menjadi uji kekuatan dan solidnya tim sukses masing-masing calon. Calon senator yang diprekdiksi memiliki peluang suara terbanyak yakni mereka yang terafiliasi dengan ormas keagamaan atau parpol tertentu. “Mereka punya basis yang jelas,” ujar alumnus Univerasitas Andalas (Unand) Padang itu.

Arifki mensinyalir dari hitungan suara yang didapatkan dari tim sukses sejumlah kandidat, ada potensi satu calon anggota DPD batal terpilih. Sebelumnya kandidat itu merupakan salah satu dari empat peraih suara tertinggi. “Kabarnya hanya pergantian satua pemain. Posisi lain masih dipegang DPD yang terpilih pada Februari lalu,” tandasnya. (*)

Reporter: JP Group

7 Nama Masuk Daftar Rekomendasi PDIP untuk Pilwako Batam

0
331ff3fb082a98639ef457358092fcc0
Ilustrasi. Foto: INT

batampos – Sejumlah partai sudah menentukan arah politik untuk Pilwako Batam. Kini hanya tersisa dua partai yang belum bersikap, yakni PDIP dan PKS. DPD PDIP Batam telah melakukan dan melaksanakan penjaringan bakal calon kepala daerah Batam, baik itu wali kota maupun wakil wali kota.

Dari 12 nama yang terjaring, tersisa tujuh orang yang masuk rekomendasi. Ketua DPD PDIP Batam, Nuryanto menyebut, dari ketujuh nama itu beberapa diantaranya datang dari internal partai dan eksternal. Beberapa nama direkomendasikan ke pusat untuk bakal calon Wali Kota Batam yakni, Marlin Agustina, Amsakar Achmad, dan Li Claudia Chandra.

Lalu, untuk bakal calon Wakil Wali Kota Batam, ada tiga nama dari internal PDIP sendiri, diantaranya Putra Yustisi Respaty, Budi Mardianto, serta Udin P Sihaloho. Kemudian dari eksternal ada Jefridin Hamid.

”Secara resmi telah kami laporkan di rapat koordinasi daerah yang dihadiri langsung dari perwakilan DPP PDIP. Laporan itu sudah diterima oleh DPP. Siapa yang akan diusung nantinya, semua itu menjadi kewenangan DPP,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu, Jumat (12/7).

Nuryanto sendiri bahkan tak masuk dalam nama-nama bakal calon. Dia mengaku tak mendaftar. Sementara untuk Pilgub Kepri, ada empat nama: Muhammad Rudi, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Ansar Ahmad, dan Aunur Rafiq.

Penetapan merupakan kewenangan dari DPP PDIP. Kemungkinan rekom partai bakal keluar minggu depan. Pihaknya hanya memberikan profil bakal calon, peta politik, hingga survei.

”Intinya kami masih menunggu. Tapi yang jelas bahwa PDIP adalah partai petarung, bukan partai pengikut,” ujar Cak Nur.

Beberapa hari yang lalu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bertandang ke DPP PDIP. Itu dibenarkan oleh Nuryanto. Sementara Amsakar, belum ada menjajaki komunikasi.

”Kedatangan Pak Rudi ke DPP terkait dengan Pilkada, baik itu tingkat kabupaten/kota, maupun provinsi. Pak Amsakar, dari informasi, belum sampai ke DPP. Hanya Pak Wali (Rudi) saja yang sudah ke DPP,” kata dia.

Selain itu, parpol yang tersisa dan belum menentukan sikap ialah PKS. Dia mengaku, bahwa komunikasi antar partai berjalan baik. Bahkan tak menutup kemungkinan bakalan berkoalisi. (*)

 

Reporter: Arjuna

BP Batam Lakukan Perbaikan Manajemen dan Tata Kelola Rumah Sakit BP Batam

0

rsbp 1batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) saat ini terus berbenah di semua lini dan aspek pembangunan, guna mengembangkan Kota Batam yang semakin modern dan maju. Kepala BP Batam Muhammad Rudi bahkan terus menggesa pembangunan infrastruktur dan meningkatkan efisiensi seluruh pelayanan yang ada di lingkungan BP Batam.

Setelah bandara dan pelabuhan, kini BP Batam berupaya meningkatkan tata kelola manajemen Rumah Sakit BP Batam sebagai salah satu Badan Usaha di lingkungan BP Batam.

RSBP Batam merupakan rumah sakit pionir di Kota Batam, yang telah dibangun sejak tahun 1971. Diawali sebagai Poliklinik Pertamina yang kemudian resmi menjadi RS Tipe C pada 11 Agustus 1983 dan Tipe B pada 2 Mei 2002.

Pada bulan Desember 2018, berubah dari Rumah Sakit perusahaan menjadi Rumah Sakit pemerintah di bawah kementerian lainnya.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, kemudian pada bulan Mei 2019, RSBP Batam sebagai Badan Usaha resmi mengoperasikan gedung baru yang megah dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait mengatakan bahwa seiring dengan fasilitas yang modern, maka harus dilakukan Upaya meningkatkan mutu pelayanan, meningkatkan tata kelola manajemen, penertiban administrasi dan etos budaya kerja serta kompetensi SDM profesional di bidangnya.

“BP Batam tidak menjual atau melepas Rumah Sakit BP Batam sebagaimana pemberitaan yang digulirkan oleh pihak tertentu. Kami justru melakukan Upaya perbaikan manajemen dan tata kelola administrasi, sehingga dapat mengefisienkan keberadaan Rumah Sakit BP Batam tanpa mengurangi fasilitas pelayanan bagi masyarakat,” kata Tuty.

Lebih lanjut Tuty menegaskan bahwa fasilitas BPJS akan tetap ada guna melayani kebutuhan masyarakat Kepri.

Kerjasama RSBP Batam dengan Swasta dan Rumah Sakit Internasional merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan seluruh aspek mutu, pelayanan, dan SDM tenaga Kesehatan yang mumpuni seiring dengan peralatan dan fasilitas yang mumpuni.

Hal tersebut, justru tidak akan mengurangi layanan RSBP Batam kepada masyarakat menengah ke bawah.

“RSBP Batam akan tetap memberikan layanan BPJS kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan murah dengan fasilitas dan tenaga kesehatan terbaik,” imbuh Tuty.

Sementara, konkret kerja sama dengan pihak swasta dan Rumah Sakit Internasional saat ini masih terus di godok di level lebih tinggi.

Agar skema yang dibuat dapat mengakomodir SDM yang ada saat ini, namun dengan mutu dan etos kerja yang lebih baik

“sama halnya dengan Bandara dan Pelabuhan, kerja sama yang kami lakukan adalah didasari dengan komitmen agar dengan manajemen baru maka pelayanan untuk masyarakat akan jauh semakin baik, dari sisi budaya dan etos kerja, termasuk tata tertib administrasi hingga manajemen Rumah Sakit yang profesional,” pungkas Tuty. (*)

Sempena Pilkada Kepri 2024, Progres Coklit Capai 97,35 Persen

0
coklit
Anggota KPU Provinsi Kepri menyampaikan mengenai proses Pilkada di Kepri, Sabtu (13/7). F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) semakin mendekati kesuksesan dengan mencatatkan progres pencocokan dan penelitian (coklit) mencapai 97,35 persen. Dari total 1.551.939 pemilih, sebanyak 1.536.529 data pemilih telah terverifikasi.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, Jernih Millyati Siregar, mengatakan, coklit di Kepri menunjukkan peningkatan yang signifikan.

”Kami sangat optimis mencapai target 100 persen sebelum 24 Juli 2024,” ujarnya, Sabtu, (13/7).

Wilayah-wilayah seperti Anambas, Tanjung Pinang, dan Kota Batam telah mencapai angka hampir 100 persen dalam proses coklit. Kota Batam sendiri mencatatkan progres 97 persen dari total 890 ribu data pemilih yang harus divalidasi.

Kendati masih ada tantangan seperti penduduk yang sulit dijangkau pada waktu yang tepat, Pantarlih (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) tetap semangat dan siap menyelesaikan tugasnya.

”Kami terus berupaya agar tidak ada pemilih yang terlewatkan dalam basis data kami,” ucap Jernih.

Dengan jumlah Total Pusat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 3.304 titik dan lebih dari 5.906 Pantarlih yang dikerahkan, KPU Kota Batam memastikan bahwa proses coklit berjalan lancar.

”Kami memohon dukunganmasyarakat untuk berpartisipasi, demi terwujudnya Pemilu yang transparan dan akuntabel,” tutupnya. (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Jangan Hilangkan TKDN, Beri Insentif dan Kemudahan Perizinan

0
ilustrasi bp batam kawasan industri
Ilustrasi kawasan industri di Kota Batam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kalangan pengusaha termasuk pengusaha di sektor industri shipyard Kota Batam dan Kepri dibuat risau dengan adanya wacana penghapusan kebijakan terkait Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) oleh pemerintah. Hal ini bakal berdampak pada iklim dunia usaha di Batam.

Ketua Harian Batam Shipyard Offshore Association (BSOA) Novi Hasni mengatakan, beberapa bulan lalu saat menggelar FGD, masih membahas meningkatkan TKDN terutama di sektor galangan kapal.

“Memang kenyataan saat ini persentasenya lebih ke impor dari pada local content, namun di Batam dengan industri galangan kapal diiringi banyaknya proyek harusnya industri komponen kapal itu mestinya lebih banyak dan tumbuh,” ujarnya, Jumat (11/7).

Ia menyebutkan dalam hal ini diperlukan memberdayakan produk dalam negeri. Contohnya mesin kapal masih impor. Menurutnya, itu masih dimaklumi karena teknologi lokal belum sampai ke sana. Namun untuk material dan tenaga kerjanya harusnya SDM lokal. Hal yang dimaksud ialah desain kapal dibuat oleh putra bangsa.

“Jadi kalau ada isu bakal dihilangkan itu sayang sekali. Karena kami membuat kapal itu ada yang untuk di-ekspor dan ada untuk dalam negeri. Dalam negeri itu ada swasta dan pemerintahan, justru kalau di pemerintahan kewajiban TKDN itu 60 persen namun kenyataannya belum sampai,” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya mendorong industri komponen kapal terus tumbuh. Jika galangan kapal tumbuh, mestinya industri komponen juga turut maju.

“Untuk soal TKDN ini balik lagi khususnya galangan kapal saya rasa membutuhkan modal dan kapital yang sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah bisa membantu kebijakannya jika memang harus pengajuan modal baik itu perbankan swasta ataupun nasional. ”Menurut saya yang harus diturunkan ialah suku bunga-nya. Jangan sampai dua digit. Lalu perizinannya juga diper-mudah,” katanya.
Ia menambahkan, di industri galangan kapal, terutama industri komponen kapal hasil produksinya harus tersertifikasi seluruhnya. Sertifikasi itu minimal sama ketentuan dengan International Maritime Organization (IMO).

“Karena kapal itu concern langsung ke IMO. Baik itu armada kapal nasional maupun jenis ocean going atau kapal-kapal yang mempunyai kemampuan menjelajahi laut dengan spesifikasi tertentu,” terangnya.

Biaya sertifikasi, lanjutnya, tidaklah murah. Misalnya untuk dalam negeri untuk komponen kapal ada sertifikasinya Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). ”Dan hal inilah yang mungkin bisa dibantu oleh pemerintah,” pintanya.

“Jadi hal ini mungkin bisa jadi perhatian dan dibantu oleh pemerintah dari sertifikasi peralatan itu dibutuhkan dan biayanya lumayan mahal.”

Sebelumnya, Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, me-ngatakan, penerapan TKDN akan melindungi pengusaha dan industri yang ada di dalam negeri. Tetapi pemerintah juga harus bisa mendorong bagaimana perusahaan yang ada di Batam bisa mendapatkan harga bahan baku dengan harga murah dan kualitas standar internasional.

”Batam itu adalah daerah border, bagaimana perusahaan-perusahaan yang ada di Batam ini banyak membutuh-kan material dari luar negeri dengan standar asing. Tetapi di sisi lain, akan banyak perusahaan yang terdampak kalau TKDN dihapus. Nah sekarang bagaimana pemerintah menyiapkan material dengan local content tetapi pastinya berkualitas dan bisa diterima di perusahaan asing yang ada di Batam,” katanya.

Dan yang paling utama saat ini adalah bagaimana pemerintah bisa memberikan kemudahan bagi para indus-tri dan pengusaha yang ada di Batam seperti insentif pajak. Termasuk kemudahan perizinan.

”Kenapa kalau di Tiongkok sana produknya diterima di seluruh dunia, karena memang pemerintah memberikan insentif kepada UMKM dan pengusahanya mulai dari hulu ke hilir. Pelaku usaha dibina masalah teknologi dan segala sesuatunya. Makanya, produk Tiongkok saat ini ada di mana-mana karena harga murah dan kualitas terjamin,” katanya. (*)